PERSPEKTIF SPIRITUALISME DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Sardiman AM
1-9
AKTUALISASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN SEJAR,AH Desvian Bandarsyah
10-22
PERISTIWA PEMBERANTASAN PGRS.PARAKU DI KALIMANTAN BARAT TAHUN 1967 (KAJ|AN TEOR| HEGEMONT GRAMSCT UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL}
Yulita Dewi Purmintasari 23-36
REALISASI POLITIK ETIS DI BOJONEGORO PADA AWAL ABAD XX : Kajian Sosial Ekonomi
Mudji Hartono 37-50
REFORMULASI KETATANEGARAN INDONESIA Zulkarnain
51-61
HAMBATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH ISLAM TERPADU (STUDI KASUS SDIT AL HASNA KLATEN)
Danu Eko Agustinova
62-70
PERANAN AMERIKA SERIKAT PASCA DEKOLONISASI DI NEGARA-NEGARA KAWASAN PASIFIC SELATAN
Terry lrenewaty 63-89
K,AJIAN SISTEM EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN
SEJAMH
DI SMA ISLAM IGAMPING SLEMAN Aman
90-108
^*o.
,-
!l I
^lL
--
ia
IsTONIA
Vol.
1 O/No.2lMarei
2014
rssN
1858-2621
KETUA REDAKSI
Aman
SEKRETARIS REDAKSI
Zulkarnain
EDITOR
Danu
Eko
Agustinova
DEWAN REDAKSI
M. Nur Rokhman, Terry lrenewaty, Dyah Kumalasari,
Sudrajat, Rhoma
Dwi
Aria Yuliantri
PEMASARAN DAN SIRKULASI
Wisnu Bharatai
ALAMAT
REDAKSI
Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas llmu Sosial (FlS)
Universitas Negeri Yogyakarta
(UNY), Kampus Karangmalang, Yogyakarta
relp.
(0274) 586168, ext. 385
Email:
istoria
ISTORIA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas
llmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal ini terbit pertama kali tanggal
1September2005.
Terbitsetiap
duatahun sekali.
ISTORIA mengangkat tema-tema khusus dalam bidang sejarah dan pendidikan.
Memuat
tulisan ilmiah yang ditujukan untuk lapangan akademis. ahli. praktisi,
dan
masyarakat
pada
umumnya.
Vol. I 0/No. 2lMaret 2014
ISSN 1858-2621
PERANAN
AMERTKA SERIKAT
PASCADEKOLONISASI DI
NEGARA-NI|CAIIA
|(AW,,\SAN
pr\StFIC SELATAN
Oleh:
p,.o gr.a m
.,"
o, r",Iif,tu
ji'ilj"jljil,
o^u,,,",
r mu S o s i arUniversitas Negeri yogyakarta
.'
.Negara-negaradi
kawasg"a*}:tff"[n
yang.dahulu dijajah
oleh
Inggris. Amerika.g-erikat, Perancis, Jerman dan Austraria,kini
Jebagian telah menjadi ne!?ra-negararnerdeka.
Scbagai negara yang baru merdeka, meiekabelum
,nu,npuuirtut
berdiri
sendiri._ Sebenamya mereka mempunyai potensi kekayaanalam dan
i.t"V"_
laut, namun belum dapat rnengembar:.gkan poiensi-potensi tersebut karena merekatidak
mempunyai
kemampuanteknologi.
oleh
sebabitu
mereka
sangat membutuhkan bantuan-bantuandari
negara asing. Dengan demikian kehadirannJgu.u-n"g*u
u.rrrg s.epcrli Amerika Scrikat, Cina, Uni Soviet dan Jepang ikutrnemp"ngu*hi
n"gi.u_n"g#
di
Kawasan pasific Selatan. Tujuan penelitianini
diriraksudkununtik
,n"ngo'ngkop
fii;;
bclakang danpc'garuli
Amerika Serikat di negara_negara pasific Selatan."M;;; y;;
digunakan dalam penelilian iniradalah se.larah-kritis. Salam menganalisis data, langkahyang
ditenrpuh
adalah\ langkhh-langkahrrenurut Kuntowijolo,
fe.ifinun
to-pit,
Heuristik, Verivikasi
(kritik
sumber), Interpretasi,
Historiografi.
uasil
peneliiianmenunjukka'
bahwa kehadiranuni
Soviet dan
cina
di
pasific
,"rut*
-inggrgui,
Amerika
Serikat untul<le'ih
memper!.tikan
kawasanini,
denganl"bih
m""i"g?^t;;;
peranannyadi
Kawasanpasific
Selatan. Adapun pera'an AmerikaSerikat
di
K;ur;;
Pasific Selatan
rncliputi
bidang ekonomi,potit*'Aun
strategi. Oatambidu*
;k;";;i
Amerika Scrikat
membedkan bantuand-
-".pobuiki
taraf hidup
mcreka. Dalam bidang politik- dan strategi, Amerika serikat be.saira-so*u
nurt.otiu
dan selandia Baru
yang
terikat
dala'.r pakta pertahananANZUS
berusaha
uniut
memuena"il;;;k;;;
pengaruh komunis yang datang dari
Uni
Soviet dan Cina.Kata Kunci: Antcrika Serikat, clekolonisasi,
dan ltegara-negara pasiJik Selatan.
Vol.l
0/No. 2lMaret 2014Ar.,tlra
tahun
1 960- 1 970an,banyak
ncgara-ncgaraPasilic
Selatr nyang
mengalanii perubahan
statuspolitik
dari
ncgala jajahan
menjadinegara-negara
pulau
yang
merdeka.I)crubahan
status
politrk
ini
adalahakibat
suatu proses
dekolonisasitcrutanra
di
pul.ru-pullu
yrngmernpunyai
potensi
untuk
rnenjadinegara
,{angsa
di
Pasitlc.
Prosesdekolonisasi
di
kawasan
ini
sejalan dengan dekolonisasidunia sejak
PBBrnenetapkan
deklarasi
mengenaidckolonisasi
pada
tahun
1960
yangmenuntut
penghapusan
penjajahan,lu n ia.
Bersamaan
dengan
prosesdekolonisasi
ini.
negarq-negara Pasificbcrusaha
untuk
rncrnbcrrtuk
suatll kesatuanpolitik
bagi masyarakat Pasificmelalui integrasi bangsa. \egara-negarai
yang
merdeka
ini
telah
mendirikanorganisasi-orgarrisasi
l{ogional
yaituKomisi
Pasific
Selatan
dan
ForurnPasific Selatan.
Komisi
Pasific Selatandidirikan
berdasarkan
persetujuanCanbera pada tahun 1947 oleh Belanda,
Arnerika
Serikat, Perancis,
Inggris,Australia dan Selandia Baru. Sedanglcan
Forum
Pasific
Selatandidirikan
padatanggal
5
Agustus
l97l
oleh
Austraiiadan
Selandia
Baru
serta
beberapalucgala nroltloka
(Dcpiirtcl.ncn PeneranganRI,
1985: 5).Semangat
legionalisrnetampaknya
kuat
sckali,
sehinggamasyarakat
Pasific
Selatan
tidakmengalami kcsulitan untuk menentukan identitas karvasannya. Nan.rur.r demikian
tidak
bisa
diingkari, bahwa
negara-ncgara
ini
ntasih
sulit bcrcliri
sendiri.ISSN 1858-2621
karena
keterbatasan
kemampuanmereka. Masalah utamanya
adalahkesulitan ekonomi,
rendahnya taraf
hidup
mereka, pendidikan
yang tertingga-l, tekanan penduduk, masalahurbanisasi
dan
pengangguran. Timbulkekecewaan
mereka
bahwa
sumberdaya
baik
manusia maupun naterial
menghambat merekauntuk
memenuhi harapan-hirrapan akibatkontak
denganteknologi
dan
kebudayaanyang
lebihsophisticated
(Ronald Nangoi,
1982: 729).Mereka secara
potensialmemang mempunyai kekayaan
alam yaitr.r rnineral dasar lar,rt, perikanaatr danbahan-bahan
tambang
seperti
emas,nikel
dan fosfat.
Kemajuan teknologiakan
lnempermudah
penggarapan potensi sumb er-sumber tersebut, namuntemyata
negara-negaraPasific
Selatanbelum
mampu
memanfaatkannya, padahal negara-negara maju tidak dapat dielakkanlagi
kemampuanteknologinya
dan
mereka
sangatmembutuhkan
sumber-sumber
dava alamini.
Dalam
perkembangannyakawasan
Pasifik
Selatan
menjadikawasan yang penting dan
tidak
dapatdiahaikan. Sementara
itu,
keterbatasankemampuan
dari
negara-negara
diwilayah
ini
untuk berdiri
sendiri,membuat mereka
banyak
bergantungpada dunia
luar.
