45
A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian
Penelitian pengembangan ini dilaksanakan di SMA N 2 Karanganyar yang beralamat di Jalan Ronggowarsito Karanganyar Kode Pos 57716. Dipilihnya SMA Negeri 2 Karanganyar dikarenakan sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah unggulan dan maju di Kabupaten Karanganyar yang telah menerapkan kurikulum 2013. Sekolah tersebut berbasis ICT
(Information Communication Technology) yakni pembelajaran berasaskan
konsep pembelajaran komputer dan multimedia. Sekolah berbasis ICT membutuhkan sarana dan prasarana yang baik untuk menunjang proses pembelajaran. Kemampuan peserta didik di sekolah tersebut dapat dikategorikan baik dibandingkan dengan beberapa sekolah unggulan lain yang ada di Karanganyar. Namun sarana dan prasarana penunjang pembelajaran yang dapat dikategorikan sangat mendukung ternyata belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal, seperti pemanfaatan internet yang hanya dapat diakses diwaktu-waktu tertentu dan terbatas, padahal jika mampu dimanfaatkan untuk menunjang pembelajaran maka dapat mempengaruhi hasil belajar dan kualitas peserta didik yang lebih baik. Dalam penelitian ini peneliti sebagai observer sedangkan pengajar ialah pendidik (guru) di sekolah tersebut. Adapun peta lokasi penelitian dapat dilihat pada Gambar 4.1.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2015/2016 secara bertahap. Adapun tahapan pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut :
Tabel 3.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian
Jenis Kegiatan Apr – Juli
‘15 Agt – Sept ‘15 Okt - Des ‘16 Jan – Mar ‘16 Penulisan proposal penelitian Penyusunan intrumen Pengembangan produk Uji validitas produk Perijinan
Pelaksanaan uji coba dan Pengumpulan data Analisis data
Penulisan laporan
penelitian
B. Metode Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development / R&D). Metode penelitian ini digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektivan produk tersebut. Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektivan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas maka diperlukan penelitian untuk menguji keefektivan produk tersebut. (Sugiyono, 2014 : 407)
Berdasarkan modifikasi dari model pengembangan Dick and Carrey (2005:6) adapun alur dalam penelitian pengembangan ini adalah :
1. Langkah pertama yaitu mendefinisikan dari tujuan program pembelajaran yang disebut dengan Needs Assessment (analisis kebutuhan peserta didik dalam menggunakan media) dan mengetahui karakteristik gaya belajar peserta didik.
2. Perencanaan
Berdasarkan analisis karakteristik gaya belajar peserta didik dan analisis kebutuhan peserta didik dalam menggunakan media, maka dibuat perencanaan / rancangan produk.
3. Pengembangan produk awal
Pengembangan produk awal merupakan draft kasar dari produk yang akan dibuat.
4. Uji ahli materi dan ahli media
Setelah produk dibuat maka perlu diujikan kepada ahli materi dan ahli media untuk dapat mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan dan saran apa saja yang diperlukan untuk menyempurnakan produk sebelum diujicobakan di sekolah.
5. Mengadakan uji coba produk
Uji coba produk yang digunakan dengan mengadopsi model pengembangan menurut Dick and Carrey ( 2005 : 6) antara lain :
a) Uji produk peorangan (one to one evaluation)
Uji produk E-Learning Geografi berbasis web pada uji produk perorangan dilakukan pada peserta didik dengan jumlah 1 – 5 orang.
b) Uji produk kelompok kecil ( small group evaluation)
Uji produk E-Learning Geografi berbasis web pada uji produk kelompok kecil dilakukan pada peserta didik dengan jumlah 6 - 15 orang
c) Uji coba lapangan ( field trial evaluation)
Uji produk E-Learning Geografi berbasis web pada uji coba lapangan dilakukan pada peserta didik dengan jumlah > 20 orang (setara dengan 1 kelas)
6. Melakukan eksperimen dengan media pembelajaran E-Learning Geografi berbasis web. (Dick and Carrey (2005 : 6) dimodifikasi)
Variabel yang digunakan dalam penelitian R&D ini berupa variabel tunggal yaitu pengembangan E-Learning Geografi berbasis Web pada materi Potensi Geografis Indonesia.
