BAB III PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Singkat Perusahaan
PT. Gold Coin Pertama kali didirikan berdasarkan akte notaris Hendra Karyadi, SH No. 7 tanggal 22 Desember 1979 yang disahkan oleh Keputusan Menteri Kehakiman RI berdasarkan surat keputusan No. Y.A5 /442/1 tanggal 24 September 1980, dan memulai produksi nya pada tahun 1981.
Pada awal berdirinya PT. Gold Coin Indonesia bernama PT. Subur Gold Coin Indonesia. PT. Subur Gold Coin Indonesia merupakan kerjasama pemegang saham anatar Gold Coin Limited yang dimiliki Mr. Piere Jean-Claude Moccand sebanyak 75% dengan PT. Subur Ripah yang memegang saham sebanyak 25%.
Pada tahun 1994, PT. Subur Gold Coin Indonesia berganti pemilik dan pemegang saham, yaitu Mr. Louise Phillip Shurender, sehingga saham yang dimiliki PT. Subur Gold Coin sekarang sebesar 95%, sedangkan saham PT. Subur Ripah sebanyak 5% dijual pada kepada Bapak Sudarmo. Berkaitan dengan itu maka nama PT. Subur Gold Coin dirubah namanya menjadi PT. Gold Coin Indonesia hingga saat ini.
Pada tahun 1981, PT. Gold Coin Indonesia memulai produksinya dengan pabrik yang berlokasi di daerah Bekasi , sejalan dengan semakin majunya usaha - usaha dibidang peternakan membawa dampak yang baik
terhadap perkembangan perusahaan makanan ternak guna memenuhi kebutuhan usaha peternakan tersebut, maka pada bulan Mei 1985 didirikan di Surabaya.
PT. Gold Coin Indonesia memiliki research farm yang berfungsi sebagai sarana uji biologi agar diproduksi pakan ternak yang berkualitas. Terdapat research farm yang dimiliki PT. Gold Coin Indonesia, yaitu research farm untuk unggas (broiler dan layer) yang berlokasi di Desa Mekar Sari Cileungsi Bogor yang baru berdiri pada bulan Febuari 2004 dan aktif beroperasi sejak Maret 2004.
PT. Gold Coin Indonesia merupakan salah satu bagian dari Gold Coin Group (GCG). GCG merupakan pelopor pabrik pakan ternak di Asia Tenggara dengan merk dagang Gold Coin 1953 yang sampai saat ini memiliki 19 pabrik di berbagai Negara Asia Tenggara. Gold Coin Group Asia Tenggara memiliki pabrik dan kantor pemasaran yang tersebar di Malaysia, Indonesia, Vietnam, Thailand, Cina, Philipina, Srilanka, India, Laos, dan berpusat di Singapura. Sedangkan, Gold Coin Group yang tersebar di Asia Pasific berpusat di Negara New Zealand.
Gold Coin Group yang memiliki motto “ Grow with Gold Coin” ini setiap tahunnya memproduksi lebih dari satu juta metric ton pakan ternak sebagai produk utama terdiri dari pakan ayam dan burung.
Gold Coin Group dilengkapi oleh tekhnologi yang didukung tenaga ahli yang berpengalaman di bidangnya sehingga dapat memproduksi pakan ternak yang berkualitas dan memiliki daya saing pasaran. Gold Coin Group
juga memiliki tenaga - tenaga teknis berpengalaman yang dapat menjamin terjaganya kualitas bahan baku yang menghasilkan produk yang berkualitas.
2. Struktur Organisasi Perusahaan
Dalam suatu organisasi pembagian kerja merupakan keharusan mutlak, karena tanpa adanya pembagian kerja akan terjadinya penumpukan kerja. Pembagian kerja pada akhirnya akan menghasilkan departemen - departemen dan job description dari maisng-masing departemen sampai unit - unit terkecil dalam organisasi.
Struktur organisasi yang dimiliki perusahaan berbeda, tergantung dari kebutuhan masing - masing perusahaan. Struktur organisasi ini memungkinkan adanya koordinasi usaha diantara semua satuan dan jenjang untuk mengambil tindakan yang dapat mencapai suatu tujuan .
Berikut ini adalah struktur organisasi yang dimiliki PT. Gold Coin Indonesia, adalah sebagai berikut :
1) General Manager
Memiliki tanggung jawab utama dalam fungsi eksekutif dalam perusahaan, termasuk dalam pembuatan kebijakan.
