MAKALAH
Agent Electronic Know Your Customer
Atia Maulani Semarang
2021
Kata Pengantar
Segala puji bagi Allah SWT. yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah “Agent Electronic Know Your Customer”. Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan kepada nabi besar Muhammad SAW. yang telah memberikan pedoman hidup yakni Al-Qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia.
Makalah ini merupakan salah satu tugas syarat dari Traning di PT.Infomedia Nusantara E- Learning Agent E-KYC (Social Media) BATCH 6 – LinkAja. Saya menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah ini, maka dari itu saya
mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan-perbaikan selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.
Semarang, 24 Mei 2021
Daftar Isi
Kata Pengantar...
Daftar Isi...
BAB I...
PENDAHULUAN...
A. Latar Belakang...
B. Rumusan Masalah...
C. Tujuan...
BAB II...
PEMBAHASAN...
A. Pengertian E-KYC...
B. Daftar pengguna dan Hambatan E-KYC...
C. Proses Penerapan E-KYC...
D. Penerapan E-KYC di Berbagai Negara...
BAB III...
PENUTUP...
A. Kesimpulan...
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Perkembangan teknologi saat ini tidak bisa dihindarkan dari apek kehidupan masyarakat sebagai pengguna teknologi internet. Hal ini berdasarkan hasil survey dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sebagai asosiasi dengan program strategis dalam pengembangan jaringan internet Indonesia, antara jangka waktu Juli 2016 sampai dengan Juli 2017 menyatakan bahwa pengguna internet Indonesia mencapai 132,7 juta jiwa .
Di era globalisasi informasi, jaringan pinjaman dengan berbagai cara dan metoda semakin memberikan kemudahan dalam mengakses dan melakukan transaksi pinjaman dan pembiayaan baik secara manual maupun melalui jaringan online banyak tersedia. Beberapa perkembangan yang muncul seiring dengan hal tersebut dari dunia perbankan, keuangan non bank seperti lembaga
pembiayaan, koperasi, hingga e-commerce atau perdagangan elektronik, peer to peer lending , fintech lender, dan fintech aggregator . Perkembangan di bidang pengetahuan dan teknologi telah mendorong pula perkembangan ragam kejahatan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Terdapat berbagai modus yang dilakukan oleh para pelaku kejahatan tersebut untuk
menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan tersebut, salah satunya adalah dengan memasukkan hasil tindak kejahatannya tersebut ke dalam sistem keuangan (financial system), terutama ke dalam sistem perbankan. Dengan demikian asal usul harta kekayaan tersebut tidak dapat dilacak oleh penegak hukum. Modus inilah yang disebut dengan pencucian uang (Money
Laundering).
Menurut Sitompul (2004 : 29) prinsip mengenal nasabah yang lebih dikenal dengan Know Your Customer Principles (KYCP) adalah prinsip yang diterapkan bank untuk mengetahui identitas nasabah, memantau kegiatan tranksaksi nasabah termasuk pelaporan tranksaksi yang mencurigakan dan sudah menjadi kewajiban bank untuk menerapkannya. Penerapan prinsip mengenal nasabah dalam transaksi perbankan merupakan faktor yang penting dalam melindungi tingkat kesehatan bank.
Hal ini dikarenakan dengan adanya prinsip ini berarti bank telah menerapkan prudential banking (kehatihatian), dengan demikian bank akan terhindar dari berbagai risiko yang dapat mengganggu tingkat kesehatan bank itu sendiri.
Pelaksanaan prinsip mengenal nasabah (Know Your Customer Principles) merupakan hal yang relatif baru untuk industri jasa keuangan di Indonesia. Sebagai konsekuensinya tentu di dalam pelaksanaannya akan terdapat berbagai tanggapan baik yang bersifat pro maupun yang kontra. Ada kekhawatiran penerapan prinsip mengenal nasabah ini akan berdampak kepada nasabah dan volume bisnis pada industri jasa keuangan yang bersangkutan.
Prinsip mengenal nasabah membantu melindungi reputasi dan integritas sistem perbankan dengan mencegah perbankan digunakan sebagai alat kejahatan keuangan.
Penerapan prinsip mengenal nasabah (Know Your Customer) ini didasari pertimbangan bahwa prinsip ini penting dalam rangka prudential banking untuk melindungi bank dari berbagai risiko dalam berhubungan dengan nasabah.
Untuk melindungi kepentingan perbankan dan dalam hal penegakan prudential system, maka bank harus melakukan berbagai upaya antara lain :
1. Bank harus mengetahui identitas nasabah yang akan atau sedang menggunakan jasa perbankan(know your customer principles).
2. Manajemen bank harus menjamin bahwa transaksi yang dilakukan telah sesuai dengan kode etika dan peraturan atau ketentuan yang berkaitan dengan transaksi tersebut (prudential system) UU No 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan.
3. Dalam kaitannya dengan pelaksanaan ketentuan rahasia bank, bank harus bekerjasama dengan aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku (bank secrecy).
Prinsip mengenal nasabah diartikan sebagai prinsip yang diterapkan bank untuk mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan identitas nasabah yang dilanjutkan kemudian dengan memantau kegiatan transaksi nasabah dan bilamana terdapat kegiatan transaksi yang mencurigakan supaya dilaporkan.
B. RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang tersebut bahwa rumusan masalah pada penelitian ini ialah:
1. Bagaimana penjelasan dan penggunaan penerapan prinsip KYC (Know Your Customer) pada transaksi.
2. Hambatan-hambatan apakah yang dihadapi oleh Bank dalam melaksanakan penerapan prinsip pada transaksi dan Pengguna dalam prinsip KYC (Know Your Customer).
