• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tantangan dan Peluang Akuntan Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tantangan dan Peluang Akuntan Indonesia"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

PANITIA SEMINAR NASIONAL

HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI STIE WIDYA WIWAHA YOGYAKARTA

“Tantangan dan Peluang Akuntan Indonesia dalam menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) 2015”.

Term of Reference (TOR)

Jelang berlakunya ASEAN Economic Community (AEC) pada tahun 2015, tenaga kerja professional dari Indonesia harus membekali diri. Sebab, Negara-negara di ASEAN akan menjadi kawasan ekonomi terintegrasi dengan era perdagangan besar baik barang, jasa, dan investasi. Di sana, Indonesia akan bersaing langsung dengan masyarakat luar negeri.

Di sektor akuntansi, Ketua Institut Akuntan Publik Indonesia, Tarko Sunaryo, mengakui ada kekhawatiran karena banyak pekerja muda yang belum menyadari adanya kompetisiyang semakin ketat. Selain kemampuan Bahasa Inggris yang kurang, kesiapan mereka juga sangat tergantung pada mental. Banyak yang belum siap kalau mereka bersaing dengan akuntan luar negeri.

Bila akuntan Indonesia tidak siap menghadapi AEC 2015, maka akuntan dari negara lain akan berdatangan ke Indonesia. “Jumlah akuntan profesional di kita lebih kecil dibandingkan Singapura, Malaysia, dan Filipina. Padahal, potensi market jasa akuntansi di Indonesia sangat besar. Kita khawatir nanti akuntan dari negara ASEAN lainnya masuk ke Indonesia. Karena itu profesi akuntansi Indonesia harus siap hadapi AEC 2015 jadi akuntan asing tidak akan mendominasi. Profesi akuntansi Indonesia juga dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri, bahkan melebarkan pasar ke negara ASEAN lain,” tutur Agus.

Selanjutnya, berkaitan dengan hal tersebut pembicara diharapkan untuk menjelaskan tentang :

1. Tantangan dan Peluang Akuntan Indonesia dalam Menghadapi AEC 2015 2. Regulasi Jasa Akuntan di ASEAN dan Indonesia serta Dampaknya

3. Keterampilan yang Dibutuhkan Akuntan Indonesia untuk Menghadapi AEC 2015

4. Saran dan Rekomendasi.

(2)

PANITIA SEMINAR NASIONAL

HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI STIE WIDYA WIWAHA YOGYAKARTA

Narasumber:

1. Syarifudin, S.E, M.Acc, Ak, CPA, CFE, QIA (Masian dan Ping Loka Group (PT. Unilever, Tbk Regional Jateng & DIY), Yogyakarta sebagai Financial Advisor) (masih dalam konfirmasi).*

2. Tri Purwanto, SE., Ak., CA., CPA., BKP.*

Waktu dan Tempat

Hari/tanggal : Sabtu, 20 Desember 2014 Waktu : Pkl. 08.00 s/d pkl. 12.00

Tempat : Erlangga Penerbit Lt.3, Jalan Gedong Kuning 132 Yogyakarta Peserta : + 350 (Mahasiswa dan umum)

Tiket : Rp. 25.000,- (mahasiswa), Rp. 40.000,- (umum)

Penutup

Demikian TOR ini kami buat, semoga dengan terlaksanakannya kegiatan ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan daya kritis-konstruktif dalam upaya mewujudkan cita-cita Jurusan Akuntansi STIE Widya Wiwaha.

Yogyakarta, 27 November 2014

PANITIA PELAKSANA SEMINAR NASIONAL AEC 2015

RUNDOWN ACARA

WAKTU ACARA KET

Farid Arghubi Ketua

(3)

PANITIA SEMINAR NASIONAL

HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI STIE WIDYA WIWAHA YOGYAKARTA

07.30-08.15 Registrasi peserta, pembagian snack + hiburan (band)

08.15-08.20 Pembukaan acara

08.20-08.30 Kalam Ilahi

08.30-08.45 Lagu Indonesia raya

08.45-09.00 Penampilan tari tradisional

09.00-09.20 Sambutan

1. Ketua panitia

2. Ketua STIE WW

09.20-09.30 Pembacaan cv moderator oleh mc, mc

menyerahkan ke moderator

Suhendi

09.30-10.15 Pembicara 1 Pak Syarifudin,

10.15-11.00 Pembicara 2 Pak Tri Purwanto

11.00-11.45 Tanya jawab

Referensi

Dokumen terkait

Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Problem Posing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran gaya dalam mata pelajaran

(2) Sekretaris mempunyai tugas pokok membantu kepala dinas komunikasi dan informatika kabupaten penajam paser utara dalam penyelenggaraan fungsi penyusunan rencana

Untuk dapat memiliki kompetensi multikultural tentunya mahasiswa harus mampu menumbuhkan kesadaran (awareness) terhadap terhadap budaya-budaya atau latar belakang yang

Kedua, Pandangan mahasiswa yang percaya bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan antara Laki-laki dan Perempuan oleh karena itu maka perbedaan akan konstruksi sosial antara

Taekwondo (TI). Kelima cabang olaharaga inilah yang menjadi pundi-pundi untuk mendapatkan medali saat mengikuti perlombaan atau pertandingan. Dari beberapa

The research context, which involves a state that initi- ated STEM Standards of Practice and a district that devoted its scarce resources to an integrated elementary STEM

Skripsi EFEKTIVITAS TINDAKAN RAZIA PEDAGANG KAKI LIMA DI.. KABUPATEN SIDOARJO DAN

UNAIR NEWS - Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) bersama Direktur Kemahasiswaan Universitas Airlangga mengadakan rapat sosialisasi rencana strategis (renstra) dan