• Tidak ada hasil yang ditemukan

Akuntansi Keuangan Lanjutan Lengkap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Akuntansi Keuangan Lanjutan Lengkap"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1

Penggabungan Usaha

Penggabungan usaha terjadi ketika 2 atau lebih perusahaan

bergabung dalam satu kendali. Konsep kendali berhubungan

dengan kemampuan untuk mengarahkan pengelolaan dan

kebijakan. Secara tradisional, kontrol atas perusahaan

diperoleh melalui pemilikan mayoritas saham perusahaan.

Sejumlah masalah pokok akuntansi dan pelaporan keuangan

muncul, misal bagaimana memperlakukan akuntansi

penggabungan usaha. Prosedur akuntansi akan dapat

mempengaruhi laporan keuangan setelah penggabungan

usaha.

Alasan Ekspansi Perusahaan:

Pemegang saham dan manajemen cenderung memiliki

kepentingan dalam perusahaan yang berhubungan dengan

pertumbuhan ukuran perusahaan (prestige, reputasi, salary).

Skala ekonomi sering menjadi fokus perhatian pada masalah

biaya produksi dan distribusi.

(2)

Dengan masuk ke pasar baru atau mengakuisisi perusahaan

lain akan dapat mengembangkan potensi penghasilan, dan

meningkatkan stabilitas diversifikasi.

Ekspansi Melalui Penggabungan Usaha

Tipe Penggabungan usaha:

1. Informal Arrangement

Joint venture

Contract and subcontract

Startegic aliance

2. Formal Arrangement

Written arrangement

Metoda Proses Penggabungan Usaha :

1. Management and stockholders approval

2. Management make tender offer to shareholder other

companies

(3)

Takeover (pengambilalihan) adalah pengalihan pengendalian

aset atau saham sebuah perusahaan oleh satu kelompok

pemegang saham terhadap kelompok pemegang saham lain.

Perusahaan yang berinisiatif untuk mengambilalih disebut

bidder

dan perusahaan yang akan dijadikan obyek

pengambilalihan dinamakan target.

Merger atau akuisisi adalah salah satu bentuk takeover.

Pengambilalihan terhadap aset atau saham dapat dilakukan

melalui pembayaran tunai, hutang, pengalihan surat-surat

berharga atau kombinasi ketiganya.

Bidder bisa dari pihak manajemen sendiri, investor lain atau

institusi lain, karyawan, atau pemegang saham.

Pengambilalihan perusahaan publik oleh sekelompok kecil

investor dan selanjutnya mereka menarik saham-saham yang

Jenis Penggabungan Usaha

Merger :

Konsolidasi :

Akuisisi :

PT AA

+

PT

AA

PT BB

PT AA

+

PT

CC

PT BB

PT AA PT AA

+

PT BB PT BB

(4)

beredar di pasar untuk tidak lagi diperjualbelikan (delist)

dinamakan going private. Kebalikannya adalah going public.

Going private yang dilakukan oleh manajemen perusahaan

bersangkutan, dinamakan management buyout.

Pengambilalihan dengan dana yang sebagian besar dari hutang

pihak ketiga, maka dinamakan leverage buyout.

Pengambilalihan terjadi dalam dua bentuk yaitu friendly

takeover (pengambilalihan secara ramah atau bersahabat) dan

unfriendly takeover (tidak ramah atau tidak bersahabat).

Tender offer merupakan salah satu bentuk unfriendly takeover

kanena bidder melakukan tawaran langsung melalui media massa

kepada pemegang saham perusahaan target tanpa melewati

persetujuan direksi/ manajemen target. Hal ini terjadi jika pihak

manajemen atau pemegang saham minonitas target menolak atas

rencana pengambilalihan oleh bidder.

Pengambilalihan secara paksa oleh perusahaan besar dan kuat

terhadap perusahaan kecil dan lemah disebut hostile takeover

(pencaplokan secara paksa), bentuk lain dari unfriendly takeover.

Istilah lain

hostile takever

adalah perampasan

(seizure),

penyerangan (raid) atau pematian (dissolve).

Bidder maupun target harus memiliki independensi tinggi untuk

menentukan harga (bargaining power). Target menentukan harga

jual biasanya mendasarkan harga pasar saham bagi perusahaan

publik, sedangkan bidder menentukan harga beli secara wajar

sesuai dengan taksiran kondisi dan prospek perusahaan target.

Posisi target yang kurang kuat biasanya disebabkan oleh

kesulitan likuiditas, kerugian usaha, terlalu besarnya hutang,

(5)

ketidaksolidan manajemen atau kesulitan dalam pemasaran

produk.

MENGAPA PERUSAHAAN MELAKUKAN MERGER

ATAU AKUISISI?

Perusahaan akan mengalami berbagai kondisi yaitu (1) tumbuh

dan berkembang secara dinamis, (2) kondisi statis dan (3)

mengalami kemunduran. Tumbuh dan berkembang perusahaan

bisa melakukan ekspansi bisnis dengan memilih satu diantara dua

jalur alternatif yaitu pertumbuhan dari dalam perusahaan

(organic/internal growth), dan pertumbuhan dari luar perusahaan

(external growth).

Pertumbuhan internal adalah ekspansi yang dilakukan dengan

membangun bisnis atau unit bisnis baru dari awal (start-ups

business). Jalur ini memerlukan berbagai pentahapan mulai dari

riset pasar, desain produk, perekrutan tenaga ahli, tes pasar,

pengadaan dan pembangunan fasilitas produksi/operasi sebelum

perusahaan menjual produknya ke pasar.

Sebaliknya pertumbuhan eksternal dilakukan dengan “membeli”

perusahaan yang sudah ada. Merger dan akuisisi adalah strategi

pertumbuhan eksternal dan merupakan jalur cepat untuk

mengakses pasar baru atau produk baru tanpa harus membangun

dan nol. Terdapat penghematan waktu yang sangat signifikan

antara pertumbuhan internal dan eksternal melalui merger dan

akuisisi.

Alasan mengapa perusahaan melakukan merger atau akuisisi

adalah ada “manfaat lebih” yang diperoleh darinya, keunggulan

dan manfaat merger dan akuisisi antara lain adalah:

1. Mendapatkan cashflow dengan cepat karena produk dan pasar

sudah jelas.

(6)

2. Memperoleh kemudahan dana/pembiayaan karena kreditor

lebih percaya perusahaan yang telah berdiri dan mapan.

3. Memperoleh karyawan yang telah berpengalaman.

4. Mendapatkan pelanggan yang telah mapan tanpa harus

merintis dari awal.

5. Memperoleh sistem operasional dan administratif yang

mapan.

6. Mengurangi risiko kegagalan bisnis karena tidak harus

mencari konsumen baru.

7. Menghemat waktu untuk memasuki bisnis baru.

8. Memperoleh infrastruktur untuk mencapai pertumbuhan yang

lebih cepat.

Disamping memperoleh berbagai manfaat, merger dan akuisisi

juga memiliki kelemahan sebagai berikut:

1. Proses integrasi yang tidak mudah.

2. Kesulitan menentukan nilai perusahaan target secara akurat.

3. Biaya konsultan yang mahal.

4. Meningkatnya kompleksitas birokrasi.

5. Biaya koordinasi yang mahal.

(7)

Metoda Akuntansi Investasi

• Jenis Pembelian :

– Pembelian Aset

– Pembelian Saham

• Cara Pembelian :

– Dengan Kas (Aset)

– Dengan Menerbitkan Saham

• Metoda Pembelian

– Polling of Interest

– Purchase

(8)

AA Investasi di BB

Pembelian Aset

Pembelian Saham

Polling Of Interest

Purchase

(9)

1

BAB 2

PENGGABUNGAN USAHA

I.A. Pembelian melalui Net Aset :

Net Aset = Aktiva Bersih

Aktiva Bersih = Aktiva - Hutang

Berikut Neraca PT X sebelum akuisisi :

Nilai Buku

Nilai Wajar

Kas dan Piutang

Rp 40.000

Rp 40.000

Persediaan

60.000

80.000

Tanah

50.000

70.000

Bangunan dan Peralatan

400.000

350.000

Akumulasi Depresiai

(150.000)

Hak Patent

80.000

Total Asset

400.000

620.000

Hutang Lancar

100.000

110.000

Saham

100.000

Agio Saham

50.000

Laba di Tahan

150.000

Total Hutang dan Modal

400.000

Nilai Wajar dari Aset Bersih

510.000

Pada tanggal 1 Januari 2005 PT A mengakusisi semua aset milik PT X.