3. Solusi dalam mengatasi permasalahan yang muncul dalam penerapan prinsip KYC (KnowYour Customer) pada transaksi.
C. TUJUAN
Memungkinkan institusi jasa keuangan mengenal dan memahami para nasabahnya;
Sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme oleh penyedia jasa Keuangan pasar modal
Sebagai langkah awal pembentukan Single Identification Investor Number (SID Investor) untuk nasabah Reksa Dana yang akan diintegrasikan dengan sistem AKSes (acuan kepemilikan sekuritas) yang dikembangkan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Sebagai sarana pengamanan transaksi, agar dana kamu hanya bisa dicairkan ke rekening atas nama diri sendiri.
Menyediakan sistem pengawasan internal pada kegiatan yang sedang berlangsung.
BAB II PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN E-KYC
Konsep electronic Know Your Customer (eKYC) merupakan hal yang tidak baru lagi karena sudah cukup lama diperbincangkan. Namun, penerapannya di Indonesia masih belum begitu masif.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri sudah menekankan pentingnya eKYC di industri keuangan dalam mengenal nasabah. Hal ini dikaitkan dengan meningkatnya perkembangan
perusahaan Financial Technology (Fintech) yang begitu pesat.
Lalu, apa itu eKYC? eKYC adalah prosedur untuk mengidentifikasi dan melakukan verifikasi identitas pelanggan secara digital atau online. Proses dari eKYC terdiri dari serangkaian pemeriksaan yang dilakukan pada tahap pertama komunikasi dengan klien untuk verifikasi bahwa mereka adalah orang yang sesuai dengan identitas yang dicantumkan.
Untuk memastikan bahwa proses eKYC memenuhi standar yang sama dengan KYC, sebelumnya dilakukan secara konvensional, perusahaan harus menerapkan proses identifikasi elektronik dengan tingkat keamanan dan keandalan yang tinggi serta mengikuti aturan yang ditetapkan dalam AML5 (Fifth Anti-Money Laundering Directive) atau eIDAS (electronic
Identification, Authentication and Trust Services). Namun di balik aturan tersebut, kemudahan yang ditawarkan eKYC akan membuat perusahaan lebih mudah dalam mengenali calon klien atau pelanggan.
Mengapa KYC perlu dilakukan?
Sebagai nasabah, Anda harus menjalani proses KYC untuk memastikan bahwa identitas Anda adalah benar dan sah. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, institusi jasa keuangan wajib melakukan proses KYC terhadap para calon nasabahnya dan informasi yang terkumpul dari nasabah harus dijaga kerahasiaannya.
Dasar kebijakan
Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 30/PMK.010/2010 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi Lembaga Keuangan Non-Bank
POJK Nomor 12-POJK.01-2017 tentang Penerapan Program APU PPT di Sektor Jasa Keuangan
Standar dan kebijakan internal yang dimiliki oleh perusahaan sendiri.
Apakah pencucian uang itu?
Pencucian uang adalah serangkaian transaksi keuangan yang kompleks yang berasal dari dana yang dikembangkan secara ilegal. Transaksi ini bertujuan untuk menyamarkan asal dari dana tersebut dengan cara menyusupkan bagian-bagian dari dana pada sektor ekonomi dan keuangan di dalam maupun melintasi batas-batas negara.
B. DAFTAR PENGGUNA DAN HAMBATAN E-KYC
Sejak awal, konsep KYC yang kemudian berkembang menjadi eKYC memang digunakan pada industri keuangan. Namun seiring waktu, industri keuangan pun bertransformasi digital, sehingga model bisnis industri keuangan semakin beragam. Hal ini turut memperluas cakupan penggunaan eKYC, mulai dari perbankan hingga fintech yang beragam jenisnya.
Perbankan
eKYC merupakan teknologi yang dapat membantu perusahaan perbankan mengakuisisi klien.
Teknologi ini pun menjadi salah satu elemen inti dari proses awal yang memungkinkan proses kerja sama berlangsung lebih lanjut serta mencegah potensi risiko.
Lembaga keuangan harus fokus mengurangi kegiatan yang rumit dan mengonsumsi banyak waktu. Pasalnya, pengalaman pelanggan merupakan kriteria yang penting bagi pelanggan dalam memilih perusahaan perbankan yang dianggap berkualitas. Dalam praktik pembukaan rekening misalnya, bank menawarkan layanan online namun tetap mengharuskan pelanggan berkunjung ke bank cabang terdekat atau menggunakan kurir untuk mempersingkat proses.
Proses ini dapat diatasi dengan eKYC yang memberikan peluang bagi pelanggan untuk membuka rekening bank tanpa harus mengunjungi bank cabang.
Manfaat eKYC lainnya yang dapat dirasakan pelanggan perbankan adalah akses instan pada catatan keuangan secara real-time. Proses ini tidak hanya efisien, namun juga dapat meminimalisir biaya operasional serta meningkatkan citra perusahaan karena kemudahan yang dirasakan pelanggan.
Asuransi
Perusahaan asuransi turut memiliki tanggung jawab untuk mengidentifikasi pelanggan dan memahami risiko yang akan mereka ambil sebelum memberikan layanan. Namun, proses yang panjang atau dirasa kurang nyaman dapat menjadi kendala bagi pelanggan untuk mendaftar layanan asuransi.
Kendala itu dapat terbantu oleh eKYC di mana autentikasi dan verifikasi identitas pelanggan dilakukan secara digital. Dengan demikian, proses verifikasi dapat dijalankan dalam waktu singkat sehingga membuat pelanggan tak menunggu lama. Terkait kondisi saat ini di tengah pandemi, eKYC bagi pelanggan asuransi juga memungkinkan untuk mengajukan pembelian produk asuransi secara online.
