• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN "

Copied!
187
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Oleh

KASMINAH NIM: TF.130963

PRODI TADRIS FISIKA

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

(2)

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Oleh

KASMINAH

NIM: TF.130963

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

Kusimpuhkan kedua belah kaki ku Ku sujudkan kepala ke arah kiblat ku Ku haturkan do’a kepada Allah SWT, Rabb-ku Karena-Nya lah akhir karya kecil ini terselesaikan

Sebagai ungkapan rasa puji syukur

Dan ku untai shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW Merangkai pengharapan bagi syafaatnya

Ku persembahkan skripsi ini untuk : Ayahanda Sugiran dan Ibunda terkasih Latipah Untuk curahan do’a dan kasih sayang yang tak terhingga

serta kakanda ku Iwan efendi, Sugiah, Siti Fitriah, dan adinda ku Suryadi atas semua perhatiannya selama ini

yang tak terduga dan tak terkira

saudara-saudariku se iman, Maha suci Allah yang telah mempertemukan kita di kampus UIN STS JAMBI yang menjadi

kebanggaan, biarlah nama-nama kalian semuanya tertulis dilebaran hati ini, ku temukan arti keikhlasan perjuangan bersama kalian “ terimakasih ya Allah atas nikmat ukhuwah yang

yang kami rasakan hingga hari ini, kekalkan cinta dan sayang ini hingga ruh terpisah dari jasad kami”

“ sukses tidak diuukur dari posisi yang dicapai seseorang dalam hidup, Tetapi dari kesulitan-kesulitan yang diatasinya ketika meraih sukses”

(8)

Artinya :”ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan keberkahan supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya, dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran” (Q.S Shaad: 29)

(9)

Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha ‘Alim yang kita tidak mengetahui kecuali apa yang diajarkannya, atas iradahnya hingga skripsi ini dapat dirampungkan. Salawat dan salam atas Nabi SAW pembawa risalah pencerahan bagi manusia.

Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat akademik guna mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan pada fakultas Tarbiyah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyelesaian skripsi ini tidak banyak melibatkan pihak yang telah memberikan motivasi baik moril maupun materil, untuk itu melalui kolom ini Penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada :

1. Dr.H.Hadri Hasan, MA selaku Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

2. Dr. Hj. Armida, M.Pd.I selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

3. Boby Syefrinando, M.Si selaku Ketua Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

4. Drs. H. Nasrun AR, M.Pd.I selaku dosen pembimbng I dan Bapak Vandri Ahmad Isnaini, M.Si selaku Dosen Pembimbimbing II yang telah meluangkan waktunya dan mencurahkan pemikirannya demi pengarahan penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

5. Nissa Sukmawati, M.Si selaku Dosen Validator Instrumen tes yang telah meluangkan waktu dan pemikirannya demi mengarahkan penulis dalam penyusunan instrumen tes.

6. Eva Gusmira, S.Si, M.Si selaku Dosen Pembimbimng Akademik yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing penulis.

7. Heryadi, S.Pd selaku Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Tebo Ilir yang telah memberikan izin untuk mengadakan riset penelitian dan memberikan

(10)
(11)

Nama : Kasminah Jurusan : Tadris Fisika

Judul : Penerapan Genius Learning Dalam Pembelajaran Fisika

Skripsi ini membahas tentang penerapan Genius Learning dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan teknik test. Subjek penelitian adalah siswa kelas X1

sebagai kelas kontrol berjumlah 29 orang siswa, kelas X2 sebagai kelas eksperimen berjumlah 29 orang siswa dan kelas X3 sebagai uji coba validitas soal berjumlah 29 orang siswa. Data hasil penelitian diperoleh skor tertinggi dikelas eksperimen adalah 92 dan skor terendah 64 dengan rata-rata 77,38, sedangkan pada kelas kontrol diperoleh skor tertinggi 92 dan skor terendah 56 dengan rata- rata 70,48. Berdasarkan perhitungan menggunakan uji t diperoleh thitung = 3,05 dan pada taraf signifikan 5% diperoleh ttabel = 2,004 dan taraf signifikansi 1% ttabel

= 2,662 dengan demikian 2,004 < 3,05 > 2,662 sehingga Ha diterima, artinya bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar fisika siswa yang menggunakan strategi pembelajaran Genius Learning dengan yang menggunakan strategi pembelajaran konvensional di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Tebo Ilir.

Kata kunci : Penerapan, Genius Learning, Pembelajaran Fisika

(12)

Name : Kasminah Major : Tadris Physics

Title : The Application Of Genius Learning In Physics Learning

This thesis discusses the application of Genius Learning in physics learning. This research is a quantitative research, while data collection is done by test technique. The subjects of the study were the students of class X1 as the control class were 29 students, class X2 as the experimental class were 29 students and class X3 as the validity test about 29 students. The research data obtained the highest scores in the experimental class is 92 and the lowest score 64 with an average of 77.38, while in the control class obtained the highest score 92 and the lowest score 56 with an average of 70.48. Based on the calculation using t test obtained t count = 3.05 and at 5% significant level obtained ttable = 2,004 and significance level 1% ttable = 2,662 thus 2,004 <3.05> 2,662 so Ha is accepted, meaning that there is a significant difference between the results learning physics students using Genius Learning strategy with using conventional learning strategy at Tebo Ilir High School 4 State.

Keywords: Application, Genius Learning, Physics Learning

(13)

HALAMAN JUDUL ... i

NOTA DINAS ... ii

PERNYATAAN ORISINALITAS ... iv

PERSEMBAHAN ... v

MOTTO... vi

KATA PENGANTAR ... vii

ABSTRAK ... ix

ABSTRACK ... x

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

Bab I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 4

C. Batasan Masalah ... 4

D. Rumusan Masalah ... 5

E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian... 5

Bab II KAJIAN TEORI, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS A. Deskripsi Teoritik ... 7

B. Penelitian yang Relevan ... 18

C. Kerangka Berpikir ... 21

D. Hipotesis Penelitian ... 22

Bab III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 23

B. Pendekatan dan Desain Penelitian... 23

C. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel ... 24

D. Variabel-variabel dan Perlakuan Penelitian ... 24

E. Instrumen Penelitian ... 25

F. Teknik Analisis Data ... 30

G. Hipotesis Statistik... 34

Bab IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data... 35

(14)

DAFTAR PUSTAKA ... 61 LAMPIRAN-LAMPIRAN

(15)

Tabel 1.1 Nilai Rata-Rata Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 4

Tebo Ilir ... 3

Tabel 2.1 Penelitian Yang Relevan ... 18

Tabel 3.1 Populasi Kelas X SMA N 4 Tebo Ilir ... 24

Tabel 3.2 Kisi-Kisi Instrumen Hasil Belajar Fisika Siswa ... 26

Tabel 3.3 Klasifikasi Effect Size ... 33

Tabel 4.1 Skor Hasil Belajar Fisika Siswa Yang Menggunakan Strategi Genius Learning ... 36

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Fisika Siswa Yang Menerapkan Strategi Genius Learning ... 39

Tabel 4.3 Perhitungan Untuk Mencari Standar Deviasi Hasil Belajar Fisika Siswa Yang Menggunakan Strategi Genius Learning ... 40

Tabel 4.4 Skor Hasil Belajar Fisika Siswa Yang Tidak Menggunakan Strategi Genius Learning ... 42

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Fisika Siswa Yang Tidak Menerapkan Strategi Genius Learning... 46

Tabel 4.6 Perhitungan Untuk Mencari Standar Deviasi Hasil Belajar Fisika Siswa Yang Tidak Menggunakan Strategi Genius Learning ... 47

Tabel 4.7 Hasil Uji Liliefors Kelas Eksperimen Dan Kelas Kontrol ... .. 49

Tabel 4.8 Perhitungan Untuk Memperoleh Mean Dan SD ... 50

(16)

Gambar 2.1 Lingkaran Sukses Pembelajaran Genius Learning .... ... 13

Gambar 2.2 Kerangka Fikir ... ... 22

Gambar 3.1 Posttest-Only Control Design ... ... 23

Gambar 4.1 Grafik Skor Hasil Belajar Kelas Eksperimen ... 40

Gambar 4.2 Grafik Skor Hasil Belajar Kelas Kontrol ... 46

Gambar 4.3 Diagram Hasil Belajar Siswa ... 57

(17)