Biaya untuk membeli PT X diperoleh PT A melalui penerbitan saham

sebanyak 10.000 lembar nilai nominal per lembarnya Rp 10,- dan saham

tersebut dijual dengan harga Rp 60,- per lembarnya. PT A menggunakan

metoda Polling Of Interest dan Purchase dalam mencatat pembelian PT X.

(10)

2

I.A.1. Polling Of Interest Method

Jurnal di PT A saat pembelian

(3) Kas dan Piutang

40.000

Persediaan

60.000

Tanah

50.000

Bangunan

dan

Peralatan 400.000

Akumulasi

Depresiasi 150.000

Hutang

Lancar

100.000

Saham

100.000

Agio

Saham

50.000

Laba

di

Tahan

150.000

I.A.2. Purchase Method

Cost of Investment

Rp 600.000

Goodwill = Rp 90.000

Total Selisih

Nilai Wajar Net Aset

Rp 300.000

Rp 510.000

Rp 210.000

Nilai Buku Net Aset

Rp 300.000

Jurnal di buku PT A saat pembelian:

(5) Kas dan Piutang

40.000

Persediaan

80.000

Tanah

70.000

Bangunan

dan

Peralatan 350.000

Hak

Patent

80.000

Goodwill

90.000

Hutang

Lancar

110.000

Saham

100.000

Agio

Saham

500.000

( Mencatat pembelian PT X )

(11)

3

I.B. Penggabungan melalui saham :

Jika PT A menerbitkan 10.000 lembar saham dengan nominal Rp 10,- per

lembar dan harga pasar Rp 60,- per lembarnya untuk ditukar dengan semua

saham PT X, maka jurnal di buku PT A adalah:

I.B.1. Polling Of Interest Method

(4) Investasi di PT

X

300.000

Saham

100.000

Agio

Saham

50.000

Laba

di

Tahan

150.000

(Investasi di PT X = Net Asset = Rp 400.000–Rp 100.000 = Rp

300.000)

I.B.2. Purchase Method

(6) Investasi di PT

X

600.000

Saham

100.000

Agio

Saham

500.000

(12)

4

I.C. Kasus Khusus

I.C.1. Purchase Method

Adanya Negatif Goodwill

À

Terjadi karena nilai pasar perusahaan tidak sama dan lebih kecil

dengan nilai buku perusahaan di laporan keuangannya.

À

Harga pembelian perusahaan yang di-akuisisi lebih kecil daripada harga

pasar aktiva bersih.

À

Biaya Investasi (Cost of Investment) < Nilai Wajar Net Asset

À

Negatif Goodwill dialokasikan ke Aktiva tidak Lancar dari nilai

wajarnya.

Contoh

PT A mengakuisisi PT X dengan membeli semua aset milik PT X. Biaya

untuk membeli PT X diperoleh melalui penerbitan saham PT A sebanyak

10.000 lembar nilai nominal per lembarnya Rp 10,- dan saham tersebut

dijual dengan harga Rp 46,- per lembarnya.

Cost

of

Investment

Rp 460.000

Negatif Goodwill

= Rp 50.000

Total

Selisih

Nilai

Wajar

Net

Aset

Rp

160.000

Rp

510.000

Rp 210.000

Nilai Buku Net Aset

Rp 300.000

Alokasi negatif goodwill ke Aktiva tidak lancar

Item Nilai Buku Nilai Wajar Pengurangan Jumlah

Kas & Ptg 40.000 40.000 _ 40.000 Persediaan 60.000 80.000 _ 80.000 Tanah 50.000 70.000 70/500 x 50.000 = 7.000 63.000 Bgn & Prtn (net) 250.000 350.000 350/500 x 50.000 = 35.000 315.000 Patent -- 80.000 80/500 x 50.000 = 8.000 72.000

(13)

5

Jurnal di buku PT A saat pembelian:

Kas

dan

Piutang

40.000

Persediaan

80.000

Tanah

63.000

Bangunan

dan

Peralatan 315.000

Patent

72.000

Hutang

Lancar

110.000

Saham

100.000

(14)

6

I.C.2. Polling of Interest

Total nilai nominal saham yang diterbitkan Total nilai nominal saham yang

di-akuisisi, karena :

Jumlah saham yang diterbitkan Jumlah saham yang diakuisisi

Harga nominal saham per buku Harga nominal saham yang diakuisisi

PT A

PT B

Kasus 1

PT B

Kasus 2

PT B

Kasus 3

PT B

Saham

10.000

8.000

5.000

N. Nom 10,-

100.000

80.000

50.000

Saham

300.000

100.000

100.000

80.000

50.000

Agio

Saham

50.000

50.000

50.000

70.000

100.000

Laba di Tahan 150.000

150.000

150.000

150.000

150.000

Jumlah

500.000

300.000

300.000

300.000

300.000

Saham

400.000

400.000

380.000

350.000

Agio Saham

100.000

100.000

120.000

150.000

Laba di Tahan

300.000

300.000

300.000

300.000

Jumlah

800.000

800.000

800.000

800.000

PT A

PT B

Kasus 4

PT B

Kasus 5

PT B

Kasus 6

PT B

Saham

12.000

15.000

18.000

N. Nom 10,-

120.000

150.000

180.000

Saham

300.000

100.000

120.000

150.000

180.000

Agio

Saham

50.000

50.000

30.000

0

(30.000

Laba di Tahan 150.000

150.000

150.000

150.000

150.000

Jumlah

500.000

300.000

300.000

300.000

300.000

Saham

400.000

420.000

450.000

480.000

Agio Saham

100.000

80.000

50.000

20.000

Laba di Tahan

300.000

300.000

300.000

300.000

Jumlah

800.000

800.000

800.000

800.000

(15)

7

Jurnal yang dibuat :

Kasus 3

Net aset 300.000

Saham

50.000

Agio Saham

100.000

Laba ditahan

150.000

Kasus 6

Net

aset

300.000

Disagio Saham 30.000

Saham

180.000

Laba

ditahan

150.000

Soal 1:

PTA

PTB

NB NW

Aktiva

Aktiva Lancar

400.000 200.000 250.000

Aktiva Tetap

300.000 300.000 300.000

Total

700.000 500.000

Pasiva

Hutang

100.000 100.000 150.000

Saham

300.000 200.000

Agio

200.000 100.000

Laba di Tahan

100.000 100.000

Total

700.000 500.000

Pada tanggal 1 Januari 2004 PT A membeli semua aset PT B dengan

menerbitkan 10.000 lbr saham, nilai nominal Rp 25 dan harga pasar Rp 30.

Ditanyakan :

1. Jurnal dan perhitungan dengan metoda polling of interest

2. Jurnal dan perhitungan dengan metoda purchase

3. Neraca konsolidasi metoda polling of interest

4. Neraca konsolidasi metoda purchase

(16)

8

Soal 2:

PT Saman menguasai 100 % aset PT Wisman pada 1 januari 19X8, dengan

menerbitkan 50.000 lembar saham (nominal Rp 4). Saham PT Saman

dihargai Rp 11 per lembar pada saat penjualan. Neraca kedua perusahaan

sebelum akuisisi:

PT Saman

PT Wisman

Nilai

Buku Nilai

Wajar

Nilai

Buku Nilai

Wajar

Total Aset

Rp

800.000Rp

970.000

Rp

400.000Rp

610.000

Total

Hutang

200.000

215.000

100.000

110.000

Total Modal

600.000

- 300.000

-Buatlah neraca konsolidasi dengan menggunakan Metode Polling of Interest

dan Purchase!

Jawab:

Cost

of

Investment Rp

_____________ =

__________

Fair

Value

of

Net

Asset

_______________

=

__________

Goodwill

= __________

Purchase Method:

Total

Asset _________________ =

__________

Total

Hutang

_________________ =

__________

Total

Modal

_________________ =

__________

Polling of Interest Methode:

Total

Asset _________________

=

_________

Total

Hutang

_________________ =

_________

Total

Modal

_________________ =

_________

(17)

9

Soal 3:

PTA PTB Aktiva NB NW Kas 100.000 75.000 75.000 Piutang 175.000 125.000 125.000 Persediaan 150.000 150.000 150.000 Bangunan 225.000 200.000 150.000 Tanah 200.000 150.000 Total 850.000 700.000 Pasiva Akumulasi Depresiasi 100.000 75.000 Hutang 150.000 100.000 120.000 Saham 400.000 300.000 Aglo 100.000 125.000 Laba di Tahan 100.000 100.000 Total 850.000 700.000

Pada tanggal I Januari 2004 PT A membeli semua aset PT B dengan menerbitkan 10,000 Ibr saham saham nilai nominal Rp 25 dan harga pasar Rp50.

