• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka - Imam Ibnu Mukti BAB II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka - Imam Ibnu Mukti BAB II"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Tinjauan Pustaka

Kapal cerdas merupakan robot penghindar (Obstacle Avoidance Robot) yang bentuknya dirancang menyerupai kapal. Dalam perancangan Kapal cerdas

mengacu pada beberapa penelitian sebelumnya.

Contoh robot penghindar rintangan yaitu robot pemadam api, robot ini dilengkapi dengan sensor api dan sensor PING. Sensor ultrasonik dipasang pada

bagian depan, kanan dan kiri pada badan robot.Sensor ini digunakan untuk mencari jalan, kemudian robot akan mencari api yang berda disekelilingnya. Dan akan memadamkan api dengan menggunakan kipas. Untuk pergerakan robot

menggunakan motor servo yang diletakkan pada sisi kanan dan sisi kiri robot. (Eri Prasetyo, Wahyu K.R., Bumi Prabowo, 2007).

Contoh bentuk kapal yaitu ACRO Si Lumba-Lumba, mengacu pada jenis kapal cepat dengan bagian depan (Bulbous bow) yang meruncing, berfungsi untuk membelah aliran air dan memilimalisir gaya-gaya yang menghambat gerakan

(2)

2.2 Sistem Cerdas

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligent, AI) telah menjadi wacana umum

yang sangat penting dan banyak dijumpai. Kecerdasan Buatan atau Sistem cerdas atau Intelegensi Buatan atau Artificial Inteligence merupakan cabang terpenting

dalam dunia komputer. Komputer tidak hanya alat untuk menghitung, tetapi diharapkan dapat diberdayakan untuk mengerjakan segala sesuatu yang bias dikerjakan oleh manusia. Manusia mempunyai pengetahuan, pengalaman dan

kemampuan penalaran dengan baik, agar komputer bisa bertindak seperti dan sebaik manusia, maka komputer juga harus dibekali pengetahuan dan mempunyai

kemampuan untuk menalar.

Kecerdasan merupakan bagian kemampuan komputasi untuk mencapai tujuan dalam dunia. Ada bermacam-macam jenis dan derajat kecerdasan untuk

manusia, hewan dan mesin.Kecerdasan buatan merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat

dilakukan lebih baik oleh manusia. ( Rich and Knight, 1991)

Kecerdasan buatan (AI) merupakan cabang dari ilmu komputer yang dalam mempresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk

symbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic (Metode Heuristik adalah teknik yang dirancang untuk memecahkan masalah

yang mengabaikan apakah solusi dapat dibuktikan benar, tapi yang biasanya menghasilkan solusi yang baik atau memecahkan masalah yang lebih sederhana yang mengandung atau memotong dengan pemecahan masalah yang lebih

(3)

Kecerdasan adalah kemampuan untuk belajar atau mengerti dari pengalaman. Memahami pesan yang kontradiktif dan ambigu, menanggapi dengan cepat dan

baik atas situasi yang baru, menggunakan penalaran dalam memecahkan masalah dan menyelesaikannya secara efektif (Winston dan Pendergast, 1994)

Adapun konsep kecerdasan buatan yaitu meliputi

1. Tiring test metode pengujian kecerdasanProses uji ini melibatkan penanya (manusia) dan dua objek yang ditanyai. Yang satu adalah seorang

manusia dan satunya adalah sebuah mesin yang akan diuji.

2. Pemrosesan simbolik

komputer semula didesain untuk memproses

bilangan/angka-angka.(pemrosesan numerik). Sementara manusia dalam berpikir dan menyelesaikan masalah lebih bersifat simbolik, tidak didasarkan pada

sejumlah rumus atau melakukan komputasi matematis.

3. Heuristik

Heuristic merupakan suatu strategi untuk melakukan suatu pencarian (search) ruang problema secara selektif, yang memandu proses pencarian yang kita lakukan sepanjang jalur yang memiliki kemungkinan sukses

(4)

4. Penarikan kesimpulan (inferencing)

Kemampuan berpikir (reasoning) termasuk didalamnya proses penarikan

kesimpulan (inferencing) berdasarkan fakta-fakta dan aturan dengan menggunakan metode heuristic atau metode pencarian lainnya.

5. Pencocokan pola (pattern matching)

AI bekerja dengan metode pencocokan pola (pattern matching) yang berusaha untuk menjelaskan objek kejadian (events) atau proses dalam

hubungan logik atau komputasional.

