Tahun 2 Buku 4
TUNAS MUDA
Buku Pegangan Guru
Keluarga Jasmani dan
Keluarga Rohani Kita
Bila anak dibesarkan
dengan celaan,
maka ia belajar memaki.
Bila anak dibesarkan
dengan permusuhan,
maka ia belajar berkelahi.
Bila anak dibesarkan
dengan cemoohan,
maka ia belajar rendah diri.
Anak-Anak Belajar dari Kehidupannya
Bila anak dibesarkan dengan hinaan,
maka ia belajar menyesali diri.
Bila anak dibesarkan dengan toleransi,
maka ia belajar menahan diri.
Bila anak dibesarkan dengan motivasi,
maka ia belajar percaya diri.
Bila anak dibesarkan dengan pujian,
maka ia belajar menghargai.
Bila anak dibesarkan dengan perlakuan sebaik-baiknya,
maka ia belajar keadilan.
Bila anak dibesarkan dengan rasa aman,
maka ia belajar menaruh kepercayaan.
Bila anak dibesarkan dengan dukungan,
maka ia belajar menyenangi dirinya.
Bila anak dibesarkan dengan kasih sayang dan
persahabatan,
maka ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.
April
Mei
Juni
Buku Pegangan Guru
TUNAS MUDA
Keluarga Jasmani dan
Keluarga Rohani Kita
Daftar Isi i
Pendahuluan ii
Apakah yang perlu kuketahui tentang murid kelas Tunas Muda? vi Bagaimana mengajar murid kelas Tunas Muda? vii Bagaimana membangun hubungan dengan murid-muridku? viii Sepuluh Komponen Pengajaran yang Efektif ix
Empat Langkah Rencana Mengajar x
Sebelum Anda mengajar kepada murid-murid xi
Oh Tuhan, jadikanku hamba-Mu! xii
Ayat Hafalan (April/Mei/Juni) xiii
Pembacaan Alkitab (April/Mei/Juni) xiv
1. Rancangan Allah Bagi Keluarga Kristen
1
2. Mengasihi, Menghormati dan Mematuhi
11
3. Hukuman atau Disiplin?
19
4. Bergaul Baik dengan Saudara Kandung
31
5. Kasih Sejati
41
6. Tekad yang Sepenuh Hati
53
7. Beribadah Bersama
63
8. Saling Mengasihi
73
9. Berbagi dengan Jujur
83
10. Memberi dengan Senang Hati
95
11. Bersaksi Seorang kepada yang Lain
105
12. Beritakan Sampai ke Ujung Dunia
115
13. Ulasan
127
Bagaimana Anda Gunakan
Buku Pegangan ini?
Buku Pegangan Guru ini akan sangat membantu Anda
mempersiapkan bahan pelajaran dengan lebih baik. Kita
berharap dapat saksikan bagaimana firman Allah
mempengaruhi dan mengubah kehidupan murid-murid.
Sempatkan sedikit waktu untuk membaca beberapa
petunjuk berikut. Bayangkan bahwa Anda sedang
melakukan persiapan mengajar murid-murid kelas
Tunas Muda.
GARIS BESAR
Kitab Bacaan
Mat. 1:18; Luk. 2:21-23;
Mat. 4:1-10; Ibr. 2:18;
Mat. 4:23-25; Ibr. 5:7
Kebenaran Alkitab
Yesus, Anak Manusia, adalah
sepenuhnya manusia
sehingga Ia memahami akan
keadaan kita.
Tujuan Pelajaran
Membagikan pemikiran yang
terdalam kepada Yesus
karena
Ia mengasihi kita.
Ayat Hafalan
Lalu kata malaikat itu kepada
mereka: “Jangan takut, sebab
sesungguhnya aku
memberita-kan kepadamu
kesukaan besar untuk seluruh
bangsa: Hari ini telah lahir
bagimu Juruselamat, yaitu
Kristus, Tuhan, di kota Daud.”
(Luk. 2:10-11)
contoh
Kitab Bacaan terdiri dari
bagian Alkitab yang akan
Anda gunakan untuk
menyampaikan pelajaran.
Kebenaran Alkitab
menyatakan kebenaran
Alkitab yang diajarkan
kepada kita.
Tujuan Pelajaran memberi
contoh nyata kepada
murid-murid tentang Kebenaran
Alkitab untuk diterapkan
dalam kehidupan mereka.
Ayat Hafalan dikutip dari
Alkitab Terjemahan Baru LAI,
untuk mendukung Tujuan
Pelajaran. Menghafalkan
satu ayat Alkitab setiap
minggunya dapat membantu
murid-murid untuk
Belakang
Belakang
Alkitab
Alkitab
Alkitab
menyediakan informasi tambahan dan beberapa
pandangan yang berkaitan dengan isi pelajaran.
menyediakan pandangan mengenai perkembangan
murid, menawarkan berbagai ide maupun petunjuk
dalam mengajar dan memahami kelompok usia ini.
menarik perhatian murid-murid dan membantu
mereka terpusat pada tema pelajaran. (5 menit)
membantu Anda mempersiapkan hati sebelum
mengajar. Pula dapat menjadi tantangan sekaligus
memberikan kekuatan kepada Anda dalam
melangkah bersama dengan Kristus.
Altar
Mengenai
Persiapkan
Makanan
Belakang
Murid
Hati
Rohani
Alkitab
Anda
Murid
untuk
Renungan
Pemahaman
Aplikasi
Kesimpulan
Aktivitas
Alkitab
Kehidupan
Evaluasi
inti dari bagian pelajaran di mana setiap murid dapat
secara langsung terlibat dalam mempelajari firman
Allah. Murid-murid akan menemukan apa yang
dikatakan oleh firman Allah dan belajar bagaimana
menerapkan firman Allah itu dalam kehidupan
mereka. Selama waktu pelajaran, arahkan mereka
untuk menggunakan Lembar Kerja Murid yang berisi
berbagai pengajaran dan pertanyaan untuk
didiskusikan. (30 – 40 menit)
memotivasi murid-murid membuat rencana aktivitas
untuk menerapkan Tujuan Pelajaran dalam
kehidupan sehari-hari mereka. Murid-murid
menerapkan apa yang telah dipelajari dalam dunia
mereka. Bantulah setiap murid untuk menanggapi
firman Allah secara pribadi sebagaimana Roh Kudus
akan menyertai mereka dalam melakukan suatu
aplikasi kehidupan.
membantu murid-murid mempelajari Alkitab dan
pengajarannya hingga akan semakin yakin dengan
apa yang diajarkan firman Allah ketika mereka
menerapkannya.
m e m b a n t u m u r i d - m u r i d u n t u k m e n j a w a b
pertanyaan: “Apakah makna pelajaran ini bagiku?
Bagaimana aku dapat menerapkannya?” Sediakan
waktu untuk melakukan evaluasi. Bagian manakah
yang terbaik dari kelas pada hari ini? Perubahan
sikap apakah yang kamu dapat lakukan?
Bagaimana Lembar Kerja Murid
dapat Membantu Murid Anda?
Lembar Kerja Murid membantu murid-murid dalam
menemukan firman Allah bagi diri mereka sendiri.
Arahkan mereka melalui 3 tahapan sederhana ini.
membantu murid-murid untuk menemukan jawaban
Allah melalui cerita Alkitab atau perikop dalam
Alkitab. Mereka akan menambah pengetahuan
mengenai Alkitab dan berbagai pengajarannya
sekaligus akan menemukan apa yang firman Allah
sampaikan melalui pelajaran.
memotivasi murid-murid membuat rencana aktivitas
untuk menerapkan Tujuan Pelajaran dalam
kehidupan sehari-hari mereka. Murid-murid
menerapkan apa yang telah dipelajari dalam dunia
mereka. Bantulah setiap murid untuk menanggapi
firman Allah secara pribadi sebagaimana Roh Kudus
akan menyertai mereka dalam melakukan suatu
aplikasi kehidupan.
membantu murid-murid mempelajari Alkitab dan
pengajarannya hingga akan semakin yakin dengan
apa yang diajarkan firman Allah ketika mereka
menerapkannya.
