• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB! PENDAHULUAN. Dalam Kurikuium Berbasis Kompetisi (KBK) Sekolah Dasar,

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB! PENDAHULUAN. Dalam Kurikuium Berbasis Kompetisi (KBK) Sekolah Dasar,"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB! PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dalam Kurikuium Berbasis Kompetisi (KBK) Sekolah Dasar, pengertian llmu Sosial adalah suatu bahan kajian yang terpadu yang

-merupakan penyederhanaan, adaptasi, seleksi, dan modifikasi yang diorganisir dari konsep-konsep dan keterampilan Sejarah, Geografi, Sosiologi, Antropolgi, dan Ekonomi. Fungsi mata pelajaran di Sekolah

Dasar adalah mengembangkan pengetahuan, nilai, dan sikap, serta keterampilan sosial siswa untuk dapat menelaah kehidupan sosial yang dihadapi sehari-hari serta menumbuhkan rasa bangga dan anta terhadap

perkembangan masyarakat Indonesia sejak masa lalu hingga masa kini. Dan tujuannya agar siswa mampu mengembangkan pengetahuan, nilai

dan sikap, serta keterampilan sosial yang berguna oagi dirinya,

mengembangkan pemahaman tentang pertumbuhan masyarakat Indonesia masa lampau hingga kini sehingga siswa bangga sebagai

bangsa Indonesia. ( Puskur-BPP, Depdiknas, 2001: 9 ).

Menurut data dari NIER tahun 1999 (dalam S. Belen 2002 : 1) ,

contoh negara-negara yang menerapkan kurikuium berbasis materi

(content-based curriculum approach) adalah RRC, Fiji, Indonesia dan

Jepang. Negara-negara yang telah menerapkan kurikuium berbasis

kompetisi (competence/outcome-based curriculum approach) adalah

Australia, New zeland, Kanada, Inggris, Belanda, Singapura dan

(2)

Thailand. Negara-negara yang sedang beralih dari kurikuium berbasis

materi ke kurikuium berbasis kompetensi adalah India, Korea Selatan, dan Prancis (khususnya pendidikan kejuruan). Negara-negara yang

menerapkan yang menerapkan kombinasi kurikuium berbasis materi dan

berbasis kompetensi adalah Jerman, Laos, Malaysia, Filipina dan

Amerika Serikat. Negara-negara yang sedang beralih dari kurikuium

bebasis materi ke model kombinas* adalah Prancis dan Vietnam. Data ini

menunjukkan bahwa dunia Intemasiona! cenderung meninggalkan pendekatan kurikuium berbasis materi dan beralih menganut kurikuium

berbasis kompetensi. Kurikuium ini menekankan dalam PBM bukanlah

belajar apa yang harus dipelajari (learning what to be learned ), tetapi v

belajar bagaimana belajar ( learning how to learned .), jadi yang

ditekankan dalam PBM bukanlah siswa mempelajari ilmu atau mata pelajaran sebagai produk tetapi sebagai proses. u

Ada tiga hai yang berkaitan dengan sasaran P.IPS di sekolah

dasar, yaitu: (1) Pendidikan P.IPS tidak semata berorientasi kepada hasil tetapi juga proses. (2) Sasaran pembelajaran P.IPS harus utuh

menyeluruh. (3) Pembelajaran P.IPS akan lebih berarti apabila dilakukan

secara berkesinambungan, terus-menerus, holistik dan melibatkan siswa secara langsung.

Pembelajaran P.IPS lebih memberikan kesempatan kepada siswa

dalam mengembangkan diri seluas-luasnya menurut norma dan nilai yang

berlaku di lingkungan masyarakat. Walaupun kemudian diakui dewasa ini pendidikan IPS dihadapkan kepada masalah peningkatan kualitas yang

(3)

serius, bahkan diduga terancam eksistensinya sebagai pendidikan yang

dapat membantu peserta didik dalam mengembangkan kemampuan

berfikir, apresiasi dan internalisasi nilai misalnya, dengan adanya

anggapan dari masyarakat bahwa pendidikan IPS belum mempunyai

kedudukan yang setaraf atau lebih tinggi dengan pendidikan IPA dan

matematika. Keberadaan pendidikan IPS kurang memberikan gambaran

positif mcngenai pentingnya diberikan materi IPS tersebut. Sering

terdengar keluhan peserta didik di sekolah dasar yang mengatakan bahwa pendidikan IPS adalah pelajaran hapalan dan materi pelajaran ^

tersebut terialu banyak. Demikian juga guru dalam menyelesaikan

tugasnya menyampaikan materi pendidikan IPS kepada peserta didiknya hanya sebatas transpormasi ilmu pengetahuan.

