• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Mirna Annasya Putri BAB II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Mirna Annasya Putri BAB II"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Kepuasan

Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang

muncul setelah membandingkan antara kinerja (hasil) produk yang

dipikirkan terhadap kinerja yang diharapkan (Kotler, 1997).Kepuasan

menyebabkan konsumen mau untuk kembali lagi ke tempat penyedia

produk atau jasa tersebut.

Tingkat kepuasan dapat diukur menggunakan 5 dimensi, yaitu :

1. Reliability (kehandalan) yaitu kemampuan dalam memberikan

pelayanan informasi obat yang dibutuhkan pasien.

2. Responsiveness (daya tanggap) yaitu kemampuan memberikan

pelayanan dengan cepat dan tepat.

3. Assurance (jaminan) yaitu kemampuan memberikan kepercayaan

tersendiri untuk pasien seperti kelengkapan obat, kemurahan harga

obat dan mutu obat.

4. Emphaty (empati) yaitu kemampuan dalam berhubungan, memberikan

perhatian dan memahami kebutuhan pasien yang berwujud keramahan

farmasis.

5. Tangibles (bukti langsung) yaitu sarana dan prasarana yang dirasakan

oleh pasien saat berada di Puskesmas (Supranto, 2011).

B. Monitoring dan Evaluasi

Menurut Pedoman Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas (2006),

Monitoring merupakan kegiatan pemantauan terhadap pelayanan

kefarmasian, sedangkan evaluasi merupakan proses penilaian kinerja

pelayanan kefarmasian. Monitoring dan evaluasi berjalan beriringan

sehingga diperoleh gambaran mutu pelayanan kefarmasian sebagai dasar

(2)

Hal-hal yang perlu dimonitor dan dievaluasi dalam pelayanan

kefarmasian di Puskesmas, antara lain :

1. Sumber daya manusia (SDM)

2. Pengelolaan sediaan farmasi (perencanaan, dasar perencanaan,

pengadaan, penerimaan dan distribusi)

3. Pelayanan farmasi klinik (pemeriksaan kelengkapan resep,

skrining resep, penyiapan sediaan, pengecekan hasil peracikan

dan penyerahan obat yang disertai informasi serta pemantauan

pemakaian obat bagi penderita penyakit tertentu seperti TB,

Malaria dan Diare).

4. Mutu pelayanan (tingkat kepuasan konsumen)

Untuk mengukur kinerja pelayanan kefarmasian tersebut harus ada

indikator yang digunakan. Indikator yang dapat digunakan dalam

mengukur tingkat keberhasilan pelayanan kefarmasian di Puskesmas

antara lain :

1. Tingkat kepuasan konsumen : dilakukan dengan survei berupa

angket melalui kotak saran atau wawancara langsung

2. Dimensi waktu : lama pelayanan diukur dengan waktu (yang

telah ditetapkan)

3. Prosedur tetap (Protap) Pelayanan Kefarmasian : untuk

menjamin mutu pelayanan sesuai standar yang telah ditetapkan

4. Daftar tilik pelayanan kefarmasian di Puskesmas

C. Apoteker

Apoteker adalah seorang sarjana farmasi yang telah melakukan

sumpah apoteker bertanggungjawab terhadap pelayanan kefarmasian

dan memberikan obat kepada pasien di Puskesmas.Menurut PP 51

tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian, Puskesmas merupakan salah

satu fasilitas yang didalamnya harus terdapat Apoteker.Oleh karena itu,

Apoteker sangat diperlukan di Puskesmas terutama dalam pemberian

(3)

memberikan informasi tentang pengobatan kepada pasien agar dapat

meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan terapi.

D. Puskesmas

Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan

Kabupaten atau Kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan

pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja tertentu Puskesmas

sebagai lembaga pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki

tanggung jawab dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Upaya

kesehatan yang dilaksanakan di Puskesmas dikelompokkan menjadi

tiga, yaitu :

1. Upaya kesehatan wajib, yaitu upaya yang ditetapkan berdasarkan

komitmen nasional, regional, dan global serta yang mempunyai

daya ungkit tinggi untuk peningkatan derajat kesehatan

masyarakat, upaya kesehatan wajib terdiri dari:

a. Upaya promosi kesehatan

b. Upaya kesehatan lingkungan

c. Upaya kesehatan ibu dan anak serta keluarga.berencana

d. Upaya perbaikan gizi masyarakat

e. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular

f. Upaya pengobatan.

2. Upaya kesehatan pengembangan, adalah upaya yang ditetapkan

bedasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di

masyarakat serta yang disesuaikan dengan kemampuan

Puskesmas. Upaya kesehatan pengembangan dipilih dari daftar

upaya kesehatan pokok puskesmas yang telah ada yakni :

a. Upaya kesehatan sekolah

b. Upaya kesehatan olahraga

c. Upaya perawatan kesehatan masyarakat

d. Upaya kesehatan kerja

e. Upaya kesehatan gigi dan mulut

(4)

g. Upaya kesehatan mata

h. Upaya kesehatan usia lanjut

i. Upaya pembinaan pengobatan tradisional (Depkes RI,

2004).