Lampiran 1 Uji Normalitas Populasi ... 63

Lampiran 2 Uji Homogenitas Populasi... 76

Lampiran 3 Uji Normalitas Postest ... 84

Lampiran 4 Uji Homogenitas Postest ... 101

Lampiran 5 Uji ttest ... 108

Lampiran 6 Uji effect size ... 112

Lampiran 7 Tabel Butir Soal ... 113

Lampiran 8 Langkah-Langkah Perhitungan Uji Validitas Item Soal ... 114

Lampiran 9 Tabel Perhitungan Validitas Tes ... 127

Lampiran 10 Uji Reliabilitas ... 128

Lampiran 11 Uji Taraf Kesukaran Soal ... 130

Lampiran 12 Tabel Kelas Atas ... 132

Lampiran 13 Tabel Kelas Bawah ... 133

Lampiran 14 Tabel Daya Pembeda... 134

Lampiran 15 Tabel Uji Z ... 135

Lampiran 16 Tabel Uji Distribusi Frekuensi ... 136

Lampiran 17 Tabel Uji Lilieforse ... 140

Lampiran 18 Tabel Uji T ... 142

Lampiran 19 Tabel “r” Product Moment ... 143

(18)

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas, sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional Indonesia yang berasal dari berbagai akar budaya bangsa yang terdapat dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu Undang-Undang Republik Indonesia Nomor. 20 Tahun 2003.

Dalam UU. SisDikNas No. 20 Tahun 2003 BAB. II Pasal. 3, dikatakan Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab (Anonim, 2013 hal 6). Oleh karena itu, tujuan pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam pendidikan, karena tujuan merupakan arah yang ingin dicapai dalam pendidikan.

Tidak dapat dipungkiri kalau tujuan pendidikan itu menyangkut tujuan hidup.

Meningkatkan sumber daya manusia merupakan tujuan utama yang penting dari pendidikan. Sejalan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia dituntut untuk meningkatkan mutu pendidikannya. Berbicara tentang mutu pendidikan tidak terlepas dari keberhasilan siswa dalam belajar, hal ini dapat dilihat dari hasil belajar yang diperolehnya. Prestasi belajar yang tinggi menunjukkan bahwa siswa berhasil dalam belajarnya sedangkan hasil belajar

(19)

erat dengan matematika (Sugiharti, 2005 hal 15). Kemampuan matematis siswa yang lemah secara otomatis akan mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran fisika, karena sebagian besar penyelesaian soal-soal fisika dilakukan melalui pendekatan sistematis. Artinya, hanya siswa yang memilki kecerdasan dalam bidang angka atau logika sajalah yang dapat memahami pelajaran fisika dengan baik. Kenyataannya, tidak semua siswa memiliki kemampuan yang cukup dalam bidang angka atau logika ini.

Pendidikan IPA-Fisika merupakan pelajaran eksakta yang mempelajari tentang pengetahuan yang rasional dan objektif mengenai alam semesta beserata segala isinya. IPA-Fisika ialah suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematik, yang didalam penggunaannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam. Hakekat IPA-Fisika seharusnya tercerim dalam tujuan pendidikan IPA- Fisika dan strategi mengajar yang digunakan. IPA memperoleh kebenaran secara empirik. Kunci pendekatan empirik berdasarkan atas pengamatan yang dilakukan.

IPA merupakan suatu bentuk upaya menjadikan berbagai pengalaman menjadi suatu sistem pola berfikir yang logis. Sains merupakan karya manusia yang dihasilkan atau ditemukan lewat metode ilmiah dan keterampilan proses sains (susanto,2012 hal 43).

Dari hasil wawancara dengan siswa di kelas X pada tanggal 13 April 2017 menyatakan bahwa Kebosanan dalam mempelajari fisika dikelas dan menganggap bahwa fisika itu sulit ternyata juga di alami oleh siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Tebo Ilir. Berdasarkan observasi yang dilakukan diperoleh dari 87 orang siswa, 40 siswa menganggap pelajaran fisika itu sulit dan kurang menarik, sedangkan untuk kegiatan belajar mengajar dikelas, 23 orang siswa berpendapat kegiatan belajar mengajar fisika dikelas membosankan dan sulit dipahami.

Dari hasil data yang diperoleh dari guru fisika di sekolah tersebut, di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Tebo Ilir diperoleh nilai rata-rata siswa kelas X adalah sebagai berikut:

(20)

Tabel 1.1. Nilai Rata-Rata Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Tebo Ilir

No KELAS RATA-RATA

1 X1 66,90

2 X2 62,07

3 X3 63,72

Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa ketuntasan hasil belajar fisika siswa masih tergolong rendah, karena masih dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). Siswa yang dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kelas X1 yaitu 58%, kelas X2 65%, dan kelas X3 65%. Siswa dikatakan tuntas jika siswa tersebut telah mencapai KKM yaitu 70.

Salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah menerapkan strategi Genius Learning. strategi Genius Learning dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman konsep melalui gaya belajar masing- masing. Tujuannya untuk mengunggah sepenuhnya kemampuan belajar, membuat pembelajaran menjadi menyenangkan, dan dapat meningkatkan hasil belajar.

Strategi Genius Learning berangkat dari keyakinan dan pengharapan bahwa setiap anak didik yang dimotivasi dengan tepat dan diajar dengan cara yang benar dapat mencapai hasil maksimal. Strategi Genius Learning ini memiliki keunggulan yaitu dapat meningkatkan hasil belajar yang sangat signifikan (minimal 20 %), murid merasa lebih dihargai karena proses pembelajaran mengakomodasi semua gaya belajar mereka (Gunawan, 2012 hal 73).

Melihat realita yang ada, maka penulis mengusulkan adanya inovasi dalam pembelajaran yang menggunakan strategi Genius Learning. Strategi yang dikembangkan oleh Gunawan (2006) pada hakikatnya “merupakan

(21)

memori, teknik membaca, teknik mencatat dan teknik belajar lainnya atau disebut juga dengan multiple intelegency ( Sinulingga, 2014 hal 16).

Strategi Genius Learning membantu anak didik untuk bisa mengerti kekuatan dan kelebihan mereka yang bersesuaian dengan gaya belajar mereka masing-masing. Strategi Genius Learning menawarkan suatu sistem yang dirancang dalam suatu jalinan yang sangat efisien yang meliputi diri anak didik, guru, proses pembelajaran dan lingkungan pembelajaran. Anak didik ditempatkan sebagai pusat dari proses pembelajaran, sebagai subjek pendidikan, tidak seperti yang selama ini anak didik ditempatkan dalam suatu posisi yang tidak pasti, yaitu sebagai objek pendidikan (Nasution, 2004 hal 16). Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul:

“PENERAPAN GENIUS LEARNING DALAM PEMBELAJARAN FISIKA”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dukemukakan, maka masalah yang dapat diidentifikasikan adalah sebagai berikut :

1. Suasana pembelajaran yang cenderung pasif 2. Penyampaian materi pelajaran yang menoton

3. Kurangnya keterlibatan siswa dalam belajar mengajar.

4. Strategi pembelajaran yang digunakan kurang menarik dan membosankan.

5. Masih rendahnya hasil belajar siswa pada pembelajaran fisika.

C. Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka batasan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Dalam penelitian ini strategi pembelajaran yang diterapkan dikelas X di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Tebo Ilir adalah strategi pembelajaran Genius Learning.

2. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri

(22)

3. Materi yang diajarkan adalah pada pokok pembahasan gerak melingkar.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Berapa skor hasil belajar fisika yang menggunakan strategi Genius Learning?

2. Berapa skor hasil belajar fisika yang tidak menggunakan strategi Genius Learning ?

3. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara strategi Genius Learning terhadap hasil belajar ?

4. Berapa besar signifikan pengaruh hasil belajar strategi Genius Learning ?

E. Tujuan dan Kegunaan penelitian 1. Tujuan penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah, maka adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :

a. Untuk mengetahui hasil belajar fisika siswa di SMA N 4 Tebo Ilir yang diajar dengan menggunakan strategi Genius Learning dan yang diajar dengan metode konvensional.

b. Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran dengan menggunakan strategi Genius Learning terhadap hasil belajar fisika siswa di SMA N 4 Tebo Ilir.