Fintech
Startup yang bergelut di bidang Fintech sudah mulai populer di Indonesia. Namun sejumlah startup Fintech tersebut memiliki model bisnis yang berbeda, tergantung pada jenis layanannya. Tiga di antara startup Fintech yaitu mobile payment, peer-to-peer lending (P2P) hingga e-wallet. Terlepas dari perbedaan model bisnisnya, proses verifikasi pelanggan dilakukan dengan tahapan yang hampir sama.
Untuk pelanggan P2P misalnya, eKYC dapat mempermudah pendaftaran bagi lender dan borrower, sehingga turut mempermudah proses akuisisi khususnya untuk pelanggan yang berada di kota kecil. Proses ini juga akan membantu perusahaan memenuhi
prinsip anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APU-PPT) yang akan diwajibkan oleh OJK pada tahun 2021.
C. Proses Penerapan KYC
Penerapan Known Your Customer (KYC) bukan hal baru lagi terutama di dunia perbankan.
Ini merupakan prosedur standar dalam lembaga keuangan untuk mengenal nasabah. Seiring
perkembangan digitalisasi saat ini, proses KYC pun dilakukan secara elektronik, atau dikenal dengan Electronic Know Your Customer (e-KYC). Berbeda dengan proses KYC konvensional, penerapan e- KYC akan meniadakan proses tatap muka langsung saat melakukan verifikasi calon pelanggan.
Dalam e-KYC, verifikasi dilakukan secara online dan real timedengan otorisasi langsung dari pelanggan. Penerapan KYC ini diatur secara khusus dalam Peraturan Bank Indonesia. Dalam peraturan ini, definisi KYC adalah sebagai prinsip yang diterapkan bank untuk mengetahui identitas nasabah, memantau kegiatan transaksi nasabah, termasuk pelaporan transaksi yang mencurigakan.
Selain layanan perbankan, e-KYC umumnya digunakan oleh berbagai layanan finansial lainnya. Perkembangan layanan keuangan berbasis online semakin membuka peluang penerapan e- KYC di Tanah Air. Nantinya, setiap perusahaan financial technology (fintech) yang terdaftar di Indonesia akan menggunakan sistem e-KYC untuk lebih mengenal calon pelanggan.
D. Penerapan E-KYC di Berbagai Negara
Perusahaan financial technology (fintech) terus berkembang di berbagai negara termasuk di Indonesia. Dengan berkembangnya perusahaan tersebut, layanan electronic Know Your Customer (e- KYC) turut populer digunakan sebagai solusi dalam mengidentifikasi dan verifikasi pelanggan. e- KYC adalah prosedur untuk mengidentifikasi dan melakukan verifikasi identitas pelanggan secara digital atau online. Proses dari e-KYC adalah terdiri dari serangkaian pemeriksaan yang dilakukan pada tahap pertama komunikasi dengan klien untuk verifikasi bahwa mereka adalah orang yang sesuai dengan identitas yang dicantumkan.
Penerapan e-KYC di Indonesia
Penerapan KYC di Indonesia sudah diwajibkan oleh Bank Indonesia. Aturan tersebut tercantum dalam peraturan BI No.3/10/PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Pelanggan (Know Your Customer Principles). Peraturan ini mewajibkan bank umum bertatap muka dengan calon nasabah secara langsung untuk verifikasi data. Namun seiring waktu, perbankan turut menggunakan layanan e-KYC, yaitu proses KYC yang dilakukan secara virtual,untuk memverifikasi data pelanggan. Praktik tersebut menyusul aturan OJK POJK12/2017, yang memungkinkan bank memproses verifikasi menggunakan media/sarana elektronik yang secara spesifik tercantum dalam Pasal 17.
e-KYC di Malaysia
Beberapa waktu lalu Bank Negara Malaysia menerbitkan dokumen kebijakan e-KYC yang diberlakukan untuk semua lembaga keuangan termasuk bank, asuransi, perusahaan remitensi, money changer, dan lain-lain. Kebijakan ini diterbitkan untuk menyederhanakan praktik penerapan teknologi e-KYC dan verifikasi pelanggan.
Dalam dokumen tersebut tercantum bahwa lembaga keuangan dapat memungkinkan pelanggan untuk melakukan e-KYC melalui video call atau pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, Machine Learning, serta algoritma prediktif untuk memproses verifikasi.
Yang tak kalah penting, kebijakan itu menyebutkan lembaga keuangan harus memastikan pelanggan adalah orang yang bersangkutan, bukan orang lain yang meniru identitas orang terkait.
Untuk menempuh hal ini, Bank Negara Malaysia menyarankan lembaga keuangan menggunakan teknologi Liveness Detection.
Model e-KYC di Hong Kong
Di Hong Kong, e-KYC tidak diwajibkan, melainkan terbuka untuk perusahaan manapun.
