NO KLASIFIKASI STUDI BANDING ASRAMA
PURI DHARMA HUSADA ASRAMA TELKOM UNIVERSITY
1 LOKASI
Lokasi Puri Dharma Husada ini berada di Jalan Antapani Lama. Asrama ini terletak di daerah urban namun memiliki intensitas suara yang terbilang cukup rendah karena asrama ini berada bukan didaerah jalan raya melainkan jalan yang cukup kecil sehingga baik untuk digunakan sebagai tempat peristirahatan bagi
penggunannya tertama para
pelajar/mahasiswa untuk beristirahat.
Lokasi Asrama Telkom University ini berada didaerah citereup, dayeuhkolot, Bandung.
Asrama ini berada dijalan telekomunikasi tepatnya berada didalam kawasan Telkom University karena pengguna asramanya adalah pelajar dari Telkom University itu sendiri sehingga berada didekat Telkom University ini agar memudahkan para pengguna untuk ber aktifitas di asrama dan kampus.
1’ KESIMPULAN
LOKASI Kesimpulan yang didapat dari kedua asrama ini yaitu Puri Dharma Husada sebagai asrama dari Poltekkes husada dan asrama dari Telkom University ini bahwa Lokasi dalam pembangunan asrama menjadi aspek yang perlu dipertimbangkan karena asrama adalah sebagai tempat untuk beristirahat dan juga sebagai tempat belajar sehingga lebih baik asrama berlokasi tidak jauh dari kampus dan juga memiliki kebisingan yang rendah karena jika tingkat kebisingan yang tinggi dapat menimbulkan masalah seperti pengguna asrama menjadi tidak nyaman untuk beristirhat dan belajar.
2 KONSEP Puri Dharma Husada ini memiliki konsep yang sangat simple dan cukup fleksibel. Puri Dharma Husada ini memiliki area yang tidak terlalu luas sehingga Puri Dharma Husada ini menggunakan konsep simple dan fleksibel untuk memaksimalkan konsep yang ada namun karena memiliki area yang tidak telalu luas maka terlihat seperti kurang maksimal dalam membuat konsep untuk Puri Dharma Husada itu sendiri.
Asrama Telkom University memiliki konsep yang memberikan kesan simple dan modern sehingga asrama ini dapat memaksimalkan area yang cukup luas yang akan digunakan oleh cukup banyak pengguna sehingga asrama ini memiliki daya tampung yang cukup banyak karena didukung oleh konsep simple dan area yang cukup luas untuk dijadikan asrama
2’ KESIMPULAN
KONSEP Kesimpulan yang didapat dari hasil studi banding antara kedua asrama ini yaitu Puri Dharma Husada sebagai asrama dari Poltekkes dan asrama dari Telkom University adalah bahwa konsep dalam membuat suatu asrama menjadi aspek yang dapat dipertimbangkan karena konsep
maupun tema dapat berpengaruh dalam sekuen dan efesiensi penggunaan ruang oleh karena itu asrama dapat dimaksimalkan dengan adanya konsep dan tema yang diterapkan pada asrama yang akan dibangun.
3 ZONING Zoning pada Puri Dharma Husada ini memiliki beberapa area, seperti :
-Area Meeting -Area Kamar -Area Kantin -Area Parkir -Area Service
Dari zoning yang terdapat pada Puri Dharma Husada, Area Kamar berada didalam gedung sehingga Area Kamar lebih private dibadingkan dengan area lain karena berada dibagian luar gedung.
Zoning pada asrama Telkom University ini memiliki beberapa area, seperti :
-Area Meeting -Area Kamar -Area Kantin -Area Service -Area Dapur -Area TV
Dari zoning yang terdapat di asrama Telkom University ini banyaknya area semi komunal yang dapat dipakai oleh seluruh pengguna asrama sehingga hanya area kamar lah yang menjadi area private di asrama Telkom University ini.
3’ KESIMPULAN
ZONING Dari hasil studi banding antara asrama Puri Dharma Husada sebagai asrama dari Poltekkes dan asrama dari Telkom University dapat ditarik kesimpulan bahwa zoning menjadi aspek yang dapat dipertimbangankan karena zoning memberikan kenyamanan bagi penggunanya.
