v
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS UDAYANA
PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM MAGISTER ILMU BIOMEDIK
Alamat: Sekretariat Pascasarjana Universitas Udayana. - Jl. Panglima Sudirman Denpasar BaliTel. 0361-7475076,7425201.Fax 0361-246656, 223797.email. [email protected]
SURAT PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT
PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT
Nama : dr. Enricko Michael Sanjaya Djangkan
NIM : 1014038210
Program Studi : Magister Ilmu Biomedik (Combine- Degree)
Judul : Kadar 8-hydroxydeoxyguanosine Serum Maternal Lebih Tinggi pada Persalinan Preterm Dibandingkan dengan Kehamilan Preterm
Dengan ini menyatakan bahwa karya ilmiah Tesis ini bebas plagiat. Apabila di kemudian hari terbukti terdapat plagiat dalam karya ilmiah ini, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai peraturan Mendiknas RI No. 17 tahun 2010 dan Peraturan Perundang - undang yang berlaku.
Denpasar, 15 Desember 2016 Yang membuat pernyataan,
vi
UCAPAN TERIMA KASIH UCAPAN TERIMA KASIH
Pertama-tama perkenankanlah penulis memanjatkan puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya oleh berkatNya tesis ini dapat diselesaikan. Pada kesempatan ini perkenankan penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prof. Dr. dr. I Gede Putu Surya,Sp.OG(K) selaku pembimbing I dan dr. I Ketut Surya Negara, SpOG(K), MARS selaku Pembimbing II, Prof. Dr. dr. Ketut Suwiyoga, SpOG(K) selaku Ketua Program Studi Obstetri dan Ginekologi FK UNUD/RSUP Sanglah Denpasar, dr.Tjokorda Gde Agung Suwardewa, Sp.OG(K) selaku Kepala Bagian Kebidanan dan Ilmu Penyakit Kandungan PPDS I FK UNUD/RSUP Sanglah, dan kepada Bapak Drs. Ketut Tunas, Msi selaku pembimbing statistik, serta yang telah memberikan dorongan, semangat, bimbingan dan saran selama penulis mengikuti Program Pendidikan Spesialis I (PPDS I) dan Program Magister Program Studi Ilmu Biomedik Kekhususan Kedokteran Klinik (Combined Degree), khususnya dalam penyelesaian tesis ini.
Ucapan yang sama juga ditujukan kepada Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. I Ketut Suastika, Sp.PD (KEMD), Direktur Program Pascasarjana yang dijabat oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K),
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. Putu Astawa, Sp.OT.,M.Kes, serta Direktur Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, dr. I Wayan Sudana, M.Kes, atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan untuk mengikuti dan menyelesaikan PPDS I dan Program Magister Program Studi Ilmu Biomedik Kekhususan Kedokteran Klinik (Combined Degree) di Universitas Udayana. Terima kasih penulis ucapkan juga kepada Ketua Program Studi Ilmu Biomedik, Dr. dr. Gde Ngurah Indraguna Pinatih, M.Sc, SpGK atas segala bimbingan dan dorongan yang diberikan selama penulis mengikuti pendidikan spesialis. Pasien-pasien yang telah menjadi guru dan banyak memberikan pengetahuan dan pengalaman, rekan-rekan residen Obstetri dan Ginekologi, serta rekan-rekan paramedis RSUP Sanglah. Tidak lupa penulis haturkan ucapan terima kasih yang
vii
dalam kepada orangtua yaitu Drs. Luhing Djangkan, S.H, MM dan drg. Manyang A Djangkan serta istri penulis Velya Catalina A Djangkan, A.Md.MTrU dan anak tercinta Fabian Jeovani Herbert Djangkan yang selalu memberi dukungan moril maupun materiil selama masa pendidikan.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberkati semua pihak yang telah membantu pelaksanaan dan penyelesaian tesis ini.
viii
ABSTRAK ABSTRAK
KADAR 8-HYDROXYDEOXYGUANOSINE SERUM MATERNAL LEBIH TINGGI PADA PERSALINAN PRETERM DIBANDINGKAN DENGAN
KEHAMILAN PRETERM
Persalinan preterm saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang serius karena menimbulkan risiko terjadinya morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Pada kehamilan normal, ROS dan antioksidan berada dalam keadaan keseimbangan. Peningkatan ROS menghasilkan stress oksidatif mengakibatkan kerusakan DNA.
