• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI LIVING QUR’AN SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "STUDI LIVING QUR’AN SKRIPSI"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

No. 283/IAT-U/SU-SI/2022

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI HIJRAH DALAM HIJRAH COMMUNITY PEKANBARU:

STUDI LIVING QUR’AN SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi salah satu syarat guna memperoleh Gelar Sarjana Agama (S.Ag) pada Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir

Oleh

Aulul Azmi NIM: 11830214584

Pembimbing I Dr. H. Agustiar, M.Ag

Pembimbing II Dr. Alpizar, M.Si

FAKULTAS USHULUDDIN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SULTAN SYARIF KASIM RIAU

1444 H/2022 M

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

MOTTO

ْسُو ِإ ً ْ ُه ٱ ُف ُي

ْتب ْكٱ م ْ عو ْتب ك م ۚ

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

(QS. Al-Baqarah [2]: 286

PERSEMBAHAN

Skripsi ini saya persembahkan dan dedikasikan kepada mereka yang telah banyak membantu dan memberikan dalam menyelesaikan skripsi ini. Mereka adalah:

Ayah terhormat Syamsul Bahri Siregar Ibu tercinta Suryati

Kakak tersayang Nurhayati, Abang tersayang Muhammad Putra, dan Adek tersayang Suci Ramadhani.

(7)

i

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’alamin. Puja-puji syukur atas kehadirat Allah SWT, sang maha kuasa yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan karunianya sehingga dimudahkan dan dilancarkan dalam penyelesaian karya tulis Skripsi ini. Shalawat bertangkai salam kita curah limpahkan kepada junjungan agung kita yakni Habibana wa nabiyyina wa maulana Muhammad Saw yang akan memberikan syafaat di yaumil akhir kelak bagi ummatnya yang taat dan gemar bersholawat.

Dengan penuh keikhlasan dari lubuk hati yang dalam penulis ucapkan terima kasih kepada jajaran yang berpengaruh dalam proses penyelesaian skripsi ini, yaitu:

1. Bapak Prof. Dr. Hairunas, M.Ag. Selaku Rektor UIN Sultan Syarif Kasim Riau dan jajarannya yang telah memberikan kesempatan penulis menimba ilmu di Universitas ini.

2. Bapak Dr. H. Jamaluddin. M.Us selaku Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau.

3. Bapak Agus Firdaus Chandra, Lc., M.A selaku ketua jurusan Ilmu Al- Qur‟an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau.

4. Bapak Dr. H. Agustiar, M.Ag selaku dosen pembimbing I yang telah banyak memberikan kontribusi dan waktu demi terselesaikannya Penulisan Skripsi ini.

5. Bapak Dr. Alpizar, M.Si selaku dosen dan pembimbing II yang telah banyak memberikan kritikan, saran dan waktu demi terselesaikannya Penulisan Skripsi ini.

6. Bapak Fikri Mahmud, Lc., B.Ed., M.A selaku pembimbing akademik yang senantiasa selalu memberikan saran, semangat dan waktu demi terselesaikannya Skripsi ini.

7. Terima kasih juga kepada seluruh dosen yang telah memberikan ilmu serta wawasan sehingga mempermudah dalam menyusun skripsi ini.

(8)

8. Kepada Hijrah Community Pekanbaru (HCP) yang telah berkenan menyediakan tempat dan waktu bagi saya dalam penelitian skripsi ini dengan topik bahasan yang sesuai dengan judul skripsi yang saya buat ini:

“Implementasi Nilai-nilai hijrah dalam Hijrah Community Pekanbaru (Living Qur’an)”.

9. Kepada teman-teman Pemuda Tongkrongan Masjid Asran Dinata, Dedi Irawan, Julian Sobi‟in, Muhammad Syafiq, Muhammad Afrian Danu, Pandu Sulaiman, dan Rahmadsyah yang selalu membersamai selama perkuliahan.

10. Kepada berbagai pihak lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu di sini, yang secara langsung dan tidak langsung telah ikut mendukung selesainya tugas akhir Skripsi ini.

Penulis menyadari akan kemampuan dan keterbatasan yang penulis miliki dalam penulisan Skripsi ini masih jauh dari kata sempurna untuk itu penulis mengharapkan masukan serta saran dari pembaca.

Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri dan pada umumnya kepada seluruh pembaca.

Pekanbaru, 12 November 2022

Aulul Azmi

(9)

iii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL PENGESAHAN NOTA DINAS MOTTO

SURAT PERNYATAAN

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iii

PEDOMAN TRANSLITERASI ... v

ABSTRAK ... vii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Penegasan Istilah ... 5

C. Identifikasi Masalah ... 7

D. Batasan Masalah ... 8

E. Rumusan Masalah ... 8

F. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 8

1. Tujuan Penelitian ... 8

2. Manfaat Penelitian ... 9

G. Sistematika Penulisan ... 9

BAB II KERANGKA TEORI ... 11

A. Landasan Teori ... 11

1. Hijrah ... 11

2. Hijrah Community Pekanbaru ... 15

3. Living Qur’an ... 18

B. Tinjauan Kepustakaan ... 20

BAB III METODE PENELITIAN ... 23

A. Jenis Penelitian ... 23

B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 23

1. Lokasi Penelitian ... 23

(10)

2. Waktu Penelitian ... 23

C. Informan Penelitian ... 23

D. Sumber Data Penelitian ... 24

E. Subjek dan Objek Penelitian ... 24

F. Teknik Pengumpulan Data ... 25

G. Teknik Analisa Data ... 25

BAB IV HASIL PENELITIAN ... 27

A. Penafsiran Ayat-ayat Hijrah dalam Al-Qur’an ... 27

B. Nilai-nilai Hijrah pada Hijrah Community Pekanbaru ... 36

C. Implementasi Hijrah menurut Anggota Hijrah Community Pekanbaru ... 43

1. Hijrah Fisik ... 43

2. Hijrah Pemikiran ... 47

3. Analisis Implementasi Hijrah Community Pekanbaru …... 55

BAB V PENUTUP ... 60

A. Kesimpulan ... 60

B. Saran ... 61 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

BIODATA PENULIS

(11)

v

PEDOMAN TRANSLITERASI

Pengalihan huruf Arab-Indonesia dalam naskah ini didasarkan atas Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, tanggal 22 Januari 1988, No. 158/1987 dan 0543.b/U/1987, sebagaimana yang tertera dalam buku Pedoman Transliterasi Bahasa Arab (A Guide to Arabic Tranliterastion), INIS Fellow 1992.

A. Konsonan

Arab Latin Arab Latin

ا A ط Th

ب B ظ Zh

ت T ع „

ث Ts غ Gh

ج J ف F

ح H ق Q

خ Kh ك K

د D ل L

ذ Dz م M

ر R ن N

ز Z و W

س S ه H

ش Sy ء ‟

ص Sh ي Y

ض Dl

B. Vokal, panjang dan diftong

Setiap penulisan bahasa Arab dalam bentuk tulisan latin vokal fathah ditulis dengan “a”, kasrah dengan “i”, dlommah dengan “u”, sedangkan bacaan panjang masing-masing ditulis dengan cara berikut:

Vokal (a) panjang= Â misalnya

ل ق

menjadi qâla

(12)

Vokal (i) panjang= î misalnya

ق

menjadi qîla

Vokal (u) panjang= Û misalnya

نود

menjadi dûna

Khusus untuk bacaan ya‟ nisbat, maka tidak boleh digantikan dengan

“i”, melainkan tetap ditulis dengan „iy”: agar dapat menggambarkan ya‟ nisbat diakhirnya. Begitu juga untuk suara diftong, wawu dan ya‟ setelah fathah di tulis dengan “aw” dan “ay”. Perhatikan contoh berikut:

Diftong (aw) = misalnya

ل ق

menjadi qawlun

Diftong (ay) = misalnya

خ

menjadi khayru

C. Ta’ marbȗthah )ة(

Ta’ marbȗthah ditransliterasikan dengan “t” jika berada di tengah kalimat, tetapi apabila Ta’ marbȗthah tersebut berada di akhir kalimat, maka ditransliterasikan dengan menggunakan “h” misalnya

ةسر ة س ا

menjadi

al-risalat li al-mudarrisah, atau apabila berada di tengah-tengah kalimat yang terdiri dari susunan mudlaf dan mudlaf ilayh, maka ditransliterasikan dengan menggunakan t yang disambungkan dengan kalimat berikutnya, misalnya

ر

ا ة

menjadi fi rahmatillah.

D. Kata Sandang dan Lafadh al-Jalâlah

Kata sandang berupa “al” )لا( ditulis huruf kecil, kecuali terletak di awal kalimat, sedangkan “al” dalam lafadh Jalâlah yang berada di tengah- tengah kalimat yang disandarkan (idhafah) maka dihilangkan. Perhatikan contoh-contoh berikut ini:

a. Al-Imâm al-Bukhâriy mengatakan

b. Al-Bukhâri dalam muqaddimah kitabnya menjelaskan c. Masyâ‟ Allâh kâna wa mâ lam yasya‟ lam yakun.