4 SIRKULASI
Pada Puri Dharma Husada ini memiliki lorong yang memakai system sirkulasi yang membentuk suatu garis lurus atau sumbu sehingga terkesan monoton sehingga tidak nyaman bagi pengguna. Tidak adanya sirkulasi cahaya sebagai penerangan dibagian lorong asrama sehingga butuh cahaya tambahan dari lampu lampu yang dipasangkan dibagian langit langit lorong ini sangat tidak efesien untuk sebuah asrama karena lebih baik dalam penerangan pada siang hari memanfaatkan cahaya matahari sehingga dapat meminimalisir penggunaan listrik yang berlebih.
Pada Asrama Telkom University ini memiliki lorong yang menerapkan system sirkulasi yang membentu suatu garis atau sumbu sehingga terlihat monoton dan kaku bagi para pengguna asrama dan kurangnya sirkulasi cahaya pada lorong ini sehingga masih membutuhkan cahaya tambahan dari lampu lampu yang dipasang dilangit langit lorong. Sirkulasi udara masih kurang maksimal sehingga pengguna masih mudah merasa gerah ketika berlama lama didalam lorong.
4’ KESIMPULAN
SIRKULASI Dari hasil studi banding antara Puri Dharma Husada sebagai asrama dari Poltekkes dan Asrama Telkom University dapat menghasilkan kesimpulan bahwa sirkulasi adalah aspek yang sangat penting untuk dipertimbangkan dalam membangun asrama karena sirkulasi dapat mempengaruhi tingkat kenyamanan pengguna dan juga dapat meminimalisir penggunaan listrik sehingga asrama dapat menjadi lebih sehat dan murah.
5 MATERIAL
Material yang digunakan pada Puri Dharma Husada ini terletak pada bagian fasade bangunan dengan menggunakan materal batu alam dan material kaca pada bagian entrance ini agar cahaya dapat mudah masuk pada bagian dalam bangunan dan pemasangan batu alam dibagian fasade bangunan agar memberikan kesan natural dan cozy sehingga pengguna asrama dapat merasakan kesan natural dari material batu yang dipasangkan dibagian fasade bangunan.
Pada Asrama Telkom University ini menggunakan material pada umumnya namun adanya penambahan material besi sebagai secondary skin yang berfungsi untuk menutupi tempat saluran air ke kamar kamar dan juga sebagai nambahan estetika pada gedung dan agar menambah estetika gedung, Asrama Telkom University ini memberikan warna pada fasade bangunan yang membentuk linear vertical agar memberikan indah dan tinggi pada gedung asrama.
5’ KESIMPULAN MATERIAL
Kesimpulan yang bisa didapat dari studi banding antara Puri Dharma Husada sebagai asrama dari Politekkes dan Asrama dari Telkom University ini bahwa Material adalah sebagian aspek yang perlu diperhatikan karena penggunaan material akan memberikan kesan unik bagi asrama itu sendiri dan memberikan kesan nyaman kepada pengguna asrama maka dari itu penggunaan material cukuplah penting bagi asrama.
6 ORIENTASI MATAHARI
Asrama Puri Dharma Husada ini tidak dapat memaksimalkan keuntungan dari cahaya matahari karena sebagian bagian gedung dari Puri Dharma Husada ini tidak dapat menerima cahaya matahari langsung dikarenakan tidak adanya jarak antara gedung dengan gedung yang ada sehingga sirkulasi cahaya pun tidak berjalan baik karena Puri Dharma Husada ini memiliki 3 gedung bertingkat yang sangat berdekatan sehingga cahaya matahari tidak dapat masuk.
Asrama Telkom University ini memanfaatkan cahaya matahari karena jarak antara gedung dengan gedung tidak telalu berdekatan sehingga cahaya matahari dapat masuk kedalam ruangan dan juga karena asrama telkom ini memiliki sirkulasi cahaya yang baik sehingga penggunaan cahaya alami yaitu cahaya matahari dapat bekerja secara maksimal dalam hal penerangan dan juga kelembaban sehingga asrama Telkom
University ini tidak perlu menggunakan lampu saat siang hari.