Temuan
Aplikasi
Alkitab
Kehidupan
Aktivitas
Apakah yang perlu kuketahui
tentang murid kelas Tunas Muda?
u
Kurang Percaya Diri
Murid-murid kelas Tunas Muda mungkin merasa kurang percaya diri
sehingga kadang berkata-kata dengan kasar karena rasa takut
mereka. Oleh karena itu, kata-kata bijak yang paling tepat untuk
diajarkan kepada mereka adalah "lakukan apa yang kamu ingin orang
lain lakukan terhadap dirimu".
u
Masa Puber
Masa puber menyebabkan munculnya masalah seorang murid untuk
bersosialisasi. Bila seorang saudari pada usia 11 tahun telah disenangi
oleh teman-temannya, tetapi mengapa pada saat ia menginjak usia 12
tahun justru merasa sulit untuk bergaul? Mungkin ia sedang memasuki
masa puber.
u
Bingung terhadap Jati Diri
Sebagian besar murid kelas Tunas Muda yang sedang menjalani
masa puber akan mengalami kelabilan dalam perasaan mereka.
Mereka belum dapat memutuskan siapa diri mereka yang sebenarnya:
Seorang anakkah? Seorang dewasakah? Seorang Anakkah atau
dewasakah? Selain itu, mereka pun belum dapat memutuskan
keinginan untuk menjadi seseorang yang diharapkan. Apakah
anak-anak ini egois? Pasti! Tetapi hal ini bukanlah karena kesengajaan
ataupun hal yang buruk. Tetapi justru merupakan suatu kesulitan yang
telah menjadi bagian dari perkembangan si anak.
u
Perkembangan Moral
Tekanan dari teman-teman sebaya merupakan pengaruh yang begitu
kuat. Keinginannya untuk menjadi sama seperti teman-temannya itu
mempengaruhi tingkah laku sehingga membuat mereka mulai berani
membantah. Sekalipun mungkin secara sembrono murid-murid
mengikuti perbuatan teman-teman, tetapi mereka akan tetap bersikap
menentang perbuatan atau permintaan dari orang dewasa. Oleh
karena itu, cobalah untuk menjadi lebih peka terhadap segala
kebutuhan mereka dan usahakan untuk tidak mempermalukan
Bagaimana mengajar murid
kelas Tunas Muda?
l
Setiap murid belajar dengan cara yang berbeda...
saran yang dapat membantu ketika Anda mengajar:
Ada beberapa
u
Gunakan Variasi
Setiap orang belajar dengan
cara yang berbeda. S e b a g i a n
besar murid kelas Tunas Muda
akan lebih cepat belajar dari
pengalaman. Oleh karena itu,
gunakan suatu cara yang
ber-variasi dalam membawakan
pelajaran.
u
Peringatan Batas Waktu
Saat Anda memberi tugas
kepada murid-murid, berikan
pula batasan waktu kepada
mereka untuk mengerjakannya,
pastikan Anda memberikan
peringatan 5 menit dan
kemu-dian 1 menit sebelum selesai.
Bila jumlah murid lebih dari 8
orang, kerjakan secara
ber-kelompok yang terdiri dari 2
orang atau lebih, termasuk
tugas-tugas yang bersifat
d i s k u s i a t a u p e n g a l a m a n
pribadi.
u
Jadilah Diri Anda Sendiri
Saat Anda berbagi pengalaman
p r i b a d i d a l a m p e l a j a r a n ,
mereka akan mengikuti cerita
Anda. Jadilah diri Anda sendiri!
Bicarakan tentang pergumulan
pribadimu. Dengan berbagi
perasaan Anda, maka mereka
pun akan berbagi perasaan
mereka.
u
Gunakan Alkitab
Ajaklah murid-murid untuk
membawa Alkitab sendiri dan
mintalah untuk mencatat.
Anda dapat meminta mereka
menggunakan Alkitab dengan
versi yang sama. Hal ini akan
membantu mereka menjadi
fokus terhadap pelajaran
tanpa ada permasalahan
dalam penafsiran. Setelah
membaca perikop dalam
Alkitab, pastikan mereka
memahami kata-kata dan
kalimat-kalimat yang penting
s e h i n g g a k e t i k a A n d a
memberi penjelasan, proses
belajar akan menjadi lebih
berarti bagi murid-murid.
u
Proses Belajar yang Aktif
Proses belajar yang aktif
adalah tepat bagi anak-anak
usia muda. Mereka hidup
dalam perkembangan zaman
yang cepat berubah. Berilah
batasan waktu aktivitas 15
m e n i t l a m a n y a . B i a r k a n
diskusi berjalan dengan
bebas. Berikan motivasi agar
m u r i d - m u r i d d a p a t
mengungkapkan perasaan
dan pikiran mereka.
l
Anda berada pada posisi yang
dapat tingkatkan kerohanian
murid-murid oleh perkataan
dan perbuatan Anda.
Bagaimana membangun
hubungan
dengan murid-muridku?
esus hendak menjadi sahabat selama kita tetap menjadi
Nya. Demikian pula hubungan Anda dengan
murid-Y
murid dapat mempengaruhi keberhasilan pengajaran yang
diberikan. Selama Anda berusaha untuk lebih mengenali mereka,
maka mereka pun berusaha untuk lebih mengenali Anda, sehingga
kemampuan Anda memasukkan firman Allah ke dalam kehidupan
mereka dan kemampuan mereka mendengarkan firman Allah akan
semakin meningkat.
Mulailah dari diri Anda!
Berbicaralah dengan Penuh
Hormat terhadap Murid-Murid
Murid-murid kelas Tunas Muda tidak
lagi memandang diri mereka
sebagai seorang anak. Mereka
dapat membina hubungan baik
dengan orang dewasa yang dapat
menghargai kemampuan dan
talenta mereka dan dengan senang
hati dapat menerima berbagai saran
yang bersifat membangun.
Turutlah Berpartisipasi bersama
dengan Murid-Murid
Berpartisipasilah dengan
murid-murid saat dalam kelas maupun di
luar kelas. Bila Anda menugaskan
m e r e k a u n t u k m e n g g u n t i n g ,
merekatkan dan menggambar,
turutlah bergabung bersama
dengan mereka. Hal ini akan
menghilangkan kesan bahwa
aktivitas ini bersifat kekanakan.
Bila murid-murid berjumlah
sedikit saja, maka Anda dapat
bergabung dengan mereka dalam
diskusi. Apabila dibagi dalam
kelompok yang lebih kecil, maka
akan lebih bijaksana bila Anda tidak
terpaku pada satu kelompok
melainkan membaur di antara
mereka. Bila Anda lebih banyak
meluangkan waktu bersama
dengan mereka, maka mereka
akan menaruh hormat dan
menghargai Anda.
Luangkan Waktu untuk Lebih
Mengenal Murid-Murid
Sepuluh hingga lima belas menit
sebelum kelas dimulai merupakan
waktu yang paling berharga bagi
Anda. Sapalah ketika mereka tiba.
D e n g a r k a n d e n g a n p e n u h
perhatian ketika mereka bercerita
tentang berbagai peristiwa yang
terjadi dalam kehidupan mereka.
Anda tidak perlu bersikap seperti
anak remaja untuk berkomentar
dengan mereka. Sebaliknya, Anda
adalah orang yang berpengaruh
dalam kehidupan mereka.
Luangkan waktu bersama
mereka di luar jam pelajaran.
Makan bersama merupakan hal
yang baik untuk membangun suatu
hubungan. Hubungilah mereka
sesekali waktu hanya untuk
mengobrol. Anda pun dapat
mengingat penghargaain khusus
yang telah mereka raih melalui
Sepuluh Komponen
Pengajaran yang Efektif
man Kristiani dapat dirasakan dan dialami, dan murid-murid Anda
akan menjadi lebih dewasa bila Anda memberikan kepada mereka
I
kesempatan untuk mengalami dan melakukan kebenaran firman
Allah.
Daftar ini berfungsi untuk mengingatkan bagaimana
murid-murid harus belajar dan sekaligus sebagai suatu tantangan bagi
Anda untuk meningkatkan kualitas mengajar Anda secara
berkesinambungan.
Bantulah mereka belajar lakukan
sesuatu berdasarkan pesan yang
disampaikan. Mereka akan lebih
cepat belajar melalui pengalaman
daripada hanya mendengarkan
pengajaran berjam-jam lamanya.
