• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR DIAGRAM DAFTAR LAMPIRAN RINGKASAN EKSEKUTIF

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR DIAGRAM DAFTAR LAMPIRAN RINGKASAN EKSEKUTIF"

Copied!
145
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

ii

DAFTAR ISI

PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

DAFTAR TABEL iii

DAFTAR DIAGRAM iv

DAFTAR LAMPIRAN v

RINGKASAN EKSEKUTIF vi

BAB I PENDAHULUAN

1.1. TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI I – 1

1.2. KONDISI DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN I – 15

1.3. RENCANA STRATEGIS I - 15

BAB II PERENCANAAN KINERJA

2.1. RENCANA KINERJA TAHUNAN II – 1

2.2. PERJANJIAN KINERJA II – 2

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

3.1. PENGELOLAAN KINERJA DIREKTORAT BINA PROGRAM III – 1

3.2. EVALUASI DAN ANALISIS KINERJA III – 2

3.3. EVALUASI DAN ANALISIS ANGGARAN III – 20

3.4. CAPAIAN KINERJA LAINNYA III – 22

3.5. HAL-HAL YANG MEMERLUKAN PERHATIAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA

III – 25

BAB IV PENUTUP IV – 1

LAMPIRAN

(3)

iii

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1. Klasifikasi Pendidikan PNS/NON PNS I – 12

Tabel 1.2. Klasifikasi Jenis Kelamin I – 13

Tabel 1.3. Klasifikasi Berdasarkan Golongan Ruang I – 14 Tabel 1.4. Klasifikasi Berdasarkan Jenis Jabatan I – 15 Tabel 2.1. Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Bina Program Tahun

2014

II – 1

Tabel 2.2. Perjanjian Kinerja Direktorat Bina Program Tahun 2014 II – 2 Tabel 2.3. Rincian Pagu Penghematan Per Output II – 3

Tabel 3.1. Kategorisasi Kinerja III – 1

Tabel 3.2. Realisasi Rencana Aksi Perjanjian Kinerja Direktorat Bina Program Tahun 2014

III – 2

Tabel 3.3. Penilaian Kinerja Direktorat Bina Program Tahun 2014 III – 3

Tabel 3.4. Tren Pencapaian Sasaran (Outcome) III – 5

Tabel 3.5. Pelaksanaan Aspek TURBINWAS di Direktorat Bina Progam Tahun 2014

III – 6

Tabel 3.6. Pencapaian Kinerja Output Kebijakan dan Strategi Bidang Permukiman

III – 8

Tabel 3.7 Pencapaian Kinerja Output Program dan Anggaran Bidang Permukiman

III – 9

Tabel 3.8. Pencapaian Kinerja Output Kegiatan Kerjasama Luar Negeri III – 10 Tabel 3.9. Penyiapan Kerjasama Luar Negeri Ditjen Cipta Karya Tahun 2014 III – 13 Tabel 3.10. Pencapaian Kinerja Output Data dan Informasi Bidang

Permukiman

III – 15

Tabel 3.11. Pencapaian Kinerja Output Evaluasi Kinerja Bidang Permukiman III – 16 Tabel 3.12. Pencapaian Kinerja Output Perencanaan dan Pengendalian

Program Bidang Permukiman

III – 17

Tabel 3.13. Realisasi Penyerapan Anggaran Per Output III – 21

Tabel 3.14. Tren Realisasi Anggaran Per Outcome III – 22

(4)

iv

DAFTAR DIAGRAM

Diagram 1.1. Bagan Struktur Organisasi I – 3

Diagram 1.2. Hubungan Kerja Antar Direktorat I – 12

Diagram 1.3. Klasifikasi Pendidikan PNS/NON PNS I – 13

Diagram 1.4. Klasifikasi Jenis Kelamin I – 13

Diagram 1.5. Klasifikasi Berdasarkan Golongan Ruang I – 14 Diagram 1.6. Klasifikasi Berdasarkan Jenis Jabatan I – 14 Diagram 1.7. Keragaman SDM Berdasarkan PNS dan Non PNS I – 15 Diagram 1.8. Keragaman SDM Berdasarkan Jafung dan Diperbantukan I – 15 Diagram 3.1. Kesesuaian RPIJM sektor dengan RKAKL Tahun 2014 III – 4 Diagram 3.2. Kesesuaian Kegaitan Tahun 2014 dengan Usulan pada RPIJM III – 19

(5)

v

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN I RENCANA KINERJA TAHUNAN v – 1

LAMPIRAN II PENETAPAN KINERJA v – 2

LAMPIRAN III PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN v – 4

LAMPIRAN IV RINCIAN PKK v - 5

LAMPIRAN V PIAGAM PENGHARGAAN v – 15

LAMPIRAN VI PENGHITUNGAN KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN PMK 249/2011

v – 16

LAMPIRAN VII RENCANA AKSI PERJANJIAN KINERJA 2014 v – 18 LAMPIRAN VIII LAPORAN MONITORING DAN EVALUASI TRIWULAN v – 33

LAMPIRAN IX DOKUMENTASI KEGIATAN v – 70

(6)

vi

RINGKASAN EKSEKUTIF

Laporan Kinerja Direktorat Bina Program Tahun 2014 merupakan wujud akuntabilitas pencapaian kinerja dari pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2010-2014 dan Rencana Kinerja Tahunan 2014 yang telah ditetapkan melalui Perjanjian Kinerja Tahun 2014.

Dalam upaya merealisasikan good governance, Direktorat Bina Program telah melaksanakan berbagai kegiatan untuk mencapai sasaran serta mewujudkan visi dan misi yang telah dituangkan dalam Renstra. Adapun visi dan misi Direktorat Bina Program sejalan dengan visi dan misi Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan sasaran yang hendak dicapai adalah

Meningkatnya Kapasitas Kelembagaan dalam Penyelenggaraan Pengembangan Permukiman.

Pencapaian sasaran ini tahun 2014 telah tercapai sejumlah 183 dokumen atau telah 107,01% melebihi target yang ditetapkan pada tahun 2014 sebanyak 171 dokumen.

Pencapaian ini diperoleh dari akumulasi pencapaian 6 (enam) output utama Direktorat Bina Program. Capaian kinerja sasaran Direktorat Bina Program tahun 2014 yang tercermin dari pencapaian output-output utamanya diuraikan sebagai berikut:

1. Jumlah dokumen Kebijakan dan Strategi Bidang Permukiman yang tercapai sebanyak 12 laporan atau 100% dari target yang ditetapkan sebanyak 12 laporan.

Serangkaian kegiatan Subdit Kebijakan dan Strategi bidang permukiman di tahun 2014 merupakan bagian dari upaya penajaman kebijakan dan strategi terutama dalam hal penguatan kelembagaan dan pendanaan dalam pencapaian target 100-0-100 serta perwujudan konsep keterpaduan pembangunan bidang Cipta Karya di kabupaten/kota yang memiliki fungsi strategis nasional serta telah memiliki Perda RTRW dan Perda Bangunan Gedung.

2. Jumlah dokumen Program dan Anggaran Bidang Permukiman yang tercapai sebanyak 52 laporan atau 130 % dari target yang ditetapkan sebanyak 40 laporan.

Salah satu output utama yang dilakukan subdit Program dan anggaran di tahun 2014 ini adalah sinkronisasi penyusunan program dan anggaran tahun 2014. Kegiatan tersebut merupakan sinkronisasi program-program pembangunan Bidang Cipta Karya, terutama program dan kegiatan yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah dengan berlandaskan pada kebijakan dan agenda pembangunan nasional.

3. Jumlah dokumen Kerjasama Luar Negeri Bidang Permukiman yang tercapai sebanyak 11 laporan atau 100% dari target yang ditetapkan sebanyak 11 laporan.

