Laporan Perkembangan Kredit M ikro, Kecil dan M enengah (M KM ) 1
Direktorat Kredit, BPR dan UM KM - BANK INDONESIA
L
APO RAN
P
ERKEM BAN GAN
K
RED IT
M KM
1
T
RIWULAN
II
2008
1 Kredit MKM terdiri dari : 1) Kredit mikro, yakni kredit dengan plafon sampai dengan Rp50 juta, 2) Kredit kecil,
yakni kredit dengan plafon lebih dari Rp50 juta sampai dengan Rp500 juta, dan 3) Kredit menengah, yakni kredit dengan plafon lebih dari Rp500 juta sampai dengan Rp5 miliar. Kredit MKM tidak termasuk kartu kredit yang pada posisi Juni 2008 mencapai Rp26,4 triliun. Kredit MKM tersebut sudah termasuk penyaluran kredit oleh BPRS dan pembiayaan oleh Bank Umum Syariah. Data baki debet dan net ekspansi untuk BPR Konvensional baru sampai dengan posisi Mei 2008.
2 Net ekspansi adalah hasil pengurangan antara baki debet pada suatu periode dan baki debet pada akhir
tahun sebelumnya (sudah memperhitungkan pelimpahan dan angsuran).
Sumber data: Bank Indonesia (Direktorat Kredit, BPR dan UMKM), diolah dari LBU dan LBBPR/LBBPRS.
I. NET EKSPANSI KREDIT M KM2
Hingga Triw ulan II 2008, net ekspansi kredit M ikro, Kecil, dan M enengah (M KM ) mencapai Rp75,8 triliun atau 58,59% dari Business Plan Perbankan 2008 sebesar Rp129,3 triliun. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan net ekspansi kredit M KM hingga Triw ulan II 2007 yang hanya mencapai Rp34,7 triliun atau 40,34% dari RBB 2007. Pangsa net ekspansi kredit M KM sampai dengan Triw ulan II 2008 yakni 50,6% dari total net ekspansi kredit
perbankan menunjukkan peningkatan
dibanding pangsa net ekspansi kredit M KM sampai dengan Triw ulan II 2007 sebesar 48,4% .
Grafik 1. Perkembangan Net Ekspansi Kredit MKM
Tw-II 2007 Tw-III 2007 Tw-IV 2007 Tw-I 2008 Tw-II 2008
R
Net Ekspansi Perbankan Net Ekspansi MKM
Berdasarkan Jenis Penggunaan, yang memiliki
kontribusi terbesar pada net ekspansi kredit M KM sampai dengan Triw ulan II 2008 adalah Kredit Konsumsi yaitu Rp44,5 triliun (58,7% ), disusul Kredit M odal Kerja Rp25,0 triliun (33,0% ) dan Kredit Investasi Rp6,3 triliun (8,3% ).
M enurut sektor ekonomi, pangsa terbesar adalah sektor Perdagangan yaitu Rp11,8 triliun (15,6% ), kemudian Jasa Dunia Usaha Rp6,3 triliun (8,3% ), dan Perindustrian Rp5,1 triliun (6,8% ).
Jika dilihat berdasarkan kelompok bank, maka pangsa terbesar pada net ekspansi sampai Barat menjadi propinsi dengan net ekspansi kredit M KM tertinggi yaitu Rp11,9 triliun tumbuh 29,7% dibandingkan akhir Triw ulan II 2007 (Rp462,7 triliun). Dari sisi jumlah dibanding pangsa pada akhir Triw ulan II 2007 sebesar 52,5% .
Laporan Perkembangan Kredit M ikro, Kecil dan M enengah (M KM ) 2
Direktorat Kredit, BPR dan UM KM - BANK INDONESIA periode yang sama. Total baki debet kredit
perbankan pada akhir Triw ulan II 2008 adalah Rp1.173,0 triliun.
Grafik 2. Perkem bangan Outstanding Kredit MKM dan Non MKM
Kredit MKM Kredit Non MKM
III. PERKEM BANGAN BAKI DEBET KREDIT M KM M ENURUT PLA FON
Berdasarkan besarnya plaf on kredit (jenis kredit M KM ) pada akhir Triw ulan II 2008, sebagian besar kredit M KM merupakan kredit mikro yaitu 36,1% (Rp216,6 triliun),
selebihnya merupakan kredit menengah
sebesar 32,1% (Rp192,4 triliun) dan kredit kecil sebesar 31,8% (Rp191,0 triliun).
Jenis kredit M KM yang mengalami
pertumbuhan terpesat pada Triw ulan II 2008 (yoy) adalah kredit kecil yakni sebesar 44,5% , diikuti oleh kredit menengah dan kredit mikro masing-masing sebesar 33,8% dan 15,9% .
Grafik 3. Perkembangan Kredit MKM Menurut Plafon
Krd Mikro Krd Kecil Krd Menengah
IV. PERKEM BANGAN BAKI DEBET KREDIT M KM M ENURUT KELOM POK BANK PEM BERI KREDIT
Berdasarkan kelompok bank pemberi kredit, pada akhir Triw ulan II 2008, kelompok bank dengan baki debet kredit M KM terbesar adalah kelompok Bank Sw asta Nasional Devisa yaitu sebesar Rp249,0 triliun (41,5% ) diikuti oleh kelompok Bank Persero yang
menyalurkan sebesar Rp201,2 triliun
(33,5% ), dan kelompok BPD yang
menyalurkan sebesar Rp79,2 triliun (13,2% ).