KESIMPULAN ORIENTASI MATAHARI
Kesimpulan yang bisa didapat dari hasil studi banding antara Puri Dharma Husada sebagai asrama dari Politekkes dan Asrama dari Telkom University ini adalah bahwa orientasi matahari atau cahaya matahari sangat lah penting maka dari itu aspek orientasi matahari ini perlu diperhatikan agar sirkulasi cahaya maupun sirkulasi udara dalam bangunan ini bisa berfungsi maksimal karena cahaya matahari adalah cahaya yang alami sehingga tidak membutuhkan tenaga listrik yang perlu mengeluarkan dana lebih.
7 KEBISINGAN
Tingkat kebisingan pada Puri Dharma Husada ini berada ditingkat sedang, ini karena kebisingan hanya berasal dari jalan yang berada didepan asrama yang bukan termasuk jalan raya melainkan jalan protocol yang hanya dapat dilalui oleh 2 mobil dan 2 arah sehingga kebisingan tidak terlalu besar, dan juga Puri Dharma Husada ini memiliki pagar yang cukup tinggi sehingga kebisingan dapat diminimalisir oleh pagar dan vegetasi yang ada.
Tingkat kebisingan di Asrama Telkom University ini memiliki tingkat kebisingan yang cukup rendah karena disekitar asrama bukanlah jalan raya melainkan jalan yang hanya digunakan untuk mahasiswa/I Telkom University sehingga tidak menimbulkan kebisingan yang terlalu tinggi namun kebisingan tetap ada yaitu berasal dari area parkir karena jarak area parkir dengan asrama tidak terlalu jauh dan juga dari lapangan sepak bola.
7’ KESIMPULAN
KEBISINGAN Dari hasil studi banding Puri Dharma Husada sebagai asrama dari Politekkes dan Asrama dari Telkom University ini kesimpulan yang bisa didapatkan yaitu bahwa kebisingan adalah aspek yang perlu diperhatikan juga dalam membangun sebuah asrama ini agar pengguna asrama yang pada umumnya seorang pelajar dapat lebih berkonsentrasi dalam belajarnya dan juga agar dapat lebih tenang dan nyaman ketika dalam beristirahat karena kebisingan yang terlalu tinggi akan menggangu pengguna asrama.
8 AKSESIBILITAS
Aksesibilitas pada bangunan Puri Dharma Husada ini termasuk tidak terlalu sulit namun karena memiliki jalan yang kurang lebar dan hanya memiliki satu akses yaitu melalui jalan antapni lama sehingga akan menimbulkan kemacetan dan akses menuju Puri Dharma Husada ini tidak memiliki jalan alternative sehingga hanya memiliki 1 akses yaitu pada jalan antapani lama.
Aksesibilitas pada Asrama Telkom University ini termasuk cukup sulit karena jika ingin menuju asrama dari jalan raya ataupun jalan biasa yaitu jalan terusan buah batu maka harus memasuki wilayah Telkom University terlebih dahulu karena asrama berada di bagian belakang Telkom University sehingga sangat jauh jika dari jalan raya dengan hanya berjalan kaki sehingga membutuhkan kendaraan tapi tetap jarak antara jalan raya dengan asrama terlalu jauh namun jika jarak dari kampus tidak begitu jauh.
8’ KESIMPULAN
AKSESIBILITAS Dari hasil studi banding antara Puri Dharma Husada sebagai asrama dari Politekkes dan Asrama dari Telkom University ini dapat diambil kesimpulan bahwa aksesibilitas dalam membangun asrama cukup perlu diperhatikan karena aksesibilas menuju asrama adalah sesuatu daya tarik tersendiri bagi para pengguna asrama karena kedua asrama yang telah di survey ini adalah asrama yang diperuntukan bagi para pelajar/mahasiswa, sehingga para pengguna asrama yaitu pelajar/mahasiswa membutuhkan jarak yang tidak telalu jauh dengan kampus dan dapat mudah diakses oleh pengguna oleh karena itu aspek aksesibilitas dalam membangun asrama bisa diperhatikan agar lebih efesien bagi pengguna.
