• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.1 LATAR BELAKANG. Periklanan. Arsitektur BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1.1 LATAR BELAKANG. Periklanan. Arsitektur BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, Medan memiliki penduduk yang berjumlah 1.993.602 dengan kepadatan penduduk 7.520 / km² yang bersifat heterogen. Kota Medan yang sedang berkembang menuju “Medan Metropolitan” membuat aktifitas dan mobilitas mayarakatnya menjadi tinggi. Kegiatan masyarakat menjadi semakin padat dan beragam.

Dalam keberagaman kegiatan – kegiatan ini Medan Memiliki komunitas – komunitas yang kreatif. Komunitas yang produktif dan potensial untuk membangun kota Medan menjadi Medan Creative City.

Creative City merupakan Kota yang bercita – cita menjadi kota yang berhasil. Kota yang menarik orang untuk datang dan penduduk yang betah tinggal di dalamnya. Kota yang merubah individual menjadi kelompok – kelompok dalam wilayah kota yang dinamis dan kreatif, membagi ide, untuk menukarnya dengan bakat yang akan membawa pembelajran dan riset dan pengembangan inovasi produk yang memenuhi kebutuhan pasar global.

Creative City tidak terlepas dari komunitas – komunitas local yang kreatif. Komunitas ini berpotensi dalam menambah masukan bagi sector industry kreatif. Sesuai dengan KBLI 2005 terdapat empat belas subsektor yang di anggap merupakan industri kreatif, yaitu ;

Periklanan

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi dan produksi iklan an antara lain: riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, iklan luar ruang, produksi material iklan, promosi, kampanye relasi publik, tampilan iklan di media cetak dan elektronik.

(2)

kegiatan kreatif yang berkaitan dengan cetak biru bangunan dan informasi produksi antara lain: arsitektur taman, perencanaan kota, perencanaan biaya konstruksi, konservasi bangunan warisan, dokumentasi lelang, dll.

Pasar Barang Seni

kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi dan perdagangan, pekerjaan, produk antik dan hiasan melalui lelang, galeri, toko, pasar swalayan, dan internet.

Kerajinan

kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi dan distribusi produk kerajinan antara lain barang kerajinan yang terbuat dari: batu berharga, aksesoris, pandai emas, perak, kayu, kaca, porselin, kain, marmer, kapur, dan besi.

Desain

kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain grafis, interior, produk, industri, pengemasan, dan konsultasi identitas perusahaan.

Fesyen

kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain pakaian, desain alas kaki, dan desain aksesoris mode lainnya, produksi pakaian mode dan aksesorisnya, konsultansi lini produk fesyen, serta distribusi produk fesyen.

Film, Video & Fotografi

kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi produksi Video, film, dan jasa fotografi, serta distribusi rekaman video,film. Termasuk didalamnya penulisan skrip, dubbing film, sinematografi, sinetron, dan eksibisi film.

Permainan Edukatif

kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi permainan komputer dan video yang bersifat hiburan, ketangkasan, dan edukasi.

Music

kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, distribusi, dan ritel rekaman suara, hak cipta rekaman, promosi musik, penulis lirik, pencipta lagu atau musik, pertunjukan

(3)

Penerbitan dan Percetakan

kegiatan kreatif yang terkait dengan dengan penulisan konten dan penerbitan buku, jurnal, koran, majalah, tabloid, dan konten digital serta kegiatan kantor berita.

Software

kegiatan kreatif yang terkait dengan pengembangan teknologi informasi termasuk jasa layanan komputer, pengembangan piranti lunak, integrasi sistem, desain dan analisis sistem, desain arsitektur piranti lunak, desain prasarana piranti lunak & piranti keras, serta desain portal. • Radio dan Televisi

kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha kreasi, produksi dan pengemasan, penyiaran, dan transmisi televisi dan radio.

