• Tidak ada hasil yang ditemukan

ISSN Jurnal Ilmiah Kesehatan Institut Medika drg.suherman Vol (1), No. 1, Desember 2019

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ISSN Jurnal Ilmiah Kesehatan Institut Medika drg.suherman Vol (1), No. 1, Desember 2019"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

KADAR KOLESTEROL TOTAL SUKU JAWA DAN SERAWAI DI KABUPATEN BENGKULU

TOTAL CHOLESTEROL LEVELS OF JAVA AND SERAWAI TRIBES IN BENGKULU DISTRICT

Kiki Puspasari1

1Kiki Puspasari, S.KM., M.Si : Prodi Sarjana Gizi, Institut Medika Drg. Suherman; Jalan Raya Industri Pasirgombong Jababeka Cikarang Utara Bekasi Jawa Barat – 17530

e-mail: [email protected] Abstrak

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian utama di seluruh dunia. Hipertensi, kadar kolesterol total tinggi dan kadar asam urat tinggi merupakan penyebab terjadinya penyakit kardiovaskular. Secara umum tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis, kadar kolesterol total pada suku Jawa dan Serawai di Kabupaten Kepahiang. Desain penelitian ini adalah survey. Rata-rata usia pada suku Jawa yaitu 51.4 dan pada suku Serawai yaitu 49.7. Rata-rata penghasilan pada suku Jawa yaitu Rp 915 000 dan pada suku Serawai Rp 1 440 000. Sebagian besar contoh pada suku Jawa (82.7%) dan suku Serawai (50.0%) berpendidikan dasar. Sebagian besar penduduk suku Jawa (88.5%) dan suku Serawai (75.0%) bekerja sebagai petani. Rata-rata kadar kolesterol total suku Jawa yaitu (192.6±38.1 mg/dl) dan rata-rata pada suku Serawai yaitu (199.9±34.3 mg/dl) dan tidak terdapat perbadaan kadar kolesterol total antara suku Jawa dengan suku Serawai (p>0.05).

Kata kunci: suku, penyakit kardiovaskular, kadar kolesterol total

Abstract

Cardiovascular disease is the leading cause of death worldwide. Hypertension, elevated total cholesterol levels and high levels of uric asthma is a cause of cardiovascular disease.

The aims tihis objective of this research is fatherly analysis total cholesterol in Javanese and Serawainese in Kepahiang District. This study was a survey. The average age of the Javanese is 51.4 and the rate is 49.7 Serawainese. Average incomes in parts of Java, Rp 915 000 and the rate of Rp 1440 000 Serawainese. Most of the examples in Javanese (82.7%) and the rate Serawainese (50.0%) have primary education. Most of the population of Javanese (88.5%) and the rate Serawainese (75.0%) worked as a farmer. The average total cholesterol levels Javanese namely (192.6 ± 38.1 mg / dl) and the average rate Serawainese namely (199.9 ± 34.3 mg / dl) and there are no difference total cholesterol levels between Javanese tribe Serawainese (p> 0.05 ).

Keywords: ethnic, cardiovascular disease, total cholesterol

PENDAHULUAN

Keanekaragaman budaya menjadikan Indonesia sebagai salah satu Negara yang sangat kaya di dunia. Dari Sabang sampai Merauke dapat ditemui berbagai macam suku yang memiliki keunikan masing-masing. Keunikan suku- suku tersebut berasal dari bahasa, adat istiadat, pola tingkah laku, kesenian, dan makanan khas.

Hasil hubungan sosial, budaya, ekonomi, dan tekanan ekologi dari kondisi daerah setempat akan membentuk suatu kebiasaan makan masyarakat (Sukandar

dan Mudjajanto 2009). Kebiasaan makan yang tidak sesuai dengan kaidah sehat maka dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan. Asupan gizi atau pola makan merupakan salah satu faktor risiko lingkungan utama dari penyakit kardiovaskular.

Peyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian utama di seluruh dunia.

Berdasarkan Riskesdas (2007) penyakit kardiovaskular di Indonesia merupakan penyebab kematian utama. Kadar kolesterol total yang tinggi berhubungan dengan tingginya tekanan darah sistolik (Margarita

(2)

et al. 2013). Pembuluh darah dan jantung akan menjadi bermasalah jika kolesterol dalam darah berlebihan (Septianggi et al.

2013).