2. Kegunaan penelitian

Hasil dari penelitian diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut:

a. Bagi siswa, untuk menunjang keaktifan siswa pada pelajaran fisika

(23)

c. Sebagai bahan masukan bagi peneliti untuk memperluas wawasan peneliti mengenai pembelajaran yang menyenangkan.

d. Sebagai salah satu persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Strata (S1) dalam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

(24)

A. Deskripsi Teoritik

1) Strategi Pembelajaran Genius Learning

Strategi belajar merupakan suatu proses yang mengacu pada perilaku dan proses berpikir yang digunakan oleh siswa yang mempengaruhi apa yang di pelajari, termasuk metakognitif, sebab strategi tersebut lebih dekat pada hasil belajar kognitif daripada tujuan-tujuan belajar perilaku, komputer dan jenis media lainnya. Nur (2011) mengemukakan bahwa “strategi dapat dibagi menjadi empat, yakni strategi mengulang, elaborasi organisasi dan metakognitif”. (Soejoto, hal. 3).

Apabila kita menelusuri dan mencari sumber awal dari strategi ini kita akan berjumpa dengan nama Dr. Georgi Lozanov, orang berkebangsaan Bulgaria yang pertama kali mengembangkan strategi Genius Learning. Nama Genius Learning sendiri diberikan oleh gunawan sebagai pengembangan strategi Genius Learning. Gunawan menyatakan Genius Learning Telah memasukkan dan mempertimbangkan kondisi masyarakat Indonesia secara umum, kebudayaan bangsa yang beragam, kondisi sosial dan ekonomi, sistem pendidikan nasional dan tujuan pendidikan yang utama yaitu untuk menyiapkan anak-anak kita untuk menjalani hidupnya dengan berhasil setelah meninggalkan sekolah formal dan masul ke universitas kehidupan (Nilawati, 2016, hal 7) .

Genius Learning secara bahasa berasal dai dua kata, genius yang berarti kecerdasan dan learning berarti pembelajaran (Ramadhani, 2010, hal

(25)

dasan. Sedang kan dalam pengertian yang sesungguhnya, strategi Genius Learning adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan suatu rangkaian praktis dalam upaya meningkatkan hasil proses pembelajaran.

Strategi Genius Learning atau lebih tepat disebut sebagai holistic learning adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan suatu rangkaian praktis dalam upaya meningkatkan hasil proses pembelajaran. Upaya peningkatan ini dicapai dengan menggunakan pengetahuan yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, seperti pengetahuan tentang cara kerja otak, cara kerja memori, neuro linguistic programming, motivasi, konsep diri, kepribadian, emosi, perasaan, pikiran, metakognisi, gaya belajar, multiple intelligence atau kecerdasan jamak, teknik memori, teknik membaca, teknik mencatat (Gunawan, 2012, hal 2-3). Strategi Genius Learning yaitu rangkaian praktis untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran siswa dengan pemanfaatan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik.

Gunawan (2006) mengemukakan bahwa “strategi pempelajaran Genius Learning pada hakikatnya merupakan pengembangan metode accelerated learning yang merupakan percepatan dan peningkatan pembelajaran”. (Sinulingga, 2014, hal. 16)

Gunawan (2007) mengemukakan bahwa “tujuan pembelajaran dengan strategi pembelajaran Genius Learning pada intinya adalah bagaimana membuat proses pembelajaran menjadi efektif, efisien, dan menyenangkan”.

(Susanto, 2012, hal. 44).

Strategi Genius Learning adalah suatu rangkaian praktis yang pada intinya membangun dan mengembangkan lingkungan pembelajaran yang positif dan kondusif serta menyenangkan. Kondisi ini merupakan syarat mutlak demi tercapainya hasil belajar yang maksimal. didalam strategi pembelajaran ini guru harus memberikan kesan bahwa kelas merupakan suatu tempat yang menghargai siswa sebagai seorang manusia yang pemikiran dan idenya dihargai sepenuhnya (Naimah, 2017, hal 66)

(26)

Strategi pembelajaran Genius Learning dalam penerapan dan hasilnya diharapkan dapat membantu siswa untuk bisa mengerti kekuatan serta kelebihan potensi yang mereka miliki yang dapat dikembangkan. Dalam penerapan strategi pembelajaran Genius Learning siswa diposisikan sebagai pusat dari proses pembelajaran atau subjek pendidikan, tidak seperti yang selama ini dimana siswa diposisikan sebagai objek pendidikan. Dengan penerapan strategi pembelajaran Genius Learning dalam proses belajar, siswa diharapkan tidak hanya mendengar konsep-konsep fsika saja, melainkan juga dapat memahami, melihat, mempraktekkan dan mendemonstrasikan secara langsung bagaimana proses konsep-konsep itu terjadi dengan nyata dalam pembelajaran Genius Learning dengan efektif dan efisien secara step by step.

(Susanto, 2012, hal. 44)

Asumsi dasar yang digunakan dalam mendefinisikan kecerdasan dalam strategi Genius Learning adalah sebagai berikut:

a. Setiap orang lahir dengan kemampuan yang sama dan unik. Setiap orang dilahirkan dengan kombinasi yang beragam, karena perbedaan dari beberapa faktor yang mendominasi dan tingkat pengembangan kecerdasan yang dimiliki, kondisi lingkungan dan proses pembelajaran akan menentukan seberapa cepat proses perkembangan kecerdasan terjadi. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan antara lain (Gunawan, 2007 hal 223):

1) Lingkungan

2) Kemauan dan keputusan 3) Pengalaman hidup 4) Genetika

5) Gaya hidup

(27)

Gardiner mengembangkan model kecerdasan selama lebih dari dua puluh tahun dan dikenal dengan istilah multiple inteligence yang dapat dijelaskan sebagai berikut (Gunawan, 2007 hal 106):

1) Kecerdasan linguistik

2) Kecerdasan logika-matematika 3) Kecerdasan musik

4) Kecerdasan interpersonal 5) Kecerdasan intrapersonal 6) Kecerdasan kinestetik

7) Kecerdasan visual dan spasial 8) Kecerdasan naturalis

c. Konsep diri seseorang berbanding lurus dengan potensi yang digali dan dikembangkan. Semakin baik konsep diri yang berhasil dibangun, semakin baik pula untuk mampu memaksimalkan penggunaan potensi yang dimiliki. Konsep diri terdiri dari beberapa komponen yaitu;

1) Diri ideal merupakan gabungan dari semua kualitas dan ciri kepribadian yang sangat dikagumi.

2) Citra diri merupakan cerminan diri sendiri, dimana bagaimana cara melihat diri sendiri dan berfikir diri saat ini.

3) Harga diri merupakan kecenderungan untuk memandang diri sendiri sebagai pribadi yang mampu dan memiliki daya upaya dalam menghadapi tantangan-tantangan hidup.

d. IQ tinggi sangat membentuk keberhasilan akademik, namun bukan satu-satunya faktor utama, atau sebaliknya.

e. Guru dapat mempengaruhi dan meningkatkan kecerdasan anak didik, dimana guru sangat berperan penting dalam upaya menghilangkan berbagai hambatan yang menghambat perkembangan kecerdasan.

Guru melakukannya dengan menggunakan strategi dan teknik yang tepat untuk membantu mengembangkan kecerdasan anak didik.

(28)

f. Kecerdasan berkembang dengan brtahap, diman perkembangan ini dikelompokkan menjadi 4 tahap yaitu:

1) Stimulasi 2) Penguatan

3) Belajar dan mengerti 4) Transfer dan pengaruh

g. Berfikir dapat diajarkan Genius Learning yang disusun berdasarkan hasil riset mutajhir mengenai berbagai disiplin ilmu, terutama cara kerja otak dan memori.

2) Langkah-Langkah Pembelajaran Genius Learning

Strategi Genius Learning yang disusun berdasarkan tata kerja otak dan memori dalam (Sari, hal. 161 - 162) menekankan beberapa prinsip utama dalam proses pembelajaran, antara lain sebagai berikut :

a. Sesi tanya jawab (auditorial), atau sebaliknya, setelah menerangkan hal-hal yang mereka kurang mengerti (auditorial), lalu meminta mereka mencatatnya (visual). Otak akan berkembang dengan maksimal dalam lingkungan yang kaya akan stimulus multi sensori dan tantangan berpikir. Lingkungan yang demikian akan menghasilkan jumlah koneksi yang lebih besar di antara sel-sel otak.

b. Besarnya pengharapan atau ekspektasi berbanding lurus dengan hasil yang dicapai. Otak selalu berusaha mencari dan menciptakan arti dari suatu pembelajaran. Proses pembelajaran berlangsung pada tingkat pikiran bawah sadar dan pikiran sadar. Motivasi akan meningkat saat siswa menetapkan tujuan pembelajaran yang positif dan bersifat pribadi.