9 ENTRANCE
Pada Asrama Puri Dharma Husada ini memiliki 2 entrance yaitu pada bagian kedua samping bangunan, kedua entrance ini memiliki lebar yang kurang besar namun disiasati oleh material kaca pada bagian pintu dan jedela sehingga dapat terlihat lebar dan terbuka oleh para pengguna sehingga entrance dapat mudah ditemukan oleh pengguna mau pun pengunjung yang baru datang ke asrama Puri Husada karena terletak di bagian samping bangunan yang berdekatan dengan akses menuju kantin.
Entrance yang berada pada Asrama Telkom University ini memiliki 2 entrance namun 1 sebagai entrance utama dan yang kedua entrance emergency ataupun sekunder entrance ini memiliki 2 fungsi yaitu sebagai akses keluar dan masuk menuju asrama. Pada bagian entrance diberikan teras sebagai tempat berkumpul pengguna asrama dan pintu yang tidak terlalu lebar untuk entrance dan juga pintu hanya bermatrialkan kayu sehingga berkesan kaku dan monoton.
9’ KESIMPULAN
ENTRANCE Kesimpulan yang bisa didapat dari hasil studi banding antara Puri Dharma Husada sebagai asrama dari Politekkes dan Asrama dari Telkom University ini adalah bahwa dalam hal ini aspek entrance bagi asrama ini sangat perlu diperhatikan karena entrance adalah sebagian dari bagian fasade bangunan oleh karena itu entrance perlu terihat baik dan indah dan juga setidaknya memiliki lebar yang cukup besar karena akan memudahkan akses keluar masuk jika terjadi kebakaran, gemba dan bencana lainnya.
10 VEGETASI
Vegetasi di Puri Dharma Husada ini hanya terletak pada bagian benteng pembatas asrama saja yang merambat diseluruh permukaan benteng pembatas asrama dan ada beberap pohon dan tanaman hias dibagian depan asrama didekat gerbang asrama yang cukup untuk menjadi buffer bagi asrama Puri Dharma Husada.
Asrama Telkom University ini memiliki vegetasi yang sangat baik karena selain memiliki banyak pohon disekitar asrama, asrama Telkom University ini memberikan space atau tempat untuk tempat menanamkan tumbuhan (vegetasi) disekitar asrama. Ini akan membuat asrama lebih asri dan sejuk karena banyaknya pepohonan, selain itu vegetasi itu juga dapat dijadikan buffer polusi bagi asrama sehingga pengguna akan merasakan nyaman jika berada diluar disekitar asrama.
10’ KESIMPULAN
VEGETASI Kesimpulan yang bisa didapat dari hasil studi banding antara Puri Dharma Husada sebagai asrama dari Politekkes dan Asrama dari Telkom University ini adalah bahwa aspek vegetasi sangatlah penting untuk dipertimbangkan karena vegetasi memiliki banyak fungsi dan kelebihan jika ditanamkan pada asrama. Vegetasi dapat dikembangkan untuk mengurangi kebisingan disekitar asrama, sebagai peneduh ketika siang hari, untuk mengurangi polusi disekitar asrama, untuk memperindah kawasan dan masih banyak lagi oleh karena itu aspek vegetasi pada asrama perlu diperhatikan.
11 FASILITAS
Fasilitas yang dimiliki asrama Puri Dharma Husada ini hanya memiliki kantin asrama saja bagi pengguna asrama yang berada sebelah gedung asrama sehingga masih kurang untuk memenuhi kebutuhan penggunanya terutama jika penggunanya mahasiswa jika hanya memiliki kantin sebagai fasilitas asrama.
Fasilitas kantin yang ada di asrama Puri Dharma Husada hanya mampu menampung beberapa orang saja sehingga tidak cukup untuk menampung semua pengguna asrama sehingga jika waktunya makan siang kondisi kantin akan penuh dan mengakibatkan rasa tidak nyaman bagi penggunannya.
Fasilitas pada Asrama Telkom University ini memiliki beberapa fasilitas Dapur Asrama ini adalah salah satu fasilitas yang berada pada Asrama Telkom University, Dapur Asrama bisa dipergunakan oleh seluruh pengguna asrama sehingga dapur ini dapat secara maksimal dipergunakan oleh penggunanya sehingga kebutuhan pengguna sudah cukup terpenuhi di Asrama Telkom University ini, namun pada faktanya tidak seluruh pengguna menggunakan dapur ini secara rutin karena beberapa pengguna lebih memilih kantin untuk makan.