8-hydroxydeoxyguanosine (8-OHdG) adalah indikator yang sensitif terhadap
kerusakan DNA sebagai akibat stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan kadar 8-hydroxydeoxyguanosine serum maternal lebih tinggi pada persalinan preterm dibandingkan dengan kehamilan preterm. Rancangan penelitian adalah observasional dengan studi cross sectional analitik. Sejumlah 60 sampel dibagi atas 6 sampel persalinan preterm (kelompok kasus) dan 54 sampel kehamilan preterm umur kehamilan 28-36 minggu. Analisis data memakai uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov, uji homogenitas dengan Uji Levene’s Test dan uji komparatif dengan Uji t-independent dengan program komputer SPSS for windows
17.0. Hasil penelitian ini tidak didapatkan perbedaan pada rerata umur ibu, usia
kehamilan, dan paritas pada kedua kelompok. Rerata kadar 8-hydroxydeoxyguanosine pada persalinan preterm 20,43 ± 0,90 (t=9,42; p=0,001)
dan rerata pada kadar 8-hydroxydeoxyguanosine pada kehamilan preterm 12,93 ± 1,91 (t=9,42; p=0,001). Dengan menggunakan uji t-independent didapatkan kadar
8-hydroxydeoxyguanosine pada persalinan preterm secara significan lebih tinggi
(p<0,05). Kesimpulan penelitian ini kadar 8-hydroxydeoxyguanosine serum maternal pada persalinan preterm secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan kadar 8-hydroxydeoxyguanosine serum maternal pada kehamilan preterm.
ix ABSTRACT ABSTRACT
MATERNAL 8-HYDROXYDEOXYGUANOSINE SERUM TITER IN PRETERM LABOR IS HIGHER THAN IN PRETERM PREGNANCY
Preterm delivery is still a serious health problem because it raises the risk of morbidity and mortality. In normal pregnancy, ROS and antioxidants are in a state of equilibrium. Increased ROS generating oxidative stress results in DNA damage. 8-hydroxydeoxyguanosine is a sensitive indicator of DNA damage as a result of oxidative stress. This study aims to prove the levels of maternal serum 8-hydroxydeoxyguanosine higher in preterm labor compared with the preterm pregnancies. It was an observational analytic cross sectional study. About 60 sample divided into 6 case sample of preterm labor and 54 preterm control sample pregnancy in 28-36 weeks gestational age. The sample was took 6 cc blood to examine the catalase serum titer with colorimetric method, and after that the result will be done by electro photometer. Analytic of this study was used normality test with Kolmogorov-Smirnov, and comparative test used t-independent test by SPPS
for Windows 17.0 program. The mean age of mother, gestational age, and parity in
both groups of this study were homogeneous. The mean levels of
8-hydroxydeoxyguanosine in preterm labor was 20,43 ± 0,90 (t=9,42; p=0,001) and
the mean levels of 8-hydroxydeoxyguanosine in preterm pregnancy was 159.38 ± 35.79 (t = 4.61; p = 0.001). The mean levels of 8-hydroxydeoxyguanosine in preterm delivery was significantly higher (p <0.05). In conclusion, maternal
8-hydroxydeoxyguanosine serum levels in preterm labor is significantly higher than
in maternal 8-hydroxydeoxyguanosine serum levels in preterm pregnancies.
x DAFTAR ISI
Halaman SAMPUL DALAM ... Error! Bookmark not defined. PRASYARAT GELAR ... Error! Bookmark not defined. LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ... Error! Bookmark not defined. PENETAPAN PANITIA PENGUJI ... Error! Bookmark not defined.
PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT ... v
UCAPAN TERIMA KASIH ... vi
ABSTRAK ... viii
ABSTRACT ... ix
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR GAMBAR ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
DAFTAR SINGKATAN ... xvii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Rumusan Masalah ... 3
1.3. Tujuan Penelitian ... 3
xi
1.4.1 Manfaat Akademis ... 3 1.4.2 Manfaat Klinis ... 4 BAB II KAJIAN PUSTAKA ... Error! Bookmark not defined. 2.1 Persalinan Preterm ... Error! Bookmark not defined. 2.1.1 Prevalensi Persalinan Preterm ... Error! Bookmark not
defined.
