Para Nabi Allah
Tahun 3 Buku 2
TUNAS MUDA
Bila anak dibesarkan
dengan celaan,
maka ia belajar memaki.
Bila anak dibesarkan
dengan permusuhan,
maka ia belajar berkelahi.
Bila anak dibesarkan
dengan cemoohan,
maka ia belajar rendah diri.
Anak-Anak Belajar dari Kehidupannya
Bila anak dibesarkan dengan hinaan,
maka ia belajar menyesali diri.
Bila anak dibesarkan dengan toleransi,
maka ia belajar menahan diri.
Bila anak dibesarkan dengan motivasi,
maka ia belajar percaya diri.
Bila anak dibesarkan dengan pujian,
maka ia belajar menghargai.
Bila anak dibesarkan dengan perlakuan sebaik-baiknya,
maka ia belajar keadilan.
Bila anak dibesarkan dengan rasa aman,
maka ia belajar menaruh kepercayaan.
Bila anak dibesarkan dengan dukungan,
maka ia belajar menyenangi dirinya.
Bila anak dibesarkan dengan kasih sayang dan
persahabatan,
maka ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.
Oktober
November
Desember
Para Nabi Allah
Buku Pegangan Guru
TUNAS MUDA
Tahun 3 Buku 2
Daftar Isi i
Pendahuluan ii
Apakah yang perlu kuketahui tentang murid kelas Tunas Muda? vi Bagaimana mengajar murid kelas Tunas Muda? vii Bagaimana membangun hubungan dengan murid-muridku? viii Sepuluh Komponen Pengajaran yang Efektif ix
Empat Langkah Rencana Mengajar x
Sebelum Anda mengajar kepada murid-murid xi
Oh Tuhan, jadikanku hamba-Mu! xii
Ayat Hafalan (Oktober/November/Desember) xiii Pembacaan Alkitab (Oktober/November/Desember) xv
1. Para Nabi Allah
1
2. Yunus Menentang Perintah Allah
15
3. Amos Hadapi Ketidakjujuran
27
4. Hosea dan Perzinahan Rohani
39
5. Yesaya: "Saya Melihat Tuhan"
51
6. Yeremia: "Akan ada Pembuangan"
63
7. Habakuk Nantikan Keadilan Allah
75
8. Penglihatan Yehezkiel tentang
Penghukuman Allah dan Harapan
87
9. Daniel dan Ketiga Temannya: "Tidak!"
99
10. Sadrakh, Mesakh dan Abednego
113
11. Pesan Hagai: Jangan Lupakan Allah
pada Masa Keberhasilan
125
12. Maleakhi: Kasih yang Menjadi Dingin
137
13. Ulasan
149
Bagaimana Anda Gunakan
Buku Pegangan ini?
Buku Pegangan Guru ini akan sangat membantu Anda
mempersiapkan bahan pelajaran dengan lebih baik. Kita
berharap dapat saksikan bagaimana firman Allah
mempengaruhi dan mengubah kehidupan murid-murid.
Sempatkan sedikit waktu untuk membaca beberapa
petunjuk berikut. Bayangkan bahwa Anda sedang
melakukan persiapan mengajar murid-murid kelas
Tunas Muda.
GARIS BESAR
Kitab Bacaan
Mat. 1:18; Luk. 2:21-23;
Mat. 4:1-10; Ibr. 2:18;
Mat. 4:23-25; Ibr. 5:7
Kebenaran Alkitab
Yesus, Anak Manusia, adalah
sepenuhnya manusia
sehingga Ia memahami akan
keadaan kita.
Tujuan Pelajaran
Membagikan pemikiran yang
terdalam kepada Yesus
karena
Ia mengasihi kita.
Ayat Hafalan
Lalu kata malaikat itu kepada
mereka: “Jangan takut, sebab
sesungguhnya aku
memberita-kan kepadamu
kesukaan besar untuk seluruh
bangsa: Hari ini telah lahir
bagimu Juruselamat, yaitu
Kristus, Tuhan, di kota Daud.”
(Luk. 2:10-11)
contoh
Kitab Bacaan terdiri dari
bagian Alkitab yang akan
Anda gunakan untuk
menyampaikan pelajaran.
Kebenaran Alkitab
menyatakan kebenaran
Alkitab yang diajarkan
kepada kita.
Tujuan Pelajaran memberi
contoh nyata kepada
murid-murid tentang Kebenaran
Alkitab untuk diterapkan
dalam kehidupan mereka.
Ayat Hafalan dikutip dari
Alkitab Terjemahan Baru LAI,
untuk mendukung Tujuan
Pelajaran. Menghafalkan
satu ayat Alkitab setiap
minggunya dapat membantu
murid-murid untuk
Belakang
Belakang
Alkitab
Alkitab
Alkitab
menyediakan informasi tambahan dan beberapa
pandangan yang berkaitan dengan isi pelajaran.
menyediakan pandangan mengenai perkembangan
murid, menawarkan berbagai ide maupun petunjuk
dalam mengajar dan memahami kelompok usia ini.
menarik perhatian murid-murid dan membantu
mereka terpusat pada tema pelajaran. (5 menit)
membantu Anda mempersiapkan hati sebelum
mengajar. Pula dapat menjadi tantangan sekaligus
memberikan kekuatan kepada Anda dalam
melangkah bersama dengan Kristus.
Altar
Mengenai
Persiapkan
Makanan
Belakang
Murid
Hati
Rohani
Alkitab
Anda
Murid
untuk
Renungan
Pemahaman
Aplikasi
Kesimpulan
Aktivitas
Alkitab
Kehidupan
Evaluasi
inti dari bagian pelajaran di mana setiap murid dapat
secara langsung terlibat dalam mempelajari firman
Allah. Murid-murid akan menemukan apa yang
dikatakan oleh firman Allah dan belajar bagaimana
menerapkan firman Allah itu dalam kehidupan
mereka. Selama waktu pelajaran, arahkan mereka
untuk menggunakan Lembar Kerja Murid yang berisi
berbagai pengajaran dan pertanyaan untuk
didiskusikan. (30 – 40 menit)
memotivasi murid-murid membuat rencana aktivitas
untuk menerapkan Tujuan Pelajaran dalam
kehidupan sehari-hari mereka. Murid-murid
menerapkan apa yang telah dipelajari dalam dunia
mereka. Bantulah setiap murid untuk menanggapi
firman Allah secara pribadi sebagaimana Roh Kudus
akan menyertai mereka dalam melakukan suatu
aplikasi kehidupan.
membantu murid-murid mempelajari Alkitab dan
pengajarannya hingga akan semakin yakin dengan
apa yang diajarkan firman Allah ketika mereka
menerapkannya.
m e m b a n t u m u r i d - m u r i d u n t u k m e n j a w a b
pertanyaan: “Apakah makna pelajaran ini bagiku?
Bagaimana aku dapat menerapkannya?” Sediakan
waktu untuk melakukan evaluasi. Bagian manakah
yang terbaik dari kelas pada hari ini? Perubahan
sikap apakah yang kamu dapat lakukan?
Bagaimana Lembar Kerja Murid
dapat Membantu Murid Anda?
Lembar Kerja Murid membantu murid-murid dalam
menemukan firman Allah bagi diri mereka sendiri.
Arahkan mereka melalui 3 tahapan sederhana ini.
membantu murid-murid untuk menemukan jawaban
Allah melalui cerita Alkitab atau perikop dalam
Alkitab. Mereka akan menambah pengetahuan
mengenai Alkitab dan berbagai pengajarannya
sekaligus akan menemukan apa yang firman Allah
sampaikan melalui pelajaran.
memotivasi murid-murid membuat rencana aktivitas
untuk menerapkan Tujuan Pelajaran dalam
kehidupan sehari-hari mereka. Murid-murid
menerapkan apa yang telah dipelajari dalam dunia
mereka. Bantulah setiap murid untuk menanggapi
firman Allah secara pribadi sebagaimana Roh Kudus
akan menyertai mereka dalam melakukan suatu
aplikasi kehidupan.
membantu murid-murid mempelajari Alkitab dan
pengajarannya hingga akan semakin yakin dengan
apa yang diajarkan firman Allah ketika mereka
menerapkannya.