(13)

vii ABSTRAK

Skripsi ini membahas tentang Implementasi N ilai-nilai Hijrah dalam Hijrah Community Pekanbaru: Studi Living Qur’an. Al-Qur’an adalah sumber petunjuk bagi manusia. Hijrah dalam Al-Qur'an dapat diartikan dengan berpindah. Hijrah terdapat pada salah satu surah Al-Qur’an yaitu QS. Al-Baqarah ayat 218 yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Saat ini banyak komunitas yang mengkampanyekan tentang hijrah, banyak cara pandang yang keliru bahwa hijrah hanya diartikan sebatas perubahan pada penampilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Pemahaman Hijrah menurut anggota Hijrah Community Pekanbaru serta mengetahui nilai-nilai hijrah yang terdapat pada Hijrah Community Pekanbaru dan bagaimana nilai-nilai hijrah tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan bentuk pendekatan fenomenologi. Data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Anggota komunitas Hijrah Community Pekanbaru memahami hijrah memang diawali dari perubahan cara berpakaian namun juga dengan perubahan perilaku dan menambah pengetahuan agama. Sedangkan nilai-nilai hijrah yang diterapkan oleh anggota Hijrah Community Pekanbaru ialah tindakan yang didampingi dengan perubahan kearah yang lebih baik setiap harinya dengan cara turut berpartisipasi dalam kegiatan kajian rutin keagamaan seperti kajian hadits bersama Ustadz Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D, Ustadz Dr. Zulhendri Rais, Lc., MA juga melakukan kegiatan bakti sosial seperti mendistribusikan beras, penggalangan dana, dan menjalin silaturahmi sesama anggota.

Kata Kunci: Hijrah, Komunitas, Perubahan.

(14)

ABSTRACT

This thesis discusses the implementation of Hijrah Values in Pekanbaru Hijrah Community:Living in Qur’an Studies.The Qur’an is a source of guidance for mankind.Hijrah in the Qur’an it can be interpreted by moving. Hijrah is contained in one of the surahs of the Qur’an, namely QS.Al-Baqarah verse 218 which means:

"Indeed, those who believe, those who emigrate and strive in the way of Allah, they hope for Allah's mercy, and Allah is Forgiving, Most Merciful." Currently there are many communities campaigning about hijrah, there are many wrong views that hijrah is only interpreted as a change in appearance. The purpose of this study Is to find out how the Hijrah understanding according to Hijrah Community Pekanbaru members and to find out the hijrah values contained in the Pekanbaru Hijrah Community and how the hijrahs values are applied in everyday life.This research is qualitative research with a phenomenal approach. Data obtained from interviews, observations and documentation. The results of the study concluded that members of the Pekanbaru Hijrah Community understood that hijrah was not only limited to changes in clothing, but it was initiated by changes in the way of dressing but accompanied by changes in behavior and increasing religious knowledge to remain Istiqomah.

Meanwhile, the hijrah values applied by members of the Pekanbaru Hijrah Community are actions that are accompanied by changes for the better every day by participating in routine religious study activities such as hadith studies with Ustadz Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D, Ustadz Dr. Zulhendri Rais, Lc., MA also carries out social service activities such as distributing rice, raising funds, and establishing friendship between members.

Keyword : hijrah, community, revolution.

(15)

ix

صخ ملا

ارد :ة ور ع ا ا حو ا ه ش

نآ ا. ح آ

ن ر . ى حإ ة ا ر ا . أ نآ ا ة ا

و ، نآ ا ر . ةر و ٨١٢ ا ة ةر : " نو و نو ا ن ا ح

، ا حر ى خأ ة ر غ او ، ا ر ن ، ". ا م ، ا ا

ط ف ة ا نأ ؤ ا ق ا ا ك و ، ة ا ل ح ت ت ا

ظ ا أ . . ع ء فو ة ا ف ف ار ا ه ض ا

ة ور ه ة ا و ة ور ع ةدرا ا ا ا ف و

ا ة ا . جئ ت ا ل ا . ا ظ ا ج ع ث ث ا ا

او ت ظح او ت ا. ن ة ور ع ء أ نأ إ ار ا جئ خ

س ا ءا را أ ة ا نأ . ا ف ا ةد زو ك ا تا ا ع أ و

ة ا ع ء أ ة ا ، ا و ور ب إ

م ف ع ث ا ت ارد و ا ا ت ار ا أ كر

ا ذ ا, ،زر ا عز ا ا أ ،س ئر ير اوذ ذ ا م

ء ا ت ا ص إو ،ت ا ع و

.

. ا ، ع ا ، ة ا : ح ا ت ا

(16)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Hijrah bukan merupakan sesuatu hal yang asing ketika didengar oleh masyarakat. Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam agama dan penduduk muslim terbanyak di dunia, ini menjadikan kelompok-kelompok keagamaan memiliki peluang untuk mengajak masyarakat muslim berhijrah. Di Indonesia fenomena hijrah dimaknai sebagai fase penting seseorang dalam memperbaiki diri. Apabila seseorang sudah mulai meninggalkan perbuatan yang dilarang Allah dan menjalankankan perintah-Nya maka ia dianggap sudah berhijrah.

Dalam kehidupan ini seseorang berpeluang untuk melakukan maksiat, bahkan dalam setiap detiknya pun sangat rawan dalam kelalaian. Jika setiap dosa yang dilakukan manusia ditampakkan, sudah pasti akan menggununglah dosa para pelaku maksiat itu. Maka Allah memberikan jalan peluang dan rambu-rambu kepada manusia melalui agama Islam.1

Memang tidak mudah untuk membiasakan diri menjadi pribadi yang baik dan meninggalkan kebiasaan buruk yang dilakukan, membuang jauh fikiran kotor dan berhenti untuk melakukan maksiat.

Living Qur‟an adalah respon masyarakat terhadap Al-Qur‟an yang di praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.2 Living Qur‟an dilihat dari segi bahasa merupakan gabungan dari dua kata yang berbeda, yaitu living yang berarti

“hidup” dan “Qur‟an” yaitu kalam Allah yang di wahyukan kepada Nabi Muhammad g. dari malaikat Jibril sebagai risalah bagi manusia yang lengkap dan komprehensif.3 Sedangkan istilah Living Qur‟an bisa diartikan dengan respon

1Ahmad Arif Zunaidi, Skripsi : Konsep Taubat Implementasinya menurut Perspektif Imam Nawawi, (Semarang: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, 2018), hlm. 1

(17)

2

atau praktik prilaku suatu masyarakat yang di inspirasi oleh kehadiran Al-Qur‟an.4 Atau ayat-ayat Al-Qur‟an yang hidup di masyarakat kemudian dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan sehari-hari.5 Maka disimpulkan bahwasanya studi studi Studi Living Qur‟an ialah meneliti antara Al-Qur‟an dengan kondisi real sosial di masyarakat, dikarenakan sering terjadi praktek-praktek yang dilakukan di masyarakat berbeda dengan isi atau ajaran Al-Qur‟an itu sendiri.

Hijrah secara jelas Allah sebutkan didalam Al-Qur‟an, yakni:

َ َو اْوُ َ َى َِْ اَو اَُْٰا َِْ ا نِا

ِّٰ ا َِِْ ِْ اْوُ َى

ٰۤوُا ۙ

ِّٰ ا َ ََْر َنَُْْ َك

ُ ّٰ اَو ۙ

ٌمْ ِر ٌرَُْغ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(Q.S. al-Baqarah [2]: 218)

Dalam firman Allah Swt di atas, menunjukkan bahwa hijrah dan jihad memiliki kesamaan, dalam tujuannya. Demikian pula, ayat ini memperlihatkan perhatian yang luar biasa dari Al-Qur'an terhadap keduanya. Dalam Q.S. al-Nisā‟

[4]: 100 juga dijelaskan tentang hijrah sebagaimana berikut:

ًََو اًِْثَ ًَغُٰ ِضْرَْا ِ ْ َِ ِّٰ ا َِِْ ْ ِ ْ ِ َ ْ ََو اً ِ َُ َِْ ْ ِ ْجُْ ْ ََو ۙ

ِّٰ ا ََ هَُْا َعَقَو ََْف ُتَْْا ُ ِْرُْ ُ َُِْرَو ِّٰا َِا

ْ ِر اًرَُْغ ُ ّٰ ا َن ََو ۙ

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di

ً

muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.

Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ayat diatas merupakan dalil bahwa hijrah yang disebutkan merupakan hijrah dalam menjaga agama, namun seluruh hijrah yang bermotivasi tercakup di dalamnya. Sebagaimana berhijrah untuk menuntut ilmu atau berdakwah.

4M. Mansyur dkk, Metodologi Penelitian Living Qur‟an dan Hadits, (Yogyakarta: Teras, 2007), hlm. 68

5Sahiron Syamsuddin, “Ranah-ranah penelitian dalam studiAl-Qur‟an dan Hadis,“ dalam Sahiron Syamsuddin (ed.), Penelitian Living Qur‟an dan Hadis (Yogyakarta: Teras, 2007), hlm.