Riset dan Pengembangan

kegiatan kreatif yang terkati dengan usaha inovatif yang menawarkan penemuan ilmu dan teknologi dan penerapan ilmu dan pengetahuan tersebut untuk perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses baru, material baru, alat baru, metode baru, dan teknologi baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Mengenai industri Kreatif di Medan Pemerintah kota Medan sudah sadar betul akan potensi industri kreatif di kota Medan. Pengembangan ekonomi kreatif di kota Medan terkandung dalam visi dan misi pembangunan kota Medan yang diejawantahkan pada program kerja pembangunan kota Medan. Sebagai salah satu bentuk keseriusan pemerintah kota Medan dalam pengembangan industri kreatif, pemerintah kota Medan mengadakan event (kegiatan) Pekan Rakyat Sumatera Utara yang dilaksanakan tanggal 20 Maret sampai 15 April 2009. Potensi industri kreatif di kota Medan sangat besar. Sebagai pintu gerbang Indonesia bagian barat, Kota Medan adalah tempat yang strategis untuk pengembangan industri kreatif. Meski tidak seperti Kota Bandung maupun Yogyakarta, namun perlahan anak-anak muda Kota Medan mulai bermunculan meramaikan bursa persaingan industri kreatif di kota ini. Berikut adalah beberapa subsektor industri kreatif yang potensial di Medan.

(4)

Subsektor Komputer dan Piranti Lunak, Salah satu potensi industri kreatif yang dikembangkan di kota Medan adalah bidang subsektor komputer dan piranti lunak. Industri kreatif di bidang teknologi informasi di Medan banyak diminati oleh kalangan muda. Web developer adalah salah satu usaha di bidang IT yang berkembang di kota Medan. Dolly Aswin dan Analia Trisna adalah pelaku usaha kreatif di bidang web developer.

Subsektor Film,Salah satu bukti tingginya minat masyarakat kota Medan terhadap industri kreatif di bidang perfilman adalah munculnya sekolah sinematografi. Kensington menjadi sekolah seni dan sinematografi yang pertama dan satu-satunya di Medan. Industri perfilman di Kota Medan dinilai masih cukup prospektif. Selama ini pelaku industri perfilman di Medan terkendala oleh fasilitas,seperti alat membuat film komersial yang masih belum memadai.

Dunia film independen Medan awalnya muncul dari hasil kreativitas dan kritik sosial anak muda yang merasa perlu diungkapkan sebagai wujud perhatian mereka terhadap lingkungan sosial masyarakat. Seiring berjalannya waktu, arah dunia film independen di Medan berubah menjadi ajang kreativitas anak muda yang semakin kaya oleh pemikiran baru.

Subsektor Fashion, Sebagai kota yang mempunyai posisi geografi yang strategis, Kota Medan telah menjadi salah satu pusat perdagangan di Indonesia bagian barat. Aktivitas perdagangan baik antar daerah maupun lintas negara telah mendorong pertumbuhan industri kreatif di subsektor fashion. Pemerintah kota Medan sering mengadakan pameran UKM untuk mengakomodasi pemasaran industri fesyen di Koota Medan. Pelaku usaha fesyen di Kota Medan juga telah membentuk asosiasi sebagai wadah untuk menampung aspirasi komunitas. Salah satu bentuk nyata kreatifitas anak muda Medan di bidang fesyen adalah kaos "Tau Ko Medan" .Kaos Tau Ko Medan yang dipelopori Fatra. Fatra membuat kaos bermotif khas Kota Medan. Kini di beberapa brosur hotel merekomendasikan kaos ini sebagai salah satu oleh-oleh dari Medan. Subsektor Musik, Mungkin dulu Medan dapat di bilang sebagai salah satu barometer musik di Indonesia. Industri musik di kota Medan sedang berusaha untuk bangkit melanjutkan kembali untuk

(5)

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN

Tujuan dari perencanaan Youth Creative Expo ini adalah bagian dari rencana dari Departemen Perdanganan Republik Indonesia bekerja sama dengan Departemen Perindustrian dan Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) membentuk tim Indonesia Design Power menempatkan produk Indonesia menjadi produk yang diterima pasar international namun tetap memiliki karakter nasional. Untuk mencapai itu semua salah satu upaya dalam mendongkrak ekonomi kreatif maka dinas daerah terkait menyediakan wadah ataupun ruang untuk mengakomodasi komunitas - komunitas kreatif

Tujuan dari Youth Creative Expo adalah ikut mengambil bagian dari gerakan ekonomi kreatif ini. Menyediakan wadah bagi komunitas kreatif di Medan dalam bentuk ruang workshop, area festival / pameran dan pertunjukan.

1.3 MASALAH PERANCANGAN

Masalah perancangan adalah perihal yang akan menjadi kendala dalam perancangan Biwa Agrotourism and Guest House ini dan seterusnya akan dicari jalan penyelesaian untuk mengatasi masalah tersebut.