C. Teknik Sampling
Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik
Proportionate Stratified Random Sampling. Teknik ini digunakan bila populasi
mempunyai anggota / unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. (Sugiyono, (2014:120). Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara merata pada peserta didik yang memiliki kemampuan dalam bidang akademik tinggi, sedang, dan rendah. Dengan menggunakan sampling ini dapat dianggap lebih representatif daripada menggunakan sampel yang diperoleh dengan sampling acakan yang sederhana, dengan jumlah yang sama bagi tiap kategori. Sampling ini lebih menggambarkan keadaan populasi yang sesungguhnya karena telah diperhitungkan dengan ciri-ciri tertentu. Adapun sampel yang dipilih dalam penelitian ini ialah :
1. Kelas XI IPS 1 sebagai kelompok uji coba produk perorangan (one to
one evaluation) menggunakan media E-Learning Geografi berbasis web
dengan jumlah 5 orang.
2. Kelas XI IPS 1 sebagai kelompok uji coba produk kelompok kecil ( small
group evaluation) menggunakan media E-Learning Geografi berbasis web dengan jumlah 13 orang.
3. Kelas XI IPS 1 sebagai kelompok uji coba lapangan (field trial
evaluation) menggunakan media E-Learning Geografi berbasis web
dengan jumlah 21 orang.
Pemilihan kelas tersebut didasarkan pada penerapan kurikulum 2013 yang dilaksanakan oleh pihak sekolah, dan saran dari pengampu mata pelajaran Geografi pada kelas tersebut serta rentang (range) kualitas peserta didik yang tidak jauh berbeda antar kelas tersebut.
D. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data
Jenis data yang dikumpulkan dan digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data yang
dikumpulkan ditunjukan untuk mengetahui kelayakan media yang dikembangkan pada segi materi dan segi media.
a) Data Kuantitatif
Data kuantitatif dalam penelitian ini diperoleh dari data pre-test dan post-test yang dilakukan oleh peserta didik. Data hasil pre test dan
post test digunakan untuk mengetahui tingkat efektivitas pengembangan
dan pemanfaatan media E-Learning Geografi berbasis web. b) Data Kualitatif
Data kualitatif dalam penelitian dan pengembangan ini berupa :
1) Data kualitatif diperoleh dari penilaian angket uji coba validitas dari ahli media dan ahli materi, serta penilaian angket dari uji coba produk kepada publik meliputi uji coba perorangan (one to one evaluation), uji coba kelompok kecil (small group evaluation), uji coba lapangan (field
trial evaluation).
2) Saran, kritik, dan masukan tertulis diperoleh dari validator ahli media dan ahli materi sebagai pertimbangan dalam melakukan revisi terhadap media pembelajaran E-learning Geografi berbasis web.
3) Data mengenai proses kegiatan belajar mengajar (KBM) disekolah diperoleh dari hasil wawancara dengan guru pengampu mata pelajaran Geografi.
4) Hasil observasi penggunaan media E-learning Geografi berbasis web diperoleh dari lembar observasi pengamatan penelitian dilapangan.
2. Sumber data
a. Data primer, meliputi :
1) Data informasi kondisi awal peserta didik diperoleh dari wawancara guru pengampu mata pelajaran Geografi.
2) Data karakteristik gaya belajar peserta didik diperoleh dari kuisioner yang dibagikan kepada peserta didik.
3) Data kelayakan media pembelajaran diperoleh dari angket uji ahli media dan ahli materi.
4) Data mengenai penilaian produk diperoleh dari angket uji coba perorangan (one to one evaluation), uji coba kelompok kecil (small
group evaluation) dan uji coba lapangan (field trial evaluation).
5) Data hasil belajar kognitif diperoleh dari pre test dan post test peserta didik.
b. Data sekunder, meliputi: data hasil belajar peserta didik yang diperoleh dari dokumentasi data nilai peserta didik dari guru pengampu mata pelajaran Geografi.
E. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan beberapa teknik sebagai berikut :
1. Dokumentasi
Teknik ini dilakukan dari tahap analisis kebutuhan hingga selesainya media yang dibuat. Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data selama penelitian seperti data nama peserta didik, data nilai peserta didik, dokumen kegiatan pembelajaran, dokumen perijinan, dan lain sebagainya.