16

(18)

3

Di era sekarang, Fenomena pergerakan hijrah telah menjadi trend dalam kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan. Hijrah menjadi trend terkini dalam keberadaan seorang muslim saat ini, hijrah diidentikkan orang yang bertaubat, yang tidak terlepas dari perubahan terhadap cara berpakaian yang sebelum hijrah tidak menutup aurat, berpakaian ketat, setelah melakukan hijrah kemudian menutup aurat, berbusana lebih syar'i dengan jilbab panjang, dan berpakaian bebas, bahkan ada yang memakai cadar. Sementara laki-laki yang hijrah cenderung memanjangkan jenggot dan memendekkan celana agar tidak menutupi mata kaki, yang biasa disebut celana cingkrang.6

Akhir-akhir ini banyak sekali kampanye-kampanye atau komunitas pergerakan hijrah melalui media sosial, baik yang berupa gambar-gambar yang berhubungan dengan hijrah maupun akun-akun media sosial, dimana pengguna terbesarnya adalah kaum muda kelas menengah di perkotaan. Sebagaimana salah satu contohnya yaitu komunitas yang terlibat dalam penelitian ini ialah komunitas Hijrah Community Pekanbaru yang merupakan sebuah kelompok yang berada di kota Pekanbaru. Komunitas ini dibentuk dikarenakan adanya tujuan agar dapat membentuk perkumpulan yang dapat menghadiri taklim atau kajian di masjid- masjid yang ada di kota Pekanbaru.

Makna hijrah pada masa Nabi Muhammad g Dengan hijrah zaman sekarang ini tentu sangat berbeda, jika hijrah pada masa Nabi Muhammad g dengan berpindah dari satu daerah ke daerah lain untuk menyelamatkan diri dan agama, kita dapat melihat kembali melalui sejarah awal hijrah. Hijrah pertama kali dilakukan umat Islam pada saat pindah ke Abisinia pada tahun ke lima, kemudian setelah ke Nabian mengingat adanya gangguan orang-orang kafir Quraisy terhadap umat Islam semakin memburuk, sampai-sampai ada beberapa orang yang ada terbunuh dan tersiksa, sementara umat Islam masih sangat lemah.7

6 Zahrina Sanni Musahadah dan Sulit Triyono, “Fenomena Hijrah di Indonesia: Konten Persuasif dalam Instagram”, Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran, Vol. 12, No. 2 (2019), hlm.

(19)

4

Kata hijrah dalam Al-Qur'an dapat diartikan dengan berpindah, karena dalam catatan sejarah hijrah menjelaskan bagaimana proses hijrah Nabi Muhammad dan para pengikutnya dari Mekkah dan Madinah untuk menghindari ketegangan dari kaum kafir Quraisy tahun 662 M. Namun dalam perjalanannya, Kata hijrah diperluas oleh kelompok-kelompok Islamis sebagai bentuk meninggalkan perbuatan yang buruk menjadi lebih baik. Hijrah di Indonesia seperti sudah menjadi identitas sebuah kelompok dalam gerakan Islam seperti HTI, salafi, dan kelompok lainnya.8

Hijrah dapat diartikan menjadi dua bagian. Pertama, hijrah perbuatan ialah meninggalkan perbuatan-perbuatan yang menyebabkan dosa dan kemaksiatan.

Hijrah dari perbuatan-perbuatan yang kurang menuju kesempurnaan. Kedua, hijrah tempat, dengan demikian hijrah dalam Al-Qur‟an dengan berbagai derivasinya dan maknanya tidak hanya terbatas pada makna hijrah dalam bentuk perpindahan tempat seperti ketika Nabi g dan sahabatnya meninggalkan Mekah menuju Madinah, tetapi juga dapat bermakna meninggalkan perbuatan tercela menuju perbuatan yang terpuji.9

Pemaknaan hijrah dapat bergantung pada situasi dan kondisi yang mengitarinya. Saat ini hijrah ramai diperbincangkan serta dilakukan setiap kalangan mulai dari anak muda masyarakat biasa sampai selebriti. Tentu hijrah yang dilakukan karena adanya perubahan dari yang buruk atau kurang baik untuk menuju kepada yang lebih baik sebagaimana yang dilakukan oleh Hijrah Community Pekanbaru.

Adapun yang menjadi permasalahan ialah terdapat perubahan tingkah laku dan busana setelah melakukan hijrah, dan peneliti yakin bahwa judul ini menarik untuk diteliti dan dikaji, karena melihat yang tergabung dalam komunitas ini terdiri dari Anak muda dan Orang dewasa.

Dalam penelitian ini, peneliti memilih Hijrah Community Pekanbaru sebagai objek penelitian karena melihat kegiatannya, seperti penggalangan dana

8 Afina Amna,”Hijrah Artis sebagai Komodifikasi Agama”, dalam Jurnal Sosiologi Reflektif, Vol. 13 No. 2 April 2019, hlm. 332-333.

9 Haris Kulle, “Hijrah dalam Al-Quran.” Dalam Jurnal al-Asas, Vol. III No. 1 April 2015, hlm. 180.

(20)

5

sosial, penyaluran bantuan beras, dan menghadiri kajian hadits dan kitab-kitab ulama dengan agar dapat menambah pengetahuan terhadap agama. Dengan semangat muda yang masih dimiliki oleh anggota Hijrah Community Pekanbaru, memiliki dampak yang positif terhadap lingkungan sekitar, yang mana dengan hadirnya Hijrah Community Pekanbaru ditengah masyarakat membuat jama‟ah lebih bersemangat untuk bersama-sama menghadiri pengajian yang dilaksanakan oleh masjid sekitar, dan merasa terbantu dengan adanya kegiatan penyaluran bantuan beras.

Dikarenakan pada era globalisasi ini tidak sedikit pemuda-pemudi Islam lalai, maka Hijrah Community Pekanbaru hadir sebagai wadah bagi anak muda yang mau berhijrah. Pada Hijrah Community Pekanbaru ini terdapat banyak para anak muda dan kalangan orang tua yang sudah berhijrah atau berpindah dari kondisi yang sebelumnya kurang baik sehingga melakukan hijrah untuk berubah menjadi lebih baik.

HCP (Hijrah Community Pekanbaru) merupakan komunitas yang berfokus di bidang sosial dan keagamaan. Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk hijrah mengubah kebiasaan lama yang dihabiskan kepada hal yang cenderung tidak baik atau bahkan merusak, ditinggalkan sebagai konsekuensi keinginan melakukan hijrah.10

Berdasarkan pemaparan diatas, peneliti merasa tertarik untuk mengkaji lebih mendalam mengenai bagaimana “Implementasi Nilai-nilai Hijrah dalam Hijrah Community Pekanbaru (Studi Living Qur’an), yang dilakukan oleh anggota Hijrah Community Pekanbaru.

B. Penegasan Istilah

Agar penelitian ini dapat lebih mudah dimengerti untuk menghindari kekeliruan dalam memahami kata kunci pada judul, maka berikut penulis jelaskan istilah-istilah tersebut sebagai berikut:

(21)

6

1. Implementasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pelaksanaan, penerapan, pertemuan kedua kata ini bermaksud mencari bentuk tentang hal yang disepakati dulu.11 2. Nilai menurut Steeman adalah sesuatu yang memberi makna dalam

hidup, yang memberi acuan, titik tolak dan tujuan hidup. Nilai adalah sesuatu yang dijunjung tinggi, yang dapat mewarnai dan menjiwai tindakan seseorang. Nilai itu lebih dari sekedar keyakinan, nilai selalu menyangkut pola pikir dan tindakan, sehingga ada yang hubungan yang amat erat antara nilai dan etika.12

Pada buku “Pendidikan Profetik” yang ditulis oleh Khoiron Rosyadi menjelaskan bahwa nilai merupakan realitas abstrak. Nilai dapat kita rasakan dalam diri kita masing-masing sebagai daya pendorong atau prinsip yang menjadi penting dalam sebuah kehidupan, sampai pada suatu tingkat dimana sementara orang lebih siap untuk mengorbankan hidup mereka dari pada mengorbankan nilai.13

Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa perilaku dan Tindakan seseorang itu dapat ditentukan oleh nilai-nilai yang tertanam dalam diri masing-masing seseorang tersebut. Nilai-nilai itulah yang mendorong dirinya untuk melakukan suatu tindakan.

3. Hijrah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) hijrah merupakan berpindahnya Nabi Muhammad g dengan Sebagian pengikutnya dari Mekah ke Madinah untuk menyelamatkan diri dari tekanan kaum Kafir Quraisy di Mekah.14

4. Living Qur‟an dari segi bahasa adalah gabungan dari dua kata yang berbeda, yaitu Living yang berarti „hidup‟ dan Qur‟an, yaitu kitab suci umat Islam. Secara sederhana, istilah Living Qur‟an bisa

11https://kbbi.web.id/implementasi

12Adisusilo Sutarjo, Pembelajaran Nilai Karakter : Konstruktivisme dan VCT sebagai inovasi pendekatan pembelajaran efektif, (Jakarta : Rajawali Press, 2013), hlm. 56.

13Khoiron Rosyadi, Pendidikan Profetik (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004), hlm. 115.

14Siti Nafsiyatul Ummah, “Makna Hijrah Perspektif Hamka dalamTafsir Al-Azhar dan Kontekstualisasinya dalam kehidupan sosial di Indonesia”, Skripsi, (Surabaya: Fakultas

Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel, 2019), hlm. 10.

(22)

7

diartikan dengan “(teks) Al-Qur‟an yang hidup di masyarakat”.15 Living Qur‟an bermula dari fenomena Qur‟an in everyday life, yang berarti makna dan fungsi yang riil, nyata dipahami, dialami dan dirasakan oleh masyarakat Muslim. Living Qur‟an juga dapat diartikan sebagai studi tentang beragam fenomena atau fakta sosial yang berhubungan dengan kehadiran Al-Qur‟an di dalam sebuah kelompok masyarakat tertentu yang kemudian diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.16

5. HCP (Hijrah Community Pekanbaru) merupakan salah satu komunitas di kota Pekanbaru yang biasa melakukan berkonstribusi dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk hijrah mengubah Kebiasaan lama yang dihabiskan kepada hal yang cenderung tidak baik atau bahkan merusak, ditinggalkan sebagai konsekuensi keinginan untuk melakukan hijrah. Kebiasaan lama yang dihabiskan kepada hal yang cenderung tidak baik atau bahkan merusak, ditinggalkan sebagai konsekuensi keinginan melakukan hijrah.