2.3 Mikrokontroler

Mikrokontroler adalah sebuah chip yang berfungsi sebagai pengontrol rangkaian elektronik dan umumnya dapat menyimpan program di dalamnya. Mikrokontroler umumnya terdiri dari CPU (Central Processing Unit). Memori

I/O tertentu dan unit pendukung seperti ADC (Analog to Digital Converter) yang sudah terintegrasi di dalamnya. Kelebihan utama dari mikrokontroler ialah

tersedianya RAM dan peralatan I/O pendukung sehingga ukuran papan mikrokontroler menjadi sangat ringkas.

Mikrokontroler terdiri dari beberapa bagian seperti processor, memori (RAM dan ROM), port I/O dan pendukung lainnya seperti counter/timer dan lain sebagainya.Semua terbungkus dalam sutu kemasan chip.Fitur inilah yang

(5)

mikrokontroler hanya dapat melakkan sebuah tugas dan menjalankan sebuah program.

Gambar 2.1 Perbedaan dasar mikroprosesor dan mikrokontroler

Gambar 2.1 Memperlihatkan perbedaan dasar antara suatu sistem mikroprosesor dengan sistem mikrokontroler. Dari Gambar 2.1 dapat dilihat jika

sistem mikroprosesor membutuhkan device pendukung untuk membuatnya menjadi sebuah unit yang komplit dan bekerja, sementara dalam sistem mikrokontroler fungsi-fungsi dari device pendukung telah terbungkus dalam sebuah chip.

cpu

Gambar 2.2 Konfigurasi mikrokontroler arsitektur havard

CPU

Memori data Memori

(6)

AVR merupakan mikrokontroler dengan arsitektur Harvard di mana diantara kode program dan data disimpan dalam memori secara

terpisah.Umumnya arsitektur Harvard ini menyimpan kode program dalam memori permanen atau semi-permanen (non volatile) sedangkan data disimpan

dalam memori tidak permanen (volatile). Sehingga dengan arsitektur seperti ini memori program mikrokontroler menjadi lebih terlindungi dari spike tegangan dan faktor lingkungan lain yang dapat merusak kode program. Beberapa jenis

AVR memiliki Flash, EEPROM dan SRAM yang semuanya terintegrasi dalam satu IC, sehingga, untuk aplikasi-aplikasi tertentu tidak akan memerlukan memori

eksternal. (Agus Bejo, 2008).

2.3.1 Mikrokontroler AT-Mega 328

AT-Mega 328 adalah mikrokontroller keluaran dari Atmel yang

mempunyai arsitektur RISC (Reduce Instruction Set Computer) dimana setiap proses eksekusi data lebih cepat dari arsitektur CISC (Completed Instruction Set Computer).

Mikrokontroler AT-Mega328 memiliki arsitektur Havard, yaitu memisahkan memori untuk kode program dan memori untuk data, sehingga dapat

memaksimalkan kerja dan parallelism.

Intruksi-intruksi dalam memori program dieksekusi dalam satu alur tunggal dimana pada saat satu instruksi dikerjakan instruksi berikutnya sudah

(7)

32 x 8-bit register serba guna digunakan untuk mendukung operasi pada ALU (Arithmatic Logic Unit) yang dapat dilakukan dalam satu suklus.6 dari

register serbaguna ini dapat digunakan sebagai 3 buah registerpointer 16-bit pada mode pengalamatan tidak langsung untuk mengambil data pada ruang memori

data.

Ketiga registerpointer 16-bit ini disebut dengan register X (gabungan R26 dan R27 ), register Y (gabungan R28 dan R29), dan register Z (gabungan R30 dan R31). Hampir semua intruksi AVR memiliki format 16-bit.Setiap alamat memori program terdiri dari instruksi 16-bit atau 32-bit.

Selain register serba guna di atas, terdapat register lain yang terpetakan dengan teknik Memory Mapped I/O selebar 64 Byte. Beberapa register ini digunakan untuk fungsi SPI, EEPROM, dan fungsi I/O lainnya. Register-register

(8)

2.3.2 Konfigurasi Pin mikrokontroler AT-Mega 328

Mikrokontroler AT-Mega328 memiliki 4 buah port yaitu Port A, port B,

Port C dan Port D. Konfigurasi pin mikrokontroler AT-Mega328 dapat dilihat pada Gambar 2.3.