Pendidikan IPS diharapkan mampu membina perubahan dan •

harapan-harapan baru yang merupakan tuntutan kehidupan dan

perkembangan masyarakat akan tetapi harapan tersebut dalam

kenyataannya menunjukkan bahwa sekolah belum mampu memenuhi

tuntutan perkembangan masyarakat.

Harapan tersebut belum dapat dicapai dengan baik karena

masing-masing mata pelajaran berjalan sendiri-sendiri tanpa adanya

keterkaitan antara mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya. Hal

inilah yang menyebabkan situasi pembelajaran terasa kurang menarik

dan kurang bermakna bagi siswa. Untuk menarik minat, gairah dan kreativitas siswa dalam pembelajaran, setiap mata pelajaran yang ada

(4)

dilaksanakan melalui proses pembelajaran terpadu diantaranya melalui ,.

model keterpaduan (integratedmodel).

Pembelajaran terpadu model keterpaduan (integrated model)

merupakan pendekatan belajar-mengajar yang memadukan empat bidang studi atau lebih dengan memprioritaskan konsep-konsep, keterampilan atau sikap yang dipadukan dari masing-masing bidang studi

yang bertolak dari tema sentral (Fogarty, 1991 :76).

-Pembelajaran terpadu model ini secara psikologis dapat v memberikan pengalaman yang bermakna bagi peseta didik, karena

dalam pembelajarannya siswa akan memahami konsep-konsep, seiain

yang sudah mereka pahami. Pembelajarannya berpusat pada siswa, ,

artinya aktivitas dalam pembelajaran lebih ditekankan pada siswa. Dengan demikian model keterpaduan (integrated model) merupakan pembelajaran terpadu yang dapat memberikan peluang yang

cukup besar bagi peningkatan belajar siswa secara bermakna kearah

tercapainya tujuan pembelajaran yang optimal.

Ciri utama dari perkembangan anak sekolah dasar adalah bersifat

holistik, terpadu saling keterkaitan antara aspek perkembangan yang satu

dengan aspek yang lainnya. Perkembangan fisik tidak dapat dipisahkan

dengan perkembangan mental, emosional dan atau sebaliknya.

Perkembangan tersebut akan terpadu dengan pengalaman , kehidupan

dan lingkungannya. Demikian juga dalam proses belajar anak.

Keterkaitan antar aspek perkembangan dalam proses belajar anak tersebut, merupakan bukti berlakunya prinsip holistik dalam

(5)

perkembangan anak. Prinsip ini mengandung implikasi bahwa proses

membelajarkan anak sekolah dasar harus bersifat terpadu. v.

Untuk itulah pembelajaran terpadu model keterpaduan (integrated

Model), perlu dikembangkan padasuatu pembelajaran di Sekolah Dasar,

v karena dengan pembelajaran terpadu bagi siswa lebih memungkinkan

untuk memahami suatu fenomena dari berbagai segi. Dengan

diterapkannya pembelajaran terpadu model keterpaduan (integrated

model), maka akan lebih memungkinkan terbentuknya semacam jalinan

antar skemata (pengetahuan) yang telah dimiliki oleh siswa sesuai ,

dengan potensi yang ada pada siswa itu sendiri. Hal ini akan membawa dampak positif bagi kebermaknaan belajar siswa dari materi yang v dipelajarinya. Rujukan nyata dari segala konsep yang diperoleh, dan

keterkaitannya dengan konsep-konsep lain akan menambah kebermaknaan konsep yang dipelajari siswa.