11’ KESIMPULAN
FASILITAS Dari hasil studi banding antara Puri Dharma Husada sebagai asrama dari Politekkes dengan Asrama dari Telkom University ini dapat diambil kesimpulan bahwa aspek fasilitas didalam asrama perlu diperhatikan dan dipertimbangkan karena fasilitas – fasilitas asrama harus dapat memenuhi kebutuhan pengguna asrama tersebut dan memiliki kapasitas menampung cukup banyak sehingga tidak terjadinya penumpukan.
12 HIRARKI
Hirarki pada Puri Dharma Husada ini
terlihat pada entrance gedung asrama, terlihat adanya ketinggian sekitar 20cm saat akan memasuki gedung,ini berfungsi agar ketika hujan air turun dan tergenang air tidak akan mudah masuk kedalam gedung asrama dan juga ini memberikan kesan bahwa gedung asrama ini lebih tinggi daripada fasilitas yang ada disekitar gedung. Hirarki pun terlihat saat memasuki gedung asrama bahwa adanya ruang komunal yang memiliki lebih besar daripada ruangan lainnya yang berada di dalam gedung asrama Puri Dharma Husada.
Asrama Telkom University ini memiliki hirarki yang dapat dilihat dibagian luar gedung asrama tepatnya di bagian entrance ke dalam gedung asrama, ini terlihat adanya penambahan ketinggian dengan adanya menambahan anak tangga ini memberi kesan private dan juga selain untuk memberi kesan private ketinggian ini berfungsi sebagai penahan air jiga hujan turun dan menimbulkan genangan, air tidak akan mudah masuk ke dalam gedung asrama walaupun sudah ada drainase disekitar anak tangga.
12’ KESIMPULAN
HIRARKI Dari hasil studi banding antara Puri Dharma Husada sebagai asrama dari Politekkes dengan Asrama dari Telkom University ini dapat diambil kesimpulan bahwa aspek hirarki perlu diperhatikan karena aspek hirarki ini tepatnya saat memberika ketinggian dapat memberikan kesan private dan dapat memiliki fungsi sebagai penahan air ketika turun ataupun terjadinya genangan agar tidak dapat dengan mudah masuk kedalam gedung asrama.
13 TIPE KAMAR
Pada Puri Dharma Husada ini hanya memiliki 1 tipe kamar yang sama bagi seluruh pengguna asrama dengan penambahan balkon disetiap kamar dan hanya dapat menampung satu sampai dua orang bagi setiap kamarnya sehingga gedung dengan jumlah kamarnya tidak dapat dimaksimalkan dengan daya tampung yang kurang banyak. Setiap satu kamar yang kurang memiliki luas yang besar dengan diisi satu sampai dua orang memberikan kesan sempit dan kurang nyaman bagi pengguna.
Tipe kamar yang berada di Asrama Telkom University ini memiliki 1 tipe kamar yang sama bagi seluruh pengguna asrama dan memiliki daya tampung 2 sampai 4 orang.
Asrama Telkom University ini dapat memaksimalkan ruang/kamar pada gedung asramanya karena daya tampung yang cukup banyak bagi setiap kamar namun karena terlalu maksimalkan daya tampung, kamar terkesan sempit dan kurang nyaman bagi pengguna karena adanya penambahan barang didalam kamar yang membuat kamar menjadi penuh.
13’ KESIMPULAN TIPE KAMAR
Kesimpulan yang bisa didapat dari hasil studi banding antara Puri Dharma Husada sebagai asrama dari Politekkes dan Asrama dari Telkom University ini adalah bahwa aspek tipe kamar dapat dipertimbangkan karena ini dapat berpengaruh terhadap daya tampung asrama dan juga dapat berpengaruh terhadap kesan yang akan diberikan terhadap pengguna oleh karena itu type kamar bisa memberikan daya tarik tersendiri.