(29)

d. Otak sangat membutuhkan umpan balik yang bersifat segera dan mempunyai banyak pilihan.

e. Musik membantu proses pembelajaran dengan tiga cara. Pertama musik membantu men-charge otak. Kedua, musik membantu merilekskan otak sehingga otak siap untuk belajar. Dan ketiga, musik dapat membantu menggunakan informasi yang ingin dimasukkan ke- dalam memori.

f. Ada berbagai alur dan berbagai jenis memori yang berbeda yang ada pada otak kita. Dengan menggunakan teknik dan strategi yang khusus, kemampuan untuk mengingat dapat ditingkatkan.

g. Kondisi fisik dan emosi saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

Untuk dapat mencapai hasil pembelajaran yang maksimal, kedua kondisi ini, yaitu kondisi fisik dan emosi, harus benar-benar diperhatikan.

h. Setiap otak adalah unik dengan kapasitas pengembangan yang berbeda berdasarkan pada pengalaman pribadi. Ada beberapa jenis kecerdasan.

Kecerdasan dapat dikembangkan dengan proses pengajaran dan pembelajaran yang sesuai.

i. Walaupun terdapat perbedaan fungsi otak kanan dan otak kiri, namun kedua belah hemisfer ini bisa bekerja sama dalam mengolah suatu informasi.

Berdasarkan sembilan prinsip kerja diatas maka proses pembelajaran genius learning dapat digambarkan dalam sebuah lingkaran sukses sebagai berikut:

(30)

Gambar 2.1. Lingkaran Sukses Pembelajaran Genius Learning (Sinulingga, 2014, hal. 16)

Penjabaran dari lingkaran sukses Genius Learning adalah sebagai berikut:

1) Suasana kondusif

Untuk menciptakan suasana kondusif siswa harus terbebas dari rasa takut. Dengan cara membangkitkan kepercayaan diri sendiri pada diri siswa karena keyakinan seseorang mengenai kemampuan dirinya sangat berpengaruh pada kemampuan itu sendiri. Menciptakan hubungan antara pendidik dengan anak didik selalu erat, selain itu guru juga perlu menunjukkan pengharapan yang besar terhadap keberhasilan siswa. Dengan berhasilnya seorang guru menciptakan lingkungan kondusif, maka guru telah mengambil langkah-langkah pertama yang efektif untuk mengatur proses pembelajaran secara keseluruhan.

2) Hubungkan

Genius learning 1. Suasana

Kondusif 2. Hubungkan

3. Gambaran Besar

4. Tetapkan

5. Pemasukan Informasi 6. Aktivasi

7. Demonstrasi 8. Ulangi dan

Jangkarkan

(31)

3) Gambaran besar

Pada tahap ketiga memberikan gambaran besar yaitu pokok- pokok materi yang akan dipelajari. Gambaran besar ini merupakan ringkasan dari apa yang akan dipelajari. Gambaran besar ini dapat ditulis, dapat juga menggunakan gambar atau poster, flow chart atau yang lainnya.

4) Tetapkan tujuan

Pada tahap keempat guru menjelaskan tujuan pembelajaran tersebut, lalu mengistruksikan siswa untuk mengisi bagian target dan tugas yang telah tercantum dalam goal setting.

5) Pemasukan informasi

Selanjutnya tahap kelima, pemasukan informasi. Pada tahap ini metode yang digunakan harus mengakomodir gaya belajar siswa untuk membantu peningkatan pemahaman akan materi yang dipelajari.

6) Aktivasi

Selanjutnya tahap keenam yaitu aktivasi dimana guru menginstruksikan siswa memilih daftar aktivasi yang diberikan oleh guru. Aktivasi dapat dilakukan dengan menggunakan aktivitas yang dilakukan seorang diri, secara berpasangan dan kerja kelompok. Pada tahap ini siswa menemukan arti yang sesungguhnya dari pada yang dipelajari.

7) Demonstrasi

Pada tahap ketujuh, siswa mendemonstrasikan apa yang mereka ketahui setelah mendapat bimbingan dari guru. Pada tahap ini bila siswa telah mampu melakukan demonstrasi, berarti siswa menunjukkan dan membuktikan kalau mereka mengerti yang telah dipelajari. Demonstrasi meliputi praktek langsung, membuat tes, dan mengerti jawabannya, mengajar dan mengerti aplikasi pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari.

(32)

8) Ulangi dan jangkarkan

Pada akhir setiap sesi dilakukan pengulangan dan penjangkaran sekaligus membuat kesimpulan dari apa yang telah dipelajari. Ini bermanfaat meningkatkan daya ingat dan meningkatkan efektivitas dari proses pembelajaran.

3) Kelebihan Dan Kekurangan Strategi Genius Learning

Masing-masing strategi ataupun model pembelajaran pasti memiliki kelebihan dan kekurangan (Soejoto Ady, hal. 5-6).

a. Kelebihan dari strategi Genius Learning ini meliputi:

1) Strategi Genius Learning sangat menghargai adanya perbedaan kecerdasan yang dimiliki oleh setiap individu;

2) Strategi Genius Learning mengajak guru untuk berwawasan luas, hal ini dikarenakan semakin banyak pengetahuan yang dimiliki oleh guru maka akan semakin mudah bagi guru untuk mengoptimalkan proses pembelajaran;

3) Strategi Genius Learning sangat menghargai adanya perbedaan gaya belajar setiap siswa, sehingga guru bisa mencari solusi yang tepat dalam mencari metode pembelajaran yang sesuai;

4) Strategi Genius Learning sangat menghargai dan mempertimbangkan lingkungan dan masyrakat yang terlibat dalam proses pembelajaran;

5) Strategi Genius Learning merupakan salah satu strategi pembelajaran yang menjadikan siswa sebagai subyek pembelajaran.

b. Sedangkan kekurangan dari strategi Genius Learning ini meliputi:

(33)

3) Strategi Genius Learning menuntut guru untuk lebih memahami gaya belajar dan untuk kemampuan siswa, karena tanpa mengetahui gaya belajar siswa, pembelajaran tidak akan bisa berjalan dengan optimal.

4) Hasil Belajar

Hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku yang diinginkan terjadi pada diri siswa. Sudjana mengemukakan “Hasil belajar hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya”. Sedangkan pendapat lain mengemukakan “Hasil belajar adalah terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa yang diamati dan diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan”. Hal senada diungkapkan oleh Gagne dan Brigss dalam syafaruddin “hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh seseorang sesudah mengikuti proses belajar”. Menurut Dageng dan Wena, “hasil pembelajaran adalah semua efek yang dapat dijadikan sebagai indikator tentang nilai dari penggunaan strategi pembelajaran dibawah kondisi yang berbeda” (Nilawati, 2014 hal 6).

Perubahan diartikan terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih dibandingkan dengan sebelumnya. Hasil belajar juga diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam mencapai tujuan pembelajaran. Guru dalam menerapkan tujuan belajar sesuai dengan kapasitas inteligensi anak dan pencapaian tujuan belajar perlu menggunakan bahan apersepsi, yaitu bahan yang telah dikuasai anak sebagai batu loncatan untuk menguasai bahan pelajaran baru (Nilawati, 2016 hal 6).

Hasil belajar belajar fisika dapat diketahui dengan menggunakan salah satu indikator hasil belajar yaitu tes. Penilaian dilakukan setelah melalui suatu tes atau ujian dan penilaian terbatas pada penguasaan dan ketuntasan bahan pelajaran yang telah disajikan.

(34)

Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh setelah melalui kegiatan belajar mengajar. Belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif menetap (Abdurrahman, 2003, hal. 37)

Hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar, hasil belajar sebagai puncak proses belajar. Hasil belajar untuk sebagian adalah berkat tindak guru, suatu pencapaian tujuan pengajaran dan dampak pengajaran adalah hasil yang dapat diukur, seperti yang tertuang dalam nilai raport, angka ijazah atau kemampuan setelah latihan (Mudjiono, 2002, hal. 3).

Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah perubahan tingkah laku yang dapat diamati dan diukur dalam bentuk perubahan atau peningkatan pengaetahuan, keterampilan, sikap dan emosional. Guru bertanggung jawab atas berhasil atau tidaknya siswa dalam belajar, maka guru perlu melakukan evaluasi untuk mengetahui kekurangan dan kebaikan siswa serta merancang pengajaran secara cepat, tepat dan bermakna.

Hasil belajar perlu dievaluasi. Evaluasi dimaksudkan sebagai cermin untuk melihat kembali apakah tujuan yang ditetapkan telah tercapai dan apakah proses belajar mengajar telah berlangsung efektif untuk memperoleh hasil belajar. (Purwanto, 2016, hal. 47)

Evaluasi merupakan istilah yang umum dikenal dalam lembaga pendidikan, maksudnya tidak lebih adalah merupakan alat untuk mengukur seberapa jauhnya kemampuan/kompetensi yang dimiliki oleh siswa-siswa (Yamin, 2012, hal. 144).

Pada umumnya pelaksanaan pembelajaran diakhiri dengan postes.

Sama halnya dengan pretes, postes juga memiliki banyak kegunaan terutama

(35)

faktor luar diri siswa, baik faktor fisik maupun sosial-psikologis yang berada pada lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat (Sukmadinata, 2003 hal 162).

B. Penelitian Yang Relevan

Penelitian yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut

Tabel 2.1. penelitian yang revan 1. penelitian dengan judul “Pengaruh

strategi Genius Learning terhadap Hasil Belajar Siswa pada materi pokok Listrik Dinamis kelas X Di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sei Bingai”.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar, aktifitas siswa dan pengaruh yang diberikan strategi Genius Learning terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan populasi sebanyak 5 kelas dan sampel 2 kelas dengan total siswa sebanyak 56 orang. Teknik instrumen penelitian menggunakan tes yaitu essai tes sebanyak 10 butir soal dan menggunakan tabel observasi untuk melihat besar aktifitas belajar siswa.

Teknik analisis data menggunakan analisis varians dan uji kesamaan rata- rata (uji t sepihak dan dua pihak). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan Genius Learning dapat meningkatkan hasil belajar, aktifitas siswa dan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa

(36)

kelas X SMA Negeri 1 Sei. Bingai (Sinulingga, 2014).

2. Penelitian dengan judul “Pengaruh strategi Genius Learning melalui Model Pembelajaran ARIAS terhadap Hasil Belajar Siswa Studi Kimia pada Materi Pokok Hidrokarbon kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Makassar”.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi Genius Learning melalui model pembelajaran ARIAS terhadap hasil belajar siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil analisis menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen 82 dengan standar deviasi 9 sedangkan kelas kontrol 72 dengan standar deviasi 12 dan ketuntasan pada kelas eksperimen sebesar 94% sedangkan pada kelas kontrol sebesar 65%.

Pengujian hipotesis menggunakan analisis kovarians (ANACOVA) dengan bantuan komputer SPSS for

windows menunjukkan nilai

signifikansi p = 0,00 < α = 0,005, maka H1 diterima dan H0 ditolak. Hal ini berarti ada pengaruh positif strategi

(37)

pokok hidrokarbon kelas X SMAN 3 Makassar (Nurhayati, 2014).

3. Penelitian selanjutnya dengan judul “ Pengaruh strategi Pembelajaran Genius Learning terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Pancur Batu, Medan”

diperoleh dari hasil penelitian bahwa nilai pretes rata-rata untuk kelas eksperimen yang diajar dengan strategi pembelajaran Genius Learning sebesar 36,13 dengan standar deviasi sebesar 14,12 sedangkan untuk kelas kontrol yang diajar dengan pembelajaran konvensional adalah 37,63 dengan standard deviasi sebesar 12,76. Setelah proses belajar selesai dengan menerapkan strategi Genius Learning di peroleh nilai postes untuk kelas eksperimen yang diajar dengan strategi pembelajaran Genius Learning sebesar 76,63 dengan standar deviasi sebesar 7,63 dan kelas kontrol sebesar 68,50 dengan standard deviasi sebesar 98,98.

Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran Genius Learning memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil pembelajaran (Susanto, 2012).

Dari ketiga hasil penelitian yang dilakukan oleh Sinulingga, Nurhayati, dan Susanto terdapat kesamaan dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis, yaitu sama-sama menggunakan strategi pembelajaran Genius Learning dan sama sama-sama untuk menentukan hasil belajar siswa.

(38)

Sedangkan berbedaanya yaitu, pada penelitian Sinulingga menggunakan populasi sebanyak 5 kelas dan teknik instrumen penelitian menggunakan tes essai.

Pada penelitian Nurhayati melakukan penelitian strategi Genius Learning melalui model pembelajaran ARIAS. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dan pengujian hipotesis menggunakan analisis kovarians (ANACOVA). Pada penelitian Susanto, melakukan penelitian dengan desain penelitian pretest-posttest.

C. Kerangka berfikir

Penulis akan menguraikan mengenai teori-teori yang berkaitan dengan variabel penelitian ini, yakni strategi pembelajaran Genius Learning sebagai variabel X dan hasil belajar sebagai variabel Y.

Setiap proses belajar-mengajar selalu menghasilkan hasil belajar, keberhasilan siswa dalam menguasai suatu materi dipengaruhi oleh banyak faktor.

Faktor yang mempengaruhi hasil belajar diantaranya adalah faktor internal dan faktor pendekatan belajar. Faktor pendekatan belajar merupakan upaya belajar bagi siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan untuk melakukan kegiatan pembelajaran, agar siswa lebih mudah menguasai materi yang disajikan guru. Pendekatan pembelajaran yang sesuai dinilai akan lebih berhasil dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini siswa diarahkan pada kegiatan yang lebih menyenangkan dengan tujuan yang tepat, efektif dan efisien.

Strategi Genius Learning merupakan salah satu pilihan yang baik jika diterapkan pembelajaran fisika yang sangat membutuhkan aktivitas-aktivitas yang menyenangkan. Sehingga siswa tidak lagi menganggap fisika sebagai pelajaran yang tidak menarik dan membosankan. Hal ini diharapkan mampu

(39)

Gambar 2.2. kerangka fikir D. Hipotesis Penelitian

Ha : Ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan strategi Genius Learning terhadap hasil belajar fisika siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Tebo Ilir.

Siswa

Proses pembelajaran

Kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional

Kelas eksperimen dengan strategi Genius

Learning

Postes Tes pilihan ganda

Postes Tes pilihan ganda Analisis data

Kesimpulan

(40)

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di kelas X SMA N 4 Tebo Ilir. Waktu penelitian ini pada tanggal 6 November 2017 sampai tanggal 6 februari 2018.

B. Pendekatan dan Desain penelitian

Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian yang digunakan Posttest-Only Control Design yang terdiri dari dua variabel (X dan Y), dengan variabel Y adalah hasil belajar siswa, dimana dalam desain ini terdapat dua kelompok masing-masing dipilih secara random (R). Kelompok pertama diberi perlakuan (X) dan kelompok lain tidak. Kelompok yang diberi perlakuan disebut kelompok eksperimen dan kelompok yang tidak diberi perlakuan disebut kelompok kontrol. Berikut ini merupakan desain penelitiannnya.

R X O2 R O4

Gambar 3.1. Posttest-Only Control Design (Sugiono, 2012, hal. 76) Keterangan:

R : kelas yang masing-masing dipilih secara random

X : perlakuan dengan strategi pembelajaran Genius Learning

O2 : hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran Genius Learning

(41)

C. Populasi dan Teknik pengambilan Sampel 1. Populasi

Pengertian populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan subjek penelitian. (Arikunto, 2010, hal. 172)

Populasi adalah wilayah generasasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya, seluruh subjek penelitian(Sugiyono, 2012, hal. 80).

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Tebo Ilir dapat dilihat pada tabel 2.1.

Tabel 3.1. Populasi Kelas X SMA N 4 Tebo Ilir

NO LOKAL JUMLAH

1 X1 29

2 X2 29

3 X3 29

2. Teknik pengambilan sampel

Sampel penelitian ini ditentukan dengan memilih 3 kelas secara acak (cluster random sampling). Adapun kelas yang dijadikan sampel penelitian adalah kelas X1 (kelas kontrol) yang diajar dengan pembelajaran konvensional, kelas X2 (kelas eksperimen) yang diajar dengan strategi Genius Learning dan kelas X3 sebagai uji validitas soal.