C. Identifikasi Masalah

Bedasarkan uraian latar belakang masalah diatas, maka yang menjadi pokok permasalahan adalah sebagai berikut:

1. Perbedaan makna Hijrah dalam Al-Qur‟an menurut kaum muslimin 2. Hijrah saat ini menjadi sebuah trend di perkotaan.

3. Bentuk hijrah dalam kegiatan yang terdapat pada Hijrah Community Pekanbaru.

4. Implementasi Nilai-nilai Hijrah pada Hijrah Cbommunity Pekanbaru.

15Sahiron Syamsuddin, “Ranah-ranah Penelitian dalam Studi Al-Qur‟an dan hadis,

(23)

8

5. Hijrah sebagai perubahan sosial suatu individu ke arah yang lebih baik dalam menjalankan syariat Islam.

D. Batasan Masalah

Hijrah Community Pekanbaru merupakan sebuah komunitas bagi orang yang berkeinginan mengubah diri. Di pekanbaru terdapat banyak komunitas hijrah diantaranya Hijrah Bikers, Sahabat Hijrah, Bikers Subuhan, dan HIjrah Community Pekanbaru. Dalam hal ini penulis membatasi pada Hijrah Community Pekanbaru dan ayat yang berkenaan dengan Hijrah yakni QS. Al-Baqarah ayat 218, dan An-Nisa ayat 100. Penulis menggunakan 3 kitab Tafsir yakni kitab tafsir Al-Azhar, kitab tafsir Al-Misbah dan kitab tafsir Al-Munir. Dalam penelitian ini penulis membahas secara umum terkait Pemahaman Hijrah menurut Hijrah Community Pekanbaru dan Implementasi Nilai-nilai Hijrah yang dilakukan oleh anggota komunitas Hijrah Community Pekanbaru.

E. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka rumusan masalah penelitian ini adalah:

1. Bagaimana Penafsiran Ayat-ayat hijrah dalam Al-Qur‟an?

2. Bagaimana Pemahaman anggota Hijrah Community Pekanbaru terkait hijrah?

3. Bagaimana implementasi nilai-nilai hijrah di Hijrah Community Pekanbaru?

F. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab rumusan masalah di atas, yaitu:

a. Untuk mengetahui hijrah dalam perspektif Al-Qur‟an

(24)

9

b. Untuk mengetahui bagaimana pemahaman hijrah menurut anggota Hijrah Community Pekanbaru

c. Untuk mengetahui bagaimana implementasi Nilai-nilai hijrah oleh Hijrah Community Pekanbaru

2. Manfaat Penelitian

a. Bagi penulis dan akademik, penelitian ini diharapkan bisa menjadi konstribusi dalam studi Al-Qur‟an dan sebagai khazanah keilmuan tambahan literatur bagi Fakultas Ushuluddin khususnya Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir.

b. Bagi masyarakat, sebagai pengetahuan terkait implementasi nilai hijrah dan pemahaman hijrah dalam Hijrah Community Pekanbaru.

G. Sistematika Penulisan

Agar memperoleh pembahasan yang sistematis dan mempermudah pembahasan serta pemahaman, maka penulis membagi penjelasannya menjadi beberapa bab dan masing-masing bab terdiri dari sub-sub bab, dengan sistematika sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Pada bagian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II KERANGKA TEORI Pada bagian ini berisi:

A. Landasan Teori

Berisi penjelasan yang membahas tentang tinjauan umum Hijrah, Macam- macam Hijrah, Hijrah Community Pekanbaru, dan living Qur‟an.

B. Tinjauan Kepustakaan (Penelitian yang Relevan)

Berisi hal-hal yang diteliti seperti penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian ini.

(25)

10

BAB III METODE PENELITIAN

Pada bagian ini berisi tentang metode penulisan yang terdiri dari jenis penelitian, sumber data yang terdiri dari data primer dan sekunder, teknik pengumpulan data, yaitu tahapan-tahapan yang penulis lakukan dalam mengumpulkan data, serta teknik analisa data.

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

Pada bagian ini berisi tentang Penafsiran Ayat-ayat hijrah dalam Al-Qur‟an, penyajian data Nila-nilai hijrah yang terdapat dalam Hijrah Community Pekanbaru dan Implementasinya.

BAB V

Pada bagian ini berisi tentang kesimpulan dan saran.

(26)

BAB II

KERANGKA TEORI

A. Landasan Teori 1. Hijrah

a. Pengertian Hijrah

Secara etimologi, hijrah berasal dari bahasa Arab yaitu ھ, yang berarti perpindahan, meninggalkan, tidak memperdulikan lagi, dan berpaling.17

Hijrah menurut Ali Syariati, mendefinisikan hijrah dengan makna sesuatu yang tidak terbatas untuk meninggalkan suatu tempat, melainkan juga mempunyai makna untuk meninggalkan sesuatu yang ada dan melekat dalam diri individu.18

Hijrah menurut Ar-Raghib al-Asfahani adalah Al-hij-ru atau al- hij-ran berarti seseorang yang meninggalkan yang lainnya, baik secara fisik, perkataan, bahkan hati.19

Sedangkan menurut Ahzami Samiun dalam karyanya Hijrah dalam Al-Qur‟an menjelaskan bahwa kata ha-ja-ra dalam Al-Qur‟an memiliki empat makna, sebagai berikut:

1. Perkataan keji/celaan20, Firman Allah dalam Q.S: al-Mu‟minun ayat 67.

َنوُُ َْ اًِ َ ِِ َ ِِْ َْ ُ

Artinya: “Dengan menyombongkan diri dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya (Al-Qur‟an) pada waktu kamu bercakap-cakap pada malam hari.”

17Hasan Muarif Ambari dkk, Eksiklopedi Islam,(Jakarta: Ichtiar Bareu Van Hoeve), hlm.

20 18Ali Syari‟ati, Islam Mazhab Pemikiran dan Aksi, penerjemah M.S. Nasrulloh (Bandung:

(27)

12

2. Berpindah dari suatu negeri ke negeri yang lain mencari keselamatan agama sebagai manifestasi taat kepada Allah Swt.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Ankabut ayat 26.

ٌط ُ َُ َ َآَف

َل َقَو

ٌ ِ َُ ِإ

َر َِٰإ

ُ ِإ ۙ

ُم ِ َْ ا ُ َِْا َ ُى

Artinya: “Maka, Lut membenarkan (kenabian Ibrahim). Dia (Ibrahim) pun berkata, “Sesungguhnya aku berhijrah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku. Sesungguhnya Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”

3. Berpisah ranjang dengan pasangan suami istri, sebagaimana dijelaskan dalam surat an-Nisa‟ ayat 34. Yaitu:

ْ ِ اََُْْا َِو ٍ َْ َٰ ْمَُ َْ ُ ّٰ ا َ َف َِ ِءَۤ ا ََ َنُْا َق ُل َ َا

ْمِِاََْا

َف ۗ

ُ ّٰ ا َظَِ َِ ِبَْْ ٌ ٰ ِ ٰ ٌ ِٰٰق ُ ٰ ِّٰ

َنُْف ََ ِّْٰاَو ۗ

ُىُِْْ اَو ِع ِ َ َْا ِ ُىْوُُ ْىاَو ُىُْ َِف ُىَزُْ ُ اُْ َْ ََف ْمُ ََْ َا ْنَِف ۗ

ًَِْ ََِْ

َ َِ َن َ َّٰ ا نِا ۗ

Artinya: “Laki-laki (suami) adalah penanggung jawab) atas para

اًِْ

perempuan (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari hartanya. Perempuan-perempuan saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz) berilah mereka nasihat, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu,) pukullah mereka (dengan cara yang tidak menyakitkan).

Akan tetapi, jika mereka menaatimu, janganlah kamu mencari- cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Maha tinggi lagi Maha besar.

4. Menyendiri dan ber-uzlah. Sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Muzammil ayat 10.

ًَِْ اًْ َى ْمُىُْ ْىاَو َنَُُْْ َ َٰ ِْْصاَو

Artinya: “Bersabarlah (Nabi Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.”

(28)

13

Dengan demikian jelas bahwa secara etimologi hijrah bermakna meninggalkan, baik secara perbuatan maupun secara perkataan.21 Namun pada konteks zaman sekarang ini, hijrah adalah ibaratkan manusia yang hidup dibumi harus memiliki bekal banyak yakni bekal pengetahuan ilmu akidah. Dikarenakan hijrah digambarkan bagaikan sebuah perjuangan besar untuk menyelamatkan akidah. Sebagai salah satu representasi bentuk keimanan yang ditunjukkan oleh manusia, dimana mereka rela untuk meninggalkan tuntutan dunia demi mencapai berkah dalam hidup. Oleh karena itu, dalam Al-Qur‟an mereka dinyatakan mendapat pujian, karena mereka telah membuktikan bahwa keimanan untuk sesuatu yang lebih berharga dari segalanya.

