• Tidak ada hasil yang ditemukan

CROSSING THE BOUNDARIES Covid-19 Pandemic, Social Solidarity & Interreligious Engangement in Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "CROSSING THE BOUNDARIES Covid-19 Pandemic, Social Solidarity & Interreligious Engangement in Indonesia"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Pusat Studi Agama, Pluralisme dan Demokrasi (PusAPDem)-Universitas Kristen Satya Wacana

&

Dialogue Institute

CROSSING THE BOUNDARIES Covid-19 Pandemic, Social Solidarity & Interreligious Engangement in Indonesia

Writers:

M. Andalas - I.Y.M. Lattu - K.K. Tumiwa - M Rosyid & L. Kushidayati - P.A. Putri - A.S. Sihombing - E. Mailoa & R. I.Tumelap - I.A. Sanheinizh - H. Ramdhani - Y.H.

Mochtar - E. Supriadi - J.J. S. Cakranegara - M. Kalimullah - M. Rafi’i,Fridiyanto, Y.

Tauvani - B.D.P. Tjaja - P.J. Ismoyo - F.C. Lasatira & Nurdin - A.I. Kristijanto - L. Susilowati & W.M.A. Therik

Editors:

P. Jessy Ismoyo, Wilson M.A. Therik, Linda Susilowati, Izak Y.M. Lattu

Satya Wacana University Press

2021

(3)

CROSSING THE BOUNDARIES

Covid-19 Pandemic, Social Solidarity & Interreligious Engagement in Indonesia

ISBN: 978-623-6286-05-0 Cetakan Pertama: 2021

Writers:

M. Andalas, dkk Editor

P. Jessy Ismoyo Wilson M.A. Therik Linda Susilowati Izak Y.M. Lattu

Desain Cover Linda Susilowati

Proofreader Handri Yonathan Ninon Melatyugra

E-mail: [email protected]

All rights reserved. Save exception stated by the law, no part of this publication may be reproduced, stored in a retrieval system of any nature, or transmitted in any form or by any means electronic, mechanical, photocopying, recording or otherwise, included a complete or partial transcription, without the prior written permission of the author, application for which should be addressed to author.

Diterbitkan oleh

Satya Wacana University Press Universitas Kristen Satya Wacana

Jl. Diponegoro No. 52-60 Salatiga 50711 Jawa Tengah Telp.

(0298) 321212 Ext. 229 – Fax (0298) 311995 Kerjasama dengan:

Pusat Studi Agama, Pluralisme dan Demokrasi (PusAPDem)-Universitas Kristen Satya Wacana

& Dialogue Institute

(4)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI i

PENGANTAR BUKU iv

TRANSFORMASI TUBUH KRISTUS MENJADI NASI:

Dari Mobilitas Spiritual Menuju Aktivisme Sega Mubeng

Mutiara Andalas 1

COVID-19, RELIGIOSITAS DAN RELASI LINTAS AGAMA DI INDONESIA

Izak Y.M. Lattu 25

FIAT VOLUNTAS TUA: Teologi Kepasrahan sebagai Respons Komunitas Pasar Tateli Mengatasi Kepanikan di Masa Pandemi

Krueger Kristanto Tumiwa 48

WARGA PENGHAYAT SAPTA DARMA

MENYIKAPI WABAH COVID-19: Studi Kasus di Mayong Jepara-Jawa Tengah

Moh Rosyid dan Lina Kushidayati 66 REAKTUALISASI PERAN PEREMPUAN SELAMA PANDEMI: Antara Adat Kerinci dan Islam

Perdana Aisyah Putri 87

PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL DALAM KEGIATAN KEAGAMAAN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19

Afriadi Samuel Sihombing 106

AGAMA DAN COVID-19 DI INDONESIA: Kajian Peta Suara Maya di Twitter

Evangs Mailoa, Ribka Isabella Tumelap 132

(5)

MENYATUKAN KEBERAGAMAN DI MASA PANDEMI COVID-19: Pola Komunikasi Virtual Komunitas Doa Lintas Iman

Illi Apriliyadi Sanheinizh 163

RELASI AGAMA, NEGARA, DAN EKONOMI

DALAM MELINDUNGI WARGA NEGARA

INDONESIA DI MASA PANDEMI COVID-19

Hilal Ramdhani 180

GENDER, AGAMA, DAN PANDEMI COVID-19:

Signifikansi Perempuan Religius dalam Melawan Ekstremisme Agama Selama Masa Pandemi di Indonesia

Yusnan Hadi Mochtar 200

WAJAH SURAM DERADIKALISASI DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Endang Supriadi 228

AKSI SOLIDARITAS GEREJA KATOLIK KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG DALAM MASA PANDEMI COVID-19

Joshua Jolly Sucanta Cakranegara 248 MEDIA SOSIAL SEBAGAI RUANG SIMBOLIK BAGI TERCIPTANYA HUBUNGAN ANTARAGAMA DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19: Studi atas Akun Instagram Kementerian Agama Republik Indonesia @Kemenag_Ri

Muhammad Kalimullah 272

MENYUARAKAN SOLIDARITAS KEMANUSIAAN, KONTRIBUSI AGAMA DAN MEDIA MENGHADAPI PANDEMI COVID-19

Muhammad Rafi’i, Fridiyanto, Yuli Tauvani. 293

(6)

AGAMA VIRTUAL

Broery Doro Pater Tjaja 309

THERE IS A LIGHT THAT NEVER GOES OUT’:

Kapital Spiritual Tenaga Kesehatan Perempuan Selama Pandemi Covid-19 di Kota Salatiga

Petsy Jessy Ismoyo 330

RUMAH SEBAGAI SAKRAL: Memuja Tuhan di Rumah Selama Pandemi di Bima, Nusa Tenggara Barat Frejhon Cleimen Lasatira & Nurdin 377 MENDEDAH PERILAKU TEGAR TENGKUK

MASYARAKAT TERHADAP PROTOKOL

KESEHATAN DI MASA PANDEMI COVID-19 (Telaah dari Psikologi Lingkungan)

A.Ign. Kristijanto 393

AGAMA DAN INSIATIF LOKAL: Peran Komunitas- Komunitas Agama dan Lintas Agama dalam Penanggulangan Covid-19 di Indonesia

Linda Susilowati dan Wilson M.A. Therik 403

BIODATA PENULIS 427

BIODATA EDITOR 436

(7)

MENGHAPUS BATAS: PANDEMI, AGAMA DAN SOLIDARITAS SOSIAL

Pengantar Buku

We are grateful for a mini grant from Dialogue Institute that enables Center for the Study of Religion, Pluralism and Democracy ( PusAPDem ) , Satya Wacana Christian University, to conduct an online research and publish a book on Covid-19 pandemic & interreligious engagements in Indonesia. This book is a compilation of scholarly works on Covid-19 pandemic, religion and social solidarity from young interreligious scholars across Indonesia. In addition to academic contributions from scholars out site PusAPDem, the mini grant from Dialogue Institute has contributed to bring actors from different backgrounds to share story about social solidarity amid the global pandemic. The grant has also curved rooms for online research through multiple methods to bring Indonesian voices and concerns on the role of religion during Covid-19 pandemic. As a center, PusAPDem, we appreciate the grant and look forward for further collaborations in research and publication around themes, but not limited to, interreligious engagement, democracy in local level and pluralism in Southeast Asia context.

Pengantar ini ditulis ketika pemerintah daerah di mana

saya tinggal meminta masyarakat untuk tinggal satu hari di

rumah dan tidak bepergian. Strategi ini diambil sebagai

respons terhadap kebijakan nasional Pemberlakuan

Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk meredam

kenaikan jumlah pasien terinfeksi Covid-19 dan kematian

akibat serangan virus ini. Gelombang tsunami Covid-19 kali

ini mengakibatkan korban yang begitu banyak. Rumah-

(8)

rumah sakit telah penuh dengan pasien, melebihi kapasitas daya tampung. Oksigen di beberapa rumah sakit menipis sehingga mengakibatkan kematian pasien kritis yang membutuhkannya.

Rumah-rumah sakit besar dalam kategori Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) seperti RSUP Dr Sardjito di Yogyakarta dan RUSP Dr Kariadi di Semarang ikut mengalami goncangan besar gelombang tsunami. Kompas ID (4/7/2021) melaporkan 63 pasien Covid-19 di RSUP Dr Sardjito meninggal karena kehabisan oksigen sentral dan tabung. Kompas TV (25/6/2021) memberitakan RSUP Dr Kariadi kewalahan mengatasi lonjakan pasien Covid-19 sehingga membutuhkan sukarelawan untuk membantu merawat pasien di ruang-ruang isolasi dan Intensive Care Unit (ICU). Gelobang tsunami Covid-19 betul-betul berdampak sangat luar biasa bagi Indonesia.

Pemerintah membutuhkan bantuan semua pihak termasuk organisasi-organisasi keagamaan untuk terlibat dalam perang melawan tsunami Covid-19. Secara global memang World Health Organization (WHO) tidak memasukan agama sebagai bagian penting dalam perang melawan Covid-19. WHO terjebak dalam logika pemisahan agama dan negara ( wall separation ) yang memisahkan urusan kenegaraan dan iman. Penelitian Pew Research Center menunjukkan bahwa agama kurang mempengaruhi kehidupan masyarakat di Amerika Utara, Eropa dan Austrilia. Namun, negara seperti Indonesia menunjukkan peran agama yang sangat besar. 85% penduduk dewasa Indonesia, menurut Pew Research Center , meletakkan agama dalam pusat kehidupan sosial setiap hari (Pew 2019).