(9)

2.3.3 Deskripsi Pin AT-Mega328

Gambar 2.3 merupakan konfigurasi pin mikrokontroler AT-Mega328.

Masing-masing pin mikrokontroler memiliki fungsinya tersendiri. Selain itu pada beberapa pin mikrokontroler AT-Mega328 juga memiliki fungsi ganda. Untuk

lebih jelasnya deskripsi dari masing-masing pin mikrokontroler AT-Mega328 dijelaskan pada Tabel 2.1 untuk konfigurasi port B, Tabel 2.2 konfigurasi port C dan Tabel 2.3 konfigurasi port D.

(10)

Tabel 2.2 Konfigurasi Port C

(11)

2.3.4 Fitur AT-Mega 328

Fasilitas yang dimiliki oleh mikrokontroler AT-Mega 328 adalah sebagai

berikut:

1. 130 macam instruksi yang hampir semuanya dieksekusi dalam satu siklus.

2. 32 x 8-bit register serba guna.

3. Kecepatan mencapai 16 MIPS dengan clock 16 MHz.

4. 32 KB Flash Memory.

5. Memiliki EEPROM ( Elekctrically Erasable Programmable Read Only Memory ) sebesar 1 KB.

6. Memiliki SRAM ( Static Random Acces Memory ) sebesar 2 KB. 7. Memiliki I/O digital sebanyak 14 pin.

(12)

2.3.5 Arsitektur mikrokontroler AT-Mega 328

Gambar 2.4 Arsitektur AT-Mega328

Mikrokontroler AT-Mega328 memiliki arsitektur Harvard, yaitu memisahkan memori untuk kode program dan memori untuk data sehingga dapat memaksimalkan kerja dan parallelism.Intruksi-inruksi dalam memori program

dieksekusi dalam satu alur tunggal, dimana pada saat satu intruksi dikerjakan intruksi berikutnya sudah diambil dari memori program.Konsep inilah yang

(13)

register serba guna ini dapat digunakan sebagai 3 buah registerpointer 16-bit pada mode pengalamatan tak langsung untuk mengambil data pada ruang memori data.

Ketiga registerpointer 16-bit ini disebut dengan register X ( gabungan R26 dan R27 ). Register Y ( gabungan R28 dan R29 ), dan register Z ( gabungan R30 dan

R31 ).

Hampir semua intruksi AVR memiliki format 16-bit. Setiap bit alamat memori program terdiri dari intruksi 16-bit atau 32-bit. Selain register serba guna

di atas, terdapat register lain yang terpetakan dengan teknik memorymapped I/O selebar 64-byte. Beberapa register ini digunakan untuk fungsi khusus antara lain

sebagai registercontrolTimmer/Counter, Interupt, ADC, USART, SPI, EEPROM, dan fungsi I/O lainnya. Register-register ini menempati memori pada alamat 0x20h-0x5Fh.Tampilan arsitektur mikrokontroler AT-Mega328 dapat dilihat pada

Gambar 2.4.

2.4 Motor DC

Motor DC sering dipergunakan dalam penerapan yang memerlukan

ketepatan pengaturan kecepatan dan keluaran momen-kakas dalam suatu rentang yang lebar.Kecepatan diatur melalui perubahan tegangan yang diberikan pada

terminal gandar kumparan.Dengan demikian analisanya melibatkan waktu peralihan listrik di dalam rangkaian gandar kumparan serta dinamika dari beban mekanika yang digerakan oleh motor.

Karakteristik kecepatan momen kakas dari suatu motor DC dapat diatur dengan mengubah ubah tegangan gandar kumparan, dengan mengubah-ubah arus

(14)

dipergunakan untuk merancang pengaturan motor dengan cepat. Sistem tegangan gandar-kumparan yang dapat diatur menggunakan rangkaian penyearah thyristor yang fasanya dapat diubah-ubah untuk memberikan daya DC bagi motor DC.