Selanjutnya jika ditinjau dari pandangan agama terdapat beberapa arti yang dijelaskan oleh ulama. Menurut Ibn Arabi hijrah berarti perpindahan dari negeri kafir atau negeri yang dalam keadaan darurat menuju negeri muslim. Negeri kafir dibagi menjadi dua yakni, negeri yang menerangi kaum Muslim dan negeri yang melindungi kaum Muslim. Sedangkan negeri Islam adalah sebuah negeri yang dikuasai oleh orang-orang Islam serta hukum yang berlaku berdasarkan hukum Islam meskipun pendukungnya mayoritas non Muslim.22

Sedangkan hijrah menurut orang-orang sufi adalah pergi untuk mendekatkan diri dengan kebiasaan-kebiasaan baik, berbeda pendapat untuk menganalisis suatu permasalahan, meninggalkan dosa-dosa dan kesalahan, meninggalkan hal-hal yang menjauhkan diri dari kebaikan, dan inilah posisi yang dialami oleh Nabi Ibrahim a.s.23

21Ahzami samiun Jazuli, Hijrah dalam Pandangan Al-Qur‟an, (Jakarta: Gema Insani, 2006), hlm. 16-17

(29)

14

b. Macam-macam Hijrah

Allah telah memerintahkan kepada setiap hambanya agar selalu berada di tempat yang terbaik serta dalam keadaan yang lebih baik dari masa lalunya, karena itu manusia harus melakukan perubahan yang baru di dalam hidupnya. Maka hijrah menjadi satu keniscayaan bagi setiap orang karena berhijrah berarti berusaha untuk memperbaiki kualitas diri dan juga kualitas tempat. Oleh karena itu hijrah terbagi menjadi dua : 1. Hijrah secara fisik, berupa meninggalkan suatu daerah dengan dasar

agama untuk menghindari adanya fitnah.

2. Hijrah secara non fisik, berupa meninggalkan segala macam bentuk ajakan hawa nafsu dan setan.

Dan ada pula sebagian ulama berpendapat bahwa hijrah secara garis besarnya antara lain:

1. Hijrah makaniyah yaitu meninggalkan suatu tempat, diantaranya yaitu:

a. Hijrah Rasulullah g. dari Mekah ke Habsyiyah b. Hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah

c. Hijrah dari suatu negeri yang membahayakan kesehatan untuk menghindari penyakit menuju negeri aman

d. Hijrah dari suatu tempat karena gangguan terhadap harta benda 2. Hijrah Maknawiyah, terdiri dari 4 macam yaitu:

a. Hijrah I‟tiqadiyah yaitu keyakinan, iman bersifat pluktuatif, kadang menguat menuju puncak keyakinan mu‟min sejati, kadang pula melemah mendekati kekufuran iman, tetapi kadang bersifat sinkretis, bercampur dengan keyakinan lain mendekati kemusyrikan, maka kita harus segera melakukan hijrah keyakinan bila berada di tepi keadaan kekufuran dan kemusyrikan.

b. Hijrah fikriyah, menurut bahasa kata fikriyah berasal dari fikrun yang artinya pemikiran. Dunia yang kita tempati pada zaman sekarang ini sebenarnya telah menjadi medan perang yang sudah di

(30)

15

depan mata. Medan perang yang ada tapi tidak kita sadari keberadannya sebagai manusia. Dan berbagai pemikiran telah tersebar di zaman sekarang ini isu liberalism, kapitalisme, pluralism dan sosialisme telah memasuki ke dalam pemikiran kita yang murni, oleh karna itu hijrah pemikiran sangat penting dan mulailah mengkaji pemikiran-pemikiran islam yang murni, pemikiran yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad melalui para sahabat, tabi‟in, tabi‟it tabi‟in dan para pengikutnya.

c. Hijrah Sulukiyah, Sulukiyah berarti tingkah laku atau kepribadian atau biasa disebut akhlak, dalam perjalanan akhlak dan kepribadian tidak terlepas dari pergeseran nilai, sehingga pergeseran dari kepribadian mulia menuju kepribadian tercela, dan tidak aneh jika bermunculan berbagai tindak moral dan asusila di masyarkat. Dan hijrah ini sangat tepat jika kita memperbaiki akhlak dan kepribadian untuk kemudian berhijrah ke akhlak yang mulia.

d. Hijrah Syu‟uriyah, Syu‟uriah atau cita rasa kesenangan, semua yang ada pada diri ini sering terpengaruh oleh nilai-nilai yang kurang islami. Banyak hal yang seperti hiburan, musik, gambaran atau hiasan, pakaian, idola semua itu luput dari pengaruh nilai-nilai di luar islami. Sehingga model pakaian juga tak kalah pentingnya kita hijrahkan. Sebagaimana berhijrah pakaian yang benar-benar mengedepankan fungsi bukan gaya, tak lain hanyalah untuk menutup aurat.24

2. Hijrah Community Pekanbaru a. Profil

Komunitas Hijrah Community Pekanbaru terbentuk pada tanggal 8 Agustus 2017 atas inisiatif oleh para pendiri dari berbagai latar belakang profesi pekerjaan, seringnya bertemu dalam satu kegiatan majelis ilmu, dengan tujuan agar adanya pengingat untuk tetap bersama-sama selalu

(31)

16

berada dijalan yang diridhoi oleh Allah Swt. Hijrah Community Pekanbaru awal mula sebelum terbentuk, para pendiri rutin menghadiri kajian Hadits Ustadz Abdul Somad setiap pekannya pada hari Ahad ba‟da subuh pada tahun 2017. Dengan inisiatif untuk memperkuat istiqomah bersama-sama selalu duduk dalam majelis ilmu, maka berinisiatif untuk membentuk sebuah komunitas. Hijrah Community Pekanbaru sendiri memiliki slogan yaitu Hijrah, Dakwah, Road to Jannah yang berarti setelah berhijrah, melakukan dakwah, dan touring untuk mencari surgaNya Allah. Kemudian setelah terbentuk Hijrah Community Pekanbaru, maka Romi Saputra diamanahkan untuk menjadi ketua dikarenakan masih menjadi generasi yang tergolong muda sehingga dipandang masih memiliki semangat yang lebih tinggi untuk menjadi pemimpin komunitas tersebut.25

Komunitas Hijrah Community hannya digerakkan oleh para laki-laki yang mulai statusnya dari mahasiswa hingga pekerja dan mereka yang tinggal di Pekanbaru dengan berbagai latar belakang namun satu tujuan yaitu untuk hijrah. Saat ini, Hijrah Community telah berdiri 5 tahun belakangan ini. Sudah sering melakukan kegiatan touring untuk turut meramaikan kajian Ustadz, yang sebelumnya hanya mengikuti pengajian Ustadz Abdul Somad, namun seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pengetahuan maka tidak hanya berfokus pada pengajian salah seorang ustadz saja, kegiatan touring yang dilakukan dalam kota dan luar kota Pekanbaru dengan tujuan agar dapat menyambung silaturahmi dengan saudara muslim lainnya dan menambah ilmu pengetahuan dalam bidang agama. Melatar belakangi berdirinya Hijrah Community Pekanbaru adalah niat untuk bersama-sama hijrah dan saling menegakkan serta berdakwah untuk mengajak seluruh remaja dan orang dewasa khususnya di kota Pekanbaru yang ingin merubah hidupnya ke arah yang lebih baik serta mengajak untuk melakukan kegiatan sosial

25Romi Saputra, ketua Hijrah Community Pekanbaru, wawancara 1 Juni 2022.

(32)

17

untuk kemaslahatan masyarakat berdasarkan Al-Qur‟an dan Sunnah.

Hijrah Community Pekanbaru berkomitmen untuk dapat bersama-sama menghadiri pengajian ilmu agama di masjid-masjid di Kota Pekanbaru.26 b. Visi dan Misi

Adapun Visi dan Misi komunitas Hijrah Community Pekanbaru ini diantaranya ialah:

Visi HCP: Menjadi komunitas hijrah sebagai wadah bersosial dan saling menguatkan motivasi untuk istiqomah dalam berhijrah.

Misi HCP:

1. Ukhuwah Islamiyah untuk mempererat tali persaudaraan antar asesama umat muslim dan pemuda hijrah

2. Tholabul Ilmi sama-sama menambah ilmu sering hadir di Majelis yang dilaksanakan oleh Ustadz-Ustadz di Pekanbaru.

3. Dekat didalam masjid, diharapkan agar setiap anggota agar dapat hadir dalam kegiatan-kegiatan majelis taklim yang dilaksanakan oleh pengurus masjid.

c. Struktur Kepengurusan

Sebagai sebuah komunitas, Hijrah Community Pekanbaru memiliki struktur kepengurusan. Adapun Struktur komunitas Hijrah Community Pekanbaru sebagai berikut:

a) Ketua : Romi Saputra

b) Sekretaris : Ahmad Naim c) Bendahara : Pendrizal

d) Anggota :

1. Sadam Muliadi 2. Yogi

3. Alfaber

4. Muhammad Andri

(33)

18

5. Anggi Faisal

6. Mukhlis Muhammad Djidin 7. Donny Saputra

8. Syamsu Manan 9. Darmansyah 10. Nopi Warman 11. Jhoni Daud 12. Ashari Nasution27 3. Living Qur’an

a. Pengertian Living Qur‟an

Al-Qur‟an merupakan mukjizat dan juga sebagai pedoman umat Nabi Muhammad g dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya. Fenomena interaksi masyarakat muslim terhadap al-Qur‟an dalam ruang-ruang sosial ternyata sangat dinamis dan variatif. Sebagai bentuk resepsi sosio- kultural, apresiasi dan respons umat islam terhadap al-Qur‟an memang sangat dipengaruhi oleh cara berfikir, kognisi sosial, dan konteks yang mengitari kehidupan mereka. Nah, berbagai bentuk dan model praktik resepsi dan respon masyarakat dalam memperlakukan dan berinteraksi dengan al-Qur‟an itulah yang disebut dengan living Qur‟an.28

Kata living diambil dari bahasa Inggris yang memiliki arti ganda. Arti pertama yaitu “yang hidup” dan arti kedua adalah “menghidupkan”.