Menurut data dari Centre for Disease Control penyakit jantung memiliki resiko dua kali pada orang yang mempunyai kadar kolesterol total tinggi dibandingkan orang dengan kadar kolesterol total optimal (Ticoalu dan Samodra 2013). Prevalensi hiperkoletserolemia atau kadar kolesterol total >200mg/dl lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan wanita dan berusia lebih dari 40 tahun (Djuwita 2013). Penelitian yang dilakukan Hatma (2001) pada populasi etnis Minangkabau dan Sunda, menunjukkan bahwa usia dan jenis kelamin berhubungan positif dengan kadar kolesterol total. Usia dan jenis kelamin berkontribusi 5.02% dan 5.95% pada variasi kolesterol total darah. Asupan makan tinggi gula, tinggi lemak hewani, dan asupan protein hewani berhubungan signifikan terhadap tingginya kadar kolesterol total darah (Ezaat 2014).

Pola makan antara suku Jawa dengan suku Serawai hingga saat ini masih bisa dilihat. Antara suku Jawa dengan suku Serawai masih terlihat perbedaaan dalam mengkonsumsi makanan. Suku Jawa lebih menyukai makanan yang digoreng dan rebus-rebusan sedangkan suku Serawai

sangat menyukai makanan yang disantan.

Bagi suku Serawai jika beberaa hari saja tidak makan masakan yang disantan terasa makanan tersebut ada yang kurang bahkan ada yang merasa nafsu makannya menjadi menurun.

METODE

Penelitian ini menggunakan pendekatan survey yaitu peneltian ini mengamati semua variable dalam satu periode yang bersmaan. Penelitian ini dilakukan didua desa yaitu desa Bumi Sari dan Meranti Jaya di Kabupaten Kepahiang Propinsi Bengkulu. Tempat penelitian dipilih secara purposive karena dua desa tersebut didiami oleh dua suku yaitu masyarakat suku Jawa yang mendiami desa Bumi Sari dan masyarakat suku Serawai yang mendiami desa Meranti Jaya. Kriteria inklusi responden adalah: 1) pria dan wanita usia 40-65 tahun; 2) besar dan tinggal di salah satu kedua desa tersebut; 3) asli keturunan suku Jawa atau Serawai.

Teknik penarikan sampel responden dengan menggunakan rumus dari Ariawan 1998 dengan total jumlah responden yaitu 104 responden. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data skunder. Pegolahan data meliputi pengeditan, pengkodean, penyusunan file, input data, pengeditan dan tabulating.

Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan program computer Microsoft Excel

(3)

dan Statistical Programme for Social Science (SPSS) for windows 16.0.

pengambilan data responden dilakukan dengan meminta bantuan dari kader dari Desa Bumi Sari dan Meranti Jaya.

HASIL

Responden yang diambil pada penelitian ini yaitu berusia 40 sampai 65 tahun yang dikategorikan menjadi dua kategori menurut WHO yaitu usia

pertengahan <59 tahun dan kategori usia lanjut >60 tahun. Rata-rata usia contoh suku Jawa yaitu (51.4±7.6) tahun. Sebanyak 80.6% contoh berusia <59 tahun dan 15.4%

berusia <60 tahun atau berusia lanjut. Rata- rata usia contoh suku Serawai yaitu (49.7±6.9) tahun. Sebanyak 92.3% contoh berusia <59 tahun dan 7.7% berusia >60 tahun.

Tabel 3 Sebaran karakteristik contoh pada kelompok Suku Jawa dan Serawai

Karakteristik contoh Jawa Serawai

n % n %

Usia (tahun)

Usia Pertengahan (< 59) Usia lanjut (> 60)

44 8

84.6 15.4

48 4

92.3 7.7 Pendidikan

- Pendidikan dasar (>9 tahun) - Pendidikan menengah (10-12 tahun)

- Perguruan tinggi (<13 tahun)

43 8 1

82.7 15.4 1.9

26 18 8

50.0 34.6 15.4 Pekerjaan

- Wiraswasta - Petani - PNS

- Ibu rumah tangga - Honorer

1 46

0 4 1

1.9 88.5

0 7.7 1.9

3 39

4 6 0

5.8 75.0

7.7 11.5

0 Penghasilan

- kurang dari UMR (<1.350.000) - lebih dari UMR (>1.350.000)

49 3

94.2 5.8

38 14

73.1 26.9

Asupan kolesterol contoh suku Jawa (90.4%) cukup dengan rata-rata asupan kolesterol (67.8±77.6)mg. Asupan kolesterol contoh suku Serawai (90.4%) cukup dan rata-rata asupan kolesterol

contoh (83.4±76.4)mg. Hasil analisis uji beda menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan asupan kolesterol harian antara suku Jawa dengan suku Serawai (p>0.05).

Tabel 12 Kategori asupan kolesterol suku Jawa dan Serawai

Asupan zat gizi Jawa Serawai

n % n %

Asupan kolesterol - cukup (<300mg) - lebih (>300mg)

50 0

100 0

50 0

100 0

(4)

Rata-rata kadar kolesterol total darah responden suku Jawa yaitu (192.6±38.1)mg/dl dan sebanyak (61.5%) contoh mempunyai kadar kolesterol total normal. Rata-rata kadar kolesterol total contoh suku Serawai (199.9±34.3)mg/dl

dan sebanyak (51.9%) contoh mempunyai kadar kolestrol total normal. Hasil analisis uji beda menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kadar kolesterol total pada suku Jawa dan suku Serawai (p=>0.05).