2.4.1 Pengertian motor DC

Motor listrik merupakan perangkat elektromagnetis yang mengubah energi

listrik menjadi energi mekanik. Motor DC memerlukan suplay tegangan yang searah pada kumparan medan untuk diubah menjadi energi mekanik. Kumparan

medan pada motor DC disebut Stator (bagian yang tidak berputar) dan kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang berputar). Jika terjadi putaran pada kumparan jangkar dalam pada medan magnet, maka akan timbul tegangan (GGL) yang

berubah-ubah arah pada setiap setengah putaran. Prinsip kerja dari motor arus searah adalah membalik phasa tegangan dari gelombang yang mempunyai nilai

positif dengan menggunakan komutator, dengan demikian arus yang berbalik arah dengan kumparan jangkar yang berputar dalam medan magnet. Bentuk motor paling sederhana memiliki kumparan satu lilitan yang bisa berputar bebas di

(15)

Gambar 2.5 Motor DC

Catu tegangan DC dari baterai menuju ke lilitan melalui sikat yang menyentuh komutator, dua segmen yang terhubung dengan dua ujung lilitan.Kumparan satu lilitan pada gambar diatas disebut angker dynamo. Angker dynamo adalah sebutan untuk komponen yang berputar diantara medan magnet.

2.4.2Prinsip dasar cara kerja motor DC

Jika arus lewat pada suatu konduktor, timbul medan magnet di sekitar

konduktor.

(16)

Aturan genggam tangan kanan bisa dipakai untuk menentukan arah garis fluks disekitar konduktor. Genggaman konduktor dengan tangan kanan dengan

jempol mengarah pada arah aliran arus, maka jari-jari anda akan menunjukkan arah garis fluks. Gambar 2.7 menunjukkan medan magnet yang terbentuk di sekitar konduktor berubah arah karena bentuk huruf U.

Gambar 2.7 Medan magnet yang berubah arah

Medan magnet hanya terjadi di sekitar sebuah konduktor jika ada arus mengalir pada konduktor tersebut. Pada motor listrik konduktor berbentuk U disebut angker dynamo.

Gambar 2.8 Medan magnet mengelilingi konduktor dan diantara kutub

Jika konduktor berbentuk U (angker dynamo) diletakan diantara kutub utara

(17)

Gambar 2.9 Reaksi garis fluks

Lingkaran bertanda A dan B merupakan ujung konduktor yang

dilengkungkan (looped conductor). Arus mengalir masuk melalui ujungA dan keluar melalui ujung B. Medan konduktor A yang searah jarum jam akan

menambah medan pada kutub dan menimbulkan medan yang kuat di bawah konduktor. Konduktor akan berusaha bergerak ke atas untuk keluar dari medan

kuat ini. Medan konduktor B yang berlawanan arah jarum jam akan menambah medan pada kutub dan menimbulkan medan yang kuat di atas konduktor. Konduktor akan berusaha untuk bergerak turun agar keluar dari medan yang kuat

tersebut. Gaya-gaya tersebut akan membuat angker dynamo berputar searah jarum jam.

Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor secara umum: 1. Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya.

2. Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah

lingkaran/loop, maka kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan gaya pada arah yang berlawanan.

(18)

4. Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga putaran yang lebih seragam dan medan megnetnya dihasilkan oleh

susunan elektromagnetik yang disebut kumparan medan.

Pada motor DC, daerah kumparan medan yang dialiri arus listrik akan

menghasilkan medan magnet yang melingkupi kumparan jangkar dengan arah tertentu. Konversi dari energi listrik menjadi energi mekanik (motor) maupun sebaliknya berlangsung melalui medan magnet, dengan demikian medan magnet

selain berfungsi sebagai tempat unuk menyimpan energi, juga sebagai tempat berlangsungnya proses perubahan energi. Daerah tersebut dapat dilihat pada

Gambar 2.10.

Gambar 2.10 Prinsip kerja motor DC

(19)

yang disebabkan reaksi lawan. Pemberian arus pada kumparan jangkar yang dilindungi oleh medan magnet maka menimbulkan perputaran pada motor.

Penting untuk mengerti apa yang dimaksud dengan beban motor. Beban mengacu pada keluaran tenaga putar/torsi sesuai dengan kecepatan yang

diperlukan. Beban umumnya dapat dikategorikan ke dalam tiga kelompok, yaitu: 1. Beban torsi konstan adalah beban dimana permintaan keluaran

energinya bervariasi dengan kecepatan operasinya namun torsinya

tidak bervariasi. Contohnya beban dengan torsi konstan adalah corveyors, totary kilns, dan pompa displacement konstan.

2. Beban dengan torsi variable adalah beban dengan torsi yang bervariasi

dengan kecepatan operasi. Contohnya pompa sentrifugal dan kipas angin/fan (torsi bervariasi sebagai kuadrat kecepatan).