Temuan
Aplikasi
Alkitab
Kehidupan
Aktivitas
Apakah yang perlu kuketahui
tentang murid kelas Tunas Muda?
u
Kurang Percaya Diri
Murid-murid kelas Tunas Muda mungkin merasa kurang percaya diri
sehingga kadang berkata-kata dengan kasar karena rasa takut
mereka. Oleh karena itu, kata-kata bijak yang paling tepat untuk
diajarkan kepada mereka adalah "lakukan apa yang kamu ingin orang
lain lakukan terhadap dirimu".
u
Masa Puber
Masa puber menyebabkan munculnya masalah seorang murid untuk
bersosialisasi. Bila seorang saudari pada usia 11 tahun telah disenangi
oleh teman-temannya, tetapi mengapa pada saat ia menginjak usia 12
tahun justru merasa sulit untuk bergaul? Mungkin ia sedang memasuki
masa puber.
u
Bingung terhadap Jati Diri
Sebagian besar murid kelas Tunas Muda yang sedang menjalani
masa puber akan mengalami kelabilan dalam perasaan mereka.
Mereka belum dapat memutuskan siapa diri mereka yang sebenarnya:
Seorang anakkah? Seorang dewasakah? Seorang Anakkah atau
dewasakah? Selain itu, mereka pun belum dapat memutuskan
keinginan untuk menjadi seseorang yang diharapkan. Apakah
anak-anak ini egois? Pasti! Tetapi hal ini bukanlah karena kesengajaan
ataupun hal yang buruk. Tetapi justru merupakan suatu kesulitan yang
telah menjadi bagian dari perkembangan si anak.
u
Perkembangan Moral
Tekanan dari teman-teman sebaya merupakan pengaruh yang begitu
kuat. Keinginannya untuk menjadi sama seperti teman-temannya itu
mempengaruhi tingkah laku sehingga membuat mereka mulai berani
membantah. Sekalipun mungkin secara sembrono murid-murid
mengikuti perbuatan teman-teman, tetapi mereka akan tetap bersikap
menentang perbuatan atau permintaan dari orang dewasa. Oleh
karena itu, cobalah untuk menjadi lebih peka terhadap segala
kebutuhan mereka dan usahakan untuk tidak mempermalukan
Bagaimana mengajar murid
kelas Tunas Muda?
l
Setiap murid belajar dengan cara yang berbeda...
saran yang dapat membantu ketika Anda mengajar:
Ada beberapa
u
Gunakan Variasi
Setiap orang belajar dengan
cara yang berbeda. S e b a g i a n
besar murid kelas Tunas Muda
akan lebih cepat belajar dari
pengalaman. Oleh karena itu,
gunakan suatu cara yang
ber-variasi dalam membawakan
pelajaran.
u
Peringatan Batas Waktu
Saat Anda memberi tugas
kepada murid-murid, berikan
pula batasan waktu kepada
mereka untuk mengerjakannya,
pastikan Anda memberikan
peringatan 5 menit dan
kemu-dian 1 menit sebelum selesai.
Bila jumlah murid lebih dari 8
orang, kerjakan secara
ber-kelompok yang terdiri dari 2
orang atau lebih, termasuk
tugas-tugas yang bersifat
d i s k u s i a t a u p e n g a l a m a n
pribadi.
u
Jadilah Diri Anda Sendiri
Saat Anda berbagi pengalaman
p r i b a d i d a l a m p e l a j a r a n ,
mereka akan mengikuti cerita
Anda. Jadilah diri Anda sendiri!
Bicarakan tentang pergumulan
pribadimu. Dengan berbagi
perasaan Anda, maka mereka
pun akan berbagi perasaan
mereka.
u
Gunakan Alkitab
Ajaklah murid-murid untuk
membawa Alkitab sendiri dan
mintalah untuk mencatat.
Anda dapat meminta mereka
menggunakan Alkitab dengan
versi yang sama. Hal ini akan
membantu mereka menjadi
fokus terhadap pelajaran
tanpa ada permasalahan
dalam penafsiran. Setelah
membaca perikop dalam
Alkitab, pastikan mereka
memahami kata-kata dan
kalimat-kalimat yang penting
s e h i n g g a k e t i k a A n d a
memberi penjelasan, proses
belajar akan menjadi lebih
berarti bagi murid-murid.
u
Proses Belajar yang Aktif
Proses belajar yang aktif
adalah tepat bagi anak-anak
usia muda. Mereka hidup
dalam perkembangan zaman
yang cepat berubah. Berilah
batasan waktu aktivitas 15
m e n i t l a m a n y a . B i a r k a n
diskusi berjalan dengan
bebas. Berikan motivasi agar
m u r i d - m u r i d d a p a t
mengungkapkan perasaan
dan pikiran mereka.
l
Anda berada pada posisi yang
dapat tingkatkan kerohanian
murid-murid oleh perkataan
dan perbuatan Anda.
Bagaimana membangun
hubungan
dengan murid-muridku?
esus hendak menjadi sahabat selama kita tetap menjadi
Nya. Demikian pula hubungan Anda dengan
murid-Y
murid dapat mempengaruhi keberhasilan pengajaran yang
diberikan. Selama Anda berusaha untuk lebih mengenali mereka,
maka mereka pun berusaha untuk lebih mengenali Anda, sehingga
kemampuan Anda memasukkan firman Allah ke dalam kehidupan
mereka dan kemampuan mereka mendengarkan firman Allah akan
semakin meningkat.
Mulailah dari diri Anda!
Berbicaralah dengan Penuh
Hormat terhadap Murid-Murid
Murid-murid kelas Tunas Muda tidak
lagi memandang diri mereka
sebagai seorang anak. Mereka
dapat membina hubungan baik
dengan orang dewasa yang dapat
menghargai kemampuan dan
talenta mereka dan dengan senang
hati dapat menerima berbagai saran
yang bersifat membangun.
Turutlah Berpartisipasi bersama
dengan Murid-Murid
Berpartisipasilah dengan
murid-murid saat dalam kelas maupun di
luar kelas. Bila Anda menugaskan
m e r e k a u n t u k m e n g g u n t i n g ,
merekatkan dan menggambar,
turutlah bergabung bersama
dengan mereka. Hal ini akan
menghilangkan kesan bahwa
aktivitas ini bersifat kekanakan.
Bila murid-murid berjumlah
sedikit saja, maka Anda dapat
bergabung dengan mereka dalam
diskusi. Apabila dibagi dalam
kelompok yang lebih kecil, maka
akan lebih bijaksana bila Anda tidak
melainkan membaur di antara
mereka. Bila Anda lebih banyak
meluangkan waktu bersama
dengan mereka, maka mereka
akan menaruh hormat dan
menghargai Anda.
Luangkan Waktu untuk Lebih
Mengenal Murid-Murid
Sepuluh hingga lima belas menit
sebelum kelas dimulai merupakan
waktu yang paling berharga bagi
Anda. Sapalah ketika mereka tiba.
D e n g a r k a n d e n g a n p e n u h
perhatian ketika mereka bercerita
tentang berbagai peristiwa yang
terjadi dalam kehidupan mereka.
Anda tidak perlu bersikap seperti
anak remaja untuk berkomentar
dengan mereka. Sebaliknya, Anda
adalah orang yang berpengaruh
dalam kehidupan mereka.
Luangkan waktu bersama
mereka di luar jam pelajaran.
Makan bersama merupakan hal
yang baik untuk membangun suatu
hubungan. Hubungilah mereka
sesekali waktu hanya untuk
mengobrol. Anda pun dapat
mengingat penghargaain khusus
Sepuluh Komponen
Pengajaran yang Efektif
man Kristiani dapat dirasakan dan dialami, dan murid-murid Anda
akan menjadi lebih dewasa bila Anda memberikan kepada mereka
I
kesempatan untuk mengalami dan melakukan kebenaran firman
Allah.
Daftar ini berfungsi untuk mengingatkan bagaimana
murid-murid harus belajar dan sekaligus sebagai suatu tantangan bagi
Anda untuk meningkatkan kualitas mengajar Anda secara
berkesinambungan.
Bantulah mereka belajar lakukan
sesuatu berdasarkan pesan yang
disampaikan. Mereka akan lebih
cepat belajar melalui pengalaman
daripada hanya mendengarkan
pengajaran berjam-jam lamanya.
Berilah motivasi agar murid-murid
dapat menyalurkan kreativitas
mereka kepada pemahaman
terhadap firman Allah.
Melakukan
Berkarya
Bermain
Memperagakan
Menggambar
Menjalani
Melihat
Mendengar
Menulis
Bekerja Sama
Saat Anda dapat memberikan
gambaran mengenai pesan yang
disampaikan, maka mereka akan
mempunyai kesan yang mendalam
pada benak mereka.
Sediakan berbagai cerita atau
contoh yang menarik.
Tulisan yang kreatif merupakan
suatu cara yang efektif bagi para
anak muda untuk berkomunikasi
dan belajar.
Murid-murid akan lebih mudah
belajar bila mereka dapat saling
bekerja sama dengan yang lainnya.
Aktivitas adalah hal yang baik
untuk membuat mereka belajar.
yang mereka lihat dari
Alkitab.