Berilah motivasi agar murid-murid
dapat menyalurkan kreativitas
mereka kepada pemahaman
terhadap firman Allah.
Melakukan
Berkarya
Bermain
Memperagakan
Menggambar
Menjalani
Melihat
Mendengar
Menulis
Bekerja Sama
Saat Anda dapat memberikan
gambaran mengenai pesan yang
disampaikan, maka mereka akan
mempunyai kesan yang mendalam
pada benak mereka.
Sediakan berbagai cerita atau
contoh yang menarik.
Tulisan yang kreatif merupakan
suatu cara yang efektif bagi para
anak muda untuk berkomunikasi
dan belajar.
Murid-murid akan lebih mudah
belajar bila mereka dapat saling
bekerja sama dengan yang lainnya.
Aktivitas adalah hal yang baik
untuk membuat mereka belajar.
yang mereka lihat dari
Alkitab.
Mintalah murid-murid untuk
membagikan iman mereka dengan
mengambar apa yang dilihat dari
Alkitab.
Tantanglah murid-murid untuk
menjalani iman mereka dalam
kehidupan ini.
Empat Langkah
Rencana Mengajar
llah telah menciptakan setiap anak berbeda satu sama lainnya.
Kita harus mengajarkan mereka dengan cara supaya setiap
A
murid dapat bertumbuh sesuai dengan perkembangan
masing-masing. Beri mereka motivasi dan dorongan untuk
senantiasa mengetahui kebenaran firman Allah dan bantulah mereka
untuk melakukan dan menerapkan firman Allah di dalam kehidupan
mereka.
Temukan firman Allah
ketika Anda Mengajar
di dalam Kelas.
Membuat Tujuan Pelajaran
yang lebih bersifat pribadi
sehingga dapat dihubungkan
dengan pengalaman
murid-murid.
Mengembangkan rencana
pelaksanaan pelajaran yang
dapat diterapkan murid-murid
dalam kehidupan mereka.
Termotivasi
Tahu Kebenaran
Lakukan Kebenaran
Setiap menit
dalam kelas
merupakan
sesuatu yang
berharga.
Berdoalah agar
Allah berikan
petunjuk
kepada Anda.
Terapkan Kebenaran
Sebelum Anda Mengajar
kepada Murid-Murid
u
Sediakan cukup waktu untuk
melakukan persiapan
Buku Pegangan Guru ini
disusun untuk mengurangi
waktu persiapan Anda dan
bukan untuk meniadakannya.
Bacalah bahan pelajaran
sedikitnya satu minggu sebelum
Anda mengajar. Anda mungkin
perlu mengumpulkan beberapa
bahan untuk acara diskusi dan
a k t i v i t a s . C o b a l a h u n t u k
mengenal bentuk pelajaran
dalam buku ini. Mungkin tidak
semua bahan pelajaran dapat
dibahas karena keterbatasan
waktu yang Anda punyai. Anda
dapat membawakan sisa bahan
tersebut di lain pertemuan atau
dalam suatu persekutuan.
u
Bersikap fleksibel
Bersikap fleksibel berarti
memberikan kepada Allah
kesempatan untuk menyatakan
pekerjaan-Nya melalui diri kita.
Bila mengalami kondisi di
mana seorang murid belum
memahami pelajaran yang
diberikan, maka Anda harus
s i a p u n t u k m e l a k u k a n
penyesuaian. Allah mungkin
mempunyai pendekatan yang
berbeda terhadap murid yang
satu ini. Seringkali bimbingan
Allah justru datang selagi kita
tidak begitu mengharapkan.
Tujuannya agar kita dapat
menjadi seorang pengajar yang
efektif.
u
Bersikap kreatif
Jangan katakan kepada diri
sendiri bahwa Anda bukanlah
s e o r a n g y a n g k r e a t i f .
Janganlah bersikap ragu-ragu
untuk melakukan berbagai
hal yang tidak tersedia di
dalam buku pegangan ini.
Anda dapat menyesuaikan
bahan pelajaran menjadi lebih
b e r s i f a t p r i b a d i d e n g a n
berbagai ide yang Anda
terapkan kepada murid-murid
di kelas.
u
Berdoalah dengan tekun
Seringkali dikatakan bahwa,
“Doa adalah nafas hidup bagi
orang Kristen!” Anda akan
beroleh hikmat, kekuatan dan
kesabaran yang lebih besar
k e t i k a m e m b u a t s u a t u
komitmen di dalam peran
sebagai seorang guru dan di
dalam setiap pelajaran ini
kepada Allah!
Oh Tuhan,
jadikanku hamba-Mu!
urid-murid dapat lebih banyak belajar dari cara hidup Anda.
Mereka akan menyerap berbagai macam pesan mengenai
M
kasih Allah dan iman kekristenan setiap kali berinteraksi dan
melihat perbuatan Anda. Jangan remehkan kekuatan gaya hidup
Anda sendiri. Murid-murid melihat kepada orang di sekitar mereka
yang dapat menunjukkan cara mengasihi Allah dan hidup sebagai
seorang Kristen. Mohonlah kepada Allah untuk menjadikan Anda
seorang hamba yang rendah hati berdoa kepada-Nya dalam setiap
waktu dan setiap hari.
Allah tidak mengharapkan Anda
menjadi seorang guru
yang terbesar.
Allah menghendaki Anda untuk
menjadi seorang hamba,
melakukan yang terbaik
yang dapat Anda lakukan,
dan beriman bahwa
Ia dapat melakukan
hal yang mustahil sekalipun.
“Apapun juga yang kamu perbuat,
perbuatlah dengan segenap hatimu
seperti untuk Tuhan dan
bukan untuk manusia.”
(Kol. 3:23)
“Tetapi harta ini kami punyai
dalam bejana tanah liat,
supaya nyata, bahwa kekuatan
yang melimpah-limpah itu
berasal dari Allah,
bukan dari diri kami.”
(2 Kor. 4:7)
Ayat Hafalan
(April/Mei/Juni)
1. "Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau
perhatikan." (Ul. 6:6)
2. "Hai anak-anak, taatilah orangtuamu di dalam Tuhan, karena haruslah
demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu...supaya kamu berbahagia
dan panjang umurmu di bumi." (Ef. 6:1-3)
3. "Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah
orang yang diakui-Nya sebagai anak." (Ibr. 12:6)
4. "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang
saudara dalam kesukaran." (Ams. 17:17)
5. "Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau
dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran."
(1 Yoh. 3:18)
6. "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang
dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." (1 Tes. 5:18)
7. "Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus
menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." (Yoh. 4:24)
8. "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu
saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian
pula kamu harus saling mengasihi." (Yoh. 13:34)
9. "Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab
korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah."
(Ibr. 13:16)
10. "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya,
jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi
orang yang memberi dengan sukacita." (2 Kor. 9:7)
11. "Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat." (Mat. 10:7)
12. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia,
Pembacaan Alkitab
(April/Mei/Juni)
1. Why. 16 – 18
2. Why. 19 – 21
3. Why. 22 ─ Kej. 2
4. Kej. 3 ─ 5
5. Kej. 6 ─ 8
6. Kej. 8 ─ 11
7. Kej. 12 ─ 14
8. Kej. 15 – 17
9. Kej. 18 ─ 20
10. Kej. 21 ─ 23
11. Kej. 24 ─ 26
12. Kej. 27 ─ 29
pelajaran
Rancangan Allah Bagi
Keluarga Kristen
1
GARIS BESAR
Latar Belakang Alkitab
Kitab Bacaan
Ul. 6:1-9; Kel. 20:12
Kebenaran Alkitab
Kristus adalah kepala rumah Allah.
Tujuan Pelajaran
Mengikat firman Allah dalam hati kita dan merenungkannya.
Ayat Hafalan
"Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan."