2.1.2 Klasifikasi Persalinan Preterm ... Error! Bookmark not defined.
2.1.3 Dampak Persalinan PretermError! Bookmark not defined. 2.1.4 Faktor Risiko Persalinan Preterm ... Error! Bookmark not
defined.
2.1.5 Patogenesis Persalinan Preterm ... Error! Bookmark not defined.
2.2 Radikal Bebas dan Oksidan ... Error! Bookmark not defined. 2.3 Reaktif Oksigen Spesies (ROS) ... Error! Bookmark not defined. 2.4 Antioksidan ... Error! Bookmark not defined. 2.5 Stres Oksidatif dan Kehamilan ... Error! Bookmark not defined. 2.6 Stres Oksidatif Sebagai Pemicu Terjadinya Persalinan Preterm
Spontan ... Error! Bookmark not defined. 2.7 Kerusakan DNA ... Error! Bookmark not defined.
xii
2.8 8-Hydroxydeoxyguanosine (8-OHdG) ... Error! Bookmark not
defined.
BAB III KERANGKA BERPIKIR, KONSEP PENELITIAN DAN
HIPOTESIS PENELITIAN ... Error! Bookmark not defined. 3.1 Kerangka Berpikir ... Error! Bookmark not defined.
xiii
3.2 Konsep Penelitian ... Error! Bookmark not defined. 3.3 Hipotesis Penelitian ... Error! Bookmark not defined. BAB IV METODE PENELITIAN ... Error! Bookmark not defined. 4.1 Rancangan Penelitian ... Error! Bookmark not defined. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... Error! Bookmark not defined. 4.2.1 Tempat penelitan ... Error! Bookmark not defined. 4.2.2 Waktu Penelitian ... Error! Bookmark not defined. 4.3 Populasi Penelitian ... Error! Bookmark not defined. 4.3.1 Populasi Target ... Error! Bookmark not defined. 4.3.2 Populasi Terjangkau ... Error! Bookmark not defined. 4.4 Sampel Penelitian ... Error! Bookmark not defined. 4.5 Kriteria Inklusi dan Eksklusi ... Error! Bookmark not defined. 4.5.1 Kriteria Inklusi ... Error! Bookmark not defined. 4.5.2 Kriteria Eksklusi ... Error! Bookmark not defined. 4.6 Teknik Pengambilan Sampel ... Error! Bookmark not defined. 4.7. Perhitungan Besarnya Sampel Penelitian ... Error! Bookmark not
defined.
4.8 Variabel Penelitian ... Error! Bookmark not defined. 4.9 Difinisi Operasional Variabel ... Error! Bookmark not defined. 4.10Alat Pengumpul Data ... Error! Bookmark not defined.
xiv
xv
4.11.1 Prosedur Penelitian ... Error! Bookmark not defined. 4.11.2 Alur Penelitian ... Error! Bookmark not defined. BAB V HASIL PENELITIAN ... Error! Bookmark not defined. 5.1 Distribusi Karakteristik Umur, Umur kehamilan, dan Paritas pada
Persalinan Preterm dan Kehamilan Preterm . Error! Bookmark not defined.
5.2 Perbedaan Kadar 8-hydroxydeoxyguanosine pada Persalinan Preterm dan Kehamilan Preterm .... Error! Bookmark not defined. BAB VI PEMBAHASAN ... Error! Bookmark not defined. 6.1 Karakteristik Subyek ... Error! Bookmark not defined. 6.2 Perbedaan Kadar 8-hydroxydeoxyguanosine Serum Maternal pada
Persalinan Preterm dan Kehamilan Preterm . Error! Bookmark not defined.
BAB VII SIMPULAN DAN SARAN ... Error! Bookmark not defined. 7.1 Simpulan ... Error! Bookmark not defined. 7.2 Saran ... Error! Bookmark not defined. DAFTAR PUSTAKA ... Error! Bookmark not defined.
xvi
DAFTAR TABEL
Halaman Tabel 2.1 Metabolit Radikal dan Non Radikal Oksigen ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 5.1 Distribusi Karakteristik Umur, Umur kehamilan, dan Paritas pada Persalinan Preterm dan Kehamilan Preterm ...Error! Bookmark not defined.