Dalam bahasa Arab disebut dengan istilah al-hayy dan ihya‟ al-Qur‟an.29 Dengan demikian, secara bahasa living Qur‟an merupakan al-Qur‟an yang hidup atau menghidupkan al-Qur‟an.

Pengertian living Qur‟an secara istilah adalah suatu upaya untuk memperoleh pengetahuan yang kokoh dan meyakinkan dari suatu budaya, praktik, tradisi, ritual, pemikiran, atau perilaku hidup di masyarakat yang diinspirasi dari sebuah ayat al-Qur‟an atau hadis Nabi g.30 Contohnya seperti saat ayat al-Qur‟an dijadikan sebagai pedoman untuk melakaukan perubahan dalam berhijrah, ayat-ayat al-Qur‟an yang

27Ahmad Naim, Sekretaris Hijrah Community Pekanbaru,wawancara 5 Juni 2022.

28Abdul Mustaqim, Metode PenelitianAl-Qur‟an dan Tafsir, cet. 2, (Yogyakarta: Idea Press Yogyakarta, 2015), hlm. 103-104.

29Ahmad „Ubaydi Hasbillah, Ilmu Living Quran-Hadis: Ontologi,Epistemologi, dan Aksiologi, (Banten: Unit Penerbitan MaktabahDarus -Sunnah, 2019), hlm. 20.

30Ibid., hlm. 22.

(34)

19

digunakan sebagai bacaan dalam tradisi yang secara rutin dilakukan dan lain-lainnya.

Dapat disimpulkan living Qur‟an adalah sebuah kajian ilmiah tentang praktik dan respon masyarakat dalam berinteraksi dengan al-Qur‟an atau berbagai peristiwa sosial mengenai kehadiran al-Qur‟an atau keberadaan al-Qur‟an di sebuah komunitas muslim tertentu.

b. Objek Kajian Living Qur‟am

Sebuah bidang ilmu tidak akan dapat terwujud tanpa adanya objek kajian. Objek kajian living Qur‟an dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori, yaitu objek material dan objek formal:

1) Objek Material

Setiap disiplin ilmu haruslah memiliki objek yang dijadikan sebagai sasaran kajian dan keilmuan. Ada objek material ada pula objek formal. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, kita dapat memahaminya lewat beberapa contoh objek keilmuan lain, seperti objek material ilmu Psikologi adalah gejala-gejala kejiwaan.

Ilmu Teologi memiliki objek Tuhan dan risalah-Nya, Ilmu Bahasa memiliki objek kata, bunyi, dan symbol. Dan Ilmu al-Qur‟an memiliki objek kalam Allah dan Mushaf.31

Dari sini dapat dijelaskan bahwa objek material itu ilmu living Qur‟an adalah perwujudan pemaknaan-pemaknaan tersebut di kehidupan sehari-hari dalam bentuknya non-teks. Bisa berupa gambar, multimedia, atau karya budaya, maupun berbentuk pemikiran yang kemudian berwujud lelaku dan perilaku manusia.32 2) Objek Formal

Selanjutnya objek material tersebut tidak akan memberikan informasi keilmuan yang matang jika tidak disertai dengan objek formal. Dalam ilmu Tafsir al-Qur‟an, ada yang menggunakan pendekatan atau cara pandang kebahasaan (tahlili) untuk mengungkap makna ayat yang menjadi objek materialnya. Ada pula yang menggunakan pendekatan analisa perbandingan (muqaran) sebagai cara untuk menyimpulkan makna ayat. Ada pula yang

(35)

20

menggunakan pendekatan tematik (maudhu‟i) untuk menyimpulkan makna ayat. Ada pula mufassir yang menggunakan psikologi untuk mengungkap makna ayat. Ada pula yang menggunakan cara pandang sosiologi (kemasyarakatan) untuk mengetahui makna ayat. Tahlili, muqaran,maudhu‟I, psikologi dan sosiologi dalam penjelasan di atas adalah contoh objek formal dalam ilmu tafsir.33

Sementara itu, objek formal kajian living Qur‟an adalah sudut pandang menyeluruh tentang perwujudan ayat al-Qur‟an dalam bentuknya non teks. Ketika sebuah ayat dibaca dari sudut pandang sosiologi (kemasyarakatan), karena memang objek material yang dikaji adalah prilaku masyarakat menggunakan atau merespon ayat al-Qur‟an, maka hal itu dapat disebut living Qur‟an.

Maka objek formal ilmu living Qur‟an adalah sudut pandang keilmuan yang digunakan untuk membaca objek-objek material dapat berupa sosiologi, seni, budaya, sains, teknologi, antropologi, psikologi dan sebagainya. Yang jelas, objek formal ilmu living Qur‟an tidak yang bersifat pernaskahan atau tekstual, melainkan kebendaan, kemasyarakatan dan kemanusiaan.34

B. Tinjauan Kepustakaan

Pada saat sekarang ini penelitian bukanlah hal yang baru. Dalam penelitian baru dan judul baru aka nada yang menjadi pembeda antara satu penelitian dengan penelitian lainnya. Setelah penulis melakukan observasi terhadap sumber- sumber yang membahas tentang hijrah, penulis tidak menemukan satupun yang secara khusus membahas tentang Implementasi Nilai-nilai Hijrah dalam komunitas Hijrah Community Pekanbaru Studi Living Qur‟an. Sedangkan penelitian yang berhubungan dengan penelitian ini, diantaranya:

1. Skripsi karya Siti Mabruroh, dengan judul skripsi Hijrah Menurut Al- Thabari Dalam Kitab Tafsir Jami Al-Bayan‟an Ta-wil Al-Qur‟an, Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir Hadis 2003. Dalam penelitiannya membahas tentang hijrah menurut At-Thabari dalam kitab Tafsir Jami Al-Baya‟an Ta-wil Al-Qur‟an.

33Ibid.,

34Helmy Qadarusman, EfektifitasPenggunaan Ayat-ayat Al-Qur‟an Sebagai Ruqyah Di Ruqyah Bekam Center Klaten, Tesis Fakultas Ushuluddin, (Surakarta: Institut Agama Islam Negeri Surakarta, 2017)

(36)

21

Perbedaan penelitian penulis dengan penelitian yang dilakukan oleh Siti Mabruroh terletak pada judul dan penelitian yang dilakukan.

Penelitian dari Siti Mabruroh membahas tentang penafsiran hijrah At- Thabari.

Persamaannya ialah dari segi tema yang digunakan yaitu hijrah.

2. Skripsi karya Henry Cahyono, Hijrah dalam pandangan Al-Qur‟an menurut tafsir kontemporer (Studi Tafsir Fi Zhilalil Qur‟an dan al- Misbah), Fakultas Ushuluddin dan Studi agama Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung 2019. Dalam penelitiannya hanya membahas tentang penafsiran Sayyid Qutb dan Muhammad Quraish Shihab terhadap ayat-ayat hijrah yang menggunakan metode muqorin (komparatif) membandingkan ayat-ayat yang ada, baik yang reaksinya berbeda tetapi masalahnya sama, atau redaksinya sama tetapi masalah berbeda.

Perbedaan penelitian penulis dengan penelitian yang dilakukan oleh Henry Cahyono terletak pada judul dan penelitian yang dilakukan. Penelitian dari Henry Cahyono ini menganalisis penafsiran dari Sayyid Qutb dan Muhammad Quraish Shihab terhadap konsep hijrah. Persamaannya ialah dari segi tema, yaitu tentang hijrah.

3. Skripsi karya Elizabeth Kristi, Implementasi Tolong-menolong di Organisasi Aksi Cepat Tanggap Riau dalam Perspektif Al-Qur‟an (Studi Living Qur‟an), Fakultas Ushuluddin Jurusan Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir 2021, Dalam penelitiannya membahas tentang bagaimana tolong- menolong yang dilakukan oleh Aksi Cepat Tanggap Riau khususnya di Daerah kota Pekanbaru.

Perbedaan penelitian penulis dengan yang dilakukan oleh Elizabeth Kristi terletak pada judul dan penelitian yang dilakukan.

4. Skripsi karya Nurul Hayat, dengan judul skripsi Hijrah dalam Perspektif Al-Qur‟an (Studi Tafsir Tematik), Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir 2020, Dalam penelitiannya membahas tentang hijrah secara Tematik. Skripsi ini hanya memfokuskan pada

(37)

22

para mufassir. Perbedaan penelitian dengan yang dilakukan oleh Nurul Hayat terletak pada judul dan penelitian yang dilakukan. Persamaan dalam penelitian Nurul dengan penelitian penulis ialah dari segi tema, yaitu tentang hijrah.