D. Variabel-variabel dan Perlakuan Penelitian

“Variabel dalam penelitian ini adalah suatu atribut atau juga bisa disebut dengan sifat dan juga nilai seseorang. Objek atau kegiatan yang mempunyai variabel tertentu yang akan ditetapkan oleh peneliti untuk dapat dipelajari dan kemudian didapatkan hasil kesimpulannya (Sugiono, 2014, hal. 38).

(42)

Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel independent dan variabel dependent. Variabel independet (variabel bebas) merupakan variabel yang akan mempengaruhi atau yang menjadi sebab timbulnya variabel dependent (variabel terikat) atau bisa disebut variabel (X).

Variabel dependent (variabel terikat) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang akan menjadi akibat di karenakan adanya variabel independent (variabel bebas) atau bisa juga disebut variabel (Y).

Penelitian ini menggunakan strategi pembelajaran Genius Learning sebagai variabel bebas dan hasil belajar fisika siswa menjadi variabel terikat.

E. Instrumen penelitian

Adapun alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes berbentuk pilihan ganda.

1. Hasil belajar

a. Defenisi konseptual

Hasil belajar adalah penguasaan materi siswa atau kemampuan anak didik setelah menerima proses pembelajaran dan pengalaman belajar yang mana dapat diukur melalui sebuah kegiatan evaluasi hasil belajar yang diberikan guru.

b. Defenisi operasional

Secara operasional, hasil belajar adalah hasil yang didapat setelah proses pembelajaran berlangsung yang ditunjukkan dengan nilai tes yang diberikan oleh guru setiap selesai memberikan materi pembelajaran pada satu pokok bahasan. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar pada materi pokok Gerak Melingkar.

(43)

merupakan keterlibatan total peserta didik dalam meningkatkan proses pembelajaran.

b. Defenisi operasional

Strategi yang merupakan keterlibatan total peserta didik dalam meningkatkan proses pembelajaran. Belajar bukanlah mengumpulkan informasi secara pasif melainkan menciptakan pengetahuan secara aktif. Kerja sama antara peserta didik akan sangat membantu peningkatan hasil belajar.

Genius Learning merupakan model pembelajaran yang pada intinya membangun dan mengembangkan lingkungan pembelajaran yang positif dan kondusif. Kondisi kondusif ini merupakan syarat mutlak demi tercapainya hasil belajar maksimal. Didalam model pembelajaran ini guru harus memberikan kesan bahwa kelas merupakan suatu tempat yang menghargai siswa sebagai manusia yang pemikiran dan idenya dihargai sepenuhnya.

3. Kisi-kisi instrumen

Instrumen penelitian dilakukan dengan cara membuat tes berupa pilihan ganda mengenai hasil belajar fisika siswa kelas X di sekolah menengah atas negeri 4 tebo ilir. Kisi-kisi tes hasil belajar dibuat sesuai dengan materi pada penelitian ini yaitu materi gerak melingkar.

Tabel 3.2. Kisi-Kisi Instrumen Hasil Belajar Fisika Siswa

No Dimensi Indikator Butir-butir soal Jumlah

1 Pengetahuan 1. Menyebutkan 2. Mengidentifikasi

2, 9, 16, 20 1, 5, 10, 19

4 4

2 Pemahaman

1. Mencirikan 2. Menyelesaikan

12

3, 4, 8, 11, 13, 14, 15, 17, 18, 21, 22, 23, 24, 25

1 14

3 Penerapan 1. Menentukan 6, 7 2

Jumlah 25

(44)

3. Kalibrasi instrumen

Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes berbentuk pilihan ganda. Soal pilihan ganda adalah soal pilihan tes yang mempunyai satu jawaban

yang paling benar atau paling tepat. Tes yang digunakan sebanyak 25 item dengan 5 option (a,b,c,d,e) tes ini diberikan ketika postes. Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah pembelajaran dengan mengunakan strategi Genius Learning.

Untuk memperoleh data hasil belajar yang dibutuhkan, tes yang akan digunakan diambil dari soal-soal dari buku SMA. Untuk mengetahui kevalidan soal maka digunakan validitas ramalan dengan mengujikan tes terlebih dahulu diluar sampel penelitian yang akan dilaksanakan.

a. Validitas tes

Di dalam buku Encyclopedia of Educational Evaluation yang ditulis oleh Scarvia B. Anderson dan kawan-kawan disebutkan: A test is valid if it measures what it purpose to measure. Atau jika diartikan lebih kurang demikian: sebuah tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur. Dalam bahasa indonesia “valid” disebut dengan istilah “sahih”

(Arikunto, 2013, hal. 80).

Validitas item dari suatu tes adalah, ketepatan mengukur yang dimiliki oleh sebutir item (yang merupakan bagian tak terpisahkan dari tes sebagai suatu totaliatas, dalam mengukur apa yang seharusnya diukur lewat butir item tersebut (Sudijono, 2013, hal. 182). Untuk mengukur validitas soal dalam penelitian ini penulis menggunakan rumus:

rpbi =

(45)

SDt = Standar deviasi dari skor total proporsi P = Proporsi siswa yang menjawab benar

P =

(46)

Rumus indeks kesukaran adalah :

Keterangan: P = Indeks kesukaran B = Banyaknya siswa yang menjawab soal itu dengan betul JS = Jumlah seluruh siswa peserta tes (Arikunto, 2013, hal. 223). Klasifikasi indeks kesukaran adalah sebagai berikut: - Soal dengan P 0,00-0,30 adalah soal sukar - Soal dengan P 0,31-0,70 adalah soal sedang - Soal dengan P 0,71-1,00 adalah soal mudah (Suharsimi, 2013, p. 225). d. Daya pembeda “Daya pembeda adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh (berkemampuan rendah)” (Arikunto, 2013, hal. 226). Rumus untuk menentukan daya pembeda adalah :

(47)

PB = Proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar (Arikunto, 2013, hal. 228-229).

Klasifikasi daya pembeda : D : 0.00-0.20 : jelek (poor)

D : 0.20-0.40 : cukup (satisfactory) D : 0.40-0.7 : baik (good)

D : 0.70-1.00 : baik sekali (excellent) (Arikunto, 2013, hal. 232)

F. Teknik Analisis Data

Analisa data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lainnya, sehingga mudah dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain (sugiyono,224). Namun untuk analisis data lebih lanjut, maka terlebih dahulu perlu dilakukan uji Normalitas dan Homogenitas.

1. Uji Normalitas

Tujuan uji normalitas adalah untuk melihat sampel berdistribusi normal atau tidak. Uji yang digunakan adalah dengan menggunakan rumus uji lilieforts yaitu :

a. Menghitung nilai rata-rata masing-masing kelas sampel b. Menyusun nilai dari rendah ke yang tinggi

c. Pengamatan X1, X2,..., Xn dijadikan bilangan baku Z1, Z2, …, Zn dengan menggunakan rumus z1 =

(xi dan s masing-masing merupakan rata-rata dan simpangan baku sampel) d. Dengan menggunakan daftar distribusi normal baku dihitung peluang F (zi) = P (z ≤ zi) e. Menghitung proporsi skor baku s (zi) dengan menggunakan rumus s (zi) =

(48)

g. Mengambil harga yang terbesar diantara harga harga mutlak selisih tersebut. Harga terbesar itu dinamakan L0

h. Membandingkan nilai L0 dengan nilai kritis L yang diambil dari nilai table untuk taraf kepercayaan α yang ditentukan

i. Menentukan kriteria pengujian dengan L0 lebih kecil dari Lt dikatakan data berdistribusi normal dan sebaliknya data tidak berdistribusi normal.

Kriterian pengujian untuk liliefors pada tingkat kepercayaan 95% : 1) Jika L0 < Lt maka data berdistribusi normal

2) Jika L0 > Lt maka data tidak berdistribusi normal (Sudjana, 2005, hal. 466)

2. Uji homogenitas

Uji homogenitas dilakukan untuk melihat apakah kelas X1dan X2

mempunyai varian yang homogen atau tidak. Uji homogenitas yang penulis gunakan adalah uji bartlet dengan menggunakan tabel F.

