1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Berbagai macam perguruan tinggi negeri di Jawa Timur rata-rata memiliki reputasi baik, apalagi akreditasi sebagai sebuah landasan dari kualitas perguruan tinggi negeri di Indonesia ini merupakan salah satu elemen penting untuk mengukur setiap perguruan tinggi negeri mampu mencapai target-target yang mereka ingin capai dan kementerian terkait yang menaungi perguruan tinggi negeri tersebut. Perguruan tinggi negeri yang notabenenya dianggap lebih ketat dalam pemberian akreditasi hal ini dipengaruhi dari keinginan perguruan tinggi untuk terus maju lebih baik agar kelasnya sebagai perguruan tinggi negeri unggulan tidak tergeser begitu saja. Sekarang ini jumlah perguruan tinggi negeri di Jawa Timur kurang lebih berjumlah 24 perguruan tinggi negeri yang beroperasi. Perguruan tinggi negeri ini meliputi akademi, politeknik dan universitas didalamnya untuk berlomba lomba meningkatkan kualitas mutu pembelajaran untuk bersaing agar nilai jual universitas negeri ini terus menanjak naik. Hal tersebut berkaitan dengan konsep Stakeholder theory bahwa organisasi akan memilih secara sukarela mengungkapkan informasi tentang kinerja lingkungan sosial dan intellectual mereka melebihi dan di atas permintaan wajibnya oleh stakeholder. Artinya bahwa perguruan tinggi akan selalu berusaha menyediakan informasi yang relevan dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh stakeholder dengan tujuan menarik minat publik yaitu calon mahasiswa.
Untuk itu perkembangan yang berbasis elemen-elemen aset tak berwujud dari perguruan tinggi dianggap penting, karena mampu membuat para calon mahasiswa tertarik untuk bersekolah di perguruan tinggi negeri tersebut. Pemilihan perguruan tinggi yang memiliki nilai jual dalam hal ini mencakup akreditasi dan after graduated menjadi cukup penting untuk para calon mahasiswa.
Perguruan tinggi yang memiliki atmosfer penelitian yang baik serta didukung oleh seluruh elemen yang terdapat di dalamnya dapat meningkatkan kualitas soft skills yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa di dunia kerja (Cricelli et al., 2018). Ketertarikan ini berkaitan erat dengan intellectual capital (IC) yang dimiliki oleh perguruan tinggi negeri ini, sebagai wujud kredibilitas perguruan tinggi negeri di Jawa Timur.
Umur perguruan tinggi yang meliputi berapa lama dia berdiri dan memberikan pelayanan serta status perguruan tinggi yang meliputi status akreditasi masuk dalam komponen pembentukan structural capital. Structural capital pada perguruan tinggi meliputi informasi dari awal (awal berdiri umur perguruan tinggi negeri) hingga pondasi akhir (ada visi dan misi) untuk mempertahankan eksistensi perguruan tinggi negeri. Hal ini menjadi nilai tambah ketika disajikan pada official website masing-masing perguruan tinggi negeri karena informasi menjadi lengkap menambah nilai tambah dan stakeholder (calon mahasiswa) menjadi tertarik.
Faktor umur dan status perguruan tinggi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pengungkapan intellectual capital pada official website Perguruan Tinggi Negeri di Jawa Timur. Semakin baik status dan semakin tua umur perguruan tinggi membawa dampak yang baik bagi masing-masing perguruan tinggi untuk menarik perhatian para stakeholder.
Pada penelitian sebelumnya, terdapat tiga factor yang mempengaruhi pengungkapan intellectual capital yang diuraikan, pada penelitian ini hanya terdapat dua faktor yang mengerucut agar lebih fokus pada penjelasan pengungkapannya. Hal ini mampu menghasilkan penjelasan yang lengkap mengenai umur dan status perguruan tinggi dimana keduanya merupakan faktor yang mempengaruhi pengungkapan intellectual capital pada official website Perguruan Tinggi di Jawa Timur.
Dalam hal sederhananya, kampus adalah wujud lain dari tata kelola sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pendidikan. Karenanya perguruan tinggi negeri di Jawa Timur memberikan gambaran tentang ketersediaan infrastruktur, sumber daya manusia, dan merapikan organisasi yang memiliki kompleksitas serta factor kerjasama dengan berbagai pihak cukup memberikan pengaruh berapa banyak modal intellectual capital masing-masing perguruan tinggi negeri di Jawa Timur ini yang mempengaruhi status dan gengsi setiap kampus.
Pelaporan modal intelektual merupakan hal yang penting pada suatu perguruan tinggi, dimana pengetahuan adalah output utama sama halnya juga inputnya. Adanya tuntutan eksternal yang berkelanjutan mengenai informasi dan transparansi penggunaan dana masyaakat dan meningkatnya pendanaan dengan otonomi yang lebih besar atas organisasi, manajemen dan alokasi anggaran mereka (Corcoles, et.al, 2013).
Keberhasilan pembangunan ekonomi pada periode yang lalu tergantung pada penggunaan aset berwujud seperti tanah, sumber daya alam, peralatan dan lainnya untuk menciptakan
kesejahteraan. Hal ini membuat perubahan pada masa sekarang yang mana merupakan masa informasi ekonomi, dimana keberhasilan pembangunan ekonomi tergantung pada penerapan pengetahuan (Nuryaman, 2015). Pengetahuan dikategorikan sebagai modal intelektual. Modal intelektual dan aset tidak berwujud merupakan hal yang berbeda. Modal intelektual yaitu nilai yang tersembunyi yang tidak dapat dihitung dalam laporan posisi keuangan, sementara aset tidak berwujud dapat dinilai (Anderson dan Folkare, 2015).