Perang melawan tsumani membutuhkan kehadiran dan

dukungan kelompok agama.

(9)

Kehadiran agama dalam perang melawan Covid-19 pada beberapa negara dianggap sangat sentral dan tidak dapat dinafikan. India, misalnya, setelah menyatakan dapat mengatasi Covid-19 pada akhir 2020, justru mengalami kenaikan kasus Covid yang sangat tinggi setelah festival keagamaan. Pada negara seperti India, agama perlu dilibatkan untuk membangun kesadaran menjaga prosedur kesehatan dan rasionalitas menghadapi Covid-19. Iman yang tidak didampingi dengan rasionalitas mengakibatkan pengabaian terhadap prosedur kesehatan sehingga berdampak pada menggunungnya jumlah pasien. Agama dapat menjadi kekuatan untuk mengatasi Covid-19 sekaligus kelemahan, jika tidak diletakkan secara tepat dalam perang melawan pandemi.

Buku yang berada di tangan anda membahas posisi agama dalam menghadapi pandemi Covid-19. Bagaimana agama dan kelompok-kelompok agama berperan mengatasi Covid 19. Meskipun tidak berurutan persis, jika tulisan-tulisan ini dikelompokkan maka akan terdiri dari lima (5) tema besar:

“pandemi, agama dan teologi sosial;“ “pandemi deradikalisasi dan inisiatif lintas agama;” “pandemi, perempuan dan solidaritas sosial;” “pandemi, agama dan media sosial;” “pandemi, negara dan komunitas agama.”

Pertama, “ Pandemi, Agama dan Teologi Sosial .” Bagian ini dimulai dengan tulisan Mutiara Andalas. Tulisan berbasis teologi sosial ini, “transformasi tubuh menjadi nasi,”

membangun solidaritas sosial lintas batas dalam konteks

Pandemi Covid-19. Kueger Tumiwa dalam tulisannya

membahas teologi kepasrahan terutama komunitas

terpinggirkan di Manado membangun mekanisme

menghadapi pandemi. Moh Rosyid dan Lina Kushidayati

menggambarkan secara unik bagaimana komunitas

(10)

penghayat menyikapi ketidakpastian kehidupan di era pandemi Covid-19. Broery D. P. Tjaja membahas kelahiran agama virtual yang terjadi akibat perubahan pola peribadatan dari fisik ke virtual. Covid-19 mendorong terciptanya agama virtual sebagai dampak dari social distancing .

Sub-tema kedua memaparkan, “ Pandemi, Deradikalisasi dan Inisiatif Lintas Agama .” Izak Lattu membahas relasi lintas agama yang terbangun karena soldiaritas sesama yang menderita berbasis pengalaman menjadi pasien Covid-19.

Endang Supriadi menggali tantangan besar upaya deradikalisasi di tengah pandemi Covid-19. Solidaritas dan senergitas semua pihak diperlukan untuk bersedia melawan radikalisme agama. Muhammad Rafi’i, Fridiyanto, dan Yuli Tauvani menggambarkan bagaimana organisasi-organisasi masyarakat Islam mengkomunikasikan himbauan secara lebih cepat dan efektif media keagaaman. Fatwa tentang Covid-19 oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dapat lebih cepat sampai kepada umat melalui media. Joshua J. S. Cakranegara mengeksplorasi ajaran sosial gereja (ASG) dalam visi peradaban kasih diperlukan untuk membangun solidaritas sosial di tengah pandemi Covid-19 Focus Group Discussion yang berbasis pada ajaran-ajaran Gereja Katolik.

Sub-tema ketiga, “ Pandemi, Perempuan dan Solidaritas Sosial .” Bagian ini dimulai dengan artikel oleh Perdana Aysha Puteri tentang bagaimana dilema yang dihadapi oleh perempuan di tengah pergumulan masyarakat menghadapi Covid-19. Bagaimana pentingnya aktualisasi nilai-nilai adat dan agama bagi perempuan dalam menghadapi pandemi.

Yusnan Hadi Mochtar melihat secara spesifik bagaimana

perempuan melawan ekstrimisme agama di tengah

(11)

pandemi Covid-19. Perempuan yang beragama secara progresif harus melawan sekaligus dua musuh besar:

ekstrimisme agama dan pandemi. Petsy Jessy Ismoyo berdasarkan virtual ethnography dan membahas modal spiritual tenaga kesehatan perempuan selama pandemi Covid-19. Modal spiritual yang berhimpitan dengan modal sosial menjadi kekuatan para tenaga kesehatan perempuan mengatasi beragam tekanan di tengah pandemi.

Sub-tema keempat, “Pandemi, Agama dan Media Sosial,”

Sub-tema ini dibuka oleh artikel Afriadi Samuel Sihombing mengeksplorasi bagaimana media digital digunakan oleh komunitas-komunitas agama untuk membangun solidaritas dan melaksanakan ritual keagamaan di Era Covid-19.

Evangs Mailoa dan Ribka Isabella Tumelap mengkaji peta percakapan tentang agama di dunia maya pada era Covid- 19. Percakapan tentang agama di dunia maya menunjukkan bahwa agama sangat penting untuk membantu manusia menghadapi serangan pandemi. Illi Apriliyadi Sanheinizh menggunakan pendekatan etnografi virtual untuk membahas komunikasi viritual komunitas Do’a lintas agama. Pola komunikasi komunitas ini dalam konteks Covid-19, menggunakan pendekatan komunikasi semua arah untuk memperkuat solidaritas sosial. Muhammad Kalimullah meneliti media sosial Kementerian Agama Republik Indonesia, @Kemenag_Ri, sebagai ruang simbolik antaragama di era Pandemi Covid-19. Media sosial dapat secara virtual memfasilitasi relasi-relasi agama di tengah pandemi.

Sub-tema kelima, “Pandemi, Negara dan Komunitas Agama.” Hilal Ramdhani melihat bagaimana Covid-19 berdampak pada pekerja migran Indonesia di luar negeri.

Pekerja migran, di era pandemi ini, sangat membutuhkan

(12)

kehadiran negara untuk memberikan perlidungan bagi pada migrant workers . Linda Susilowati dan Wilson M.A.

Therik mengkaji inisiatif-inisiatif lokal dari komunitas lintas agama untuk membantu pemerintah mengatasi dampak pandemi Covid-19. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, tetapi membutuhkan komunitas lokal dalam perang melawan Covid-19. A. Ign. Kristijanto melalui telaah psikologi lingkungan membahas Homo Sapiens sebagai makhluk egois sehingga menyebabkan perilaku tegar tengkuk. Keegoisan Homo Sapiens ini menyebabkan meningkatnya kasus Covid-19 karena pelanggaran protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Frejhon Cleimen Lasatira dan Nurdin melalui studi kasus melalui penelitian lapangan dan online mengkaji bagaimana spiritualitas terbentuk dalam ibadah di rumah selama pandemi Covid-19. Pola kehidupan ritualitas berubah karena pandemi sehingga membutuhkan reinterpretasi terhadap perspektif sakral dan profan.

Terimakasih kepada Petsy Jessy Ismoyo, Linda Susilowati

dan Izak lattu yang telah menulis proposal kepada Dialogue

Institute dalam tema Covid-19 dan Relasi Lintas Agama

sehingga mini grant ini dapat berikan kepada PusAPDem

UKSW. Rasa hormat dan terimakasih sangat besar kepada

semua subyek penelitian kami yang bersedia memberikan

informasi dan berbagi perspektif dalam penelitian “Agama

dan Covid-19” oleh PusAPDem tahun 2020. Terimakasih

kepada tim editor (Wilson MA Therik, Izak Lattu, Jessy

Ismoyo dan Linta Susilowati) yang telah bekerja keras

dibantu oleh Proofreade r: Ninon Melatyurga dan Handry

Jonathan, Volunteer (Jesti Kase) dan para mahasiswa

magang dari Program Studi Hubungan Internasional,

Universitas Kristen Satya Wacana tahun 2020 – 2021: James

(13)

Mosse, Althea Punuh, Febby Papalangi, Joshua Hakrio, Ovalda Mega Rerung, dan Sionetta Claudia Kambei.

Terimakasih kepada Pimpinan UKSW yang selalu mendukung kegiatan PusAPDem UKSW. Penghargaan tak terhingga kepada semua penulis yang bersedia mengirimkan tulisannya untuk dimuat pada buku ini.

Semoga buku di tangan anda memberikan manfaat bagi siapa saja yang membacanya.