Ditanyakan :

1. Jurnal dan perhitungan dengan metoda polling of interest 2. Jurnal dan perhitungan dengan metoda purchase

3. Neraca konsolidasi metoda polling of interest 4. Neraca konsolidasi metoda purchase

Soal 4:

Neraca PT A dan PT B

PT A PT B

Nilai Buku Nilai Buku Nilai Wajar

Total Aktiva 600.000 500.000 550.000 Total Hutang 200.000 100.000 120.000

Saham 250.000 200.000

Agio Saham 50.000 100.000 Laba diTahan 100.000 100.000

PT A membeli semua aset PT B dengan menerbitkan 8.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp 20,- per lembar dan dijual dengan harga Rp 55,- per lembarnya. Diminta: 1. Bagaimana perhitungan dan jurnal dengan metode purchase

(18)

10 3. Buat neraca konsoldasi dengan kedua metoda tersebut diatas

Soal 5:

Pada tanggal kombinasi usaha, PT Premix menukarkan 4.000 lbr saham

dengan nilai nominal Rp 10 untuk semua aktiva PT Standar. Harga pasar

saham PT Premix Rp 60,-.

NERACA

PT Premix PT STANDAR

NB NW NB NW

Aktiva

Kas & Piutang 100.000 100.000 10.000 10.000 Persediaan 200.000 220.000 30.000 55.000 Bangunan 450.000 400.000 120.000 125.000 Akm. Depresiasi (150.000) - (20.000) -Tanah 50.000 70.000 50.000 30.000 Total Pasiva Hutang 50.000 50.000 40.000 40.000 Saham 200.000 - 50.000 Agio 30.000 - 10.000 Laba di Tahan 370.000 - 90.000 Total 650.000 - 190.000

Ditanyakan :

5. Jurnal dan perhitungan dengan metoda polling of interest

6. Jurnal dan perhitungan dengan metoda purchase

7. Neraca konsolidasi metoda polling of interest

8. Neraca konsolidasi metoda purchase

(19)

BAB III

Pelaporan Investasi Saham Perusahaan

Metode Pelaporan investasi saham

1. Konsolidasi

2. Equity Method

3. Cost Method

Konsolidasi

1. Merupakan penggabungan pelaporan keuangan aktiva, pasiva,

pendapatan dan biaya dari 2 atau lebih perusahaan yang seolah-olah

sebagai satu perusahaan.

2. Proses konsolidasi melibatkan eliminasi semua aktivitas dan

kepemilikan antarperusahaan.

3. Digunakan untuk suatu perusahaan (Induk Perusahaan) yang

mengendalikan perusahaan lain (Anak Perusahaan), yang

kepemilikannya lebih dari 50 % saham anak perusahaan.

Equity Method

1. Laporan dari investor ( pelaku investasi) yang mempengaruhi secara

signifikan operasi dan kebijakan keuangan dari investee.

2. Investor memegang 20 – 50 % saham perusahaan lain

3. Pendapatan diakui seperti pendapatan yang diperoleh dari investee.

4. Investasi sebesar prosentase saham dari net aset, pendapatan sebesar

prosentase saham dari pendapatan bersih.

5. Mencatat investasi, baik yang berpengaruh langsung maupun yang

tidak langsung bagi investor.

Cost Method

1. Digunakan jika metode equity dan konsolidasi tidak tepat

2. Investor mengakui pendapatan investasi jika pendapatan telah

didistribusikan oleh investee sebagai deviden.

(20)

Diagram Metoda Pelaporan Investasi Saham

0 %

20 %

50 %

100 %

Pengaruh

Pengaruh Pengendalian

Tdk signifikan

Signifikan

Cost Method

Equity Method

Consolidation

COST METHOD:

PT ABC membeli 20 % saham PT XYZ sebesar xxxx pada awal tahun,

maka catatan jurnal di perusahaan ABC adalah :

(1)

Investasi pada Saham XYZ

xxxx

Kas

xxxx

( Mencatat pembelian 20% saham PT XYZ sebesar xxxx )

Selama setahun PT XYZ melaporkan pendapatan bersih sebesar zzzz

(2)

( Tidak dicatat )

Selama setahun PT XYZ membayar deviden sebesar yyyy

(3) Kas

vvvv

Pendapatan Deviden

vvvv

(21)

EQUITY METHOD:

PT ABC membeli 40 % saham PT XYZ sebesar xxxx pada awal tahun,

maka catatan jurnal di perusahaan ABC adalah:

(1)

Investasi pada Saham XYZ

xxxx

Kas

xxxx

( Mencatat pembelian 40 % saham PT XYZ, sebesar xxxx )

Selama setahun PT XYZ melaporkan pendapatan bersih yyyy

(2)

Investasi pada Saham XYZ

vvvv

Pendapatan dari investee

vvvv

(Mencatat pendapatan investasi dari PT XYZ, vvvv = yyyy x 40 % )

Selama setahun PT XYZ membayar deviden zzzz

(3) Kas

gggg

Investasi pada saham XYZ

gggg

(Mencatat pendapatan deviden dari PT XYZ, gggg = zzzz x 40 % )

Selama setahun PT XYZ mencatat depresiasi atau amortisasi sebesar cccc

(4)

Pendapatan dari investee

qqqq

Investasi di XYZ

qqqq

( Mencatat depresiasi & amortisasi dari PT XYZ, qqqq = cccc x 40 % )

Neraca Investasi Saham di PT XYZ pada pembukuan ABC tahun H adalah

Investasi Saham XYZ Tahun H

Biaya awal

Xxxx Depresiasi

Qqqq

Tambahan modal

Vvvv Deviden

Gggg

(22)

II.A. Cost Method:

ABC membeli 20 % saham PT XYZ sebesar 100.000 tunai pada awal

tahun, selama setahun PT XYZ melaporkan pendapatan bersih (net income)

50.000 dan membayar deviden 20.000. Maka catatan di perusahaan ABC

adalah:

(1)

Investasi pada Saham XYZ

100.000

Kas

100.000

(Mencatat Pembelian Saham XYZ)

(2) Kas

4.000

Pendapatan Deviden

4.000

Mencatat Pendapatan Deviden dari XYZ ( 20.000 X 20 % )

Investasi di XYZ pada Buku ABC Tahun 19x1 adalah

Investasi Saham XYZ Tahun 19x1:

Biaya Investasi

100.000

100.000

II.B. Equity Method:

ABC membeli 40 % saham PT XYZ sebesar 200.000 tunai pada awal

tahun, selama setahun PT XYZ melaporkan pendapatan bersih/net income

50.000 dan membayar deviden 20.000. Maka jurnal di buku perusahaan

ABC adalah:

(1)

Investasi pada Saham XYZ

200.000

Kas

200.000

Mencatat pembelian saham XYZ

(2)

Investasi pada Saham XYZ

20.000

Pendapatan dari investee

20.000

Mencatat pendapatan dari investasi di XYZ ( 50.000 x 40 % )

(23)

(3) Kas

8.000

Investasi pada saham XYZ

8.000

Mencatat pendapatan deviden dari XYZ ( 20.000 x 40 % )

Investasi di XYZ pada Buku ABC Tahun 19x1 adalah:

Investasi Saham XYZ Tahun 19x1

Biaya awal

200.000

Tambahan modal

20.000 Deviden

8.000

Neraca akhir

212.000

Jika pembelian saham dilakukan pada tahun berjalan:

Misal ABC membeli saham XYZ pada tanggal 1 Oktober 19x1, maka

catatan pendapatan PT. XYZ adalah: 50.000 x 40 % x 1 = 5.000

4

Investasi Saham XYZ Tahun 19xi

Biaya awal

200.000

Tambahan modal

5.000 Deviden

8.000

Neraca akhir

197.000

Jika PT ABC membeli 40 % kepemilikan PT XYZ dengan mengeluarkan

10.000 saham nilai nominal Rp 4,5 per saham dan harga pasar saham Rp 20

per lembar, maka jurnal investasi pada PT XYZ di buku PT ABC adalah:

Investasi di PT XYX

200.000

Saham

45.000

Agio saham

155.000

( 4,5 x 10.000 = 45.000 ) & ( 20 x 10.000 = 200.000 )

(24)

PT ABC membeli 40 % saham PT XYZ sebesar Rp 200.000 tunai pada

awal tahun, selama setahun PT XYZ melaporkan pendapatan bersih (net

income) Rp 50.000 dan membayar deviden Rp 20.000. PT XYZ

mempunyai net asset nilai buku Rp 400.000 dan harga wajar Rp 465.000.