Hal
ini
semakinmendorong
negara-negarauntuk
ikut
terlibat dalam
perkembangan negara-negara Pasific.Kehadiran negara-negara
lain
diVol. I 0/No. 2lMarel 2014
bukti
bahwa
kawasan
ini
mcrupakan karvasanpcnting
cli
duniat nternasionrl. Negrra-ncgcra asing yang
s:rngll
hcrkcpcttt irrgandi
klwasan
iniadalah Ar"nerikat
Serikat,
Perancis,Jepang,
lJni
Sovict,
Cina
(RonaldNangoi, 1982: 73 1).
Pcrhatian An.rcrika Serikat atas
perkembangan
negara-negara Pasific Selatan tidak begitu benar dibandingkandengrn perhrtiannya rtcs negars-negcra
dunia ketiga lainnya. Namun demikian
tidak
berarti
bahwa
Arnerika
Serikatsama
sekali
tidak
berkepentingan dikawasan
Pasific
Selatan
ini,
sepertiyang terlihat
dari
kehadirannya
diKepulauan
Mikronesia.
Bagi
ArnerikaSerikat kepulauan
ini
mempunyai arti strategis bagi pertahaqannya.Kepulauan Mikronesia
merupakan
pangkalan
pcrsenjataannuklir
dan
Angkatan'
Laut
Amgri]<ayanng bcsar. Mikloncsia
tcngahdijadikan bctu
loncatanuntuk
rencanaAmerica
Serikat
rncnjalankan perangbintang. Makin
menghebatnyakehadiran
nilitel
Amerika
Serikat
dikawasan
ini
mengundang peningkatanpersenjataan
pihak
lawan
sehinggamendorong adanya
tingkat
konfrontasi(Merdeka,
20
Juli
1987). Berdasarkan ataslatar
belakang pemasalahan yangtclah
dirurnuskandi
atas, maka dapatdirunruskart
bcbcrrpa
rnasalah
urrtukpenelitian
ini
scbagai
berikut:bagainiana
posisi
gcoglatis
negara-ncgara
karvasau
Pasiflc
Selatan;r'ncrlgirpa
ncgara-ncgaraluat'
sangatbcranrbisi
untuk
melibatkan
diri
dikawasan
iui;
dalam bentuk apanegala-negara
luar
melibatkan
diri
dalampcrkcmbangan
llcgara-llcgara
dilssN
l8s8-262 Ikawasarr
ini;
apa
latar
belakangAnlerika
Serikatturut
rnelibatkandiri
dalam perkembangan negara-negara dikawasan
ini;
dan apa kegiatan-kegiatanyang
dilakukan Amerika Serikat
dinegara-negara kawasan Pasifi c Selatan.
Menurut Sumaryo SurYokusurno
c1i clalam Jumal Luar Negeri No. 4 yang diselenggarakan
dan diterbitkan
olehIJadan Penelitian
dan
Pengembanag Departemen LuarNegeri.
SejakPBB
menentukan
bahwa
wilaYah-wilayah
di
Pasitic
Selatanyang
tidak berperintahansendiri
dimasukkan
ke dalam program dekolonisasi PBB dalarntahun 1960, maka
penguasaadministrasi
wilayah-wilayah
tersebut,sepeiti Australia dan
Selandia
Baru,mulai
didesak oleh negara-negara AsiaAfrika
khususnya
untuk
segeramenentukan
target
penentuan
nasib sendiri bagi mereka ke arah tercapainya kcmerdekaan nasional. Sejak itu banyakwilayah-wilayah
yang telahmemperoleh kemerdekaan mereka atau
sekurang-kurangnya
lelah
mempunyaipemerjntahan
sendiri, seperti
SamoaBarat,
Fiji,
Kiribati,
Nauru,
KepulauanSolomon, Tonga,
Tuvalu,
Vanuatu, 'PapuaNugini
(PNG), Kepulauan Cookdan
Niui.
Lebih
dari
itu
banyak diantaranya yang telah menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.Narnun dernikian masih banyak
wilayah-wilayah yang belum meperoleh
kernerdekaan
atau
setidaktidaknyarvilayah-wilayah
tersebut
dianggaprnrsih sebagai wilayah seberang, seperti
anggapan
Perancis terhadap
wilayahPolinesia
dan New
Calcdonia.
Di sampingitu
adajuga
wilayah-wilayahVol. I 0,4.1o. ZlMarel 20 | 4
seperti
I(cpulauan
Pasific,
Yang sebagian besar terletak dalam kelornpok kepulauan Micronesia, yang dinyatakanscbagai
"lvilayah
stratogis"
yaligdiletakkan di bawah pengawasan negara bcsar sepcrti
Amcrika
Scrikat dan yang didasa.kan atas persetujuan tersendiri.Ncgara-ncgara cli I'asiflo Solatun
,
ini, kecuali Australia dan Selandia Banr,kcbanyuklr
leldiri
tl.rri
tlcgaril-ltcgJl'ltk"puiu'uun
kecil
yang
beribu-ribujumlahnya yang di
dalam perkembangan sekarang masih mencariidentitas
masing-masing
dalam membentuk kesatuanpolitik
di
kawasanini
yang
bisa
dipelhitungkan
dalampercaturan
politik
intemasional.Walaupun
merupakan
negara-negra
berkemban$
dan
kebanYakansudah
merdeka, r.uereka
masihmempunyai
ikatan
yang erat
sekalidengan
ne€lara-n€gbra
metr,).p91itanbckls
pcnguasl
adntittistrasi
lttasittg-masing.
Ini
telcermin
di
dalam
pola-pola
administrasi
dan
struktur pemerir.rtahanmereka
yang
masihmengikuti Australia dan Selandia Baru.
Itu
pula
sebabnya r.regara-negara dikawasan
ini
rnasih bersikap membatasidiri
dalam
bergabung dengannegara-r.regara
berkembang
lainnya
dalam gerakan Non Blok, kecuali Vanuatu.Mcnunrt
pengalarnan
historisdalam
perang
dunie
kedua,
kiwasanPasific
Selatan
ini
rnernang
terlihatsebagai karvasau yang strategis. Katena
itLr
tid:rk
nrustrhil brhwa
kawasanini
sekarang
r rrulai
ttterupakan
ajangpcrsaingan
dan
peftelttaligan
rt-tanglingkup
pengaruh dalam rangkapolitik
global Super Power.
Kondisipcrckonomian
di
licgiua-ncgoraISSN 18s8-2621
kawasan
ini
masih
sangat tergantungdari
subsidi yang diberikan oleh bekaspenguasa
administrasi
masing-masingdalam rangka mcmbantu kesejahtelaan
dan
pembangunanekonomi
mereka.Untuk mengatasi masalah-rnasalah yang
dihadapi mereka,
negara-negara
dikawasan tersebut sangat mengharapkan
bantuan
dari luar
negeri,
khususnyadalam
tnengadakan
Peningkatanpembangunan
ekonomi
dan
sosial mcroka.METODE PENELITIAN
Dari
sekian
banayk
subYekpenelitian,
peneliti
tertarik
pada topik PengaruhAmerika
Serikat
di
negara-negara kawasanPasific
Selatan. Topiktersebut
sangat
perlu untuk
diteliti
mengingat sekitar 1960- 1970an banyak negara-negara
di
Pasific
Selatan yang memproklamasikankemerdckaaurya.Negara-ncgara
diPasific Selatan
ini
telah berusaha untuk membentuk satu kesatuanpolitik
bagimasyarakat
Pasific
Selatan
melaluiintegrasi
bangsa. Negara-negara yangmerdeka
ini telah
mendirikanorganisasi-organisasi
rcgional
yaituKomisi Pasific
Selatan.SernangatRegionalisme tampaknya
kuat
sekali,sehingga
masyarakatPasific
Selatantidak
mengalami
kesulitan
untukmenentukan
identitas
kawasannya.Namun
demikiantidak
bisa
diingkari,bahwa
negara-negaraini
rrasih
sulitberdiri
sendiri, karena
keterbatasankemampuan mereka.
Oleh
karena
itumereka sangat
bergantung
padabantuan-bantuan
negara-negar
luar, sehingga mendorong negaraluar
untukVol. I O/No. 2lMarcI 2014
Mctodc
pcnelitian belasal
darikr.tt nttthotl drlaur
bahasa irrggris yangberarti
jalan
atau
cara.
Secaracstimologi, nrctodc adalah
masalahyang
menguraikan
tentang
cata-cara ataujalan,
petunjul', pelaksanaan secarateknis
(Lorens Bagus, 1966:
635).Penelitian sejarah pada dasamya terikat pacla prosctlur mctode sejarah. Metode sejarah sendiri nerupakan aturan sefta
prinsip
iistematis
dalam
-menpulkansumber-sumbcr
sejarah
sccara efektrfdan menilainya secara
kritis
yang dibuatdalam bcntuk tulisan. Mctoclc
yangdigunakan
peneliti
dalam
penulisanscjarah
ini
atlalah nrctodo
ponelitianmenurut
Kuntowijoyo.