(Ul. 6:6)
Allah telah berikan banyak perintah pada masa yang lalu sebagai cara membangun sebuah keluarga. Orangtua harus mengajar anak-anak mereka dalam jalan-jalan Tuhan (Ul. 6:1-25) dan anak-anak harus menghormati dan mematuhi orangtua (Kel. 20:12; Ef. 6:2). Seringkali, kita hanya menerapkan perintah ini dalam keluarga jasmani dan tidak dalam hubungan Allah dengan umat-Nya yang sebenarnya adalah sama. Allah adalah orangtua kita dan Ialah yang mengajar kita melangkah pada jalan yang benar. Ia tidak pernah lalai bagi kita. Satu-satunya hal yang Ia inginkan dari pada kita adalah kepatuhan, seperti halnya seorang anak terhadap orangtuanya. Mengapa kemudian, kita secara berkala lupa menghormati-Nya? Allah tentu membuat hal tersebut sangat jelas dari mulanya. Ialah yang pertama membuat perjanjian-Nya dengan Abraham (Kej. 12,15,17). Musa pun diberitahu untuk ingatkan umat Israel akan janji Allah itu, sehingga tiap-tiap generasi mengetahuinya (Kel. 19:1-6; Ul. 6). Pada masa yang lalu, Allah memastikan bahwa umat-Nya tahu perjanjian-Nya dan bahwa Ia memelihara firman-Nya untuk melindungi dan memberkati mereka. Sementara kita tidak lagi mendengar perintah Allah melalui suara-Nya, Allah telah tinggalkan Alkitab sebagai sumber firman dan perintah-Nya bagi hidup kita.
"Dengarlah, hai orang Israel, ketetapan dan peraturan, yang pada hari ini kuperdengarkan kepadamu, supaya kamu mempelajarinya dan melakukannya dengan setia" (Ul. 5:1). Setiap saat, pemimpin umat Allah berulang kali mengatakan firman ini kepada orang Israel, mereka dengan suara bulat setuju untuk mematuhinya. Dan begitu mereka telah setuju terhadap perjanjian tersebut, maka itu akan mengikat mereka dan tidak dapat ditarik kembali. Tuhan akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Nya. Ia akan memberkati dan melindungi mereka dan mereka akan mematuhi perintah-Nya. Tetapi, umat Israel seringkali menjauhkan diri dari Allah dan pengajaran-Nya. Berulang kali, mereka menyembah berhala dan menolak mendengarkan perintah Allah. Pada mulanya, mereka begitu bergiat dalam mengikut Allah, tetapi selang beberapa waktu lamanya, mereka segera melupakan janji mereka. Hari ini, mereka mulai mengambil bagian perjanjian dengan Allah melalui Yesus Kristus. Melalui iman dan baptisan air, kita pun telah berjanji untuk menjadi setia. Tidak seperti umat Israel, kita harus menjaga diri terhadap ketidaksetiaan. Kita tidak dapat menjadi terlalu puas diri. Kita harus senantiasa ingat janji Allah kepada kita dan menyadari bahwa Ia adalah Penguasa dan Pemimpin bagi setiap langkah hidup kita. Seperti Musa katakan kepada umat Israel, marilah kita senantiasa ingat untuk mendengar, mempelajari dan melakukan apa yang Allah telah perintahkan kepada kita.
Seringkali sulit bagi murid-murid kelas Tunas Muda untuk mengikuti perintah dan peraturan. Mereka katakan hal tersebut agar dihilangkan dari kehidupan mereka. Katakan kepada murid-murid bahwa Alkitab merupakan petunjuk yang berisi semua peraturan dalam menjalani hidup yang baik, sehat dan kudus yang mereka dapatkan dari membacanya. "Mengapa setiap orang atau apapun harus beritahukan cara yang saya ingin jalani?" kata mereka. Dengan kata lain, mungkin seram menyadari keberadaan suatu buku, bahwa mereka tidak perlu bertindak dengan pemikiran yang panjang dalam menghadapi hidup. Tidak peduli apapun itu, mereka perlu membaca Alkitab agar tahu bahwa kualitas hidup seseorang dan bukannya suatu beban. Hanya ketika mereka mulai merenungkan firman Allah
Alkitab
Alkitab
Makanan
Rohani
Rohani
untuk
untuk
Renungan
(Hari ini, mereka mulai mengambil bagian perjanjian dengan Allahmelalui Yesus Kristus. Melalui iman dan
baptisan air, kita pun telah berjanji untuk menjadi setia.)
Alkitab
Mengenai
Murid
Anda
dengan benarlah akan merasakan kehadiran dan bimbingan-Nya dalam hidup mereka sehari-hari. Kemudian, 'perintah dan peraturan' itu tidak akan tampak begitu keras dan terpaksa, tetapi akan terasa biasa saja bagi mereka dalam mengikuti perintah Allah. Mereka akan menjadi sabar, mengasihi dan menghormati, bukankah karena Alkitab katakan demikian atau orang-orang dewasa di sekeliling beritahukan mereka untuk lakukan demikian, tetapi agaknya, karena mereka merasa kasih Allah mendesak mereka untuk bertindak demikian. Tantanglah murid-murid untuk melihat dan mengalami perbedaan pada diri mereka sendiri melalui pembacaan dan pemahaman Alkitab yang rutin. Biarkan mereka sadari bagaimana hidup mereka dapat menjadi berubah secara nyata.
Diskusikan beberapa pertanyaan berikut bersama dengan murid-murid.
1. Apakah suatu rancangan itu dan bagaimana menerapakannya?
2. Orang macam apakah yang perlu menggunakan rancangan?
3. Apakah rancangan itu berguna?
4. Akan menjadi apakah pekerjaan mereka bila tanpa rancangan?
Banyak orang katakan bahwa menjadi orangtua atau anak tidaklah menjelaskan sesuatu petunjuk atau kehidupan lain yang akan menjadi jauh lebih mudah, karena setiap orang akan tahu apa yang mereka seharusnya lakukan. Tetapi dalam faktanya, kita diberi sesuatu buku yang sangat istimewa dan unik yang disebut Alkitab untuk membantu melakukan apa yang harus kita lakukan. Sungguh, Allah telah berikan kita suatu rancangan bagi kehidupan umat Kristen. Dalam pelajaran ini, kita akan belajar tentang apa yang Allah telah perintahkan dan rencanakan bagi kita.
Persiapkan
Hati
Murid
Lembar Kerja # 1
Rancangan Allah Bagi Keluarga Kristen
Bacalah Ul. 6:1-2 dan Mzm. 128. Apakah yang Allah katakan bagi semua keluarga untuk lakukan? Siapakah seharusnya yang menjadi kepala keluarga?
Sebuah keluarga Kristen merupakan keluarga yang Kristus menjadi kepala rumah tangganya. Selain mendukung dan mengasihi anggota keluarga, setiap orang pun mempunyai hubungan yang istimewa dengan Allah. Memang penting bagi kita untuk membangun hubungan pribadi dengan Juruselamat. Sebagai suatu kesatuan keluarga, adalah tanggung jawab bersama untuk saling mendekatkan diri kepada Tuhan dan bersinar bagi-Nya setiap saat. Agar hal ini terjadi, kita perlu mematuhi dan mengikuti perintah Allah, karena semuanya telah diberikan untuk membantu kita melakukan kehendak-Nya.
Bacalah Ul. 6:3. Apakah hasil dari mengikut petunjuk Allah?
Ketika memilih untuk mematuhi Allah, kita akan beroleh berkat besar dari pada-Nya. Kita dapat diyakini oleh perlindungan dan kasih Allah setiap saat.
Bacalah Ul. 6:4-9. Apakah yang orangtua seharusnya lakukan?
Orangtua mempunyai tanggung jawab pendidikan anak-anak mereka tentang Allah dan perintah-Nya. Orangtua harus menjadi teladan. Mereka dapat tunaikan amanat ini dengan membawa anak-anak mereka ke gereja, mengadakan mezbah keluarga di rumah dan menunjukkan melalui perbuatan sehari-hari apa yang dimaksud dengan menjadi seorang Kristen itu.
Bacalah Kel. 20:12 dan Ef. 6:2. Apakah yang anak-anak seharusnya lakukan?
Anak-anak perlu mematuhi dan menghormati orangtua mereka. Ini adalah perintah Allah yang mengandung janji berkat. Anak-anak harus senantiasa ingat bahwa orangtua lakukan apapun untuk mengasihi mereka, bahkan ketika bersikap tidak disiplin sekalipun.
Pemahaman
Alkitab
Sebelum Anda mulai bagian ini, mintalah murid-murid
untuk melihat pada Lembar Kerja Murid.
Beberapa informasi yang diberikan di sini mungkin tidak tersedia
bagi murid-murid. Informasi pada sebelah kanan dapat dijadikan suatu acuan.