Bendorsari, 1 September 2021

Izak Y. M. Lattu

Editor/Ketua PusAPDem UKSW

(14)

AGAMA DAN COVID-19 DI INDONESIA:

Kajian Peta Suara Maya di Twitter Evangs Mailoa, Ribka Isabella Tumelap

Abstract. This research explores the talks in the cyber world regarding religions and the Covid-19. People's necessity for a belief to deal with the Covid-19 is shown by the sounding they make in the cyber world about the values of religion. The cyber- world has no longer been a profane space but also a sacral one for religions to maintain their existence within the Covid-19 pandemic. However, the cyber-world service, especially social media, has been used by certain religious groups as a divisive weapon on collective bonds due to the weakness of social control in the cyber-world. This research uses the data science approach by using machine learning with the Drone Emprit tools.

Keywords: Religion and Covid-19, Cyber Map, Twitter

Pendahuluan

Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia menjadi peringatan bagi umat manusia, terutama dalam proses penyiapan ketahanan yang tepat bagi sektor kesehatan.

Respon masyarakat terhadap Covid-19 sangat beragam.

Sebagian masyarakat mengutamakan keselamatan, tetapi sebagian besar bersikap acuh tak acuh. Penolakan untuk mengubur mayat yang "terpapar virus Covid-19"

merupakan fenomena sosial yang sangat menyakitkan dan catatan kelam bagi kelangsungan hidup di negara ini.

Jenazah dianggap memalukan dan penuh dosa sehingga

ditolak keberadaannya oleh masyarakat. Berdasarkan

persoalan tersebut terlihat bahwa ikatan kolektif dari

masyarakat, semakin lama semakin meregang. Masyarakat

(15)

harus dibatasi dengan jarak secara langsung dan hanya dapat berinteraksi lewat media sosial.

Pandemi Covid-19 telah memaksa semua orang beraktivitas dalam dunia maya, sehingga penggunaan media sosial meningkat dengan pesat. Akibat pandemi, masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia, sangat bergantung pada informasi yang diperoleh melalui media sosial (Muhyidin, Rosyad, Rahman dan Huriani, 2020). Sayangnya, informasi yang beredar di media sosial tidak semuanya benar adanya.

Data menunjukkan sedikitnya ada dua hal yang menjadi perdebatan hebat di media sosial twitter terkait pandemi Covid-19, yaitu: teori konspirasi dan halal tidaknya vaksinasi. Meskipun tidak selalu terkait dengan agama formal (meskipun terkadang memang demikian), teori konspirasi mengandung sejumlah elemen kuasi-religius (Bader et al. 2020), dan ilmuwan sosial yang mempelajari agama dapat membantu mengevaluasi difusi relatif, juga.

sebagai pola dan konsekuensi, teori konspirasi. Keyakinan konspirasi tentang pandemi telah digabungkan ke dalam subkultur konspirasi yang ada, seperti yang dipelintir oleh Alex Jones atau penghuni online anonim QAnon (Frenkel et al. 2020). Di Indonesia, program vaksinasi yang digaungkan oleh pemerintah sempat menuai penolakan karena perdebatan yang terjadi, terkait halal atau tidaknya vaksin Covid-19 dipandang dari sudut agama.

Hal inilah yang menjadi perhatian penulis, untuk

melakukan eksplorasi mendalam terkait percakapan di

dunia maya lewat media sosial twitter. Eksplorasi ini untuk

melihat, cluster atau kelompok yang terbentuk, influencer

atau aktor pusat dari setiap kelompok, juga analisa sentimen

(16)

dari semua percakapan yang terjadi di dunia maya. Data- data yang diambil dan dianalisis adalah yang berkaitan dengan agama dan Covid-19 selama kurang lebih empat bulan; September hingga Januari.

Agama dalam Dunia Maya

Tiga puluh tahun terakhir, telah terjadi perubahan revolusioner terkait perilaku masyarakat dalam dunia maya. Internet tidak lagi bisa dibatasi dengan pemahaman tentang pemisahan antara konsep online dan offline tetapi sebaliknya, " online " telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari bagi manusia. Hal tersebut tentunya berdampak pada beberapa aspek kehidupan manusia, termasuk aspek religius dalam masyarakat (Lorne Dawson, 2004: 1). Teologi dalam dunia maya berkembang pesat dalam sepuluh tahun terakhir. Ada beberapa pokok pikiran terkait penggambaran tentang dunia maya (cyber) yang harus diketahui terlebih dahuu: 1) Konsep mengenai realitas virtual ditelisik dalam dunia maya (cyberspace), 2) Cyberspace merupakan dunia alternatif tempat manusia bereksistensi, dan 3) Dunia yang kaya akan imajinasi sehingga para pengguna bebas untuk berfantasi tanpa ada kontrol sosial yang ketat (Yasraf Amir Piliang, 1999: 1).

Artinya, agama memiliki peluang untuk bereksistensi

dalam dunia tetapi di sisi yang lain, agama mempunyai

tantangan tersendiri dalam mengembangkan teologi dalam

dunia maya yang begitu kompleks. Berdasarkan pokok-

pokok pikiran tersebut muncul pertanyaan, apakah realitas

virtual (virtual reality) dapat menggantikan peran dari

dunia riil secara utuh? Apakah aktivitas dalam virtual

reality perlahan bisa mereduksi nilai-nilai komunal dan

ikatan kolektif dalam masyarakat? Lalu, bagaimana agama

(17)

memahami ruang cyber sebagai ruang alternatif untuk mejalankan aktivitas keagamaan? apalagi dunia atomik sementara dilanda pandemi Covid-19 yang memaksa masyarakat untuk menghentikan aktivitas secara langsung.

Morten Hojsgaard berpendapat bahwa konsep tentang agama dalam dunia maya memiliki tiga perbedaan, pertama: bentuk interaksi dalam dunia virtual yang menggantikan komunikasi yang bersifat rill, kedua:

organisasi keagamaan tidak bersifat mapan secara institusi, dan ketiga: budaya dalam dunia cyber dapat menggantikan model tradisi keagamaan. (Hojsgaard, 2005). Sependapat dengan Hojsgaard, Bryant memberikan analisis yang cukup jelas dalam memahami ruang dalam dunia maya.

Menurutnya ada beberapa bagian konsep penting dalam memahami “ruang” dalam dunia maya, yaitu: arah, jarak, ukuran, dan tempat.

Berdasarkan pokok-pokok pikiran tersebut, peneliti

sepakat bahwa, saat ini dunia maya telah menjadi ruang

sakral bagi umat beragama dalam melaksanakan praktik

keagamaan. Artinya perlu ada rumusan teologi secara

khusus dalam memahami kembali konsep ruang sakral

untuk membangun ikatan kolektif antar sesama dengan

Tuhan dalam dunia maya. Ruang yang dimaksud di sini

adalah ruang sakral (sacred sphere) yang tidak terbatas pada

pemahaman ruang kosong yang tak memiliki makna, tetapi

ruang yang menyimpan memori kolektif sebagai instrumen

yang menghubungkan antara manusia dan Tuhan

(Mordekhai Sopacoly, Izak Lattu 2020: 150). Memahami

dunia maya sebagai ruang sakral terlebih dahulu harus

untuk mengolah kecerdasan berteologi dalam

memperlakukan diri sendiri dan orang lain (Self

(18)

intelligence) dalam dunia maya. Manusia perlu menghargai dirinya sendiri dan orang lain sebagai satu subjek yang hidup bukan objek yang harus dikuasai dalam ruang virtual.

Dengan demikian dunia maya tidak lagi menjadi lingkungan yang anonim, tetapi menjadi ruang budaya yang mengembangakan kecerdasan manusia, juga ruang yang memperkuat ikatan kolektif satu dengan yang lain.

(Jaco Hamman, 2017: 15).

Berangkat dari kajian tersebut peneliti mengingat kembali peristiwa sekitar tahun 2013 silam, Kardinal Gianfranco Ravasi pernah bertanya “Bagaimana pandangan Yesus tentang media sosial? Apa isi cuitan Yesus di Twitter?”

(Denison, 2013). Ravasi menyampaikan pandangannya bahwa Yesus adalah orang pertama yang memberikan cuitan sebelum ada Twitter, karena khotbah dan pesannya sangat singkat dan penuh makna. Menurut Ravasi, cuitan (baca: tweet) Yesus malah kurang dari 45 karakter yaitu

‘ Love one another ’. Dia mengacu pada fakta bahwa gagasan

berkicau dan menyebarkan berita serta pesan kepada

banyak orang bukanlah fenomena baru, dan Yesus-lah sang

pelopor tweet . Kardinal Ravasi bermaksud mengajak gereja

dan pendeta harus melakukan semua yang mereka bisa

untuk memanfaatkan internet dalam menyebarkan pesan

Tuhan kepada massa (Woollaston, 2013). Sejak munculnya

internet, gereja banyak berubah dari gaya kertas Kitab Suci

ke bentuk mikroblog dan jaringan media sosial (Cheong,

2014), bahkan semakin banyak gereja dan pendeta

membuat akun Twitter sebagai media untuk mendukung

pelayanan mereka (Horner, 2014). Hal tersebut

membuktikan bahwa agama membutuhkan teknologi

untuk mempertahankan eksistensinya.

(19)

Metodologi Dataset .

Data untuk analisis diambil dari twitter, mulai tanggal 28 September 2020 hingga 15 Januari 2021. Pengambilan data dan analisis data menggunakan drone emprit (https://academic.droneemprit.id/#/search/view/analysis/d emography/id/1039). Data yang didapatkan sebanyak 21,123 data mentions. Data yang diambil untuk dianalisis terdiri dari Tweet , Retweet , Likes dan Hashtag , dan hanya lewat satu sosial media yaitu twitter.