Adapun tahapanpclrr'liti
n scjlrah Drcrtulul Kuntuwijoyo mempunyailirna
tahapiyaitu pemilihantopik,
hcuristik, vcrifikasi,
interpretasi, dan penulisan (Kuntowijoyo, 2005:9r).
,/'
PEMBAHASAN
l.
Proscs
Dcl<olorrisasi
Ncgarrr-negara Pasific Selatan
Pasific
Selatan
meliputi beberapa negaramerdekaseperti
Fiji,
Kiribati,
Nauru,
PapuaNugini,
SamoaBarat,
Solomon,
Tonga, Tuvalu drn.
Vanuatu.
Negara-negarayang
masih^ berada
di
bawah pengawasan SelandiaBaru
yaitu:
I(epulauan Cook dan Nier,,sefia
negara-negarakoloni
misalnyaSarnoa An.rerika (Amerika
Serikat), Polonesia, Kaledonia Baru,Wallis
danFutuna
(Perancis),Tokelau
(SelandiaBaru) dan Kepulauan
Pitcaim
(lnggris)(J.Kusrnanto
Ar.rggoro,
1987:
160). Sc.jakdekadc
1960an, bcbempa pr.rlaudan kepulauan jajahan Eropa
di
PasiticSelatan mengalami
perubahan statuspolitik dari
status
drjajah
rnenjadiISSN 1858-2621
negara-negara pulau yang merdeka, dan
beberapa diantaranya
telah
diterima sebagai anggota PerserikatanBangsa-Brrngsa
(PBB).
Sebelumnya
hampirseluruh
wilayah
di
kawasan
itu
merupakan jajahan negara-negara Barat, seperti Inggris, Perancis, Jerman Barat, Spanyol, Arnerika Serikat, Australia dan Selandia Baru.
Perubahan
status
politik
ini
adalah akibat suatu proses dekolonisasi
terutama
di
pulau-pulau
yangmempunyai
potensi
untuk
menjadi negara-bangsa di Pasific Selatan. Dalamtahun 1960an Samoa Barat memperoleh
kcmcrdckaan
dari
Selandia
Baru
(l
Januari
1962).Namun
dari PBB
danAustralia (30
Januari 1968), kemuclian pada tahun 1970an Tonga memperoleh kemerdekaan dari Inggris (4 Juni 1970),Fiji
dari Inggris
(10
Oktober
1979),Papua
Nugini
dari
Australia
(
16September 1975), Tuvalu
da'i
Inggris(l
Oktober 1978), Kepulauan
Solomondari
Inggris(
7 Juli
1978) dan Karibiadari
Inggris
(12
Juli
1979)
(RonaldNcngoi. 1982: 727).
Dalam
tahun
1980an
dua. yj]aVah
memperoleh
kemerdekaanyaitu
Vanuatu
(sebelumnya
NewHebrides) dari Perancis dan Inggris (30
Juli
1980)
dan
Belau
(sebelumnya Pulau-Pulau) dariAmerika
Serikat(
29Januari 1982).
Kemerdekaan Vanuaturupanya
mempengaruhi
kepulauan-kepulauan
tetangganya,
tenrtama Kaledonia Baru, yang masih merupakanjajahan Perancis. Dewasa
ini
pendudukasli
Melanesia menuntut kemerdekaanbagi
Kaledonia
Baru
sebelum
tahun1965. Pada
tahun
1979, kelompok proVol.
l0/No.
ZlMaret 2014Front",
metnintaForurl
Pasific Selatanuntuk
mendesakKornisi PBB
tentangdekolonisasi agar tncudaftar Kaledonia
Baru
sebagai
wilayah
non
otonom,sehingga
memetiuhi
syarata
bagidekolonisasi.tetapi
Perancis
tidakbersedia
rnelepaskarrnya,
karenakemerdekaan
Kaledonia
Baru
akan merugikar.r kepentingannyadi
negaraitu
dan jugardi kawasan Pasific Selatan. Dekolonisasi
di
Pasific
Selatanberlangsung sejalan dengan
prosesdekolonisast
di
dunia sejak
PBBrnenetapkrn
deklarasi
mengen:idckolonistsi pada
tahun
1960
yangmenuntut
penghapusanpenjajahan
ditlunia.
Bcbcrapa
ncgaril lttrlau
yangtelrh
rrerdeka Inenrberi dukungan yangktnt
kcpotllr kcptrllrrhn
tcl anggrnyayang masih
dijajah untuk
tnemperolehkemerdekaan
rnelalui
PBB.
Staius/'
mereka
sebagai anggota
PBBmemungkinkan
mereka
untukrnernperjuangkan
nasib
negara-negara tetangga.Negara-negara Pasific
Selatanyang telah
rnenjadi
anggota
PBBadalah:
Fiji
(13
Oktober
1979), PapuaNugini
(l0
Oktober
1975), Sarnoa ( I 5Desember 1976), Kepulauan Solomon (
l9
Septernber
1978)
dan
Vanuatu.Papua
Nugini
tampaknl'amemanfaatkan status keanggotaannya di
PBB
untuk
memberi
suara
bogikemerdekaan
pulau-pulau
PasificSelatan.
Proses dekolonisasi
di
kawasanini
berjalan der.rgan baik, karenanegara-negara
seperti
Inggris, Australia,
danSelandia
Baru (kecuali
Perancis) relamelepaskan negara-negara jajahannya.
Mereka
ingin nelindungi
citra
merekascbagai negara-ncgara
demokrasi
dan18s8-2621
selain
itu
negara-negarajajahan
ini
nienjadi
bebanbagi
mereka, sehinggatidak mau rnengikat
diri
lebih larna'lagidengan negara-negara pulai
ini.
Namun
beberapa
kepulauan masih merupakan jajahan atau di bawah pengawasan negara-negara asing yaitu:Kepulauan
Pitcaim
(Inggris),Kepulauan
Society,
Tuamotu(Australia), Gambur
dan
KePulauanMarquesas,
Wallis
dan Futuna
sertaKaledonia
Baru
(Perancis),
Tokelan, Kepulauan Cook (Australia), KepulauanCarolina Marshall dan
Mariana
Utara,Guan dan
SamoaAmerika
(Amerika Serikat). Status pulau-pulauini
dimasa mendatang belum je'las.Di
satu pihakPerancis
masih berusaharnemperlahankan
status
kepulauar.tjajahannya
dan dipihak lain
beberapa pulau masih sulit rnemilih kemerdekaankarena
belum
rnampuuntuk
menjadinegara-bangsa
sehubungan
dengankecilnya wilayah dan
jumlah
penduduk mereka.Bersamaan
dengtn
prosesdekolonisasi
ini,
negara-negara PasificSelatan
berusaha
untuk
membentuk suatu kesatuanpolitik
bagi
masyarakatPasifiic
Selatan
melalui
integrasibangsa. Negara-negara
yang
merdekaini telah
mendirikan
organisasi-organisasi regional:
Komisi
Pasific Selatan (South Pasific Commission) danFotum Pasific
Selatan(
South PasificForm).
Komisis
Pasific
Selatandidirikan
berdasarkan
persetujuanCanbera 1947
oleh
Belanda, Australiadan
SelandiaBaru.
sedangkan , onrmPasific Selatan didirikan pada tanggal 5 Agustus 1971
oleh Australia,
SelandiaVol. I O/No. ZlMaret 2014
Baru dan
beberapanegara
merdekz.(Ronald Nangoi, 1982, h....).
Sebagai
negara-negara
yangbalu mcrdcka, kondisi sosio-politik dan sosio-ekor.romi rnasing-masing negara
ini
bclunr stabil.
Mcrcka
sangilt tergantung pada bantuan negara-negara asing. SM Koya mengemukakan bahwa:di'
kawasanPasific
terdapat masalah rendahnyo.tarcl
pendidikan.
tekanan kependudukan, masalah urbanisasi danpcngir)gguran
scrra kckurrngan
gizi. Kesulitan negara-negaraini
tidak
lepasdari
keterbatasanhasil-hasil
produksi.Mereka
rlmumnya
mendasarkanperekonomian mereka
pada
sektorpertanian
dan industd
prirner.
Eksporterbatrs
patla
hasil-hrsil
produksiperlanirn bclupr
kopri
gula.
pisang,minyak
kelapa
sawit, dan coklat
danhasil
pcrtanrbangan,
scpcrti
eulas, tcrnbcgl. nikel drrr los ftrr.Kctcrguntungan
pada
negar.a-negara industri rnaju bisa
dilihat
dalarnbidang
bantuan
luar
negeri
danperdagangan.
