Arin Rukniyati Anas, 2013
Keefektifan Metode BBB (Berpikir-Berpasangan-Berbagi) Berorientasi Multikultur Dalam Pembelajaran Membaca Kreatif (Penelitian Eksperimen Semu Pada Siswa Kelas VII SMP Laboratorium Percontohan UPI Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode dan Desain Penelitian
Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya (Arikunto, 2006:160). Masalah pokok dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui keefektifan metode pembelajaran sehingga digunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen semu. Menurut Arikunto (2006:3), eksperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengurangi faktor-faktor lain yang mengganggu. Eksperimen selalu dilakukan dengan maksud untuk melihat akibat suatu perlakuan.
Dengan menggunakan metode eksperimen semu, peneliti dapat mengontrol banyak variabel dan batasan dari jenis interpretasi yang dilakukan untuk mengetahui sebab pengaruh pertautan dan membatasi kekuatan generalisasi pernyataan. Pengukuran dalam penelitian ini dilakukan sebelum dan sesudah kelompok diberikan perlakuan berupa prates dan pascates. Penelitian ini akan dilakukan dengan rancangan tes awal-tes akhir pada kelompok eksperimen dan kelompok pembanding. Desain penelitian ini terlihat dalam gambar berikut.
A O1 X
1 O2
B O3 X2 O4
Gambar 3.1 Desain Penelitian
Keterangan:
A : kelas eksperimen B : kelas pembanding
X1 : perlakuan menggunakan metode BBB (Berpikir-Berpasangan-Berbagi) X2 : perlakuan menggunakan metode tanya jawab
Arin Rukniyati Anas, 2013
Keefektifan Metode BBB (Berpikir-Berpasangan-Berbagi) Berorientasi Multikultur Dalam Pembelajaran Membaca Kreatif (Penelitian Eksperimen Semu Pada Siswa Kelas VII SMP Laboratorium Percontohan UPI Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
O1 : prates kelas eksperimen O2 : pascates kelas eksperimen O3 : prates kelas pembanding O4 : pascates kelas pembanding
B. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi dan sampel penelitian ini merupakan subjek penelitian yang menjadi sumber data diperoleh dalam penelitian.
1. Populasi Penelitian
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 2006:130). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Laboratorium Percontohan UPI Bandung tahun ajaran 2012/2013. Alasan memilih siswa di SMP Laboratorium Percontohan UPI adalah karena situasi dan kondisi dilihat dari siswa yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda (multikultur).
Tabel 3.1 Pupolasi Penelitian
No. Kelas Jumlah Siswa
1 VII-A 34 2 VII-B 30 3 VII-C 30 4 VII-D 27 5 VII-E 26 Jumlah 147 2. Sampel Penelitian
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 2006:131). Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah sampel bertujuan atau purposive sample. Sampel bertujuan (purposive sampel) dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random, atau daerah,
Arin Rukniyati Anas, 2013
Keefektifan Metode BBB (Berpikir-Berpasangan-Berbagi) Berorientasi Multikultur Dalam Pembelajaran Membaca Kreatif (Penelitian Eksperimen Semu Pada Siswa Kelas VII SMP Laboratorium Percontohan UPI Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
melainkan didasarkan adanya tujuan tertentu (Arikunto, 2006:140). Pemilihan sampel ini dilakukan berdasarkan pertimbangan kelas yang terdiri dari peserta didik yang multikultur atau memiliki latar belakang budaya yang berbeda karena berasal dari daerah yang berbeda. Hal ini disesuaikan dengan tujuan penelitian yang hendak mengukur kemampuan membaca kreatif siswa multikultur. Oleh karena itu, peneliti memilih kelas VII-A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-E sebagai kelas pembanding.
C. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Angket. Angket digunakan untuk mengumpulkan data yang berkenaan dengan latar belakang kebudayaan siswa. Selain itu, angket juga diberikan setelah diberi perlakukan berupa metode BBB untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran.