(Murid-murid dapat dibagi ke dalam
beberapa kelompok dengan masing-masing tanggung jawab satu keluarga. Setelah lakukan penyelidikan dan diskusi, beberapa kelompok itu,
dapat berbagi temuan mereka dengan yang lainnya.)
Lembar Kerja # 2
Keberhasilan atau Kegagalan Keluarga?
Bacalah catatan berikut tentang beberapa keluarga yang terdapat dalam Alkitab. Apakah semua keluarga tersebut mengikuti rancangan Allah bagi sebuah keluarga Kristen? Untuk setiap catatan, tuliskan nama anggota dari setiap keluarga dan apakah yang mereka lakukan itu mematuhi atau mengabaikan perintah Allah. Kemudian, periksalah baik mereka yang termasuk sebuah keluarga yang berhasil ataupun yang gagal.
Abraham dan Ishak
(Kej. 18:19; 24:1-8; 26:1-5,15-22)
Abraham mematuhi kehendak Allah dan berfokus pada pendidikan agama anak-anaknya (Kej. 18:19). Ia tidak biarkan Ishak menikahi seorang perempuan dari bangsa lain, karena hal tersebut bertentangan dengan perintah Allah. Abraham pun mengajarkan Ishak untuk menghormati dan bersikap tunduk kepada Allah dengan mematuhi perintah-perintah-Nya dan mengasihi sesama manusia (Kej. 22:9; 24:1-9). Sebagai akibatnya, Ishak belajar banyak dari ayahnya dan berhadapan dengan sesama dalam sebuah cara yang berkenan kepada Allah (Kej. 26:1-5,15-22). Allah sungguh merupakan kepala rumah tangga Yakub, anak
Rancangan Allah Bagi Keluarga Kristen p e la ja ra n
1
Pemahaman Alkitab Lembar Kerja # 1 1 AlkitabBacalah Ul. 6:1-2 dan Mzm. 128. Apakah yang Allah katakan bagi semua keluarga untuk lakukan? Siapakah seharusnya yang menjadi kepala keluarga?
Bacalah Ul. 6:3. Apakah hasil dari mengikut petunjuk Allah?
l
l
l
l Bacalah Ul. 6:4-9. Apakah yang orangtua seharusnya lakukan?
Bacalah Kel. 20:12 dan Ef. 6:2. Apakah yang anak-anak seharusnya lakukan? untu k oran ta gu ikuit k untu k ana -an ak ikuti
Ishak, yang tentu telah mengajarkan jalan yang benar, karena itu Allah memanggil diri-Nya dengan sebutan 'Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub' (Kel. 3:6).
Eli dan Anak-anaknya (1 Sam. 2:12-17,22-25,27-36)
Anak-anak Eli merupakan imam yang mengambil keuntungan dari posisi mereka. Mereka merasa begitu makmur, berkuasa dan berwenang (1 Sam. 2:12-17). Mereka tidak mempunyai rasa hormat terhadap Allah ataupun Bait Suci. Sekalipun Eli adalah seorang yang baik, tetapi ia gagal dalam mendisiplinkan dan mengajarkan anak-anaknya di dalam jalan Allah. Ia hanya berbicara kepada anak-anaknya berulang kali, tetapi mereka tidak pernah memberi perhatian sedikitpun terhadap nasihat ayahnya, bahkan menunjukkan cela dan rasa tidak hormat terhadap ayahnya (1 Sam. 2:22-25). Sebagai akibatnya, mereka terbunuh dalam peperangan dan Allah memilih seseorang yang pantas untuk melakukan pekerjaan-Nya (1 Sam. 2:27-36).
Filipus dan Anak Perempuannya (Kis. 8:26-40; 21:8-9)
Sekalipun tidak ada cukup catatan tentang keluarga ini, tetapi kita tahu bahwa mereka merupakan sebuah keluarga yang menaruh Allah pada prioritas utama dalam hidup mereka. Filipus adalah pemberita injil yang menyebarkan injil ke berbagai tempat, termasuk kepada sida-sida Etiopia (Kis. 8:26-40). Anak-anak perempuannya melihat banyak teladan dari ayah mereka. Sebagai akibatnya, keempat anak Filipus itu diberi karunia untuk bernubuat dan mereka mempergunakannya untuk melayani Allah (Kis. 21:8-9). Mereka diketahui mempunyai pemahaman hidup kekristenan yang baik saat Paulus tinggal di rumah mereka.
Timotius dan Keluarganya (Kis.16:1; 2 Tim. 1:5)
Timotius merupakan generasi kedua umat Kristen. ayahnya bukanlah seorang percaya, tetapi nenek dan ibunyalah yang mempengaruhi iman kepercayaannya. Mereka berdua memahami perintah Allah untuk mengajarkan anak-anak mereka dalam jalan kebenaran. Dari sinilah kita dapat menduga bahwa
Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu,
Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub."
Timotius mematuhi ibunya dan mendengarkan perkataannya. Pada akhirnya, ia melanjutkan pekerjaan Allah dan memberitakan pesan keselamatan dengan berani kepada semua orang.
Dari contoh-contoh ini, kita tahu menjadi keluarga macam apa seharusnya kita ini. Bila setiap anggota keluarga adalah orang percaya, kemudian kita perlu saling membantu bertumbuh dalam pengetahuan akan Kristus. Bila ada anggota keluarga yang belum percaya, merupakan tugas kita untuk membawa mereka mengenal Allah dan kasih-Nya. Hanya keluarga yang demikianlah yang akan diberkati oleh Tuhan.
Lembar Kerja # 3
Bekerja Menjadi Keluarga Allah
Sarah dan Joey tinggal bersama tetapi... "Mengapa Joey selalu boleh keluar rumah pada malam hari," pikir Sarah. Ini sungguh tidak adil. Mereka baru tinggal bersama satu tahun dengan Joey yang berusia 16 tahun.
"Mengapa ayah atau ibu tidak lakukan sesuatu mengenani hal tersebut?" pikir Sarah sambil menghempaskan pintu kamarnya.
(Pastikan setiap murid telah mengisi semua bagian kotak,
bila mereka sedang mengerjakannya secara berkelompok.
Berikan waktu untuk saling berbagi.)
2
Rancangan Allah Bagi Keluarga Kristen p ela ja ra n
1
Pemahaman Alkitab Lembar Kerja # 2Bacalah catatan berikut tentang beberapa keluarga yang terdapat dalam Alkitab. Apakah semua keluarga tersebut mengikuti rancangan Allah bagi sebuah keluarga Kristen? Untuk setiap catatan, tuliskan nama anggota dari setiap keluarga dan apakah yang mereka lakukan itu mematuhi atau mengabaikan perintah Allah. Kemudian, periksalah baik mereka yang termasuk sebuah keluarga yang berhasil ataupun yang gagal.
Nama: Apa yang mereka lakukan: Nama: Apa yang mereka lakukan: Nama: Apa yang mereka lakukan: Nama: Apa yang mereka lakukan:
Berhasil Gagal Berhasil Gagal Berhasil Gagal Berhasil Gagal
Aplikasi
Kehidupan
Tetapi kemudian, sejak orangtua Sarah pindah ke kota yang baru ini, maka tidak lagi sama keadaannya. Mereka berada di Newsville selama 4 bulan, tetapi orangtua Sarah masih disibukkan dengan membereskan barang-barang pindahan dan menemukan jalan di sekitarnya, sehingga mereka benar-benar tidak mempunyai waktu bagi anak-anak. Joey menikmati kebebasan barunya, karena orangtuanya terlalu sibuk perhatikan apa yang terjadi dengan anak-anak. Sarah hanya habiskan waktu luangnya berjalan keliling rumah tanpa tujuan yang jelas. Tidak satupun dari antara Sarah dan Joey yang menyadarkan tindakan orangtua mereka yang keliru itu. Mereka hanya berpikir tentang masalah dan mengenai diri mereka.
Sementara itu, orangtua merasa lelah harus memaksa anak-anak mereka pergi ke suatu tempat yang baru untuk menemukan teman-teman yang baru. Mereka tidak tahu cara menghibur diri, sehingga membiarkan diri dihibur seperti itu. Tentu saja, mereka mempunyai hal-hal untuk diselesaikan. Dan setiap malam, mereka akan menjadi begitu letih, sehingga hanya katakan doa yang singkat dan pergi tidur. Yang lebih parah lagi, mereka tidak mempunyai waktu lagi untuk pergi ke Gereja Yesus Sejati, yang mereka tahu berada dekat di sekitar rumah mereka.