Sejak
kemerdekaan,rnereka rnenerilna
banturn
luar
negeridari
Inggris, Australia,
Selandia Baru danArnelika
Serikat, juga badan-badau internasional. PapuaNugini
menerirnabantuan
dari
Australia,
Kiribeti
dariInggris,
Kepulauan
Solornon
dariInggris,
Ar.rstraliadan
Selandia Baru,Tonga
dari
Inggris, Australia, SelandiaBaru dan
Bank
Pernbangunan Asia,Tuvalu
dari
lnggris,
Samoa Barat dariSelandia
Baru,
Australia,
PBB,
MEEdau
lMF.
Perdagrnganlurr
negeri yangmerupakan sumber pendapatan negara
rnasih
tefiuju
pada
negara-negaraindustri
tertentu terutama Australia dar.rSelandia Baru. Mcrcka tanpaknya tidak
rssN
18s8-2621bisa melepaskan keterikatannya dengan kedua negarti
ini.
Walaupun menyadariketergantungan
ini,
negara-negaraPasitlc
Selatan
tidak
mau
dianggap sebagai bagianDunia
Ketiga. Ratu Sir KamisaseMara,
PerdanaMenteri Fiji
mengatakan: "Pandangan
terhadapbangsa
Afrika
tampaknya
diterirnaseadanya
dan ditujukan pada
semuapenduduk'asli.
Ini
tidak
berlaku
bagi Pasific Selatan".Ringkasnya
negara-negaraPasific
Selatan
tidak
sama
dengannegara-negara seperti Ghana, Tanzanis,
atau
Malaysis.
Terdapat
pendapatbahwa
masyarakat
Pasific
Selatanmemiliki taraf hidup
yang
lebih
baikdaripada
negara-negaraDunia
ketigalainnya.
R.K.
Fisk
dalam
tulisannya:"Ekonomic, Social and Political T'rends
in
the
South Pasific
in th
1980", mengemukakan bahwa menurut ukuranumum,
hampir seluruh
rakyat
Pasific berada(well-off),
satuhal
yang cukupmenonjol dalarr
statistika.Dibandingkan dengan
negara-negararniskin
di
Asia
dan
Afrika,
negara-negara
Pasifik
jelas
beradr di
luar'kategori
negara-negararniskin
(Ronald Nangoi, 1982: 730).I(ehidupan
serupaitu
member.iitu
memberi
wama
khusus
kepadamasyarakat
Pasific
Selatan.
Merekamemang secara potensial
memiliki
kekayaan alam yaitu mineral dasar laut,
perikanan
dan
bahan-bahan tambangsepedi
ernas,
nikel,
dan
fosfat.Kemajuan
teknologi
akanmempennudah
penggarapan
potensisumber-sumber
alam
tersebut
diVol. I 0,Aio. 2lMaret 201 4
mampu
nrenranlaatkan
kekayaanlautnya. Dengan demikian
peranannegara-negara
maju
khususnya
di bidangtcknologi
tidak
bisa dilakukan, karena merekamemiliki
teknologi daniuga
membutuhkan
sumber-sumber daya alamini.
'
2.
Keterlibatan
negara-negaraAsiag_
di
Kalasan
'PasificSelatan.
Menurut
pcngalauran
histolisdalarn perang
dunia
kedua,
kawasanPasific
Selatan
irri
memang
terlihatsebagai kawasan yang strategis. Karena
itu
tidak
mustahil
bahwa karvasan inisekarang
mulai
merupakan
ajangpersaingan
<1anpertentangan
ruanglingkup
pengaruh dala'r! rangkapolitik
global supcr powcr.
Kondisiperekonomian
di
negara-negarakawasan
ini
rnasih
sdnght tergantungdari
subsidi yangdibcrikan olch
bckaspenguasa
adrninistrasi
mcsing-masingdalarn rangka membantu kesejahteraan
clan
penrbangunanekonorni
nrerekr.Untuk mengatasi masalah-r.nasalah yang
dihadapi
mereka,
negara-negara di
kawasan tersebut sangat mengharapkan
bantuan
dari luar
negeri,
khususnya'dalam
mengadakan
peningkatanpembangunan
ekonomi
dan
sosial rnoreka (Sun.raryo Suryokusumo, 108,6:63).
Kehadiran
bahkan
keterlibatan negara-negaraluar
di
kawasan PasificSelatar.r
nrenjadi
petunjuk
bahwakawasan
ini
merupakan salah
satukawasan
penting
di
dunia.
Negara-negara
luar
ini
rneliputi:
Uni
Soviet,Cina,
Jepang,
Arrerika
Serikat
danPerancis yar.rg
melibatkan
diri
dalarnISSN 1858-2621
bentuk
operasikapal ikan,
percobaannuklir,
hubungan
diplomatik
dankolonialisme
di
kawasan
ini.
Kcpcntingan
mereka
umumnyaberlainan satu sama lain.
a.
Kehadiran
uni
Soviet
diPasific Selatan
Pada dasamya kepentingan luar
negeri
Uni
Soviet
dilandasi
olehkepentingan
nasional
dalam
rangkamengabdi
kepada ideologinya
yaitusuatu
kepentinganuntuk
menyokonggerakan
kaum
komunis
di
seluruhdunia. Untuk
kepentingan
ini,
Uni
Soviet tidak mengabaikan aspek sosio-ekonorni dan sosio-politik intemasional, terutama keadaan kelas pekerja. Dengan
demikian
politik
luar negeriUni
Sovietmerupakan
kombinasi antara
usahamernperjuangkan
masyarakat
lemah atau kelas pekerja dengan kepentingan nasionalnya, sehingga dengan usahaini
Uni
Soviet dapat memperoleh kckuatan global.Di
dalarn
tnencapaiperimbangan
strategis
dan
kekuatanglobal,
Uni
Soviet menggunakan empatelemen kekuatan,
dimana
keempatelemen
itu
berjalan
bersama-sama. Keempat elemenitu
adalah: diplomasi,ekonomi,
kebudayaan
da'r
strategimiliter. Dari
keempat
itu,
strategirniliter lebih diutamakan, karena strategi
ini
efektif.
Shategi
ini
menggunakanlautan
sebagai penyokongpolitik
luarnegeri
Uni
Soviet. Pihaknya
dapatmenempatkan
amada-armadanya,sehingga efektifitas komunikasi strategi
dapal
terkontrol, disamping
dapatmenempatkan
politik
globalnya.Perkembangan armada
laut
Uni
SovietVol. I O/No. 2/Marct 201 4
politik
global
den.ri
urerealisasihegemoni
komunis
di
dunia
(DaoedYoesoel
1973: 88).Uni
Soviet
mulai
mengadakan pendekatan-pendekatan terhadapnegara-negara
Pasific
Selatan
sejakawal
dekadel980an.
Kawasan Pasific Selatanmulai
diperhitungkan olehUni
Soviet.
Lebihlebih kondisi
politik
negara-qegara kepulauan Pasifi c Selatan
sedang
mengalami
pergolakan.I(aledonia
Baru,
Fiji
dan
Solomonsedang
mencari formasi
politik.
Keadaan
ini
dimanfaatkan
oleh
Uni
soviet untuk mempengaruhinya.
Hal
ini
tampak
jclas
kctika
Uni
Sovietmenawarkan mengernbangkau
jasa
untukperikanan,
oceanograti
dan
lidrografi
sertamcnunjukkan
pcrhatiar.runtuk
prosespenentuan
diri di
wilayah-wilayahjajahan
Pcrancis.
Olah
scbab
itu Australia juga mendesak Perancis untuknrcnarik
dir-i
dari
l(alodonia
Baru,karena kharvatir
baliwa
pertentangan-pedentaugan disana akati menjadi lebihlajam,
sehingga membukapintu
bagipenganrh
Uni
Soviet. Mernang
scjaksemula,
Australia
bersikap
memusuhiUni
Soviet
dan
tidak ingin
melihat-
ekspansi negaraitu
di
kawasan PasificSelatan dan dunia terutama tetangSt-nya (Ronald Nangoi, 1983: 731).
Pada
bulan
Mei
1984
MenteriLuar
Negcri
Australia
Bill
Heydenrrengadakan
kunjungan
ke
Moscow.Dari
kunjungan
llill
Heyden
ini,Pernerintah
Australia
tnenginginkanagar
peranan
Uni
Soviet
di
sektor ekonomi bersifat konstruktif dan positif.Kunjungan
ini
sangatberarti
bagi
UniSoviot, scbab
ia
tclah
tnempcrolehlssN
1858-2621pijakan ekonomi
di
Pasific
Selatan.Posisi
ini
ti'Jak
disia-siakanoleh
UniSoviet
untuk
menjalin
hubunganekonomi dengan
negara-negarakepulauan
di
Pasific
Selatan. Tahappertama,
Uni
Soviet
mengadakanperjanjian
penangkapan
ikan
danpemberian hak kepada kapal-kapal
Uni
Soviet untuk singgah
di
Vanuatu (SuaraKarya,
12
September1984).