2. Observasi. Observasi dilaksanakan untuk mengamati dan mencatat kualitas proses pembelajaran bahasa Indonesia dengan metode BBB berorientasi multikultur dan metode tanya jawab.
3. Tes. Tes digunakan untuk menjaring data atau informasi awal dan akhir berkenaan dengan penguasaan keterampilan berbahasa Indonesia. Tes diberikan sebanyak dua kali yaitu prates dan pascates. Prates yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sedangkan pascates bertujuan untuk mengukur efektifitas dari perlakuan yang diberikan kepada siswa berupa metode BBB (Berpikir-Berpasangan-Berbagi). Sebelum digunakan, instrumen tes tersebut diuji agar validitas dan reliabilitasnya terpenuhi.
Arin Rukniyati Anas, 2013
Keefektifan Metode BBB (Berpikir-Berpasangan-Berbagi) Berorientasi Multikultur Dalam Pembelajaran Membaca Kreatif (Penelitian Eksperimen Semu Pada Siswa Kelas VII SMP Laboratorium Percontohan UPI Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu D. Teknik Pengolahan Data
Data yang dihasilkan masih berupa data mentah yang belum memiliki arti. Agar data tersebut bermakna dan dapat memberikan gambaran nyata mengenai permasalahan yang diteliti, perlu adanya proses pengolahan data. Pengolahan data dilakukan setelah kegiatan pengumpulan data selesai. Pengolahan data dilakukan terhadap skor prates dan pascates kemampuan membaca siswa di kelas eksperimen dan kelas pembanding. Pengukuran prates dan pascates bertujuan untuk mengukur kemampuan membaca siswa sebelum dan sesudah menggunakan metode BBB (Berpikir-Berpasangan-Berbagi) berorientasi multikultur. Selanjutnya dilakukan perhitungan terhadap hasil prates dan pascates untuk mengetahui keefektifan metode BBB (Berpikir-Berpasangan-Berbagi) berorientasi multikultur dalam pembelajaran membaca kreatif siswa kelas VII.
Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam pengolahan data adalah sebagai berikut:
1. Menganalisis hasil uji awal dan uji akhir siswa
2. Uji normalitas
Uji normalitas digunakan untuk meyakinkan kemampuan siswa yang mempunyai distribusi normal, sebagai syarat yang harus diberikan untuk menguji kemampuan dua rata-rata. Untuk menentukan bahwa data mempunyai sifat yang normal atau tidak, bisa menggunakan rumus chi kuadrat (X2).
∑( ) Keterangan
X2 = nilai chi-kuadrat
Arin Rukniyati Anas, 2013
Keefektifan Metode BBB (Berpikir-Berpasangan-Berbagi) Berorientasi Multikultur Dalam Pembelajaran Membaca Kreatif (Penelitian Eksperimen Semu Pada Siswa Kelas VII SMP Laboratorium Percontohan UPI Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Ei = frekuensi yang diharapkan (frekuensi teoretis)
Menemukan normal atau tidaknya distribusi data dengan kriteria: X2hitung ≤ X2 tabel artinya distribusi data normal
X2hitung ≥ X2 tabel artinya distribusi data tidak normal
3. Uji homogenitas
Uji homogenitas varian berdasarkan rata-rata tes awal dan tes akhir menggunakan rumus:
F =𝑉𝑏𝑉𝑘 Keterangan:
F hitung = nilai yang dicari Vb = variasi terbesar Vk = varian terkecil
Data akan dinyatakan homogen jika F hitung < F tabel.