Tabel 5.2 Perbedaan Kadar 8-Hydroxydeoxyguanosine (8-OHdG) Persalinan Preterm dan Kehamilan Preterm... Error! Bookmark not defined.
xvii
DAFTAR GAMBAR
Halaman Gambar 2.1 Penyebab Persalinan Preterm yang Multifaktorial . Error! Bookmark not defined.
Gambar 2.2 Pathway Persalinan Preterm dan Mediator – Mediatornya ... Error! Bookmark not defined.
Gambar 2.3 Kerusakan Akibat Reaktif Oksigen Spesies. .. Error! Bookmark not defined.
Gambar 2.4 Keseimbangan Oksidan dan Reduktan ... Error! Bookmark not defined.
Gambar 2.5 Cyclic AMP Pathways pada Jaringan MiometriumError! Bookmark not defined.
Gambar 2.6 Rumus Bangun 8-Hydroxydeoxyguanosine (8-OHdG) ... Error! Bookmark not defined.
Gambar 2.7 Pembentukan 8- OHdG oleh Radikal Hidroksil ... Error! Bookmark not defined.
1
Gambar 3.1 Konsep Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
1
Gambar 4.1 Rancangan Penelitian ... Error! Bookmark not defined. Gambar 4.2 Alur Penelitian... Error! Bookmark not defined.
xviii
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman Lampiran 1 Ethical Clearance ... Error! Bookmark not defined. Lampiran 2 Ijin Penelitian ... Error! Bookmark not defined. Lampiran 3 Informasi Pasien ... Error! Bookmark not defined. Lampiran 4 Informed Consent ... Error! Bookmark not defined. Lampiran 5 Kuesioner Penelitian ... Error! Bookmark not defined. Lampiran 6 Hasil Analisis Statistik...83
xix
DAFTAR SINGKATAN
ACTH : Adreno Cortico Tropic Hormone
ANC : Ante Natal Care
ATP : Adenosine Tri Phosphate
BBLR : Bayi Berat Lahir Rendah BPD : Broncho Pulmonary Dysplasia
Ca CALM : Calcium Calmodulin
cAMP : cyclic Adeno Mono Phosphate
CAPs : Contraction Assosiated Proteins
CAT : Catalase
CDC : Centers for Diseases Control and Prevention
CRH : Corticotropin Releasing Hormone
CX-26 : Conexin-26
CX-43 : Conexin-43
DNA : Deoxyribo Nucleic Acid
G6PD : Glucose-6-Phosphate Dehydrogenase
Gpx : Glutathione Peroxidase
H2O : Hydrogen Oxide
H2O2 : Hydrogen Peroxide
HPA : Hypothalamic Pituitary Adrenal
HPHT : Hari Pertama Haid Terakhir
IL-1 : Interleukin-1
IL-6 : Interleukin-6
IL-8 : Interleukin-8
IUGR : Intra uterine Growth Retardation
IVH : Intra Ventricular Hemorrhage
LMWA : Low Molecular Weight Antioxidant
MLCK : Myosin Light Chain Kinase
MMP : Matrix Metallo Proteinase
xx NO : Nitric Oxide
O2- : Superoxide
OH- : Hidroxyl Radical
PDA : Patent Ductus Arteriosus
PG F2α : Prostaglandin F2α
PGE2 : Prostaglandin E2
PGHS : Prostaglandin H2 Synthase
PRX : Peroxiredoksin
PTB : Preterm Birth
RNA : Ribo Nucleic Acid
RNS : Reactive Nitrogen Species
ROP : Retinopathy of Prematurity
ROS : Reactive Oxigen Species
SOD : Superoxide Dismutase
SPSS : Statistical Product and Service Solution
TNF : Tumor Necrotic Factor
TVS : Trans Vaginal Sonografi
UV : Ultraviolet
WHO : World Health Organisation
1 BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Persalinan preterm saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang serius karena menimbulkan risiko terjadinya morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Konsekuensi yang timbul adalah rendahnya kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang dan beban biaya yang mahal karena perawatan bayi yang lahir preterm. Karena itu pencegahan sebelum terjadi persalinan preterm, akan lebih bermanfaat dibandingkan apabila telah terjadi persalinan (Widjayanegara, 2009).