3. Beban dengan energi konstan adalah beban dengan permintaan torsi

yang berubah dan berbanding terbalik dengan kecepatan. Contoh

peralatan-peralatan mesin.

2.4.3 Prinsip Arah Putaran Motor.

Untuk menentukan arah putaran motor digunakan kaedah Flaming tangan

kiri. Kutub-kutub megnet akan menghasilkan medan magnet dengan arah dari kutub utara ke kutub selatan. Jika medan magnet memotong sebuah kawat penghantar yang dialiri arus searah dengan empat jari, maka akan timbul gerak

searah ibu jari. Gaya ini disebut gaya Lorentz, yang besarnya sama dengan F. Motor DC bekerja berdasarkan prinsip gaya Lorentz, yang menyatakan

(20)

sebuah gaya (yang dikenal dengan gaya Lorentz) akan tercipta secara ortogonal diantara arah medan magnet dan arah aliran arus. Mekanisme ini diperlihatkan

pada Gambar 2.11.

Gambar 2.11 Bagan mekanisme kerja motor dc magnet permanen

Motor DC yang digunakan pada robot beroda umumnya adalah motor DC dengan magnet permanen. Motor DC jenis ini memiliki dua buah magnet

permanen sehingga timbul medan magnet di antara kedua magnet tersebut. Di dalam medan magnet inilah jangkar/rotor berputar. Jangkar yang terletak di tengah motor memiliki jumlah kutub yang ganjil dan pada setiap kutubnya

terdapat lilitan. Lilitan ini terhubung ke area kontak yang disebut komutator. Sikat (brushes) yang terhubung ke kutub positif dan negativ motor memberikan daya ke

lilitan sedemikian rupa sehingga kutub yang satu akan ditolak oleh magnet permanen yang berada didekatnya, sedangkan lilitan lain akan ditarik ke magnet permanen yang lain,sehingga menyebabkan jangkar berputar. Ketika jangkar

(21)

motor diberi daya. Kecepatan putar motor DC (N) dirumuskan dengan persamaan

(2.1)

... (2.1)

Keterangan:

= Tegangan terminal

= Arus jangkar motor

= Hambatan jangkar motor

= Konstanta motor

= Fluk magnet yang terbentuk pada motor

Pengendalian kecepatan putar motor DC dapat dilakukan dengan mengatur besarnya tegangan terminal motor.Metode tersebut dapat diaplikasikan dengan

(22)

2.5 Sensor Ultrasonik

Ultrasonik adalah penerapan dan penggunaan gelombang bunyi dengan

frekuensi-frekuensi diatas daerah audio manusia, dengan kata lain diatas 20 kHz.Penerapan penggunaan sensor ultrasonik sebagai pengukur jarak dengan

melakukan gema (sonarranging).Bunyi bergerak sebagai gelombang mampat dan harusada media yang dipakai untuk dilewatinya.Kecepatan bunyi melalui medium padat kira-kira sepuluh kali lebih tinggi dari pada melalui medium udara.

(kecepatan bunyi malalui udara adalah ± 340 m/det).

Gelombang ultrasonik diproduksi dengan menggunakan resonator elektromekanis.Cara kerja dari tranduser ini bergantung pada efek piezo-electric.Efek piezo-electric terlihat dalam bahan –bahan seperti kuarsa dan keramik jika muatan dipole (dua kutub) didalam keramik disejuruskan oleh proses

yang disebut polarisasi. Bahan tersebut dipanaskan sampai suhu diatas titik curie, kemudian pada saat mendingin kembali melalui titik curie dan dikenai oleh medan listrik. Hal ini akan memaksa dipole-dipole itu untuk menjuruskan dari masing- masing kearah medan yang dikenakan. Dan penjurusan ini akan bertahan bila bahan sudah menjadi dingin kembali pada suhu normal dan medan

dihilangkan. Sekarang bahan itu menjadi piezo-electric yaitu bahan tersebut akan membangkitkan tegangan listrik yang membentanginya, jika bahan itu

diregangkan secara mekanis kearah polarisasinya, bahan itu akan berubah panjangnya.

(23)

bergetar dan akanterjadi perubahan mekanis maksimum (bila isyarat yang dikenakan berada pada frekuensi sama dengan frerkuensi resonansi diri

tranducer). Perubahan-perubahan mekanis ini akan dipancarkan sebagai gelombang ultrasonik. Sedangkan gelombang ultrasonik digunakan untuk

mengetahui jarak antara robot dengan objek disekitarnya.Prinsip yang digunakan adalah pemantulan gelombang suara.Suara ultrasonik dipancarkan oleh bagian pemancar, dipantulkan oleh objek disekitarnya, lalu diterima kembali oleh bagian

penerima,perhatikan Gambar 2.12.