14 AREA PARKIR
Pada Puri Dharma Husada ini memiliki area parkir yang tidak cukup luas sehingga hanya dapat menampung beberapa kendaraan terutama motor karena area parkir ini hanya dapat menampung motor saja sehingga mobil tidak bisa parkir di area parkir asrama, ini mengakibatkan tidak dapat memaksimalkan daya tampung. Namun area parkir ini memiliki atap sehingga jika terjadi hujan motor tidak akan terkena air atau basah. Area parkir ini berada sangat dekat dengan gedung asrama sehingga sangat efisien dalam penempatan area parkir karena pengguna dapat dengan mudah berpindah tempat.
Area Parkir Asrama Telkom University ini memiliki beberapa area parkir dan kapasitas yang berbeda beda karena area parkir ini digunakan oleh seluruh pengguna Telkom University sehingga ada beberapa titik yang dijadikan area parkir namun ada 2 titik yang dekat dengan gedung asrama dan gambar diatas ini adalah area parkir yang berada dekat dengan gedung asrama dan memiliki kapasitas yang banyak. Area parkir ini tidak akan berpengaruh terhadap sirkulasi kendaraan karena area parkir ini memiliki pembatas sehingga kendaraan tidak akan mengganggu sirkulasi kendaraan yang ada disekitar area parkir.
14’ KESIMPULAN
AREA PARKIR Kesimpulan yang bisa didapat dari hasil studi banding antara Puri Dharma Husada sebagai asrama dari Politekkes dan Asrama dari Telkom University ini adalah bahwa aspek area parkir pada asrama dapat menjadi pertimbangan karena daya tampung pengguna dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna asrama dan juga lokasi area parkir dapat diperhatikan karena jika area parkir terlalu jauh dengan gedung asrama akan mengakibatkan pengguna kelelahan jika menggunakannya secara rutin.
15 VIEW
Pada Puri Dharma Husada ini memiliki view yang dapat dilihat dari balkon yang berada pada setiap kamar namun view yang dapat dilihat hanya bagian belakang gedung asrama karena jarak antara gedung asrama terlalu dekat sehingga view yang dimiliki terkesan monoton dan tidak baik bagi pengguna asrama sehingga penggunaan tidak dapat menikmati view yang ada. Ini juga dapat berpengaruh terhadap sirkulasi cahaya karena sulitnya cahaya masuk kedalam kamar.
View yang dimiliki Asrama Telkom University ini cukup baik karena terdapat taman taman kecil disekitar gedung asrama sehingga setiap kamar pengguna dapat menikmati taman taman kecil yang ada disekitar gedung asrama yang memberikan kesan sejuk dan nyaman bagi pengguna asrama yang ingin menikmati view disekitar gedung asrama. View ini pun dapat dijadikan fasilitas disekitar gedung asrama sebagai taman, selain sebagai fasilitas dan taman ini dapat berfungsi sebagai resapan air disekitar gedung Asrama Telkom University.
15’ KESIMPULAN
VIEW Dari hasil studi banding antara Puri Dharma Husada sebagai asrama dari Politekkes dengan Asrama dari Telkom University ini dapat diambil kesimpulan bahwa aspek view pada asrama dapat diperhatikan dan dipertimbangkan karena aspek view ini dapat berpengaruh terhadap kenyaman pengguna asrama dan dapat memberikan kesan indah dan sejuk pada daerah gedung asrama, selain itu view yang dimiliki asrama dapat menjadi daya tarik tersendiri.
16 AKTIFITAS PENGGUNA
Pada Puri Dharma Husada ini memiliki aktifitas pengguna lebih banyak berada di daerah kampus bukan di asrama namun jika tidak didaerah kampus aktifitas pengguna cenderung lebih memilih di dalam kamar karena tidak ada area yang menarik. Selain di dalam kamar, kantin asrama menjadi area terakhir yang memiliki aktifitas pengguna yang cukup banyak karena dikantin asrama ini pengguna dapat makan dan bersantai selain didalam kamar.
Aktifitas pengguna pada Asrama Telkom University ini cenderung berada di daerah kampus namun ada beberapa area yang memiliki aktifitas pengguna yang cukup banyak yang berada di daerah asrama yaitu selain didalam kamar pengguna beraktifitas disekitar gedung asrama atau ditaman taman disekitar gedung asrama dan juga area teras karena memiliki area yang cukup luas untuk berkumpul dengan sesame pengguna asrama.