Salah satu hasil dari keluaran kegiatan kerja sama luar negeri bidang permukiman di tahun 2013 adalah terkait dengan pendanaan yang bersumber dari CSR perusahaan.

Seperti diketahui, salah satu sumber pendanaan alternatif selain APBN dan APBD yang

saat ini sedang dioptimalkan untuk pendanaan bidang permukimana dalah

pemanfaatan melalui dana CSR. Direktorat Bina Program melalui Sub Direktorat

(7)

vii Kerjasama Luar Negeri berupaya memfasilitasi kerjasama kemitraan antara Pemerintah Daerah dengan perusahaan untuk menggali potensi dana CSR.

4. Jumlah dokumen Evaluasi Kinerja Bidang Permukiman yang tercapai sebanyak 13 laporan atau 100% dari target yang ditetapkan sebanyak 13 laporan.

Salah satu hasil dari output evaluasi kinerja bidang permukiman di tahun 2014, adalah terkait tersusunnya Indeks Permukiman Perkotaan Berkelanjutan. Indeks ini merupakan indeks komposit yang dapat menggambarkan upaya yang berkelanjutan untuk memperbaiki kondisi sosial, ekonomi, dan kualitas lingkungan sebagai tempat hidup dan bekerja. Indeks mencakup empat komponen yang menyangkut bidang mendasar yang diperlukan untuk menghasilkan suatu ukuran dari pencapaian rata- rata yang merefleksikan upaya pemerintah kota/kabupaten dalam menciptakan permukiman perkotaan berkelanjutan.

5. Jumlah dokumen Data dan Informasi Bidang Permukiman yang tercapai sebanyak 11 laporan atau 100% dari target yang ditetapkan sebanyak 11 laporan.

Dalam kerangka Rencana Induk Sistem Informasi Direktorat Jenderal Cipta Karya periode 2014-2019 telah dilakukan penyusunan rencana strategis pengembangan sistem informasi Direktorat Jenderal Cipta Karya, dengan implementasi diantaranya: 1]

Surat Edaran tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya; 2] Penyusunan Struktur Kekerabatan Teknologi Informasi; 3] Penyusunan Blue Print Sistem Informasi 2015-2019; serta 4] Pengembangan sistem monitoring Aplikasi berbasis web di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya.

6. Jumlah dokumen Perencanaan dan Pengendalian Bidang Permukiman yang tercapai sebanyak 84 laporan atau 100% dari target yang ditetapkan sebanyak 84 laporan Pada tahun 2014 telah dilakukan pendampingan bantuan teknis penyusunan RPI2JM kepada 92 kab/kota di 20 provinsi. Melalui bantuan teknis ini, diharapkan terjadi peningkatan kualitas dokumen RPI2JM sebagai suatu delivery system dari kebijakan pembangunan bidang CiptaKarya.

Secara umum, hasil capaian kinerja sasaran telah tercapai sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan. Walaupun demikian masih terdapat beberapa kendala dan permasalahan, antara lain:

A. PERENCANAAN

- Masih terdapat kendala dalam mewujudkan keterpaduan serta sinkronisasi program dan kegiatan yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah yang terlihat pada:

o Total usulan kegiatan RPI2JM TA 2014 yang terakomodasi oleh APBN TA 2014 baru mencapai 77% (sama dengan tahun 2013)

o Dokumen RPI2JM dan Memorandum Program sebagai dasar perencanaan Bidang Cipta Karya di Kab/Kota belum menggambarkan sinkronisasi antar sektor (RISPAM, SSK, RTBL dan SPPIP/RPKPP)

o Masih terdapat usulan kegiatan tidak sesuai dengan Dokumen RPI2JM,

serta keterlibatan sektor dalam proses penyusunan RPI2JM dan MP di

daerah masih belum optimal.

(8)

viii - Indikator kinerja Direktorat Bina Program belum dapat dijadikan ukuran

keberhasilan kinerja direktorat

- Ketersediaan SDM yang masih kurang terlebih dengan tingkat kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan (jabatan fungsional umum teknis hanya 83 orang dan jabatan fungsional tertentu baru 6 orang). Komposisi SDM terbesar adalah jabatan fungsional umum administrasi sebanyak 159 orang

- Selain itu job description yang belum seragam antara nama jabatan menyebabkan sulitnya menetapkan indikator kinerja individu SDM Direktorat Bina Program.

B. PELAKSANAAN

- Salah satu penyebab tidak maksimalnya konsistensi penyerapan anggaran sesuai kurva S, dikarenakan adanya kebijakan penghematan anggaran.

- Masih banyak pembangunan infrastruktur belum responsif gender yang ditandai dengan masih banyaknya kebijakan dan kegiatan pembangunan infrastruktur yang belum memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan yang berbeda antara laki-laki dan perempuan.

- Realisasi DDUB sebagai Matching Fund terhadap APBN Reguler 2014, masih sangat rendah, yaitu 56,41% (APBD Kab/Kota). Untuk sektor Air Minum, realisasi DDUB sebesar 61,33%, sektor PLP sebesar 55,39%, sektor Bangkim sebesar 49,58%, dan sektor PBL sebesar 55,77%.

- Selain baru 20 SOP yang terdokumentasi dalam instruksi kerja, belum adanya SK Wakil Manajemen menyebabkan pelaksanaan SMM belum berjalan optimal C. PASCA PELAKSANAAN

- Kualitas data kinerja pasca pelaksanaan (manfaat dan dampak) yang sulit didapatkan serta masih diragukan tingkat validitasnya

- Belum ada standar monitoring kinerja dan evaluasi kinerja pelaksanaan pembangunan sektor sebagai acuan internal Direktorat Jenderal Cipta Karya yang diakui bersama

Berdasarkan permasalahan yang dihadapi tersebut, beberapa rekomendasi yang disampaikan sebagai perbaikan ke depan antara lain:

1. Mengembangkan indikator kinerja outcome yang dapat menggambarkan kinerja Direktorat Bina Program

2. Peningkatan kualitas pemrograman dan perencanaan melalui peningkatan kualitas dokumen RPI2JM, peningkatan koordinasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, serta peningkatan peran Satker Randal baik dalam proses review RKA-KL maupun sebagai konsolidator data perencanaan dan pengendalian

3. Mengelola dan mengembangkan data kinerja melalui peningkatan kualitas SIMEKA sebagai sumber data dan informasi kinerja koordinasi dalam upaya meningkatkan kualitas data kinerja

4. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia baik melalui pemetaan kompetensi

pegawai, penyeragaman job description maupun melalui penetapan indicator kinerja

individu

(9)

ix 5. Pengembangan standar monitoring kinerja dan evaluasi kinerja pelaksanaan pembangunan sektor sebagai acuan internal Direktorat Jenderal Cipta Karya yang diakui bersama.

6. Mengembangkan mekanisme insentif dan disinsentif untuk merangsang Pemda Kabupaten/Kota untuk merealisasikan DDUB-nya.

Melalui Laporan Kinerja Direktorat Bina Program Tahun 2014 ini diharapkan dapat menjadi

bahan perbaikan kinerja kegiatan untuk tahun selanjutnya sesuai dengan tujuan dan sasaran

Renstra Direktorat Bina Program Tahun 2010-2014.

(10)

I - 1

BAB I

PENDAHULUAN

Direktorat Bina Program melaksanakan sasaran meningkatnya Kapasitas Kelembagaan Dalam Penyelenggaraan Pengembangan Permukiman sebagaimana tertuang di dalam Rencana Strategis (Renstra) Direktorat Jenderal Cipta Karya tahun 2010-2014. Dalam Renstra tersebut, visi Direktorat Bina Program mengacu pada visi Direktorat Jenderal Cipta Karya yaitu “Terwujudnya permukiman perkotaan dan perdesaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan melalui penyediaan infrastruktur yang handal dalam pengembangan permukiman, pengembangan sistem penyediaan air minum, pengembangan penyehatan lingkungan permukiman dan penataan bangunan dan lingkungan”, dengan misi

“Mewujudkan organisasi yang efisien, tata laksana yang efektif dan SDM yang profesional, serta pengembangan NSPM, dengan menerapkan prinsip good governance”. Dalam rangka mewujudkan visi dan misinya, Direktorat Bina Program melaksanakan Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman.