Otoritas setempat hanya memberikan panduan umum sembari tetap menganalisis dan menyetujui atau menolak prosedur tertentu. Pada 2019, HKMA atau Otoritas Moneter Hong Kong merilis edaran baru yang berisi panduan untuk melakukan verifikasi jarak jauh. Namun panduan itu tidak memberikan daftar tindakan khusus untuk dipatuhi, melainkan hanya menyatakan bahwa teknologi yang diadopsi untuk orientasi jarak jauh harus mencakup otentikasi/verifikasi identitas dan pencocokan identitas seperti menggunakan face recognition.
e-KYC ala Jerman
Jerman pertama kali mengadopsi verifikasi melalui panggilan video. Regulator Jerman, BaFin, untuk pertama kalinya memungkinkan identifikasi dan verifikasi pelanggan melalui tautan video secara langsung. Januari tahun ini, RBI (Reserve Bank of India) juga mengumumkan akan mengizinkan e-KYC berbasis video sebagai opsi untuk menetapkan identitas pelanggan. Industri keuangan di India sendiri sudah lama meminta izin untuk melakukan proses e-KYC via video demi menjangkau pelanggan di lokasi terpencil. MAS (Otoritas Moneter Singapura) juga menggunakan e- KYC via video pada 2018 dan menyebutkan bahwa video conference real-time untuk kebutuhan verifikasi identitas harus sebanding dengan tatap muka langsung. Sebagai informasi, verifikasi via video memiliki keunggulan dalam mencegah pencurian identitas. Di sisi lain, praktik ini menjadi beban tersendiri bagi tim terkait dalam mengelola banyaknya video conference yang berlangsung.
Model e-KYC di Swedia
Penerapan e-KYC di Swedia mengharuskan pembuatan ID digital atau e-KYC terpusat.
Model ini digunakan oleh lembaga terpercaya seperti pemerintah, yang dapat dirujuk ke lembaga keuangan saat memeriksa calon pelanggan. Swedia terbilang menarik karena model ID digital digunakan pertama kali oleh bank pada 2003. Data identitas pelanggan dalam skema ini berada di bank pengguna dan tidak terpusat, sehingga tidak begitu rentan dengan peretasan. Kendati digagas oleh bank, ID digital tersebut juga kini diterima oleh pemerintah sebagai bentuk identifikasi.
India merupakan salah satu pelopor yang menggunakan model e-KYC ini dengan sistem Aadhaar. Dirilis pada 2009 dan dipandang sebagai pola dasar ID digital global, Aadhaar kini memiliki lebih dari1,21 milia rpengguna. Sederhananya Aadhaar adalah nomor identifikasi individu yang dikeluarkan oleh Unique Identification Authority of India (UIDAI), dengan tujuan menetapkan identitas unik setiap pelanggan. Sayangnya, model e-KYC terpusat ini rentan terhadap risiko besar seperti peretasan atau kesalahan implementasi. Pada Januari 2019, pemerintah India mengumumkan jutaan data biometrik lengkap para pengguna Aadhaar bocor, sehingga dihentikansementara.
Di Singapura, pemerintah memperkenalkan platform data pribadi digital yang dikenal sebagai MyInfo pada Mei 2016 untuk menyederhanakan proses verifikasi identitas selama transaksi online.
Sejak dikenalkan, MAS tidak mewajibkan lembaga keuangan yang diberi akses ke MyInfo pelanggan untuk mendapatkan dokumen tambahan guna memverifikasi identitas pelanggan.
BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN
Untuk mengantisipasi permasalahan di atas, KYC dapat dikembangkan lebih lanjut dengan memanfaatkan teknologi menjadi Electronic Know Your Customer (e-KYC). Berbeda dengan KYC, proses e-KYC meniadakan proses tatap muka langsung saat verifikasi calon pelanggan.
Dalam e-KYC, verifikasi diselesaikan secara online dan real time dengan otorisasi langsung dari pelanggannya. Dengan pengerjaan secara real time, e-KYC dapat mengurangi waktu verifikasi dokumen dan memangkas biaya dari banyaknya penggunaan kertas untuk mencetak atau biaya pengiriman dokumen keluar kota.
Penerapan e-KYC sendiri bisa beragam. Mulai dari panggilan video, mengirimkan foto wajah, memanfaatkan data kependudukan lewat KTP Elektronik yang kini telah terintegrasi dengan data unik seperti sidik jari dan retina, hingga menggunakan tanda tangan digital.
Dalam UU RI no. 11 th. 2008, pemerintah Indonesia menyatakan bahwa tanda tangan digital memiliki kekuatan hukum dan akibat hukum yang sah selama memenuhi beberapa persyaratan, termasuk di antaranya kemampuan untuk mengidentifikasi dan memverifikasi penggunanya di dunia digital. Dengan demikian, selain menyediakan teknologi tanda tangan digital yang praktis, penyedia jasa tanda tangan digital juga dapat membantu proses customer due dilligence untuk berbagai institusi finansial.
MAKALAH
PENGERTIAN PT INFOMEDIA NUSANTARA
Atia Maulani Semarang
2021
Kata Pengantar
Segala puji bagi Allah SWT. yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah “Pengertian PT Infomedia Nusantara”. Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan kepada nabi besar Muhammad SAW. yang telah memberikan pedoman hidup yakni Al-Qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia.
Makalah ini merupakan salah satu tugas syarat dari Traning di PT.Infomedia Nusantara E- Learning Agent E-KYC (Social Media) BATCH 6 – LinkAja. Saya menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah ini, maka dari itu saya
mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan-perbaikan selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.
Semarang, 24 Mei 2021
Daftar Isi
Kata Pengantar...
Daftar Isi...
BAB I...
PENDAHULUAN...
A. Latar Belakang...
B. Rumusan Masalah...
C. Tujuan...
BAB II...
PEMBAHASAN...
A. Sejarah PT Infomedia...
B. Visi dan Misi Perusahaan...
C. Logo Perusahaan...
BAB III...
PENUTUP...
A. Kesimpulan...
BAB I
PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
PT Infomedia Nusantara adalah perusahaan penyedia jasa dibidang informasi.
Perusahaan ini adalah anak perusahaan dari PT Telkom Indonesia. PT Infomedia Nusantara mengkhususkan diri dengan penyediaan jasa dalam bidang media penerbitan dan iklan, serta menjadi saluran informasi bagi pelanggan telepon Telkom. Dapat dikatakan bahwa PT Infomedia Nusantara merupakan perusahaan penyedia layanan informasi telepon di Indonesia. Perusahaan ini menerbitkan Buku Petunjuk Telepon Telkom Yellow Pages.