Kejadian persalinan preterm berbeda pada setiap negara. Di negara berkembang angka kejadiannya masih jauh lebih tinggi dibandingkan negara maju. Pada tahun 2005; 9,6% kelahiran di seluruh dunia adalah kelahiran preterm. Kira-kira 85% kelahiran preterm ini terjadi di Afrika dan Asia (CDC, 2007). Di Indonesia sendiri angka kejadian persalinan preterm nasional berkisar antara 10 - 20 % (Widjayanegara, 2009) dengan angka kejadian BBLR sebesar 27,9% (Widjayanegara, 2009). Sedangkan angka kejadian persalinan preterm di beberapa Rumah Sakit pemerintah pada tahun-tahun terakhir menunjukkan persentasi yang bervariasi. Di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makasar periode 1 Juli 2000 sampai 31 Juli 2003 dari 1171 persalinan didapatkan sebanyak 86 kasus (7,3%) persalinan preterm (Suhartini, 2004). Di RSUP Dr. Saiful Anwar Malang pada tahun 2001 tercatat prevalensi persalinan
2
preterm sebesar 6,7% (Santoso, 2002). Di RSUP Sanglah sendiri, kejadian persalinan preterm periode Januari 2008 sampai dengan Oktober 2011 sebesar 9,33% dari seluruh persalinan (SMF OBGIN, RSUP Sanglah, Denpasar, 2011).
Beberapa faktor yang diduga menyebabkan terjadinya persalinan preterm yang meliputi: stres yang menyebabkan aktivasi poros Hypothalamic Pituitary Adrenal fetus, infeksi, perdarahan desidua dan peregangan uterus berlebihan yang menimbulkan suatu rangkaian gejala klinik seperti kontraksi otot uterus (miometrium), robeknya selaput janin (chorion dan amnion), dan adanya pematangan serviks (cervical
ripening) sehingga terjadi persalinan preterm (Krisnadi, 2009).
Pada kehamilan normal, Reactive Oxygen Species (ROS) dan antioksidan berada dalam keadaan keseimbangan. Apabila keseimbangan ini terganggu dan bergeser ke arah peningkatan ROS maka akan memicu peningkatan Calcium
intracellular [Ca2+]i, yang mengaktivasi calcium calmodulin (Ca2+ CALM) dan myosin light chain kinase (MLCK), kemudian memodulasi terjadinya reaksi actin-myosin yang menyebabkan kontraksi otot myometrium (Warren dkk., 2005), proses ini juga menginduksi kontraksi uterus dengan memediasi pelepasan PGE-2 dan PGF-2α yang menyebabkan kontraksi miometrium dan menurunnya resistensi dari serviks sehingga terjadi persalinan preterm. Peningkatan ROS menghasilkan mengakibatkan kerusakan DNA dimana 8-hydroxydeoxyguanosine merupakan salah satu ekspresi utama kerusakan DNA dan dapat diperiksa di dalam serum dengan metode ELISA. Di RSUP Sanglah Denpasar belum pernah dilakukan penelitian mengenai kadar serum
3
berasumsi bahwa sangat penting dilakukan penelitian kadar serum
8-hydroxydeoxyguanosine pada persalinan preterm, untuk lebih memahami patofisiologi
terjadinya persalinan preterm, sehingga bisa dilakukan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi persalinan preterm tersebut
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut di atas, maka didapatkan rumusan masalah sebagai berikut: Apakah kadar 8-hydroxydeoxyguanosine serum maternal lebih tinggi pada persalinan preterm dibandingkan dengan kehamilan preterm ?
1.3. Tujuan Penelitian
Untuk membuktikan kadar 8-hydroxydeoxyguanosine serum maternal lebih tinggi pada persalinan preterm dibandingkan dengan kehamilan preterm.
1.4. Manfaat Penelitian
1.4.1 Manfaat Akademis
Sebagai dasar penelitian lebih lanjut tentang peranan 8-hydroxydeoxy-
guanosine dalam pathogenesis terjadinya persalinan preterm, di mana kadar
8-hydroxydeoxyguanosine serum maternal dapat dipakai sebagai penanda terjadinya
4
1.4.2 Manfaat Klinis
Perlunya pemeriksaan serum maternal 8-hydroxydeoxyguanosine pada ibu hamil pada usia kehamilan 28 sampai 36 minggu dan pemberian terapi apabila didapat kadar serum maternal 8-hydroxydeoxyguanosine > 17.695 ng/mg untuk mencegah terjadinya persalinan preterm.