Mengacu pada Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, Direktorat Bina Program sebagai instansi pemerintah dan unsur penyelenggara negara diwajibkan menetapkan target kinerja serta melakukan pengukuran kinerja yang telah dicapai serta menyampaikan Laporan Kinerja yang merupakan wujud dari mandat yang diemban. Maksud penyusunan Laporan Kinerja Direktorat Bina Program tahun 2014 adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada Direktorat Jenderal Cipta Karya atas pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program/kegiatan dalam rangka mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan. Pelaporan kinerja juga dimaksudkan sebagai media untuk mengkomunikasikan pencapaian kinerja Direktorat Bina Program dalam satu tahun anggaran kepada masyarakat dan stakeholders lainnya.

Adapun tujuan penyusunan Laporan Kinerja adalah untuk menilai dan mengevaluasi pencapaian kinerja kegiatan dan sasaran Direktorat Bina Program. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan kemudian dirumuskan beberapa rekomendasi yang dapat menjadi salah satu masukan dalam menetapkan kebijakan dan strategi yang akan datang sehingga dapat meningkatkan kinerja Direktorat Bina Program.

1.1. TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI

Direktorat Bina Program merupakan unit kerja Eselon II dibawah Direktorat

Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum. Direktorat Bina Program

mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan penyusunan rencana, program,

anggaran, serta evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program di bidang Cipta

Karya. Direktorat Bina Program mengolah berbagai Program yang digariskan untuk

mendukung kebijakan pembangunan bidang keciptakaryaan.

(11)

I - 2

1.1.1. TUGAS DAN FUNGSI

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Bina Program adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Pekerjaan Umum yang dipimpin oleh Direktur Bina Program yang strukturnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Cipta Karya. Direktorat Bina Program mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan, menyusun rencana, program dan anggaran termasuk sumber pembiayaan, pengelolaan data, dokumentasi, publikasi, serta evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program (Pasal 560).

Dalam melaksanakan tugas tersebut Direktorat Bina Program menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

1. Penyusunan kebijakan dan strategi pembangunan, baik di perkotaan maupun di pedesaan

2. Penyusunan program dan anggaran penyediaan prasarana dan sarana

3. Pengembangan kerjsasama dan penyiapan administrasi pinjaman/hibah luar negeri serta pengembangan program investasi

4. Evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan program 5. Pengelolaan data, informasi dan komunikasi publik 6. Pelaksanaan tata usaha Direktorat

1.1.2. STRUKTUR ORGANISASI

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinyaDirektorat Bina Program terdiri atas 5 (lima) Sub Direktorat, 1 (satu) Sub Bagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional (sesuai dengan Pasal 562), Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum.

Selain itu didukung oleh 3 (tiga) Satuan Kerja, sebagaimana terlihat pada bagan

berikut ini:

(12)

I - 3

A. SUB DIREKTORAT KEBIJAKAN DAN STRATEGI

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum (pasal 563), Sub Direktorat Kebijakan dan Strategi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan dan strategi pembangunan jangka panjang dan menengah.

Dalam melaksanakan tugas, Sub Direktorat Kebijakan dan Strategi menyelenggarakan fungsi sebagai berikut (Pasal 564):

1. Analisis dan evaluasi kebijakan dan rencana pengembangan prasarana dan sarana permukiman.

2. Penyusunan kebijakan dan strategi pengembangan prasarana dan sarana permukiman.

3. Penyusunan rencana jangka panjang dan menengah.

4. Penyusunan pedoman dan manual rencana pengembangan investasi jangka menengah.

Sub Direktorat Kebijakan dan Strategi dalam melaksanakan fungsinya dan tugasnya terdiri atas dua seksi yaitu sebagai berikut:

a. Seksi Rencana dan Kebijakan

Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi kebijakan dan rencana pengembangan, serta penyusunan rencana jangka panjang pengembangan prasarana dan sarana permukiman

Diagram 1.1 Bagan Struktur Organisasi

SUB DIREKTORAT KEBIJAKAN DAN

STRATEGI

SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN

ANGGARAN

SUB DIREKTORAT KERJASAMA LUAR

NEGERI

SUB DIREKTORAT DATA DAN INFORMASI

SUB DIREKTORAT EVALUASI KINERJA

DIREKTORAT BINA PROGRAM

SUB BAGIAN TATA USAHA

SEKSI RENCANA DAN KEBIJAKAN

SEKSI RENCANA JANGKA MENENGAH

SEKSI PROGRAM AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN SEKSI PROGRAM TATA BANGUNAN DAN

LINGKUNGAN PERMUKIMAN

SEKSI MULTILATERAL

SEKSI BILATERAL

SEKSI PENGELOLAAN DATA DAN

DOKUMENTASI

SEKSI PENGELOLAAN INFORMASI DAN KOMUNIKASI PUBLIK

SEKSI AIR MINUM DAN

PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN

SEKSI TATA BANGUNAN DAN

LINGKUNGAN PERMUKIMAN SATKER

- Randal PIP Pusat & Prop - P3SD Perkotaan - P3SD Perdesaan

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

(13)

I - 4

b. Seksi Rencana Jangka Menengah

Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana jangka menengah, serta penyusunan pedoman dan manual rencana pengembangan Investasi Jangka Menengah prasarana dan sarana permukiman

B. SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN ANGGARAN

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum pasal 567, Sub Direktorat Program dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran.

Dalam melaksanakan tugas Pasal 567, Sub Direktorat Program dan Anggaran menyelenggarakan fungsi (pasal 568) sebagai berikut:

1. Pengumpulan dan pengolahan data rencana dan program tahunan.

2. Analisis dan evaluasi pemrograman, penganggaran serta data dan rencana tahunan.

3. Penyusunan pedoman penyiapan program dan anggaran tahunan, dan

4. Penyusunan program dan anggaran tahunan bidang air minum, air limbah, drainase, persampahan, penataan bangunan dan lingkungan, serta pengembangan permukiman.

Sub Direktorat Program dan Anggaran dalam melaksanakan fungsinya dan tugasnya (Pasal 570) terdiri atas dua seksi (pasal 569) yaitu sebagai berikut:

a. Seksi Program Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman

Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan dan pengolahan data rencana, analisis dan evaluasi data dan rencana tahunan, penyusunan pedoman rencana program dan anggaran tahunan, serta penyusunan program dan anggaran bidang air minum, air limbah, persampahan dan drainase.

b. Seksi Program Tata Bangunan dan Lingkungan Permukiman

Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan dan pengolahan data rencana, analisis, evaluasi data dan rencana tahunan dan anggaran, penyusunan pedoman rencana program dan anggaran tahunan, penyusunan program bidang penataan bangunan dan lingkungan, serta pengembangan permukiman.

C. SUB DIREKTORAT KERJASAMA LUAR NEGERI

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum (pasal 571), Sub Direktorat Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerjasama dan penyiapan administrasi pinjaman/hibah luar negeri, serta pengembangan program investasi.