3. Upaya Penunjang, yaitu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan

pelayanan di Puskesmas, yang terdiri dari :

a. Laboratorium

b. Farmasi

c. Pencatatan dan Pelaporan

Secara umum, fungsi Puskesmas adalah sebagai berikut :

a. Pusat penggerak pembangun berwawasan kesehatan

b. Pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat

c. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama :

1) Pelayanan kesehatan perseorangan

2) Pelayanan kesehatan masyarakat

Puskesmas merupakan salah satu bagian dari UPT Dinas

Kesehatan yang bertugas melaksanakan fungsi Dinas

Kesehatan.Kedudukan Puskesmas berada di bawah Dinas

Kesehatan.Menurut Keputusan Menteri Kesehatan

No.128/MENKES/SK/II/2004 tentang kebijakan dasar Pusat Kesehatan

Masyarakat, Struktur organisasi puskesmas tergantung dari kegiatan

dan beban tugas masing-masing Puskesmas. Penyusunan struktur

organisasi puskesmas di satu kabupaten/kota dilakukan oleh dinas

kesehatan kabupaten/kota, sedangkan penetapannya dilakukan dengan

Peraturan Daerah. Sebagai acuan dapat dipergunakan pola struktur

organisasi puskesmas sebagai berikut:

a. Kepala Puskesmas

b. Unit Tata Usaha yang bertanggungjawab membantu Kepala

(5)

1) Data dan informasi

2) Perencanaan dan penilaian

3) Keuangan

4) Umum dan pengawasan

c. Unit Pelaksana Teknis Fungsional Puskesmas

1) Upaya kesehatn masyarakat, termasuk pembinaan

terhadap UKBM

2) Upaya kesehatan perorangan

d. Jaringan pelayanan puskesmas

1) Unit puskesmas pembantu

2) Unit puskesmas keliling

3) Unit bidan di desa/komunitas

Bentuk struktur organisasi Puskesmas di Kabupaten Banyumas adalah

sebagai berikut :

Gambar 1 : Bagan organisasi Puskesmas di Kabupaten Banyumas

E. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien

Tingkat kepuasan merupakan salah satu indikator yang dapat

digunakan untuk mengukur kinerja.Kinerja individu dipengaruhi oleh

berbagai faktor, baik dari dalam diri individu itu sendiri maupun dari

lingkungan tempat individu itu bekerja.Dalam hal ini difokuskan pada

kinerja apoteker dalam memberikan pelayanan kefarmasian. Hal yang

masih menjadi masalah di bidang pelayanan obat dan alat kesehatan

adalahmenyangkut pengelolaan obat (Depkes, 2004).

Kepala KA. Subag TU Document

(6)

Menurut Gibson (1996) ada beberapa faktor mempengaruhi

kinerja yaitu faktor individu yang terdiri dari kemampuan dan keahlian,

latar belakang dan demografi, faktor psikologis yang terdiri dari persepsi,

sikap, pembelajaran dan motivasi, dan faktor organisasi yang terdiri dari

sumber daya, kepemimpinan, penghargaan atau imbalan, struktur, dan

desain pekerjaan.

1. Pendidikan

Pendidikan merupakan suatu jenjang pendidikan formal yang

ditempuh seseorang hingga mendapatkan sertifikat kelulusan atau

ijazah, baik pendidikan dasar, menengah maupun pendidikan

tinggi.Ketika seseorang menjalani suatu jenjang pendidikan.Ketika

seseorang menjalani suatu jenjang pendidikan, bersamaan itu pula

terjadi proses pembentukkan kepribadian dan pengembangan

kemampuan. Tingkat pendidikan sangat menentukan daya pikir

seseorang dalam menyerap informasi-informasi serta meningkatkan

cara berpikir rasional dalam menanggapi informasi atau setiap

masalah yang dihadapi.

2. Pengetahuan

Pengetahuan merupakan segala sesuatu yang diketahui.

Pengetahuan merupakan hasil dari rasa ingin tahu.Pengetahuan

merupakan sesuatu yang sangat penting dalam membentuk perilaku

seseorang. Notoatmodjo (2002), mengemukakan bahwa penilaian

pengetahuan dapatdikategorisasi menjadi 3 yaitu sebagai berikut:

a. Tinggi apabila > 75% responden memberikan jawaban yang

benar terhadap pertanyaan yang diajukan, atau dengan kata

lain bahwa apabila jumlah jawaban responden yang benar

diatas 75% maka dikategorikan memiliki pengetahuan tinggi.

b. Sedang apabila 40%-75% responden memberikan jawaban

yang benar atas pertanyaan yang diajukan, atau dengan kata

(7)

berkisar 40%-75% maka dikategorikan memiliki pengetahuan

sedang.

c. Rendah apabila <40% responden memberikan jawaban yang

benar terhadap pertanyaan yang diajukan, atau dengan kata

lain bahwa apabila jumlah jawaban responden yang benar

dibawah 40% maka dikategorikan memiliki pengetahuan

rendah

Sedangkan, menurut Budiman dan Riyanto (2013) penentuan

tingkat pengetahuan petugas kesehatan dapat dikelompokkan menjadi

2 kategori, yaitu :

a. Tingkat pengetahuan kategori baik jika nilainya > 75%

b. Tingkat pengetahuan kategori kurang baik jika nilainya ≤ 75%

3. Sikap

Sikap menurut Thurstone merupakan tingkatan afeksi yang

positif atau negatif yang dihubungkan dengan objek. Sedangkan

menurut Edward sikap dilihat dari individu yang menghubungkan efek

yang positif dengan objek (individu yang menyenangi objek) atau

negatif atau tidak senang terhadap objek (Notoatmodjo,2010). Dari

pendapat-pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sikap

adalah penilaian seorang individu terhadap suatu objek.