2. Angket
Menurut Sugiyono (2014:199), kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Responden yang dilibatkan dalam pengambilan data yaitu dosen ahli materi dan ahli media pembelajaran untuk uji validasi, serta peserta didik untuk memberi tanggapan terhadap pengembangan media pembelajaran berupa pengembangan E-learning Geografi berbasis Web.
Dalam penelitian ini, angket digunakan untuk menilai kelayakan pengembangan media pembelajaran. Dipilihnya angket adalah untuk memudahkan responden dalam memberikan respon atau penilaian sehingga tidak perlu menuliskan jawaban yang panjang. Jawaban
responden ditulis dengan cara memberi tanda checklist ( ) pada angket yang telah disediakan.
Angket yang digunakan menggunakan skala Likert yang menggunakan lima pilihan jawaban yang berupa skor 1, 2, 3, 4 dan 5. Pembobotan skor pada alternatif jawaban terdapat pada Tabel 3.2.
Tabel 3.2 Kriteria Penilaian Angket
Skor dan Kriteria Penilaian
Kriteria Skor Sangat Baik 5 Baik 4 Cukup 3 Kurang 2 Sangat Kurang 1
Sumber : Mogey dalam Harvey (1998 : 21)
Selain itu juga disertakan angket terbuka berupa komentar bebas
yang dimaksudkan untuk mengungkap kualitas produk yang
dikembangkan. Setiap aspek penilaian dari beberapa indikator kemudian dicari skor modusnya. Kriteria untuk dapat dikatakan layak jika mendapat skor modus 4 sampai 5 oleh ahli media dan ahli materi.
Angket yang digunakan meliputi : 1) Angket Untuk Ahli Materi
Angket yang ditujukan kepada ahli materi digunakan untuk memperoleh informasi mengenai kelayakan media E-learning Geografi berbasis Web pada aspek materi. Angket penilaian media untuk ahli materi menggunakan 32 butir pernyataan yang terdiri dari 15 butir pernyataan pada aspek ketepatan materi, 8 butir pernyataan pada aspek kurikulum, dan 9 butir pernyataan pada aspek keterampilan berpikir. Berikut kisi-kisi pedoman angket ahli materi dalam penilaian kelayakan E-learning Geografi berbasis Web.
Tabel 3.3 Kisi-Kisi Pedoman Angket Ahli Materi Dalam Penilaian Kelayakan E-Learning Geografi Berbasis Web
No. Aspek Indikator
Jumlah Butir Pernyataan
1.
Ketepatan Materi
Materi yang disajikan
sesuai dengan kompetensi dasar
3
Konsep penyampaian
materi sesuai dan benar
4
Materi yang disajikan
konstektual
3
Materi yang disajikan
mudah dipahami 5 2. Kurikulum Kejelasan tujuan pembelajaran 2
Konsistensi tujuan dan
latihan
3
Struktur materi dan
evaluasi
3
3.
Keterampilan Berpikir
Materi yang disajikan
mendorong berpikir keratif dan inovatif
5
Materi yang disajikan
mendorong berpikir kritis
4
Total 32
Sumber : Conrad, Kerri and Traininglinks (2000) dimodifikasi
2) Angket Untuk Ahli Media
Angket yang ditujukan kepada ahli media digunakan untuk memperoleh informasi mengenai kelayakan media pada aspek pemrograman, aspek pembelajaran dan aspek kemanfaatan. Angket untuk ahli media ini terdiri dari 17 butir pernyataan yang terdiri dari 13 butir pernyataan pada aspek desain pembelajaran, 2 butir pernyataan pada aspek navigasi, dan 2 butir pernyataan pada aspek pengoperasian program. Pemberian skor terhadap pilihan jawaban disesuaikan dengan kriteria yang dipilih oleh ahli. Berikut kisi-kisi pedoman angket ahli media dalam penilaian kelayakan E-learning Geografi berbasis web.
Tabel 3.4 Kisi-Kisi Pedoman Angket Ahli Media Dalam Penilaian Kelayakan E-Learning Geografi Berbasis Web
No. Aspek Indikator
Jumlah Butir Pernyataan
1. Desain Tampilan desain 4
Ukuran tulisan 3
Komposisi warna 3
Background E-Learning 3
2. Navigasi Efektivitas navigasi 1
Penggunaan navigasi 1 3. Pengoperasian Program Kemudahan penggunaan 1 Sistematika pengoperasian 1 Total 17
Sumber : Conrad, Kerri and Traininglinks (2000) dimodifikasi
3) Angket Untuk Peserta Didik
Angket ini ditujukan kepada peserta didik sebagai pengguna produk. Hal tersebut untuk evaluasi pengembangan produk E-learning Geografi berbasis web sebagai media pembelajaran. Hasil dari angket penilaian tersebut sebagai dasar dalam melakukan revisi terhadap pengembangan produk yang dikembangkan, sehingga diperoleh produk yang benar-benar layak untuk digunakan dan diterapkan dalam membantu proses pembelajaran.