Dalam melaksanakan tugas, Sub Direktorat Kerjasama Luar Negeri

menyelenggarakan fungsinya (Pasal 572) sebagai berikut:

(14)

I - 5

1. Identifikasi sumber pendanaan luar negeri untuk pembiayaan pembangunan.

2. Pengembangan kerjasama luar negeri untu pembiayaan pembangunan.

3. Penyiapan administrasi pinjaman/hibah luar negeri.

4. Identifikasi sumber dana investasi lainnya dalam pembiayaan pembangunan.

5. Penyusunan rencana dan program investasi.

Sub Direktorat Kerjasama Luar Negeri dalam melaksanakan fungsinya dan tugasnya (pasal 574) dibagi kepada dua seksi (pasal 573) yaitu:

a. Seksi Multilateral

Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan identifikasi sumber pendanaan luar negeri, pengembangan kerjasama luar negeri, serta penyiapan administrasi pinjaman/ hibah luar negeri dengan sumber pendanaan dari lembaga multilateral.

b. Seksi Bilateral

Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan identifikasi sumber pendanaan, pengembangan kerjasama luar negeri, administrasi pinjaman/

hibah luar negeri dengan sumber pendanaan dari lembaga bilateral, serta penyiapan program investasi dari sumber dana lainnya.

D. SUB DIREKTORAT DATA DAN INFORMASI

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum pasal 575, Sub Direktorat Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyusunan, pengembangan, dan pengelolaan data dan informasi, pelaporan kemajuan pembangunan, dokumentasi serta komunikasi publik.

Dalam melaksanakan tugas, Sub Direktorat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsinya (pasal 576) sebagai berikut:

1. Pengembangan dan pengelolaan data dan sistem informasi.

2. Penyusunan laporan kemajuan pelaksanaan pembangunan.

3. Penyusunan dan pengelolaan dokumen dan informasi publik.

4. Pengelolaan dan pelayanan komunikasi publik.

Sub Direktorat Data dan Informasi dalam melaksanakan fungsinya terdiri atas dua seksi (pasal 577) dengan tugasnya (pasal 578) sebagai berikut:

a. Seksi Pengelolaan Data dan Dokumentasi

Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sistem data dan pengelolaan dokumen, serta penyusunan laporan kemajuan pelaksanaan pembangunan.

b. Seksi Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik

Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengelolaan

informasi serta pelayanan komunikasi.

(15)

I - 6

E. SUB DIREKTORAT EVALUASI KINERJA

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum pasal 579, Sub Direktorat Evaluasi dan Kinerja mempunyai tugas melaksanakan evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program pembangunan.

Dalam melaksanakan tugas, Sub Direktorat Evaluasi dan Kinerja menyelenggarakan fungsinya (pasal 580) sebagai berikut:

1. Penyiapan pedoman dan kriteria evaluasi.

2. Pengumpulan dan pengolahan data kinerja tahunan.

3. Monitoring dan evaluasi kinerja serta fungsi dan manfaat program.

4. Evaluasi kinerja program pinjaman/hibah luar negeri.

5. Pelaporan kinerja pelaksanaan program.

Sub Direktorat Evaluasi Kinerja dalam melaksanakan fungsinya terdiri atas dua seksi (pasal 581) dan tugasnya (pasal 582) yaitu:

a. Seksi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman

Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan dan pengolahan data, analisis data, serta evaluasi kinerja pelaksanaan program pembangunan termasuk evaluasi kinerja pinjaman/hibah luar negeri bidang air minum dan penyehatan lingkungan permukiman.

b. Seksi Tata Bangunan dan Lingkungan Permukiman

Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan dan pengolahan data, analisis data, serta evaluasi kinerja pelaksanaan program pembangunan termasuk evaluasi kinerja pinjaman/hibah luar negeri bidang penataan bangunan dan lingkungan serta pengembangan permukiman.

F. SUB BAGIAN TATA USAHA

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum pasal 583, Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan kepegawaian, keuangan, perlengkapan, rumah tangga, administrasi barang milik negara, tata persuratan dan kearsipan serta koordinasi administrasi direktorat.

G. KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum pasal 680, Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi

dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya

(pasal 681 ayat 1) dimana masing-masing kelompok jabatan fungsional

sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional

senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.

(16)

I - 7

Jumlah tenaga fungsional pada kelompok jabatan fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerjanya dengan jenis dan jenjang jabatan fungsional yang dibutuhkan disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

H. SATUAN KERJA DI BAWAH BINAAN DIREKTORAT BINA PROGRAM

Selain tugas pokok dan fungsi Direktorat Bina Program sesuai dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umumyang terdapat pada tiap sub direktorat di lingkungan Direktorat Bina Program Direktorat Jenderal Cipta Karya, sebagaimana diuraikan pada bagian Tugas dan Fungsi, Direktorat Bina Program Direktorat Jenderal Cipta Karya mempunyai tugas khusus yang berfungsi dalam mendukung visi dan misi DJCK sesuai dalam Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 22/KPTS/M/2013 tentang Pengangkatan atas atasan langsung Kepala Satuan Kerja tanggal 20 Januari 2013. Penjelasan rinci untuk Satuan Kerja dalam pembinaan oleh Direktorat Bina Program DJCK diuraikan di bawah ini, dalam sub bab persatuan kerja sebagai berikut:

1. SATUAN KERJA DIREKTORAT BINA PROGRAM CIPTA KARYA

Satuan Kerja Direktorat Bina Program Cipta Karya merupakan Satuan Kerja yang bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan yang bersifat rutin di Direktorat Bina Program. Dalam hal ini masing-masing kegiatan terdapat di tiap Sub Direktorat di lingkungan Direktorat Bina Program.

Uraian tugas dan tanggung jawab tiap unit di lingkungan Satker Direktorat Bina Program adalah:

a. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK); antara lain bertugas menandatangani kontrak/SPK atas program atau kegiatan-kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya sebagai pelaksana program dan bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang disiimpulkan dari kontrak/SPK tersebut serta bertanggung jawab kepada Kepala Satker Pengguna Anggaran.

b. Pejabat yang Melakukan Pengujian dan Perintah Pembayaran; antara lain bertugas menguji keabsahan Surat Permintaan Pembayaran (SPP), serta menandatangani dan menerbitkan Surat Permintaan Membayar (SPM).

c. Bendahara Pengeluaran; antara lain bertugas menyelenggarakan pembukuan seluruh transaksi keuangan yang dilaksanakan Satker pada Buku Kas Umum (BKU), buku pembantu, serta buku tambahan lainnya.

d. Unit Akuntansi; terdiri dari Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) dan Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB).

e. Pembantu Pejabat yang Melakukan Pengujian dan Perintah Pembayaran

adalah staf yang ditunjuk oleh Kepala Satker Direktorat Bina Program yang

membantu menyiapkan untuk melakukan pengujian atas Surat Permintaan

Pembayaran (SPP) dan Surat Permintaan Membayar (SPM) dan

bertanggungjawab kepada Pejabat yang Melakukan Pengujian dan Perintah

Pembayaran.

(17)

I - 8

f. Pembantu Bendahara I dan II membantu menyelenggarakan pembukuan, menyiapkan Surat Permintaan Pembayaran Uang Persediaan (SPP-UP), melakukan pengamanan kas serta surat-surat berharga, menguji kebenaran penagihan pembayaran uang muka persediaan sesuai dengan MAK, DIPA dan peraturan yang berlaku, yang meliputi pembayaran atas belanja dan bertanggung jawab kepada Bendahara Pengeluaran.

g. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA); bertugas menyusun Laporan Realisasi Anggaran (LRA), menyusun Neraca Satuan Kerja sesuai dengan SAI yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

h. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB); bertugas menyusun laporan Barang Milik Negara (BMN) dan Laporan Kendali Barang (LKB) Satker Direktorat Bina Program sesuai dengan SAI.

i. Pelaksana Kegiatan bertugas membantu dan bertanggungjawab terhadap kelancaran persiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelaksanaan suatu program atau kegiatan.

j. Asisten Perencanaan Kegiatan; bertugas menyiapkan Rencana Kerja Kegiatan, menyiapkan Kerangka Acuan Kerja (KAK), menyiapkan usulan kegiatan Satker berikutnya, menyiapkan dokumen Revisi/RKAKL, menyiapkan jadwal pelelangan, dan seterusnya.

k. Asisten Pelaksana Kegiatan; bertugas melaksanakan monitoring terhadap pelaksanaan kegiatan kontraktual dan swakelola, melaksanakan evaluasi progres pelaksanaan, menyiapkam Berita Acara Penerimaan Barang/Jasa, dan seterusnya.

l. Kepala Urusan Umum Kegiatan; bertugas menyiapkan Rencana Kerja Kegiatan penunjang seperti pengadaan barang, perjalanan dinas, menyiapkan dokumen yang diperlukan, memproses surat-menyurat, dan seterusnya.

m. Kepala Urusan Keuangan Kegiatan; bertugas menyiapkan Rencana Operasional Kerja (ROK), SPP, menyiapkan Laporan Progres Keuangan, dan seterusnya.