Mintalah murid-murid untuk
membagikan iman mereka dengan
mengambar apa yang dilihat dari
Alkitab.
Tantanglah murid-murid untuk
menjalani iman mereka dalam
kehidupan ini.
Empat Langkah
Rencana Mengajar
llah telah menciptakan setiap anak berbeda satu sama lainnya.
Kita harus mengajarkan mereka dengan cara supaya setiap
A
murid dapat bertumbuh sesuai dengan perkembangan
masing-masing. Beri mereka motivasi dan dorongan untuk
senantiasa mengetahui kebenaran firman Allah dan bantulah mereka
untuk melakukan dan menerapkan firman Allah di dalam kehidupan
mereka.
Temukan firman Allah
ketika Anda Mengajar
di dalam Kelas.
Membuat Tujuan Pelajaran
yang lebih bersifat pribadi
sehingga dapat dihubungkan
dengan pengalaman
murid-murid.
Mengembangkan rencana
pelaksanaan pelajaran yang
dapat diterapkan murid-murid
dalam kehidupan mereka.
Termotivasi
Tahu Kebenaran
Lakukan Kebenaran
Setiap menit
dalam kelas
merupakan
sesuatu yang
berharga.
Berdoalah agar
Allah berikan
petunjuk
kepada Anda.
Terapkan Kebenaran
Sebelum Anda Mengajar
kepada Murid-Murid
u
Sediakan cukup waktu untuk
melakukan persiapan
Buku Pegangan Guru ini
disusun untuk mengurangi
waktu persiapan Anda dan
bukan untuk meniadakannya.
Bacalah bahan pelajaran
sedikitnya satu minggu sebelum
Anda mengajar. Anda mungkin
perlu mengumpulkan beberapa
bahan untuk acara diskusi dan
a k t i v i t a s . C o b a l a h u n t u k
mengenal bentuk pelajaran
dalam buku ini. Mungkin tidak
semua bahan pelajaran dapat
dibahas karena keterbatasan
waktu yang Anda punyai. Anda
dapat membawakan sisa bahan
tersebut di lain pertemuan atau
dalam suatu persekutuan.
u
Bersikap fleksibel
Bersikap fleksibel berarti
memberikan kepada Allah
kesempatan untuk menyatakan
pekerjaan-Nya melalui diri kita.
Bila mengalami kondisi di
mana seorang murid belum
memahami pelajaran yang
diberikan, maka Anda harus
s i a p u n t u k m e l a k u k a n
penyesuaian. Allah mungkin
mempunyai pendekatan yang
berbeda terhadap murid yang
satu ini. Seringkali bimbingan
Allah justru datang selagi kita
tidak begitu mengharapkan.
Tujuannya agar kita dapat
menjadi seorang pengajar yang
efektif.
u
Bersikap kreatif
Jangan katakan kepada diri
sendiri bahwa Anda bukanlah
s e o r a n g y a n g k r e a t i f .
Janganlah bersikap ragu-ragu
untuk melakukan berbagai
hal yang tidak tersedia di
dalam buku pegangan ini.
Anda dapat menyesuaikan
bahan pelajaran menjadi lebih
b e r s i f a t p r i b a d i d e n g a n
berbagai ide yang Anda
terapkan kepada murid-murid
di kelas.
u
Berdoalah dengan tekun
Seringkali dikatakan bahwa,
“Doa adalah nafas hidup bagi
orang Kristen!” Anda akan
beroleh hikmat, kekuatan dan
kesabaran yang lebih besar
k e t i k a m e m b u a t s u a t u
komitmen di dalam peran
sebagai seorang guru dan di
dalam setiap pelajaran ini
kepada Allah!
Oh Tuhan,
jadikanku hamba-Mu!
urid-murid dapat lebih banyak belajar dari cara hidup Anda.
Mereka akan menyerap berbagai macam pesan mengenai
M
kasih Allah dan iman kekristenan setiap kali berinteraksi dan
melihat perbuatan Anda. Jangan remehkan kekuatan gaya hidup
Anda sendiri. Murid-murid melihat kepada orang di sekitar mereka
yang dapat menunjukkan cara mengasihi Allah dan hidup sebagai
seorang Kristen. Mohonlah kepada Allah untuk menjadikan Anda
seorang hamba yang rendah hati berdoa kepada-Nya dalam setiap
waktu dan setiap hari.
Allah tidak mengharapkan Anda
menjadi seorang guru
yang terbesar.
Allah menghendaki Anda untuk
menjadi seorang hamba,
melakukan yang terbaik
yang dapat Anda lakukan,
dan beriman bahwa
Ia dapat melakukan
hal yang mustahil sekalipun.
“Apapun juga yang kamu perbuat,
perbuatlah dengan segenap hatimu
seperti untuk Tuhan dan
bukan untuk manusia.”
(Kol. 3:23)
“Tetapi harta ini kami punyai
dalam bejana tanah liat,
supaya nyata, bahwa kekuatan
yang melimpah-limpah itu
berasal dari Allah,
bukan dari diri kami.”
(2 Kor. 4:7)
Ayat Hafalan
(Oktober/November/Desember)
1. "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk
memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja
dan orang-orang Israel." (Kis. 9:15)
2. "Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini,
haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup dan
bertambah banyak." (Ul. 8:1a)
3. "Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi orang
fasik akan senantiasa celaka." (Ams. 12:22)
4. "Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan
dirinya musuh Allah." (Yak. 4:4b)
5. "Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu
sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu."
(1 Pet. 1:15)
6. "Tunjukkan kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing!"
(Zak. 7:9b)
7. "Tuhan itu pembalas kepada para lawan-Nya dan pendendam kepada
pada musuh-Nya." (Nah. 1:2b)
8. "...supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia
sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita
yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar
dan Juruselamat kita Yesus Kristus." (Tit. 2:12-13)
9. "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan,
yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu." (Kel. 14:13a)
10. "Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang
tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan
yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan
gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar." (2 Kor. 3:18)
11. "Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan Tuhan; aku hendak
menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu dan merenungkan
perbuatan-perbuatan-Mu." (Mzm. 77:12a,13)
12. "Bahwasanya Aku, Tuhan, tidak berubah...Kembalilah kepada-Ku,
maka Aku akan kembali kepadamu." (Mal. 3:6-7)
Pembacaan Alkitab
(Oktober/November/Desember)
1. Kel. 16 – 18
2. Kel. 19 – 21
3. Kel. 22 ─ 24
4. Kel. 25 ─ 27
5. Kel. 28 ─ 30
6. Kel. 31 ─ 33
7. Kel. 34 ─ 36
8. Kel. 37 – 39
9. Kel. 40 ─ Im. 2
10. Im. 3 ─ 5
11. Im. 6 ─ 8
12. Im. 9 ─ 11
pelajaran
Para Nabi Allah
1
GARIS BESAR
Latar Belakang Alkitab
Kitab BacaanAyat pilihan dari kitab Amsal.
Kebenaran Alkitab
Allah memakai banyak perbedaan manusia untuk lakukan pekerjaan-Nya.
Tujuan Pelajaran
1. Mengetahui dasar
tentang tulisan nabi.
2. Menjadi siap dipakai
Allah sebagai alat-Nya, bahkan dalam pekerjaan Allah yang terkecil sekalipun
Ayat Hafalan
"Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan
orang-orang Israel."
(Kis. 9:15)
Sering kali hanya nama nabi seperti Elia dan Elisa yang diingat akan pentingnya peranan kenabian mereka dalam bentuk sejarah orang Israel. Bagaimanapun, ada pula banyak nabi lainnya yang bekerja bagi Allah. Yang menariknya, mereka merupakan penulis dari kitab para nabi pada Perjanjian Lama, tetapi karena banyak kitab yang berupa uraian singkat dan berfokus pada kejadian saat itu, maka banyak orang yang tidak mengetahui keberadaan dari kitab-kitab tersebut. Kitab para nabi ini dapat dibagi ke dalam dua bagian: Kitab nabi besar dan kitab nabi kecil. Kitab nabi besar disebut demikian bukan karena Yesaya, Yeremia, Yehezkiel atau Daniel yang lebih menonjol, tetapi karena kitab-kitab ini lebih banyak isinya dan lebih diketahui tentang hasil pelayanan mereka. Sementara, kedua belas kitab nabi kecil dikategorikan berdasarkan pada berapa kali mereka melayani Allah. Umumnya, Hosea, Amos, Yunus, Mikah, Nahum, Habakuk dan Zefanya bernubuat saat Asyur sedang berjaya, sekalipun dua nabi yang disebutkan terakhir lebih dekat kepada masa Babel yang taklukkan setiap orang. Hagai, Zakharia dan Maleakhi bernubuat setalah masa pembuangan, memotivasi orang Yahudi untuk membangun kembali hidup mereka di Yerusalem. (Untuk Obaja dan Yoel dapat dilihat pada pelajaran.)