Langkah-langkah perhitungan :

a. Membuat tabel distribusi frekuensi

b. Menentukan standar deviasi kedua sample c. Menentukan varians kedua sample (S2) d. Menentukan log S2 kedua sample

e. Memasukkan angka-angka statistik untuk pengujian homogenitas pada tabel bartlet.

f. Menentukan varians gabungan dan dari kedua sample (S2) S2 =

(49)

- Jika X2 hitung ≥ X2 tabel tidak homogen

- Jika X2 hitung ≤ X2 tabel homogen (Riduwan, 2015, hal. 185)

3. Uji Hipotesis

Tes “t” adalah salah satu tes statistik yang dipergunakan untuk menguji kebenaran atau kepalsuan hipotesis nihil yang menyatakan bahwa diantara dua buah mean sampel yang diambil secara random dari populasi yang sama, tiadak terdapat perbedaan yang signifikan (Sudijono, 2014 hal.

278). Setelah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dilakukan analisis data dengan menggunakan rumus t tes untuk sampel besar yang tidak saling berhubungan yang disesuaikan berdasarkan langkah-langkah sebagai berikut:

Langkah perhitungannya :

a. Mencari mean variabel X (variabel I) dengan rumus : Mx =

b. Mencari mean variabel Y (variabel II) dengan rumus :

My =

(50)

SEMx- My =

(51)

G. Hipotesis Statistik

“Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan”. (Sugiyono, 2012, hal. 64)

Berdasarkan teori-teori yang dikembangkan dalam penelitian ini, maka penulis menyusun hipotesis sebagai berikut.

Ho : Tidak ada pengaruh yang signifikan penggunaan strategi Genius Learning Terhadap hasil belajar fisika siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Tebo ilir.

Ha : Ada pengaruh yang signifikan penggunaan strategi Genius Learning

Terhadaphasil belajar fisika siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Tebo ilir.

(52)

A. Deskripsi Data

Proses pembelajaran fisika di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Tebo Ilir yang dijadikan kelas penelitian dilaksanakan 2 kali dalam satu minggu.

Alokasi waktu yang digunakan untuk penelitian dalam satu kali pertemuan adalah 2 X 45 menit, dengan pokok bahasan Gerak Melingkar yang dipelajari dikelas X berlangsung dalam 3 kali pertemuan dan penulis mengadakan tes setelah materi tersebut selesai diajarkan kepada siswa. Hal ini untuk mengetahui seberapa skor yang diperoleh siswa dalam proses pembelajaran.

Selama proses pembelajaran peneliti menggunakan dua kelas penelitian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Adapun yang menjadi kelas eksperimen adalah kelas X2 dan yang menjadi kelas kontrol adalah kelas X1. Sedangkan untuk uji coba instrumen (validitas instrumen tes) penelitian dilakukan di kelas X3.

Dari uji validitas didapatkan soal yang valid sebanyak 18 soal yaitu soal nomor 3, 4, 5, 6, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23 dan 25, soal yang tidak valid sebanyak 7 soal yaitu soal nomor 1, 2, 7, 8, 9, 10 dan 24.

Data yang diperoleh tersebut untuk mengetahui dan membuktikan pengaruh strategi pembelajaran Genius Learning terhadap hasil belajar fisika siswa di sekolah menengah atas negeri 4 tebo ilir khususnya kelas X dalam pokok pembahasan gerak melingkar.

Penulis melakukan perhitungan atau pengolahan data setelah data tes

(53)

dalam skripsi ini dapat diterima. Jika sebaliknya thitung lebih kecil dari ttabel maka hipotesa alternatif ditolak dan hipotesa nol yang diterima.

Adapun nilai hasil belajar yang diperoleh kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sebagai berikut :

1. Skor Hasil Belajar fisika siswa yang menggunakan strategi genius Learning

Setelah peneliti menerapkan strategi Genius Learning dan diadakan evaluasi dalam aspek kognitif kepada siswa dalam materi gerak melingkar maka dapat diperoleh skor sebagai berikut :

Tabel 4.1. Skor Hasil Belajar Fisika Siswa Yang Menggunakan Strategi Genius Learning

NO NAMA NILAI

1 AA 80

2 AI 68

3 AFA 80

4 AN 84

5 AU 84

6 DAS 76

7 DS 72

8 DP 72

9 DSPS 84

10 F 72

11 HP 76

12 He 72

13 Hi 80

14 IDS 68

15 Il 84

16 Ir 76

(54)

NO NAMA NILAI

17 J 80

18 K 92

19 MAW 92

20 MD 76

21 MR 76

22 MA 72

23 MIS 72

24 MA 76

25 M 72

26 N 64

27 OR 80

28 RB 92

29 R 72

Jumlah 2244

Rata-rata 77,38

Berdasarkan data pada Tabel 4.1 maka diperoleh : a) Sebaran data

92 92 92 84 84 84 84 80 80 80 80 80 76 76 76 76 76 76 72 72 72 72 72 72 72 72 68 68 64

b) Menentukan skor tertinggi (H) dan skor terendah (L) Skor tertinggi (H) = 92

Skor terendah (L) = 64

(55)

c) Menghitung range R = H – L + 1

= 92 – 64 +1

= 28+ 1

= 29

d) Mencari banyak kelas K = 1 +3,3 log N

= 1 + 3,3 log (29)

= 1 + 3,3 (1,46)

= 1 + 4,82

= 5,82

= 6 (pembulatan)

e) Menghitung interval

I =

=

= 4,83 = 5 (pembulatan) f) Mean (

(56)

g) Modus (m0) Modus = 72

h) Median (Me) N = 2n + 1 29 = 2n + 1

n =

= 14,5

Me = n +1 = 14,5 + 1

= 15,5

= 16 (pembulatan)

= 16 (data ke 16)

= 76 i) Tabel distribusi frekuensi Tabel 4.2. Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Fisika Siswa Yang Menerapkan Strategi Genius Learning

Interval F X

89-93 3 91

84-88 4 86

79-83 5 81

74-78 6 76

69-73 8 71

64-68 3 66

Jumlah 29 471

(57)

j) Membuat grafik skor hasil tes kelas eksperimen

Gambar 4.1. Grafik Skor Hasil Belajar Kelas Eksperimen k) Standar Deviasi (SD)

Tabel 4.3. Perhitungan Untuk Mencari Standar Deviasi Hasil Belajar Fisika Siswa Yang Menggunakan Strategi Genius Learning

No X f (x- X2

1 80 1 2,62 6,8644

2 68 1 -9,38 87,9844

3 80 1 2,62 6,8644

4 84 1 6,62 43,8244

5 84 1 6,62 43,8244

6 76 1 -1,38 1,9044

7 72 1 -5,38 28,9444

8 72 1 -5,38 28,9444

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

66 71 76 81 86 91

Frekuensi

Nilai tengah

(58)

No X f (x- X2

9 84 1 6,62 43,8244

10 72 1 -5,38 28,9444

11 76 1 -1,38 1,9044

12 72 1 -5,38 28,9444

13 80 1 2,62 6,8644

14 68 1 -9,38 87,9844

15 84 1 6,62 43,8244

16 76 1 -1,38 1,9044

17 80 1 2,62 6,8644

18 92 1 14,62 213,7444

19 92 1 14,62 213,7444

20 76 1 -1,38 1,9044

21 76 1 -1,38 1,9044

22 72 1 -5,38 28,9444

23 72 1 -5,38 28,9444

24 76 1 -1,38 1,9044

25 72 1 -5,38 28,9444

26 64 1 -13,38 179,0244

27 80 1 2,62 6,8644

28 92 1 14,62 213,7444

29 72 1 -5 28,9444

Jumlah 29 -0,02 1448,828

(59)

l) Mencari standar deviasi

(60)

NO NAMA NILAI

7 DS 64

8 DD 60

9 DP 60

10 F 72

11 HM 64

12 H 64

13 HM 72

14 I 76

15 JP 56

16 KP 80

17 LDN 84

18 MRAR 72

19 MR 56

20 MRA 60

21 MIS 80

22 MAG 64

23 N 72

24 OGW 60

25 PA 56

26 RI 60

27 RG 92

28 RA 76

29 R 84

Jumlah 2044

Rata-rata 70,48

(61)

Berdasarkan data pada Tabel 4.4 maka diperoleh a) Sebaran data

92 84 84 80 80 80 80 76 76 76 76 76 72 72 72 72 72 64 64 64 64 60 60 60 60 60 56 56 56

b) Menentukan skor tertinggi (H) dan skor terendah (L) Skor tertinggi (H) = 92

Skor terendah (L) = 56

c) Menghitung range R = H – L + 1

= 92 – 56 +1

= 36 + 1

= 37

d) Mencari banyak kelas K = 1 +3,3 log N

= 1 + 3,3 log (29)