4. Pembuktian hipotesis
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok pembanding. Pengujian signifikasi dilakukan dengan membandingkan kedua mean yang dihitung dengan rumus t-test sebagai berikut:
a. menghitung nilai t hitung
t
o =- √( - ) ( - )
- ( )
Arin Rukniyati Anas, 2013
Keefektifan Metode BBB (Berpikir-Berpasangan-Berbagi) Berorientasi Multikultur Dalam Pembelajaran Membaca Kreatif (Penelitian Eksperimen Semu Pada Siswa Kelas VII SMP Laboratorium Percontohan UPI Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
b. berdasarkan nilai db dengan mencari harga t dari tabel dengan taraf signifikan 1% dan 5% dengan ketentuan:
1) jika t hitung t tabel maka hipotesis nol ditolak. 2) jika t hitung t tabel maka hipotesis nol diterima
(Sugiono, 2012:97) Sementara itu, untuk mengolah hasil angket dilakukan dengan melihat frekuensi persentase jumlah jawaban responden (Sutedi, 2011:238). Untuk mengolah hasil observasi dilakukan dengan cara menghitung rata-rata hasil ketiga observer yaitu:
R= 𝑏 𝑏 𝑏
E. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, sehingga lebih mudah diolah (Arikunto, 2006:160). Berkenaan dengan hal tersebut, penelitian ini menggunakan instrumen penelitian sebagai berikut.
1. Lembar angket. Angket dibagikan kepada siswa sebelum dilakukan prates. Hal ini dilakukan untuk mengetahui latar belakang budaya siswa. Berikut adalah kisi-kisi pertanyaan angket untuk mengetahui latar belakang siswa multikultur.
Tabel 3.2
Kisi-Kisi Pertanyaan Angket Latar Belakang Siswa
No. Aspek yang Ditanyakan
1. Tempat kelahiran peserta didik 2. Asal keluarga ayah
3. Asal keluarga ibu
4. Bahasa yang digunakan sehari-hari
5. Pemahaman terhadap kebudayaan keluarga ayah 6. Pemahaman terhadap kebudayaan keluarga ibu
Arin Rukniyati Anas, 2013
Keefektifan Metode BBB (Berpikir-Berpasangan-Berbagi) Berorientasi Multikultur Dalam Pembelajaran Membaca Kreatif (Penelitian Eksperimen Semu Pada Siswa Kelas VII SMP Laboratorium Percontohan UPI Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
7. Intensitas mengikuti kebudayaan ayah 8. Intensitas mengikuti kebudayaan ibu
9. Kecenderungan budaya yang disukai, ayah atau ibu 10. Kebudayaan yang diikuti saat ini
Selain itu, angket juga dibagikan kepada siswa setelah proses pembelajaran menggunakan metode BBB untuk mengetahui respons siswa terhadap pembelajaran. Berikut ini adalah kisi-kisi angket pembelajaran membaca kreatif.
Tabel 3.3
Kisi-Kisi Angket Pembelajaran Membaca Kreatif
No. Aspek yang Ditanyakan
1. Rasa suka terhadap pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia 2. Aspek kebahasaan yang paling disukai
3. Perasaan ketika mengikuti pelajaran membaca 4. Masalah yang muncul ketika pembelajaran membaca
5. Intensitas penggunaan metode berbeda dalam pembelajaran membaca 6. Pengetahuan awal terhadap pembelajaran menggunakan metode BBB 7. Respons terhadap pembelajaran menggunakan metode BBB
8. Pengetahuan awal terhadap membaca kreatif 9. Respons terhadap proses kegiatan membaca kreatif
10. Pemahaman kebudayaan orang lain melalui membaca kreatif
2. Pedoman pembelajaran bahasa Indonesia metode BBB berorientasi multikultur. Instrumen perlakuan ini berbentuk skenario pembelajaran. Berikut adalah skenario yang akan digunakan sebagai pedoman pembelajaran dalam penelitian ini.
a) Guru mengecek kesiapan peserta didik dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mampu membuat autobiografi yang berisi perjalanan
Arin Rukniyati Anas, 2013
Keefektifan Metode BBB (Berpikir-Berpasangan-Berbagi) Berorientasi Multikultur Dalam Pembelajaran Membaca Kreatif (Penelitian Eksperimen Semu Pada Siswa Kelas VII SMP Laboratorium Percontohan UPI Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
hidup dan mengembangkan pemikirannya mengenai kebudayaan orang lain.