Kelebihan harga wajar itu adalah tambahan tanah 15.000 dan peralatan

50.000. Diasumsikan sisa umur dari peralatan 5 tahun dan aset intangible 7

tahun, maka catatan di ABC :

Cost of investment

200.000

Kelebihan biaya investasi atas

nilai wajar, 14.000 = Goodwill

Total deferensial

Nilai wajar net asset

40.000

186.000

( 465.000 x 40 % )

Kelebihan nilai wajar atas nilai

buku = 26.000

Nilai buku net asset

160.000

( 400.000 x 40 % )

Saham ABC pada tambahan nilai aset XYZ adalah:

Total tambahan

40 % Saham ABC

Tanah

15.000

6.000 (15.000 x 40 %)

Peralatan

50.000

20.000 (50.000 x 40 %)

65.000 26.000

Amortisasi atas peralatan dan goodwill:

Peralatan (20.000/5 tahun ) =

4.000

Goodwill (14.000/7 tahun ) =

2.000

Total Amortisasi :

6.000

(25)

(1) Investasi di XYZ

200.000

Kas

200.000

Mencatat Investasi PT ABC di PT XYZ

(2) Investasi di XYZ

20.000

Pendapatan dari investee

20.000

Mencatat pendapatan PT XYZ

(3) Kas

8.000

Investasi di XYZ

8.000

Mencatat deviden dari PT XYZ

(4) Pendapatan dari investee

6.000

Investasi di XYZ

6.000

Mencatat amortisasi peralatan dan goodwill

(26)

II.C. Kasus Khusus

II.C.1. Cost Method

1. Deviden yang dibayar > Pendapatan Investee

Deviden dipandang dari sisi Investor sebagai Likuidasi Deviden

Likuidasi deviden merupakan kumulatif total deviden yang

diterima terhadap pendapatan investee sejak akuisisi atau setelah

adanya likuidasi deviden sebelumnya

Pendapatan

(10%)

Pendpatan

Kumulatif

tdk

Kas Pendpatan

Pengurangan

Thn Bersih Deviden

didistribusikan Diterima Deviden Investasi

1 100.000 70.000

30.000

7.000

7.000

0

2 100.000

120.000

10.000

12.000

12.000

0

3 100.000

120.000

0

12.000

11.000 1.000

4 100.000

120.000

0

12.000

10.000 2.000

5 100.000 70.000

30.000

7.000

7.000

0

Jurnal 3:

Kas

12.000

Investasi

1.000

Pendapatan

deviden

11.000

2. Akuisisi thn berjalan

3. Pembelian saham Æ Catatan akuntansi sama seperti cost

method

4. Penjualan saham Æ Seperti akuntansi penjualan aktiva –

investasi Jangka Panjang.

(27)

II.C.2. Equity Method

1. Selisih biaya investasi dgn nilai buku net aset investee

Æ Goodwill, Net asset Æ di-amortisasi

2. Transaksi antarperusahaan akan dikurangi sebesar transaksi aset-nya

Pada contoh sebelumnya dan Jika PT XYZ menjual tanah kepada PT ABC

sebesar Rp 125.000, tanah tersebut dibeli oleh PT XYZ Rp 75.000 maka :

Laba PT XYZ = Rp 50.000 Æ porsi PT ABC = Rp 50.000 x 40 % = Rp

20.000

Porsi PT ABC – laba tanah Rp

20.000

Porsi selisih tanah

6.000

Laba yg diakui PT ABC

14.000

Soal halaman 24

Jika PT XYZ melaporkan pendapatan bersih Rp 150.000 (termasuk tanah),

maka PT ABC mencatat :

(1) Investasi di XYZ

60.000

Pendapatan dari investee

60.000

( Mencatat pendapatan PT XYZ 150.000 x 40% )

(2) Pendapatan dari investee

6.000

Investasi di XYZ

6.000

( Mencatat menghapusan selisih thd tanah yang dijual )

3. Pembelian saham Æ pendapatan bersih sesuai dengan porsi saham dan

tanggal pembeliannya

4. Penjualan saham Æ Seperti akuntansi penjualan aktiva – investasi

Jangka Panjang.

5. Perubahan metode akuntansi

(28)

BAB IV

Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan Keuangan Konsolidasi menyajikan posisi keuangan dan hasil

operasi dari sebuah grup perusahaan, terdiri dari induk perusahaan dan

satu atau lebih anak perusahaan yang seolah-olah sebagai satu

perusahaan.

Induk dan anak perusahaan berafiliasi berdasarkan kepemilikan saham

induk perusahaan terhadap anak.

Manfaat Laporan Keuangan Konsolidasi:

1 Untuk kepentingan jangka panjang, efek anak perusahaan thd induk

2 Manajemen induk perusahaan thd kinerja grup perusahaan

3 Kepentingan informasi pihak luar

Keterbatasan Laporan Keuangan Konsolidasi:

1 Kelemahan kinerja keuangan anggota perusahaan akan tertutupi

2 Rasio keuangan tidak mencerminkan rasio keuangan perusahaan

3 Ketidaktepatan penyusunan rekening akuntansi seluruh perusahaan

4 Kekuranglengkapan catatan laporan keuangan perusahaan individu

PT Poni membeli dgn nilai buku semua saham PT Soni. Pada akhir tahun,

Neracanya :

Poni

Soni

Aktiva

Kas 5.000

3.000

Piutang (net)

84.000

30.000

Persediaan 95.000

60.000

Aset Tetap

375.000

250.000

Aset lain

25.000

15.000

Investasi Saham Soni

300.000

Total 884.000

358.000

Pasiva

Hutang Jangka Pendek

60.000

8.000

Hutang jangka Panjang

200.000

50.000

Saham 500.000

200.000

Laba di Tahan

124.000

100.000

Total 884.000

358.000

(29)

1. Poni menggunakan metode equity untuk mencatat investasi di PT Soni

2. Soni berhutang kepada Poni sebesar Rp 1.000

3. Soni beli brg dg Rp 6.000 dari Poni, harga pokoknya Rp 4.000

Saham antarperusahaan

INDUK INDUK ANAK Hutang/Piutang SAHAM Saham Anak ANAK

Hutang - Piutang antarperusahaan

HPP

INDUK

Pembelian

Penjualan

ANAK

Jual - Beli antarperusahaan

(30)

31 Desember 19X1

Poni

Soni

Eliminasi

Debet

Kredit

Konsoli-dasi

Aktiva

Kas 5.000 3.000 8.000 Piutang(net) 84.000 30.000 (a) 1.000 113.000 Persediaan 95.000 60.000 (b) 2.000 153.000 Aset Tetap 375.000 250.000 625.000 Aset lain 25.000 15.000 40.000

Investasi Saham Soni 300.000 (c) 300.000

Total

884.000 358.000 303.000 939.000

Pasiva

Hutang Jangka Pendek 60.000 8.000 (a) 1.000 67.000

Hutang Jangka Panjang 200.000 50.000 250.000

Saham 500.000 200.000 (c) 200.000 500.000

Laba di Tahan 124.000 100.000 (c) 100.000

(b) 2.000 122.000

(31)

BAB V

Laporan Konsolidasi Pada Tanggal Akuisisi

PT PERON

PT SERIAL

Nilai Buku

Nilai Buku

Kas

350.000

50.000

Piutang 75.000

50.000

Persediaan 100.000

60.000

Tanah 175.000

40.000

Bangunan - Peralatan

800.000 600.000

Akm. Depresiasi

(400.000)

(300.000)

Total Aset

1.100.000

500.000

Hutang Lancar

100.000

100.000

Hutang Wesel

200.000

100.000

Saham 500.000

200.000

Laba di Tahan

300.000

100.000

Total Hutang & Modal

1.100.000

500.000

IV.A. Pembelian Kepemilikan Penuh pada Nilai Buku

Î PT Peron membeli semua saham PT Serial seharga Rp 300.000,- tunai.

