• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan yang berkualitas dapat

mengantarkan Indonesia menjadi bangsa yang modern, maju, makmur, dan sejahtera yang tercermin pada keunggulan dan kemampuan bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Untuk itu, pemerintah telah menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional. Pembangunan pendidikan diyakini akan memberi kontribusi signifikan pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menjadi landasan yang kuat dalam menghadapi era global yang sarat dengan persaingan antar bangsa yang berlangsung sangat ketat ( Slameto, Satya Widya 28(1):1-12).

Sumber daya manusia memengang peranan besar dalam menentukan keberhasilan di bidang pendidikan. Guru memang bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan. Akan tetapi, pengajaran merupakan titik kekuatan pendidikan dan

oleh karenanya kualifikasi, kompetensi dan

profesionalisme guru yang mencerminkan kualitas

tenaga pengajar, memberikan andil kepada

peningkatan mutu pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya. Oleh karena itu, tak berlebihan apabila

(2)

2 dikatakan bahwa guru merupakan ujung tombak peningkatan mutu (Wayson, dalam Suyanto dan Abbas, 2001:68; Squires, Huitt, & Segars, 2000:4). Bahkan, sejarahwan Henry Adams (Dodi Nandika, 2007) melihat bahwa “guru itu demikian berpengaruh sampai-sampai ia tidak tahu kapan pengaruhnya itu akan berakhir”.

Pemerintah mengeluarkan PP No 46 tahun 2011 yaitu tentang Penilaian Prestasi Kerja PNS yang digunakan untuk mengevaluasi kerja pegawai. Hal ini dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan keputusan

dalam pembinaan karier bagi pegawai yang

bersangkutan.

Penilaian prestasi kerja PNS dilaksanakan oleh Pejabat Penilai sekali dalam 1 tahun (akhir Desember tahun bersangkutan/akhir Januari tahun berikutnya), yang terdiri atas unsur: a).SKP bobotnya 60 %, b) Perilaku kerja bobotnya 40 %

SKP (Sasaran Kerja Pegawai) merupakan rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang pegawai, yang disusun dan disepakati bersama antara pegawai dengan atasan pegawai. Penilaian prestasi kerja PNS terdiri atas : unsur sasaran kerja pegawai dan perilaku kerja. Untuk itulah maka seorang guru

harus bisa meningkatkan profesionalimenya.

(3)

3 Salah satu cara meningkatkan profesionalisme guru adalah melalui KKG/MGMP. Melalui KKG/MGMP

itu guru-guru diberikan kesempatan untuk

meningkatkan profesionalismenya melalui pelatihan, penulisan karya ilmiah, dll dalam rangka mendukung pengembangan profesional guru tersebut.

Di Kota Salatiga di tingkat Sekolah Dasar telah dibentuk KKG yang berjumlah 15 kelompok dari 4 kecamatan, salah satunya adalah KKG Gugus Imam Bonjol di kecamatan Sidorejo Lor. KKG Gugus Imam Bonjol terdiri atas 6 SD negeri yaitu SD Sidorejo Lor 02, SD Sidorejo Lor 03, SD Sidorejo Lor 06, Sidorejo Lor 07, SD Pulutan 01, SD Pulutan 02 dan satu SD swasta yaitu SD Marsudirini 77 Salatiga. SD Sidorejo Lor 03 merupakan SD inti gugus Imam Bonjol sedang yang lain adalah SD imbas. Kegiatan KKG Gugus Imam Bonjol dilaksanakan sesuai program yang sudah direncanakan.

Untuk kelangsungan kegiatan KKG

dilaksanakan dengan iuran dari sekolah-sekolah yang menjadi anggota gugus. Besar iuaran persekolah Rp 50.000,00 (lima puluh ribu rupiah). Iuran ini digunakan untuk operasional KKG.

KKG Gugus Imam Bonjol di dalam kegiatannya

menyusun berbagai program dalam rangka

pengembangan profesionalisme guru dalam setiap tahunnya. Tempat pelaksanaan kegiatan KKG bergilir dari SD satu ke SD yang lain. Hal ini dilakukan agar

(4)

4 guru-guru mengenal lebih dekat SD yang berada dalam satu gugus. Program-program KKG disusun bersama pengurus KKG dengan K3S. Program-program yang sudah disusun itu harus dilaksanakan. Tetapi dalam pelaksanaannya program-program yang telah tersusun ada yang bisa berjalan sesuai rencana dan ada yang tidak terlaksana. Namun demikian tidak pernah ada evaluasi terhadap pelaksanaan program-program tersebut.

KKG Gugus Imam Bonjol Kecamatan Sidorejo selama ini berjalan tidak mengacu pada standar yang sudah ada tetapi berdasarkan rencana program yang dibuat bersama, sehingga ada kesenjangan antara standar dengan rencana program yang dibuat. Data atau informasi ini diperoleh melalui wawancara dengan pengurus KKG/MGMP pada tanggal 29 Agustus 2012 dan 30 Agustus 2012 di SD Sidorejo Lor 07.

Program KKG di Gugus Imam Bonjol Kecamatan Sidorejo Salatiga pada tahun 2010/ 2011 dengan 2011/2012 tidak ada perbedaan sama sekali. Dari hasil wawancara dengan pengurus KKG bahwa program yang dibuat untuk meyempurnakan program tahun lalu yang belum dapat berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini dilakukan karena banyaknya kegiatan Ketua Gugus dan Pengawas Sekolah yang sulit untuk menentukan pelaksanaan program sesuai dengan rencana. Program tahun 2010/2011 ada 10

(5)

5 program dari 26 yang tidak terlaksana atau 38,46%. Program KKG yang terlaksana hanya 61,53% atau 16 program dari 26 program yang direncanakan, sedang program tahun 2011/2012 ada 8 program dari 26 program yang tidak terlaksana atau 30,76 % dan yang terlaksana 69,23 % atau 22 program. Hal ini menunjukan adanya kesenjangan antara rencana program dengan pelaksanaan program.

