• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "3. METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

3. METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode kuantitatif merupakan metode-metode yang didasarkan pada informasi numerik atau kuantitas dan biasanya diasosiasikan dengan analisis-analisis statistik (Jane Stocks, 2003).

3.2 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupaka cara mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan penelitian (Noor, 2012). Data yang dikumpulkan dan digunakan dalam penelitian ini merupakan data yang bersifat sekunder dengan metode dokumentasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, data sekunder adalah data yang diperloeh secara tidak langsung, dalam hal ini data diperoleh dari sumber lain dalam bentuk lisan maupun tulisan. Sedangkan metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya (Arikunto, 2006). Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah Gross Domestic Product (GDP) Indonesia, data historis inflasi Indonesia, suku bunga BI, dan nilai tukar rupiah terhadap dollar.

3.3 Definisi Operasional

Definisi operasional merupakan penjabaran atas variabel-variabel dan indikator-indikator yang digunakan oleh penulis agar dapat dimengerti secara detail.

(2)

3.3.1 Gross Domestic Product (GDP)

GDP merupakan sebuah indikator makro ekonomi yang memperlihatkan seberapa baik perjalanan dan aktivitas sebuah negara (Haggart, 2000). Menurut Mohtadi and Agarwal (2004), economic growth dapat diukur melalui instrumen investasi dan GDP. Dalam penelitian ini, economic growth menggunakan Gross Domestic Product (GDP) sebagai

indikator pengukuran. GDP itu sendiri adalah nilai moneter dari barang jadi (finished goods) dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara (Ikikii and

Nzomoi, 2013). Rate GDP yang digunakan adalah Indonesia GDP kuartalan dalam delapan tahun terakhir. Data diperoleh dari Kementrian Perdagangan Indonesia mulai dari kuartal ke tiga tahun 2005 sampai kuartal ke empat tahun 2013.

3.3.2 Exchange Rates

Exchange rates dapat diartikan sebagai nilai yang melekat pada sebuah

mata uang dibandingkan dengan mata uang lainnya (Krugman, 2011). Dalam penelitian ini exchange rates menggunakan pembanding nilai mata uang rupiah terhadap dollar dalam delapan tahun terakhir. Mata uang rupiah dipilih karena penelitian ini menggunakan kondisi ekonomi Indonesia sebagai objek yang diteliti. Sedangkan mata uang dollar dipilih karena frekuensi transaksi yang tinggi dalam perdagangan dunia. Sehingga menjadikannya sebagai mata uang internasional yang biasanya digunakan sebagai indikator terhadap menilai mata uang lainnya dan dapat diterima di negara manapun. Data exchange rates dalam penelitian ini merupakan data harian nilai tukar rupiah

terhadap dollar yang kemudian dikonversikan kedalam bentuk kuartalan dengan cara mencari nilai rata-rata tiap kuartal mengikuti data GDP Indonesia yang juga kuartalan. Data diperoleh dari Kementrian Perdagangan Republik

(3)

Indonesia mulai dari kuartal ke tiga tahun 2005 sampai kuartal ke empat tahun 2013.

3.3.3 Interest Rates

Interest rates adalah sinyal yang mempengaruhi permintaan atau

peminjaman sejumlah dana, baik secara langsung atau melalui perantara keuangan (Federal Reserve Bank of New York). Interest rate yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari suku bunga bulanan yang kemudian dikonversikan kedalam bentuk kuartalan dengan cara mencari nilai rata – rata tiap kuartal. Data interest rate dalam penelitian ini diterbitkan oleh Bank Indonesia mulai dari kuartal ke tiga tahun 2005 sampai kuartal ke empat tahun 2013.

3.3.4 Inflation

Inflasi adalah peningkatan tingkat harga secara umum, dimana inflasi akan berakibat pada penurunan purchasing power dari uang (McConnel and Brue, 2008). Inflation dalam penelitian ini menggunakan data inflasi bulanan yang diterbitkan oleh Bank Indonesia mulai dari kuartal ke tiga tahun 2005 sampai kuartal ke empat tahun 2013.