TahaP-tabap
selanjutnya,
hampir
secaraberurutan
Uni
Soviet
menjalinhubungan
dengan
Solomon dan Fiji
yang sedang dilanda kemelut ekonomi.
Kehadiran
Uni
Soviet
dikarvasan Pasific Selatan
ini
disebabkanadanya kehadiran
Amerika
Serikat
dikawasan
ini,
dimanaAmerika
Serikat telah lama menjalin hubungan yang eratdengan
Australia dan
Selandia Baru.Mcmang
kehadiransalah satu
negaraadidaya
di
suatu kawasarr,pasti
akanrnenarik kehadiran adidaya yarrg lain.
Dcngan dernikian kehadiran
Amcrika Serikatini
telah menlaksaUni
Sovietuntuk hadir
di
kawasanini,
misalnya diSolornon,
Vanuatu,
Fiji
dan
Karibati(Suara Karya,
l2
September 1986)..
Dari
catatan
sejarah, kepentingan-kepentinganekonomi
UniSoviet
secara cepatatau lambat
pastiakan
ditumpangi
kepentinganpolitiknya. Bagi
negara-negarakepulauan
di
Pasific
Selrtan,
hal
ini
sudah
merupakan
resiko
politik.
Negara-negara
seperti
Vaniatu,Solouron,
Fiji
dan
Karibati
belunr rnemperhitungkan sejauh itu.Sampai
akhir tahun
1986,perhatian
Uni
Soviet
kepada
PasificVol. 1 0,4.,1o. TlMaret 201 4
Soviet
bersedia
menarik
kekuatanmilitemya, tetapi
di
Pasific Selatan, UniSoviet
justru
menambah kekuatannya.Kekuatan
armada Uni
'
Soviet
dikawasan
ini
sekitar 775 kapal, termasuk90
kapal
pemrukaan,95 kapal
selamserbaguna
dan
39
kapal
selam
yang dipersenjatainuklil'.
(SuaraKarya,
12September 1986)
Rbsiko
politik
bagi
negara-negara
Pasific
Selatan
itu
muncul setelahUni
Soviet berusaha keras untukrnendidik
para
pemimpin
muda
dinegara-negara
ini.
Taktik
politik
UniSoviet
berusaha kerasuntuk
niendidik para pemimpin mudadi
negara-negara garamini.'faktik
politik
Uni
Soviet inibenujuan guna rnencipt4kan
pemimpin-pcmimpin nrasa
tlcpan
yang
loyalkepada Moscow (Suara Karya, 5 Maret .
1947).
t
.b.
Kehadiran
Cina
di
Pasific SclatanKehadiran
riil
Uni
Soviet dalambentuk
operasi kapal-kapal
ikan
dankapal-kapal
penjelajah
di
sarnpingpengernbrngan
soyap
kornunisrne initelah mendorong musuh utamanya yaitu Cir.ra
untuk
bcrperanaktif
di
kawasan"ini (Ronald Nangoi, 1982: 737).
Sernenjak hubungan
Cina
danUni
Soviet putus, orientasipolitik
luarnegeri
Cina lebih
diarahkan
untukmernbendung pengaruh
Uni
Soviet
dikawasan
Pasific.
Langkah utama yangditempuh
Cina yaitu
harus
aktif
dikawasan
Asia-Pasific. Garis
kebijakanini
diselaraskan dengan
kepentinganekonomi
Cina
guna
membangunperekonornian
di
delam
tregerinya.sehingga
politik
luar
negerinya dapatnrcnyokong
pcntllpltan
ckononri,ISSN 1858-2621
terutama keglatan perdagangan dengan negara-nega.ra tetangganya. Dalam. hal
ini
Cina berusaha keras mendekati parapemimpin
negara-negara tetanggrnya dengan strategi diplomasi.Cina telah
memperhitungkanPasific
Selatan sebagai
kawasanaltematif
bagi
pasar
ekonominya.Langkah pertama
yang
ditempuhnyaadalah
mendekati
Australia
dan Selandia Baru. Cina mempunyai alasan,bahwa Australia
mempunyai
barangyang
dibutuhkan
Cina,
terutama gandum, uranium dan batubara. Alasankedua Australia
sangat
berpengaruhbagi
negara-negaradi
Pasific
selatan.Apabila
hubungan
ekonomi
Cina-Australia terjalin baik, maka Cina akan
mudah menjalin
hubungan
dengannegara-negara
di
Pasific
Selatanlainnya. Pihak Menteri
Luar
NegeriAustralia Freettr
mengakui
bahwajalinan kerja
samaitu
hanya
terbataspada
huungan dagang.
Freethselarnanya berpendapat
bahwa
Cinaakan membeli gandum kapan saja dia
ingin
mernbelinya
(Justus
Van
derKroef,
1973:60).Cina pemah
melakukan percobaanpeluru
kendali
antar
benua(ICBM) di
Pasific Selatan. KedudukanCina
lebih
beruntung
daripada
UniSovict
karena negaraini
mempunyaiperwakilan antara
lain
di Fiji,
SamoaBarat dan Papua
Nugini.
Bahkan Cinaberusaha
berbaik
hati
dengr,nnegara-negara
di
Pasific
Selatan,
misalnya dengan rnenjanjikanakan
melindungiSamoa
Barat
apabila diserang
Uni
Soviet (Ronald Nangoi, 1982: 737).
Kehadiran
Cina
di
PasificVol. I 0/No. 2lMaret 2014
posisi
strategis globalnya.
Walaupun terlambat, kehadiran Cina telah diterimaoleh
sebagian
negara-negara PasificSclatan,
dan
ini
rncrupakan
fasilitas yang penting bagi strategi global.Walaupun kehadiran
Cina
diPasific
Selatan
rclatif
masih
kecilpengaruhnya,
namun
kehadiran
Cinatelah
rner.nbuatrisau
Australia
da:
selandi4-
Baru
mendesak
Amerika Serikat untuk mengaclakan detente dandeterence keprda
Cina.
Deterrenceini
sangat berguna
dan
penting
bagidirnensi
nuklir
(Australia
ForeignAffairs
Record, Februari 1986: 111).Australia
dan
Selandia
Barurnendesak
Amerika
Serikat
karenaArnerika
ikut
bertanggung .jawab atas ancamanyang
data'r\gdari
Cina
di Pasific Selatan. Dengan demikian akan mengurangi ancaman keamanan Pasific Sclatan.c.
Kchaclilan Jcpangcli
Pasific SolatanJepang yang terletak
di
sebelahbarat
laut
Samudora
Pasitic
bukanmerupakan pendatang baru
di
kawasanPasitic termasuk Pasific Selatan. Dalam
Perang
Dunia
Pertama
pada
bulanOktober
l9l4
jepang
rnendurlukibeberapa
pulau
di
Pasific.
yaitukcpulauan
Nauru
dtn
Mikronesia.Tetapi
dalam Perang
Dunia
ke(ua,Jepang tcrpaksu
mclcpaskan
pulau-pulau
ini
karenakalah
perang denganAmerika
Serikat. Pemeritrtah An.rcrikaSelikat
kemudian mengambil
alihpulau-pulau
ini.
Scsudahitu
Jepangtidak lagi
berperar.raktif
dalam
duniaintemasional,
karena
Jepang
harus rnernbarrgun ekonorni dalanr negerinyarssN
1858-2621dan
rnemperkokoh
percaya
diri
bangsanya (Ronald Nangoi, 1982: 134)
Sejalan dengan
perubahan situasi dunia, dewasaini,
Jepang
yangtelah
menjadi raksasa ekonomi, mulaiberperan
aktif
lagi
dalam
duniaintemasional.
Kehadiran
kernbaliJepang
di
kawasan
Pasific
Selatandalam bentuk yang
berbeda
denganmasa
lalu
yaitu
kerjasama
ekonomi khususnyadi
bidang perikanan. Jepangkini
sangat
berkepentingan
denganperikanan
di
Pasific
Selatan,
sekitar60%
konsumsi makanan
laut
rakyatJepang berasal
dari
Pasific
Selatan.Jepang
telah
mengerahkan
annadaperikanannya
di
perairan
Fiji
danmedirikan
perlengkapan
gudangregional, menunjang
pabrik pengalenganikan
di
Lowka
(ibukotaFiji
yang lama).
Kegiatanyang
samadilakukan
Jepangdi
perairan
Samoa,termasuk pengalengan
ikur
di
Pago-Pago, Samoa Arncrika.Untuk memoerkuat
kehadirannya
ini
Jepang
telahmengadakan
kerjasama
dengan beberapa negaradi
daerah-daerah yang.
sfategis. Menurut
Bhagwan
Singh,Jepang mengusahakan kepulauan Mana
menjadi
daerah pariwisatadi
Fiji.