Gambar 2.12 Pemantulan suara pada sensor ultrasonik

Sedangkan cara kerja sensor ultrasonik dalam menentukan jarak adalah

menghitung waktu dari pengiriman gelombang suara sampai gelombang suara itu diterima kembali. Sensor uiltrasonik tidak terpengaruh dengan perbedaan warna objekyang dikenai pantulan gelombang, dan tidak terpengaruh cahaya

disekitarnya.Sensor ultrasonik produksi parallax banyak digunakan untuk aplikasi/kontes robot.Kelebihan sensor ini ialah hanya membutuhkan 1 sinyal

(24)

Gambar 2.13Sensor ultrasonikPING

Sensor ultrasonik ping mendeteksi jarak obyek dengan cara memancarkan

gelombang ultrasonik (40 KHz) selama (200 us) kemudian mendeteksi

pantulannya serta memancarkan gelombang ultrasonik dari mikrokontroler pulsa TTL positif yaitu min 2 ms dengan kisaran jarak 3 cm – 3 m. Gelombang ultrasonik ini merambat melalui udara dengan kecepatan 340 m/s, lalu mengenai

obyek dan memantul kembali ke sensor sehingga mengeluarkan pulsa output high pada pin SIG. Setelah memancarkan gelombang ultrasonik dan gelombang

(25)

2.6 IC L293D

IC L293D adalah IC yang didesain khusus sebagai driver motor DC dan

dapat dikendalikan dengan rangkaian TTL maupun mikrokontroler. Motor DC yang dikontrol dengan driver IC L293D dapat dihubungkan ke ground maupun ke

sumber tegangan positif karena di dalam driver L293D sistem driver yang digunakan adalah totem pool. Dalam 1 unit chip IC L293D terdiri dari 4 buah driver motor DC yang berdiri sendiri sendiri dengan kemampuan mengalirkan arus 1 Ampere tiap drivernya. Sehingga dapat digunakan untuk membuat driverH-bridge untuk 2 buah motor DC.

Gambar 2.14 Kontruksi IC L293D

2.6.1 Fungsi Pin Driver Motor DC IC L293D

1. Pin EN (Enable, EN1.2, EN3.4) berfungsi untuk mengijinkan driver

menerima perintah untuk menggerakan motor DC.

2. Pin In (Input, 1A, 2A, 3A, 4A) adalah pin input sinyal kendali motor DC.

3. Pin Out (Output, 1Y, 2Y, 3Y, 4Y) adalah jalur output masing-masing

(26)

4. Pin VCC (VCC1, VCC2) adalah jalur input tegangan sumber driver motor

DC, dimana VCC1 adalah jalur input sumber tegangan rangkaian kontrol

driver dan VCC2 adalah jalur input sumber tegangan untuk motor DC yang dikendalikan.

5. Pin GND (Ground) adalah jalur yang harus dihubungkan ke ground,pin

GND ini ada 4 buah yang berdekatan dan dapat dihubungkan ke sebuah

pendingin kecil.

2.6.2 Feature Driver Motor DC IC L293D

Driver motor DC IC L293D memiliki fitur yang lengkap untuk sebuah driver motor DC sehingga dapat diaplikasikan dalam beberapa teknik driver motor DC dan dapat digunakan untuk mengendalikan beberapa jenis motor DC. Fitur yang dimiliki driver motor DC IC L293D sesuai dengan datasheet adalah sebagai berikut :

1. WideSupply-VoltageRange: 4.5 V to 36 V. 2. Separate - Input LogicSupply.

3. Internal ESD Protection. 4. ThermalShutdown.

5. High-Noise-Immunity Inputs.

6. FunctionallySimilar to SGS L293 and SGS L293D. 7. Output Current 1 A Per Channel (600 mA for L293D). 8. PeakOutputCurrent 2 A Per Channel (1.2 A for L293D) .