Pertumbuhan baki debet kredit M KM pada Triw ulan II 2008 (yoy) tertinggi dicapai oleh kelompok Bank Campuran yang tumbuh sebesar 48,1% , diikuti oleh kelompok Bank Persero dan kelompok Bank Sw asta Nasional Devisa masing-masing sebesar 32,7% dan 30,3% .
V. PERKEM BANGAN BAKI DEBET KREDIT M KM M ENURUT SEKTOR EKONOM I
M enurut sekt or ekonom i, alokasi kredit M KM pada akhir Triw ulan II 2008 terbanyak diberikan kepada sektor Perdagangan yaitu sebesar 25,7% (Rp154,4 triliun), Perindustrian 7,2% (Rp43,3 triliun), Jasa Dunia Usaha 6,5% (Rp39,0 triliun) dan Pertanian 3,3% (Rp19,6 M ENURUT JENIS PENGGUNAAN
Berdasarkan jenis penggunaan, pada akhir Triw ulan II 2008, sebesar Rp306,6 triliun (51,1% ) dari kredit M KM merupakan kredit konsumsi, selebihnya sebesar Rp241,0 triliun (40,2% ) digunakan sebagai kredit modal kerja dan Rp52,3 triliun (8,7% ) sebagai kredit investasi.
Hingga akhir Triw ulan II 2008 kredit mikro dan kredit kecil sebagian besar digunakan untuk kegiatan konsumtif. Pada kredit mikro
penggunaannya untuk konsumsi sebesar
Laporan Perkembangan Kredit M ikro, Kecil dan M enengah (M KM ) 3
Direktorat Kredit, BPR dan UM KM - BANK INDONESIA triliun atau 59,2% dari total kredit kecil.
Sedangkan kredit menengah sebagian besar digunakan untuk kegiatan produktif, yakni untuk kredit modal kerja sebesar Rp132,2 triliun (68,7% dari total kredit menengah).
Grafik 4. Perkem bangan Kredit MKM Menurut Jenis Penggunaan
Kredit Modal Kerja Kredit Inv estasi Kredit Konsumsi
Pertumbuhan baki debet kredit M KM pada Triw ulan II 2008 (yoy) terbesar berada pada kredit konsumsi sebesar 32,2% diikuti oleh kredit modal kerja dan kredit investasi masing-masing sebesar 27,7% dan 24,6% . sedikit menurun dibandingkan akhir Triw ulan II 2007 yakni 67,6% (Rp312,8 triliun). 2,6% (Rp20,4 triliun dan Rp15,6 triliun).
Khusus untuk perbankan di Kaw asan Tim ur Indonesia (KTI), baki debet kredit M KM pada akhir Triw ulan II 2008 mencapai Rp89,6 triliun,
tumbuh sebesar 33,3% dibandingkan
Triw ulan II 2007. Pertumbuhan ini lebih tinggi jika dibandingkan pertumbuhan kredit M KM di Kaw asan Barat Indonesia (KBI) yaitu sebesar 29,0% .
Dari sisi kinerja kredit, NPL-gross kredit M KM di KTI pada akhir Triw ulan II 2008 adalah 3,05% , menunjukkan peningkatan kinerja jika
dibandingkan akhir Triw ulan II 2007 yakni dengan NPL-gross terbesar adalah kredit mikro yaitu sebesar 4,27% , diikuti oleh kredit menengah dan kredit kecil masing-masing sebesar 3,73% dan 2,73% . Peringkat tersebut mengalami perubahan dibandingkan Triw ulan II 2007, di mana saat itu NPL-gross terbesar adalah kredit menengah sebesar 5,19% diikuti kredit mikro dan kecil masing-masing sebesar 4,52% dan 4,14% .
Berdasarkan jenis penggunaan, pada akhir Triw ulan II 2008 kredit M KM dengan kinerja kredit terburuk (NPL-gross terbesar) adalah kredit investasi yaitu sebesar 5,36% , diikuti oleh kredit modal kerja sebesar 5,05% dan kredit konsumsi sebesar 2,17% .
M enurut sektor ekonomi, kredit M KM dengan kinerja terburuk pada akhir Triw ulan II 2008 adalah pada sektor pertanian dengan NPL-gross 7,03% , diikuti oleh sektor
pertambangan (6,74% ), dan sektor
perindustrian (6,72% ).
IX. KELONGGARAN TARIK KREDIT M KM
Kelonggaran tarik kredit M KM Bank Umum (tidak termasuk BPR dan BPRS) pada Triw ulan II 2008 sebesar 9,4% . Dari jumlah tersebut rasio kelonggaran tarik terbesar terdapat pada kelompok Bank Umum Sw asta nasional devisa yakni sebesar 14,5% diikuti oleh kelompok Bank Persero sebesar 6,9% .
Laporan Perkembangan Kredit M ikro, Kecil dan M enengah (M KM ) 4
Direktorat Kredit, BPR dan UM KM - BANK INDONESIA dialami Bank Campuran dari semula 10,0%
pada Triw ulan II 2007 menjadi 5,4% pada Triw ulan II 2008. Penurunan terbesar kedua terjadi pada kelompok Bank Sw asta Nasional Devisa dari semula 16,8% pada Triw ulan II 2007 menjadi 14,5% pada Triw ulan II 2008.
Dilihat dari nominalnya, kelonggaran tarik terbesar ada pada kelompok Bank Umum Sw asta Nasional Devisa sebesar Rp36,1 triliun diikuti oleh Bank Persero sebesar Rp13,9 triliun.