Di
Tonga,
perusahaan-perusahaan dagangJepang mempunyai rencana
untukmcngembangkan Pulau Va zau menjadi
daerah
liburan
bagi
pejabat-pejabattinggi
Jepang (Ronald
Nangoi, 1982:134).Dewasa
ini
Jepang
rnendapatsebutan sebagai
Kreditor
terbesar didunia
bagi
negara-negara
PasificSelatan,
dengan kebijakan
lebihVol. 1 0/No. 2.lMaret 201 4
dari
pada
rniliter. Maka
pada
tahun1987
Mcntcri Luar Ncgcri
Kurniarimembentuk "South Pasific Task Force"
untuk
mcngktxrldinasi
bantuan
luarnegeri
terhadap negara-negara Pasific Selatan.Akhir-akhir
ini
Jepang
jugamendukung
aliansi
Pasitlc
Selatan. Jepangmulai
memberi bantuan untukpertahanal
negara-negara
yangberbatasan-
dengan r.vilayah konflik
militer.
la
kemuclian menandatanganikonsep
''Strategis
Assistance".Meskipun
Perdana
Menteri
Kurinarihanya rnenunjukkan
untuk
memeliliara stabilitaspolitik
regional Pasific Selatandan tidak
untuk
memperkenalkan ketcgangan-kctcgangan baru.d.
Kehadiran
'1Perancis
diPasific Selatan
Bagi
negal'a-negara
PasiticSelatan,
Perancis
bul(arj
merupakan.pendatang
baru.
Satu-satunya negarayang masih bcrusaha mcmpcrtahankan kehadirannya scbagai kekuatan kolonial
secara
menyolok
di
Pasific
Selatanadalah Pelancis, schingga
ia
bisa disebut sebagai negara kolonial pertamadan
terakhir
di
kawasanini.
Negara-negara
jajahan
atau
bekas
jajahan ^Perancisterdili
atas:Kaledonia
Baru,Polenisia Perancis,
Wallis,
Futur.ra danVanuatu (sebelurlnya
New
Flcbridcs). Sarnpai saatini
Perancis berusaha untuktctal)
bcltrrhln
tli
kuwuslu
irridisebabkan
adanya
beberapa alasan yoitu:1)
Pulau-pulau
atoll
PolinesiaMurora
dan
Fangatau farnenjadi
tempat-tenpatpercobaan
senjata-senjatanuklir
Pcrancis.ISSN 1858-2621
Kaledonia
Baru
merupakan sumber mineral yang palingberharga
di
Pasific
Selatan, dengan cadangannikel
yangbesar
di
dunia,
cadangan-cadanganmineral
lain
dan sedang melahrkan eksplorasi minyak lepas pantai.Jajahan Perancis
di
Pasrfic Selatan adalah sekitar 22.600km
penegi,
tetapi
zonaekonomi
200
mil
memperluasnya
lebih dari
7juta km
persegi
sehinggaPerancis
menjadi
kekuatanmaritim paling besar
diPasific selatan.
Teori
domino masih berlakudi
Perancis,
artinya
Paristakut
jika
ia
memberikankemerdekaan
kepadakaledonia
Baru,
makaPolinesia
akan
segerarnenyusulnya
(RonaldNangoi, 1982:732)
3.
Peranan
Amerika Serikat
di
negara-negara
Kawasan
PasificSelatan. .
Setelah berakhimya
PerangDunia
ke Il
Arnerika
Serikatrnengembangkan
suatu
politik
luarnegeri yaug
membawaAmerika
padakemakmuran
nasional
dan
pengaruhdunia.
Ada
beberapakunci
elernen-elemen daripolitik
luar negeriini
antara lain:a.
Dalam
bidang
keamanan,Amerika
Serikat
mengikutidoktrin
kembar
yaitu
antikomunis
dan
pc'itik
yangmsncegah
suatu
negara2)
3)
Vol. I 0/No. 2/Marct 2014
untuk
lnetnPerluas
drnurempengaruhi negara lain.
b.
Sccara
idcologi,
AmerikaSerikat
mengumumkan bahwa Amerika Serikat lebihmenyenangi
Politik
liberaldau
mendukung nilai-nilai
detnokrasi (Charles W. Yost,
'
1976:14).a..Kebijakan
Politik
LuarNegeri
An-rerika Serikatini
berkaitan erat dengan adanYa Perang Dingin.
Perang
Dingin
adalah konflik
autara
negara-negara
Barat
Yangdipelopori
Amerika
Serikat
dengan negara-negara Kon.tunis yang dipeloporiUni
Soviet
dalan
tnasalah
ideologi,ekonomi,
politik
deNgan
aksi-aksimiliter
yang
terbatas.
Istilah
PerangDingin
seringkali digunakan
untuk 'melukiskan
keadaan/
Yang
terjadisesudah Perang
Dunia
ll.
SetelahPerang
Dunia
II
r.rsai,
nruncullahberbagai
perselisihan.
Wilayah
yangpefiarna
kali
dipcrselisihkan
adalahnegara-negara
Balkan.
llubunganArnerika-soviet semakin
memburuksewaktu
Anlerika
Serikat pada
bulanJuni
1941
mengusulkan
Rencana - Marshall, sttatu progranl yang bertujuanmembantu pemuiihan
kernbali
Eropadibidang
ckouotli
scbagai
akibatperang.
Sejalan dengan
ahncurnyapcrekonorttiart
Eropa, partai
koniutiisberkembang
pesat
di
EroPa.
EroPatelal.r pecah
mcrtjitdi
duir
kclonlpok,yaitu
Eropa Barat yang
pro
ArnerikaSerikat
dan
Pihak EroPa
Timur
dibawah pirnpinan Soviet.
Kedua belahpiltak
ntenrbltnguttpctsckutuan
yang kuat. Perang Ding'in mereda pada archirISSN 1858-2621
tahun 1980an, ketika Gorbachevmenjadi pemir.npin
tertjnggi Soviet
Di
bawehkepernimpinannYa,
ia
membiarkannegara-negara
Eropa
Timur
rnenjadinegara demokrasi
dan
meninggalkankorrunis
(EnsikloPedi
Nasional Indonesia, 1990:32).DisamPing
itu,
denganberakhimya Perang Dunia
II,
menandai kemunculan perangbaru, yaitu
perang ideologi komunis melawan ideologi nonkomunis.
"Masing-masing
negara pemenang memanfaatkanposisi
duniayang
diperolehnYa sehabis
Perangsebagai
batu
loncatan
dalamrnentperluas ideologinYa
(Emil
SaliLn,l986:3). Dengandemikian
petapolitik
dunia terpecah menjadi dua yaitu satusisi
negara-negara yang berhaluankomunis mengelompokkan
diri,
dan disisi lain
telah muncul
negara-negarayang
berideologi
non komunis.
Olehsebab
itu
tidak
mengehrankanjika
kedua kelompok
ini
saling
beradudalam
memperebutkan Pengaruh
dinegara-negara baru.
Tclah
diterangkan
di
muka bahwa sejak tahun 1960an sampai tahunl980an
banyak
negara-negara Pasificyang terjajah rnenjadi
negara-negarapulau yang tnerdeka. Perubahan status
politik
ini
adalahakibat
suatu prosesdekolonisasi terutama
di
pulau-pulauyang mempunyai potensi untuk rnenjadi
lucgara bangsa
di
Pasific.
Prosesdekolonisasi
di
kawasan
ini
sejalantlcrtgittt
dckoloniscsi
mcttgenlipenghapusan penj ajahan di dunia.
Menurut
Pandangan Amerika, dekolonisasiini
dijalankan
atas dasarperlirnbangan
politik,
khususnya statusVol. 1 0,4.,1o. 2lMaret 20 1 4
Di
dalatn perkcmbangan waktu, merekaini
(negara0negaradi
Pasific
Selatan)banyak
mcnimbulkan masalah,
yangakhirnya
akan
merepotkan
negara-negarainduk
(Flarold Jacobson, 1964:509).
Dengandemikian
negara-negaraInduk seperti lnggris,
Amerika
Serikat,Alstralia dan
Selandia
Baru
relamelepaskan negara-negara jajafannya, untuk mdngurangi beban negara-negara
induk,
dan
memberikan
kesempatankepada
negara-negarayang
merdeka tersebutuntuk
rnengembangkan segalakemampuannya sehingga rnereka tidak
lagi
menggantungkan
diri
kepada negara-negarainduk. Oleh
karenaitu
Amerika Serikct sangat
rrendukungodrnya
proses dekolqnisasi
ncgara-negara di Pasific Selatan.