Pada tanggal penggabungan nilai wajar PT Serial sama dengan nilai

bukunya. Maka total saham yang diperoleh adalah: 100.000 + 200.000 =

300.000

Cost of Investment

=

300.000

Nilai Buku: Saham

200.000

Laba di Tahan100.000 +

Saham Peron :

300.000

x 100 %

= (300.000) _

Selisih :_____________ =

0

(1) Investasi di PT Serial

300.000

Kas

300.000

( Mencatat pembelian PT Serial )

(32)

Maka Neraca kedua perusahaan tersebut

PT PERON

PT SERIAL

Nilai Buku

Nilai Buku

Kas

50.000

50.000

Piutang 75.000

50.000

Persediaan 100.000

60.000

Tanah 175.000

40.000

Bangunan - Peralatan 800.000 600.000

Akm. Depresiasi

(400.000)

(300.000)

Investasi di PT Serial

300.000

Total Aset

1.100.000

500.000

Hutang Lancar

100.000

100.000

Hutang Wesel

200.000

100.000

Saham 500.000

200.000

Laba di Tahan

300.000

100.000

Total Hutang & Modal

1.100.000

500.000

E.2 Saham-PT Serial

200.000

Laba di Tahan

100.000

Investasi di PT Serial

300.000

( Mencatat Eliminasi di Serial )

(33)

Kertas Kerja Konsolidasi

PT Peron PT Serial

Eliminasi

Konsolidasi

Nilai

Buku

Nilai

Buku

Debit Kredit

Kas

50.000

50.000

100.000

Piutang 75.000

50.000

125.000

Persediaan 100.000

60.000

160.000

Tanah 175.000

40.000

215.000

Bangunan &

Peralatan

800.000 600.000

1.400.000

Investasi di PT

Serial

300.000

(2)

300.000

Total Aset

1.500.000

800.000

2.000.000

Akm.

Depresiasi

400.000 300.000

700.000

Hutang Lancar

100.000

100.000

200.000

Hutang Wesel

200.000

100.000

300.000

Saham 500.000

200.000 (2)

200.000

500.000

Laba di Tahan

300.000 100.000 (2)

100.000

300.000

Total Hutang

& Modal

1.500.000 800.000

300.000

300.000

2.000.000

Neraca Konsolidasi

PT Peron

Kas

100.000

Hutang Lancar

200.000

Piutang

125.000

Hutang

Wesel

300.000

Persediaan

160.000

Tanah

215.000

Modal

:

Bangunan -

Peralatan

1.400.000 Saham

500.000

Akm. Depresiasi (700.000)

700.000

Laba di Tahan

300.000

Total Aset

1.300.000

Total Hutang & Modal

1.300.000

(34)

IV.B. Pembelian Kepemilikan Penuh diatas Nilai Buku

Î PT Peron membeli semua saham PT Serial seharga Rp 340.000,-.

Sehingga PT Peron membayar Rp 40.000,- di atas nilai bukunya

Cost of Investment

=

340.000

Nilai Buku: Saham

200.000

Laba di Tahan 100.000 +

Saham Peron :

300.000

x 100 %

= (300.000) _

Selisih :_____________ =

40.000

(3) Investasi PT Serial

340.000

Kas

340.000

( Mencatat pembelian PT Serial )

E.4 Saham-PT Serial

200.000

Laba di Tahan

100.000

Selisih

40.000

Investasi di PT Serial

340.000

( Mencatat Eliminasi di Serial )

IV.B.1. Penyajian Selisih Positif Nilai Wajar diatas Nilai Buku

PT SERIAL

PT SERIAL

SELISIH

Nilai Buku

Nilai Wajar

Kas

50.000

50.000

0

Piutang 50.000

50.000

0

Persediaan 60.000

60.000

0

Tanah 40.000

80.000

40.000

Bangunan - Peralatan 600.000 300.000

0

Akm. Depresiasi

(300.000)

Total Aset

500.000

540.000

40.000

Hutang Lancar

100.000

100.000

0

Hutang Wesel

100.000

100.000

0

Saham 200.000

200.000

0

Laba di Tahan

100.000

100.000

0

Total Hutang & Modal

500.000

500.000

(35)

Jika Nilai wajar tanah PT Serial 40.000 lebih besar dari nilai buku dan

semua aset serta hutang sama dengan nilai buku maka selisih tersebut

dialokasikan ke tanah:

E.4 Saham-PT Serial

200.000

Laba di Tahan

100.000

Selisih

40.000

Investasi di PT Serial

340.000

( Mencatat Eliminasi di PT Serial )

E.5 Tanah

40.000

Selisih

40.000

( Mencatat alokasi selisih ke tanah )

PT Peron PT Serial _____Eliminasi_____ Konsolidasi

Debit Kredit Kas Rp 10.000 Rp 50.000 60.000 Piutang 75.000 50.000 125.000 Persediaan 100.000 60.000 160.000 Tanah 175.000 40.000 (5) 40.000 255.000 Bangunan - Peralatan 800.000 600.000 1.400.000 Investasi di Serial 340.000 (4) 340.000 Selisih (4) 40.000 (5) 40.000 Total Debit 1.500.000 800.000 2.000.000 Ak. Depr. 400.000 300.000 700.000 Hutang Lancar 100.000 100.000 200.000 Hutang Wesel 200.000 100.000 300.000 Saham 500.000 200.000 (4) 200.000 500.000 Laba di Tahan 300.000 100.000 (4) 100.000 300.000 Total Kredit 1.500.000 800.000 380.000 380.000 2.000.000 5

(36)

IV. B.2. Penyajian Selisih Positif Nilai Wajar sama dengan Nilai

Buku

PT Serial

PT Serial

Selisih

Nilai Buku

Nilai Wajar

Kas

50.000

50.000

0

Piutang 50.000

50.000

0

Persediaan 60.000

60.000

0

Tanah 40.000

40.000

0

Bangunan - Peralatan 600.000 300.000

0

Akm. Depresiasi

(300.000)

Total Aset

500.000

500.000

Hutang Lancar

100.000

100.000

0

Hutang Wesel

100.000

100.000

0

Saham 200.000

200.000

0

Laba di Tahan

100.000

100.000

0

Total Hutang & Modal

1.100.000

500.000

Jika Nilai wajar atas net asset Serial sama dengan nilai bukunya dan selisih

40.000 dialokasikan ke goodwill :

E.6 Goodwill

40.000

Selisih

40.000

( Mencatat alokasi selisih ke Goodwill )

(37)

IV.B.3. Contoh Penerapan Selisih Positif

Nilai Buku Nilai Wajar

Selisih

Kas

Rp 50.000

Rp 50.000

Piutang

50.000

50.000

Persediaan

60.000

75.000

15.000

Tanah

40.000

100.000

60.000

Bangunan - Peralatan 600.000

Ak. Depr

(300.000)

300.000

290.000 (10.000)

500.000 565.000

Hutang Dagang

100.000

100.000

Hutang Wesel

100.000

135.000

(35.000)

Saham

200.000

Laba di Tahan

100.000 ______ ______

500.000 235.000

30.000

Misal PT Peron beli 100% Saham PT Serial dengan Kas 300.000,- &

Hutang Wesel 100.000,-

Cost of Investment

=

400.000

Nilai Buku: Saham

200.000

Laba di Tahan 100.000

Saham Peron : 300.000

x 100 %

= (300.000)

Selisih :_____________ =

100.000

1 Januari 19X1:

7

Investasi Saham Serial

400.000

Hutang

Wesel

100.000

Kas

300.000

Cost of Investment

( Rp 400.000 )

Goodwill = Rp 70.000

Total Selisih Nilai Wajar Net Aset

Rp 100.000

( Rp 330.000 )

Nilai Buku Net Aset

( Rp 300.000 )

Rp 30.000

E.8 Saham - Serial

200.000

(38)

8

Laba di Tahan

100.000

Selisih

100.000

Investasi di Serial

400.000

(Eliminasi N/R Investasi)

E.9 Persediaan

15.000

Tanah

60.000

Goodwill

70.000

Bangunan-Peralatan

10.000

Hutang

Wesel

35.000

Selisih

100.000

( Alokasi selisih)

Eliminasi

PT Peron PT Serial Debit Kredit Konsolidasi

Kas Rp 50.000 Rp 50.000 100.000 Piutang 75.000 50.000 125.000 Persediaan 100.000 60.000 (9) 15.000 175.000 Tanah 175.000 40.000 (9) 60.000 275.000 Bangunan - Peralatan 800.000 600.000 (9) 10.000 1.390.000 Goodwill (9) 70.000 70.000 Investasi di Serial 400.000 (8) 400.000 Selisih ________ _______ (8) 100.000 (9) 100.000 _________ Total Debit 1.600.000 800.000 2.135.000 Ak. Depr. 400.000 300.000 700.000 Hutang Lancar 100.000 100.000 200.000 Hutang Wesel 300.000 100.000 400.000 Premium Hutang Wesel (9) 35.000 35.000