16’ KESIMPULAN AKTIFITAS PENGGUNA
Dari hasil studi banding antara Puri Dharma Husada sebagai asrama dari Politekkes dengan Asrama dari Telkom University ini dapat diambil kesimpulan bahwa aspek aktifitas pengguna dapat diperhatikan karena aktifitas pengguna dapat memberikan informasi terhadap kebutuhan ruang bagi pengguna asrama. Selain itu aktifitas pengguna juga dapat memberikan kesan unik tersendiri bagi pengguna Asrama Telkom University.
17 KEBUTUHAN RUANG
Pada Puri Dharma Husada ini dalam aspek kebutuhan ruangnya masih belum bisa memenuhi kebutuhan ruang bagi pengguna asrama karena dalam asrama ini hanya memiliki ruang kamar, kamar mandi, dan ruang meeting saja sehingga kebutuhan ruang bagi pengguna asrama belum cukup. Aspek kebutuhan ruang yang kurang memberikan kebutuhan bagi pengguna asrama ini mengakibatkan pengguna merasa kurang nyaman karena kurangnya ruang yang di butuhkan pengguna, sehingga terkesan membosankan dan kaku bagi pengguna asrama dan juga kurangnya daya tarik jika tidak dapat memenuhi kebutuhan ruang bagi pengguna asrama.
Kebutuhan ruang pada Asrama Telkom University ini dapat cukup memenuhi kebutuhan ruang pengguna karena adanya ruang kamar, ruang dapur, ruang meeting, lobby, mushola, dan front office(penjaga asrama) sehingga kebutuhan pengguna asrama cukup terpenuhi. Aspek kebutuhan ruang ini dapat mengakibatkan nyaman atau tidak nyamannya pengguna asrama namun jika kebutuhan ruang pengguna asrama sudah cukup terpenuhi ini akan membuat pengguna asrama merasa nyaman dan mudah ketika ingin melakukan sesuatu didalam asrama.
Selain itu kebutuhan ruang yang cukup komplit dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna Asrama Telkom University.
17’ KESIMPULAN KEBUTUHAN RUANG
Kesimpulan yang bisa didapat dari hasil studi banding antara Puri Dharma Husada sebagai asrama dari Politekkes dan Asrama dari Telkom University ini adalah bahwa aspek kebutuhan ruang dapat dipertimbangkan karena kebutuhan ruang dapat berpengaruh terhadap kenyamanan pengguna asrama dan juga dapat menjadi daya tarik bagi pengguna asrama.
18 ORGANISASI RUANG
Pada Puri Dharma Husada ini memiliki organisasi ruang yang dapat dilihat dari bagian lorong asrama, lorong asrama ini berbentuk linear yang tidak terlalu panjang dan memiliki ruang kamar yang berulang pada bagian samping lorong asrama puri dharma husada. Ini memberikan kesan monoton dan membosankan bagi pengguna asrama sehingga pengguna akan merasakan kurang nyaman dan bosan. Organisasi ruang ini dapat berpengaruh terhadap sirkulasi cahaya sehingga cahaya akan sulit masuk kedalam gedung asrama dan juga berpengaruh terhadap sirkulasi udara.
Organisasi ruang yang berada pada Asrama Telkom University ini berbentuk linear yang cukup panjang dan disepanjang lorong terdapat pintu – pintu kamar yang berulang di bagian samping lorong. Organisasi ruang ini memberikan kesan monoton pada pengguna asrama sehingga dapat menimbulkan rasa bosan dan kurang nyaman bagi pengguna asrama. Organisasi ruang ini juga dapat berpengaruh terhadap sirkulasi cahaya karena cahaya tidak dapat masuk kedalam gedung asrama sehingga lorong asrama terlihat gelap walaupun disiang hari.
18’ KESIMPULAN ORGANISASI RUANG
Kesimpulan yang bisa didapat dari hasil studi banding antara Puri Dharma Husada sebagai asrama dari Politekkes dan Asrama dari Telkom University ini adalah bahwa aspek organisasi ruang dapat dipertimbangkan karena aspek organisasi ruang dapat berpengaruh terhadap kenyamanan pengguna asrama dan juga aspek organisasi ruang dapat menjadi suatu daya tarik tersendiri bagi pengguna asrama.