Di
negara-negarabaru
yang merdekaini,
tentu
saj? penjajah telahmeninggalkan
daerah
jajahannya,akibatnya
tli
ncgara-ncgarabaru
ini
mengalami kekosotrgan kekuatan luar. Sehubungandengan realitas
luar
ini,
antara
blok
komunis denganblok
nonkomunis
saling
berebut
untukmendapatkan
pengikut
danmenanamkan
pengaruh
di
negara-"negara lain.
Per selisihan dan pemtusuhan
itu
di
dalani lintasan scjar.ahnya mclibatkan negara-negarabaru
tersebut. Sehinggiasccala
tidtk
srtlar
ncgara-ncgar.a bar.utersebut
terseret
dalam
pertikaian.Akibahiya
ncgara-ucgara
baru
ituterseret
ke
dalarn
peperangan dalambentuk baru,
yaitu Proxy
War.,Prory
War
adalah perang antar negara yangmewakili
negara
adi
kuasa
dalarnperlengkaran
ideologi
(Ernil
Salim, 1986:4).ISSN 1858_2621
Pertarungan
antara
ideologi komunis denganideologi
non komunissetelah Perang
Dunia
II
temyatamempunyai
implikasi
bagi
PasificSelatan.
Hal
ini
dapat
dilihat
dengan adanyaUni
Soviet dan
Cina
terhadapnegam-negara
di
kawasan
Pasific Selatan. KehadiranUni
Soviet daneina
di
kawasanini,
walaupun yang tampakadalah kepentingan-kepentingan
ekonorni, namun
dibalik
kepentinganekonomi
tersebut,kedua
negara(Uni
Soviet dan Cina) berusaha menanamkan
pengaruh
ideologi mereka
yaitukomunisrne dengan lamban dan sangat
halus.
Melihat
gelagat yang dijalankanoleh
Uni
Soviet dan
Cina
tersebut,Arnerika Serikat
mulai
waspadaterhadap pengaruh komunisme
di kawasan Pasifi cSelatan-Sebenamya
sampai
tahunl970an,
perhatian
Amerika
padaperkenrbangan negara-negara pasific
Selatan tidak begitu besar dibandingkan
perhatian
Amerika pada
negara duniaketiga
lainnya.
Hal
ini
disebabkan karena negara-negarakecil di
kawasanPasific
Selatan dianggapbelum
begitupenting
bagi
kepentinganAmerika.
Di
sar.rlping
itu
di
kawasanini
Amerikatelah
mempercayakan
pada
kedua sahabahlya yaitu Australia dan SelandiaBaru.
Rendahnyaperhatian
Amerikatcrscbut
dimaksudkan
agar
Australiadan
Selandia
Baru
memfungsikannegara-negara
kecil
tetangganya itu
untuk kepentingan
politik,
ekonomi dansosialnya.
Walaupun
demikian,Amerika Serikat
tetap
mempunyaiVol. 1 O,No. 2lMaret 2014
dekolonisasi dan perkembangan
negara-luogara
kccil yitllg
bat'tt
([lct't', 1978:224).b.
Pcranan
Anicrika
Scrikatdalrm bidang ekotrotttt.
Telah
disebutkan diatas bahwaperhatian
Arnerika
Serikatdi
kawasanPasific
Selatan
belum
begitu
besardibindingkan
perhatianAmerika
pada negara-negefadunia ketiga yang
lain.Namun
sejak
akhir
tahun
l970anAmerika Serikat
mulai
menaruhperhatian
yang besar
Pada
kawasanPasific
Selrtanini
karenr
kawasan inidiparrdang mempunyai prospek global
baik
dalam bidang
ekononri,
bidangpolitik
nraupunbidang strategi.
Olehsebab
itu
Amerika
Serikat
lebih-t
rncrttpriuI
itlskltr kewislrt
Plsill cSelatan dari pada EroPa.
Seperti
Yang terlihat
darikchadirar.r
Antcrika
' Sciikat
tliKepulaua.n
Mariana
sebagai
TrustTerritories Amerika yang terletak
di Karvasau Pasific Sclatan yang dikuasai oleh Amerika Serikat sejak berakhimya Perang Duniall
(Ray nrontl Dcrlnet&
Robert
K
Tumer,
1949: 373). HadimYaUni
Soviet
dengan
Cina
di
PasificSelatan sebcnamya
dikondisikan
olehkesulitan
ckononri yang dihadapi oleh negara-t)egaradi
kawasanini.
Sebagainegara-llegara
Yang
baru
merdekaperekonomian
negara-negara
dikawasan
irti
scclang mencapai tahapanporkclnballgan,
Negara-ncgara
Barattidak
mencobameuberi
bantuan dalamjumlah
yang
mctlladai.
l)aila
tahuu 1035, rrri"alrryajtlrtlhh
hltngtultl
rcsttri negara-negara Barat tidak mencapai 270dari
bantuanrsing
yarrgditerinla
olehnogara-rlegora
Pasilic
Selatan
OlchISSN 1858-2621
sebab
itu
tampaknYahanYa
bantuan ckonotniytng
bcsar yang halus menjadipilihan
agff
negara-negara
Barat,khusus Amerika Serikat
daPatmempertahankan pengaruhnya.
Perhatian
Amerika
kepada
negara-negara kepulauan
di
Pasific
Selatanlebih
difokuskan
Pada
kontrakpenangkapan
ikan,
terutamaikan
tuna.Bagi
negara-negarakecil
di
PasificSe!atan
kekayaan
lautau
rnenjadisumber utama dari konsumsinYa.
Bagi Amerika, Perdagangan ikan
tuna dari negara-negara Pasific Selatan,
bertujuan
untuk
membantu
danrnemperbaiki
taraf hidup
mereka yangmasih
rendah.
Lebih-lebih
kondisipolitik
dan
ekonomi
mereka rata-ratabelum stabil,
sehingga keadaan ini
memaksa
Amerika
untukmernperhatikan
dan
memperjuangkannasib
tnereka. Hasrat
Amerika
ini
bertujuan
agar
merekatidak jatuh
ke tangan komunis. (J. Kusnanto Anggoro'1987: I 8 8).
Di
samping
itu
kePentinganekonomi
global
Amerika
di
Pasific Selatan erat kaitannya dengan dimensiekonomi
nasionalnYa.
Hubunganbilateral Amerika
dengan
Australialebih
difonnulasikan
dalam
berbagaibentuk
yang menunjang perekonomian keduanya. Kedua pemerintah bersepakatuntuk
mengadakan
Perlindungan perdagangandi
antara mereka, sehinggahal
ini
akar-r mempcrmudah efektifitaspasaran
(Bill
HeYden,
1987:
301).Mclcku
(
Amcrika
clan
Australia)mcmandang
tindakan
ini
PerluJilakukan
Arnerika banyck rnengirnporhasil
pertanian,
Peternakan
danpcrtantbaugan.
Bagi
Amerika,
impori
j
Vol. I 0,4rlo. 2l Maret 201 4
yang paling
penting
dari
Australia adalahuranium, batu
bala dan
nikel.Tcntu saja hasil
tarubang
ini dipergunakanuntuk
tenaga nuklirnva.Dernikian
pula
hubungan
Amelika
clcngan Sclandia Balu sudah torjalin crat
sejak
Perang
Dunia
II.
KepentinganDcngrn
tlonrikian
jalinankerjasama antara
Arnerika
Serikat, Australia{-(lxn
Sclandia Boru'
dalarnbidalrg
ekor.romisudah
terjaiin
sejakbeberapa dasawarsa.
Bahkan
dapatdilihat
dari
angka ekspor
ekonorni Australia dan Selandia Baru sejak tahunl9l5
ccnderung
rneningkat
(Bill
Heyden,
1987:29). Bagi
Australia danSclandia
Baru
Anrcrika
rnerupakan rnitra kerja baik dalam bidang ekonomi,politik dan
strategi. '{Arnerika
juga menrberi kcpercayaan kepada Australiadar.r Selandia
Baru untuk
bertanggungjarvab
tcrha<lap
'
ir"goro-u"gor*kcpulauan di Pasitlc Selatan.
c.
Peranart
An.rcrika
Serikat
dalambidang
politik
dan strategidi
kawasan Pasiflc Selatan.l)
DukunganAmerika
terhadap prosesdekolonisasi
negara-negara
kawasan Pasitic Selatan.'
Sepclti telah disebutkandi
rnukabahr.va
Arnerika
Serikat
rnenunjukkanpcrlratiun
positil'
ltas
rlckolonisasi dan perkernbangan negara-negara kecil yangbaru.