Saham 500.000 200.000 (8) 200.000 500.000 Laba di Tahan 300.000 100.000 (8) 100.000 _______ __300.000

(39)

IV.C. Pembelian Kepemilikan Penuh dibawah Nilai Buku

Penyajian Selisih Negatif

Nilai Buku

Nilai Wajar

Selisih

Kas

Rp 50.000

Rp 50.000

Piutang

50.000

50.000

Persediaan

60.000

60.000

Tanah

40.000

45.000

5.000

Bangunan - Peralatan

600.000

Ak. Depr

(300.000)

300.000

280.000 (20.000)

500.000 485.000

Hutang Dagang

100.000

100.000

Hutang Wesel

100.000

100.000

Saham

200.000

Laba di Tahan

100.000 ______

______

500.000 200.000 15.000

Æ PT Peron membeli semua saham PT Serial dengan harga Rp 260.000,-

Cost of Investment

=

260.000

Nilai Buku: Saham

200.000

Laba di Tahan 100.000

Saham Peron :

300.000

x 100 %

= (300.000)

Selisih

: _____________ =

(40.000)

1 Januari 19X1:

(10) Investasi di Saham Serial 260.000

Kas

260.000

(Mencatat pembelian saham PT Serial)

Nilai Buku Net Aset

Rp 300.000

Kelebihan Nilai Buku Net Asset

atas Nilai Wajar Rp 15.000

Total

Selisih

Nilai Wajar Net Aset

Rp

(40.000)

Rp 285.000

Kelebihan Nilai Wajar Net Aset

atas Biaya Investasi Rp 25.000

Cost of Investment

Rp 260.000

(40)

E.11 Saham - Serial

200.000

Laba di Tahan

100.000

Investasi di Serial

260.000

Selisih

40.000

(Eliminasi N/R Investasi)

E.12 Tanah

5.000

Selisih

15.000

Bangunan-Peralatan

20.000

(alokasi selisih ke nilai wajar)

E.13 Selisih

25.000

Tanah

3.462

Bangunan-Peralatan

21.538

( Alokasi sisa selisih kredit)

Alokasi Negatif Goodwill Æ ke Aktiva tidak lancar

Tanah

45.000

45/325 x Rp 25.000

= Rp 3.462

Bangunan-Peralatan 280.000 280/325

x

Rp 25.000 =

Rp 21.538

325.000

Rp 25.000

= Rp 25.000

(41)

IV.D. Pembelian Kepemilikan Mayoritas Pada Nilai Buku

Æ PT Peron membeli 80 % Saham PT Serial seharga Rp 240.000,- tunai

Cost of Investment

=

240.000

Nilai Buku: Saham

200.000

Laba di Tahan 100.000

Saham Peron :

300.000

x 80 %

= (240.000)

Selisih

: ____________ =

0

1 Januari 19X1:

(14) Investasi di Saham Serial 240.000

Kas

240.000

( Mencatat pembelian Saham PT Serial )

E.15 Saham - Serial

200.000

Laba di Tahan

100.000

Investasi di Serial

240.000

Pihak

Minoritas 60.000

( Eliminasi N/R Investasi dan menentukan Minoritas)

Minoritas Rp 60.000 = (200.000+100.000) x 20 % )

Kertas Kerja Konsolidasi

(42)

PT Peron PT Serial Eliminasi Nilai Buku Nilai Buku Debit Kredit Konsoli-dasi Kas 110.000 50.000 160.000 Piutang 75.000 50.000 125.000 Persediaan 100.000 60.000 160.000 Tanah 175.000 40.000 215.000 Bangunan - Peralatan 800.000 600.000 1.400.000 Investasi PT Serial 240.000 (15) 240.000 Total Aset 1.500.000 800.000 2.060.000 Akm. Depresiasi 400.000 300.000 700.000 Hutang Lancar 100.000 100.000 200.000 Hutang Wesel 200.000 100.000 300.000 Saham 500.000 200.000 (15) 200.000 500.000 Laba di Tahan 300.000 100.000 (15) 100.000 300.000 Pihak Minoritas (15) 60.000 60.000 Total Hutang &

Modal

1.500.000 800.000 364.000 364.000 2.060.000

Neraca Konsolidasi - PT Peron & Anak perusahaan

Kas 160.000 Hutang Lancar 200.000 Piutang 125.000 Hutang Wesel 300.000 Persediaan 160.000 Pihak Minoritas 60.000

Tanah 215.000 Modal :

Bangunan - Peralatan

1.400.000 Saham 500.000

Akm. Depresiasi (700.000) 700.000 Laba di Tahan 300.000

Total Aset 1.360.000 Total Hutang & Modal 1.360.000

(43)

IV.E Pembelian Kepemilikan Mayoritas Diatas Nilai Buku

Æ PT Peron membeli 80 % Saham PT Serial seharga Rp 272.000,- tunai

Cost of Investment

=

272.000

Nilai Buku: Saham

200.000

Laba di Tahan 100.000

Saham Peron :

300.000

x 80 %

= (240.000)

Selisih

: ____________ =

32.000

1 Januari 19X1:

(16) Investasi di Saham Serial 272.000

Kas

272.000

( Mencatat pembelian Saham PT Serial )

E.17 Saham - Serial

200.000

Laba di Tahan

100.000

Selisih

32.000

Investasi di Serial

272.000

Pihak

Minoritas 60.000

( Eliminasi N/R Investasi dan menentukan Minoritas)

Minoritas Rp 60.000 = (200.000+100.000) x 20 % )

Cost of Investment

Rp 272.000

Goodwill

= Rp 24.000

Total

Selisih

Nilai Wajar Net Aset

Rp 32.000 Rp 248.000 (80%)

= Rp 8.000

Nilai Buku Net Aset

Rp 240.000 (80%)

Diasumsikan nilai wajar tanah Rp 10.000,- diatas nilai bukunya, sisanya

dialokasikan ke Goodwill

E.18 Tanah

8.000

Goodwill 24.000

Selisih

32.000

( Alokasi selisih ke tanah dan Goodwill)

Kertas Kerja Konsolidasi

(44)

PT PERON PT SERIAL ELIMINASI KONSO LIDASI Nilai Buku Nilai Buku Debit Kredit Kas 78.000 50.000 128.000 Piutang 75.000 50.000 125.000 Persediaan 100.000 60.000 160.000 Tanah 175.000 40.000 (18) 8.000 223.000 Bangunan - Peralatan 800.000 600.000 1.400.000 Goodwill (18) 24.000 24.000 Investasi di PT Serial 272.000 (17) 272.000 Selisih (17) 32.000 (18) 32.000 Total Aset 1.500.000 800.000 2.060.000 Akm. Depresiasi 400.000 300.000 700.000 Hutang Lancar 100.000 100.000 200.000 Hutang Wesel 200.000 100.000 300.000 Saham 500.000 200.000 (17) 200.000 500.000 Laba di Tahan 300.000 100.000 (17) 100.000 300.000 Pihak Minoritas (17) 60.000 60.000

Total Hutang & Modal

1.500.000 800.000 364.000 364.000 2.060.000

(45)

BAB VI

Kertas Kerja Konsolidasi

Format Kertas Kerja Konsolidasi

ITEM NERACA LAJUR JURNAL ELIMINASI SALDO

Induk Anak Debit Kredit KONSOLIDASI

Kredit :

Pendapatan Keuntungan LAPORAN RUGI - LABA

Debit :

Biaya

Rugi

Pendapatan Bersih Pendapatan Bersih

LABA DI TAHAN, Awal + Pendapatan Bersih -- Dividen LAPORAN PERUBAHAN MODAL

LABA DI TAHAN, Akhir LABA DI TAHAN, Akhir

Debit : Debit :

AKTIVA

Kredit LAPORAN NERACA Kredit :

HUTANG

SAHAM

LABA DI TAHAN

(46)

PT Induk membeli semua saham PT Anak Rp 300.000,- tunai. PT Anak

melaporkan pendapatan bersih Rp 50.000 dan membagi deviden Rp 30.000.

