• Tidak ada hasil yang ditemukan

NH Korindo Sekuritas Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "NH Korindo Sekuritas Indonesia"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Company Report | Nov 15, 2018

(BBTN)

Mempertahankan Ritme

Pertumbuhan yang Fantastis pada Net Interest Income

BBTN mencatatkan pertumbuhan interest income sebesar 16,3% menjadi Rp5,7 triliun. Net interest income mampu melonjak lebih tinggi yakni sebesar 19,9% menjadi Rp2,8 triliun. Namun pertumbuhan yang fantastis ini tidak diikuti oleh laba bersih yang hanya tumbuh 10,7% menjadi Rp812 miliar. Faktor krusial penghambat pertumbuhan laba bersih adalah kenaikan beban provisi menjadi Rp449 miliar, jauh dibandingkan periode sebelumnya yang berkisar Rp200 miliar.

Stabilnya Pertumbuhan Kredit

BBTN masih mampu mempertahankan pertumbuhan kredit 19% pada 3Q18. Kinerja penyaluran kredit ditopang oleh segmen KPR bersubsidi yang masih mampu mempertahankan pertumbuhan 30%. Kini porsi KPR bersubsidi telah melampaui 40% terhadap total kredit yang disalurkan BBTN. Konsistensi pertumbuan kredit di kisaran 19%-21% hingga beberapa tahun ke depan akan

menjadi penopang akselerasi pertumbuhan interest income.

Resiko Kenaikan Time Deposit

Resiko bagi BBTN bersumber dari meningkatnya time deposit demi mengakomodasi akselerasi kredit. Pada 3Q18, time deposit melonjak 20% y-y

menjadi Rp103,7 triliun. Pada 3 kuartal sebelumnya time deposit bergerak stabil di kisaran Rp96-98 triliun. Namun dampak terhadap peningkatan interest

expenses belum signifikan. Interest expenses tumbuh 13%, masih lebih rendah dari pertumbuhan interest income sebesar 16%.

Target Harga Rp28.825

Kami menetapkan target harga sebesar Rp3.050 untuk Desember 2019 dengan asumsi forward P/B 1,0x (rata-rata 4 tahun). Target harga ini mengimplikasikan

(2)

Page 22

Source: Company, NHKS Research Net Profit (IDR bn) | 4Q15 - 3Q18

Source: Company, NHKS Research

Interest Income (IDR bn) | 4Q15 - 3Q18

Deposit Composition

Source: Company, NHKS Research

Outstanding Loan (IDR bn) | 4Q15 - 3Q18

Source: Company, NHKS Research

Performance Highlights

Deposit (IDR bn) | 4Q15 - 3Q18

Source: Company, NHKS Research

Loan Yield, Cost of Deposit, NIM | 4Q15 - 3Q18

(3)

3Q18 review (IDR bn)

Source: Bloomberg, NHKS research

3Q17 4Q17 1Q18 2Q18 Actual Estimate 3Q18 y 4Q18E

(4)

Page 44

BBTN merupakan bank milik negara yang memiliki fokus bisnis penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR). BBTN pada 3Q18 menyalurkan KPR sebesar Rp163,6 triliun atau 74% dari total penyaluran kredit. Layanan KPR BBTN menyasar pembiayaan perumahan bagi golongan kelas menengah dan bawah.

BBTN juga merupakan mitra utama pemerintah dalam menyelenggarakan program KPR subsidi. KPR subsidi merupakan program pemerintah dalam mendukung visi penyediaan 1 juta rumah. Program ini menyasar masyarakat Indonesia dengan penghasilan rendah yakni di bawah Rp4 juta per bulan.

Daya Saing Perbankan Indonesia di ASEAN

Industri perbankan di Indonesia menjadi prioritas investasi utama di ASEAN karena menawarkan suku bunga kredit yang lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga yang ditawarkan bank lain di ASEAN. Hal ini merupakan faktor utama keunggulan industri perbankan di Indonesia.

Mayoritas bank di Indonesia masih mampu mempertahankan NIM di atas 5% meskipun sedang menghadapi tekanan penurunan suku bunga kredit. Keunggulan NIM ini mampu ditranslasikan menjadi ROE yang lebih tinggi.

(5)

NH Korindo Sekuritas Indonesia (NHKS) stock ratings

1. Period: End of year target price

2. Rating system based on a stock’s absolute return from the date of publication

 Buy : Greater than +15%

Multiple Valuation

Forward P/B band | Last 4 years

Source: NHKS research

Dynamic Forward P/B band | Last 4 years

Source: NHKS research

Rating and Target Price Update

Target Price Revision

Date Rating Target Price Last Price Consensus vs Last Price vs Consensus 03/08/2018 Hold 3,790 (Dec 2018) 3,770 3,825 +0.5% -0.9%

08/09/2018 Buy 3,280 (Dec 2018) 2,620 3,311 +25.2% -0.9%

11/15/2018 Buy 3,050 (Dec 2019) 2,250 2,971 +35.6% +2.7%

Source: NHKS research, Bloomberg

Closing and Target Price

Source: NHKS research Analyst Coverage Rating

(6)

Page 66

Summary of Financials

DISCLAIMER

This report and any electronic access hereto are restricted and intended only for the clients and related entity of PT NH Korindo Sekuritas Indonesia. This report is only for information and recipient use. It is not reproduced, copied, or made available for others. Under no circumstances is it considered as a selling offer or solicitation of securities buying. Any recommendation contained herein may not suitable for all investors. Although the information here is obtained from reliable sources, it accuracy and completeness cannot be guaranteed. PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, its affiliated companies, respective employees, and agents disclaim any responsibility and liability for claims, proceedings, action, losses, expenses, damages, or costs filed against or suffered by any person as a result of acting pursuant to the contents hereof. Neither is PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, its affiliated companies, employees, nor agents liable for errors, omissions, misstatements, negligence, inaccuracy arising herefrom.

Referensi

Dokumen terkait

Industri perbankan di Indonesia menjadi prioritas investasi utama di ASEAN karena menawarkan suku bunga kredit yang lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga yang

Industri perbankan di Indonesia menjadi prioritas investasi utama di ASEAN karena menawarkan suku bunga kredit yang lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga yang

The banking industry in Indonesia is the investment priority in ASEAN as it offers higher credit rate than do its peers in ASEAN.. It is the takeaway factor to the

Industri perbankan di Indonesia menjadi prioritas investasi utama di ASEAN karena menawarkan suku bunga kredit yang lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga yang

Industri perbankan di Indonesia menjadi prioritas investasi utama di ASEAN karena menawarkan suku bunga kredit yang lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga yang

Kontribusi segmen consumer ditargetkan mencapai 19% pada 2020 dengan fokus di produk kredit KPR, otomotif, dan kredit berbasis payroll , terutama bagi karyawan

Meskipun banyak investor berharap Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan, kami memperkirkan bahwa BI belum akan menaikkan suku bunga pada Rapat Dewan Gubernur pekan

Namun, the Fed meyakini bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi tidak akan berlangsung lama dan tidak memberikan kepastian bahwa tidak akan ada kenaikan suku bunga. Tahun