Atas dasar itulah diteliti mengenai evaluasi program pengembangan profesionalitas guru di tingkat gugus sekolah. Dalam hal ini, penelitian dilakukan di gugus sekolah Imam Bonjol, Kecamatan Sidorejo Lor,

Kota Salatiga. Pertimbangannya, antara lain:

(1) peneliti bekerja di lingkungan Gugus tersebut, sehingga rekomendasi hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk memperbaiki pembuatan dan pelaksanaan program di gugus tersebut; (2) kegiatan KKG adalah salah satu wadah kegiatan peningkatan profesionalisme guru yang dapat dilaksananakan di lingkungan sekolah yang berdekatan dengan sekolah peneliti dalam satu gugus; dan (3) peluang peneliti lebih banyak mendapatkan data yang akurat karena

peneliti dapat mengamati implementasi dari

pelaksanaan program kegiatan di sekolah-sekolah lingkungan di mana peneliti berada dalam gugus tersebut.

(6)

6

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, situasi problematik yang dihadapi adalah masih adanya kesenjangan antara standar yang seharusnya dengan rencana program KKG yang dibuat serta adanya kesenjangan antara rencana program dengan pelaksanaan atau implementasinya dalam rangka pengembangan profesionalitas guru di tingkat gugus sekolah.

Tentu menjadi pertanyaan, seperti apa standar Program KKG yang seharusnya? Mengapa rencana program profesionalitas guru yang telah disusun tidak dapat terimplementasikan secara baik? Apakah ada kesenjangan standar kinerja KKG dengan program yang dibuat dan kesenjangan dengan kenyataan yang ada? Faktor-faktor apa yang menyebabkan hal tersebut?

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, masalah pokok penelitian ini dirumuskan sebagai berikut.

1. Apa standar kinerja KKG Gugus Imam Bonjol?

2. Apa saja program-program peningkatan profesionalitas guru yang dilakukan di gugus Imam Bonjol, Kecamatan Sidorejo Lor, Kota

(7)

7

Salatiga pada tahun 2010/2011 s/d

2012/13?

3. Apakah ada kesenjangan antara standar kinerja KKG dengan program yang dibuat dan kesenjangan dengan kenyataan yang ada?

4. Faktor-faktor apa yang menyebabkan

kesenjangan tersebut?

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Untuk mengetahui standar kinerja KKG Gugus Imam Bonjol Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga

2. Untuk mengetahui program-program

peningkatan profesionalitas guru yang

dilakukan di Gugus Imam Bonjol, Kecamatan

Sidorejo, Kota Salatiga pada tahun

2010/2011 s/d 2012/13.

3. Untuk mengetahui ada tidaknya kesenjangan antara standar kinerja KKG dengan program yang dibuat dan kesenjangan dengan kenyataan yang ada?

4. Untuk mengetahui faktor-faktor kesenjangan dari standar kinerja KKG dengan program-program yang direncanakan dan dengan kenyataan di lapangan

(8)

8

1.5 Manfaat Penelitian

a. Manfaat Teoritis

Menambah pengetahuan tentang tatacara pembuatan program dengan standar kinerja KKG yang seharusnya serta, belajar cara menganalisa kesenjangan sebuah program KKG.

b. Manfaat Praktis

1. Dapat membantu KKG dalam perbaikan pembuatan program dan evaluasi program sesuai standar yang ada.

2. Diperolehnya informasi mengenai standar

kinerja KKG, program, implentasinya

beserta kesenjangan yang terjadi sehingga dapat ditentukan strategi perbaikan untuk peningkatan kinerjanya.

3. Memberi gambaran bagi guru-guru SD dalam melaksanakan KKG secara professional

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Islam "Ibnu Sina" Yarsi Sumbar Bukittinggi menunjukkan bahwa 54,7% perawat memiliki kecendrungan turnover, dari

pembiayaan tetep akan diberikan dengan jumlah pembiayaan di.. kurangi, hal ini tentunya akan berdampak kepada pihak BPRS Haji Miskin tersebut, yang mana nantinya

Kenaikan indeks harga terjadi pada subkelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 1,04 persen, minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,09 persen, serta makanan

value Teks default yang akan dimunculkan jika user hendak mengisi input maxlength Panjang teks maksimum yang dapat dimasukkan. emptyok Bernilai true jika user dapat tidak

Kemudian Anda juga harus menyatakan bahwa karena Anda mengajukan permohonan terhadap Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris yang

Sebelumnya dikatakan bahwa Kecamatan Reok lolos untuk menjadi Pusat Kegiatan Lokal dikarenakan memiliki pelabuhan kelas III dan jalan areteri yang mendukung

Lokasi tersebut dipilih secara purposif dengan alasan (a) ja- lan lintas Papua merupakan jalan yang mengikuti garis perbatasan antara Indonesia dan Papua New Guinea

1.1 PERSIAPAN YANG PERLU DIPERHATIKAN Ada beberapa hal yang mungkin perlu diperhatikan sebagai seorang pengajar sebelum mengakses E-learning UPU diantaranya yaitu