Tabel 3.5 Kisi-Kisi Angket Respon Untuk Pengguna
E-Learning Geografi Berbasis Web
No. Aspek Indikator Jumlah Butir
Pernyataan 1. Kemudahan pengoperasian produk Petunjuk penggunaan 2 Menu 1 Navigasi 2 Layout tool 1 2. Visualisasi Produk Desain layar 2 Warna background 1 Tata letak 1 Font 2
3. Materi Materi disajikan dengan
Materi disajikan mudah
dipahami 2
Materi disajikan konstektual
dan sistematik 2
Materi sesuai dengan
kurikulum 2013 2
4. Presentasi
Produk
Penyajian materi dalam
produk menumbuhkan
semangat belajar
1
Penyajian materi dalam
produk menimbulkan sikap kritis
2
Penyajian materi dalam
produk menuntut kreativitas 2
Kesesuaian produk dengan
Spatial Ability 2
Total 27
Sumber : Conrad, Kerri and Traininglinks (2000) dimodifikasi
3. Observasi
Observasi dilakukan untuk mengetahui kondisi nyata peserta didik dalam menggunakan media E-Learning Geografi berbasis web sebagai media pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013. Adapun observasi yang dilakukan berdasarkan pedoman observasi yang telah ditentukan.
4. Test (Hasil Belajar Kognitif dan Spatial Ability)
Test dilaksanakan untuk mengetahui tingkat efektivitas penggunaan media E-Learning Geografi berbasis Web dalam proses pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013. Test dilaksanakan dalam uji coba lapangan terhadap peserta didik berupa pre-test dan post-test. Jenis test yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Test kognitif digunakan untuk mengetahui kemampuan menghafal, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi. Test yang digunakan pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar kognitif dan Spatial Ability peserta didik.
Instrumen tes dalam penelitian ini adalah tes tertulis dengan jumlah 20 soal pilihan ganda. Menurut Anderson (2010:100-102) instrumen tes mengukur 6 aspek yaitu aspek ingatan (C1), aspek pemahaman (C2), aspek aplikasi (C3), aspek analisis (C4), aspek evaluasi (C5) dan aspek mencipta (C6). Instrumen test juga memuat tolok ukur spatial ability yakni mengukur 8 aspek diantaranya comparation, aura, region, transition,
analogy, heirarki, pattern, dan association. Untuk alat ukur yang
digunakan adalah soal–soal test yang dibuat peneliti sendiri yang bersumber dari materi Potensi Geografis Indonesia. Instrumen test terdapat pada lampiran 15 dan 16.
F. Validitas Data
Validitas data diperlukan untuk mengetahui kualitas E-Learning Geografi berbasis web sebagai alternatif media pembelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum 2013. Uji validitas data yang dilakukan berupa uji validitas data dari ahli materi, ahli media, dan ujicoba produk kepada publik.
1. Uji Validitas Ahli Materi
Uji validitas ahli materi digunakan untuk mengetahui kualitas materi pelajaran yang disampaikan melalui media pembelajaran
E-Learning Geografi berbasis web kepada peserta didik. Dalam penilaian uji
validitas ahli materi menggunakan taraf pengukuran berdasarkan skala
Likert. Kualitas materi dikatakan baik jika terpenuhinya syarat-syarat yang
tertuang dalam angket penilaian validitas materi. 2. Uji Validitas Ahli Media
Uji validitas ahli media digunakan untuk mengetahui kualitas media pembelajaran yang sedang dikembangkan sebagai sarana penyampai materi kepada peserta didik. Penilaian uji validitas ahli media menggunakan taraf pengukuran berdasarkan skala Likert sebagaimana pada uji validitas ahli materi. Media pembelajaran dikatakan baik jika terpenuhinya persyaratan yang terdapat dalam angket penilaian validitas media pembelajaran.