Gambar 1. Distribusi data mentions

PEMBAHASAN

Setting Keywords, Volume, dan Tren .

Keyword yang digunakan adalah covid19 dan pandemi,

sedangkan untuk filter-nya: agama, halal, amin, amiin, doa,

do’a. Hal ini dimaksudkan agar semua cuitan (tweet) yang

mengandung keyword dan filter akan diambil dan

(20)

dianalisis dengan drone emprit. Tercatat terjadi tiga kali percakapan yang lumayan tinggi yaitu pada tanggal 18 November 2020 (595 mentions), 23 Desember 2020 (922 mentions), dan 11 Januari 2021 (1220 mentions). Trend percakapan tinggi yang berbentuk bukit dalam grafik, ditampilkan dalam Gambar 2.

Gambar 2. Trend Data Percakapan

Percakapan pada 18 November 2020 bersumber dari tweet

@muhammadiyah berupa ucapan selamat Milad Muhammadiyah ke-108 dengan disertai doa agar gerakan keagamaan tersebut dapat menghadapi pandemi dan masalah negeri. Tweet tersebut mendapat 674 retweet dan 1602 likes.

Percakapan tertinggi kedua terjadi pada 23 Desember 2020.

Menurut kronologi, kurang lebih ada 3 kejadian

berlangsung pada hari sebelumnya. 1) Peringatan Hari Ibu,

2) Presiden mengganti 6 menteri, dan 3) Data positif Covid-

19 yang meningkat. Berdasarkan kaleidoskop yang dibuat

oleh KawalCovid19, sejak 22 Desember 2020 kasus positif

di Indonesia memperlihatkan tren naik dan belum

mencapai puncak (Kawalcovid19, 2021). Kasus positif

Covid-19 di Indonesia telah mencapai 678.125 orang pada

(21)

22 Desember 2020 atau terjadi penambahan 6.347 kasus dari hari sebelumnya (Kompas, 2020b).

Percakapan tertinggi terjadi pada 11 Januari 2021 setidaknya bersumber dari 2 akun. Akun @tjhinfar21 memuat tweet berupa dukungan bahwa vaksin akhir pandemi dengan tajuk #RingkusMunarmanPembohong, juga memuat pesan agar tidak mabok agama yang paranoidnya kebangetan, seperti salah satu ormas terlarang yang imannya gampang runtuh. Tweet ini mendapatkan 757 retweet dan 2310 likes. Sedangkan akun @Rizmaya__

menuliskan tweet yang berisi pernyataan untuk melaporkan Munarman karena bukan lagi dugaan, namun memang secara jelas merupakan hasutan yg bertujuan memprovokasi & berlindung di balik topeng dgn meng- atas-namakan kepentingan agama, dengan hastag

#RingkusMunarmanPembohong. Tweet ini mendapatkan 100 retweet dan 165 likes. Selain kedua akun tersebut, terdapat mention yang juga turut membuat perbincangan yang ramai di twitter yaitu akun @PlonkCom yang berisi seruan untuk memahami dan memaklumi bahwa tidak mudah bertugas sebagai Menkes di era Pandemi Covid-19.

Tweet ini berisi dukungan kepada Menkes sebelumnya yaitu Dokter Terawan yang telah melakukan yang terbaik dengan ikhlas dan doa selama beliau menjabat sebelum diganti dengan menkes yang baru.

Analisis Sentimen .

Dari total 21.123 mentions , sentimen publik terbagi ke

dalam 3 segmen, yaitu: positif, negatif, dan netral. Sebanyak

8.342 positif (40%), 7.734 negatif (37%), dan sisanya netral

(24%).

(22)

Gambar 3. Sentimen Berdasarkan Data Mentions

Sentimen ini dianalisis langsung menggunakan algoritma kecerdasan buatan dengan melihat seberapa banyak kata- kata bernuansa negatif dalam sebuah cuitan (tweet).

Contoh: kelicikan, rendah, makian, amarah, merosot, mati, dsb., akan dimasukkan dalam kategori negatif. Sedangkan kata-kata seperti: terbaik, harapan, doa, keren, maju, baik, dan sebagainya, akan dimasukkan dalam kategori positif.

Kata-kata lainnya yang belum terdeteksi dalam kelompok

negatif dan positif akan dikategorikan sebagai netral. Kata-

kata di bagian netral harus dikategorikan secara manual

untuk menentukan positif dan negatif. Setelah itu,

algoritma kecerdasan buatan akan secara otomatis

melakukan re-training filter sehingga data-data selanjutnya

akan langsung dikategorikan ke dalam positif dan negatif.

(23)

Gambar 4. Grafik Sentimen Berdasarkan Waktu Pengumpulan Data

Berdasarkan waktu, terlihat bahwa sentimen publik lebih

banyak menjadi positif. Pertengahan Desember terjadi

perdebatan tentang bagaimana cara mengatasi pandemi

Covid-19. Banyak yang memprotes kebijakan pemerintah

terkait pemilihan vaksin yang dituduh uji efikasi vaksin

Sinovac sangat tidak terpercaya sehingga tidak layak untuk

melakukan vaksinasi di Indonesia. Protes lainnya terkait uji

halal yang belum keluar, sehingga penolakan atas dasar

ajaran dan agama terasa kental dalam perdebatan di

Twitter. Namun di akhir Desember sentimen positif mulai

muncul. Hal ini didukung bukti bahwa uji efikasi di

Indonesia lumayan baik sehingga BPOM mengeluarkan

pernyataan bahwa vaksin Sinovac aman dan layak untuk

digunakan (Kompas, 2020a). Selain itu, sentimen positif

juga meningkat setelah MUI mengeluarkan fatwa suci dan

halal untuk vaksin Covid-19 Sinovac (CNN-Indonesia,

2021). Di awal Januari 2021, sentimen positif semakin

meningkat setelah Presiden RI dan sejumlah pejabat serta

beberapa relawan menerima suntikan vaksin Covid-19

(24)

untuk pertama kalinya (The JakartaPost, 2021). Hal ini menaikan rasio tingkat kepercayaan publik terkait vaksinasi.

Tabel 1. Beberapa Mention dengan Kategori Sentimen

Mentions Nama Akun Tanggal Sentimen Pecundang

Tetaplah Pecundang, Jangankan Membela Tuhan

& Agama, Membuktikan Sumpah &

Janjinya Sendiri Saja Tidak Becus, Malah Dijadikan Muslihat &

Slogan Abal2 Di Hadapan Fans- nya. Dan Fans- nya Bersorak Bangga.! Stop Aksi Perparah Pandemi

#WaktunyaKerja BukanAksi

Rizmaya

@Rizmaya__

10-11-2020 Negatif

Moga Saja Semua Pimpinan Serta Anggota DPR-RI Yang

Mendukung UUD Cilaka Terpapar Covid19 &

Mampus..

Amin..Amin..!

Restα

@Retas_305___

06-10-2020 Negatif

(25)

Sejumlah Anggota DPR RI Terpapar Virus Corona (COVID- 19). Per hari ini, Tercatat Ada 18 Anggota Dewan Yang Dinyatakan Positif Terinfeksi Segitunya ya haters

@aniesbaswedan sampai doakan yg jelek2 ktk anies kena covid19.

Hati2 doa yg jelek bisa berbalik kekalian.

Gus Umar

@UmarHasibuan _75

01-12-2020 Negatif

Alhamdulillah.

Saya sudah mengikuti vaksinasi

#COVID19 sbg bentuk ikhtiar.

Menggunakan vaksin produksi Sinovac yg telah mendapat izin BPOM. Vaksin ini aman, efektif, suci, halal &

thayyib. 3M + vaksinasi = proteksi optimal.

Vaksinasi sekarang jg.

Terlindungi

Dirga Sakti Rambe

@dirgarambe

15-01-2021 Positif

(26)

sesegera mungkin.

ALHAMDULILL AH, SWAB hari ini saya

dinyatakan NEGATIF dari Covid19. itu artinya, saya telah sembuh dari COVID-19.

TERIMA KASIH atas semua doa.

INSYAALLAH setelah proses pemulihan selesai, saya akan kembali

beraktivitas normal sebagaimana biasa.

THORIQUL HAQ

@thoriqul_haq

19-12-2020 Positif

Semoga Kemenag di bawah Gus Tutut bisa lebih

"nendang" lagi dalam

menerjemahkan politik

kebhinnekaan Jokowi.

Tantangan konservatisme dan radikalisme agama di Indonesia tetap serius dan mencemaskan,

Ulil Abshar- Abdalla

@ulil

23-12-2020 Positif

(27)

selain masalah korupsi dan penanganan pandemi yg masih terseok2 hingga sekarang.

PERSI melaporkan lonjakan keterisian bed

#COVID19 hingga 50-60%

dlm bbrp hari terakhir.

Sementara kegiatan pengumpulan massa spt demo

& perayaan keagamaan dibiarkan.

Masyarakat tdk disiplin. Pemuka agama/masyaraka t tdk bs jd teladan.