2) Factory Manager
Bertanggung jawab atas proses produksi secara keseluruhan, termasuk berperan utama dalam keputusan-keputusan penting dalam hirarki manajemen dalam lantai produksi.
3) Supervisor Produksi
Pembantu utama factory manager dalam kaitannya dengan masalah-masalah teknis produksi makanan ternak serta pengimplemantasian
sistem manajemen yang telah ditetapkan pada excecutive ke dalam tingkatan teknis. Langsung membawahi asisten supervisor yang dibagi berdasarkan proses-proses dan fungsi-fungsi utama didalam lantai produksi (Dumping, Scking Off, Pelleting, dan Control Room). 4) Assiten Supervisor Dumping
Bertanggung jawab atas proses dumping 5) Assiten Supervisor Sacking Off
Bertanggung jawab atas prosess Sacking Off 6) Assiten Supervisor Pelleting
Bertanggung jawab atas proses Pelleting 7) Assisten Control Room
Bertanggung jawab atas Control Room 8) Supervisor Premix
Koordinator utama dalam produksi obat dan zat kimia lain yang juga digunakan sebagai bahan baku yang disertakan ke dalam proses pembuatan makan ternak, bertanggung jawab langsung terhadap Factory Manager
9) Premix
Para teknisi dan operator yang bertugas dalam proses pembuatan zat kimia untuk bahan baku.
10) Manintenance
Bertanggung jawab terhadap permasalahan permesinan mencakup perawatnnya, operasionalnya serta intalisasinya
Bertanggung jawab terhadap segala hal yang berhubungan dengan permesinan yang membutuhkan keahlian teknis, serta menjadi coordinator dalam proses-proses didalamnya seperti maintenance dan genset.
12) Chemist
Bertanggung jawab atas hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan dan proses yang menyangkut hal-hal kimiawai seperti proses pengendalian kualitas dan komposisi kandungan dalam bahan baku dan produk jadi
13) QAO ( Quality Assurance Officer)
Bertanggung jawab atas kualitas bahan baku dan produk jadi, dalam operasionalnya juga berkoordinasi dengan chemist
14) Sales Manager
Bertanggung jawab atas penjualan, mencakup pemenuhan pemesanan kepada para customer serta membuat penjadwalan produksi berdasarkan data-data penjualan yang dimilikinya
15) Technical Sales
Pelaksana utama dalam teknis penjualan seperti penjualan langsung kepasar-pasar potensional, menemui customer dalam setiap tingakatan dan survey control harga produk perusahaan dilapangan yang langsung bertanggung jawab kepada sales manager.
16) Purchasing Officer
Bertanggung jawab atas pembelian bahan baku dan ketepatan waktu kedatangannya serta pembayaran atas pembelian yang dilakukan 17) Purchasing Staff
Pelaksana utama tugas purchasing seperti survey harga dilapangan dan teknis pembelian serta pembayarannya.
18) Mill Controler
Bertanggung jawab atas perencanaan dan permasalahan penganggaran secara financial secara keseluruhan didalam pabrik
19) Admin Staff
Melaksanakan fungsi-fungsi administrasi serta pencatatan, pembukuan serta penyusunan dokumen-dokumen.
20) Personal Excecutive
Disebut juga personalia atau HRD ( Human Recource Development) bertanggung jawab atas masalah ketenaga kerjaan seperti sistem gaji, jabatan dan pangkat , aturan perburuhan dan keselamatan kerja serta produktivitas pegawai dan buruh
21) Office Boy
Pegawai pelaksana fungsi maintenance dalam ruang lingkup kantor seperti dalam hal kebersihan ruang kerja, WC, dan penyedia air minum atau makan.
22) Driver
Pengemudi truck yang mengangkut produk jadi menuju customer atau grosir, bertanggung jawab atas ketepatan waktu kedatangan dan kelangsungan produk selama perjalanan
23) Security
Lebih umum disebut dengan satpam, bertanggung jawab atas keamanan pabrik serta pengaturan keluar masuk kendaraan dalam pebrik.
B. Laporan Magang Kerja 1. Pengertian Magang Kerja
Program magang kerja adalah suatu upaya mengarahkan mahasiswa agar merasakan situasi dalam kerja. Melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan program studinya. Magang kerja merupakan kegiatan penunjang perkuliahan yang bersifat wajib, dengan berorientasi dengan dunia usaha. Mahasiswa program diploma 3 Fakultas Ekonomi Sebelas Maret Surakarta diharapkan dapat mengamati yang ada pada dunia kerja.