Untuk selanjutnya kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Program untuk Direktorat Bina Program Ditjen Cipta Karya dapat dilihat pada Bab III (Akuntabilitas Kinerja), pada masing-masing Sub Direktorat.

2. SATUAN KERJA PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PROGRAM INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PUSAT DAN PROPINSI

Kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah telah memberikan kewenangan dan kewajiban yang lebih besar kepada pemerintah daerah untuk melaksanakan dan mengelola pembangunan di daerahnya, khususnya untuk bidang infrastruktur permukiman. Dengan kewenangan yang dimiliki diharapkan pemerintah daerah mampu meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakatnya. Namun tidak jarang permasalahan yang dihadapi tersebut tidak dapat diatasi sendiri oleh pemerintah kabupaten/kota, sehingga memerlukan kerjasama dengan pemerintah pusat, propinsi, serta kabupaten/kota tetangga, maupun pihak swasta dan masyarakat.

Perencanaan pembangunan sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004

tentang Perencanaan Pembangunan Nasional terdiri dari empat (4) tahapan yakni:

(18)

I - 9

(1) penyusunan rencana; (2) penetapan rencana; (3) pengendalian pelaksanaan rencana dan (4) evaluasi pelaksanaan rencana.

Keempat tahapan tersebut diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga secara keseluruhan membentuk satu siklus perencanaan yang utuh. Sedangkan pengendalian pelaksanaan rencana pembangunan dimaksudkan untuk menjamin tercapainya tujuan dan sasaran pembangunan yang tertuang dalam rencana melalui kegiatan-kegiatan koreksi dan penyesuaian selama pelaksanaan rencana tersebut. Untuk mendorong kemampuan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pembangunan prasarana dan sarananya, khususnya bidang keciptakaryaan melalui proses yang terpadu/terintegrasi, partisipatif, dan terkendali, diperlukan adanya kerjasama pusat dan daerah. Dengan demikian, pembangunan prasarana dan sarana tidak dilaksanakan secara sepotong-sepotong, baik secara fisik maupun pendanaannya, serta mampu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Pemerintah Pusat berkepentingan dalam melakukan fasilitasi dan peningkatan kapasitas manajemen pembangunan daerah. Hal tersebut dilakukan melalui pemberdayaan perencanaan program investasi infrastruktur yang terstruktur dan terprogram. Selain itu juga diharapkan dapat mewujudkan pembagian sumberdaya bersama melalui kemitraan antara Pemerintah Pusat, Propinsi dan Daerah Kabupaten/Kota, dan kemitraan dengan dunia usaha dan masyarakat.

Pembentukan Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program (Randal) di masing-masing Propinsi memegang peranan yang sangat vital dalam memperpendek jangkauan koordinasi Pemerintah kepada pemerintah Kabupaten/Kota demi terwujudnya pembangunan bidang Cipta Karya. Penguatan peran satker randal merupakan salah satu strategi peningkatan hubungan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Selain itu, untuk memperkuat pusat dan daerah, pembagian tugas antara pemerintah dan pemda sebagai penanggung jawab komponen output tertentu akan disepakati secara lebih jelas, baik anggaran, waktu, maupun personil. Untuk mendukungnya, perancangan distribusi pegawai yang diperbantukan ke daerah akan diperbanyak, seiring dengan meningkatnya alokasi anggaran dan beban kerja.

Dengan demikian peran dan fungsi Pemerintah Propinsi sebagai kepanjangan tangan Pemerintah Pusat untuk memberikan pendampingan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota dapat diwujudkan secara nyata. Untuk merealisasikan hal tersebut, Ditjen Cipta Karya mengalokasikan dana/kegiatan Perencanaan dan Pengendalian Program Bidang Cipta Karya. Kegiatan ini dilaksanakan di tingkat Propinsi dan teralokasi pada Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Propinsi.

3. SATUAN KERJA PEMBINAAN DAN PENGENDALIAN PRASARANA DAN SARANA DASAR PERKOTAAN

Sebagai upaya pengembangan dan pemantapan ekonomi daerah, salah satu

kebijakan yang ditempuh pemerintah pusat dalam membantu pembangunan

adalah dengan mengalihkan dan mengintegrasikan dana/kegiatan sektoral yang

urusannya telah diserahkan kepada pemerintah daerah ke dalam bantuan

pembangunan daerah (Kabupaten/Kota). Hal ini berarti memberikan kesempatan

yang luas kepada aparatur dan masyarakat di daerah untuk mengelola dan

(19)

I - 10

memanfaatkan bantuan pembangunan tersebut sesuai dengan kondisi dan potensi yang ada di daerah.

PP Nomor 38 Tahun 2007 menyatakan bahwa air minum dan sanitasi merupakan urusan wajib pemerintah daerah. Walaupun demikian, pada dasarnya pemerintah pusat dan pemerintah daerah bertanggung jawab terhadap pengembangan sistem air minum dan sanitasi untuk menjamin hak setiap orang bagi kebutuhan pokok minimal seseuai dengan kewenangan dan tanggung jawab masing-masing. Oleh karenanya, pemerintah pusat hingga saat ini masih mengalokasikan sebagian dari anggarannya untuk pembangunan air minum dan sanitasi, terutama bagi kegiatan pengaturan, pembinaan, pengawasan serta sebagian pembangunan (terutama bagi penyediaan air baku untuk air minum dan sebagian jaringan perpipaan untuk pengelolaan air limbah terpusat skala kota).

Pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan (sanitasi) tidak hanya terkait pada satu bidang tertentu tetapi merupakan suatu kesatuan dari beberapa aspek, yaitu aspek teknis kelembagaan, pembiayaan, sosial dan lingkungan hidup.

Berdasarkan pemahaman itulah maka dibentuk Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL), yang terdiri dari kementerian-kementerian yang memiliki tupoksi terkait, diantaranya Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Lingkungan Hidup serta dikoordinasikan oleh Bappenas.

Salah satu pencapaian penting dari Keberadaan Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan adalah tersusunnya Kebijakan Nasional Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Lembaga. Kebijakan Nasional AMPL BL terdiri dari 11 prinsip pembangunan AMPL BM yang lima tahun terakhir telah dioperasionalisasikan dan di terapkan melalui berbagai program/proyek AMPL yang ada di Indonesia.

Kegiatan Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perkotaan adalah merupakan salah satu kegiatan dari Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Bidang Keciptakaryaan yang bertujuan untuk mengendalikan perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan program/kegiatan khususnya program/kegiatan Percepatan Pembangunan Sanitasi di daerah dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat permukiman di perkotaan.

Penyelenggaraan Bintek dan Wastek merupakan kegiatan utama dari Satuan Kerja Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perkotaan dalam rangka mendukung tugas tim Pembina Pusat DPKK dalam pengaturan, pembinaan, pengendalian dan pengawasan teknis kepada Pemerintah Daerah Propinsi dan Kabupaten/Kota.