Dirga Sakti Rambe

@dirgarambe

16-11-2020 Netral

Beberapa cuitan memang di-Retweet oleh follower sebagai bentuk dukungan atau setuju dengan pendapat yang di- cuitkan. Sebagai contoh akun @kirana__army dengan follower sebanyak 93 dan following 1.226, melakukan retweet terhadap status yang dibuat oleh akun

@dirgarambe yang memiliki follower sebanyak 80.7K.

(28)

Gambar 5. Contoh Tweet yang dikategorikan sentimen positif dan di- retweet

Dilihat dari kumpulan kata-kata yang paling sering muncul ( word cloud ) dengan sentimen positif ditampilkan dalam gambar 11. Kata-kata: semoga, segera, berakhir, Covid-19, percaya, dan vaksin, sangat sering muncul. Hal ini menunjukkan dalam percakapan yang terjadi di twitter sebagian besar berisi harapan agar pandemi segera berakhir dengan adanya vaksinasi.

Gambar 6. Peta Word Cloud dengan Sentimen Positif

(29)

Sedangkan apabila dilihat dari peta word cloud dengan sentimen negatif, kata-kata: halal, nyawa, rendah, global, vaksin, dan sinovac, sangat sering muncul. Hal ini menunjukkan bahwa masih terjadi perdebatan apakah vaksin Sinovac yang digunakan di Indonesia benar-benar halal dan apakah akan menjamin tidak adanya kematian.

Peta word cloud dengan sentimen negatif ditampilkan dalam gambar 7.

Gambar 7. Peta Word Cloud dengan Sentimen Negatif

SNA: Pro-Kontra Pandemi COVID-19 dan Agama .

Analisis jaringan maya di twitter menunjukkan terjadinya

pro dan kontra terkait keyword yang digunakan: Covid-19

dan pandemi, dengan filter-nya: agama, halal, amin, amiin,

doa, do’a. Terdapat banyak cluster besar yang sentimennya

positif (hijau). Hal ini terlihat jelas dengan muncul banyak

cluster hijau dengan beberapa influencer sebagai pusat,

dibandingkan dengan cluster yang sentimennya negatif

(merah).

(30)

Gambar 8. Peta Social Network Analysis (SNA) yang terbentuk

Salah satu cluster dengan sentimen positif yang terbentuk adalah cluster dengan influencer @muhammadiyah. Hasil analisis SNA menunjukkan jejaring sosial maya terbentuk dari 329 mentions . Tweet @muhammadiyah yang ramai diperbincangkan adalah “Selamat Milad Muhammadiyah ke-108, Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri. Apa do'a dan harapan terbaik SobatMu untuk Muhammadiyah? #Milad108Muhammadiyah

#Milad108 #TerimaKasihMuhammadiyah

#Muhammadiyah https://t.co/UIMoKsISvI”. Tweet ini

dibuat pada 18 November 2020 dan mendapatkan 1.602

likes dan 674 retweet.

(31)

Gambar 9. Salah satu cluster SNA dengan influencer @muhammadiyah

Salah satu cluster lain dengan sentimen positif yang terbentuk adalah cluster dengan influencer @tjhinfar21.

Tweetnya yang ramai diperbincangkan adalah “Keren nih...

!" Pesannya menohok... pas banget buat para kaum mabok agama yg paranoidnya kebangetan ! Mirip salah satunya tuh ormas terlarang yg imannya gampang runtuh

" Percaya Vaksin Akhiri Pandemi

#RingkusMunarmanPembohonghttps://t.co/V5rkm42T8p.

Tweet ini dibuat pada 11 Januari 2021 dan mendapatkan

2.310 likes dan 757 retweet.

(32)

Gambar 10. Cluster SNA dengan influencer @tjhinfar21

Sedangkan cluster dengan sentimen negatif terbanyak yang terbentuk adalah cluster dengan influencer

@demokrasiambyar. Hasil analisis SNA menunjukkan jejaring sosial maya terbentuk dari 232 mentions . Tweet

@demokrasiambyar yang ramai diperbincangkan adalah

“Vaksin Sinovac sangat rendah efektivitasnya yg cuma 65,3% dlm mencegah Covid-19 dibanding merk lain yg bisa 90-95% Inilah alasan knp masyarakat ada yg

#TolakDivaksinSinovac Selain itu, byk yg berpatokan dgn

pilihan Ulama sprt UAS, Halal & dipakai negara Islam

Setuju UAS#$% https://t.co/6psxzmTPL6”. Tweet ini

dibuat pada 12 Januari 2021 dan mendapatkan 2.214 likes

dan 776 retweet.

(33)

Gambar 11. Salah satu cluster SNA dengan influencer

@demokrasiambyar

Jejaring sosial maya yang membentuk cluster-cluster.

Setiap cluster biasanya memiliki minimal satu influencer

atau pusat pengaruh. Gambar 10 menampilkan 5 influencer

dengan nilai pengaruh tertinggi, dengan influencer terbesar

adalah akun @muhammadiyah yang membentuk 620

engagements (total retweet dan replies ).

(34)

Gambar 12. Salah satu cluster SNA dengan influencer

@demokrasiambyar

Lebih dari 200 cluster jejaring sosial maya yang terbentuk di twitter dari keyword Covid-19 dan Agama. Tabel 2 menampilkan 10 akun teratas sebagai influencer atau pusat pengaruh dari cluster-cluster yang terbentuk. Menariknya, akun resmi Presiden RI @jokowi juga termasuk di dalamnya walaupun hanya dengan 163 engagements tetapi memiliki follower terbanyak yaitu 14.743.216, dan akun

@junkyurpie dengan follower paling sedikit namun

memiliki 557 engagements . Kedua hal ini menunjukkan

bahwa untuk menjadi influencer dalam sebuah cluster

tidak ditentukan oleh banyaknya follower .

(35)

Tabel 2. Top-10 influencer dari cluster-cluster yang terbentuk

Nama Akun RT +

Reply

Retweets Replies Followers

@muhammadiyah 620 619 1 198.096

@ustadtengkuzul 568 564 4 468.822

@junkyurpie 557 0 557 16

@Rizmaya__ 463 456 7 81.733

@nisatyas 425 425 0 1.223

@tjhinfar21 415 412 3 36.597

@ustadchen 185 184 1 171.021

@KontraS 174 173 1 171.021

@ulil 172 171 1 783.486

@jokowi 163 114 44 14.743.216

Narasi paling dominan terkait Covid-19 dan Agama, dapat dilihat dalam 10 cuitan yang paling banyak di- retweet , yang ditampilkan lewat Tabel 3. Sebagian besar narasi berasal dari cluster dengan sentimen positif. Sebagai contoh, akun @nisatyas yang memprotes karena banyak pihak yang berdebat terkait halal atau tidaknya vaksin Covid-19. Akun tersebut menulis cuitan “makan seblak mercon topping sosis plastik, dicampur saos pewarna + wortel basi ga pake mikir 2x, tapi buat vaksin penyelamat nyawa dari pandemi global pada riwil sertifikat Halal dulu”.

Tabel 3. Top-10 Most Retweet

Nama Akun Status Retweet

Muhammadiya h

@muhammadiy ah

Selamat Milad Muhammadiyah ke- 108, Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri. Apa do'a dan harapan terbaik SobatMu untuk Muhammadiyah?

#Milad108Muhammadiyah

#Milad108

467

(36)

#TerimaKasihMuhammadiyah

#Muhammadiyah https://t.co/UIMoKsISvI Annisa Tyas

@nisatyas

Rang ! makan seblak mercon topping sosis plastik , dicampur saos pewarna + wortel basi ga pake mikir 2x, tapi buat vaksin penyelamat nyawa dari pandemi global pada riwil sertifikat Halal dulu.

425

BHINNEKATU NGGALIKA

@tjhinfar21

Keren nih... "# Pesannya menohok... pas banget buat para kaum mabok agama yg paranoidnya kebangetan $ Mirip salah satunya tuh ormas terlarang yg imannya gampang runtuh % Percaya Vaksin Akhiri Pandemi

#RingkusMunarmanPembohong https://t.co/V5rkm42T8p

371

tengkuzulkarna in

@ustadtengkuz ul

Malam ini kita tahajjud kita buat doa agar Pandemi Covid segera berakhir.

Amin... Semoga aktivitas agama dan duniawi kita kembali normal...

Amin...

298

demokrasiamby ar

@demokrasiam byar

Vaksin Sinovac sangat rendah efektivitasnya yg cuma 65,3% dlm mencegah Covid19 dibanding merk lain yg bisa 90-95% Inilah alasan knp masyarakat ada yg

#TolakDivaksinSinovac Selain itu, byk yg berpatokan dgn pilihan Ulama sprt UAS, Halal & di pakai negara Islam Setuju UAS &'(

https://t.co/6psxzmTPL6

232

BABAH

@ustadchen

Semoga tahun 2021 bakal jadi tahun yang baik buat kita semua. Pandemi berakhir, obat dan vaksin lancar bekerja, semua berangsur-angsur kembali normal bahkan jadi lebih

183

(37)

baik dari sebelumnya. Amin. Stay safe, stay healthy, stay sane. Thank you for surviving, you’ve done well

❤ Rizmaya

@Rizmaya__

Betul Yai.. Begitulah Kelakuan Para Keturunan Ular Gurun. Di Nalar Mereka Hanya Agama & Kelicikan Yg Menjadi Alat & Cara Untuk Bertahan Hidup. Kelamaan Bertapa Dalam Goa, Akhirnya Yg Ada Persis Rusa Masuk Kota Nyasar Kamana2 Teladani Rasul Atasi Pandemi

#RijikCorengNamaBaikIslam https://t.co/sLTN0zACiu

181

andi arief

@Andiarief__

Mohon doa netizen untuk

kesembuhan rekan kita @jansen_jsp yang sekeluarga positif covid 19.