2. Tujuan Magang Kerja
Pengadaan magang kerja tersebut dimaksutkan dalam membantu mahasiswa dalam melakukan penelitian / observasi dalam penulisan Tugas Akhir. Tugas Akhir yang baik ditulis dalam topik maupun isinya harus berkaitan dengan tempat magang ataupun permasalahan yang ada di perusahaan tempat magang. Kegiatan magang kerja merupakan kegiatan penunjang perkuliahan yang dilakukan oleh mahasiswa diluar kampus.
3. Pelaksanaan Magang Kerja
Magang kerja yang dilakukan di PT. Gold Coin Boyolali yang beralamatkan di Jl. Raya Boyolali – Klaten km 2 Banjarejo Kemiri Kec. Mojosongo Kab Boyolali Jawa Tengah. Pelaksanaan magang kerja tersebut dimulai pada tanggal 11 Januari 2016 sampai 29 Februari 2016 serta dengan jam kerja magang disesuaikan dengan hari kerja karyawan, yaitu Senin sampai Jum’at dimulai pukul 10.00 WIB sampai 16.00 WIB.
4. Berikut rincian aktivitas kegiatan selama magang kerja :
Kegiatan yang dilakukan selama magang kerja di PT. Gold Coin Boyolali selama kurun waktu satu bulan :
Tabel 3.1
Laporan Magang Kerja PT. Gold Coin Boyolali
No. Tanggal Jenis Kegiatan
1 Senin,
11 Januari 2016
Mengenal produk-produk yang terdapat pada PT. Gold Coin Indonesia
2 Selasa, 12 Januari 2016
Membuat surat Invoice
3 Kamis,
14 Januari 2016
Entri data ke dalam buku besar
4 Senin,
18 Januari 2016
Menawarkan kepada konsumen dengan produk baru pakan burung Love Bird dengan membawa sample
5 Rabu,
20 Januari 2016
Memasarkan produk baru pakan burung lovebird ke beberapa kios pakan burung wilayah boyolali kota
6 Senin,
25 Januari 2016
Mengunjungi kios pakan burung yang menerima stok pakan dari kami
7 Rabu,
27 Januari 2016
Mencatat beberapa barang rusak yang kemudian akan dilaporkan dan dikembalikan ke pusat.
8 Sabtu,
30 Januari 2016
Menyiapkan pakan burung untuk mensponsori event lomba burung di jogja
9 Minggu
31 Januari 2016
Mendokumentasi event lomba burung berkicau dijogja dan mengecek pakan benar - benar diberikan kepada peserta
10 Rabu,
3 Febuari 2016
Mengirim produk ke agen daerah Ampel Boyolali
11 Sabtu, 6 Febuari 2016
12 Selasa, 9 Febuari 2016
Mengirim pakan burung agen pasar depok Solo
13 Rabu,
10 Febuari 2016
Mencari data yang terdapat pada buku besar computer dan melakukan Tanya jawab kepada pembimbing instusi mitra
14 Kamis,
11 Febuari 2016
Mencari event organisasi lomba kicau burung disekitar boyolali untuk melakukan kerjasama guna melakukan promosi
15 Senin, 29 Febuari 2016
Kunjungan kedua dosen pembimbing
Sumber : Data Laporan Kegiatan Magang , 2016
C. Pembahasan Masalah
1. Penerapan Strategi Promosi melalui Event Lomba
Kegiatan promosi melalui event lomba burung yang dilakukan oleh PT. Gold Coin merupakan sarana bagi perusahaan untuk menginformasikan produk pakan burung sehingga produknya dikenal oleh masyarakat dan tertanam dibenak masyarakat Jawa Tengah. Kemudian akan tertarik dan terbujuk untuk melakukan pembelian yang pada akhirnya akan meningkatkan volume penjualan.
Kegiatan promosi yang dilakukan PT. Gold Coin Boyolali juga berfungsi sebagai media perusahaan untuk menanamkan citra dan nama baik perusahaan maupun produk pakan burung Gold Coin, sehingga PT. Gold Coin dapat terus bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang terus meningkat diantara perusahaan yang bergerak dibidang yang sama.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan promosi dipandang sebagai kegiatan yang sangat penting dilakukan oleh perusahan, berikut ini adalah kegiatan yang dilakukan dalam event lomba :
1) Membuka Stand Merchandise pada Event Lomba Burung.