Kita hidup pada masa dan tempat di mana ada banyak agama berkembang bebas. Tidak seperti para nabi, kita tidak teraniaya terhadap apa yang dikatakan atau dilakukan. Faktanya, kita dapat berdiri pada sudut jalan sambil beritakan injil tentang Yesus Kristus dan keselamatan-Nya sepanjang hari dan tidak seorangpun yang pedulikan hal tersebut atau pemerintah yang mengancam hidup kita. Hanya satu hal yang sering menghambat kita dari keberanian memberitakan kabar baik yaitu diri kita sendiri. Kita mengira bahwa diri kita tidak memiliki kata-kata yang tepat untuk dikatakan atau mengira orang lain beranggapan diri kita ini fanatik dengan menghentikan mereka di jalan. Dalam berbagai cara, kita seperti murid-murid Yesus, yang menyatakan bahwa mereka tidak akan pernah mengabaikan Tuhan, bahkan rela mati demi-Nya sekalipun. Tetapi ketika tiba saatnya untuk berdiri bagi-Nya dengan mengaku mengenal-Nya, mereka lari ketakutan. Hari ini, kita menyatakan diri sebagai para pengikut Yesus Kristus yang setia dan bila hidup dalam situasi, di mana agama tidak boleh disebarkan, apakah kita siap pula untuk mati demi umat percaya lainnya. Kemudian, mengapa kita harus menanggung resiko hanya untuk beritahukan kepada seseorang tentang Tuhan Yesus? Mungkin kita temukan hidup sekarang ini lebih mudah untuk menderita penderitaan jasmani, karena itu segeralah beritakan injil. Selagi belum harus alami dampak buruk dari apa yang kita katakan dan lakukan. Tetapi bila benar-benar ingin pertahankan apa yang kita yakini, kita harus mulai dengan bersaksi.
Pelajaran ini merupakan perkenalan dasar dari Kitab para nabi dan karena berkaitan dengan sejarah, beberapa murid tampaknya kurang begitu tertarik akan hal ini. Bagaimanapun, karena banyak jemaat yang kurang tahu tentang nabi-nabi ini, khususnya nabi kecil, adalah penting untuk membicarakan peranan yang mereka emban. Mereka berikan banyak peringatan dari penghakiman Allah yang tertunda dan mendesak umat Israel untuk kembali kepada Allah. Beberapa dari pesan mereka tampak berlebihan, tetapi hal ini karena umat menolak untuk mendengarkannya. Ada banyak yang dapat dipelajari dari hidup para nabi ini. Mereka memang memiliki suatu pekerjaan yang sulit, tetapi mengakhirinya dengan rasa harga diri, martabat,
Alkitab
Alkitab
Makanan
Rohani
Rohani
untuk
untuk
Renungan
Alkitab
Mengenai
Murid
Anda
(Hanya satu hal yang sering menghambat kita dari keberanian memberitakan kabar baik yaitu diri kita sendiri.)
Tanpa melihat ke dalam Alkitab, mintalah murid-murid untuk sebutkan nama nabi sebanyak mungkin. Setelah itu, mintalah mereka untuk sebutkan satu hal yang berkaitan dengan diri mereka. Sebagian besar dari murid-murid akan merasa kesulitan melakukan hal tersebut, kecuali bagi nama nabi yang benar-benar sering disebutkan. Diskusikan tentang pentingnya mengetahui kehidupan para nabi dan bimbinglah mereka ke dalam Lembar Kerja # 1.
Lembar Kerja # 1 Para Nabi
Para nabi yang dipilih oleh Allah diberi amanat untuk bernubuat dan sampaikan pesan-Nya. Ketika memikirkan para nabi, kita cenderung teringat akan Samuel atau Debora. Kita tahu orang-orang seperti Elia dan Elisa sungguh baik. Mereka melayani umat ketika Israel terbagi menjadi dua kerajaan. Mujizat dan kehidupan mereka dituliskan dalam kitab 1 dan 2 Raja-Raja. Tetapi ada pula para nabi lainnya yang bernubuat selama sisa sejarah umat Israel, dari masa ketika Asyur taklukkan kerajaan utara, Israel, hingga Babel berkuasa
Persiapkan
Hati
Murid
Pemahaman
Alkitab
kerelaan. Ada beberapa karakteristik yang murid-murid dapat teladani agar menjadi alat Allah. Dalam bagian Aplikasi Kehidupan, diskusikan pentingya menjadi mampu selesaikan hal-hal kecil yang Allah embankan kepada kita sebelum kita dapat beroleh amanat yang lebih besar. Memang sulit katakan bahwa kita rela mati demi Tuhan Yesus, bila tidak dapat sadar sepenuhnya untuk dengarkan khotbah sepanjang dua jam. Motivasi-lah murid-murid untuk menyatakan kesetiaan dan kebulatan tekad mereka bekerja bagi Allah melalui hal sehari-hari yang mencerminkan iman kita. Ketika dapat lakukan hal tersebut, mereka akan siap lanjutkan apa yang para nabi itu lakukan.
Sebelum Anda mulai bagian ini, mintalah murid-murid
untuk melihat pada Lembar Kerja Murid.
Beberapa informasi yang diberikan di sini mungkin tidak tersedia
bagi murid-murid. Informasi pada sebelah kanan dapat dijadikan suatu acuan.
melayani saat umat Israel diizinkan kembali ke Yerusalem, setelah tujuh puluh tahun dalam masa pembuangan. Berikut adalah daftar tulisan para nabi. Mereka disebut demikian karena diyakini telah menulis beberapa kitab yang terdapat dalam Perjanjian Lama. Beberapa kitab di antaranya panjang, sedangkan yang lainnya pendek. Beberapa di antaranya sukar untuk dipahami, karena mengandung banyak nubuatan, sementara yang lainnya lebih mudah dipahami. Enam belas kitab yang menyebutkan nama penulisnya (kitab Ratapan diyakini ditulis oleh Yeremia) dapat dibagi ke dalam dua bagian: Kitab nabi besar dan kitab nabi kecil. Kitab nabi besar (Yesaya, Yeremia, Yehezkiel dan Daniel) bukan karena lebih menonjol, tetapi karena kitab-kitab mereka lebih panjang, lebih diketahui diri dan pelayanan mereka sebagai suatu hasil. Umumnya, kitab-kitab nabi kecil adalah singkat dan tidak banyak diketahui tentang diri mereka, hanya dituliskan dalam pasal-pasal yang singkat. Untuk beberapa kitab para nabi, ada beberapa perdebatan tentang kapan mereka bernubuat, hal ini disebabkan karena kekurangan informasi. Secara umum daftar dalam urutan perintah saat setiap nabi melayani, sekalipun ada yang mungkin tumpang tindih dengan lamanya hidup mereka (atau tidak diketahui tanggalnya dengan tepat). Tanggal yang sebenarnya tidaklah dituliskan, karena bukan merupakan kesepakatan dari semua nabi. Apa yang penting bagi murid-murid adalah memiliki pandangan umum dari para nabi melalui sejarah umat Israel. Murid-murid dapat melihat ayat-ayat untuk mengisi sisa dari daftar yang ada dan lihatlah berapa banyakkah yang mereka dapat pelajari tentang para nabi ini.
Yunus
lMelayani selama masa pemerintahan raja Yerobeam II (2 Raj. 14:23-25) untuk Israel; ia diberikan perintah untuk beritakan kabar baik ke Niniwe, ibukota Asyur, tetapi melarikan diri dan akhirnya ditelan oleh seekor ikan besar setelah dilemparkan ke laut dari kapal.
lLihatlah Yun. 1:1. Anak siapakah Yunus itu? (Amitai)
(Karena Lembar Kerja ini
memuat banyak informasi, Anda boleh membagi
murid-murid ke dalam beberapa kelompok untuk mempelajarinya dan bagikan pandangan mereka kepada murid lainnya.
Atau bila waktu masih ada, Anda boleh memeriksa lebih teliti
Amos
lBernubuat selama masa pemerintahan raja Yerobeam II dan sebagian dari kitabnya (dari sebagian pasal 2 dan selanjutnya) merupakan penghukuman Allah yang tertunda untuk Israel (Am. 1:1).
lLihatlah Am. 1:1. Apakah pekerjaan Amos sebelum menjadi seorang nabi? (Seorang petani atau gembala) Hosea
lBernubuat selama masa pemerintahan raja Yerobeam II (Hos. 1:1) untuk Israel.
lLihatlah Hos. 1:2. Apakah yang diketahui orang banyak tentang dirinya? (Allah perintahkan agar Hosea menikahi seorang perempuan sundal.)