3. Ujicoba Produk Kepada Publik
Ujicoba produk kepada publik bertujuan untuk mengetahui kemudahan pemanfaatan media pembelajaran E-Learning Geografi berbasis Web dalam menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik. Ujicoba publik ini untuk mengetahui diterima atau tidaknya media pembelajaran tersebut, serta mengetahui kekurangan dan kelemahan dari media pembelajaran tersebut sehingga dapat diperbaiki dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
G. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini berupa : 1. Kelayakan media E-Learning Geografi berbasis Web
Teknik analisis untuk mengetahui tingkat kelayakan media E-Learning Geografi berbasis Web melalui penilaian angket validasi ahli materi, ahli media, dan ujicoba produk. Setiap aspek penilaian dari beberapa indikator diberikan penilaian dan skor modus dari angket tersebut. Proses penilaian media E-Learning Geografi berbasis Web dengan menganalisis modus setiap aspek yang dijabarkan dalam beberapa indikator dan sub-indikator untuk mempermudah proses penilaian tersebut. Setiap indikator yang ada dinilai dengan memberikan skor antara 1 – 5 (Harvey, 1998; 21).
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini yaitu penilaian dengan menggunakan skala Likert. Hasil dari analisis yang telah dilakukan kemudian dapat dijadikan acuan untuk perbaikan produk yang dikembangkan. Menurut Nora Mogey dalam Evaluation Cookbook, LTDI
Institute for Computer Based Learning (1998: 21) data kuantitatif yang
diperoleh melalui angket dianalisis menggunakan teknik deskriptif. Hal ini dikarenakan instrumen yang digunakan adalah skala likert. Dalam skala likert data yang dikumpulkan bersifat ordinal sehingga dalam upaya kuantisasinya menggunakan median atau modus bukan rata-rata. Penyajian data dalam skala
2. Penerapan media E-Learning Geografi berbasis Web terhadap hasil belajar kognitif dan spatial ability
Data penerapan media E-Learning Geografi berbasis Web terhadap hasil belajar kognitif dan spatial ability diperoleh dari hasil pre-test dan
post-test berupa soal-soal pilihan ganda yang berjumlah 20 soal. Untuk
mengetahui hasil belajar kognitif maka dilakukan dengan menggunakan test kognitif. Test kognitif digunakan untuk mengetahui kemampuan menghafal, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi. Menurut Anderson (2010:100-102) instrumen tes kognitif mengukur 6 aspek yaitu aspek ingatan (C1), aspek pemahaman (C2), aspek aplikasi (C3), aspek analisis (C4), aspek evaluasi (C5) dan aspek mencipta (C6). Soal pre-test dan
post-test tersebut berdasarkan materi Potensi Geografis Indonesia, selain
mengukur hasil belajar kognitif juga mengukur aspek spatial ability. Aspek
spatial ability terdiri dari comparation, aura, region, transition, analogy, heirarki, pattern, dan association. Dari soal pre-test dan post-test yang
diujikan tersebut maka akan didapatkan presentasi peningkatan skor nilai. Peningkatan hasil belajar ranah kognitif diperoleh dari presentase tingkat ketuntasan peserta didik dan peningkatan spatial ability diperoleh dari presentase skor spatial ability yang meliputi 8 kemampuan spasial.
3. Efektivitas media Learning Geografi berbasis Web dibandingkan dengan
E-Learning Geografi berbasis Moodle
Data efektivitas media E-Learning Geografi berbasis web terhadap hasil belajar dan Spatial Ability peserta didik diperoleh melalui ujicoba produk dalam bentuk pre-test dan post-test pembelajaran. Data yang diperoleh dari uji coba produk tersebut dianalisis dengan statistik deskriptif. Tingkat efektivitas penggunaan media E-Learning Geografi berbasis web diperoleh berdasarkan analisis nilai pre-test dan post-test berdasarkan modus nilai peserta didik. Dikatakan bahwa media E-Learning Geografi berbasis web tersebut efektif jika modus nilai peserta didik secara umum berada di atas KKM mata pelajaran Geografi, jika >70% dari jumlah peserta didik
memperoleh hasil penilaian diatas KKM (batas KKM 75), maka dapat dikatakan bahwa media E-Learning Geografi berbasis web tersebut efektif.