4. SATUAN KERJA PEMBINAAN DAN PENGENDALIAN PRASARANA DAN SARANA DASAR PERDESAAN

Satuan Kerja Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perdesaan

adalah perpanjangan tangan pemerintah dalam mengantisipasi akan kebutuhan

sarana pengolahan air minum dan Sanitasi, tetapi pola Pembangunan Prasarana

dan Sarana Sanitasi bukan hanya tanggung jawab Pemerintah saja, masyarakat juga

(20)

I - 11

dilibatkan dalam pembangunan tersebut, hal ini untuk menjaga kesinambungan dari Prasarana dan Sarana Sanitasi yang terbangun.

Adapun yang menjadi Tugas Pokok Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perdesaan Untuk melaksanakan tugas di atas, Satuan Kerja Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perdesaan mempunyai tugas pokok sebagai berikut:

1. Melakukan Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perdesaan Tahun Anggaran 2014 sesuai dengan pembagian tugas masing- masing pihak.

2. Melakukan koordinasi antar instansi yang terkait dengan pelaksanaan Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perdesaan.

3. Meningkatkan daya guna dan hasil guna pembangunan prasarana dasar permukiman di perdesaan.

Untuk melaksanakan tugas di atas, Satuan Kerja Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perdesaan menyelenggarakan fungsi-fungsi sebagai berikut:

1. Fasilitasi Pelaksanaan Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana dasar Perdesaan Bidang Infrastruktur.

2. Fasilitasi Pelaksanaan Koordinasi Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perdesaan.

3. Fasilitasi Pelaksanaan Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perdesaan Bidang Kelembagaan.

4. Fasilitasi Pelaksanaan Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perdesaan Berbasis pada Masyarakat.

5. Fasilitasi Pelaksanaan Pembinaan dan Pengendalian Prasarana dan Sarana Dasar Perdesaan Bidang Penyehatan Lingkungan.

5. HUBUNGAN KERJA ANTAR SUB DIREKTORAT

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, tiap Sub Direktorat pada Direktorat Bina Program memiliki hubungan kerja dan keterkaitan satu dengan yang lain. Oleh karena itu tiap Sub Direktorat memiliki peran yang penting untuk saling mendukung dalam melaksanakan kegiatan di Sub Direktorat lain di lingkungan Direktorat Bina Program.

Untuk selanjutnya Hubungan Kerja antar Sub Direktorat dilingkungan Direktorat

Bina Program dapat dilihat pada diagram di bawah ini:

(21)

I - 12

Sumber: Subdit Jakstra, 2014

1.1.3. KERAGAMAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

Dalam pelaksanaan tugasnya, di tahun 2014, Direktorat Bina Program didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) sejumlah 275 orang yang terdiri dari PNS 210 orang, CPNS 3 orang, Non PNS/kategori (K1/K2) 51 orang, Honorarium 11 orang, Jafung 6 orang, Dari Total 275 orang SDM tsb. sebanyak 70 orang berstatus PNS dan 43 orang Non PNS yang diperbantukan di daerah yang tersebar di seluruh Indonesia. Penyebaran SDM di Direktorat Bina Program terlihat di bawah ini.

Tabel 1.1. Klasifikasi Pendidikan PNS/NON PNS

No. Pendidikan Jumlah

1. S3 3 orang

2. S2 41 orang

3 S1 112 orang

4. D III 27 orang

5. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTA) 82 orang

6. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) 5 orang

7. Sekolah Dasar (SD) 5 orang

Total 275 orang

Sumber: Data Kepegawaian. Dit. Bina Program, 2014

Diagram 1.2. Hubungan Kerja Antar Direktorat

(22)

I - 13 Diagram 1.3. Klasifikasi Pendidikan PNS/NON PNS

Jika dilihat dari sisi pendidikan, maka komposisi terbesar ada pada SDM yang berpendidikan S1 sebanyak 112 orang (40,73%) dan SLTA sebanyak 82 orang (29,82%), Dari keseluruhan SDM tsb. masih terdapat SDM yang berpendidikan SD sebanyak 5 orang (1,82%), dengan status diperbantukan di daerah sebanyak 94 orang (34,18%), yang terdiri dari PNS sebanyak 70 orang (25,45%) Non PNS sebanyak 24 orang (8,73%).

Tabel 1.2. Klasifikasi Jenis Kelamin

Sumber: Data Kepegawaian. Dit. Bina Program, 2014

Diagram 1.4. Klasifikasi Jenis Kelamin

Jika dilihat dari sisi jenis kelamin, maka komposisi terbesar adalah laki-laki sejumlah 172 orang (63%) dan perempuan sejumlah 103 orang (37%). Dari total 103 orang tersebut, sebanyak 4 orang perempuan menduduki posisi Eselon IV dan satu orang perempuan menduduki posisi Eselon III.

No. Jenis Kelamin Jumlah

1. Laki-laki 172 orang

2. Perempuan 103 orang

Total 275 orang

(23)

I - 14 Tabel 1.3. Klasifikasi Berdasarkan Golongan Ruang

Sumber: Data Kepegawaian. Dit. Bina Program, 2014

Diagram 1.5. Klasifikasi Berdasarkan Golongan Ruang

Jika dilihat dari sisi Golongan Ruang, maka komposisi terbesar ada pada SDM dengan Golongan III sejumlah 147 orang (53%). Adapun SDM yang bergolongan IV hanya 15 orang (5%) yang pada umumnya menduduki posisi Eselon II, III dan IV.

Tabel 1.4. Klasifikasi Berdasarkan Jenis Jabatan

Sumber: Data Kepegawaian. Dit. Bina Program, 2014

Grafik 1.6. Klasifikasi Berdasarkan Jenis Jabatan

No. Golongan ruang Jumlah

1. Golongan I 2 orang

2. Golongan II 46 orang

3 Golongan III 147 orang

4. Golongan IV 15 orang

5. Non-Golongan / Non-PNS 65 orang

Total 275 orang

No. Jabatan Jumlah

1. STRUKTURAL 27 orang

2. FUNGSIONAL UMUM 242 orang

- FUNGSIONAL UMUM TEKNIS 83 ORANG

- FUNGSIONAL UMUM ADMINISTRASI 159 ORANG

3 FUNGSIONAL TERTENTU 6 orang

Total 275 orang

(24)

I - 15

Jika dilihat dari Klasifikasi Jabatan, maka komposisi terbesar ada pada SDM dengan jabatan fungsional umum sejumlah 242 orang (88%), sementara SDM fungsional tertentu hanya 6 orang. Dari total jabatan fungsional umum 242 orang, sebanyak 159 orang (66%) menduduki jabatan sebagai pengadministrasi umum dan 83 orang (34%) menduduki jabatan sebagai pelaksana teknik. Kecilnya jumlah SDM yang menduduki jabatan fungsional tertentu, dikarenakan masih rendahnya minat SDM untuk menduduki jabatan fungsional tertentu.

1.2. KONDISI DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN

Dalam melaksanakan tugasnya, Direktorat Bina Program dipengaruhi oleh berbagai kondisi dan tantangan pembangunan baik eksternal maupun internal, antara lain:

1. Mempertegas peran Direktorat Jenderal Cipta Karya selaku pembina sektor- sektor Bidang Cipta Karya sesuai dengan azas desentralisasi.

2. Meningkatkan peran pemerintah propinsi dalam pembinaan perencanaan dan pemrograman pembangunan perkotaan dan perdesaan khususnya Bidang Cipta Karya melalui proses pendampingan dalam penyusunan strategi pengembangan kabupaten/kota dan Rencana Pembangunan Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Kabupaten/Kota.

3. Pengembangan kebijakan dan strategi, menentukan prioritas strategi nasional, dan menghindari tumpang tindih penganggaran melalui pemrograman dan penganggaran yang SMART (systemic, manageable,

accountable, realistic, and time bound).

4. Penguasaan teknologi, data dan informasi, peraturan perundangan, Norma, Standar, Pedoman, dan Manual (NSPM) untuk menjawab tantangan pembangunan ke-Cipta Karya-an baik secara sektoral maupun lintas sektoral secara mendalam dan menyeluruh (holistik), serta dalam rangka pengambilan keputusan yang tepat.