Mikah
lSekalipun penglihatannya mengenai Samaria (ibukota Israel) dan Yerusalem (ibukota Yehuda), tetapi ia bernubuat sebagian besar kepada Yehuda, karena menyinggung nama raja-raja Yehuda (Mik. 1:1); tidak banyak yang diketahui tentang nabi tersebut, selain yang ditemukan dalam kitab Mikah dan Yer. 26:18, yang menyatakan bahwa ia berasal dari Moresyet, daerah Yehuda.
Yesaya
lSekalipun Yesaya berbicara tentang dosa Israel dan Yehuda, tetapi ia bernubuat sebagian besar kepada Yehda, karena menyinggung nama raja-raja Yehuda (Yes. 1:1).
lLihatlah Yes. 6:6-8. Apakah yang menarik tentang panggilan Yesaya itu? (Mulut dan bibirnya dikuduskan oleh malaikat yang menyentuhkannya dengan bara api.)
Nahum
lIa berbicara sebagian besar tentang kejatuhan Niniwe, ibukota Asyur, yang telah taklukkan kerajaan Israel utara. Ini bertujuan untuk berikan penghiburan kepada Yehuda, memberitahukan musuh mereka akan dihancurkan pada akhirnya; tidak banyak yang diketahui tentang nabi tersebut; ia berasal dari Elkosy (Nah. 1:1) dan namanya berarti 'penghiburan'.
"Pergilah, sebab orang ini
adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel." (Kis. 9:15)
Zefanya
lBernubuat selama pemerintahan Yosia (Zef. 1:1) dan memperingati akan terjadinya penghukuman atas Yehuda, bila tidak berbalik dari kejahatan mereka. lLihatlah Zef. 1:1. Apakah yang menarik tentang asal dari nabi tersebut? (Ia adalah keturunan dari Hizkia.)
Yeremia
lMenurut Yer. 1:1-3, ia bernubuat di Yehuda dari masa raja Yosia hingga penduduk Yehuda masuk ke dalam pembuangan, dibawa sebagai tawanan ke Babel; sebagian besar orang setuju bahwa dirinyalah yang menulis kitab Ratapan.
lLihatlah Yer. 1:1. Selain seorang nabi, menjadi apakah dirinya? (Seorang imam)
Habakuk
lBernubuat di Yehuda sejak Israel utara ditaklukkan oleh Asyur; tidak banyak yang diketahui tentang nabi tersebut, kecuali bahwa ia hidup sezaman dengan Yeremia dan mungkin menyaksikan penyerangan Babel dan pembuangan orang Israel.
Yehezkiel
lDipanggil menjadi seorang nabi (sebelumnya seorang imam) setelah ia dibuang ke Babel (Yeh. 1:1-2) dan bernubuat kepada penduduk Israel yang berada dalam pembuangan bersama dengan dirinya.
lLihatlah Yeh. 24:15-18. Apakah yang terjadi dengan istrinya dan apakah yang ia harus lakukan? (Istrinya meninggal dan Allah beritahukan bahwa Yehezkiel tidak berduka karena kematian istrinya, sebagaimana penduduk Yehuda tidak berduka karena Yerusalem, yang telah dihancurkan.)
Daniel
lBernubuat kepada tawanan dan raja-raja Babel tentang nubuatan terjadinya kekuasaan dunia; ia ditawan ketika masih mudah dari Yehuda ke Babel. Ia dan ketiga temannya pertahankan iman mereka di hadapan raja Babel, dengan hadapi dapur perapian dan gua singa. Dua Belas Nabi Kecil Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikah Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi
Hagai
lBerbicara kepada kelompok pertama dari orang buangan yang diizinkan kembali ke Yerusalem (Hag. 1:1) bersama dengan Zerubabel; ia mungkin mengirim sebuah surat ke Yerusalem, sementara dirinya masih di Babel.
lLihatlah Hag. 1:2-3,7-8. Apakah pesan Hagai kepada orang-orang Yehuda di Yerusalem? (Untuk membangun kembali Bait Suci.)
Zakharia
lPesan Zakharia adalah serupa dengan pesan Hagai dan ditujukan kepada orang-orang Yehuda yang telah kembali ke Yerusalem untuk membangun hidup mereka; ia pun seorang imam. Sekalipun dirinya sezaman dengan Hagai, tetapi ia melayani sedikit lebih lama daripada Hagai dan sebenarnya kembali ke Yerusalem untuk bekerja sebagai seorang imam (Neh. 12:1,16).
Maleakhi
lBernubuat lebih lama daripada Hagai dan Zakharia, karena ia berbicara tentang pengabaian dan hilangnya ibadah yang sejati dari umat; banyak yang beranggapan bahwa ia adalah nabi terakhir dari Perjanjian Lama.
lLihatlah Mal. 3:8-9. Apakah nabi menuduh umat berbuat sesuatu hal? (Merampok rumah Allah)
Obaja
lSekalipun tidak pasti kapan Obaja bernubuat, tetapi pesannya ditujukan kepada penduduk Yehuda, karena ia berbicara tentang kehancuran Yerusalem (Ob. 1:11-14) dan bagaimana Edom akan dihancurkan; beberapa orang beranggapan bahwa nubuatan penyerangan Yerusalem yang disebutkan dalam ayat 11-14 dilakukan pada pemerintahan Yoram (2 Raj. 8:20-22), berarti ia sezaman dengan Elisa. Yang lainnya beranggapan bahwa penyerangan tersebut dilakukan oleh Babel.
(Penting untuk tegaskan bahwa tanggal sebenarnya
tidaklah penting. Yang penting adalah
pesan nabi yang ditujukan kepada
umat Allah, termasuk kita hari ini.
Kita dapat kaitkan dengan banyak hal
dan peringatan pada zaman dahulu.)
Yoel
lDari Yl. 2:32; 3:1,6,8,16-20, sepertinya tampak mengarahkan pesannya kepada penduduk Yehuda. Ia peringatkan penghukuman Allah, karena dosa mereka. Sekalipun disebutkan dalam Yl. 1:1 bahwa ayahnya adalah Petuel, tetapi tidak diketahui tentang dirinya. Beberapa orang beranggapan bahwa ia telah tuliskan ini kitab ini sebelumnya, seperti Obaja. Yang lainnya beranggapan hal tersebut terjadi setelah masa Hagai dan Zakharia.
Lembar Kerja # 2 Kehidupan Para Nabi
Lembar Kerja sebelumnya berikan kita suatu rangkuman tentang apa yang setiap nabi tuliskan. Dalam kuartal ini, kita akan menyelidiki kehidupan beberapa orang dari mereka dan mengetahui lebih banyak tentang pelayanan mereka melalui setiap pelajaran. Tetapi sebelum kita lakukan semuanya itu, adalah baik untuk memahami secara umum apa yang para nabi itu perbuat. Berikut adalah suatu daftar dari hal-hal yang para nabi itu perbuat setiap harinya: lmenentang raja-raja yang jahat
lmengkritik ibadah yang sia-sia dan kegagalan para imam
lmemberitahukan dosa umat
Para Nabi Allah
pe la ja ra n
1
Pemahaman Alkitab Lembar Kerja # 1 1 AlkitabNabi Kepada Siapa
Nabi Bernubuat? Pernyataan Penting & Berita yang Menarik
Yunus l Melayani selama masa pemerintahan raja Yerobeam II (2 Raj. 14:23-25) untuk Israel; ia diberikan perintah untuk beritakan kabar baik ke Niniwe, ibukota Asyur, tetapi melarikan diri dan akhirnya ditelan oleh seekor ikan besar setelah dilemparkan ke laut dari kapal.
l Lihatlah Yun. 1:1. Anak siapakah Yunus itu?
Amos l Bernubuat selama masa pemerintahan
raja Yerobeam II dan sebagian dari kitabnya (dari sebagian pasal 2 dan selanjutnya) merupakan penghukuman Allah yang ter-tunda untuk Israel (Am. 1:1).
l Lihatlah Am. 1:1. Apakah pekerjaan Amos sebelum menjadi seorang nabi?
Hosea
l Bernubuat selama masa pemerintahan raja Yerobeam II (Hos. 1:1) untuk Israel.
l Lihatlah Hos. 1:2. Apakah yang diketahui orang banyak tentang dirinya?
Mikah l Sekalipun penglihatannya mengenai
Samaria (ibukota Israel) dan Yerusalem (ibukota Yehuda), tetapi ia bernubuat seba-gian besar kepada Yehuda, karena menyinggung nama raja-raja Yehuda (Mik. 1:1).
l Tidak banyak yang diketahui tentang
nabi tersebut, selain yang ditemukan dalam kitab Mikah dan Yer. 26:18, yang menyata-kan bahwa ia berasal dari Moresyet, daerah Yehuda.