4. Motivasi

Istilah motivasi berasal dari bahasa latin yaitu moreve

yang berarti dorongan dalam diri manusia untuk bertindak dan

berperilaku (Notoatmodjo,2010). Menurut Terry G (1986) motivasi

merupakan keinginan yang terdapat pada diri seorang individu yang

mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan, tindakan,

tingkah laku atau perilaku.Motivasi diartikan juga sebagai suatu

kekuatan sumber daya yang menggerakkan dan mengendalikan

(8)

alasan seseorang untuk mengambil suatu tindakan. Parameter

penilaian motivasi adalah sebagai berikut :

a. Upah / gaji yang layak

b. Pemberian insentif

c. Mempertahankan harga diri

d. Memenuhi kebutuhan rohani

e. Memenuhi kebutuhan partisipasi

f. Menimbulkan rasa aman di masa depan (jaminan hari tua)

g. Memeperhatikan kesempatan untuk maju

h. Menciptakan persaingan yang sehat

5. Supervisi

Supervisi adalah kegiatan-kegiatan yang terencana seorang

manajer melalui aktifitas bimbingan, pengarahan, observasi, motivasi

dan evaluasi pada stafnya dalam melaksanakan kegiatan atau

tugas sehari-hari (Arwani, 2006).

Manfaat dari dilakukannya supervisi adalah sebagai berikut :

a. Supervisi dapat meningkatkan efektifitas kerja. Peningkatan

efektifitas kerja ini berhubungan dengan peningkatan

pengetahuan dan keterampilan bawahan, serta makin terbinanya

hubungan dan suasana kerja yang lebih harmonis antara

atasan dan bawahan.

b. Supervisi dapat lebih meningkatkan efesiensi kerja. Peningkatan

efisiensi kerja berhubungan dengan makin berkurangnya

kesalahan yang dilakukan bawahan, sehingga pemakaian sumber

daya dapat dioptimalkan.

Parameter dalam mengukur supervisi adalah sebagai berikut :

a. Kemampuan memberikan saran, nasihat, dan bantuan

b. Kemampuan dalam memberikan motivasi

(9)

d. Kemampuan dalam melakukan penilaian objektif.

6. Kepemimpinan

Kepemimpinan merupakan suatu proses pengarahandan

mempengaruhiaktivitas yang berkaitan dengan tugas kelompok.

Sedangkan menurut Timple, pemimpin merupakan orang yang

menerapkan prinsip dan teknik yang memastikan motivasi, disiplin,

tugas, dan situasi agar dapat mencapai tujuan organisasi (Stoner,

1990).

Parameter kepemimpinan adalah sebagai berikut :

a. Cara memberikan pengarahan

b. Hubungan antar manusia

c. Keteladanan

d. Cara persuasif atau memerintah

e. Cara berkomunikasi

Referensi

Dokumen terkait

Anak dengan ADHD biasanya sangat impulsif. Ia memberi jawaban sebuah pertanyaan sebelum ia benar-benar mendengar, atau memulai tugas sebelum ia benar-benar membaca

Masing-masing siswa diberi satu kartu (ada yang mendapat kartu pertanyaan dan ada siswa yang mendapat kartu jawaban). Siswa yang mendapatkan pertanyaan mencari pasangan kunci jawaban

1) Kefasihan dalam memecahkan masalah mengacu pada kemampuan siswa memberi jawaban masalah yang beragam dan benar. Beberapa jawaban- jawaban tampak berlainan

Hal yang termasuk dalam konsep tidak menghormati adalah kata-kata atau perbuatan yang menunjukan seseorang tidak mau mendengarkan saran dari orang lain. Operasional

Asersi ini menyatakan apakah semua jumlah yang dicatat pada suatu akun benar sudah tercantumkan. Atau, asersi ini berkaitan dengan kemungkinan hilangnya jumlah yang

dinyatakan dalam nilai tingkat keabuan ( grayscale ) sesuai dengan jumlah bit biner yang digunakan oleh mesin atau dengan kata lain kuantisasi pada citra. menyatakan

Apabila kulit ibu sensitif terhadap intensitas kontraksi yang meningkat maka teknik effleurage dapat dilakukan pada area yang lain atau bila perlu dihentikan saja bila

Representasi sosial terhadap PKH merupakan pandangan peserta PKH terhadap PKH yang dikumpulkan melalui asosiasi kata, yaitu dengan cara setiap responden menyebutkan