5. Membangun network, aliansi strategis, dan meningkatkan hubungan dan kerjasama lintas sektoral, instansi, serta mengkomunikasikan program- program pembangunan Bidang Cipta Karya baik di lingkungan pusat/ daerah.

6. Pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang memerlukan dukungan dari seluruh stakeholder Direktorat Bina Program.

1.3. RENCANA STRATEGIS

Rencana strategis Direktorat Bina Program disusun dalam rangka melaksanakan tugasdan fungsi Direktorat Bina Program. Secara rinci, rencana strategis Direktorat Bina Program dapat dilihat pada Lampiran RKT 2014.

1.3.1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

Direktorat Bina Program memiliki peran pendukung, maka rumusan visi dan misi

Direktorat Bina Program mengacu pada visi Direktorat Jenderal Cipta Karya, yaitu :

Terwujudnya permukiman perkotaan dan perdesaan yang layak huni, produktif

dan berkelanjutan melalui penyediaan infrastruktur yang handal dalam

(25)

I - 16

pengembangan permukiman, pengembangan sistem penyediaan air minum, pengembangan penyehatan lingkungan permukiman dan penataan bangunan dan lingkungan.

Misi Direktorat Jenderal Cipta Karya adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan pembangunan prasarana dan sarana (infrastruktur) permukiman di perkotaan dan perdesaan dalam rangka mengembangkan permukiman yang layak huni, berkeadilan sosial, sejahtera, berbudaya, produktif, aman, tenteram, dan berkelanjutan untuk memperkuat pengembangan wilayah.

2. Mewujudkan kemandirian daerah melalui peningkatan kapasitas pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha dalam penyelenggaraan pembangunan infrastruktur permukiman, termasuk pengembangan sistem pembiayaan dan pola investasinya.

3. Melaksanakan pembinaan penataan kawasan perkotaan dan perdesaan serta pengelolaan bangunan gedung dan rumah negara yang memenuhi standar keselamatan dan keamanan bangunan.

4. Menyediakan infrastruktur permukiman bagi kawasan kumuh/nelayan, daerah perbatasan, kawasan terpencil, pulau-pulau kecil terluar dan daerah tertinggal, serta air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin dan rawan air.

5. Memperbaiki kerusakan infrastruktur permukiman dan penanggulangan darurat akibat bencana alam dan kerusuhan sosial.

6. Mewujudkan organisasi yang efisien, tata laksana yang efektif dan SDM yang profesional, serta pengembangan NSPM, dengan menerapkan prinsip good

governance.

Tidak seluruh misi Direktorat Jenderal Cipta Karya diacu menjadi misi Direktorat Bina Program, hanya misi nomor enam yang menjadi misi Direktorat Bina Program mengingat tugas Direktorat Bina Program yang merupakan back office dari Direktorat Jenderal Cipta Karya. Adapun misi Direktorat Bina Program adalah:

Mewujudkan organisasi yang efisien, tata laksana yang efektif dan SDM yang profesional, serta pengembangan NSPM, dengan menerapkan prinsip good governance

Adapun tujuan yang akan dicapai oleh Direktorat Bina Program, Direktorat Jenderal Cipta Karya dalam Periode 2010-2014, yaitu :

Meningkatnya kualitas pengaturan, pembinaan dan pengawasan pada pembangunan infrastruktur permukiman

Sasaran strategis Direktorat Bina Program yang akan dicapai berdasarkan tujuan tersebut di atas adalah:

Tersusunnya kebijakan, program dan anggaran, kerjasama luar negeri

dan pola investasi, data informasi serta evaluasi kinerja infrastruktur

bidang permukiman

(26)

I - 17

Berdasarkan Tujuan dan sasaran strategis tersebut di atas, ditetapkan hasil/outcome jangka menengah yang akan dicapai oleh Direktorat Bina Program dalam periode 2010-2014 yaitu:

Tersedianya dokumen Kebijakan, Program Dan Anggaran, Kerjasama Luar Negeri, Data Informasi Serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman

1.3.2. KEBIJAKAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

Kebijakan yang digunakan oleh Direktorat Bina Program dalam menjalankan tugas dan fungsinya mengacu pada kebijakan Direktorat Jenderal Cipta Karya yaitu:

1. Meningkatkan fasilitasi dan pembinaan daerah otonom dalam penyelenggaraan infrastruktur permukiman.

2. Meningkatnya pembiayaan pengelolaan dan pembangunan infrastruktur permukiman.

3. Meningkatkan peran serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya mencapai sasaran air minum, air limbah, persampahan, dan drainase.

4. Percepatan pembangunan perdesaan.

5. Pengembangan kajian, strategi, dan kebijakan pengembangan kawasan.

6. Penerapan prinsip-prinsip Good Governance.

7. Peningkatan publikasi dalam berbagai media informasi serta pengembangan teknologi informasi.

Direktorat Bina Program merupakan unit kerja eselon 2 di bawah Direktorat Jenderal Cipta Karya sehingga pelaksanaan program Direktorat Bina Program sepenuhnya mengacu pada program Direktorat Jenderal Cipta Karya, dimana pada TA 2014 memiliki satu program, yaitu Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman.

Dalam mendukung program tersebut, Direktorat Bina Program menuangkannya dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh masing-masing eselon 3.Kegiatan tersebut adalah merumuskan kebijakan dan penyusunan rencana, program, anggaran, serta evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program di bidang Cipta Karya. Adapun output yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah:

1. Layanan Perkantoran

2. Kebijakan dan Strategi Bidang Permukiman 3. Program dan Anggaran Bidang Permukiman 4. Kerjasama Luar Negeri Bilateral dan Multilateral 5. Evaluasi Kinerja Bidang Permukiman

6. Data dan Informasi Bidang Permukiman

7. Perencanaan dan Pengendalian Program Bidang Permukiman

Kemudian, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 112/PMK.02/2012 tentang petunjuk penyusunan dan penelaahan rencana kerja dan anggaran Kementerian Negara/Lembaga, maka terdapat output tambahan sebagai berikut : 1. Kendaraan bermotor

2. Peralatan perkatoran

3. Perangkat data dan informasi

(27)

I - 18

4. Bangunan/gedung

1.3.3. SISTEMATIKA PENYUSUNAN LAPORAN KINERJA DIREKTORAT BINA PROGRAM Bab I Dalam bab ini dijelaskan tugas fungsi serta struktur organisasi

Direktorat Bina Program serta kebijakan-kebijakan yang ada.

Bab II Dalam bab ini dijelaskan perencanaan yang dilakukan Direktorat Bina program dalam mencapai target kinerja selama satu tahun anggaran.

Bab III Dalam bab ini dijelaskan tentang akuntabilitas kinerja terkait analisa capaian kinerja serta analisa terhadap capaian kinerja keuangannya.

Bab IV Dalam bab ini dijelaskan kesimpulan dan rekomendasi yang dihasilkan dari laporan kinerja ini.

Lampiran Terdiri dari Dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT), Dokumen

Penetapan Kinerja (PK), Dokumen Penilaian Kinerja Kegiatan (PKK),

Dokumentasi Kegiatan, Piagam Penghargaan, Hasil Perhitungan PMK

249/2011.