Tabel 14 Rata-rata Kadar kolesterol total darah Suku Jawa dan Serawai

Jawa Serawai P

rataan±SD rataan±SD

Kadar kolesterol total (mg/dl) 192.6±38.1 199.9±34.3 .310

PEMBAHASAN

Kolesterol memainkan peranan penting dalam kesehatan manusia. Kadar koelsterol yang tinggi penyebab utama fakotr resiko penyakit kardiovaskular pada manusia seperti penyakit jantung koroner dan stroke dan merupakan pembunuh nomor satu di Amerika (Tabas 2002).

Kadar kolesterol total merupakan pengukuran yang biasa dilakukan untuk mengukur kolesterol darah. Kadar kolesterol total menurut NCEP (2003) dibagi menjadi 3 kategori yaitu normal (<200mg/dl), agak tinggi (>200-239mg/dl) dan tinggi (<240mg/dl). Seseorang dengan tingkat 240 mg / dl atau di atas memiliki lebih dari dua kali risiko penyakit jantung sebagai seseorang yang kolesterol di bawah 200 mg / dl. Ada 102.3 juta orang Amerika yang memiliki kadar kolestero total di atas 200mg/dl dan 41.3 juta orang Amerika dewasa kadar kolesterol total di atas 240mg/dl (Hongbao 2006).

KESIMPULAN

Kadar Kolesterol merupakan salah satu penyebab penyakit kardiovaskuler.

Oleh sebab itu harus selalu memperhatikan pola makan, gaya hidup dan aktivitas fisik.

Diharapkan ada penelitian lanjutan mengenai kadar kolesterol tidak hanya dari suku Jawa atau Serawai saja tetapi dari berbagai suku yang ada di Indonesia.

REFERENSI

1. Djuwita R. 2013. Asupan gizi dan kadar low density lipoprotein kolesterol darah pada kalangan eksekutif. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 8(2):72-78 2. Ezzat S. 2014. Factors affecting the

development of dyslipidemia among overweight and obese adult females.

Australian Journal of Basic and Applied Sciences. 8(18):217-226

3. Hatma RD. 2001. lipid profiles among diverse ethnic groups in Indonesia. Acta Med Indones-Indones J Intern Med.

1(43)

(5)

4. [KEMENKES RI] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2007.

Riset Kesehatan Dasar 2007. Jakarta (ID): Kemenkes.

5. Septianggi FN, Mulyati T, Sulistya H.

2013. Hubungan asupan lemak dan asupan kolesterol dengan kadar kolesterol total pada penderita jantung koroner rawat jalan di RSUD Tugurejo Semarang. Jurnal Gizi Universitas Muhammdiyah Semarang. 2(2)13:20 6. Sukandar D, Mudjajanto ES. 2009.

Kebiasaan dan konsumsi pangan Suku Baduy. Jurnal Gizi dan Pangan.

4(2):51-62

Referensi

Dokumen terkait

Diagram konteks terdiri dari sebuah simbol proses yang mewakili keseluruhan proses dalam sistem dan minimal sebuah external entity (entitas luar) yang merupakan sumber

a. Studi literatur dilakukan dengan pendekatan komunikasi politik, guna memperoleh pemahaman tentang: 1) posisi subjek seniman jalanan dalam publik, relasinya terhadap

Berdasarkan kategori penilaian persentase 80% berada pada kategori baik, namun pada siklus I ada beberapa kegiatan di sekolah MI NW Rumbuk kelas IV pada

Untuk mengetahui pengaruh nilai tukar (kurs) Rupiah, inflasi, dan pergerakan Indeks Nikkei 225 berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen IHSG di Bursa

Masalah yang menonjol yang dihadapi oleh mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris adalah kurangnya kepercayaan diri dalam memproduksi bunyi-bunyi dalam bahasa Inggris

Dari keseluruhan kasus tersebut, 15 kasus memiliki petunjuk awal yang kuat untuk ditindaklanjuti menjadi Pemeriksaan oleh Biro Pemeriksaan dan Penyidikan (Biro PP),

Berdasarkan dari 9 parameter yang berpengaruh dan sebaran potensi bahan galian, Zonasi Kawasan Pertambangan Kabupaten Ngawi dibagi kedalam 3 zona yaitu Zona

Pelayanan kesehatan yang dilakukan di Fasilitas Kesehatan yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, kecuali untuk kasus gawat darurat; 3. Pelayanan kesehatan yang telah