Masalah perancangan yang ada pada kasus proyek ini adalah:

• Bagaimana Menjadikan Youth Creative Expo ini memiliki desain bangunan yang berhasil dalam mengembangkan aktifitas komunitas kreatif di Medan semakin berkembang dalam hal ekonomi. Juga menjadikan Youth Crative Expo menjadi tujuan yang ramai dikunjungi anak – anak muda untuk beraktifitas ataupun hanya sekedar menikmati suasana.

(6)

1.4 PENDEKATAN MASALAH

Pendekatan masalah merupakan bentuk pengenalan masalah yang lebih berfokus pada hal yang lebih khusus untuk mencari penyelasaian yang lebih tepat. Dalam hal ini pendekatan pada masalah perancangan Youth Creative Expo.

Pendekatan yang dilakukan berdasarkan:

1). Studi literatur yang berkaitan langsung dengan permasalahan diangkat sehingga mendapatkan informasi dan bahan berupa literatur yang sesuai dengan perencanaan dan perancangan, yang berguna untuk memperkuat fakta secara ilmiah.

2). Studi literatur tentang tema yang terpilih sehingga mendapatkan informasi dan bahan berupa literature yang sesuai dengan perencanaan dan perancangan, yang berguna untuk memperkuat pendekatan dengan tema secara ilmiah.

3). Studi banding terhadap proyek-proyek sejenis dengan melakukan pendekatan perancangan pada bangunan yang sudah ada baik yang bersumber dari buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.

4). Studi banding terhadap proyek-proyek yang menggunakan tema sejenis dengan menggunakan pendekatan tema pada bangunan yang sudah ada baik yang bersumber dari buku, majalah, internet dan lain sebagainya.

5). Studi lapangan mengenai kondisi sekitar lahan studi dan lingkungan fisik yang berhubungan dengan kasus proyek.

6). Mengadakan wawancara dengan pihak-pihak yang dianggap banyak mengetahui mengenai kasus dalam proyek tersebut sehingga diperoleh kejelasan yang benar-benar dapat dipertanggung jawabkan juga dapat memberikan ide dan inspirasi tersendiri.

1.5 LINGKUP DAN BATASAN PERANCANGAN

Lingkup atau batasan adalah suatu perihal yang menjadi cakupan, wilayah pembahasan suatu peristiwa agar pembahasannya tersebut tepat sasaran dari tujuan yang ingin dicapai. Dalam hal ini akan dibahas sejauh mana hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan Youth Creative Expo yaitu dari total empat belas bidang industry kreatif. Youth kreatif expo di minimalkan menjadi delapan bidang saja. Yaitu bidang periklanan, arsitektur, music, fesyen, kerajinan tangan, pertunjukan seni. Permainan interaktif dan film, video dan

(7)

Kerangka berfikir adalah konsep yang meliputi proses pola berfikir dalam melaksanakan sebuah kegiatan sebagai gambaran perencanaan dari seluruh kegiatan yang akan di lakukan. Berikut adalah kerangka berpikir dalam mewujudkan Biwa Agrotourism and Guest House;

LATAR BELAKANG KASUS

• Departemen Perdagangan bekerja sama dengan Departemen Perindustrian dan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) membentuk Indonesia Design Power untuk mendongkrak Industri Kreatif.

• Medan merupakan kota yang berpotensi untuk mengembangkan ekonomi kreatif

MAKSUD

Tujuan dari Youth Creative Expo adalah ikut mengambil bagian dari gerakan ekonomi kreatif ini. Menyediakan wadah bagi komunitas kreatif di Medan dalam bentuk ruang workshop, area festival / pameran dan

t j k

PERMASALAHAN

Bagaimana Menjadikan Youth Creative Expo ini memiliki desain bangunan yang berhasil dalam mengembangkan aktifitas komunitas kreatif di Medan semakin berkembang dalam hal ekonomi

Youth Creative Expo Tema: Arsitektur Ekspresionisme

STUDI LITERATUR dan STUDI BANDING • Kajian tema dengan bentuk bangunan. STUDI SITE • Ukuran site • Peraturan pemerintah • Sempadan bangunan PENGUMPULAN DATA • Studi literature ANALISA

• Analisa kondisi lingkungan yaitu: analisa matahari, vegetasi, sirkulasi, view dari dan ke site dan sempadan bangunan.

• Analisa fungsional yaitu: analisa aktifitas, kebutuhan ruang, besaran ruang, hubungan antar ruang.