Efektivitas media E-Learning Geografi berbasis web terhadap hasil belajar kognitif dan Spatial Ability peserta didik diukur dengan menggunakan uji normalitas untuk mengetahui apakah data tersebut mengikuti distribusi normal atau tidak. Uji normalitas merupakan bagian dari uji persyaratan analisis statistik atau analisis uji asumsi dasar. Uji asumsi dasar adalah syarat yang harus dipenuhi sebelum data yang ada diuji dengan uji statistik yang sesungguhnya. Uji ini biasanya menggunakan data yang berskala ordinal, interval atau rasio. Jika data tidak berdistribusi normal, jumlah sampel sedikit dan jenis data adalah normal atau ordinal, maka metode yang digunakan adalah statistic non parametric. Untuk uji kenormalan dari sampel dapat dilakukan dengan bantuan Uji Shapiro-Wilk. Dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas adalah 1) Jika Sig. (Signifikansi) atau nilai probabilitas <0,05, maka data berdistribusi tidak normal. 2) Jika Sig. (Signifikansi) atau nilai probabilitas >0,05, maka data berdistribusi normal. Dalam penelitian ini menggunakan Uji Normalitas yang dilakukan dengan bantuan Uji
Shapiro-Wilk. Adapun data yang diuji adalah kenormalan penggunaan E-learning
berbasis Web dengan penggunaan E-learning berbasis Moodle. Setelah dilakukan uji normalitas dengan bantuan Uji Shapiro Wilk maka langkah selanjutnya melakukan Uji Mann Whitney. Uji Mann Whitney ini digunakan sebagai alternatif lain dari uji T parametric bila anggapan yang diperlukan bagi uji T tidak dijumpai. Teknik ini dipakai untuk mengetest signifikansi perbedaan antara dua populasi, dengan menggunakan sampel random yang ditarik dari populasi yang sama. Test ini berfungsi sebagai
alternatif penggunaan uji-t bilamana persyaratan-persyaratan
parametriknya tidak terpenuhi, dan bila datanya berskala ordinal. Uji Mann
Whitney khusus untuk dua sampel yang independent. Dasar pengambilan
keputusan dalam Uji Mann Whitney ialah a) Jika nilai Asymp.Sig (2-tailed) <0,05, maka terdapat perbedaan yang signifikan b) Jika nilai Asymp.Sig (2-tailed) >0,05, maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan.
H. Prosedur Penelitian
Penelitian ini dilakukan melalui berbagai tahap kegiatan yang dijadikan sebagai prosedur penelitian. Adapun prosedur penelitian adalah sebagai berikut :
1. Tahap Persiapan
Tahap ini merupakan kegiatan awal sebelum penelitian. Tahap persiapan dalam penelitian ini adalah menemukan permasalahan terkait pembelajaran Geografi di SMA Negeri 2 Karanganyar. Selain itu juga mempersiapkan referensi buku, jurnal, skripsi, penelitian terkait metode pembelajaran yang akan digunakan dalam penelitian.
2. Pengajuan Proposal Penelitian
Penyusunan proposal merupakan rancangan penelitian yang disusun sebagai pengajuan untuk melakukan penelitian. Melalui proposal diuraikan tentang pendahuluan, kajian pustaka, dan metode penelitian yang nantinya akan digunakan.
3. Penyusunan Instrumen Penelitian
Tahapan ini merupakan pembuatan instrumen yang digunakan untuk penelitian berupa instrumen kognitif dan lembar observasi yang seluruhnya digunakan dalam perolehan data.
4. Pengumpulan Data
Tahap ini dilakukan pengumpulan semua data yang berhubungan
dengan penelitian.Pengumpulan data dilakukan dengan mengadaptasi dari
model pengembangan Dick and Carrey (2005: 6) sebagai berikut.
a. Langkah pertama yaitu mendefinisikan tujuan program
pembelajaran yang disebut dengan Needs Assessment (analisis kebutuhan peserta didik dalam menggunakan media) dan mengetahui karakteristik gaya belajar peserta didik.
