• Tidak ada hasil yang ditemukan

BBRI Arah yang Lebih Pasti Ke Depan 20180815 NHKS Company Report (Bahasa)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BBRI Arah yang Lebih Pasti Ke Depan 20180815 NHKS Company Report (Bahasa)"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Please consider the rating criteria & important disclaimer

bersih dipengaruhi oleh masih tingginya beban provisi, yakni sebesar Rp5,0

triliun (vs. estimasi Rp4,2 triliun). Secara umum kinerja

interest income, net

interest income, operating revenue

, dan

pre-provisioning operating profit

(PPOP) pada 2Q18 sudah sesuai estimasi kami.

Akselerasi Pertumbuhan Penyaluran Kredit

Pada 2Q18 BBRI membukukan penyaluran kredit sebesar Rp794,3 triliun.

Angka ini

melonjak 15,5% y

-

y, dan merupakan pertumbuhan tertinggi

sejak 1Q17

. Segmen

small commercial

mampu melanjutkan konsistensi

pertumbuhan menjadi 21%. Di sisi lain,

segmen SOE mampu tumbuh 24%

setelah menurun pada 1Q18

. Kami memperkirakan bahwa pada 2018 BBRI

mampu melampaui target pertumbuhan kredit 14%.

Ekspektasi Akselerasi Laba Bersih 2018

Kami memperkirakan bahwa BBRI mencetak laba bersih sebesar 32,4

triliun, yang tumbuh 11,7% y

-

y (vs. 10,7% pada 2017). Tekanan dari beban

provisi akan mulai mereda, terutama pada 4Q18. Selain itu,

kestabilan

net

interest margin

pada posisi 7,7% sejak 1Q18

diperkirakan terus berlanjut.

Siklus peningkatan

saving account

pada 4Q18 akan meredam tekanan

kenaikan

cost of deposit

.

Target Harga Rp3.930

(2)

Sekilas tentang BBRI

BBRI merupakan bank milik pemerintah Indonesia dengan aset terbesar di Indonesia. BBRI

didukung oleh jaringan terluas yang menjangkau wilayah perkotaan hingga ke pelosok

pedesaan terpencil. BBRI menyalurkan sekitar 15% dari total penyaluran kredit di

Indonesia. Sedangkan di segmen mikro dan SME, BBRI menyalurkan sekitar 32% dari total

kredit yang beredar.

Daya Saing Perbankan Indonesia di ASEAN

Industri perbankan di Indonesia menjadi prioritas investasi utama di ASEAN karena

menawarkan

suku bunga kredit yang lebih tinggi

dibandingkan dengan suku bunga yang

ditawarkan bank lain di ASEAN. Hal ini merupakan faktor utama keunggulan industri

perbankan di Indonesia.

Bank di Indonesia masih

mampu mempertahankan NIM di atas bank ASEAN lain

meskipun sedang menghadapi tekanan penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral.

Keunggulan NIM ini mampu ditranslasikan menjadi ROE yang lebih tinggi.

Bank di Indonesia mampu mencetak

pertumbuhan laba bersih di kisaran 10%

-

20%

yang

mampu disaingi oleh beberapa bank di Malaysia dan Singapura, seperti UOB, OCBC, CIMB

dan Malayan Banking. Namun, tiga bank tersebut memiliki aset yang jauh lebih besar

Malayan Banking

26,085

188,433

9.5%

1.8%

10.7%

13.4x

1.5x

5.6%

Hong Leong

5,053

50,939

4.3%

1.6%

10.0%

12.1x

1.2x

2.2%

Thailand

Bangkok Bank

11,564

94,446

6.7%

2.4%

8.9%

11.1x

1.0x

3.2%

Siam Commercial

14,460

92,841

-

13.0%

3.2%

11.7%

11.5x

1.3x

3.9%

Bank of Ayudhya

8,879

64,128

7.5%

3.7%

10.7%

12.3x

1.3x

2.1%

Philippine

BDO Unibank

10,457

53,371

6.4%

4.1%

9.5%

20.5x

1.9x

0.9%

Metropolitan Bank

5,570

41,612

6.5%

3.8%

8.3%

12.7x

1.1x

1.3%

(3)

Interest Income (IDR bn)

Source: Company, NHKS research

Performance Highlights

Loan Yield, Cost of Deposit, Net Interest Margin (NIM)

Source: Company, NHKS research

Deposit Composition

Source: Company, NHKS research

Deposit (IDR bn)

Source: Company, NHKS research

Loan Composition

Source: Company, NHKS research

Outstanding Loan (IDR bn)

(4)

Multiple Valuation

Forward P/B band | Last 4 years

Source: NHKS research

Dynamic Forward P/B band | Last 4 years

Source: NHKS research

Rating and target price update

Target Price Revision

Source: NHKS research, Bloomberg

Closing and Target Price

Source: NHKS research

Analyst Coverage Rating

Source: Bloomberg

NH Korindo Sekuritas Indonesia (NHKS) stock ratings

1.

