MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 49/PUU-XIV/2016
Teks penuh
Dokumen terkait
Kemudian, Pemohon beranggapan bahwa kedua undang-undang tersebut yang poin-poin yang sudah dijelaskan tadi bahwa bertentangan dengan Pasal 28D ayat (1), (2), dan (3)
Apabila dalam Pasal 2 ayat (4) undang-undang a quo haruslah ditafsirkan sebagai berikut, “Dirjen Pajak tidak lagi berwenang untuk meneruskan proses pengukuhan PKP
Kemudian juga di ya petitum ya, jelas seperti itu karena kalau Pasal 51A ayat (5) Undang- Undang MK itu, ya menyatakan mengabulkan permohonan, kemudian menyatakan materi muatan
undang.” Hal ini mengingat Pasal 24A ayat (1) Undang- Undang Dasar Tahun 1945 adalah norma yang mengatur mengenai wewenang Mahkamah Agung sebagai salah satu pelaku kekuasaan
Menyatakan Pasal 15 ayat (1) Undang-Undang BPJS yang menyatakan, “Pemberi kerja secara bertahap wajib mendaftarkan dirinya dan pekerjanya sebagai peserta kepada
Atau jika Majelis Hakim Konstitusi berpendapat dan menganggap Pasal 263 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang
memohon agar Majelis Hakim Konstitusi yang kami hormati untuk dapat memberikan putusan bahwa penafsiran yang konstitusional terhadap Pasal 32 ayat (2) Undang-Undang Partai
Pasal 251 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, sepanjang tidak dimaknai