PT INDUK

PT ANAK

Kas 210.000

75.000

Piutang 75.000

50.000

persediaan 100.000

75.000

Tanah 175.000

40.000

Bangunan 800.000

600.000

Investasi di PT Anak

320.000

-

Harga Pokok Penjualan

170.000

115.000

Depresiasi 50.000

20.000

Biaya lain

40.000

15.000

Deviden 60.000

30.000

Akm. Depresiasi

450.000

320.000

Hutang dagang

100.000

100.000

Hutang wesel

200.000

100.000

Saham

500.000

200.000

L/D Awal

300.000

100.000

Penjualan

400.000

200.000

Pendapatan dari PT Anak

50.000

2.000.000

2.000.000

1.020.000

1.020.000

(1) Investasi-Anak

300.000

Kas

300.000

(Mencatat pembelian 100% saham PT Anak)

(2) Investasi-Anak

50.000

Pendapatan-Anak 50.000

(Mencatat pendapatan PT Anak = 50.000 x 100% )

(3) Kas

30.000

Investasi-Anak

30.000

(Mencatat pendapatan deviden PT Anak = 30.000 x 100% )

E(4) Pendapatan-Anak

50.000

Deviden

30.000

Investasi-Anak

20.000

E(5) Saham

200.000

L/D

100.000

Investasi-Anak

300.000

Item Induk

Anak

Eliminasi

(47)

Debit

Kredit Saldo

Penjualan 400.000 200.000 600.000 Pendapatan dr Anak 50.000 (4) 50.000 Kredit 450.000 200.000 600.000 Harga Pokok Penjualan 170.000 115.000 285.000 Depresiasi & amortisasi 50.000 20.000 70.000 Biaya lain 40.000 15.000 55.000 Debit (260.000) (150.000) (410.000) Pendapatan Minoritas Pendapatan Bersih 190.000 50.000 50.000 190.000 L/D, 1 Januari 300.000 100.000 (5) 100.000 300.000 Pendapatan Bersih 190.000 50.000 50.000 190.000 490.000 150.000 490.000 Dividen (60.000) (30.000) (4) 30.000 (60.000) L/D, 31 Desember 430.000 120.000 150.000 30.000 430.000 Kas 210.000 75.000 285.000 Piutang 75.000 50.000 125.000 Persediaan 100.000 75.000 175.000 Tanah 175.000 40.000 215.000 Bangunan 800.000 600.000 1.400.000 Investasi 320.000 (4) 20.000 (5) 300.000 Debit 1.680.000 840.000 2.200.000 Akm. Depresiasi 450.000 320.000 770.000 Hutang Dagang 100.000 100.000 200.000 Hutang Wesel 200.000 100.000 300.000 Saham 500.000 200.000 (5) 200.000 500.000 L/D 430.000 120.000 150.000 30.000 430.000 Minoritas Kredit 1.680.000 840.000 350.000 350.000 2.200.000

PT Induk membeli 80 % saham PT Anak Rp 240.000,- tunai. PT Anak

melaporkan pendapatan bersih Rp 50.000 dan membagi deviden Rp 30.000

(48)

PT INDUK PT ANAK Kas 264.000 75.000 Piutang 75.000 50.000 Persediaan 100.000 75.000 Tanah 175.000 40.000 Bangunan 800.000 600.000 Investasi di PT Anak 256.000 - Harga Pokok Penjualan 170.000 115.000

Depresiasi 50.000 20.000 Biaya lain 40.000 15.000 Deviden 60.000 30.000 Akm. Depresiasi 450.000 320.000 Hutang dagang 100.000 100.000 Hutang wesel 200.000 100.000 Saham 500.000 200.000 L/D Awal 300.000 100.000 Penjualan 400.000 200.000

Pendapatan dari PT Anak 40.000

1.990.000 1.990.000 1.020.000 1.020.000

(1) Investasi-Anak 240.000 E(4) Pendapatan-Anak 40.000

Kas 240.000 Deviden 24.000

Investasi-Anak 16.000

(2) Investasi-Anak 40.000

Pendapatan-Anak 40.000 E(5) Saham 200.000

L/D 100.000

(3) Kas 24.000 Investasi-Anak 240.000 Investasi-Anak 24.000 Minoritas 60.000

E(6) Pendpt Minoritas 10.000

Deviden 6.000 Minoritas 4.000

Item Induk Anak Eliminasi

Debit Kredit Saldo

(49)

Penjualan 400.000 200.000 600.000 Pendapatan Anak 40.000 (4 ) 40.000 Kredit 440.000 200.000 600.000 HPP 170.000 115.000 285.000 Depresiasi & amortisasi 50.000 20.000 70.000 Biaya lain 40.000 15.000 55.000 Debit (260000) (150000) (410000) 190.000 Pendapatan Minoritas (6 ) 10.000 (10000) Pendapatan Bersih 180.000 50.000 50.000 180.000 L/D, 1 Januari 300.000 100.000 (5 ) 100.000 300.000 Pendapatan Bersih 180.000 50.000 50.000 180.000 480.000 150.000 480.000 Dividen (60000) (30000) (4 ) 24.000 (6 ) 6.000 (60000) L/D, 31 Desember 420.000 120.000 150.000 30.000 420.000 Kas 264.000 75.000 339.000 Piutang 75.000 50.000 125.000 Persediaan 100.000 75.000 175.000 Tanah 175.000 40.000 215.000 Bangunan 800.000 600.000 1.400.000 Investasi 256.000 (4 ) 16.000 (5 ) 240.000 Debit 1.670.000 840.000 2.254.000 Akm. Depresiasi 450.000 320.000 770.000 Hutang Dagang 100.000 100.000 200.000 Hutang Wesel 200.000 100.000 300.000 Saham 500.000 200.000 (5 ) 200.000 500.000 L/D 420.000 120.000 150.000 30.000 420.000 Minoritas (6 ) 4.000 (5 ) 60.000 64.000 5

(50)

Kredit 1.670.000 840.000 350.000 350.000 2.254.000

(51)

Chapter 7

TRANSAKSI PERSEDIAAN ANTAR PERUSAHAAN

Laporan keuangan konsolidasi dipersiapkan untuk kesatuan usaha yang terkonsolidasi seakan-akan merupakan perusahan tunggal. Oleh karena itu, pengaruh semua transaksi semua perusahaan dengan kesatuan perusahaan harus dieliminasi dalam membuat lapoeran keuangan terkonsolidasi.

Penyajian transaksi persediaan antar perusahaan sama seperti transaksi yang lainnya yakni, tiap kali laporan itu dibuat, semua pengaruh transaksi antar perusahaan yang terjadi pada periode tersebut, dan pengaruh laba yang belum diakui dari transaksi periode sebelumnya harus dieliminasi. Mengenai transaksi persediaan, penjualan dan harga pokok penjualan harus dieliminasi. Dan laba antar perusahaan tidak boleh diakui di konsolidasi. Sampai dikonfirmasikannya penjualan persediaan ke pihak luar, laba antar perusahaan belum direalisir, dieliminasi dan dialokasikan secara proporsional terhadap pemegang saham. Persediaan yang meliputi laba antar perusahaan yang belum direalisir jika diselenggarakan dari suatu periode ke periode berikutnya, maka persediaan akhir periode pertama dan kedua untuk persediaan awal harus dikurangi untuk menghapus laba antar perusahaan belum direalisir dalam direalisir.

Seperti kita ketahui, bahwa metode persedian dalam akuntansi ada dua yaitu metode Perpetual dan metode Periodik. Dalam sistem persediaan perpetual, pembelian barang dagangan langsung didebit ke rekening persediaan barang, penjualan di debit pada harga pokok penjualan serta kredit untuk pengeluaran biaya. Sedangkan dalam sistem persediaan periodik, rekening pembelian barang dagangan di debit dan tidak ada jurnal unutk mengetahui harga pokok penjualan sampai akhir periode berikutnya.