Dalam upaya meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam,

pembelajaran IPS di Sekolah Dasar, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang pembelajaran terpadu sebagai alternatif pembelajaran

di Sekolah Dasar dengan tema terpusat yang dipilih dalam penelitian ini

adalah "Kebutuhan Keluarga " yang diambil dari kelas 3 semester I

dengan pembelajaran model keterpaduan (Integrated model). Penelitian ini merupakan tindakan kelas (action research) yang bertujuan untuk , memperbaiki kegiatan belajar mengajar di kelas dan ingin meningkatkan

pemahaman konsep serta aktivitas belajar siswa tentang kebutuhan

(6)

Melalui pembelajaran terpadu diharapkan siswa dapat memahami

suatu permasalahan secara menyeluruh (holistik). Dengan demikian u

siswa lebih memahami arti kehidupan, yang saling keterkaitan antar

konsep (materi) pelajaran dengan masalah yang ada di sekitar •

(khususnya di lingkungan keluarga). Selain itu juga dapat meningkatkan keterampilan proses sains, berkomunikasi, memecahkan masalah, berfikir t

kritis dan kreatif. Sedangkan bagi guru, pembelajaran terpadu dapat

meningkatkan keterampilan mengorganisasi dan merencanakan • pengajaran serta membina semangat kerja sama dengan teman sejawat.

B. Rumusan Masalah Penelitian

Hasil penelitian yang dilakukan oleh pihak-pihak yang peduli terhadap masalah pendidikan menyimpulkan bahwa kualitas pendidikan

-di negara kita saat ini sangat rendah jika -diban-dingkan dengan negara-negara lain. Rendahnya kualitas pendidikan di negara kita, terbukti

dengan rendahnya kemampuan membaca kritis dan rendahnya tingkat L

kreativitasnya siswa Sekolah Dasar jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Berbicara masalah kualitas pendidikan tentunya terkait langsung dengan kualitas pembelajaran yang dilakukan guru-guru di

kelas terutama di Sekolah Dasar. Proses pembelajaran di kelas lebih

didominasi oleh guru, sehingga siswa ditempatkan sebagai objek dalam belajar dan bukan subjek, akibatnya siswa menjadi pasif. Proses pembelajaran seperti itu tentunya tidak sesuai dengan hakekat belajar itu

(7)

Kenyataan menunjukkan bahwa perkembangan dalam satu bidang i ilmu pengetahuan cenderung selalu diiringi oleh transformasi temuan ilmu

itu ke dalam bidang lain. Belajar tidak sebatas memperoieh informasi

tetapi belajar untuk memahami. Apa yang dimaksud dengan memahami

ialah lebih dari sekedar melakukan apa yang dimiliki. Memahami

menyangkut proses membuat koneksi (keterkaitan), menggunakan pengetahuan secara lincah dan fleksibel sehingga terbentuk suatu

wawacan yang bermakna.

Berdasarkan uraian latar belakang dan kajian teori, maka

penelitian ini difokuskan pada pengembangan Pembelajaran Terpadu

Model keterpaduan (Integrated model ) di kelas 3 SD, dengan tema

sentral "Kebutuhan Keluarga". Yang menjadi masalah utamanya adalah

Mengapa Pembelajaran Terpadu Model keterpaduan (Integrated model) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa di kelas 3 Sekolah Dasar ?

Untuk lebih memudahkan dan terarahnya penelitian ini, maka ,,

masalah tersebut dijabarkan menjadi beberapa pertanyaan penelitian

sebagai berikut:

1. Bagaimana pengembangan pembelajaran terpadu model keterpaduan ( Integrated model) di Sekolah Dasar dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa selama mengikuti v

pembelajaran ?

2. Bagaimana pandangan guru tentang pengembangan pembelajaran terpadu model keterpaduan (Integrated model) di Sekolah Dasar ?

(8)

3. Bagaimana pandangan siswa tentang

pembelajaran terpadu model keterpaduan (Integr Sekolah Dasar ?

4. Apa saja kelemahan dan kekuatan yang muncul dalam l

pelaksanaan pembelajaran terpadu model keterpaduan

(Integrated Model) di Sekolah Dasar ?