• Analisa penerapan struktur pada bangunan

KRITERIA dan KONSEP PERANCANGAN

Berdasarkan analisa, peraturan pemerintah, konsep tapak dan konsep bangunan

D E S A I N F eed b a ck

(8)

1.7 KERANGKA BERFIKIR METODOLOGI PEMBAHASAN a. STUDI LITERATUR

Studi literatur dilakukan dengan mengumpulkan dan membaca bahan – bahan terkait baik itu dari buku, majalah, internet, ataupun koran yang membahas tentang topik yang berkaitan. b. STUDI LAPANGAN

Dilakukan dengan survey langsung ke lapangan yaitu lokasi perancangan dan wawancara langsung dengan orang pihak yang terkait dan penduduk setempat.

c. STUDI ANALISA

Menganalisa data dan permasalahan yang muncul, khususnya dalam kaitannya dengan fungsi bangunan sebagai sarana pendidikan serta wisata edukatif dalam bidang perikanan. 1.8 SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN

Sistematika Penulisan laporan adalah tata cara penulisan laporan sebagai pedoman agar laporan dapat tersusun dengan benar. Berikut adalah sistematika penulisan laporan Biwa Agrotourism and Guest House

BAB I PENDAHULUAN

Berisikan uraian tentang latar belakang, maksud dan tujuan, identifikasi permasalahan, pendekatan, lingkup / batasan, kerangka berfikir, dan sistematika penulisan laporan.

BAB II DESKRIPSI PROYEK

Berisikan uraian tentang tinjauan umum yang meliputi kasus proyek, tema proyek, status, kepemilikan, sumber dana, luas lahan, lokasi, serta kajian yang menyangkut sosial budaya, tinjauan literatur proyek, serta studi banding proyek sejenis.

BAB III ELABORASI TEMA

Berisi tentang kajian mengenai pengertian ,interpretasi dan keterkaitan tema dengan judul serta studi banding terhadap bangunan-bangunan yang menerapkan tema yang sama.

(9)

BAB IV ANALISA PERANCANGAN

Berisikan uraian analisa ruang luar meliputi lokasi, kondisi dan potensi lahan, prasarana, karakter lingkungan, orientasi, pemandangan / view, sirkulasi / pencapaian, ruang dalam: pemakai dan aktivitas, organisasi ruang, besaran ruang, hubungan antar ruang, bentuk massa / bangunan, sistem struktur, mekanikal / elektrikal, sosial buadaya, kepadatan penduduk, kunjungan kepariwisataan, tingkat pendapatan penduduk.

BAB V KONSEP PERANCANGAN

Berisikan konsep dasar dan konsep lanjutan tentang kompleks, konsep bangunan yang direncanakan, konsep struktur, dan konsep utilitas sebagai keluaran untuk menuju ke hasil perancangan nantinya.

BAB VI DESAIN

berisikan desain berupa gambar kerja yang merupakan hasil akhir dari semua analisa, data, dan konsep-konsep yang telah dibahas sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

Berisi daftar pustaka yang digunakan sebagai bahan literatur dalam perencanaan ini.

LAMPIRAN

BAB 2

Gambar

Diagram 1.1 kerangka berfikir

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang pemenuhannya setelah kebutuhan primer terpenuhi, namun tetap harus dipenuhi, agar kehidupan manusia berjalan dengan baik. Contoh: pariwisata

• Urutan prioritas penyediaan SDA (selain untuk kebutuhan pokok dan untuk irigasi pertanian rakyat) ditetapkan pada setiap WS oleh Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai

2006 Festival Programmer – Jakarta Slingshortfest, South East Asia short film festival 2007 Festival Director OK.Video MILITIA – 3 rd Jakarta International Video Festival. 2009

Ditinjau dari kualitas produk yang dihasilkan, pengkrajin mebel kayu di di Desa Pathuk, Kecamatan Pathuk telah dalam memproduksi mebel kayu dan teknik finishing melamine

Dalam rangka memberikan jaminan mutu atas pelaksanaan abdimas, dilakukan proses monitoring dan evaluasi oleh LPPM melalui staf PPM dan/atau key person dari jurusan yang

Tokoh pelayan muda atau perempuan muda dianggap melanggar maksim kesantunan karena ada dua tuturan yang ia sampaikan secara kasar dan tidak sesuai dengan peran

Dalam teks, muncul kata-kata tertentu yang dominan dan dinaturalisasikan kepada pembaca. Kata tersebut selalu diulang-ulang dalam berbagai peristiwa tutur. Kata-kata