Comprehensive Consolidation Workpaper : Equity Method P7 – 25

1/1-19X4 Cost of investment = 25.000 x $30.000 = $750.000 Book Value = Common Stock $ 400,000

Ad P I C 80,000

Retained Earning 156,000 = $ 636,000

Defferensial = $ 114,000

Allocation Defferential Fran Corp. Amortization Per Year Î Machinery $ 54,000 54,000 : 6 = 9,000 Î Goodwill $ 60,000 60,000 : 20 = 3,000

1/1-19X9, Price paid by Brey Inc. to purchase warehouse = $ 129,000 Book Value: Land 33,000

Building 69,000 = $ 93,000 Gain recorded by Fran Corp. = $ 30,000

• Building Depreciation is recorded by FC : 66,000 : 5 = 13,200 by BI : 86,000 : 5 = 17,200

• Cost of good sold + mark up = $ 180,000 Î X + 100% X = $ 180,000 2X = $ 180,000 X = $ 90,000

(52)

Elimination Entries

E (1) Common stock 400,000 - Add PIC 80,000 - Retained Earning 156,000 - Defferential 114,000 - Invest in Brey Inc. stock - 750,000 (Eliminate begining investmen balance)

E (2) Land, Plant, Equipment 54,000 - Goodwill 60,000 -

Defferential - 114,000 (Assig to defferential)

E (3) Gain on sale of warehouse 30,000 -

Land, Plant, Equipment 30,000 (Eliminate unrealized gain on sale of warehouse)

E (4) Acc. Depreciation 4,000 - Dep & Amortisation - 4,000

(Adjust Depreciate for realization of intercompany gain Î 17,200 – 13,200 = 4,000)

E (5) Dep & Amortisation 12,000 - Acc. Depreciation - 9,000 Goodwill - 3,000

(Amortize to Defferential)

E (6) Equity in Brey Inc. income 178,000 -

Devidend declared - 40,000 Invest in Brey Inc. stock - 138,000 (Eliminate income from subsidiari)

E (7) Sales 180,000 - Cost of Good Sold - 162,000 Inventory - 18,000 (Eliminate intercompany upstream sale of merchandise) 36,000 + 36,000 : 2 = 18,000

18,000 + 144,000 = 162,000

E (8) Account Payable & Accrued Expense 86,000 - Account Receivable - 86,000 (Eliminate intercompany receivable – payable)

(53)

December, 31, 19X9. Consolidate Work Paper :

Eliminate I t e m

Frein Corp. Brey Inc. Debit Kredit Consolidate

Sales (Net) 3,800,000 1,500,000 7) 180,000 5,120,000 Gain on sale of

warehouse 30,000 - 3) 30,000 - -Equity Brey Income 178,000 - 6) 178,000 - -

Credit 4,008,000 1,500,000 5,120,000

Cost Of Good Sold 2,360,000 870,000 - 7) 162,000 3,068,000 Operating Expense 1,100,000 440,000 5) 12,000 4) 4,000 1,548,000

Debits (3,460,000) (1,310,000) - - (4,616,000)

Net Income, Carry

Fordward 548,000 190,000 400,000 166,000 504,000 Retained Earning, 1/1 440,000 156,000 1) 156,000 - 440,000 Net Income, from above 548,000 190,000 400,000 166,000 504,000 Devidend Paid 988,000 346,000 944,000 Retained Earning 31/12 - (40,000) - 6) 40,000 -R/E, 31/12 Carry

Fordward 988,000 306,000 556,000 206,000 944,000 Cash 570,000 150,000 720,000 Acc. Payable (Net) 860,000 350,000 8) 86,000 1,124,000 Inventory 1,060,000 410,000 7) 18,000 1,452,000 Land, Plant, Equpment 1,320,000 680,000 2) 54,000 3) 30,000 2,024,000 Accumulated Dep. (370,000) (210,000) 4) 4,000 5) 9,000 (585,000) Invest. In Brey Inc Stock 888,000 1) 750,000

6) 138,000

Goodwill 2) 60,000 5) 3,000 57,000 Defferential 1) 114,000 2) 114,000

Debits 4,328,000 1,380,000 4,792,000

Acc. Payable & Acc.

Exp. 1,340,000 594,000 8) 86,000 1,848,000 Common Stock 1,700,000 400,000 1) 400,000 1,700,000 Add Paid In Capital 300,000 80,000 1) 80,000 300,000 Retained Earning from

above 988,000 306,000 556,000 206,000 944,000

(54)

Consolidation Work Paper : Cost Method P7 – 27 B Elimination Entries E (1) Common Stock 400,000 Add PIC 80,000 Retained Earnings 156,000 Defferential 144,000

Investment in B Inc. Stock - 750,000 (Eliminate beginning investment balance)

E ( 2) Land, Plant, Equipment 54,000 Goodwill 60,000

Defferential - 114,000 (Assign to Defferential)

E (3) Gain sale of warehouse 30,000 -

Land, Plant, Equipment - 30,000 (Eliminate unrealized gain on sale of warehouse)

E (4) Depreciation & Amortization 12,000

Accumulated Dep. - 9,000

Goodwill - 3,000

(Amortization Defferential)

E (5) Devidend from Brey Inc. 40,000 - Devidend Paid - 40,000

(Eliminate income from subsidiary)

E (6) Account Payable & Accrued Exp 86,000 -

Account Receivable - 86,000 (Eliminate Intercompany Receivable)

E (7) Accumulated Dep 4,000

Dep & Amortization - 4,000 (Adjust Depreciation for realized of intercompany gain)

E (8) Sales 180,000

Cost of good sold - 162,000

Inventory - 18,000

(55)

December, 31, 19X9. Consolidate Work Paper :

Eliminate I t e m

Frein Corp. Brey Inc. Debit Kredit Consolidate

Net Sales 3,000,000 1,500,000 8) 180,000 5,120,000 Devidend from Brey Inc. 40,000 - 5) 40,000 - - Gain on sale warehouse 30,000 - 3) 30,000 - -

Credit 3,870,000 1,500,000 - 5,120,000

Cost Of Good Sold 2,360,000 870,000 - 8) 162,000 3,068,000 Operating Expense 1,110,000 440,000 4) 12,000 7) 4,000 1,548,000 Debits 3,460,000 1,310,000 - - 4,616,000

Net Income, Carry

Fordward 410,000 190,000 262,000 166,000 504,000 Retained Earning, 1/1 440,000 156,000 1) 156,000 - 440,000 Net Income, from above 410,000 190,000 262,000 166,000 504,000 850,000 346,000 - 944,000 Devidend paid - (40,000) - 5) 40,000 -R/E, 31/12 Carry Fordward 850,000 306,000 418,000 206,000 944,000 Cash 570,000 150,000 720,000 Account Receivable 860,000 350,000 6) 86,000 1,124,000 Inventory 1,060,000 410,000 8) 18,000 1,452,000 Land, Plant, Equipment 1,320,000 680,000 2) 54,000 3) 30,000 2,024,000 Accumulated

Depreciation (370,000) (210,000) 7) 4,000 4) 9,000 (585,000) Investment in Brey Inc.

Stock 750,000 - 1) 750,000

Goodwill - - 2) 60,000 4) 3,000 57,000 Differential - - 1) 114,000 2) 14,000

Debits 4,190,000 1,380,000 4,792,000

Acc. Payable & Acc. Exp. 1,340,000 590,000 8) 86,000 1,848,000 Common Stock 1,700,000 400,000 1) 400,000 1,700,000 Add P I C 300,000 80,000 1) 80,000 300,000 Retained Earnings 850,000 306,000 418,000 206,000 948,000 Credits 4,190,000 1,380,000 1,216,000 1,216,000 4,792,000

Referensi

Dokumen terkait

Suatu perusahaan yang memiliki lebih dari 50 % saham berhak suara perusahaan lain dapat mengendalikan perusahaan tersebut melalui kepemilikan sahamnya, dan hubungan yang terjadi

untuk disimpan sebagai treasuri. Alasan – alasan perusahaan membeli kembali saham beredar sebagai saham treasuri, adalah :.. a) Akan digunakan dan diberikan kepada manager

K arakteristik utama yang kelima dari persekutuan adalah participation in partnership profit maka laba rugi persekutuan harus dibagi kepada para sekutu secara

(a) Laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada pemegang ekuitas biasa dari entitas induk disesuaikan (laba dikurangkan dan rugi ditambahkan) dengan jumlah dividen

Jika saham treasuri dijual dengan harga di atas nilai nominal dan harga saham pada saat pengeluaran, maka saham treasuri dikredit sebesar nilai nominal, dan selisih antara

Sebuah Investasi pada anak perusahaan yang tidak dikonsolidasikan dilaporkan dalam Laporan Keuangan perusahaan induk dengan menggunakan metode biaya atau metode ekuitas

Sehubungan dengan penjualan investasi saham PEMI pada tahun 2001, Perusahaan atau anak perusahaan memiliki hak opsi untuk membeli kembali 3.168 saham atau 44% dari jumlah saham

Menurut (SAK ETAP, bab 6, paragraf 3) laporan perubahan ekuitas menunjukkan laba ataukah rugi perusahaan dalam satu periode, akun pendapatan dan beban yang