C. Batasan Istilah

Untuk menghindari persepsi yang berbeda mengenai istilah- istilah yang digunakan dalam penelitian ini, maka periu diberikan batasan istilah

sebagai berikut:

a. Pembelajaran terpadu adalah suatu model dalam proses berlajar <• mengajar yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada anak.( Tim

Pengembangan PGSD (1997 : 5 )

b. Model keterpaduan (integrated Model) adalah suatau bentuk t pembelajaran yang menyatukan berbagai konsep baik yang terdapat pada intra bidang studi maupun yang terdapat pada antar bidang

studi, di mana dalam pelaksanaan pembelajarannya tidak beranjak pada label bidang studi tertentu namun diawali dengan peluncuran suatu tema yang direncanakan sebelumnya dengan melibatkan

konsep-konsep dari beberapa bidang studi untuk dibahas dan

(9)

c. llmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah mata pelajaran yang nriengkaji l kehidupan sosial yang bahannya didasarkan pada kajiah sejarah,

geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi dan tata negara. IPS yang

diajarkan di SD terdiri dari dua bahan kajian pokok ; pengetahuan sosial dan sejarah.

D. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan masalah yang dirumuskan di atas , maka tujuan

penelitian ini adalah

1. Untuk menelaah keterlaksanaan pembelajaran terpadu model

ketepaduan (intergratedModel) di kelas 111 Sekolah Dasar Negeri

Danau Batur dilihat dari hasil belajar siswa selama mengikuti

pembelajaran di kelas.

2. Untuk menelaah bagaimana pandangan guru dan pandangan siswa

terhadap keterlaksanaan pembelajaran terpadu model keterpaduan

(integrated model) di sekolah dasar.

3. Menelaah kelemahan dan kekuatan pelaksanaan pembelajaran

terpadu model keterpaduan (integrated model) di sekolah dasar.

E. Manfaat penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang

praktis dalam upaya meningkatkan kualitas hasil belajar . Selain itu

diharapkan dapat memberikan manfaat bagi guru Sekolah Dasar, bagi

(10)

1. Bagi guru Sekolah Dasar

Dapat menambah wawasan guru, dan sekaligus daplk (fyM

sebagai rujukan guru dalam menerapkan pembelajaran terpac

keterpaduan (integrated model) di sekolah dasar.

2. Bagi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan ( D-ll PGSD)

Dalam hai ini LPTK yang mengelola Program D-ll PGSD,

hendaknya hasil penelitian in1 dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk lebih memperhatikan kualitas mata kuliah pembelajaran terpadu di . PGSD yang akan disampaikan pada mahasiswa calon guru Sekolah

Dasar, dan mahasiswa termotivasi dan tidak mengalami kendala yang

berarti pada saat memperaktekkan pengembangan pembelajaran terpadu di Sekolah Dasar.

3. Bagi Pengembang kurikuium

Dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan pemikiran pada pengembangan kurikuium kearah peningkatan kualitas proses

pembelajaran dan untuk disosialisasikan dalam pelaksanaan kurikuium berikutnya.

4. Bagi Peneliti

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan rujukan untuk

penelitian selanjutnya, khususnya dalam rangka pengembangan

pembelajaran terpadu model keterpaduan (Integrated model) di sekolah

(11)

Referensi

Dokumen terkait

1. Anjurkan ibu unutk minum dan makan 2. Anjurkan ibu untuk bergerak bebas. Jika kontraksi berhenti/tidak ada perubahan serviks, evaluasi DJJ, jika tidak ada tanda- tanda

Dalam format ini komunikasi elektronik digunakan dalam format asinkron dan sinkron.Kehadiran pengajar yang kadang-kadang, di mana beberapa pertemuan dilakukan dengan

Informasi yang disajikan media massa menjadi pengetahuan dan bahan.. penyusun strategi

Pada tanggul sederhana dengan tebal tak berhingga ditampilkan dalam 3 kasus yaitu, energi partikel sangat atau lebih kecil daripada energi potensial tanggul, energi

Sedangkan menurut Handayani (2011), kepatuhan adalah perilaku sesuai aturan dan.. Seseorang dikatakan patuh menjalankan program rehabilitasi bila mengikuti program

1) Rancangan Antarmuka Halaman Utama E-Commerce. Merupakan antarmuka yang ditampilkan saat pengunjung atau member mengakses halaman website. Pada halaman ini terdapat

Judul : Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Produktivitas Kerja (Studi Pada Biro Sumber Daya Manusia dan Biro Kemahasiswaan Universitas Sumatera Utara.. Medan,

3.1.3.1 Use Case Diagram Parkir Pendaftaran Membuat Laporan Pengaturan Sistem Pengisian Saldo Pemblokiran Pengguna Pengaturan Koneksi RFID Pengaturan Biaya Parkir Pengaturan