19 Hubungan antar Massa
Pada Puri Dharma Husada ini memiliki
hubungan antar massa dengan lingkungan sekitarnya, karena lokasi asrama Puri Dharma Husada ini berlokasi cukup jauh dari kampus, melainkan dekat dengan daerah rumah – rumah warga sekitar yang termasuk sub urban sehingga bangunan asrama Puri Dharma Husada ini memiliki hubungan antar massa dengan lingkungan sekitarnya.
Hubungan antar massa yang berada pada asrama Telkom University ini dapat menyikasi lingkungan sekitarnya. Karena asrama Telkom University ini masih berada dilingkungan kampus sehingga memiliki hubungan antar massa dengan kampus sehingga asrama Telkom University ini memiliki hubungan atau kesamaan dengan gedung kampus yang dapat dilihat dari warna, bentuk, dan konsep gedungnya.
19’ Kesimpulan Hubungan antar Massa
Kesimpulan yang bisa didapat dari hasil studi banding antara Puri Dharma Husada sebagai asrama dari Politekkes dan Asrama dari Telkom University ini adalah bahwa aspek hubungan antar massa bagi asrama dapat menjadi suatu pertimbangan ataupun sesuatu yang perlu diperhatikan dalam mendesain suatu asrama karena aspek ini dapat memberikan daya tarik pengguna asrama.
20 Orientasi Arah Angin
Pada asrama Puri Dharma Husada ini memiliki orientasi arah angin yang hanya memilik sirkulasi udara dari arah bagian samping bangunan. Sehingga udara yang masuk tidak dapat maksimal masuk kedalam gedung asrama sebagai pendingin atau penghawaan bagi setiap ruang dalam bangunan asrama.
Orientasi arah angina pada asrama Telkom University ini memiliki sirkulasi udah yang dapat masuk ke dalam gedung dari segala arah bangunan. Sehingga udara yang masuk dapat secara maksimal masuk kedalam gedung sebagai pendingin atau penghawaan bagi setiap ruang dalam bangunan asrama.
20’ Kesimpulan
Arah Angin Kesimpulan yang bisa didapat dari hasil studi banding antara Puri Dharma Husada sebagai asrama dari Politekkes dan Asrama dari Telkom University ini adalah bahwa aspek arah angina dapay menjadi suatu pertimbangan ataupun sesuatu yang perlu diperhatikan dalam mendesain suatu asrama karena aspek arah angina ini dapat berpengaruh terhadap desain bangunan yang dapat menjadi daya tarik pengguna asrama maupun memberikan kesan nyaman bagi pengguna asrama.
21 Sosial Budaya Pada Puri Dharma Husada ini memiliki sosial budaya yang dapat berpengaruh terhadap aspek aktivitas pengguna, ini dipengaruhi karena jarak antara Puri Dharma Husada dengan kampus terbilang cukup jauh sehingga Puri Dharma Husada ini hanya dijadikan sebagai tempat untuk beristirahat saja atau tidur pada malam hari sehingga asrama ini akan terlihat sepi ketika waktu jam belajar/kuliah.
Aspek sosial budaya yang berada di asrama Telkom University ini dapat terlihat dari aktivitas penggunanya yang berada di daerah kawasan asrama. Asrama Telkom University ini terletak masih didalam kawasan Tekom University oleh karena itu karena semua pengguna asramanya adalah para mahasiswa/I sehingga dapat terlihat bahwa suasana asrama masih memiliki unsur education.
21’ Kesimpulan
Sosial Budaya Kesimpulan yang bisa didapat dari hasil studi banding antara Puri Dharma Husada sebagai asrama dari Politekkes dan Asrama dari Telkom University ini adalah bahwa aspek sosial budaya dapat menjadi suatu yang dapat dipertimbangkan dan juga dapat diperhatikan dalam mendesain suatu asrama karena ini dapat mempengaruhi dari pengguna asrama itu sendiri dan juga ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna asrama.