Yesaya l Sekalipun Yesaya berbicara tentang dosa Israel dan Yehuda, tetapi ia bernubuat sebagian besar kepada Yehda, karena menyinggung nama raja-raja Yehuda (Yes. 1:1).
l Lihatlah Yes. 6:6-8. Apakah yang menarik tentang panggilan Yesaya itu?
Nahum l Ia berbicara sebagian besar tentang kejatuhan Niniwe, ibukota Asyur, yang telah taklukkan kerajaan Israel utara. Ini bertu-juan untuk berikan penghiburan kepada Yehuda, memberitahukan musuh mereka akan dihancurkan pada akhirnya.
l Tidak banyak yang diketahui tentang nabi tersebut; ia berasal dari Elkosy (Nah. 1:1) dan namanya berarti 'penghiburan'.
Zefanya l Bernubuat selama pemerintahan Yosia
(Zef. 1:1) dan memperingati akan terjadinya penghukuman atas Yehuda, bila tidak berbalik dari kejahatan mereka.
l Lihatlah Zef. 1:1. Apakah yang menarik tentang asal dari nabi tersebut?
Yeremia l Menurut Yer. 1:1-3, ia bernubuat di
Yehuda dari masa raja Yosia hingga penduduk Yehuda masuk ke dalam pem-buangan, dibawa sebagai tawanan ke Babel. l Sebagian besar orang setuju bahwa
dirinyalah yang menulis kitab Ratapan.
l Lihatlah Yer. 1:1. Selain seorang nabi, menjadi apakah dirinya?
A d a t ig a n ub u ata n b a gi Is ra e l s ek ita r za m a n pe m eri nta ha n Y e ro b ea m II h in gg a Is ra e l d ita klu k ka n o le h A syu r. T ig a n a bi, t erm a su k H a b aku k p a da h a la m a n b e rik utn y a, m ela y an i b an ya k d i Y eh ud a, da ri m as a r aja H iz k ia h in gg a Y eru sa le m d ih an cu rk an o le h B ab el da n p en du du k Y e h ud a d ita w an . 2
Para Nabi Allah
p j n e laa ra
1
Pemahaman Alkitab Lembar Kerja # 1Nabi Kepada Siapa Nabi Bernubuat?
Pernyataan Penting & Berita yang Menarik
Habakuk l Tidak banyak yang diketahui tentang nabi tersebut, kecuali bahwa ia hidup sezaman dengan Yeremia dan mungkin menyaksikan penyerangan Babel dan pembuangan orang Israel.
Yehezkiell Dipanggil menjadi seorang nabi
(sebe-lumnya seorang imam) setelah ia dibuang ke Babel (Yeh. 1:1-2) dan bernubuat kepada penduduk Israel yang berada dalam pembuangan bersama dengan dirinya.
l Lihatlah Yeh. 24:15-18. Apakah yang terjadi dengan istrinya dan apakah yang ia harus lakukan?
Daniel l Bernubuat kepada tawanan dan raja-raja Babel tentang nubuatan terjadinya kekua-saan dunia.
l Ia ditawan ketika masih mudah dari Yehuda ke Babel. Ia dan ketiga temannya pertahankan iman mereka di hadapan raja Babel, dengan hadapi dapur perapian dan gua singa
Hagai l Berbicara kepada kelompok pertama
dari orang buangan yang diizinkan kembali ke Yerusalem (Hag. 1:1) bersama dengan Zerubabel. l Ia mungkin mengirim sebuah surat
ke Yerusalem, sementara dirinya masih di Babel.
l Lihatlah Hag. 1:2-3,7-8. Apakah pesan
Hagai kepada orang-orang Yehuda di Yerusalem?
Zakharia l Pesan Zakharia adalah serupa dengan pesan Hagai dan ditujukan kepada orang-orang Yehuda yang telah kembali ke Yerusalem untuk membangun hidup mereka.
l Ia pun seorang imam. Sekalipun dirinya sezaman dengan Hagai, tetapi ia melayani sedikit lebih lama daripada Hagai dan sebenarnya kembali ke Yerusalem untuk bekerja sebagai seorang imam (Neh. 12:1,16).
Maleakhi l Bernubuat lebih lama daripada Hagai dan Zakharia, karena ia berbicara tentang pengabaian dan hilangnya ibadah yang sejati dari umat. l Banyak yang beranggapan bahwa ia
adalah nabi terakhir dari Perjanjian Lama. l Lihatlah Mal. 3:8-9. Apakah nabi menuduh umat berbuat sesuatu hal?
Obaja l Sekalipun tidak pasti kapan Obaja
bernu-buat, tetapi pesannya ditujukan kepada penduduk Yehuda, karena ia berbicara ten-tang kehancuran Yerusalem (Ob. 1:11-14) dan bagaimana Edom akan dihancurkan.
l Beberapa orang beranggapan bahwa nubuatan penyerangan Yerusalem yang disebutkan dalam ayat 11-14 dilakukan pada pemerintahan Yoram (2 Raj. 8:20-22), berarti ia sezaman dengan Elisa. Yang lain-nya beranggapan bahwa penyerangan tersebut dilakukan oleh Babel. l Dari Yl. 2:32; 3:1,6,8,16-20, sepertinya
tampak mengarahkan pesannya kepada penduduk Yehuda. Ia peringatkan peng-hukuman Allah, karena dosa mereka.
l Sekalipun disebutkan dalam Yl. 1:1 bahwa ayahnya adalah Petuel, tetapi tidak diketahui tentang dirinya. Beberapa orang beranggapan bahwa ia telah tuliskan kitab ini sebelumnya, seperti Obaja. Yang lain-nya beranggapan hal tersebut terjadi setelah masa Hagai dan Zakharia.
Lih a tla h h ala m an se be lu m n ya . A d a d u a nu bu ata n di P ers ia un tu k p ara ta w an an .
l Bernubuat di Yehuda sejak Israel utara ditaklukkan oleh Asyur
Yoel Ad a tig a n u bu ata n b a gi o ra n g Y eh ud a y an g t ela h k e m ba li ke Y e ru sa le m u ntu k m em ba ng un r um a h m e re k a. A da t ig a b a h asa n te n ta n g k a pa n du a n ab i in i m ela yan i A lla h.
lmemanggil umat agar bertobat
lmenyampaikan nubuatan dan penghukuman Allah lmendoakan bagi umat
Sebenarnya, menjadi seorang nabi bukanlah pekerjaan yang menyenangkan. Sebagian besar manusia tidak suka mendengarkan apa yang mereka katakan, karena biasanya berupa pesan penghu-kuman Allah yang akan datang atau berkaitan dengan dosa mereka. Selain tanggung jawab yang besar, mereka harus berhadapan dengan banyak hal yang sulit pula. Berikut beberapa hal yang harus dipertahankan dalam pelayanan mereka.
1. Lihatlah Yer. 37 dan 38:4-5. Apakah yang terjadi dengan Yeremia? (Yeremia dimasukkan ke dalam penjara karena para pemuka raja Zedekia beranggapan bahwa ia hendak menyeberang dan bergabung dengan pihak musuh. Raja hanya ingin nabi memberkati umat dan tidak ingin mengetahui bahwa mereka akan dihancurkan segera. Yeremia hanya katakan apa yang Allah beritahukan kepadanya, tetapi ia hampir terbunuh karena perkataannya itu. Beruntunglah, akhirnya ia terselamatkan – Yer. 38:14-16.)
2. Lihatlah Yes. 6:9-13. Allah beritahukan Yesaya untuk beritakan kepada umat, tetapi apa yang terjadi dengan perkataannya itu? (Perkataan Yesaya tidak dihiraukan. Bayangkan nabi yang beritahukan umat setiap harinya bahwa mereka seharusnya kembali kepada Allah atau akan menderita akibat perbuatannya, tetapi justru tidak ada seorang umatpun yang mendengarkannya. Tampaknya sia-sia, tetapi ia tetap beritahukan umat seperti yang Allah perintahkan kepadanya.) 3. Lihatlah 1 Raj. 19. Apakah yang terjadi dengan
Elia? (Ia harus melarikan dirinya, karena ada yang ingin membunuhnya. Ini cukup sulit karena harus berhadapan langsung dengan raja, tetapi sekarang, ia harus selamatkan dirinya.)
