• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Tabel Periodik

[email protected]

(2)

ns

(3)

8.2

(4)

Konfigurasi Elektron Kation dan Anion

Na [Ne]3s1 Na+ [Ne]

Ca [Ar]4s2 Ca2+ [Ar]

Al [Ne]3s23p1 Al3+ [Ne]

Atom kehilangan elektron shg kation memiliki

konfigurasi gas mulia pada elektron terluarnya. elektron shg anion

memiliki konfigurasi gas mulia pada elektron

(5)

+1 +2 +3 -3 -2 -1

Kations dan Anion dari Unsur-unsur

(6)
(7)
(8)

Kation

selalu

lebih kecil

dari atom yg

membentuknya.

Anion

selalu

lebih besar

dari atom yang

(9)
(10)

Energi Ionisasi adalah energi minimum yang diperlukan untuk melepaskan satu elektron dari atom berwujud gas pada keadaan dasarnya.

I1 + X (g) X+(g) + e

-I2 + X (g) X2+

(g) + e

-I3 + X (g) X3+

(g) + e

-I1 energi ionisasi pertama

I2 energi ionisasi kedua

I3 energi ionisasi ketiga

(11)
(12)

Trend Umum pada Energi Ionisasi Pertama

Energi Ionisasi Pertama meningkat

(13)

Afinitas Electron adalah negatif dari perubahan energi yang terjadi ketika suatu elektron diterima oleh atom suatu unsur dalam keadaan gas.

(14)
(15)
(16)

Gambar

Tabel Periodik

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini disebabkan kedua inti atom memiliki kemampuan yang sama untuk menarik elektron ke arah dirinya, sehingga elektron ikatan akan terdistribusi secara merata di antara

Maka dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar (terdapat banyak tempat kosong) sehingga elektron dapat berpindah dari 1 atom ke atom lain. Mobilitas elektron dalam

Senyawa merupakan suatu zat yang tersusun dari atom-atom dari dua unsur atau lebih yang terikat secara kimia dengan perbandingan yang tetap. Senyawa hanya dapat dipisahkan dengan

 Ikatan koordinasi adalah ikatan kovalen dimana elektron-elektron dalam pasangan elektron yang digunakan bersama berasal dari salah satu atom yang berikatan.  Ikatan kovalen ini

Kesimpulan : Partikel sinar katoda bermuatan negatif dan merupakan partikel dasar suatu benda yang harus ada pada setiap atom.. Pada

Teori keadaan transisi: Bila terjadi tumbukan antarmolekul reaktan akan diperoleh suatu keadaan transisi, yaitu adanya zat antara yang memiliki energi sangat tinggi sehingga

Molekul yang mempunyai elektron bebas dapat berantaraksi dengan pelarut berikatan hidrogen secara lebih baik dalam keadaan dasar dari pada dalam keadaan tereksitasi. Akibatnya,

Inti-inti atom unsur-unsur dapat dikelompokkan sebagai mempunyai spin atau tidak mempunyai spin. Suatu inti berspin akan menimbulkan medan magnet kecil, yang ditunjukkan oleh