Pertanyaan Diskusi:
1. Apakah yang orangtua dapat lakukan untuk
mengubah keadaan tersebut?
(Berkomunikasi dengan anak-anak mereka, pergi ke gereja, meminta bantuan dari saudara-saudari seiman.)
2. Apakah yang Joey dan Sarah seharusnya
lakukan?
(Berkomunikasi dengan orangtua mereka, saling membantu, berdoa bagi seluruh anggota keluarga, berhenti saling menyalahkan.)
3. Apakah rancangan Allah memanggil mereka
lakukan kembali jalan yang benar?
(Pergi ke gereja, berdoa kepada Allah untuk memohon kekuatan dan petunjuk, mengadakan mezbah keluarga, saling mengasihi.)
(Murid-murid dapat membaca bagian ini secara pribadi ataupun
satu murid dapat dipilih untuk membacakannya
dengan suara yang keras. Berikan beberapa menit
kepada setiap murid untuk memikirkan
cerita ini dan diskusikan pertanyaannya.)
(Ada beberapa kemungkinan jawaban.
Terimalah jawaban yang masuk akal atau yang lebih jelas
atau yang lebih membangun dari murid-murid.)
Sediakan sebuah bingkai kayu bagi setiap murid. Berikan pula cat dan kuas dan yang lainnya untuk menghiasi bingkai mereka. Setelah catnya mengering, motivasilah murid-murid agar menaruh foto keluarga pada bingkai tersebut untuk mengingatkan mereka hidup sesuai dengan rancangan yang Allah telah siapkan bagi mereka.
Dari mulanya, Allah telah persiapkan suatu rencana istimewa bagi kita. Ia telah berikan kita hukum untuk menjalani bagaimana hidup yang benar itu. Hukum-hukum ini bukanlah untuk menyiksa kita; agaknya, perintah-perintah-Nya ini ada untuk membantu, sehingga kita dapat membedakan mana yang benar dan yang salah itu. Termasuk keluarga kita, kita tahu bahwa kita harus saling mengasihi, menghormati orangtua, yang bekerja keras membesarkan kita, karena perintah ini mengandung suatu janji yang besar. Marilah kita tetap berpegang perintah-perintah Allah dalam hati, sehingga kita dapat pula mengajarkannya kepada anak-anak kita dalam masa yang akan datang. Akhirilah dengan berdoa.
3
Rancangan Allah Bagi Keluarga Kristen n p e la ja ra
1
Aplikasi Kehidupan Lembar Kerja # 3Sarah dan Joey tinggal bersama tetapi...
"Mengapa Joey selalu boleh keluar rumah pada malam hari," pikir Sarah. Ini sungguh tidak adil. Mereka baru tinggal bersama satu tahun dengan Joey yang berusia 16 tahun.
"Mengapa ayah atau ibu tidak lakukan sesuatu mengenani hal tersebut?" pikir Sarah sambil menghempaskan pintu kamarnya. Tetapi kemudian, sejak orangtua Sarah pindah ke kota yang baru ini, maka tidak lagi sama keadaannya. Mereka berada di Newsville selama 4 bulan, tetapi orangtua Sarah masih disibukkan dengan membereskan barang-barang pindahan dan menemukan jalan di sekitarnya, sehingga mereka benar-benar tidak mempunyai waktu bagi anak-anak. Joey menikmati kebebasan barunya, karena orangtuanya terlalu sibuk perhatikan apa yang terjadi dengan anak-anak. Sarah hanya habiskan waktu luangnya berjalan keliling rumah tanpa tujuan yang jelas. Tidak satupun dari antara Sarah dan Joey yang menyadarkan tindakan orangtua mereka yang keliru itu. Mereka hanya berpikir tentang masalah dan mengenai diri mereka.
Sementara itu, orangtua merasa lelah harus memaksa anak-anak mereka pergi ke suatu tempat yang baru untuk menemukan teman-teman yang baru. Mereka tidak tahu cara menghibur diri, sehingga membiarkan diri dihibur seperti itu. Tentu saja, mereka mempunyai hal-hal untuk diselesaikan. Dan setiap malam, mereka akan menjadi begitu letih, sehingga hanya katakan doa yang singkat dan pergi tidur. Yang lebih parah lagi, mereka tidak mempunyai waktu lagi untuk pergi ke Gereja Yesus Sejati, yang mereka tahu berada dekat di sekitar rumah mereka. Mengapa hidup begitu berbeda bagi mereka sekarang? Tidak seperti ini sebelum mereka pindah. Apakah yang telah keliru mereka lakukan? Apakah yang orangtua dapat lakukan untuk mengubah keadaan tersebut? Apakah yang Joey dan Sarah seharusnya lakukan? Apakah rancangan Allah memanggil mereka lakukan kembali jalan yang benar?
Aktivitas
Kesimpulan
Evaluasi
Tugas Pembacaan Alkitab minggu ini: Why. 16 – 18pelajaran
Mengasihi, Menghormati
dan Mematuhi
2
GARIS BESAR
Latar Belakang Alkitab
Kitab Bacaan
Luk. 15:11-32
Kebenaran Alkitab
Ada suatu janji berkat bagi barangsiapa yang mengasihi dan menghormati orangtua mereka.
Tujuan Pelajaran
Menyatakan hormat dan patuh kepada orangtua kita.
Ayat Hafalan
"Hai anak-anak, taatilah orangtuamu di dalam Tuhan,
karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu...supaya kamu berbahagia dan
panjang umurmu di bumi."
(Ef. 6:1-3)
Menurut hukum Perjanjian Lama, anak bungsu dalam perumpamaan ini akan menerima sepertiga dari milik pusaka ayahnya, karena anak sulung akan diberi dua bagian atau dua per tiga dari milik pusaka ayahnya (Ul. 21:17). Ia mungkin tidak akan menerimanya hingga sang ayah meninggal atau setidaknya menjelang masa pensiun, di mana setelah itu, sang ayah akan menurunkan milik pusaka kepada anak-anaknya. Dengan meminta harta, anak bungsu ini menunjukkan betapa tidak hormatnya ia terhadap ayahnya.
Setelah menghamburkan semua h a r t a n y a , a n a k b u n g s u i n i h a r u s merendahkan diri dengan memberi makan kawanan babi, yang merupakan binatang yang haram (Im. 11:2-8; Ul. 14:8). Tidak pernah terpikirkan untuk menyentuh binatang ini, memakan dagingnya ataupun mengguna-kannya sebagai korban. Memberi makan kawanan babi menunjukkan betapa menderita dan laparnya anak bungsu tersebut. Beruntunglah, ia masih dapat menyesali dosanya dan bertobat sebelum semuanya terlambat.
Orangtua sering berkata kepada anak-anak bahwa mereka tidak akan pernah benar-benar memahami atau menghargai apa yang generasi terdahulu telah lakukan hingga mereka menjadi orangtua. Ini sungguh sulit bagi anak-anak lihat pengorbanan dan kasih yang orangtua telah berikan kepada mereka. Pengorbanan tidur malam yang orangtua lakukan adalah untuk memastikan anak-anak kembali ke rumah dengan selamat atau mengantarkan mereka ke mal. Oleh karena itu, penting agar murid-murid ingat semua yang orangtua telah perbuat dengan cuma-cuma bagi mereka: Memasak, mencuci, membeli hal-hal bagi mereka dan yang terpenting, membangun-kan mereka dari tidur. Bila saya tidak berbuat kasih yang begitu rupa, maka tidak ada seorangpun dalam dunia ini yang dapat atau yang akan membuat
macam-Sekalipun fokus pelajaran hari ini terletak pada hubungan antara anak dan orangtua jasmani, tetapi perumpamaan ini pun menyinggung hubungan antara kita dengan Allah. Seperti anak bungsu ini, kita sering meminta apa yang diinginkan dan berbuat semau kita, tanpa pernah memikirkan akibatnya. Kita menerima apa yang Allah telah berikan dengan cuma-cuma dan menghamburkannya dengan mengejar hal-hal duniawi dan keinginan dosa. Kita pergi ke suatu tempat yang jauh dan pergunakan semua karunia Allah menurut kepentingan sendiri. Hanya ketika telah tenggelam dalam kekecewaanlah, mungkin kita akan berpikir tentang mencari bantuan Allah, karena pada saat itulah kita dapat mengintrospeksi diri tanpa pikiran yang kacau dan menyadari tentang besarnya kasih Allah kita. Dan seperti ayah dalam perumpamaan ini, Allah senantiasa mempunyai tangan yang terbuka, siap dan menanti kembalinya kita ke rumah. Ia tidak meninggalkan kita seperti kita sering mengabaikan-Nya dengan hal-hal lain dalam hidup yang tampaknya lebih penting dan lebih praktis. Ia menunjukkan bagaimana tidak berubah dan kekalnya kasih-Nya itu. Hubungan kita dengan Allah jangan sampai menjadi seperti anak bungsu dalam perumpamaan tersebut, yang mana kita buang semua yang Allah telah berikan dan perbuat bagi kita. Kita harus mengintrospeksi diri secara teratur dan mengarah kepada suatu hidup yang layak disebut anak-anak Allah.