Bung Jansen ini termasuk rekan kami yang tertib hidupnya.

174

KONTRAS

@KontraS

Untuk resesi ekonomi, Negara bisa menjadikan pandemi sebagai alibi.

Tapi untuk #ResesiDemokrasi, Negara tak bisa berkelit lagi. Dalam momen 1 Tahun duet Presiden @jokowi &

Ma'ruf Amin, KontraS menyusun beragam bentuk merosotnya kualitas demokrasi di Indonesia. [Sebuah Utas!] https://t.co/skYeLE086S

156

Ulil Abshar- Abdalla

@ulil

Bukan berarti halal dan haram itu tidak penting. Jelas penting bagi seorang Muslim. Tetapi pemahaman keagamaan yg serba berpusat pada halal-haram, jelas tidak menarik.

Mempersoalkan halal-haramnya vaksin di era pandemi seperti ini, jelas ndak tepat. Nyawa manusia lebih penting.

140

(38)

Bila dilihat dari peta buzzer , terlihat jelas bahwa percakapan terkait Covid-19 dan Agama yang ramai dibicarakan sejak September 2020 di twitter, paling banyak terjadi di kota-kota yang berada di Indonesia Barat dan Tengah, sedangkan Indonesia bagian timur tidak terlibat aktif. Hal ini mungkin saja terjadi dengan dua asumsi, pertama, akses internet di Indonesia timur yang masih sangat kurang sehingga tidak banyak yang terlibat di media sosial twitter, atau kedua, masyarakat di daerah Indonesia timur tidak pernah terlalu membahas penting terkait Covid-19 dan agama. Daerah Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua tidak tampak dalam peta buzzer . Hal ini diperkuat dengan bukti bahwa tidak adanya akun influencer dari daerah Indonesia timur dalam cluster- cluster yang terbentuk.

Gambar 13. Peta Buzzer untuk topik Covid-19 dan Agama di Twitter

(39)

Analisis Bot

Riset di Oxford University pada 2017 menunjukkan bahwa banyak negara di dunia memakai strategi untuk manipulasi opini publik di sosial media. Salah satu strategi adalah dengan menggunakan akun anonim dan bot (robot) yang didukung berbagai sosial media dan dibiayai oleh pemerintah, partai politik, atau organisasi lainnya. Hal ini sebenarnya sudah terjadi sejak 2012 hingga sekarang, yang dikenal dengan nama propaganda komputasi. (Philip N.

Howard; Samantha Bradshaw, 2017). Oleh karena hal tersebut, dalam menganalisis percakapan di dunia maya sebaiknya juga dilakukan deteksi adanya bot dan bagaimana pola percakapan yang menggunakan bot, untuk melihat apakah terjadi manipulasi opini publik.

Deteksi bot dalam drone emprit menggunakan botometer yang merupakan tools buatan Indiana University untuk melakukan pengecekan aktivitas sebuah akun twitter dan memberi skor kemungkinan (probabilitas) akun tersebut merupakan bot (robot). Semakin besar skor, semakin besar kemungkinan akun tersebut adalah bot (Davis et al., 2016).

Inputan dalam botometer adalah profil publik dan 200

cuitan (tweet) terakhir dari akun tersebut. Data-data

tersebut kemudian diekstrak menjadi 1.200 fitur untuk

mengukur karakteristik profil, follower dan following , pola

waktu aktivitas, bahasa, dan sentimen. Skor 0 berarti

manusia (human) dan skor 5 berarti bot (Varol et al., 2017).

(40)

Gambar 14. Analisis Bot untuk topik COVID19 dan Agama di Twitter

Dari total 14 ribu akun yang aktif dalam percakapan maya dengan topik Covid-19 dan agama, terdapat sebanyak 5 ribu akun (40.65%) yang berhasil diidentifikasi score bot -nya.

Nilai skor adalah 1,61 yang berarti sebagian besar akun yang terlibat dalam percakapan terkait Covid19 dan Agama adalah akun asli bukan bot.

KESIMPULAN

Selama 28 September 2020 hingga 15 Januari 2021, terjadi percakapan maya terkait Covid-19 dan Agama di twitter yang menghasilkan 21.123 mentions . Tren percakapan terjadi secara naik turun terutama di akhir Desember 2020 dan mencapai puncak tertinggi di awal Januari 2021.

Perdebatan terjadi di antaranya ketika muncul usulan

vaksinasi untuk segera mengakhiri pandemi. Terjadi pro

dan kontra terkait halal dan haram vaksin yang akan

digunakan. Percakapan maya ini dilihat publik dalam

(41)

kacamata positif dan negatif. Proporsi negatif agak tinggi di pertengahan Desember 2020 dan kemudian menurun drastis digantikan sentimen positif yang jauh lebih besar terutama di awal Januari 2021. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis peta SNA. Banyaknya cluster yang terbentuk dengan sentimen positif dibandingkan negatif. Beberapa tokoh agama juga tokoh dalam pemerintahan menjadi influencer dalam cluster-cluster yang terbentuk.

Dalam percakapan maya ini, terdapat banyak cuitan yang berisi doa dan harapan. Dari sekian banyak narasi dalam percakapan, yang paling dominan adalah harapan agar pandemi segera berakhir dengan adanya vaksin Sinovac walaupun masih terjadi pro dan kontra terkait vaksin tersebut, serta harapan agar terjadi pemulihan ekonomi secara global. Hal menarik dalam percakapan maya tentang Covid-19 dan Agama ini, sebagian besar akun yang terlibat bukanlah bot sehingga dapat dipastikan tidak adanya manipulasi opini publik.

Hasil penelitian ini kiranya dapat membuka wawasan pembaca bahwa tidak semua informasi yang ada di dunia maya harus dipercaya. Dibutuhkan kemampuan untuk memilah dan menganalisis, karena tidak semua informasi benar adanya.

Referensi

Ayalon, L., Chasteen, A., Diehl, M., Levy, B., Neupert, S. D.,

Rothermund, K., ... & Wahl, H. W. (2020). Aging in Times

of the COVID-19 pandemic: Avoiding Ageism and

Fostering Intergenerational solidarity. The Journals of

Gerontology: Series B .

(42)

Baker, S. R., Farrokhnia, R. A., Meyer, S., Pagel, M., & Yannelis, C. (2020). How does Household Spending Respond to an Epidemic? Consumption During the 2020 COVID-19 pandemic. The Review of Asset Pricing Studies , 10 (4), 834-862.

Campbell, G. S., & Norman, J. (2012). An Introduction to Environmental Biophysics . Springer Science & Business Media.

Cheng, K. K., Lam, T. H., & Leung, C. C. (2020). Wearing Face Masks in the Community During the COVID-19 Pandemic: Altruism and Solidarity. The Lancet .

Cheong, P. H. (2014). Tweet the Message? Religious Authority and Social Media Innovation. Journal of Religion, Media and Digital Culture , 3 (3), 1–19.

https://doi.org/10.1163/21659214-90000059

CNN-Indonesia. (2021). Fatwa MUI: Vaksin Sinovac Suci dan Halal .

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210108100235- 20-591063/fatwa-mui-vaksin-sinovac-suci-dan-halal Conger, R. (2020). Families in Troubled Times: Adapting to

Change in Rural America . Routledge.

Davis, C., Ferrara, E., Varol, O., Menczer, F., & Flammini, A.

(2016). BotOrNot: A System to Evaluate Social Bots.

Communications of the ACM , 59 (7), 96–104.

https://doi.org/10.1145/2818717

Denison, J. (2013). What Would Jesus Tweet?

https://www.bethinking.org/culture/what-would-jesus- tweet

Dodonova, V., & Dodonov, R. (2020). Transformation of Social

Values During a Pandemic and Problems of Global

Solidarity. Skhid , 167 (3).

(43)

Frenkel-Pinter, M., Samanta, M., Ashkenasy, G., & Leman, L. J.

(2020). Prebiotic Peptides: Molecular Hubs in the Origin of Life. Chemical Reviews , 120 (11), 4707-4765.

Fu, R., Feldman, D. J., & Margolis, R. M. (2018). US Solar Photovoltaic System Cost Benchmark: Q1 2018 (No.

NREL/TP-6A20-72399). National Renewable Energy Lab.(NREL), Golden, CO (United States).

Ganiel, G. (2020). Clerical Modernisers and the Media in Ireland:

the Journalism of Fr Gerry Reynolds. Contemporary British History , 34 (4), 629-651.

Genschel, P., & Jachtenfuchs, M. (2021). Postfunctionalism Reversed: Solidarity and Rebordering During the COVID- 19 pandemic. Journal of European Public Policy , 1-20.