= 1 + 3,3 (1,46)

= 1 + 4,82

= 5,81

= 6 (pembulatan)

(62)

e) Menghitung interval

I =

=

= 6,17 = 7 (pembulatan) f) Mean (

(63)

i) Tabel distribusi frekuensi

Tabel 4.5. Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Fisika Siswa Yang Tidak Menerapkan Strategi Genius Learning

No Interval F Y

1 91-97 1 94

2 84-90 2 87

3 77-83 4 80

4 70-76 10 73

5 63-69 4 66

6 56-62 8 59

Jumlah 29 459

j) Membuat grafik skor hasil tes kelas kontrol

Gambar 4.2. Grafik Skor Hasil Belajar Kelas Kontrol

0 2 4 6 8 10 12

59 66 73 80 87 94

Frekuensi

Nilai tengah

(64)

k) Standar Deviasi (SD)

Tabel 4.6. Perhitungan Untuk Mencari Standar Deviasi Hasil Belajar Fisika Siswa Yang Tidak Menggunakan Strategi Genius Learning

No Y F (y - Y2

1 76 1 5,52 30,4704

2 80 1 9,52 90,6304

3 76 1 5,52 30,4704

4 76 1 5,52 30,4704

5 72 1 1,52 2,3104

6 80 1 9,52 90,6304

7 64 1 -6,48 41,9904

8 60 1 -10,48 109,8304 9 60 1 -10,48 109,8304

10 72 1 1,52 2,3104

11 64 1 -6,48 41,9904

12 64 1 -6,48 41,9904

13 72 1 1,52 2,3104

14 76 1 5,52 30,4704

15 56 1 -14,48 209,6704

16 80 1 9,52 90,6304

17 84 1 13,52 182,7904

18 72 1 1,52 2,3104

19 56 1 -14,48 209,6704 20 60 1 -10,48 109,8304

(65)

No Y F (y - Y2 24 60 1 -10,48 109,8304 25 56 1 -14,48 209,6704 26 60 1 -10,48 109,8304

27 92 1 21,52 463,1104

28 76 1 5,52 30,4704

29 84 1 14 182,7904

Jumlah 29 0,08 2701,242

l) Mencari standar deviasi

(66)

liliefors. Setelah melakukan perhitungan, maka diperoleh data sebgai berikut.

Tabel 4.7. Hasil Uji Liliefors Kelas Eksperimen Dan Kelas Kontrol Kelas Lhitung Ltabel

Eksperimen 0,1615 0,1634

Kontrol 0,1623 0,1634

Berdasarkan tabel 4.7 diatas maka uji normalitas dengan langkah- langkah yang terlampir (lihat pada lampiran uji normalitas postest) menunjukkan bahwa hasil untuk kelas eksperimen yaitu Lhitung < Ltabel adalah 0,1615 ≤ 0,1634 maka data berdistribusi Normal dan untuk kelas kontrol yaitu Lhitung < Ltabel adalah 0,1623 ≤ 0,1634 maka data berdistribusi Normal.

2. Uji homogenitas

Uji homogenitas bertujuan untuk melihat apakah kedua sampel mempunyai varians yang homogen atau tidak. Uji yang digunakan adalah uji beda varians. Uji homogenitas didapatkan dengan menghitung varians terbesar dan varians terkecil. uji membandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel dengan rumus

Db pembilang = (n-1) = (29-1) = 28 (untuk varians besar) Db penyebut = (n-1) = (29-1) = 28 (untuk varians kecil) Dengan taraf signifikansi (

(67)

Karena Fhitung ≤ Ftabel atau 0,536 ≤ 1,859 maka dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol bersifat homogen atau mempunyai varians yang sama.

3. Uji “t”

Setelah diketahui data berdistribusi normal dan kedua data bervarians homogen, maka peneliti melanjutkan analisis data dengan uji

“t”.

Tabel.4.8. Perhitungan Untuk Memperoleh Mean Dan SD

No X Y (x- (y- (x- (y-

1 80 76 2,62 5,52 6,8644 30,4704

2 68 80 -9,38 9,52 87,9844 90,6304

3 80 76 2,62 5,52 6,8644 30,4704

4 84 76 6,62 5,52 43,8244 30,4704

5 84 72 6,62 1,52 43,8244 2,3104

6 76 80 -1,38 9,52 1,9044 90,6304

7 72 64 -5,38 -6,48 28,9444 41,9904

8 72 60 -5,38 -10,48 28,9444 109,8304 9 84 60 6,62 -10,48 43,8244 109,8304

10 72 72 -5,38 1,52 28,9444 2,3104

11 76 64 -1,38 -6,48 1,9044 41,9904

12 72 64 -5,38 -6,48 28,9444 41,9904

13 80 72 2,62 1,52 6,8644 2,3104

14 68 76 -9,38 5,52 87,9844 30,4704

15 84 56 6,62 -14,48 43,8244 209,6704

16 76 80 -1,38 9,52 1,9044 90,6304

17 80 84 2,62 13,52 6,8644 182,7904

18 92 72 14,62 1,52 213,7444 2,3104

19 92 56 14,62 -14,48 213,7444 209,6704 20 76 60 -1,38 -10,48 1,9044 109,8304

21 76 80 -1,38 9,52 1,9044 90,6304

22 72 64 -5,38 -6,48 28,9444 41,9904

23 72 72 -5,38 1,52 28,9444 2,3104

24 76 60 -1,38 -10,48 1,9044 109,8304 25 72 56 -5,38 -14,48 28,9444 209,6704

(68)

No X Y (x- (y- (x- (y- 26 64 60 -13,38 -10,48 179,0244 109,8304

27 80 92 2,62 21,52 6,8644 463,1104

28 92 76 14,62 5,52 213,7444 30,4704

29 72 84 -5,38 14 28,9444 182,7904

Jumlah 2244 2044 1448,828 2701,242

a) Mean variabel X Mx =

(69)

e) Standar error mean variabel X SEMx =

(70)

h) to dengan rumus to =

(71)

mengetahui besar pengaruh strategi pembelajaran Genius Learning terhadap hasil belajar fisika siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Tebo Ilir, dapat diketahui dengan menggunakan perhitungan effect size untuk mengetahui besar pengaruhnya. Effect size merupakan ukuran mengenai besarnya efek suatu variabel pada variabel lain, besarnya perbedaan maupun hubungan, yang bebas dari pengaruh besarnya sampel.

Untuk menghitung effect size pada uji t digunakan rumus Cohen’s sebagai berikut:

1. dari perhitungan sebelumnya diperoleh:

Mx = 77,38 My = 70,48 Sx = 7,07 Sy = 9,65

2. untuk menghitung Spooled (Sgap)

Referensi

Dokumen terkait

Dedek Kurniawan yang berjudul “Kerjasama Orang Tua dan Guru PAI Dalam Membentuk Karakter Jujur Siswa di SMP PAB 2 Helvetia.” Kami berpendapat bahwa skripsi

Nurul Dzawil Albab Guru Kelas MI MI Jauharotul Ulum Candisari KAB.. Nadliroh Guru Kelas MI MI NU 65

PENERAPAN METODE CARD SORT UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI HASIL BELAJAR SISWA KELAS III PADA MATA PELAJARAN IPA DI MI MIFTAHUL ULUM GONDANGLEGI

Tafsir Al-Misbah dipengaruhi oleh tafsir-tafsir dan pemikiran para ulama besar Islam sebelumnya yaitu sayyid Quthub, Muhammad Thahir Ibnu Asyur dan tafsir karangan pemimpin tertinggi

Hari Pukul Kode Matakuliah Dosen Kelas Semester Senin 09.00-10.40 1818448 PERSONALITY DEVELOPMENT AND TEACHER PROFESIONALISM Dr... Dekan, Wakil Dekan Bidang Akademik,

0341-552398 11 Website: www.fitk.uin-malang.ac.id JADWAL UJ1AN SKRIPSIJURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN PERIODE AGUSTUS 2016 Hari /

19690211 199503 1 002 Catatan : • Bagi mahasiswa yang dinyatakan lulus administrasi PKL, diharapakan download surat permohoman kesediaan guru atau Kepala Tata Usaha observer pada

Penelitian ini memperoleh kesimpulan: 1 Strategi reinforcement positif ialah memberikan pujian secara lisan ketika dapat menjawab pertanyaan dengan benar oleh guru yang diikuti dengan