Saat ini PT Infomedia Nusantara terus melakukan inovasi dan terobosan-terobosan dalam berbisnis dengan mengembangkan tiga layanan utamanya yaitu, Layanan Direktori, Layanan Contact Center, dan Layanan Content menjadi Layanan Contact Center & Outsourcing serta Layanan Digital Media & Rich Content (DMRC). Layanan Contact Center & Outsourcing adalah layanan outsourcing untuk memberikan solusi dalam penanganan manajemen hubungan pelanggan dan seluruh bisnis perusahaan outsourcing, termasuk diantaranya adalah IT Services, HR Services, dan Back Offices Services. Sedangkan Layanan Digital Media & Rich Content (DMRC) merupakan layanan informasi berbasis direktori yang dapat diakses melalui berbagai akses media seperti printed, online, mobile dengan cara cepat dan akurat.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan dari latar belakang masalah di atas maka dapat dirumuskan permasalahan yaitu Sejarah PT Infomedia Nusantara, Visi misi dan Siapa saja Customer yang bekerja sama dengan PT Infomedia Nusantara ?
C. TUJUAN
Dengan adanya makalah ini diharapkan saya mampu memberikan manfaat bagi perusahaan Infomedia Nusantara dalam bisnis web developmentnya melalui perancangan dan pelayanan salah satu customer dari Infomedia Nusantara. Ada pun tujuan dari peneltian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi kebijakan program pelayanan kepada pelanggan PT. Infomedia Nusantara
BAB II PEMBAHASAN A. Sejarah PT. Infomedia Nusantara
PT Infomedia Nusantara merupakan perusahaan penyedia jasa layanan informasi pertama di Indonesia. PT Infomedia Nusantara ini memulai awal perjalanannya pada tahun 1975. PT Infomedia Nusantara telah menerbitkan Buku Petunjuk Telepon Telkom Yellow Pages di bawah sub divisi Elnusa GTDI dari anak perusahaan Pertamina. Perkembangan selanjutnya tercatat bahwa PT Infomedia Nusantara ini semula bernama PT Elnusa Yellow Pages yang berdiri pada tanggal 20 Juni 1984. Kemudian pada tahun 1995 berubah nama menjadi PT Infomedia Nusantara pada saat PT Telkom Tbk menanamkan investasi.
Untuk mendukung implementasi Good Coorporate Governance dalam setiap aspek kegiatan perusahaan, PT Infomedia Nusantara telah mengeluarkan kebijakan pedoman tata kelola perusahaan di tahun 2008. Pada tanggal 30 Juni 2009 PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) melalui PT Multimedia Nusantara (Metra), anak perusahaan yang 99,99% milik Telkom (selanjutnya disebut TelkomGroup) telah menandatangani Shares Sales & Purchase Agreement (SPA) untuk membeli 49% saham PT Infomedia Nusantara milik PT Elnusa Tbk, sehingga saat ini 100% saham PT Infomedia Nusantara secara resmi dimiliki oleh Telkom Group. Saat ini PT Infomedia Nusantara telah melaksanakan transformasi bisnis dari 3 Pilar Bisnis (Layanan Direktori, Layanan Contact Center dan Layanan Konten) menjadi Layanan Contact Center & Outsourcing dan Layanan Digital STIKOM SURABAYA Media & Rich Content (DMRC).
Hal itu dilakukan agar menyesuaikan dengan visinya, yaitu menjadi penyedia layanan informasi terintegrasi dan solusi media digital yang utama di kawasan regional, serta
berkomitmen untuk senantiasa memberikan layanan terbaik bagi penguna dan pelanggan, Layanan Contact Center & Outsourcing Infomedia merupakan layanan outsourcing seluruh proses bisnis perusahaan yang meliputi Contact Center Services, HR Services, IT Services dan Back Office Services. Sedangkan DMRC Infomedia adalah layanan informasi berbasis direktori yang dapat diakses melalui berbagai media, misalnya printed (Yellow Pages, WhitePages & Direktori Khusus dan Media Komunitas), mobile (mobile application, SMS Broadcast, QR Code, Layanan 108, My Mobile Directory 108, m.yellowpages.co.id) dan online (online ads, e-commerce, membership, online game, web development). Keseluruhan produk dan layanan PT Infomedia Nusantara merupakan komitmen perusahaan dalam memberikan solusi layanan informasi dan komunikasi yang prima bagi pelanggan dan masyarakat di Indonesia.
B. Visi dan Misi Perusahaan
PT. Infomedia Nusantara memiliki visi menjadi penyedia jasa layanan informasi yang utama di kawasan regional.
PT. Infomedia Nusantara memiliki misi yaitu memberikan produk dan layanan yang terbaik untuk meningatkan nilai tambah bagi pelanggan.
C. Logo PT Infomedia Nusantara
Memberikan gambaran kematangan, hightech, inovatif. Menunjukkan kesan akrab dan bersahabat. Berupa taburan 9 butir benih yang memancarkan kehangatan, bernas mengandung vitalitas bagi kemanusiaan, tersusun bagaikan berlian melambangkan kesempurnaan dalam pemberian pelayanan
BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang Implementasi Kebijakan Program Pelayanan Pelanggan pada PT. Infomedia Nusantara maka dapat ditarik kesimpulannya sebagai berikut:
1. Bahwa secara umum dapat kita lihat bahwa Implementasi Kebijakan Program Pelayanan kepada Pelanggan pada PT. Infomedia Nusantara Divisi sudah berjalan sesuai dengan Peraturan Mentri Komunikasi dan Informatika.