Dukuntan
terhadap
prosesdekolonisasi
ini di
samping
untuk nicngurangi bahiin bcbanpolitik
negara-negara
indt'k
juga
bermaksud
untukmcniberi pcluang kepacla
di
karvasan
Pasificllcgara-uegara
Selatan
guna
kcnampuan-rnengernbangkarr kcnrarttllurnrrya
ISSN 18s8-2621
Amerika
dengan SelandiaBaru
lebihdititik
beratkan
pada
impor
hasilpertanian
dan
petemakan.
Uritukmencukupi kebutuhan
dalarn
negeriAmerika
banyak mengimpor
susu,daging,
wool,
buah-buahan
dan gandum.Sejarah
telah
mencatat bahwaAustralia berhasil
mengintensifkan peranan ekonominya di kawasan LautanHindia
dan LautanPasific.
Sementaraitu
Selandiabaru
telah
meningkatkankerjasama
dengan
negara-negaradi
Pasific Selatan dan memonitor kegiatan
negam-negara
besar
di
Antartika(Australian Foreign
Affairs
Record,1987:
295-297). Dengan
demikianekonomi
global Amerika
di
kawasanPasific
Selatan bertujuan
untukmemperbaiki kondisi ekonomi kawasan.
Stabilitas
sosial
dan
pertumbuhanekonomi akan
lebih dinamik,
sehingga negara-negara di kawasanini
dapataktif
dal arn perdagangan intemasional.
Iagi
menggantungkandiri
lagi
kepadanegara-negara
induk, Amerikarnemberi dukungan
terhadap
proses dekolonisasi negara-negaradi
kawasanPasific Selatan, maka Amerika bersedia
untuk memperbaiki negara-negara yang bebas dan merdeka.
Adapun
perbaikan
Amerikadalam bidang
politik
yaitu
Amerikawajib
membimbing
negara-negaradi
karvasanPasific
untuk
mencari
dan mcnctapkan sistem pemerintahan yang akan dipegang oleh mereka. Tentu sajaAmerika
Serikat
menghendaki sistemdcnrokrasi
yang
berlaku
di
negara-negara kawasan Pasific Selatan tersebut. Dalam Perang DuniaII
antara Australiadcngan Arnerika
sudah
terjalinVol. I O/No. 2/Maret 201"+
hubungan
yang
baik
terutama
pada masa invasi Jcpang ntasukkc
kawasatrPasillc Selatau, Amct'ika Sclikat berjasa
drlonr nr.rrgltasi
irtvlsi
Jeprngini
yangberakhir
dengan kekalahan
Jepang.;ctclah lliroshiura clan Nagasaki
di
born oleh Amerika Serikat.Jalinan kerjasama yang
baik ini
b'erlanjut setelah berakhimya
PerangDunia
{1,
dimana Pada tanggal
ISeptembii
1951
dibentuk
PaktaPertahanan
Pasitrc
di
Sau
Fransisco.-Pakta Pcrtahan.rn
ini
bct'natla ANZUS(Australia,
New
Zeeland
and
United stateof
Anrcrika).
Adapun tujuan claripernbentukan
ANZUS
ini
adalahpcmcliharaatt
pcldanlaian
tlatr keamanan regionaldi
Pasific. Anggota-anggota ANZUS telah \epakat bahwa di antara nrcrcka harus saling Ilcmbantu,sebab bahaya
di
satu pihak merupakat.tbahaya mereka
(A(stialian
ForeignRccortl, 1984: 6115-(186). Kclradiran Uni
Soviet dan Cina
di
Pasillc Selatan telahnrenggugah
ANZUS
utrtukmembuktikan
bahwa
ANZUSmempunyai tanggung
jawab
atas keauranan rcgional Pasilic Sclatau.Tanggung
iawab
keamananregional tcrsebut membuat
ANZUS-
lcbih
rktif
drn
lebih kreatif
dalamurcnghaclapi pct-kcrrbangirn kawasan.
Oleh sebab
iti
ANZUS
selalu rnenjalinhubungan dcngan
negara-negara cliPasific
Selatan.Di
sarnpingitu
jugalnolnpcl'Lli.,t lrtrltuttgatr
kolcktil'
scsirnraanggota aliansi. Hubungan
kolektif
ini,
sccart
sttalcgis, rtrcntl.lctttludith opcrasiANZUS
dalam
kct'iasama keamauanregional. I,'cnrudian
ini
disebabkankalena:
Di
dalanr kerangkakerja
ini
rurcngarttluttg korrtunikltsi lattgsttttg alltar
ISSN 185t1-2621
anggota
ANZUS.
Komunikasi
ini
diwujudkan,
dalarn
pertenuan-pcrtclnuan tahunan Dewan
ANZUS
dankunjungan para pejabat
pen':rintah.
Di
sarnping
itu, di
antara anggota ANZUStersebut
mempunyai
kesamaanpandangan
hidup, tradisi
politik
danwarisan budaya yang
memPermudah hubungandi
antara mereka. Kesamaan tersebut r.nerupakanmodal
utama bagiANZUS
dalam melaksanakan Program kerjanya. Kesamaanini
mempermudahpernecahan
masalah
yang
dihadapiANZUS,
khususnya masalah stabilitas kearnanan dan perdamaian regional.Dan
memang
ANZUS
telahmenempuh berbagai
strategi
t ntukrnembendung
masuknYa
Pengaruhkornunis
di
Pasific
Selatan.StrategiANZUS
tersebut
disesuaikan dengankeadaan
dan
kebutuhan
masYarakatPasific
Selatan. Penyesuaianini
dapa mengangkat penilaian rnereka terhadapeksistensi
ANZUS.
Ini
berarti kecludukanANZUS
di
Pasific
Selatancukup memberi
arti
bagi negara-negaradi kawasan Pasific Selatan.
Sehubungan
dengan diselenggarakannyaFonrm
KerjasamaEkonomi
Asia
Pasific (APEC)
di
kotaSeattle
wilayah
Washington
DCAmclika
Serikat pada bulan Novetlrber1993
ini,
Perdana
Menteri
JePangHosokawa
dalam
wawancaranyadengan wartawan Kompas mengatakan
bthwa:
kchadiran
militer
AmerikatSerikat
di
belahanbumi
ini
memainkan pcran sallgat ponting bagi stabilitas AsiaPasific
(Kompas,
18
November1993: I
5).
Menurut
penuturan seorangpejabat
departemen
Amerikamcngatakau bahwa APEC adalah tbrunr
al
{*il}:i4r}pr'.e l
Vol.1 0/No. 2/Malct 201 4
y.rng
paling
irisa
tlihalapktrt
untuk melaksanakanlibclalisasi
perdaganganKOSIMPULAN
Dari
uraian tersebutdi
atas dapatditarik
suatu kesir.npulan bahwa Pasilir;Sclatan
nrcrttpakan kawasan
yalrgbgrada
di
lautan Pasit'ic bagian selatangaris
katulistiwa,
yang
terdiri
d:ri
negara-n6gara
kecil
sePerti
FUi,Kaledonia
Baru,
Kepulauan
Solomon,
-Kiribati,
N'larshall,Mikronosia,
PapuaNugini,
SamoaBarat,
Selandia Brrru,Tonga,
Tuvalu,
Vauratudan
Australiadi
samping
ncgara-negarakecil
yanghin.
Karertr lctaknya
ycng
strategismaka kawasan
ini
padatahun
1960-anrnulai
diperhitungkaq*
oleh
negara-negara besar.Pada
tahun
1990-arr,
Tahun1970-m
dan
tahun
,19p0-arl
banyaknegara-negara
di
kawasan
ini
yangrnernproklaur
irkan
diri
sebagai neglra merdeka walaupun munculnya mereka sebcgaincgrrl
tnerdekcjuga
atasjrsa
luegara-negara
lnggris,
Amerika,Australia
yang
telah rela
melepaskannegara-negara
jajahannya.
Kecuali Perancisyang
sarnpai
sekarang tetapmenperlahankan
Kaledonia
Baru,kepuiauan
yang
lair.r karena beberapr alasan.Sebagai
negal'a
Yallg
baru nrerdeka ternyata mereka belum mampur,rntuk
bcrdiri
scntlili.
Wal irupull llegara-negara tersebut sar.rgat potensial karenakckayaun
allttl
tllttt
kckayaan lauhiyanamun
rlereka beluut
urampu
untuknrcngunrlrlrttgk:Ltt
scg:rllt
potcllsi
yllngdirnilikinya.
Oleh
scbab
itu
mcrekamcngharlpkart [rautuati
juga
binibingandari
ncgura-ncgltra luar. I(arcua adanyaissN
1858-2621di
kawasan
ini
(Pasific
Selatan) (Tempo, 20 Novernber I 993: 46)kelcrnrhan
ini.
tnerupakan peluan baginegara-negara
asing
ur.rtukmemanfaatkan
kehadirannYa
dikawasan ini.
Adapun
negara-negara
asingyang hadir
di
kawasan
ini
adalah:Jepang
yang