4. Lihatlah Hos. 1:1-3. Apakah yang Hosea diminta untuk lakukan? (Menikahi seorang perempuan sundal dan melahirkan anak-anak dari istrinya itu. Ini tampaknya perbuatan yang tidak pantas bagi seorang nabi untuk lakukan, tetapi Allah memiliki alasan-Nya. Hosea mungkin
(Sekalipun sulit, para nabi itu terus lanjutkan pekerjaan Allah yang diembankan
kepada mereka. Inilah tanda dari seorang hamba Allah
yang setia, yang bertahan hingga
Lembar Kerja # 3
Membutuhkan Seseorang untuk Bekerja
lGaji rendah dan tidak beroleh tunjangan kesehatan lDibutuhkan untuk mengkritik orang sehari-harinya lBeresiko meninggal atau masuk penjara
lRela dihiraukan atau dianiaya lSiap berjalan jauh
lTidak boleh bernegosiasi lBerlaku seumur hidup
lTidak ada promosi kenaikan jabatan
Setelah membaca semua persyaratan yang ada, kalian mungkin akan katakan kepada diri sendiri, "Siapakah yang akan mengambil peluang pekerjaan seperti ini?" Ketika orang mencari pekerjaan hari ini, mereka ingin yang aman, bergaji tinggi dan berpeluang
permintaan yang aneh, tetapi ia mematuhinya dan memiliki kesulitan hidup melalui pelayanannya itu.)
Manakah yang kalian rasa paling sulit untuk dihadapi? Mengapa? (Jawaban murid-murid.) Sekalipun sulit, para nabi itu terus lanjutkan pekerjaan Allah yang diembankan kepada mereka. Inilah tanda dari seorang hamba Allah yang setia, yang bertahan hingga pada akhirnya.
Aplikasi
Kehidupan
(Elia bukanlah nabi yang menuliskan kitab, tetapi kehidupannya disebutkan di sini hanya sebagai contoh dari sulitnya pelayananyang harus ia pertahankan. Pastikan murid-murid tidak merasa bingung dengan disebutkan
namanya. Pertanyaan di sebelah kanan ini tidaklah terdapat pada
Lembar Kerja Murid. Sempatkan waktu untuk
diskusikan mengenai pandangan mereka.)
3
Para Nabi Allah
l p e a ja ra n
1
Pemahaman Alkitab Lembar Kerja # 2Kehidupan Para Nabi
r r r r r r
menentang raja-raja yang jahat mengkritik ibadah yang sia-sia dan kegagalan para imam memberitahukan dosa umat memanggil umat agar bertobat menyampaikan nubuatan dan penghukuman Allah mendoakan bagi umat
Sebenarnya, menjadi seorang nabi bukanlah pekerjaan yang menyenangkan. Sebagian besar manusia tidak suka mendengarkan apa yang mereka katakan, karena biasa-nya berupa pesan penghukuman Allah yang akan datang atau berkaitan dengan dosa mereka. Selain tanggung jawab yang besar, mereka harus berhadapan dengan banyak hal yang sulit pula. Berikut beberapa hal yang harus dipertahankan dalam pelayanan mereka.
APAKAH YANG MEREKAPERBUA T? SER I A H PE T APKA K HE IDU ANP MEREKA I U T ? Li er 4-t 1. hatlah Y . 37dan 38: 5. Apakah yang
erjadi dengan r
Ye emia? 2. Lil es. 6:9-13.llah ber t
es untuk hat ah Y A
i ahukan Yaya i akan kepada at, tet apa yang terjadi
dengan ber t um api perkat
i u? aannya t 3. Lih tla 1 Raj. 19. Apakah yang terj
dengan Elia? ah adi 4. Lil Hos 3. pakah H di inta uk hat ah . 1:1- A
yang osea m unt a ukan?
untuk promosi kenaikan jabatan. Bagaimanapun, satu hal yang ketinggalan adalah ingin membuat perbedaan dalam kehidupan para nabi saat menyatakan siap untuk lakukan pekerjaan mereka yaitu berkesempatan habiskan hidup mereka bersama dengan Allah di surga. Sekalipun setiap alasan itu berkaitan dengan iman kita, tetapi tidak banyak yang rela korbankan sedikit dari waktu, usaha ataupun uangnya, biarlah seluruh hidup kita bagi Allah dan pekerjaan kudus-Nya. Tampaknya selama beroleh sesuatu yang kita inginkan dari Allah, apa yang Allah inginkan dari kita dapat tertunda. Hari ini, Allah tidak menyuruh kita untuk masuk penjara, korbankan sekolah atau pekerjaan kita untuk lakukan pekerjaan-Nya. Ia ingin kita tunjukkan kepada-Nya bahwa Ia adalah penting bagi kita, bahkan dalam situasi yang paling sederhana sekalipun dan senantiasa siap untuk dipakai oleh-Nya. Dalam 2 Tim. 2:20-21 dikatakan bahwa kita adalah alat Allah. Bagaimanapun, sebagian besar dari kita tidak bertindak seperti itu, setidaknya tidak ketika diperlukan. Seperti Petrus yang katakan bahwa dirinya rela mati bagi Yesus Kristus, tetapi nyatanya melarikan diri pada saat tanda bahaya pertama. Bukanlah hanya dalam hal-hal yang besar permasalahan iman kita. Bacalah kutipan berikut dan lihatlah dengan apa kalian dapat menjelaskannya.
Aneh, bukan?
Betapa anehnya, $ 100 tampak begitu besar nilainya ketika kalian membawanya ke gereja, tetapi begitu kecil nilainya ketika membawanya ke mal. Betapa anehnya, terasa begitu lama beribadah kepada Allah selama satu jam, tetapi terasa begitu singkatnya sebuah tim bermain bola basket selama 60 menit.
Betapa anehnya, kita tidak dapat memikirkan apa-apa untuk berkata ketika berdoa, tetapi tidak memiliki kesulitan memikirkan hal-hal untuk berkata kepada seorang teman.
Betapa anehnya, hati kita berdebar-debar ketika sebuah permainan bola kasti memasuki waktu tambahan, tetapi bersungut-sungut ketika suatu khotbah diperpanjang dari waktu biasanya.
Betapa anehnya, terasa sukar membaca satu pasal dalam Alkitab, tetapi terasa mudah membaca
"Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat
perabot dari emas atau perak, melainkan juga dari
kayu atau tanah; yang pertama dipakai
untuk maksud yang mulia dan yang terakhir
untuk maksud yang kurang mulia.
Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat,
ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya
dan disediakan untuk setiap pekerjaan
yang mulia." (2 Tim. 2:20-21)
Betapa anehnya, orang ingin beroleh tempat duduk paling depan saat permainan atau konser, tetapi berebut beroleh tempat duduk saat kebaktian di gereja.
Betapa anehnya, kita memerlukan 2 atau 3 minggu terlebih dahulu untuk sesuaikan kegiatan gereja ke dalam jadwal kita, tetapi dapat sesuaikan jadwal kita kepada kegiatan lainnya pada suatu saat tertentu.
Betapa anehnya, terasa sukar bagi beberapa orang untuk mempelajari cara memberitakan injil yang sederhana kepada sesama, tetapi terasa mudahnya bagi beberapa orang untuk memahami dan mengulang suatu rumor.
Betapa anehnya, kita percaya apa yang surat kabar beritakan, tetapi bertanya-tanya tentang apa yang Alkitab katakan.
Betapa anehnya, setiap orang ingin menuju surga, tetapi ingin tidak harus percaya atau berpikir, berkata dan bertindak sesuatu yang benar.
Betapa anehnya, kamu dapat kirimkan satu juta candaan melalui e-mail dan tersebar seperti api, tetapi ketika mulai mengirimkan pesan tentang Tuhan, banyak orang yang berpikir dua kali untuk membagi-kannya.
Aneh, bukan? Apakah kalian tertawa? Apakah kalian berpikir? Sebarkan injil dan bersyukurlah kepada Tuhan, karena Ia baik! Ini bukanlah APA yang kalian miliki dalam hidup, tetapi SIAPA yang kalian ingin selamatkan.
(Tidak Diketahui)
Hal untuk Direnungkan:
1. Seberapa seringkah yang 'aneh, bukan' kalian dapat jelaskan?
2. Banyak hal sulit yang tidak dapat dibandingkan dengan apa yang para nabi harus pertahankan dalam pelayanan mereka. Lebih penting lagi, mereka melakukannya dengan rela hati. Lihatlah pada daftar ini sekali lagi. Adakah satu hal yang kalian dapat lakukan pada hari ini untuk tunjukkan kepada Allah bahwa kalian cukup peduli untuk berusaha, sekalipun dalam hal terkecil dari iman kalian? Berdoalah kepada Allah tentang hal tersebut dan bertekadlah, seperti halnya para nabi, untuk melakukannya! Ketika dapat taklukkan hal-hal kecil, maka kita beroleh kesempatan besar dari Allah untuk kita lakukan!