5. Skripsi karya Siti Nafsiyatul Ummah, Makna Hijrah Perspektif Hamka dalam Tafsir al-Azhar dan Kontekstualisasinya dalam Kehidupan Sosial di Indonesia”, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Sunan Ampel Surabaya 2019. Dalam penelitiannya Siti Nafsiyatul memfokuskan pada penafsiran ayat-ayat tentang hijrah pada tafsir al-Azhar, serta kontekstual makna tersebut dalam kehidupan sosial masyarakat. Pada kesimpulannya Siti Nafsiyatul memaparkan, kontekstualisasi makna hijrah dalam realita kehidupan sosial kekinian adalah sebagai berikut:

Meninggalkan tabiat buruk, Meninggalkan perbuatan syirik, Meninggalkan tempat yang kurang baik menuju yang lebih baik, dan meninggalkan sikap-sikap kasar pada bukti pekerti.

Perbedaan penelitian penulis dengan penelitian yang dilakukan oleh Siti Nafsiyatul terletak pada judul dan penelitian yang dilakukan.

Persamaannya ialah dalam menggunakan tema kajian.

Berdasarkan kajian kepustakaan yang telah dilakukan belum terdapat sebuah kajian yang secara khusus membahas tentang Pemahaman dan Implementasi Nilai-nilai hijrah dalam komunitas Hijrah Community Pekanbaru.

Oleh karena itu penelitian ini dipandang sebagai kajian yang menarik.

(38)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data-data dalam bentuk tulisan maupun lisan dari individu dan perilaku yang diamati. Menurut Bogdan dan Taylor, pendekatan ini diarahkan pada latar individu secara holistic (utuh).35

Jenis Penelitian ini tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau dalam bentuk hitungan lainnya. Sedangkan deskriptif adalah suatu jenis penelitian yang tujuannya untuk menyajikan gambaran lengkap mengenai setting social atau yang dimaksud untuk eksplorasi dan klarifikasi mengenai suatu fenomena dengan cara mendeskripsikan.

Pendekatan ini digunakan untuk mencari data-data lapangan hasil observasi, wawancara maupun dokumentasi yang kemudian berbentuk tulisan atau deskripsi mengenai situasi atau kejadian yang bukan berupa angka. 36

B. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan Sekretariat dari Hijrah Community Pekanbaru Jl.

Bukit Pasir, Kec. Tenayan Raya.

2. Waktu Penelitian

Waktu penelitian mulai dilakukan Juni – September 2022 C. Informan Penelitian

Informasi wawancara oleh Romi Saputra (Ketua Hijrah Community Pekanbaru), Pendrizal (Sekretaris Hijrah Community Pekanbaru), Ahmad Naim (Bendahara Hijrah Community Pekanbaru), Sadam Muliadi (Anggota Hijrah

35Lexy J. Moleong, Metode PenelitianKualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002), hlm. 3

(39)

24

Community Pekanbaru), Yogi (Anggota Hijrah Community Pekanbaru), Alfaber (Anggota Hijrah Community Pekanbaru), Muhammad Andri (Anggota Hijrah Community Pekanbaru), Anggi Faisal (Anggota Hijrah Community Pekanbaru), Muhklis (Anggota Hijrah Community Pekanbaru), Donny Saputra (Anggota Hijrah Community Pekanbaru), Syamsu Manan (Anggota Hijrah Community Pekanbaru), Darmansyah (Anggota Hijrah Community Pekanbaru), Nopi Warman (Anggota Hijrah Community Pekanbaru), Jhoni Daud (Anggota Hijrah Community Pekanbaru), Anshari Nasution (Anggota Hijrah Community Pekanbaru).

D. Sumber Data Penelitian

Sumber data adalah darimana asal data penelitian diperoleh. Adapun sumber data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder:

1. Sumber data primer merupakan data yang dikumpulkan langsung di lapangan saat melakukan penelitian untuk memperoleh jawaban atas masalah penelitian yang sedang dikaji. Seperti data wawancara langsung kepada Ketua Komunitas Hijrah Community Pekanbaru, Sekretaris, Bendahara, serta Anggota Hijrah Community Pekanbaru yang akan dijadikan informan pada penelitian ini.

2. Sumber data sekundernya yaitu data yang tidak diperoleh dari sumber data primer. Bisa disebut sebagai data bantuan agar memudahkan penelitian ini.

Dalam penelitian ini penulis mendapatkan data sekunder dari buku pustaka yang menulis tentang Hijrah, Living Qur‟an, skripsi, jurnal dan tulisan yang berkaitan dengan tema pembahasan.

E. Subjek dan Objek Penelitian

Adapun yang menjadi subjek pada penelitian ini adalah Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan anggota Hijrah Community Pekanbaru. Sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah Pemahaman menurut anggota Hijrah Community dan Implementasi hijrah dalam Hijrah Community Pekanbaru.

(40)

25

F. Teknik Pengumpulan Data

Berdasarkan jenis penelitian, maka Teknik pengumpulan data yang akan digunakan oleh penulis adalah observasi, interview, dan dokumentasi:

1. Pengumpulan ayat-ayat Al-Qur‟an dilakukan dengan cara mengumpulkan ayat-ayat yang berkaitan dengan hijrah, kemudian menyusun ayat-ayat sesuai kronologi turunnya (Asbabun Nuzul).

Kemudian menjelaskan bagaimana tolong-menolong dalam Al- Qur‟an berdasarkan penafsiran kitab Tafsir Al-Azhar.

2. Observasi. Dalam penelitian ini penulis menggunakan observasi partisipan. Observasi partisipan yang penulis lakukan ditujukan dilokasi penelitian, yaitu di beberapa tempat pelaksanaan kegiatan dari komunitas Hijrah Community Pekanbaru.

3. Wawancara. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode wawancara terbuka kepada pihak komunitas HCP. Pewawancara tidak terikat pada bentuk pertanyaan yang telah disusun sedemikian rupa, melainkan ia bebas mengembangkan wawancaranya dengan responden sejauh ada relevansinya dengan topik penelitian.

Wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada informan yang telah ditetapkan, yaitu Ketua, Bendahara, Sekretaris, dan 12 orang anggota yang terlibat dalam komunitas Hijrah Community Pekanbaru.

4. Dokumentasi. Adapun metode dokumentasi yang penulis gunakan adalah untuk mengumpulkan data-data yang terkait dengan tema penelitian, seperti foto dan video.

G. Teknik Analisis Data

Teknik analisa data yang digunakan penulis adalah analisa deskriptif Kualitatif. Analisa deskriptif kualitatif adalah menganalisa data yang telah dikumpulkan kemudian dijelaskan secara rinci dan sistematis sehingga dapat

(41)

26

1. Reduksi Data

Data yang telah diperoleh kemudian diteliti kembali, terutama dari kelengkapannya, kejelasan makna, kesesuaian serta relevansinya.

Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting.

2. Penyajian Data.

Setelah data direduksi maka langkah selanjutnya adalah mendisplaikan data maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi dan merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut.37

3. Verifikasi atau Penyimpulan Data.

Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila didapatkan data-data yang kuat pada tahap berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali kelapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.

37Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Jakarta: CV. Alfabeta, 2005), hlm. 41.

(42)

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan penafsiran dan penguraian tentang Pemahaman Nilai-nilai serta Implementasi yang dilakukan oleh anggota Hijrah Community Pekanbaru dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Penafsiran Ayat hijrah dari Kitab tafsir Al-Azhar didapati bahwa Hijrah adalah perpindahan dari suatu tempat menuju tempat lain, meninggalkan perbuatan syirik menuju tauhid, dan meninggalkan perbuatan buruk menuju perbuatan yang penuh dengan budi pekerti, menurut kitab tafsir Al-Misbah bahwasanya hijrah ialah mereka yang selalu membela agama dan memperjuangkannya, Sedangkan menurut tafsir Al-Munir bahwa hijrah diperlukan untuk menghindarkan diri dari tinggal di negeri yang penuh kemaksiatan-kemaksiatan.

2. Pemahaman Nilai-nilai Hijrah oleh Hijrah Community Pekanbaru dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu Nilai Integritas yang mencakup terkait gambaran diri dalam kehidupan sehari-hari dan menunjukkan konsistensi ucapan dan keyakinan yang tercermin dalam perbuatan anggota Hijrah Community Pekanbaru dalam berhijrah. Nilai Sosial yang mencakup sebuah konsep antara komunitas dan kelompok masyarakat untuk saling bahu- membahu sebagaimana yang dilakukan oleh anggota Hijrah Community Pekanbaru dalam kegiatannya pendistribusian bantuan beras kepada Masyarakat. Nilai Komunitas yang mencakup untuk selalu istiqomah dalam visi dan misi komunitas dan hormat terhadap keragaman perbedaan dalam komunitas dan lingkungan sekitar.

