• Tidak ada hasil yang ditemukan

identifikasi kebutuhan pelatihan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "identifikasi kebutuhan pelatihan"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Identifikasi

Kebutuhan Pelatihan

(2)

Objectives

2

Identifikasi Kebutuhan Pelatihan

Identifikasi kebutuhan pelatihan merupakan langkah pertama dari siklus penyusunan program pelatihan.

Manfaat

1. Memperoleh data mengenai permasalahan dan kebutuhan yang diinginkan oleh

sasaran

2. Untuk mempermudah dalam menentukan skala prioritas dalam perencanaan program kegiatan.

(3)

IKP

Model

(4)

FOKUS IDENTIFIKASI

4 Level

Organisasi

Objektive

Winning

Strategy

Jobs

Tujuan

Pekerjaan

Kompetensi

Individual

Performa

Pekerjaan

(5)

METODE IDENTIFIKASI

Interview

Observasi

Discusi Kelompok/FGD

(6)

6

TEKNIK IDENTIFIKASI

Performance Analisys/Analisis Kinerja

Task Project/Penugasan

Competencies Mapping/Pemetaan Kompetensi

SWOT Analisis

(7)

Kerangka kerja Berdasarkan Kompetensi

CBFW Model TOYOTA Adapted

Mengapa Competencies Based ini diperlukan ?

 Sebab secara individual perlu diikur kemampuannya (ada dimana dia saat ini ?),

 Apa yang diperlukan

organisasi untuk bertumbuh dan siapa yang ada didalam team untuk mencapainya itu ?

(8)

8

Langkah-Langkah IKP

1. Melakukan identifikasi kesenjangan 2. Menentukan sebab-sebab terjadinya

kesenjangan

3. Mengidentifikasi prioritas masyarakat 4. Mengidentifikasi penyebab masalah

kinerja dan atau peluang

5. Mengidentifikasi solusi dan atau peluang pertumbuhan

6. Menggambarkan tentang peran atau pelaksanaan tugas dan fungsi

(9)

Teknik Pengumpulan Data

1.Angket (quisioner)

2.Wawacara mendalam (*)

3.Observasi Partisipasi (*)

4.Menggali Dokumen (*)

5.Poster

(10)

10

Teknik Olah data

1. Catat

2. Daftar (tabulatian)

3. Sajikan (display)

4. Reduksi

5. Verifikasi/tentukan

skala prioritas

(11)

JENJANG PRIORITAS

(LEVEL OF PRIOTIY)

SURAT KONDISI

NYATA HARAPAN

IDENTIFIKASI MASALAH

Ekonomi Sosial Lain-lain

Nomer 1 + + + + Nomer 2 - + + + Nomer 3 - - + + Nomer 4 - - - + PENTING

KURANG PENTING

(12)

12

1. Program Pelatihan (formal dalam kelas dan jobs training)

2. Coaching satu lawan satu, sesuai prioritas kerja dan aktivitas yang ada (Dynamic Coaching)

3. Diskusi kelompok dalam kegiatan pemecahan masalah,

improvement action dan Gugus Mutu

4. Proyek-proyek improvement, pengembangan kapasitas,

pengembangan produk…

5. Proses delegasi dan suksesi 6. Bulletin, Majalah informasi

tentang pekerjaan, Mentoring…

Tindaklanjut

(13)

1.

Program Pelatihan

Formal

dalam kelas

(14)

14

2.

Coaching satu lawan

(15)

3.

Diskusi kelompok dalam kegiatan pemecahan

masalah,

improvement

(16)

16

4.

Proyek-proyek

improvement,

pengembangan

kapasitas,

pengembangan

(17)

CONTOH

PENYEBAB MASALAH & IDENTIFIKASI SOLUSI

NO MASALAH PENYEBAB ALTERNATIF SOLUSI

1. Etos kerja menurunSistem penghargaan yg tdk mendukungSistem manajemen tdk menentuMerekrut pegawaiMelatih PegawaiMenyediakan JobMemperbaiki standar kinerjaPenyederhanaa n birokrasi

Diklat teknis untuk staf

Penyediaan perangkat kerja yg lebih

(18)

18

STUDI KASUS

Kasus 1:

Saudara Memerankan

Sebagai Perangkat Desa yang mempunyai tugas menyiapkan bahan analisis kebutuhan

pelatihan bagi tokoh

masyarakat di desa Umbulharja yang beberapa waktu lalu

terkena bencana letusan gunung berapi. Kondisi

(19)

CONTOH

PENYEBAB MASALAH & IDENTIFIKASI SOLUSI

NO MASALAH PENYEBAB ALTERNATIF SOLUSI

(20)

20

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Hasil diskusi kelompok menunjukkan permasalahan PSN yang menjadi prioritas di kelompok 1 adalah kader tidak maksimal melaksanakan tugas dan kurangnya dukungan Tokoh

keperawatan pada TN.A dengan prioritas masalah kebutuhan dasar gangguan.

38 Pada pertemuan coaching kelompok yang pertama, peserta diminta untuk menceritakan jurnal kebersyukuran dan diskusi ringan mengenai hasil dari VIA-Strength yang dimiliki

Hasil penelitian, kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelompok rendah belum mampu memahami masalah, merencanakan pemecahan, menyelesaikan masalah sesuai

muatan lokal Brainstorrming Diskusi Pemecahan masalah 100’ Secara mandiri dan atau kelompok mengeksplorasi bahan kajian, berdiskusi, menganalisis, menyelesaikan masalah,

Jenis Permasalahan Masalah yang Diidentifikasi Analisis Identifikasi Masalah 2 Proses/aktivitas pencapaian Kompetensi/ belajar siswa Siswa cenderung pasif ketika diskusi

Kelas X dan XI SMK Dilakukan dengan layanan bimbingan kelompok metode diskusi kelompok mengenai bagaimana strategi yang dilakukan masing-masing peserta didik sehingga bisa saling curah

METODE PELAKSANAAN Kerangka pemecahan masalah yang dilakukan oleh Tim Abdimas terhadap permasalahan mitra berdasarkan permasalahan prioritas yang disepakati untuk diselesaikan selama