Alkitab
Makanan
Rohani
untuk
Renungan
Alkitab
Mengenai
Murid
Anda
(Hanya ketika telah tenggelam dalam
kekecewaanlah, mungkin kita akan
berpikir tentang mencari bantuan Allah...
Dan seperti ayah dalam perumpamaan ini,
Allah senantiasa mempunyai tangan yang terbuka, siap dan
menanti kembalinya kita ke rumah.)
Persiapkan
Hati
Murid
Mintalah murid-murid untuk membuat dua daftar. Daftar yang satu haruslah berkaitan dengan hal-hal yang orangtua telah lakukan bagi mereka pada bulan yang lalu. Daftar yang lainnya harusnya berkaitan dengan apa yang mereka telah perbuat bagi orangtua pada bulan yang lalu. Berikan mereka beberapa menit lamanya untuk selesaikan daftar tersebut. Ketika mereka telah selesaikan, mintalah mereka untuk berbagi beberapa hal dari daftar tersebut. Kemudian, mintalah mereka untuk mencerminkannya pada pertanyaan tersebut.
1. Apakah yang paling sulit ketika membuat daftar ini? 2. Adakah yang mengejutkan kalian tentang daftar
ini?
3. Dari daftar ini, akankah kalian katakan bahwa orangtua meminta bantuan lebih, kurang atau sama dengan yang kalian minta kepada mereka?
Dalam pelajaran hari ini, konsep mengasihi, menghormati dan mematuhi terhadap orangtua akan diselidiki. Mungkin setelah itu, banyak hal-hal lainnya lagi yang dapat ditambahkan ke dalam daftar tersebut.
macam pengorbanan. Tetapi orangtua tidak meminta anak-anak untuk membayar mereka melalui yang berkaitan dengan uang. Mereka hanya meminta anak-anak untuk menghormati dan mengasihi, sekalipun sederhana tetapi sulit bagi kebanyakan anak untuk melakukannya. Ingatkan murid-murid perintah Allah ini. Inilah perintah yang mengandung janji berkat, karena Allah tahu upah dari orangtua, sama seperti Ia adalah Bapa bagi kita semua. Murid-murid sering berpikir tentang apakah hidup mereka lebih baik tanpa orangtua, beberapa murid bertindak terlalu jauh sebagai akibat dari perceraian orangtua mereka di pengadilan. Tetapi mintalah murid-murid agar benar-benar mencerminkan bagaimana hidup mereka bila tidak ada orangtua di sekitar mereka. Mereka mungkin terkejut pada jawaban mereka sendiri.
(Murid-murid dapat kerjakan secara pribadi,
berpasangan ataupun bergabung dalam satu kelas, tergantung dari jumlah murid saat memulai aktivitas ini.)
Lembar Kerja # 1
Perumpamaan Anak yang Hilang
Bacalah Luk. 15:11-32 dan jawablah pertanya-an diskusi berikut.
1. Apakah yang dimaksud dengan anak yang hilang? (Menjadi anak yang tidak berguna.) Apakah judul tersebut tepat bagi perumpamaan ini?
2. Daftarkan semua hal yang anak bungsu ini lakukan hingga menunjukkan ia tidak menghormati ayahnya lagi.
(Mengambil harta ayahnya, menghamburkannya menurut keinginan daging, tidak membantu pekerjaan ayahnya di ladang, tidak sediakan dukungan bagi ayahnya.)
3. Ilustrasikan bagaimana anak bungsu ini harus merasakan setiap bagiannya: Mempunyai harta dalam genggaman tangannya, pergi ke negeri lain, menghabiskan hartanya, memberi makan kawanan babi, kembali ke rumah dan dengarkan nasihat ayahnya.
(Gembira luar biasa, senang, bebas, merendahkan diri dan bertobat, meninggalkan kesan yang buruk, bersyukur.)
4. Apakah dua hal yang anak sulung lakukan untuk menunjukkan hormat kepada ayahnya?
(Ia membantu ayahnya di ladang dan mematuhi perintah ayahnya.)
5. Sekalipun anak sulung menghormati ayahnya, apakah yang salah dengan sikapnya dalam melayani?
(Ia bersungut-sungut tentang ayahnya yang tidak memberi upah kepadanya. Kita harus ingat bahwa upah kita tersimpan dalam kerajaan surga. Kita tidak menghormati orangtua sehingga mereka berterima kasih kembali. Kita lakukan hal ini untuk kemuliaan Allah dan mematuhi perintah-Nya.)
6. Dapatkah cerita ini terjadi dalam kenyataan hidup hari ini? Mengapa atau mengapa tidak?
(Jawaban murid-murid.)
Pemahaman
Alkitab
Sebelum Anda mulai bagian ini, mintalah murid-murid
untuk melihat pada Lembar Kerja Murid.
Beberapa informasi yang diberikan di sini mungkin tidak tersedia
bagi murid-murid. Informasi pada sebelah kanan dapat dijadikan suatu acuan.
Lembar Kerja # 2
Bagaimana Kita Mematuhi?
Bagaimana kita mengasihi, menghormati dan mematuhi orangtua? Berikut adalah beberapa ayat Alkitab yang mengajarkan kita tentang mematuhi dan menghormati orangtua kita.
lMenerima perintah orangtua (Ams. 13:1; 15:5; Ibr. 12:9)
lJangan salah perlakukan orangtua (Ams. 19:26) lJangan rendahkan orangtua, bahkan saat mereka
berusia lanjut (Ams. 23:22)
lJangan mengutuki orangtua (Im. 20:9; Mat. 15:4) lSediakan kebutuhan orangtua (Mrk. 7:10-12) lBiarkan orangtua bersukacita (Ams. 23:25)
Hal-Hal yang Perlu Direnungkan:
1. Mengapa beberapa anak merendahkan orangtua saat mereka berusia lanjut?
(Mencegah sesuatu hal terjadi terhadap orangtua, terlalu banyak memelihara mereka, terlalu bergantung.)
2. Bagaimana kita dapat biarkan orangtua bersukacita pada hari tuanya?
(Rajin belajar, bekerja kras, pergi ke gereja dan saling mendoakan.) 4 Mengasihi, Menghormati dan Mematuhi p e la a ra n j
2
Pemahaman Alkitab Lembar Kerja # 111 Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. 12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. 13 Beberapa hari kemudian, anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana, ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. 14 Setelah dihabiskan semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. 15 Lalu, ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. 16 Lalu, ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya danya. 17 Lalu, ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan ku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. 18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa hadap surga dan terhadap bapa, 19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. 20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada nya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. 21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. 22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. 23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan ber-sukacita. 24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. 25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. 26 Lalu, ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. 27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, kare-na ia mendapatnya kembali dengan sehat. 28 Maka marahlah akare-nak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. 29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, teta-pi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. 30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersa-ma-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. 31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku ada-lah kepunyaanmu. 32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu teada-lah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.
Perumpamaan Anak yang Hilang (Luk. 15:11-32)
1. Apakah yang dimaksud dengan anak yang hilang? Apakah judul tersebut tepat bagi perumpamaan ini? 2. Daftarkan semua hal yang anak bungsu ini lakukan hingga menunjukkan ia tidak menghormati ayahnya lagi.