3. Sedangkan Nilai yang sudah diimplementasikan oleh Hijrah Community Pekanbaru ialah Nilai Dinamis yaitu Bergerak dari suatu tempat ke tempat lain

(43)

61

untuk menjadi yang lebih baik, Nilai berpikiran maju yaitu Selalu menambah wawasan pengetahuan terkait agama Islam dalam kajian rutin, Nilai kerja sama yaitu bersama-sama membantu umat yang ekonominya tergolong miskin dengan cara menyalurkan bantuan beras dan sembako bersama Yayasan Tabung Wakaf Umat yang diinisiasi oleh Ustadz Abdul Somad, Tim UAS, dan Sahabat Ustadz Abdul Somad, dan Nilai Keikhlasan yaitu selalu mengingatkan dalam silaturahmi bulanannya untuk tetap meluruskan niat hijrah, niat merupakan pangkal semua amal. Sebaik apapun amal yang sudah dilakukan seseorang tetapi bila tidak dilandasi dengan niat tulus karena Allah, akan dianggap tidak bernilai, maka berbahagialah orang-orang yang ikhlas dalam amalnya.

B. Saran

Setelah penulis menyelesaikan penelitian ini, penulis sangat menyadari bahwa penelitian dengan tema hijrah di kalangan Hijrah Community Pekanbaru ini tentunya bagi peneliti sangat jauh dari kata sempurna. Semua itu bisa terjadi karena ketidak telitinya dari peneliti, sekiranya dari kekurangan tersebut peneliti memohon saran masukan serta kritik dari dosen dan segenap teman-teman mahasiswa yang sifatnya membangun, guna untuk perbaikan nantinya bagi skripsi ini. Semoga dari penelitian ini muncul gagasan baru mengenai kajian-kajian dalam studi nantinya.

(44)

DAFTAR PUSTAKA

Ambari, Hasan Muarif, dkk. 1999, Eksiklopedi Islam, Jakarta: Ichtiar Bareu Van Hoeve.

Amna, Afina. 2019, Hijrah Artis sebagai Komodifikasi Agama,Yogyakarta: Jurnal Sosiologi Reflektif, Vol. 13 No. 2.

Arikunto, Suharsimi. 2013, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, cet. 14, (Jakarta: PT Rineka Cipta.

Bungin, Burhan. 2007, Penelitian Kualitatif, Jakarta: Kencana.

Departemen Agama RI. 2019, Al-Qur’an dan Terjemahnya

Eriyanto. 2007, Teknik Sampling Analisa Opini Publik, Yogyakarta: Pelangi Aksara.

Haekal, Muhammad Husain. 2009, Sejarah Hidup Muhammad, Jakarta: Litera Antar Nusa.

Hamka. 1984 Tafsir al-Azhar,Jakarta: Pustaka Panjimas.

Hasbillah, Ahmad Ubaydi. 2019, Ilmu Living Quran-Hadis: Ontologi Epistemologi, dan Aksiologi, Banten: Unit Penerbitan Maktabah Darus- Sunnah.

Ilyas, Hamim. 2004, Studi Kitab Tafsir, Yogyakarta: Teras,

Kartono, Kartini. 1990 Pengantar Metodologi Riset Sosial, Bandung: Mandar Maju.

Kriantono, Rachmat. 2009, Teknik Praktis Riset Komunikasi, Jakarta: Kencana.

Kulle, Haris. 2015, Hijrah dalam Al-Quran. Palopo: Jurnal al-Asas, Vol. III No. 1

(45)

Mansyur, M., dkk, Metodologi Penelitian Living Qur’an dan Hadits, Yogyakarta:

Teras, 2007

Murni. 2013, Konsep Hijrah dalam Perspektif Al-Qur’an (Studi Terhadap Pandangan Prof. Dr. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah), Skripsi, Makassar: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin.

Musa. 2019, Tren Hijrah dan Isu Radikalisme dalam Meningkatkan Kualitas Masyarakat, Jurnal Ilmiah Sustainable, Vol. 2 .

Musahadah, Zahrina Sanni dan Sulit Triyono. 2019, Fenomena Hijrah di Indonesia: Konten Persuasif dalam Instagram,Yogyakarta: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran, Vol. 12, No. 2.

Narbuko, Cholid dan Achmadi Abu, 2012, Metodelogi Penelitian, Jakarta: Bumi Aksara, cet. ke 12.

Rosyadi, Khoiron. 2004, Pendidikan Profetik, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Shihab, M. Quraish. 2000, Tafsir al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al- Qur’an, cet. Vol. 1, Jakarta: Lentera Hati.

Sugiyono. 2012, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D, cet. 10, Bandung: Alfabeta.

Sujarweni, Wiratna. 2014, Metode Penelitian, cet. 11, Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Sutarjo, Adisusilo. 2013, Pembelajaran Nilai Karakter : Konstruktivisme dan VCT sebagai inovasi pendekatan pembelajaran efektif, Jakarta : Rajawali Press.

Syamsuddin, Sahiron. 2007, Ranah-ranah penelitian dalam studi Al-Qur’an dan Hadis, “dalam Sahiron Syamsuddin (ed.), Penelitian Living Qur’an dan Hadis, Yogyakarta: Teras.

Syari’ati, Ali. 1996, Islam Mazhab Pemikiran dan Aksi, penerjemah M.S.

Nasrulloh, Bandung: Mizan.

(46)

Ummah, Siti Nafsiyatul. 2019, Makna Hijrah Perspektif Hamka dalam Tafsir Al- Azhar dan Kontekstualisasinya dalam Kehidupan Sosial di Indonesia, Skripsi, Surabaya: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel.

Ushama, Thameem. 2002, Metoelogis of The Exegis, Terj. Hasan Basri dan Amroeni, Metodelogis Tafsir Al-Qur’an, Jakarta: Riora Cipta.

Zunaidi, Ahmad Arif. 2018, Konsep Taubat Implementasinya menurut Perspektif Imam Nawawi, Skripsi, Semarang: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora.

(47)

PEDOMAN WAWANCARA

1. Bagaimana awal berdirinya komunitas Hijrah Community Pekanbaru?

2. Apa ruang lingkup dari pergerakan komunitas Hijrah Community Pekanbaru?

3. Bagaimana Konsep hijrah pada Hijrah Community Pekanbaru?

4. Apa yang saudara ketahui tentang “Hijrah” dan bagaimana menanggapi fenomena hijrah saat ini?

5. Apa tujuan dan visi misi dari komunitas Hijrah Community Pekanbaru?

6. Apakah terdapat perbedaan dalam berpakaian ketika setelah berhijrah?

7. Apakah komunitas Hijrah Community memiliki peran penting dalam hijrah saudara?

8. Apa perubahan yang dirasakan setelah melakukan hijrah?

9. Apa landasan ayat Al-Qur’an atau hadits dalam berhijrah?

(48)

GAMBAR DAN DOKUMENTASI

Wawancara dengan Romi Saputra (Ketua Hijrah Community Pekanbaru) tanggal 1 Juni 2022

Wawancara dengan Romi Saputra (Bendahara Hijrah Community Pekanbaru)

(49)

Kegiatan Gotong Royong Hijrah Community Pekanbaru dalam proses Pembangunan Pondok Pesantren Darul Hadits bersama Ustadz Zulhendri Rais

Hijrah Community Pekanbaru dalam Kajian Ekslusif bersama Ustadz Abdul dan Keluarga Besar Pengurus Yayasan Tabung Wakaf Umat

(50)
(51)

BIODATA PENULIS

Nama : Aulul Azmi

Tempat/Tgl. Lahir : Pekanbaru, 8 Agustus 1997 Nama Ayah : Syamsul Bahri Siregar

Nama Ibu : Suryati

Jumlah bersaudara : Empat Bersaudara (Anak ketiga)

No. Hp : 082285751997

RIWAYAT PENDIDIKAN

- SD Negeri 022 Pekanbaru Tahun Lulus 2009 - SMP Rusqoh Pekanbaru Tahun Lulus 2012 - SMKN 1 Padang Gelugur Tahun Lulus 2017

RIWAYAT ORGANISASI

- BEM UIN Suska Riau Divisi Komunikasi dan Informasi (2018) - Admin Media Informasi Mahasiswa Infosuska (2018 – 2022)

- Wakabid Humas, Agitasi dan Propaganda GMNI Kota Pekanbaru (2022) - Sekretaris Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Dewan

Pimpinan Cabang (DPC) Kota Pekanbaru (2022 – 2024)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pemaparan di atas, penulis sangat tertarik untuk membahas lebih dalam dengan melakukan penelitian dan mengkaji terhadap; Implementasi Nilai-Nilai Tasawuf Dalam

Oleh Salman Fariz Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Fakultas Ushuludin Jurusan Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir, dalam skripsi ini penulis membahas surah al-ikhlas

Untuk itu dalam tugas akhir ini penulis akan membahas mengenai implementasi aplikasi sistem periodik unsur kimia sebagai media pembelajaran menggunakan teknologi

people, buku, seni hiburan/pameran, film pekan ini, dan agenda. Penulis telah melakukan observasi terhadap sampel majalah online detik. Penulis menemukan variasi penggunaan

Beserta jajaran civitas akademika Fakultas Ushuluddin yang melayani penulis untuk menyelesaikan penulisan skripsi, sesuai dengan kepentingan pengembangan jurusan Tafsir

Bapak Taufik, M.Si, Ph.D, selaku dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian.. Ibu Wisnu

Persoalan yang lebih “dalam” antara lain permasalahan yang lebih khusus menjadi tanggungjawab seorang ulama untuk menemukan dan lebih meresapi akan penafsiran dari makna-makna yang

Gambaran kelelahan pada perawat didapatkan setelah penulis menemukan data, lalu penulis melakukan implementasi dari intervensi yang sudah di rencakan yaitu melakukan penerapan Evidence