b. Perencanaan
Berdasarkan analisis karakteristik gaya belajar peserta didik dan analisis kebutuhan peserta didik dalam menggunakan media maka dibuat perencanaan / rancangan produk yang antara lain mencakup
tujuan dari penggunaan produk, siapa pengguna dari produk dan deskripsi dari komponen – komponen produk dan penggunaanya. c. Pengembangan produk awal
Pengembangan produk awal merupakan draft kasar dari produk yang akan dibuat. Draft atau produk awal dikembangkan oleh peneliti yang bekerjasama dengan bidang ahli materi dan ahli media untuk di uji validitasnya. Setelah produk dibuat maka perlu diujikan kepada ahli materi dan ahli media untuk dapat mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan dan saran apa saja yang diperlukan untuk menyempurnakan produk sebelum diujicobakan disekolah.
d. Mengadakan uji coba produk
Uji coba produk yang digunakan dengan mengadopsi model pengembangan menurut Dick and Carrey ( 2005 : 6) antara lain :
1) Uji produk peorangan (one to one evaluation)
Dalam uji coba produk ini peneliti bekerjasama dengan peserta didik sejumlah 3 orang, kemudian sajikan media pembelajaran tersebut secara individual. Apabila media pembelajaran tersebut disajikan untuk belajar mandiri maka biarkan peserta didik mempelajarinya kemudian dilakukan pengamatan. Tiga peserta didik yang dipilih tersebut hendaknya dua orang dari populasi target yang kemampuan umumnya sedikit di bawah rata-rata dan satu orang lagi di atas rata-rata. Prosedur pelaksanaan uji coba perorangan (one to
one evaluation ) ini adalah sebagai berikut:
a) Menjelaskan kepada peserta didik mengenai rancangan suatu media pembelajaran baru berbasis ICT yakni
E-Learning Geografi berbasis web dan ingin mengetahui
bagaimana reaksi peserta didik terhadap media
b) Memberikan pandangan positif agar peserta didik bersikap relaks dan bebas mengemukakan pendapatnya tentang media pembelajaran tersebut.
c) Memberikan tes awal (pre test) untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dan pengetahuan peserta didik terhadap topik yang dimediakan.
d) Menyajikan media pembelajaran E-Learning Geografi berbasis web dan catat berapa lama waktu yang dibutuhkan peneliti atau dibutuhkan peserta didik untuk menyajikan / mempelajari media tersebut. Serta mencatat bagaimana reaksi peserta didik dan mencatat bagian-bagian manakah yang dianggap sulit untuk dipahami.
e) Memberikan post test untuk mengukur keberhasilan media tersebut.
f) Analisis informasi yang terkumpul.
Jumlah tiga orang untuk kegiatan ini adalah jumlah minimal. Atas dasar data atau informasi dari kegiatan - kegiatan tersebut di atas akhirnya revisi dilakukan sebelum multimedia interaktif ini diujicobakan ke kelompok kecil (small group evaluation).
2) Uji produk kelompok kecil ( small group evaluation)
Pada uji coba kelompok kecil (small group evaluation ) ini memerlukan peserta didik sejumlah 6-15 orang. Alasan jumlah peserta didik ini karena jika kurang dari 6 maka data akan bermasalah dan tidak menjadi representative, karena saran yang kita perlukan belum cukup mewakili jumlah peserta didik. Jika lebih dari 15 orang maka informasi yang diperoleh melebihi yang diperlukan akan kurang bermanfaat untuk dianalisis dalam evaluasi kelompok kecil. Penyeleksian peserta didik yang dimasukkan dalam uji coba kelompok kecil (small
dengan tingkat representative data yang akan didapat. Sebaiknya dalam pemilihan peserta didik dilakukan secara
proporsional random sampling dengan meminta saran kepada
guru kelas peserta didik mana saja yang kiranya pantas untuk diujicobakan. Peserta didik yang dipilih dalam kegiatan ini hendaknya mencerminkan karakteristik populasi. Sampel tersebut terdiri dari peserta didik yang kurang pandai, sedang dan pandai, laki-laki dan perempuan, berbagai usia dan latar-belakang. Prosedur pelaksanaan uji coba kelompok kecil
(small group evaluation) ini adalah sebagai berikut:
a) Menjelaskan bahwa media pembelajaran tersebut berada pada tahap formatif dan memerlukan umpan balik untuk menyempurnakannya;
b) Memberikan tes awal (pre test) untuk mengukur kemampuan dan pengetahuan peserta didik tentang topik yang dimediakan;
c) Menyajikan media pembelajaran E-Learning Geografi berbasis web dan meminta kepada peserta didik untuk mempelajari.