3.4 Metode Analisa Data

Penelitian ini menggunakan Partial Least Square (PLS) untuk menguji hipotesa yang ada. Model yang digunakan adalah Analisis Jalur atau analysis path yang dikembangkan oleh Sewall Wright (1934) dengan tujuan untuk menerangkan akibat langsung dan tidak langsung dari beberapa variabel bebas terhadap variabel terikat. Model ini berguna untuk mengetahui hubungan struktural antara variabel bebas dan variabel terikat. Pada path analysis tidak hanya menangkap variabel bebas

(4)

dan variabel terikat saja, tetapi juga mencari hubungan yang paling siginifikan antara variabel tersebut. Data yang digunakan mulai dari bulan Juni 2005 sampai Desember 2013.

3.4.1 Evaluasi Goodness of Fit Model PLS

3.4.1.1 Goodness of Fit – Inner Model

Model struktural atau inner model diukur menggunakan R-square. R- Squared menunjukkan seberapa besar variabel bebas menjelaskan variabel

terikatnya. Sedangkan Q-Square predictive relevance untuk model konstruk, mengukur seberapa baik nilai observasi dihasilkan oleh model dan juga estimasi parameternya. Nilai Q-square > 0 menunjukkan model memiliki predictive relevance; sebaliknya jika nilai Q-Square < 0 menunjukkan model kurang

memiliki predictive relevance. Perhitungan Q-Square dilakukan dengan rumus:

Q2= 1 – ( 1 – R12) ( 1 – R22 ) ... ( 1- Rp2 ),

dimana R12 , R22 ... Rp2 adalah R-square variabel eksogen dalam model persamaan. Asumsi data yang digunakan adalah data terdistribusi bebas (distribution free), model struktural pendekatan prediktif PLS dievaluasi dengan R-square untuk konstruk dependen, dan Q-square test untuk relevansi prediktif.

3.5 Metode Sobel

Metode Sobel digunakan untuk menguji hipotesis mediasi. Hipotesis mediasi dalam penelitian ini adalah Interest Rate  Inflation  GDP dan Interest Rate  Exchange Rate  GDP.

Uji sobel dilakukan dengan cara menguji kekuatan pengaruh tidak langsung antara variabel independen terhadap variabel dependen melalui variabel mediasinya.

Pengaruh tidak langsung melalui variabel mediasi dihitung dengan cara mengalikan variabel interest rate dengan variabel mediasinya. Standard error koefisien variabel

(5)

ditulis dengan Sa dan Sb, besarnya standard error pengaruh tidak langsung (indirect effect) Sab dihitung dengan rumus :

Untuk menguji signifikansi pengaruh tidak langsung, maka perlu menghitung nilai t dari koefisien variabelnya dengan rumus sebagai berikut :

Nilai t hitung ini dibandingkan dengan nilai t tabel yaitu > 1,96. Jika nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel maka dapat disimpulkan terjadi pengaruh mediasi (Ghozali, 2009).

3.6 Metode Pengujian Hipotesa

Hipotesa pada penelitian ini diuji dengan t-statistic menggunakan PLS. Uji T adalah metode pengujian yang berfungsi untuk menguji pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat. Apabila hasil uji memiliki t-statistic yang lebih besar dari 1,96 untuk tingkat kepercayaan 5% maka hipotesa tersebut diterima.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian adalah untuk menghitung besarnya pendapatan petani padi organik didaerah penelitian, untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang

 Akhirnya, jangan lupa selama ujian kompetensi, perhatikan jumlah halaman dari set soal yang diberikan, pastikan bahwa Anda tidak tertinggal satu halamanpun untuk menjawab

Kerenyahan sereal dengan proporsi kecambah jagung yang lebih tinggi cenderung memberikan tingkat kesukaan panelis yang lebih baik, hal ini dipengaruhi oleh kandungan amilosa

Permasalahan yang terjadi pada masyarakat yaitu kurangnya informasi berita dan kesulitan dalam perhitungan zakat harta dan profesi apakah sudah mencapai nishab atau

Pengambilan data untuk alat pengukur laju detak jantung ini menggunakan lengan sebagai media yang telah dilengkapi rangkaian mikrokontroler dengan sensor yang terpasang

Werther, JR &amp; Keith Davis, Strategic Management of Human Resources adalah melihat keperluan bahwa manager menggunakan usaha sumber daya manusia untuk melanjutkan

• Dalam konteks pengontrolan dapat didefinisikan “pengontrolan dengan pertolongan software atau aplikasi tertentu terhadap pengaksesan pemakai sesuai dengan wewenang yang

Paper bertujuan untuk mengetahui tegangan yang terjadi pada piston akibat tekanan yang terjadi akibat pembakaran pada ruang bakar, mengetahui distribusi temperatur