Stand Merchandise adalah sarana pendukung dari sebuah event sebagai sarana image branding yang ditampilkan oleh PT Gold Coin Boyolali. Mechandise berguna untuk menempatkan logo perusahaan di depan publik yang potensial. PT Gold Coin Boyolali mendistribusikan hadiah promosi berupa pakan burung kepada peserta lomba burung berkicau dengan cara menukarkan tiket, pemberian merchandise bertujuan untuk menjaga pelayanan PT Gold Coin Boyolali supaya tetap berada di hati konsumen.
Gambar 3.1
Stand Merchandise PT. Gold Coin Boyolali Sumber: PT. Gold Coin Indonesia,2016
2) Mensponsori Event Lomba Burung oleh PT. Gold Coin Boyolali Mensponsori event lomba burung ini merupakan kegiatan agenda bulanan yang dilakukan oleh PT Gold Coin Boyolali. Event ini berdampak langsung kepada konsumen maupun masyarakat, sponsor ini dilakukan dengan dukungan finansial atau materi pendukung kepada event organizer lomba burung yang dipertukarkan dengan publisitas merek dalam suatu hubungan kerja sama. Sponsor ini dapat menciptakan citra nama baik bagi perusahaan dan meningkatkan nilai suatu merek. Beberapa pedoman yang digunakan oleh perusahaan – perusahaan dalam memilih sponsor: target khalayak, penguatan citra merek, keterlibatan merek, biaya yang efektif dan keterlibatan sponsor lainya.
Berikut ini salah satu contoh event yang disponsori oleh PT. Gold Coin Boyolali :
Gambar 3.2
Event Lomba Burung disponsori oleh PT. Gold Coin Boyolali Sumber : PT. Gold Coin Boyolali
3) Pamflet event lomba burung berkicau dijadikan sebagai media promosi
Pamflet dibawah ini adalah pamflet kegiatan event lomba burung berkicau yang disponsori oleh PT Gold Coin Boyolali.
Gambar 3.3
Pamflet event lomba burung berkicau UNS CUP 29 Mei Sumber : PT. Gold Coin
Pamflet adalah sebuah tulisan yang berisi tentang suatu informasi yang terdiri dari tulisan termasuk gambar didalamnya yang umumnya dibuat pada selebaran dan tidak dijilit atau dibukukan. Pamflet digunakan PT Gold Coin Boyolali sebagai media promosi untuk memperkenalkan perusahaan maupun produknya kepada masyarakat dengan cara menampilkan icon maupun tulisan Gold Coin pada pamflet tersebut.
2. Masalah dalam Melakukan Penerapan Promosi
Setiap perusahaan dagang pasti memiliki kendala dalam melakukan pemasaran terlebih lagi adanya pesaing dimana – mana, selain itu masalah yang dihadapi dalam penerapan promosi melalui event lomba burung pada PT. Gold Coin Boyolali adalah promosi melalui event lomba burung berkicau ini belum dapat diagendakan secara merata di wilayah Jawa Tengah. Promosi ini seharusnya dilakukan disetiap Kota atau Kabupaten secara bergantian, namun pihak PT Gold Coin sementara ini baru bisa melakukan kegiatan ini di wilayah Karisidenan Surakarta dan Jogjakarta, sehingga promosi yang dilakukan kurang merata dan belum maksimal.
3. Mengatasi Masalah dalam Penerapan Promosi
Ketika suatu perusahaan memiliki masalah yang menghambat pertumbuhan perusahaan tersebut maka akan ada solusi yang menjadi titik keluar, PT. Gold Coin Boyolali merupakan perusahaan pakan burung yang memiliki banyak pesaing dan memiliki beberapa strategi untuk menerapkan promosi pemasaran yang mana pengadaan event lomba burung berkicau merupakan salah satu strategi promosi pada PT. Gold Coin Boyolali dan belum dilakukan secara merata pada setiap kota, cara PT. Gold Coin Boyolali mengatasi masalah tersebut adalah selalu mendukung dan mensponsori adanya event lomba burung berkicau wilayah Jawa Tengah dimanapun berada dengan cara mengagendakan promosi melalui event lomba burung berkicau minimal sebulan sekali dari wilayah satu ke wilayah yang lain. Supaya promosi yang dilakukan bisa dilakukan secara merata di wilayah Jawa Tengah.