d) Mencatat waktu yang diperlukan dan semua bentuk umpan balik selama penyajian media pembelajaran
E-Learning Geografi berbasis web.
e) Memberikan post test untuk mengukur keberhasilan media tersebut.
f) Membagikan angket dan meminta peserta didik untuk mengisinya serta diadakan diskusi yang mendalam dengan beberapa peserta didik. Beberapa pertanyaan yang perlu didiskusikan antara lain:
(1) menarik tidaknya media tersebut; (2) apa alasan dan sebab;
(3) mengerti tidaknya peserta didik akan pesan yang disampaikan;
(4) konsistensi tujuan dan materi program; serta (5) cukup tidak latihan dan contoh yang diberikan.
Apabila pertanyaan-pertanyaan tersebut telah
ditanyakan melalui kuesioner, informasi yang lebih detail dan mendalam dapat dicari melalui diskusi ini dan analisis data-data yang terkumpul digunakan sebagai dasar umpan balik untuk penyempurnaan media.
3) Uji coba lapangan ( field trial evaluation)
Tujuan utama diadakannya uji lapangan adalah untuk mengetahui efektivitas produk yang dikembangkan. Dalam uji coba ini melibatkan satu kelas peserta. Data yang dapat kita kumpulkan dari uji coba ini adalah data dari hasil pre test dan
post test yang dilakukan. Prosedur pelaksanaannya adalah
sebagai berikut:
a) Memilih peserta didik yang benar-benar mewakili populasi target minimal 25 orang. Tes kemampuan awal perlu dilakukan bila karakteristik peserta didik belum diketahui, atas dasar itu pemilihan peserta didik dilakukan. b) Menjelaskan kepada peserta didik maksud uji lapangan tersebut dan apa yang diharapkan pada akhir kegiatan. Usahakan peserta didik bersikap rileks dan berani mengemukakan penilaian.
c) Memberikan tes awal (pre test) untuk mengukur sejauh mana pengetahuan dan keterampilan peserta didik terhadap topik yang dimediakan;
d) Menyajikan media pembelajaran E-Learning Geografi berbasis web tersebut kepada peserta didik.
e) Mencatat semua respon yang muncul dari peserta didik. Begitu pula waktu yang diperlukan.
f) Memberikan tes untuk mengukur seberapa jauh pencapaian hasil belajar peserta didik setelah sajian media tersebut. Hasil tes ini (post test) dibandingkan dengan hasil tes pertama (pre test) akan menunjukkan seberapa efektif dan efisien media yang dibuat tersebut.
g) Memberikan kuesioner untuk mengetahui pendapat atau sikap peserta didik terhadap media tersebut.
h) Meringkas dan menganalisis data-data yang di peroleh dengan kegiatan-kegiatan tadi: skor tes awal dan tes akhir, waktu yang diperlukan, perbaikan bagian-bagian yang sulit, dan pengayaan yang diperlukan, kecepatan sajian dan sebagainya.
e. Menguji efektivitas media pembelajaran menggunakan E-Learning Geografi berbasis web dengan melakukan eksperimen terhadap
E-Learning Geografi berbasis moodle.
5. Analisis Data
Analisis data yang digunakan untuk mengetahui tingkat kelayakan media E-Learning Geografi berbasis web melalui penilaian angket validasi ahli materi, ahli media, dan ujicoba produk. Analisis data yang digunakan untuk penerapan media E-Learning Geografi berbasis web dalam meningkatkan hasil belajar kognitif dan Spatial Ability diperoleh dari hasil
pre-test dan post-test berupa soal-soal pilihan ganda yang berjumlah 20
soal. Analisis data yang digunakan untuk efektivitas media E-Learning Geografi berbasis web terhadap hasil belajar dan Spatial Ability peserta didik diukur dengan pengujian normalitas menggunakan program SPSS 22
for windows, uji Shapiro Wilk dan uji nonparametrik Mann Whitney
berdistribusi tidak normal. 6. Penyusunan Laporan Penelitian
Penyusunan laporan merupakan tahap akhir dari prosedur penelitian. Tahap ini merupakan tahap penulisan penelitian secara
keseluruhan yang disusun secara sistematis dalam bentuk skripsi dan akan dilanjutkan dengan ujian skripsi dihadapan tim penguji skripsi.