2. Implementasi Kebijakan Program Pelayanan Kepada Pelanggan pada PT. Infomedia Nusantara sudah berjalan dengan lancar dan baik.
3. Implementasi Kebijakan Program Pelayanan Kepada Pelanggan pada PT. Infomedia Nusantara sudah berupaya untuk memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan sehingga pelanggan merasa puas dan semakin loyal.
MAKALAH
PENGERTIAN E-Wallet LinkAja
Atia Maulani Semarang
2021
Kata Pengantar
Segala puji bagi Allah SWT. yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah “Pengertian E-Wallet LinkAja”. Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan kepada nabi besar Muhammad SAW. yang telah memberikan pedoman hidup yakni Al- Qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia.
Makalah ini merupakan salah satu tugas syarat dari Traning di PT.Infomedia Nusantara E- Learning Agent E-KYC (Social Media) BATCH 6 – LinkAja. Saya menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah ini, maka dari itu saya
mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan-perbaikan selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.
Semarang, 24 Mei 2021
Daftar Isi
Kata Pengantar...
Daftar Isi...
BAB I...
PENDAHULUAN...
A. Latar Belakang...
B. Rumusan Masalah...
C. Tujuan...
BAB II...
PEMBAHASAN...
A. Sejarah LinkAja...
B. Keuntungan menggunakan LinkAja...
C. Fitur Aplikasi...
D.Kompetitor LinkAja...
BAB III...
PENUTUP...
A. Kesimpulan...
BAB I
PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
Sistem pembayaran memegang peranan yang paling penting dalam perekonomian suatu negara.
Dengan berjalannya sistem pembayaran yang lancar maka perekonomian Negara tersebut akan lancar. Ke efisiennan dari sistem pembayaran dapat diukur dari kemampuan menciptakan biaya yang seminimal mungkin untuk mendapatkan sesuatu dari kegiatan ekonomi. Instrumen utama dalam suatu transaksi antara produsen dan konsumen adalah alat pembayaran. Seiring berkembangnya teknologi pada dunia berbisnis yang semakin pesat sangat memberikan dampak yang positif bagi kehidupan masyarakat. Tidak hanya perkembangan dari segi teknologinya namun juga
perkembangan dalam metode pembayaran pun sudah semakin berkembang, seperti adanya pembayaran melalui kartu kredit, debit, uang elektronik.
Dengan adanya instrumen pembayaran non tunai yang sederhana dan mudah sangat diharapkan untuk memudahkan masyarakat dalam proses jual beli terutama saat membawa dalam jumlah yang banyak. Perusahaan-perusahaan yang menyediakan jasa uang non tunai pun berlomba lomba untuk menawarkan kemudahan bertransaksi melalui saluran non tunai. Pada tahun 2014 Gubernur dari Bank Indonesia mencanangkan “Gerakan Nasional Non Tunai” sebagai bagian dari peringatan Hut ke-69 Republik Indonesia. Fungsi dari GNNT ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat 2 dalam transaksi non tunai khususnya saat melakukan kegiatan ekonomi. Di ASEAN, penggunaan instrumen non tunai di Indonesia relatif rendah dibandingkan dengan kondisi geografi dan jumlah populasi. Negara China menjadi juara dalam penggunaan transaksi non tunai terutama dalam penggunaan Alipay dan We Chat. Kedua aplikasi tersebut terhubung ke bank dan diawasi oleh Bank of China. Sehingga banyak masyarakat china yang keluar rumah hanya membawa telepon genggam. Selain China, Eropa telah mengikuti jejak china bertransformasi ke non tunai. Bahkan berapa kafe yang berada di London/ Inggris sudah tidak lagi menerima pembayaran tunai. Manfaat dari GNNT yang pertama dilihat dari sisi keamanan dan kepraktisan, masyarakat tidak perlu lagi membawa uang dalam jumlah banyak karena dalam instrumen non tunai masyarakat hanya perlu membawa kartu/ telepon genggam sehingga membuat masyarakat lebih efisien. Kedua, menekan biaya percetakan uang tunai.
Dikutip dari situs Bank Indonesia anggaran yang dikeluarkan setiap tahun untuk mencetak uang baru sebesar Rp3.5 Triliun. Ketiga, transaksi non tunai akan tercatat secara lengkap dan mudah untuk dilacak yang dapat memudahkan masyarakat dalam menghitung aktivitas ekonomi. Terakhir, dengan adanya transaksi non tunai maka perputaran uang semakin cepat berdampak pada
pertumbuhan ekonomi yang pesat. E-wallet sering disamakan dengan E-Money, namun sebenarnya E-wallet dan E-Money adalah jenis penyimpanan saldo dari uang elektronik sehingga memiliki kesamaan yang sering ditafsirkan sebagai dua hal yang sama. Menurut Bank Indonesia ada dua jenis penyimpanan nilai uang yaitu chip yang dikenal sebagai E-money dan server yang dikenal dengan E- wallet. Emoney adalah alat pembayaran yang disimpan didalam chip atau menggunakan kartu. Bank Indonesia mendefinisikan uang elektronik sebagai uang yang tersimpan di sistem sepeti chip/ server.