Horner, Z. (2014). How Christian Leaders Interact with the Twitter. The Elon Journal of Undergraduate Research in Communications , 5 (2), 59–70.

Igwe, P. A., Ochinanwata, C., Ochinanwata, N., Adeyeye, J. O., Ikpor, I. M., Nwakpu, S. E., ... & Umemezia, E. I. (2020).

Solidarity and social behaviour: How did This Help Communities to Manage COVID-19 Pandemic?.

International Journal of Sociology and Social Policy.

Kawalcovid19. (2021). Kaleidoskop covid19 di Indonesia 2020 . https://kawalcovid19.id/content/1571/kaleidoskop-

COVID-19-di-indonesia

Klopfenstein, M. L. (2008). Pandemic Influenza and the Duty to Treat: The Importance of Solidarity and Loyalty. The American Journal of Bioethics , 8 (8), 41-43.

Kompas. (2020a). BPOM: Data Uji Klinis Vaksin Sinovac

Menunjukkan Hasil Baik .

https://nasional.kompas.com/read/2020/12/30/16192681/bp

om-data-uji-klinis-vaksin-sinovac-menunjukkan-hasil-

(44)

baik?page=all

Kompas. (2020b). UPDATE 22 Desember: Ada 105.146 Kasus

Aktif COVID-19 di Indonesia .

https://nasional.kompas.com/read/2020/12/22/17401401/u pdate-22-desember-ada-105146-kasus-aktif-COVID-19-di- indonesia

O’Connell, M., Crowther, S., Ravaldi, C., & Homer, C. (2020).

Midwives in a Pandemic: A Call for Solidarity and Compassion. Women and Birth , 33 (3), 205-206.

Philip N. Howard; Samantha Bradshaw. (2017). Troops, Trolls and Troublemakers: A Global Inventory of Organized Social Media Manipulation. In University of Oxford (Vol. 1, Issue 2017.12). https://doi.org/10.1016/S0140- 6736(59)90596-3

Schneider, S. H., Eger, J., Bruder, M., Faust, J., & Wieler, L. H.

(2021). Does the COVID-19 Pandemic Threaten Global Solidarity? Evidence from Germany. World Development , 140 , 105356.

TheJakartaPost. (2021). Jokowi Gets First Coronavirus Jab . https://www.thejakartapost.com/news/2021/01/13/jokowi- gets-first-coronavirus-jab.html

Varol, O., Ferrara, E., Davis, C. A., Menczer, F., & Flammini, A.

(2017). Online Human-bot Interactions: Detection, Estimation, and Characterization. Proceedings of the 11th International Conference on Web and Social Media, ICWSM 2017 , 280–289.

Woollaston, V. (2013). “Jesus was the First Person to Tweet”:

Cardinal Claims the Idea of Twitter is 2,000 Years Old because Christ’s Sermons were brief and Full of Meaning.”

https://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-

2433077/Jesus-did-Twitter-claims-Cardinal-Ravasi-

Christs-sermons-brief-meaning.html

(45)

BIODATA PENULIS

A. Ign. Kristijanto, lahir di Salatiga, 16 Agustus 1949.

Menyelesaikan pendidikan kesarjanaan (Drs.) pada Tahun 1978 di Fakultas Ilmu Hayat (sekarang Fakultas Biologi) di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga. Tahun 1989-1992 melanjutkan studi di program Magister (S2) di Jurusan Ilmu-ilmu Perairan (Aquatic Sciences) Fakultas Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor (IPB) Bogor. Tahun 1995-1997 melanjutkan studi di Prodi Ekologi Perairan Tawar (Abteilung Limnologi), Universitait Wien, Austria dan memperoleh gelar Doctor registrorum naturae (Dr.rer.nat) Pengajar di Program Magister (S2) Biologi Lingkungan UKSW (2001-2010) dan Program S2 dan S3 Studi Pembangunan UKSW (2001-2015), Pengajar Metode Penelitian Kuantitatif di Program Magister (S2) Psikologi UKSW sejak 2009-sekarang,dan pengajar Khemometri dan Ilmu Lingkungan di Prodi Kimia FSM sejak purna tugas (2018). Pernah menjabat Dekan FSM UKSW (2001-2003), dan Ketua Program Studi S2 Ilmu Kimia FSM UKSW sebelum purnatugas.

A. Yuli Tauvani lahir 21 juli 1992 Pamenang Merangin, di Tahun 2015 menyelesaikan sarjana di fakultas hukum Universitas Jambi, dan di 2017 menyelesaikan magister hukum di Universitas Jambi, 2017 mnjadi dosen tetap di Sekolah Tinggi Agama Islam Ahsanta Jambi hingga saat ini, menjadi ketua pusat konsultasi bantuan hukum di STAI Ahsanta Jambi.

Afriadi Samuel Sihombing lahir di Ciamis. Menyelesaikan

Sarjana Teknik (S.T) dari Program Studi Perencanaan

(46)

Wilayah dan Kota pada Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan-Institut Teknologi Bandung pada Tahun 2017. Saat ini bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menaruh minat pada isu-isu kebijakan publik.

Broery Doro Pater Tjaja yang biasa disapa Ater ini, merupakan pria kelahiran Doro, Halmahera Utara pada tanggal 20 Oktober. Pernah menempuh studi Sarjana di Sekolah Tinggi Teologi (STT) GMIH Tobelo (sekarang Fakultas Teologi Universitas Halmahera), kemudian melanjutkan studi di pascasarjana (S2) Pembangunan Jemaat Universitas Halmahera dan lulus pada 2010. Dalam kapasitas sebagai dosen Fakultas Teologi Universitas Halmahera (Uniera), penulis kini sementara menempuh studi pada Program Studi Doktor Studi Pembangunan Fakultas Interdisiplin Universitas Kristen Satya Wacana di Salatiga, dengan bidang minat studi partisipasi politik.

Selain itu penulis juga menaruh minat pada persoalan pembangunan jemaat dan teologi politik.

Endang Supriadi, M.A lahir di Cirebon, Jawa Barat, 15

September 1989. Mendapatkan gelar sarjana (S1) pada

Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan

Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan

Kalijaga Yogyakarta lulus Tahun 2011. Melanjutkan

pendidikan S2 di Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan

Ilmu Politik (FISIPOL), Universitas Gadjah Mada (UGM)

lulus pada Tahun 2014. Pekerjaan utama saat ini adalah

pengajar (Dosen) pada Program Studi Sosiologi, Fakultas

Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Islam

Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Adapun kajian

(47)

akademik pada Sosiologi Agama dan lebih khususnya terkait dengan fenomena radikalisme dan terorisme agama.

Minat akademik ini tertuang pada beberapa artikel ilmiah di berbagai jurnal 3 Tahun terakhir, di antaranya:

Membangun Spirit Kebangsaan Kaum Muda di Tengah Fenomena Radikalisme (2017); Radikalisme dan Kaum Muda dalam Perspektif Sosiologi (2018); Measuring the Importance of Stemming Radicalism in the Decentralization Era of Democrazy (2018); Intoleransi dan Radikalisme Agama: Konstruk LSM tentang Program Deradikalisasi (2020).

Evangs Mailoa adalah staff pengajar pada Program Studi S1 Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, UKSW.

Mendapatkan Certified Data Science Specialist dari iTrain Asia Singapura pada tahun 2019. Beberapa matakuliah yang diampu antara lain Pemrograman, Grafika Komputer, Kecerdasan buatan, dan Machine Learning. Saat ini karena ketertarikannya pada bidang sosial, terlibat aktif dalam penelitian-penelitian bidang sosial dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (Socio AI) di Pusat Studi Agama, Pluralisme dan Demokrasi (PusAPDem) UKSW. Beberapa publikasi terakhir berkaitan dengan eksplorasi data percakapan yang terjadi di dunia maya. Selain komputer, juga menyukai olahraga dan bermusik.

Frejhon Cleimen Lasatira, lahir di Ambon, 10 Januari 1994.

Tamat Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana

(UKSW) Salatiga Tahun 2017. Semasa kuliah, selain

menduduki jabatan Sekertaris Umum Badan Perwakilan

Mahasiswa Universitas (BPMU) UKSW dan terlibat dalam

kegiatan perdamaian agama di Maluku Utara atas kerjasama

(48)

Universitas Halmahera, UIN Sunan Kalijaga dan UKSW, Ia juga pernah aktif sebagai Asisten Dosen (Asdos) dalam bidang Agama, Spiritual, Konseling dan Psikologi dan menjadi Tim penyusun liturgi pada campus ministry UKSW. Tahun 2018, Ia mengajar Agama dan Pastoral di SMAK Penabur HI dan SMAK Penabur Jababeka.

Kemudian Tahun 2019, Ia mendapatkan Beasiswa LPDP-RI untuk studi lanjut S2. Sekarang sedang mengambil Master of Arts pada Program Center for Religious and Cross- cultural Studies, UGM. Karya Tulisnya: 32 Refleksi Ekoteologis (2015), Merekonstruksi Konsep Dialog mutual and acceptance di Sekolah (2017), dan buku Semua Tentang Natal (2020).

Fridiyanto , lahir pada 19 Juni 1981 di Muaro Bungo, Jambi.