Di Indonesia, intellectual capital mulai menjadi salah satu tolok ukur para akademisi dan pelaku bisnis ketika di keluarkannya PSAK No.19 (revisi 2011) yang menjadi pertanda bahwa keberadaan intellectual capital mulai berkembang. Walaupun tidak dijelaskan secara mendetail di dalam PSAK No. 19 namun hal ini membuktikan bahwa intellectual capital mulai mendapatkan perhatian. Tidak dinyatakannya intellectual capital secara eksplisit dalam PSAK memimbulkan sebuah tantangan bagi para akuntan dan akademisi untuk mengidentifikasi, mengukur dan mengungkapkannya (Kusufiyah, et al., 2017).
Hasil penelitian mengenai pengungkapan intellectual capital pada website tiga PTN di Indonesia tergolong rendah. Perguruan tinggi lebih banyak melakukan pengungkapan mengenai prestasi dan fasilitas yang dimiliki oleh perguruan tinggi (Puspitahati et al., 2011)
Hasil penelitian dari pengungkapan komponen intellectual capital terbanyak adalah Universitas Airlangga, yaitu berjumlah 33 item dari 46 item intellectual capital. Pengungkapan komponen intellectual capital yang terendah terdapat pada Institut Teknologi Bandung yang hanya mengungkapkan 12 item dari 46 item intellectual capital (Ulum and Pratiwi, 2012)
Hasil penelitian mengenai perbandingan pengungkapan antara universitas Indonesia dan Malaysia menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan karena jumlah pengungkapan intellectual capital universitas di Indonesia dan Malaysia relatif sama, hanya berbeda dalam cara penyajian item yang diungkapkan (Ulum et al., 2016)
Umur perguruan tinggi tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan intellectual capital pada official website sedangkan profit center dan status perguruan tinggi berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan intellectual capital pada official website perguruan tinggi.
Kurangnya kesadaran dalam pengungkapan intellectual capital menjadi salah faktor tingkat intellectual capital yang masih rendah (Ulum and Novianty, 2012)
Perguruan tinggi negeri yang memiliki ukuran tersendiri tentu memiliki pengungkapan IC yang lebih baik daripada perguruan tinggi swasta di Jawa Timur, sehingga dirasa perlu untuk memiliki kajian khusus tersendiri yang efeknya bisa dirasakan oleh kalangan lainnya. Dengan harapan penelitian ini mampu menunjang penelitian lain yang berkaitan dengan IC dan melengkapi penelitian yang sudah ada.
Jika penelitian mengenai pengungkapan modal biasanya mengungkapkan mengenai laporan keuangan tahunan, maka pada penelitian ini adalah official website setiap perguruan tinggi negeri sebagai media untuk pengungkapan modal intelektual perguruan tinggi negeri di Jawa Timur. Informasi yang disediakan sebagai sarana komunikasi pada stakeholder. Di Jawa Timur jumlah perguruan tinggi negeri mencapai puluhan berdasarkan pada Pangakalan Data Pendidikan Tinggi. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisi bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan intellectual capital pada official website perguruan tinggi negeri di Jawa Timur dibawah asuhan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sehingga mampu menberikan hasil sesuai dengan item-item pengungkapan intellectual capital.
Menurut Muhammad Mufti Fathony (2019), status akreditasi perguruan tinggi merupakan hal pertama yang dilihat oleh masyarakat karena pada umumnya mereka menilai kualitas perguruan tinggi dari status akreditasi. Akreditasi adalah bentuk pembuktian dari perguruan tinggi maupun program studi bahwa telah melaksanakan program pendidikan dan mutu lulusan yang dihasilkan (Kamal and Rahmadiane, 2017). Perguruan tinggi yang sudah terakreditasi menjadi sebuah acuan informasi kepada banyak pihak seperti calon mahasiswa dan orang tua, pasar kerja, serta pemerintah. Kualitas dari pada perguruan tinggi dapat diukur dari status akreditasi yang dimana semua itu tergantung dari kualitas sumber daya manusia yang dimiliki perguruan tinggi tersebut. Semakin unggul status akreditasinya maka seharusnya semakin unggul pula perguruan tinggi melakukan pengelolaan informasi berupa pengungkapan wajib maupun sukarela seperti pengungkapan modal intellectual (ICD). Berdasarkan penjelasan di atas, Penelitian ini bermaksud mengintegrasikan penelitian yang telah ada sebelumnya serta menganalisa kembali faktor-faktor yang mempengarui pengungkapan intellectual capital. Penelitian ini berbeda dengan penelitian terdahulu karena sampel yang digunakan adalah perguruan tinggi negeri yang ada di Jawa Timur, dengan luasnya obyek diharapkan hasil dari penelitian bisa dirasakan banyak pihak pula.
1.1 Rumusan Masalah
Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan intellectual capital pada official website perguruan tinggi negeri di Jawa Timur?
1.2 Tujuan dan Manfaat
Untuk menguji apakah pengaruh faktor-faktor pengungkapan intellectual capital pada official website universitas negeri di Jawa Timur.
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk literature akuntansi, khususnya mampu memberikan kajian tentang pengungkapan intellectual capital di universitas negeri di Jawa Timur yang secara khusus mampu menguji factor-faktor yang mempengaruhi intellectual capital pada official website dikampus negeri di Jawa Timur.
2. Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan mampu menjadi kajian tentang pengungkapan intellectual capital yang dilihat berdasarkan aspek dasar intellectual capital itu sendiri yaitu human, structur, relational capital setiap perguruan negeri. Dan ini besar harapannya mampu menjadi referensi tambahan bagi pelaku dibidang pendidikan universitas negeri maupun swasta tentang bagaimana intellectual capital yang diungkapkan mampu meningkatkan daya minat mahasiswa baru.