(28)

II – 1

BAB 2

PERENCANAAN KINERJA

2.1. RENCANA KINERJA TAHUNAN

Rencana Kinerja Tahunan adalah penetapan rencana capaian atau target indikator kinerja berdasarkan sasaran strategis/sasaran program yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis. Direktorat Bina Program sebagai instansi pelaksana tingkat eselon II yang melaksanakan Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman, telah menetapkan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) yang diturunkan dari Renstra Direktorat Jenderal Cipta Karya 2010-2014. Sedangkan secara ringkas, Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Bina Program adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1. Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Bina Program Tahun 2014

NO SASARAN INDIKATOR KINERJA OUTCOME/OUTPUT URAIAN SATUAN TARGET 01

Meningkatnya kapasitas

kelembagaan dalam penyelenggaraan pengembangan permukiman

Jumlah Kebijakan, Program dan Anggaran, Kerjasama Luar Negeri, Data Informasi serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman

Laporan

125

Output :

Jumlah bulan layanan perkantoran Laporan 12 Jumlah laporan kebijakan dan strategi bidang

permukiman

Laporan 14

Jumlah laporan program dan anggaran bidang permukiman

Laporan 21

Jumlah laporan kerjasama luar negeri bilateral dan multilateral

Laporan 12

Jumlah laporan evaluasi kinerja bidang permukiman

Laporan 9

Jumlah laporan data dan informasi bidang permukiman

Laporan 2

Jumlah laporan perencanaan dan pengendalian program bidang permukiman

Laporan 66

Jumlah laporan penyelenggaraan PNPM Mandiri Laporan 1 Sumber data : PerMen PU No 20/PRT/M/2012 tentang Perubahan Kedua atas PerMen PU No 02/PRT/M/2010 tentang Renstra KeMen PU 2010-2014

Dalam rencana strategis 2010-2014, Direktorat Bina Program berupaya memenuhi

pencapaian sasaran “meningkatnya kualitas pengaturan, pembinaan dan

pengawasan pada pembangunan infrastruktur permukiman” dimana indikator

keberhasilannya ditandai oleh jumlah dokumen kebijakan dan strategi, kerjasama

luar negeri, program dan anggaran, data dan informasi, serta evaluasi kinerja yang

dihasilkan selama kurun lima tahun tersebut. Berdasarkan renstra tersebut pula,

yang kemudian diturunkan dalam rencana kinerja tahunan (RKT), di tahun 2014,

Direktorat Bina Program berupaya memenuhi pencapaian sasaran tersebut diatas

melalui penyusunan 125 dokumen laporan.

(29)

II – 2

VOLUME SATUAN TOTAL

171 Laporan

01 Terselenggaranya Layanan Perkantoran Layanan Perkantoran 12 Bulan Rp 15.154.898

02 Tersusunnya Kebijakan dan Strategi Bidang Permukiman Kebijakan dan Strategi Bidang Permukiman 12 Laporan Rp 14.917.000 03 Tersusunnya Program dan Anggaran Bidang Permukiman Program dan Anggaran Bidang Permukiman 40 Laporan Rp 40.500.000 04 Tersusunnya Kerjasama Luar Negeri Bidang Permukiman Kerjasama Luar Negeri Bidang Permukiman 11 Laporan Rp 15.000.000 05 Tersusunnya Evaluasi Kinerja Bidang Permukiman Evaluasi Kinerja Bidang Permukiman 13 Laporan Rp 14.749.910 06 Tersusunnya Data dan Informasi Bidang Permukiman Data dan Informasi Bidang Permukiman 11 Laporan Rp 16.000.000 07 Tersusunnya Perencanaan dan Pengendalian Program Bidang

Permukiman

Perencanaan dan Pengendalian Program Bidang

Permukiman 84 Laporan Rp 156.145.950

Output Tambahan

Kendaraan Bermotor 6 unit Rp 983.730

Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi 57 unit Rp 1.126.000 Peralatan dan Fasilitas Perkantoran 6 unit Rp 485.500

Output Cadangan 1 Cadangan Rp 23.316.528

298.379.516 Rp

1 2 3

Jumlah Anggaran Kegiatan Penyusunan Kebijakan, Program dan Anggaran, Kerjasama Luar Negeri, Data dan Informasi dan Evaluasi Kinerja Meningkatnya Kapasitas Kelembagaan Dalam Penyelenggaraan Pengembangan Permukiman

Jumlah Kebijakan, Program Dan Anggaran, Kerjasama Luar Negeri, Data Informasi Serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman

SASARAN STRATEGIS (OUTCOME) INDIKATOR KINERJA OUTPUT TARGET

Adapun dalam pelaksanaannya, unit kerja yang berperan dalam keberhasilan pencapaian sasaran ini adalah seluruh unit Eselon III dan satuan kerja yang ada di lingkungan Direktorat Bina Program. Unit kerja tersebut adalah adalah 1) Subdit Kebijakan dan Strategis; 2) Subdit Program dan Anggaran, 3) Subdit Kerjasama Luar Negeri, 4) Subdit Data dan Informasi, 5) Subdit Evaluasi Kinerja, 6) satuan kerja P3SD Perkotaan; 7) satuan kerja P3SD Perdesaan; dan 8) satuan kerja perencanaan dan pengendalian program bidang permukiman baik di pusat maupun di 32 provinsi. Selain itu terdapat pula unit subbag tata usaha yang mendukung pelaksanaan kegiatan dari unit kerja lainnya di Direktorat Bina Program.

Kontribusi dari masing-masing unit kerja tersebut tergambar jelas dalam output yang direncanakan dalam RKT. Sebagai contoh, untuk output dokumen kebijakan dan strategi dihasilkan dari unit kerja Subdit Kebijakan dan Strategi, begitu juga dengan output laporan data dan informasi yang dihasilkan dari unit kerja Subdit Data dan informasi. Namun untuk satker P3SD Perkotaan dan Satker P3SD Perdesaan, output unit kerja ini adalah dokumen program dan anggaran.

Khusus untuk output penyelenggaraan PNPM Mandiri, sejak tahun 2011 sudah tidak lagi memberikan kontribusinya dalam pencapaian sasaran Direktorat Bina Program. Namun demikian, nomenklatur ini tetap muncul dalam Renstra Ditjen Cipta Karya 2010-2014.

2.2 PERJANJIAN KINERJA

Setelah RKAKL/DIPA 2014 ditetapkan, Direktorat Bina Program menandatangani perjanjian kinerja dengan Direktur Jenderal Cipta Karya. Dalam Perjanjian Kinerja tersebut Direktorat Bina Program berkomitmen mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel serta berorientasi pada hasil melalui penyelenggaraan program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman. Kontribusi utama Direktorat Bina Program adalah melalui penyusunan dokumen Kebijakan dan Strategis, Program dan Anggaran, Kerjasama Luar Negeri, Data Informasi serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman.

Lebih detail terkait perjanjian kinerja tersebut dapat dilihat pada tabel 2.2. berikut:

Tabel 2.2. Penetapan Kinerja Direktorat Bina Program Tahun 2014

( X 1.000 )

Sumber: Dokumen PK Direktorat Bina Program Tahun 2014

Referensi

Dokumen terkait

Dengan melihat perkembangan teknologi dan fungsi dari internet yang begitu luas, dan dengan permasalahan yang dijabarkan diatas maka akan dibuat rancangan sebuah

Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan untuk turut berpartisipasi sebagai responden dalam penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengetahuan perawat tentang

Berdasarkan hasil validasi tahun 2007 yang berada dalam deliniasi data geologi karst, kawasan karst yang teridentifikasi menggunakan metode polarimetrik merupakan

Variabel dummy DF dan D diduga akan berpengaruh negatif terhadap tingkat pengangguran, artinya tingkat pengangguran diharapkan akan semakin menurun setelah desentralisasi

Analisis data dilakukan dengan menggunakan: (1) tabel silang distribusi frekuensi berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi responden dan rumahtangga,

telah dirumuskan misi sebagai berikut: [1] Meningkatkan pembangunan infarstruktur permukiman di perkotaan dan perdesaan untuk mewujudkan permukiman yang layak,

Hirata dapat dijadikan alternatif bahan ajar sastra yang baik di SMA. Bentuk nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel ini, antara lain sikap, perilaku, motivasi,

Pengujian secara bersama-sama atau simultan variabel tobin’s q, inflasi, suku bunga, dan nilai tukar mempunyai pengaruh terhadap return saham perusahaan manufaktur