3. Ilustrasikan bagaimana anak bungsu ini harus merasakan setiap bagiannya: Mempunyai harta dalam genggaman tangannya, pergi ke negeri lain, menghabiskan hartanya, memberi makan kawanan babi, kembali ke rumah dan dengarkan nasihat ayahnya.
4. Apakah dua hal yang anak sulung lakukan untuk menunjukkan hormat kepada ayahnya? 5. Sekalipun anak sulung menghormati ayahnya, apakah yang salah dengan sikapnya dalam melayani? 6. Dapatkah cerita ini terjadi dalam kenyataan hidup hari ini? Mengapa atau mengapa tidak?
Pertanyaan Diskusi:
"Biarlah ayahmu dan ibumu bersukacita,
biarlah beria-ria dia yang melahirkan engkau."
3. Bagaimana kita dapat sediakan kebutuhan orangtua ketika tidak mempunyai cukup uang? (Membantu bersihkan rumah, mendukung mereka secara perasaan, berkomunikasi dengan mereka.)
Lembar Kerja # 3 Dari Dalam Hati
Bacalah pernyataan berikut. Kemudian tandailah dengan jujur mana jawaban kalian pada skala angka. Gabunglah semua angka dan temukan ukuran kalian sebagai anak yang patuh di hadapan Allah. Ingatlah, ini berasal dari dalam hati, karena itulah yang Allah perhitungkan kepada kita.
1. Saya mendengarkan apa yang orangtua beritahukan untuk dilakukan.
2. Saya lakukan tugas rutin seperti cuci piring, bantu bersihkan rumah, belikan sayur.
3. Saya belajar dengan rajin dan lakukan yang terbaik yang dapat dilakukan di sekolah.
4. Saya senang bersama dengan orangtua, seperti saat berbelanja atau berjalan-jalan.
5. Saya berbicara kepada orangtua tentang masalahku dan mereka berikan perhatian.
(Murid-murid dapat kerjakan secara pribadi
ataupun berkelompok. Pastikan ayat Alkitab yang tepat yang dipilih.
Kemudian, diskusikan tentang hal-hal yang perlu direnungkan
oleh semua murid.)
5 Mengasihi, Menghormati dan Mematuhi a j a n p e l a r
2
Pemahaman Alkitab Lembar Kerja # 2Bagaimana kita mengasihi, menghormati dan mematuhi orangtua? Berikut adalah beberapa ayat Alkitab yang mengajarkan kita tentang mematuhi dan menghormati orangtua kita. Lihat dan cocokkan ayat-ayat Alkitab dengan pengajaran yang tepat.
Menerima perintah orangtua
Jangan salah perlakukan orangtua Jangan rendahkan orangtua, bahkan saat mereka berusia lanjut
Jangan mengutuki orangtua
Sediakan kebutuhan orangtua
Biarkan orangtua bersukacita
l l l l l l l l l l l l Ams. 23:22 Ams. 23:25 Ams. 13:1; 15:5; Ibr. 12:9 Ams. 19:26 Mrk. 7:10-12 Im. 20:9; Mat. 15:4
1. Mengapa beberapa anak merendahkan orangtua saat mereka berusia lanjut?
2. Bagaimana kita dapat biarkan orangtua bersukacita pada hari tuanya?
3. Bagaimana kita dapat sediakan kebutuhan orangtua ketika tidak mempunyai cukup uang? Halal yag Peru Dren ungkn -H n l i a:
Aplikasi
Kehidupan
6. Saya berdoa kepada Allah agar membantu menjadikan diri saya lebih memahami dan patuh terhadap orangtua.
Lembar Kerja # 4
Cara yang baik dan praktis untuk membantu kalian mulai menghormati dan mematuhi orangtua adalah membantu mereka melakukan tugas rumah tangga. Berikut adalah sebuah kupon yang kalian dapat berikan kepada mereka untuk sesuatu hal yang dapat kalian lakukan. Pikirkan tentang apa yang perlu dilakukan sekitar rumah atau bagaimana kalian dapat meringankan tanggung jawab orangtua.
(Komentar dalam kotak pada bagian bawah halaman merupakan catatan untuk pengembangan diri.) 6 Mengasihi, Menghormati dan Mematuhi p e la ja ra n
2
Aplikasi Kehidupan Lembar Kerja # 3Dari Dalam Hati
Bacalah pernyataan berikut. Kemudian tandailah dengan jujur mana jawaban kalian pada skala angka. Gabunglah semua angka dan temukan ukuran kalian sebagai anak yang patuh di hadapan Allah. Ingatlah, ini berasal dari dalam hati, karena itulah yang Allah perhitungkan kepada kita.
1. Saya mendengarkan apa yang orangtua beritahukan untuk dilakukan.
2. Saya lakukan tugas rutin seperti cuci piring, bantu bersihkan rumah, belikan sayur.
3. Saya belajar dengan rajin dan lakukan yang terbaik yang dapat dilakukan di sekolah.
4. Saya senang bersama orangtua, seperti saat berbelanja atau berjalan-jalan.
6. Saya berdoa agar Allah membantu jadikan diriku lebih memahami dan patuh terhadap orangtua. 0 1 2 3 4 5 0 1 2 3 4 5 0 1 2 3 4 5 0 1 2 3 4 5 0 1 2 3 4 5 0 1 2 3 4 5
Tidak Pernah Kadang Senantiasa Tidak Pernah Kadang Senantiasa
Tidak Pernah Kadang Senantiasa Tidak Pernah Kadang Senantiasa
Tidak Pernah Kadang Senantiasa
Tidak Pernah Kadang Senantiasa
5. Saya berbicara kepada orangtua tentang masalahku dan mereka berikan perhatian.
0-11 angka Hmm...
Berharaplah pelajaran hari ini telah membantu...
12-23 angka Tetap Bekerja!
Tampaknya kalian berada di jalur yang benar! Lanjutkan mohon kekuatan, bimbingan dan kepatuhan hati.
24-30 angka Wow...
Selamat! Orangtua dan Allah kalian pasti bangga, tetapi jangan berhenti! Ber-syukur dan pujilah Allah!
Aktivitas
(Perbanyak catatan ini hingga murid-murid dapat menggunting
kupon tersebut. Mereka dapat memperolehnya dalam
Lembar Kerja Murid. Berikan pemanasan agar mereka dapat lakukan sesuatu kepada
orangtua seperti mencuci mobil, memasak,
mencuci piring, bersihkan rumah. Mereka dapat dibuat
Memang mudah mengasihi seseorang saat mereka mengasihi kalian pula. Allah telah perintahkan kita untuk mematuhi dan menghormati orangtua setiap saat, bahkan ketika hal-hal tidak mungkin menjadi baik. Inilah perintah yang mengandung suatu janji. Kita tahu bahwa Allah itu setia terhadap perkataan-Nya. Kita harus memegang janji tersebut. Tidak ada yang lebih besar daripada kasih di dalam dunia ini. Bahkan saat Yesus berada di dunia, ia mengasihi dan menghormati orangtua-Nya. Marilah kita ikuti teladan-Nya dan memohon kekuatan dan kuasa Allah bekerja menurut kehendak-Nya. Akhirilah dengan berdoa.
7 Mengasihi, Menghormati dan Mematuhi p ela ja ra n
2
Aktivitas Lembar Kerja # 4Cara yang baik dan praktis untuk membantu kalian mulai menghormati dan mematuhi orangtua adalah membantu mereka melakukan tugas rumah tangga. Berikut adalah sebuah kupon yang kalian dapat berikan kepada mereka untuk sesuatu hal yang dapat kalian lakukan. Pikirkan tentang apa yang perlu dilakukan sekitar rumah atau bagai-mana kalian dapat meringankan tanggung jawab orangtua.
Kupon ini Baik untuk
Baik untuk: Sekali pakai Seminggu sekali pakai Sebulan sekali pakai Berkali-kali pakai
Tuliskan hal-hal yang kalian rencanakan untuk membantu orangtua.
v
Buatlah sebuah gambaruntuk melukiskan tanggung jawab kalian.
Periksalah berapa banyak kupon ini digunakan dan berikan kepada orangtua.