E-wallet adalah uang elektronik yang berbasis server based. Berikut adalah daftar perusahaan penyedia e money dan juga E-wallet (Bank Indonesia, 2018)
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah di uraikan diatas, maka dapat dirumuskan masalah yang dapat diangkat dalam penulisan ini yaitu :
1. Bagaimana Prosedur sejarah Aktivasi Aplikasi LinkAja?
2. Keuntungan apa saja menggunakan LinkAja?
3. Fitur aplikasi dan kompetitor LinkAja?
C. TUJUAN
Adapun tujuan dari penulis untuk melakukan penelitian ini adalah :
Meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang uang elektronik LinkAja, bagaimana pengaruhnya di masyarakat dan bagaimana cara penggunaannya. Dapat menjadi rujukan penulis dalam pembuatan akun uang elektronik
BAB II PEMBAHASAN A. Sejarah LinkAja
Mobile wallet adalah istilah dari penggunaan layanan transaksi dengan electronic money (e-money) dengan telpon genggam atau gadget lainnya yang bersifat mobile.
Pelopor dari mobile wallet di Indonesia adalah Telkomsel yang berkerja sama dengan BNI dengan produk T-Cash.Telkomsel Cash (T-Cash) merupakan suatu inovasi baru dari telkomsel dalam berkontibusi dibidang teknologi. T-Cash yaitu sebuah layanan uang elektronik dari Telkomsel yang berfungsi sebagai alat pembayaran dan transaksi lainnya melalui ponsel. T-Cash pertama kali diluncurkan pada tanggal 9 Januari 2007. Pada tanggal 15 Oktober 2015 layanan T-Cash telah diperbaharui dengan mengadopsi teknologi Near Field Communication (NFC) yang merupakan pengembangan metode pembayaran T-Cash pada merchant fisik, dengan menggunakan media stiker dan mesin Electronic Data Capture (EDC) yaitu T-Cash Tap.
Produk Telkomsel Cash(T-Cash) adalah satu bentuk Digital Cash di Indonesia
Telkomsel yang dapat digunakan pelanggan Telkomsel untuk melakukan transaksi pembelian dan pembayaran secara digital dengan menggunakan pin di merchant yang berlogo T.Cash. Dalam layanan ini, pelanggan bisa melakukan beragam transaksi mulai dari cash in(penukaran uang tunai menjadi uang elektronik), cek saldo terakhir, purchase (pembelian produk di merchant yang telah bekerja sama dengan Telkomsel), mengecek lima transaksi terakhir, ganti pin, reset pin, pengisian pulsa pin dan unregist. Menariknya perusahaan yang memperkenalkan produk ini bukanlah perusahaan perbankan yang selalu identik dengan urusan uang melainkan sebuah perusahaan telekomunikasi seluler yaitu Telkomsel.
Dengan diluncurkannya T-Cash ini, lagi-lagi Telkomsel menjadi pionir dengan menghadirkan produk baru yang inovatif berupa aplikasi.T-Cash memberikan keuntungan yaitu kemudahan dalam melakukan transaksi pembelian tanpa perlu membayar uang tunai, dapat melakukan berbagai macam pembayaran, maupun penarikan uang tunai pada merchant yang sudah bekerja sama dengan operator yang digunakan pengguna, dan
keamanan terjaga karena adanya nomor PIN untuk otorisasi transaksi. Selain itu T-Cash dilengkapi dengan fitur transfer dan pengambilan saldo menjadi uang tunai.
Sejak saat ini, bisnis T-Cashpun berkembang pesat, mencakup berbagai kalangan masyarakat, baik yang tinggal di wilayah perkotaan, maupun di daerah terpencil dan belum tersentuh layanan perbankan (unbanked segment). Produk T-Cash ini hadir di Indonesia sebagai instrumen pembayaran non-tunai untuk transaksi dengan nominal kecil (micropayment). Telkomsel menyadari bahwa tren perkembangan transaksi kedepan adalah transaksi non-tunai (cashless) yang menawarkan kecepatan, kepraktisan dan sekaligus
keamanan transaksi. Akan tetapi di tahun 2019 Tcash resmi berubah menjadi LinkAja.Hingga pertengahan tahun 2018, Tcash secara resmi mengumumkan perubahan nama menjadi LinkAja. Perubahan ini diresmikan mulai tanggal 21 Februari 2019. LinkAja adalah sebuah perusahaan BUMN Fintech PT Fintek Karya Nusantara (Finarya). LinkAja tidak lagi sekadar
platform pembayaran dan pembelian LinkAja sudah menjadi ujung tombak untuk bersaing di sektor pembayaran digital saat ini.
LinkAja adalah layanan keuangan elektronik berbasis aplikasi yang akan membuat transaksi keuanganmu lebih seru, lebih lancar dan bebas repot. LinkAja merupakan joint venture enam BUMN besar, yaitu Telkom, Pertamina, Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN. BUMN Fintech ini yang menggunakan skema QR Code terstandar sebagai landasan platform pembayaran digital. Di laman resmi yang dihadirkan Tcash, disebutkan tidak ada perubahan fitur berarti antara Tcash dan LinkAja. Pengguna existing Tcash tinggal memperbarui aplikasinya mulai tanggal 21 Februari dan secara otomatis akan dikonversi menjadi konsumen LinkAja.LinkAja diresmikan pada tanggal pada 30 Juni 2019 di Jakarta. LinkAja adalah dompet elektronik nasional Indonesia yang menggabungkan kekuatan ekosistem dari perusahaan-perusahaan BUMN. Perusahaan yang bergabung yaitu dari layanan keuangan elektronik milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan E-Cash, UnikQu dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan merek T-Bank. Pemilik saham LinkAja yaitu
Telkomsel (25%), Bank BRI (20%), Bank Mandiri (20%), Bank BNI (20%), tapi masuk di dalamnya PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN (7%), PT Pertamina (Persero) (7%), dan sisanya PT Asuransi Jiwasraya (Persero) (1%).