(27)

2.6.3 Rangkaian Aplikasi Driver IC L293D Untuk Dua Motor DC

Gambar 2.15 Rangkaian aplikasi driver motor DC IC L293D untuk dua motor DC

Prinsip kerja driver menggunakan IC L293D adalah Pin EN1 adalah pin untuk mengenablekan motor 1 (ON / OFF) biasanya Pin EN1 dihubungkan

dengan PWM untuk mengontrol kecepatan motor. Sementara untuk EN2 fungsinya sama dengan EN1 bedanya EN2 untuk mengontrol motor DC 2.

(28)

Tabel 2.4 Arah putar motor 1 pada ICL293D

IN 1 IN 2 KONDISI MOTOR DC 1

0 0 Berhenti

0 1 Putar searah jarum jam

1 0 Putar berlawanan arah jarum jam

1 1 Berhenti

Tabel 2.5 Arah putar motor 2 pada IC L293D

IN 3 IN 4 KONDISI MOTOR DC 2

0 0 Berhenti

0 1 Putar searah jarum jam

1 0 Putar berlawanan arah jarum jam

1 1 Berhenti

Jika IN1 diberi input logika 1 dan IN2 diberi input logika 0, maka motor (1) akan berputar kebalikan arah jarum jam. Dan sebaliknya jika IN1 diberi input

logika 0 dan IN2 diberi input logika 1, maka motor (1) akan berputar searah jarum jam. Jika memberi logik 1 atau 0 pada IN1 dan IN2 bersamaan, Motor (1)akan

(29)

2.7 Bahasa C

2.7.1 Struktur Penulisan Bahasa C

Program C pada hakekatnya tersusun atas sejumlah blok fungsi. Sebuah program minimal mengandung sebuahfungsi. Fungsi pertama yang harus ada

dalam program C dan sudah ditentukan namanya adalah main().Setiap fungsi terdiri atas satu atau beberapa pernyataan, yang secara keseluruhan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas khusus.Bagian pernyataan fungsi (sering disebut tubuh

fungsi) diawali dengan tanda kurung kurawal buka ({) dan diakhiri dengan tanda kurung kurawal tutup (}). Di antara kurung kurawal itu dapat dituliskan

statemen-statemen program C. Namun pada kenyataannya, suatu fungsi bisa saja tidak mengandung pernyataan sama sekali. Walaupun fungsi tidak memiliki pernyataan, kurung kurawal haruslah tetap ada.Sebab kurung kurawal mengisyaratkan awal

dan akhir definisi fungsi. Berikut ini adalah struktur dari program C:

Bahasa C dikatakan sebagai bahasa pemrograman terstruktur karena

(30)

diletakkan pada file pustaka (library). Jika fungsi-fungsi diletakkan pada file pustaka dan akan dipakai pada suatu program, maka nama file judulnya (headerfile) harus dilibatkan dalam program yang menggunakannya dengan preprocessor directive berupa #include.

Pengenalan Fungsi-Fungsi Dasar

a. Fungsi main()

Fungsimain() harus ada pada program, sebab fungsi inilah yang

menjadi titik awal dan titik akhir eksekusi program. Tanda { diawal fungsi menyatakan awal tubuh fungsi dan sekaligus awal eksekusi program,

sedangkan tanda } diakhir fungsi merupakan akhir tubuh fungsi dan sekaligus adalah akhir eksekusi program. Jika program terdiri atas lebih dari satu fungsi, fungsi main() biasa ditempatkan pada posisi yang paling atas dalam pendefinisian fungsi.Hal ini hanya merupakan kebiasaan.Tujuannya untuk memudahkan pencarian terhadap program

utama bagi pemrogram.Jadi bukanlah merupakan suatu keharusan.

b. Fungsi printf()

Fungsi printf() merupakan fungsi yang umum dipakai untuk menampilkan suatu keluaran pada layar peraga. Untuk menampilkan

tulisan:

Selamat belajar bahasa C

(31)

Pernyataan di atas berupa pemanggilan fungsi printf() dengan argumen atau parameter berupa string. Dalam C suatu konstanta string ditulis

dengan diawali dan diakhiri tanda petik ganda (“).Perlu juga diketahui pernyataan dalam C selalu diakhiri dengan tanda titik koma (;).Tanda titik koma dipakai sebagai tanda pemberhentian sebuah pernyataan dan bukanlah sebagai pemisah antara dua pernyataan. Tanda \ pada string

yang dilewatkan sebagai argumen printf() mempunyai makna yang khusus.Tanda ini bisa digunakan untuk menyatakan karakter khusus seperti

karakter baris-baru ataupun karakter backslash (miring kiri).Jadi karakter seperti \nsebenarnya menyatakan sebuah karakter.Contoh karakter yang ditulis dengan diawali tanda\ adalah:

\” menyatakan karakter petik-ganda

\\ menyatakan karakter backslash \t menyatakan karakter tab

Dalam bentuk yang lebih umum, format printf() printf(“string kontrol”, daftar argumen);

Dengan string kontrol dapat berupa satu atau sejumlah karakter yang akan ditampilkan ataupun berupa penentu format yang akan mengatur penampilan dari argumen yang terletak pada daftar argumen.