Period: End of year target price

2.

Rating system based on a stock’s absolute return from the date of publication

Buy

: Greater than +15%

Hold

:

-

15% to +15%

Sell

: Less than

-

15%

Date

Rating

Target Price

Last Price

Consensus

vs Last Price

vs Consensus

01/03/2018

Buy

4,580 (Dec 2018)

3,640

3,494

+25.8%

+31.1%

02/08/2018

Buy

4,700 (Dec 2018)

3,680

3,899

+27.7%

+20.6%

05/22/2018

Buy

3,510 (Dec 2018)

2,760

3,820

+27.2%

-

8.1%

(5)

Summary of Financials

DISCLAIMER

This report and any electronic access hereto are restricted and intended only for the clients and related entity of PT NH Korindo Sekuritas Indonesia. This report is only for information and recipient use. It is not reproduced, copied, or made available for others. Under no circumstances is it considered as a selling offer or solicitation of securities buying. Any recommendation contained herein may not suitable for all investors. Although the information here is obtained from reliable sources, it accuracy and completeness cannot be guaranteed. PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, its affiliated companies, respective employees, and agents disclaim any responsibility and liability for claims, proceedings, action, losses, expenses, damages, or costs filed against or suffered by any person as a result of acting pursuant to the contents hereof. Neither is PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, its affiliated companies, employees, nor agents liable for errors, omissions, misstatements, negligence, inaccuracy arising herefrom.

in IDR bn 2016/12A 2017/12A 2018/12E 2019/12E Pre-Provi s i on ROA 5.1% 5.1% 5.2% 5.3%

Interest Income 94,788 102,899 113,843 130,114 Non-Interes t Income/Op. Rev 20.1% 21.1% 22.0% 22.2%

Growth (% y/y) 10.9% 8.6% 10.6% 14.3% Cos t/Income 43.6% 41.8% 41.9% 41.9%

Interes t Expens es (27,212) (29,894) (31,589) (35,795) Ca s h Di vi dend (IDR bn) 10,478 13,048 18,170 17,560

in IDR bn 2016/12A 2017/12A 2018/12E 2019/12E 2016/12A 2017/12A 2018/12E 2019/12E

Ca s h 25,212 25,212 25,212 25,212 Pri ce /Ea rni ngs 11.0x 15.5x 11.7x 9.9x

in IDR bn 2016/12A 2017/12A 2018/12E 2019/12E 2016/12A 2017/12A 2018/12E 2019/12E

Referensi

Dokumen terkait

Makro Ekonomi Terhadap Kredit Perbankan di Indonesia”, dengan menggunakan variabel kredit perbankan sebagai variabel dependen dan GDP, Suku bunga SBI,. inflasi, nilai tukar

Industri perbankan di Indonesia menjadi prioritas investasi utama di ASEAN karena menawarkan suku bunga kredit yang lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga yang ditawarkan

Peritel perlengkapan hunian lain di ASEAN juga masih mencatatkan pertumbuhan penjualan, di tengah kondisi ritel secara keseluruhan yang sedang dalam tren menurun..

Industri perbankan di Indonesia menjadi prioritas investasi utama di ASEAN karena menawarkan suku bunga kredit yang lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga yang ditawarkan

Faktor penghambat pertumbuhan laba adalah kenaikan pita cukai hingga sebesar 11% yang mengakibatkan porsi beban cukai HMSP terhadap penjualan meningkat dari 45% pada

Kondisi ekonomi yang sedang berkembang serta kondisi infrastruktur yang masih banyak kekurangan membuat pertumbuhan sektor konstruksi di ASEAN cukup menarik.. Secara

Industri perbankan di Indonesia menjadi prioritas investasi utama di ASEAN karena menawarkan suku bunga kredit yang lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga yang ditawarkan

Industri perbankan di Indonesia menjadi prioritas investasi utama di ASEAN karena menawarkan suku bunga kredit yang lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga yang