Tahun 2007 menyelesaikan pendidikan Magister di

pascasarja UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Beliau

Merupakan salah satu pendiri NGOs The Guru Fondation

Jambi yang berkegiatan dalam bidang perbaikan

Pendiidkan. gelar doktoral manajemen pendidikan

didapatkan pada Universitas Islam Negeri Maulana Malik

IBRAHIM Malang-Jawa Timur. Dosen Tetap dan

Pembantu Dekan I di Fakultas Bahasa Universitas Muara

Bungo (2008-2009); Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah IAIN

(UIN) Sumatera Utara (2009-2019). Dosen Tetap

Pascasarjana dan Ketua Pusat Kajian Transintegrasi UIN

STS Jambi (Sekarang). Beberapa aktivitas akademis yang

pernah diikutinya antara lain, Young Moslem Leader

Exchange Program di Australia 2017 dan Research

Assistance di Universitas Groningen-Belanda 2012.

(49)

Hilal Ramdhani, M.IP lahir di Majalengka pada 18 Februari 1996. Ia merupakan lulusan Magister Ilmu Politik Universitas Indonesia pada Tahun 2020. Saat ini ia aktif sebagai reviewer jurnal, mengisi diskusi publik terkait politik, pendidikan maupun filsafat, serta ia fokus pada penelitian isu-isu politik kewarganegaraan.

Illi Apriliyadi Sanheinizh atau akrab disapa Willy, pria asal Cilacap kelahiran 17 April ini merupakan mahasiswa tingkat akhir pada program studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro. Ia tertarik dengan kajian komunikasi antarbudaya, interfaith community dan international communication .

Joshua Jolly Sucanta Cakranegara lahir di Manado pada 23 Juli 1999. Saat ini merupakan mahasiswa Program Studi S1 Sejarah, Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang sedang mengerjakan tugas akhirnya berjudul “Biografi Servatius Subhaga (1938-2019)”. Memiliki minat penelitian dalam sejarah sosial, pendidikan, dan kebudayaan. Sejak 2018, aktif sebagai pemakalah dalam berbagai seminar nasional dan internasional, seperti Seminar Sejarah Nasional 2018 dan 2019 serta International Conference on Indonesian Culture 2020, juga sebagai penulis artikel ilmiah dalam sejumlah jurnal nasional. Publikasi terakhir pada 2020, antara lain “Perjumpaan Awal Misionaris Katolik dan Masyarakat Bali: Sebuah Kajian Inkulturasi” ( Dialog , Vol.

43, No. 1, Juni 2020, hlm. 109-118); “Pandangan Islam dan

Katolik atas Pandemi” (bersama Syukron Jauhar Fuad

Faizin dalam Agus Suwignyo (ed.), Pengetahuan Budaya

dalam Khazanah Wabah , Yogyakarta: Gadjah Mada

(50)

University Press, Agustus 2020, hlm. 357-366); serta

“Pembentukan Provinsi Kalimantan Utara (1999-2012)”

( Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya , Vol. 4, No. 1, Desember 2020, forthcoming ).

Krueger Kristanto Tumiwa, M.Si.Teol. Adalah Dosen Teologi pada Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado. Email: [email protected].

Menyelesaikan studi Strata Satu (S1) di Fakultas Teologi, Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) pada Tahun 2013 dan Strata Dua (S2) di Pasca Sarjana Ilmu Teologi, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta. Tertarik pada studi Biblika Perjanjian Baru dan Teologi Sosial

Lina Kushidayati, S.H.I, M.A dilahirkan di Sragen Provinsi Jawa Tengah. Bekerja sebagai Dosen pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus-Provinsi Jawa Tengah.

Pendidikan: Master of Arts Universitas Leiden Belanda, Mahasiswa Program Doktor Kajian Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Wali Songo, Semarang.

Muhammad Kalimullah, M.A dilahirkan di Kabupaten

Situbondo, Jawa Timur, 1992. Ia memperoleh gelar

sarjananya di bidang Perbandingan Agama pada program

studi Studi Agama-Agama di Universitas Islam Negeri

Sunan Ampel, Surabaya pada 2016. Kemudian pada 2019 ia

memperoleh gelar magisternya pada program studi Agama

dan Lintas Budaya atau Center for Religious and Cross-

cultural Studies (CRCS) di Universitas Gadjah Mada. Sejak

awal ia tertarik dengan tema-tema yang berkaitan dengan

(51)

agama, baik dalam perspektif teologis, filosofis, maupun saintifik. Menulis tesis masternya dalam subjek Islam dan Animisme Baru, ia juga mulai mengembangkan minat akademiknya dalam disiplin Studi Agama-Agama secara lebih luas, terutama dalam sub-disiplin Agama dan Media.

Dr. Moh. Rosyid, M.Hum dilahirkan di Kota Demak Provinsi Jawa Tengah. Bekerja sebagai Dosen pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus-Provinsi Jawa Tengah.

Menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Sejarah dari Universitas Diponegoro dan Doktor Kajian Islam dari Universitas Islam Negeri (UIN) Wali Songo-Semarang.

Muhammad Rafi'i , lahir di Baringin, Tapanuli Selatan, 13 Maret 1995. Menetap di Desa Pinang Gading, Kec.

Merlung, Kab. Tanjung Jabung Barat, Jambi. Lulus SDN 175/V desa Pinang Gading pada 2006. 2006-2013 belajar di Pondok Pesantren Dzulhijjah, dan menempuh SMP S dan SMA S di Pondok Pesantren yang sama. Kemudian melanjutkan Studi Sarjana pada Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin di Jambi pada Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, (2013-2017). Selanjutnya menempuh Studi Pascasarjana pada Jurusan Studi Ilmu Agama Islam UIN Maulana Malik Ibrahim di Malang (2017- 2019). Saat ini menjadi tenaga pengajar di UIN STS Jambi dan STAI Ahsanta Jambi.

Nurdin, lahir di Bima, Nusa Tenggara Barat, tanggal 05 Juni

1994. Menamatkan pendidikan S1 di Fakultas Ushuluddin,

Filsafat, dan Politik Universitas Islam Negeri Alauddin

Makassar Tahun 2017 melalui Program Beasiswa Bidik

Misi. Tahun 2020 melanjutkan pendidikan pada program

(52)

Magister Agama dan Lintas Budaya/Center for Religious and Cross-Cultural Studies di Sekolah Pascasarjana Lintas Disiplin, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta melalui Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kemenkeu RI.

Perdana Aysha Puteri adalah seorang alumni CRCS (Center for Religious and Cross-cultural Studies) UGM yang saat ini sedang menjadi peneliti independen. Ia lahir pada tanggal 31 Agustus 1993 di Surabaya. Ia menyelesaikan S1 di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel di bidang Studi Alquran dan tafsir. Ia memiliki ketertarikan pada isu-isu tentang agama dan perempuan, agama dan pop-culture , dan juga agama dan media baru

Ribka Tumelap adalah mahasiswa program Magister Sosiologi Agama di Universitas Kristen Satya Wacana tahun 2019, alumi Fakultas Teologi Tomohon tahun 2014. Aktif dalam berbagai organisasi seperti Institut Panimbe yang bergerak dalam bidang pendidikan, budaya, agama, di Minahasa, juga dalam Media Makasiow yang bergerak meninjau isu-isu sosial dan faktual di Sulawesi Utara.

Asisten dosen dalam beberapa mata kuliah seperti, Sejarah Agama Kristen, Sejarah Gereja Indonesia, dan Teologi Virtual. Adapun risetnya untuk memperoleh gelar Magister Sosiologi Agama berfokus pada studi anthrozoology, agama, dan budaya.

Yusnan Hadi Mochtar, M.Si . lahir di Jember, Jawa Timur.

Lulusan Program Magister Ilmu Hubungan Internasional

(Konsentrasi Masyarakat Transnasional) dari Universitas

Indonesia 2019. Yusnan memiliki ketertarikan besar dalam

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

However, there is no study found to understand how media provides efficacy information in the government’s initial response to the Covid-19 pandemic in the context of

The theme was the duration of accessing social media before and during covid 19 pandemic, the social media preferences for English language learning, the benefits

Berdasarkan dari beberapa kebijakan yang sudah dilakukan oleh tim puskesmas dapat dipertanyakan kenapa belum tercapai target vaksinasi, oleh karena itu

Selain upaya pencegahan dilakukan dengan pertama-tama meniadakan seluruh kegiatan kegerejaan yang mengumpulkan umat lalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat

Dari proses ini akan dihasilkan informasi berupa data terstuktur, dimana data telah dihilangkan noise dan siap digunakan untuk proses pelatihan. Praprocessing dapat dilihat pada

Pada Juli 2020, agama, dalam hal ini Kristen, dengan lokasi ibadah yakni jemaat Gereja Yesus Shincheonji di Kota Daegu, Korea Selatan, diduga menjadi sumber penyebaran

Komunitas ini terbentuk dari kegiatan mingguan doa bersama lintas iman yang diselenggarakan oleh kantor humas dan pemerintahan Majelis Rohani Nasional (MRN) Baha’i

Sedangkan pada bagian kedua menjelaskan mengenai strategi aktor perempuan religius dalam melawan ekstremisme agama selama masa pandemi di Indonesia dengan