Mengenai penentu format diantaranya berupa:

(32)

%f untuk menampilkan bilangan titik-mengambang (pecahan) %c untuk menampilkan sebuah karakter

%s untuk menampilkan sebuah string Contoh:

#include <stdio.h> main( )

{

printf(“No : %d\n”, 10);

printf(“Nama : %s\n”, “Ali”);

printf(“Nilai : %f\n”,80.5);

printf(“Huruf : %c\n”,„A‟);

}

Pengenalan Praprosesor #include

#include merupakan salah satu jenis pengarah praprosesor (preprocessor directive). Pengarah praprosesor ini dipakai untuk membaca file yang diantaranya berisi deklarasi fungsi dan definisi konstanta. Beberapa file judul

disediakan dalam C. File-file ini mempunyai cirri yaitu namanya diakhiri dengan ekstensi .h. Misalnya pada program #include <stdio.h> menyatakan pada

kompiler agar membaca file bernama stdio.h saat pelaksanaan kompilasi. Bentuk umum #include:

#include “namafile”

Bentuk pertama (#include<namafile>) mengisyaratkan bahwa pencarian

(33)

pertama kali pada direktori aktif tempat program sumber dan seandainya tidak ditemukan pencarian akan dilajutkan pada direktori lainnya yang sesuai dengan

perintah pada sistem operasi.

Kebanyakan program melibatkan file stdio.h (file-judul I/O standar, yang

disediakan dalam C). Program yang melibatkan file ini yaitu program yang menggunakan pustaka I/O (input-output) standar seperti printf().

Komentar dalam Program

Untuk keperluan dokumentasi dengan maksud agar program mudah dipahami suatu saat lain, biasanya pada program disertakan komentar atau

keterangan mengenai program. Dalam C, suatu komentar ditulis degan diawali dengan tanda /* dan diakhiri dengan tanda */.

Contoh:

/*

Tanda ini adalah komentar Untuk multiple line

*/

#include <stdio.h>

Main() {

Gambar

Gambar 2.1 Perbedaan dasar mikroprosesor dan mikrokontroler
Gambar  2.3 Konfigurasi pin AT-Mega328
Tabel 2.1 Konfigurasi port B
Tabel 2.3 Konfigurasi Port D
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sensor temperatur LM35 membaca temperatur pada oven kemudian diubah dalam bentuk tegangan yang menjadi masukan bagi mikrokontroler untuk mengatur tegangan supply

Menurut Stuart &amp; Laraia (2005), faktor yang mempengaruhi harga diri rendah kronis dipengaruhi oleh beberapa faktor predisposisi antara lain faktor biologis, psikologis,

Mikrokontroler merupakan sebuah single chip yang didalamnya telah dilengkapi dengan CPU (Central Processing Unit), RAM (Random Access Memori), ROM (Read Only Memori), Input dan

1. Faktor-faktor yang mendorong jalanya proses perubahan. 1) Kontak dengan kebudayaan lain. Salah satu proses yang menyangkut hal ini adalah diffusion. Difusi adalah proses

Penerapan standar dan kode pada sistem perpipaan merupakan hal yang mutlak dalam analisa tegangan seperti yang tertuang dalam ASME B31.3 (process piping) yang menyatakan

Saat ini banyak perangkat seperti printer, GPS modul dan lain – lain yang bekerja menggunakan media bluetooth, tentunya sistem mikrokontroler yang dilengkapi dengan BT

Rosliana (1998) dalam skripsinya yang berjudul Alih Kode dan Campur Kode Pada Penutur Bahasa Indonesia, mengatakan bahwa alih kode dan campur kode adalah merupakan peristiwa

Hal ini dikarenakan praktik pengasuhan juga berperan penting terhadap faktor asupan gizi dan faktor status kesehatan pada balita, antara lain kebiasaan atau pola pemberian makan pada