LinkAja di bawah naungan PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) resmi Meluncur di Senayan, Jakarta pada Minggu, 30 Juni 2019. Platform pembayaran digital milik BUMN mengusung tujuan, "Dari dan Untuk Indonesia". Beres tanpa cash adalah jargon LinkAja untuk menarik pelanggan masyarakat Indonesia. Di era serba digital atau industri 4.0 saat ini, sudah tidak zamannya membawa banyak uang tunai di dompet.
LinkAja menawarkan dengan menggunakan scan barcode, atau tap ponsel, untuk melakukan transaksi keuangan lebih cepat, aman, dan mudah.
B. Keuntungan menggunakan LinkAja
LinkAja digadang-gadang menjadi aplikasi teknologi finansial resmi pemerintah yang nantinya sangat berguna untuk kemajuan bangsa. Lebih dari sekedar aplikasi pembayaran, LinkAja bisa digunakan pemerintah untuk mengawasi subsidi atau bantuan melalui dana APBN. Semua data transaksi dan pembayaran yang dilakukan pengguna langsung masuk ke pemerintah. Data ini sebenarnya sangat penting agar pemerintah dapat mengambil kebijakan keuangan yang tepat. Adanya LinkAja diharapkan mampu meminimalisir kebocoran
anggaran subsidi dari pemerintah. LinkAja juga bisa menjadi media penyalur subsidi dari pemerintah, baik itu dalam bentuk tunai maupun BBM. Langkah ini juga bisa menjadi upaya yang tepat bagi pemerintah untuk membantuk masyarakat golongan unbanked menjadi banked.
Teknologi finansial yang beredar dan digunakan oleh masyarakat saat ini berlomba- lomba mendapatkan banyak pengguna dengan cara saling “membakar” uang atau
menawarkan diskon besar-besaran. Hal ini tidak perlu dilakukan LinkAja sebagai aplikasi pembayaran resmi milik pemerintah. LinkAja cukup menawarkan kemudahan pada
masyarakat dengan layanan terintegrasi untuk semua kebutuhan mulai dari membayar tarif tol, membayar BPJS, hingga pembayaran di SPBU. Tingginya kegunaan LinkAja di masa depan menjadi keunggulan tersendiri. Tanpa harus jor-joran mengeluarkan diskon dan promo, LinkAja dapat membantu kehidupan masyarakat.
C. Fitur-Fitur Aplikasi LinkAja
LinkAja menghadirkan beragam fitur dan layanan transaksi pembayaran di lebih dari 150,000 merchant dan akan terus bertambah; pembayaran di lebih dari 400 tagihan dan produk digital seperti IndiHome, PLN, dan puluhan voucher game online; belanja online di lebih dari 20 e-commerce nasional seperti Tokopedia, Bukalapak dan Blanja; pembayaran pada berbagai moda transportasi publik seperti Bluebird, Railink, Damri; puluhan partner donasi digital seperti Rumah Zakat dan Baznas; layanan pengiriman uang; hingga fitur-fitur keuangan dan hiburan Selain itu, LinkAja memiliki titik CICO (Cash In Cash Out) untuk mengisi saldo dan menarik tunai di lebih dari 100,000 titik di seluruh Indonesia, termasuk di minimart (Indomaret, Alfamart, Alfamidi dll), Grapari Telkomsel, puluhan ribu ATM Link Himbara dan jaringan ATM Bersama, dan lebih dari 100 ribu jaringan outlet Mitra LinkAja (MiLA).
Fitur unggulan LinkAja yang baru adalah layanan tarik tunai tanpa kartu debit (hanya dengan menggunakan smartphone) di lebih dari 40 ribu ATM Link Himbara. Ini
memungkinkan pengguna untuk melakukan penarikan uang instan tanpa harus membawa kartu. Selain itu, LinkAja juga menjadi satu-satunya uang elektronik di Indonesia yang melayani remitansi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura yang ingin
mengirimkan uangnya ke keluarganya di tanah air secara mudah, murah, aman, dan cepat.
LinkAja ingin menawarkan layanan pembayaran digital yang berbeda dari produk lain yang sudah ada di pasar saat ini, berfokus pada pemenuhan kebutuhan esensial masyarakat. Salah satunya adalah melalui program digitalisasi SPBU bersama Pertamina, pengenalan
pembayaran nirsentuh di jalan tol dengan Jasa Marga, dan pembayaran digital di berbagai moda transportasi publik seperti kereta api, bis, LRT, MRT, pesawat dll.
BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN
LinkAja merupakan aplikasi tekfin (teknologi finansial) yang dikeluarkan oleh Kementerian BUMN. Berangkat dari cita-cita besar kementerian untuk memiliki sebuah layanan keuangan berbasis elektronik yang bisa digunakan di selurub perusahaan BUMN.
Bisa dibilang LinkAja merupakan sebuah layanan keuangan gabungan berbasis elektronik pada semua perusahaan milik negara. Aplikasi ini dikembangkan oleh PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) yang merupakan anak perusahaan PT Telekomunikasi Tbk (TLKM).
Kini LinkAja masih berada dalam tahap uji coba. Baru Telkomsel saja yang merubah aplikasi pembayarannya, yaitu T-Cash menjadi LinkAja. Selanjutnya, T-Cash akan menjadi alat pembayaran terintegrasi dari bank-bank BUMN seperti Bank Mandiri (e-cash, e-money), BNI (Unikqu), BRI (Tbank), dan Telkomsel (Tmoney).Layanan resmi pemerintah juga
direncanakan untuk melebur jadi satu menjadi LinkAja. Misalnya untuk pelayanan bagi pengguna jalan tol, transportasi publik milik negara, pembayaran SPBU Pertamina dan BPJS.
SS TYPINGTEST