(...Betapa anehnya, terasa lama habiskan waktu beberapa jam lamanya di gereja, tetapi terasa singkatnya ketika menonton sebuah film.)
Lembar Kerja # 4
Aktivitas
Para Nabi Allah
p la ja a n e r
1
Aplikasi Kehidupan Lembar Kerja # 3 M m uhka a tuk Ber e but n Seseor ng un ekjaendah r ngan kese l Gaji r dan tidak be oleh tunja
hatan l Dibutuh eng itik r ri ar
kan untuk mkro ang seha -hinya l B re eningg asuk pea
e siko m al atau m njar i ir t u diania l Rela d h aukan aa ya
l Siap berjalan jauh ida b rn l Tk oleh be egosiasi
er um hidup l B laku seur l idak ada p omT rosi kenaikan j abatan
ila kalian terik, B tar silahkan hubungi... Hari ini, Allah tidak menyuruh kita untuk
masuk penjara, korbankan sekolah atau pekerjaan kita untuk lakukan pekerjaan-Nya. Ia ingin kita tunjukkan kepada-Nya bahwa Ia adalah penting bagi kita, bahkan dalam situasi yang paling seder-hana sekalipun dan senantiasa siap untuk dipakai oleh-Nya. Bagaimanapun, sebagian besar dari kita tidak bertindak seperti itu, setidaknya tidak ketika diper-lukan. Seperti Petrus yang katakan bah-wa dirinya rela mati bagi Yesus Kristus, tetapi melarikan diri saat tanda bahaya pertama. Bukanlah hanya dalam hal-hal yang besar permasalahan iman kita. Bacalah kutipan berikut dan lihatlah dengan apa kalian dapat menjelaskannya.
Akankah Kalian Tanggapi Iklan Semacam ini?
Aneh, bukan?
Betapa anehnya, $ 100 tampak
begitu besar nilainya ketika mem-bawanya ke gereja, tetapi begitu kecil nilainya ketika membawanya ke mal.
Betapa anehnya, terasa begitu
lama beribadah kepada Allah selama satu jam, tetapi terasa begitu singkatnya sebuah tim bermain bola basket selama 60 menit.
Betapa anehnya, kita tidak dapat
memikirkan apa-apa untuk ber-kata ketika berdoa, tetapi tidak memiliki kesulitan memikirkan hal-hal untuk berkata kepada seorang teman.
Betapa anehnya, hati kita
berdebar-debar ketika sebuah permainan bola kasti memasuki waktu tambahan, tetapi bersungut-sungut ketika suatu khotbah diperpanjang dari waktu biasanya.
Betapa anehnya, orang ingin
ber-oleh tempat duduk paling depan saat permainan atau konser, tetapi berebut beroleh tempat duduk saat kebaktian di gereja.
Betapa anehnya, terasa sukar
membaca satu pasal dalam Alkitab, tetapi terasa mudah membaca 100 halaman dari novel terbaik.
Betapa anehnya, kita memerlukan 2
atau 3 minggu terlebih dahulu untuk sesuaikan kegiatan gereja ke dalam jadwal kita, tetapi dapat sesuaikan jadwal kita kepada kegiatan lainnya pada suatu saat tertentu.
Betapa anehnya, terasa sukar bagi
beberapa orang untuk mempelajari cara memberitakan injil yang seder-hana kepada sesama, tetapi terasa mudahnya bagi beberapa orang untuk memahami dan mengulang suatu rumor.
Betapa anehnya, kita percaya apa
yang surat kabar beritakan, tetapi bertanya-tanya tentang apa yang Alkitab katakan.
Betapa anehnya, setiap orang ingin
menuju surga, tetapi ingin tidak harus percaya atau berpikir, berkata dan bertindak sesuatu yang benar.
Betapa anehnya, kamu dapat
kirim-kan satu juta candaan melalui e-mail dan tersebar seperti api, tetapi ketika mulai mengirimkan pesan tentang Tuhan, banyak orang yang berpikir dua kali untuk membagi-kannya.
Aneh, bukan? Apakah kalian tertawa? Apakah kalian berpikir? Sebarkan injil dan bersyukurlah kepada Tuhan, karena Ia baik! Ini bukanlah APA yang kalian miliki dalam hidup, tetapi SIAPA yang kalian ingin selamatkan. Hal yang Direnungkan:
1. Seberapa seringkah yang 'aneh, bukan' kalian dapat jelaskan? 2. Banyak hal sulit yang tidak dapat dibandingkan dengan apa yang para nabi harus pertahankan dalam pelayanan mereka. Lebih penting lagi, mereka melakukannya dengan rela hati. Lihatlah pada daftar ini sekali lagi. Adakah satu hal yang kalian dapat lakukan
pada hari ini untuk tunjukkan kepada Allah bahwa kalian cukup peduli untuk berusaha, sekalipun dalam hal terkecil dari iman kalian? Berdoalah kepada Allah tentang hal tersebut dan bertekadlah, seperti halnya para nabi, untuk melakukannya! Ketika dapat taklukkan hal-hal kecil, maka kita beroleh kesempatan besar dari Allah untuk kita lakukan!
4 (Nama nabi-nabi dapat ditemukan secara mendatar, menurun, diagonal dan terbalik. Jawaban telah diberi garis.)
Para Nabi Allah
lja n p ea ra
1
Aktivitas Lembar Kerja # 4Pencarian Nama Penulis Kitab Nabi
Lihatlah berapa banyak penulis kitab nabi yang kalian dapat temukan tanpa melihat nama mereka.
Selamat mencoba!
Nama tersebut dapat mendatar, menurun, diagonal dan terbalik.
M M M M M M M M M A A A A A A A A A A A A A A A A A A A L L L L E E E E E E E E E E E E E E E E K K K K K K K H H H H H H H H H H I I I I I I I D D D D N N N N N O O O O O O O O O Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y S S S S G G G G G Z Z Z F F U U U U U R R R R B B B B B B J
Ketika membaca kitab Nabi-Nabi, kita mungkin temukan pesan yang sulit untuk dipahami atau diulang, karena sebagian besar dari pesan tersebut mengenai dosa dan penghukuman umat Allah. Bagaimanapun, kitab-kitab tersebut dikategorikan ke dalam Kitab Suci karena suatu alasan. Sekalipun kitab-kitab itu telah ditulis ribuan tahun yang lalu, tetapi pesan yang ada masih sama, yaitu: Kita cenderung untuk berbuat dosa dan kelak tiba saatnya Allah akan hakimi kita. Bagaimanapun, setelah hari penghakiman itu, akan tiba saatnya untuk penyelamatan dan sukacita kekal bagi yang tetap setia. Dari beberapa bulan ini, biarlah kita belajar dari apa yang setiap nabi harus katakan dan doakan, agar kita menjadi bagian dari sisa umat pilihan yang bersaksi bagi kemuliaan Allah.
Kesimpulan
Evaluasi
Tugas Pembacaan Alkitab minggu ini: Kel. 16 – 18pelajaran
2
GARIS BESAR
Latar Belakang Alkitab
Kitab BacaanKitab Yunus
Kebenaran Alkitab
Allah telah perintahkan kita untuk sebarkan injil-Nya dan lakukan pekerjaan-Nya.
Tujuan Pelajaran
Lanjutkan kewajiban kita tanpa bersungut-sungut.
Ayat Hafalan
"Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia,
supaya kamu hidup dan bertambah banyak."
(Ul. 8:1a)
Yunus merupakan salah seorang nabi kecil. Ia bernubuat selamat pemerintahan Yerobeam II, yang merupakan raja Israel dari tahun 793-753 SM (2 Raj. 14:16-29). Sekalipun seorang yang jahat, Yerobeam II merupakan raja yang berkuasa secara politik. Kemakmuran Israel berakhir setelah ditakluk-kan oleh orang Asyur pada tahun 722 SM, setengah dari pemerintahannya. Selama pelayanan Yunus, orang Asyur merupakan musuh yang ditakuti. Tidaklah heran bila Yunus tidak ingin pergi dan beritakan kabar baik di kota Niniwe, ibu kota Asyur, ketika Allah menyuruhnya ke sana. Dalam kitab Nahum tercatat banyak perbuatan jahat orang Asyur, termasuk pemerasan terhadap yang lemah (2:12), persundalan dan ahli sihir (3:4). Yunus mungkin merasa takut bahwa mereka bertobat dan menerima kemurahan Allah, sesuatu yang ia anggap bahwa mereka tidaklah pantas untuk menerimanya. Ia memilih untuk menjauhkan diri dari kota Niniwe dan pergi ke Yafo dengan menaiki sebuah kapal yang akan berangkat ke Tarsis.