b) Peserta didik kemudian distimulus untuk mengungkapkan pengetahuan mereka mengenani tokoh dari berbagai budaya yang berbeda. Setelah itu mereka diberikan dua buah teks biografi dan membacanya.
c) Setelah membaca teks biografi, peserta didik membuat autobiografi sesuai latar belakang budaya masing-masing dengan mencantumkan kebiasaan dan sikap khas (berpikir).
d) Setelah selesai membuat autobiografi masing-masing, peserta didik duduk secara berpasangan untuk saling bertukar biografi dan membaca biografi teman.
e) Langkah selanjutnya, peserta didik berdiskusi mengenai latar budaya masing-masing dengan pasangannya serta membahas apa yang perlu mereka gali dari kebudayaan teman (berbagi).
f) Selanjutnya, peserta didik membaca teks biografi tokoh yang diberikan oleh guru dan menjawab soal mengenai biografi yang mereka baca.
3. Lembar observasi. Lembar observasi ini digunakan untuk mencatat hasil pengamatan berkenaan dengan kualitas pembelajaran di dalam kelas. Proses observasi ini dilakukan oleh tiga orang observer, yaitu guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas VII di SMP Laboraturium Percontohan UPI Bandung, serta dua rekan mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Observasi digunakan untuk mengamati secara langsung kegiatan siswa selama belajar membaca kreatif dengan menggunakan metode BBB, sehingga peneliti mendapatkan data yang akurat dari proses kegiatan belajar mengajar. Observasi dilakukan pada aktivitas yang dilakuan oleh guru dan peserta didik di kelas eksperimen. Untuk penghitungan hasil observasi menggunakan rumus:
Arin Rukniyati Anas, 2013
Keefektifan Metode BBB (Berpikir-Berpasangan-Berbagi) Berorientasi Multikultur Dalam Pembelajaran Membaca Kreatif (Penelitian Eksperimen Semu Pada Siswa Kelas VII SMP Laboratorium Percontohan UPI Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Keterangan: St = skor total
S1 = skor dari observer 1 S2 = skor dari observer 2 S3 = skor dari observer 3
4. Tes. Instrumen tes dalam penelitian ini berupa soal pilihan ganda dan soal uraian berdasarkan teks biografi yang telah dibaca. Adapun tingkat keberhasilan mengacu pada parameter tingkat kemahiran membaca kreatif teks yang berorientasi multikultur. Tes diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Berikut kisi-kisi tes yang akan diberikan.
Tabel 3.4 Kisi-Kisi Soal Prates
Tabel 3.5
Kisi-Kisi Soal Pascates
Teks Aspek Soal Nomor
PG Uraian
Biografi 1
Kebiasaan sehari-hari 1,6 11
Kebiasaan di lingkungan 2,7 12
Sikap pribadi (kepribadian) 3,8 13 Sikap terhadap lingkungan 4,9 14
Sikap terhadap budaya 5,10 15
Biografi 2
Kebiasaan sehari-hari 1,6 11
Kebiasaan di lingkungan 2,7 12
Sikap pribadi (kepribadian) 3,8 13 Sikap terhadap lingkungan 4,9 14
Sikap terhadap budaya 5,10 15
Teks Aspek Soal Nomor
PG Uraian
Arin Rukniyati Anas, 2013
Keefektifan Metode BBB (Berpikir-Berpasangan-Berbagi) Berorientasi Multikultur Dalam Pembelajaran Membaca Kreatif (Penelitian Eksperimen Semu Pada Siswa Kelas VII SMP Laboratorium Percontohan UPI Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Untuk mempermudah proses penilaian, dilakukan dengan mengacu pada pedoman penskoran berikut ini.
Tabel 3.6
Pedoman Penskoran Membaca Kreatif Teks 1 “Liem Hai Thai (Koko Liem)”
No. Aspek Indikator dan Jawaban Skor
1 Kebiasaan sehari-hari C 1 2 Kebiasaan di lingkungan D 1 3 Sikap pribadi (kepribadian) B 1 4 Sikap terhadap lingkungan D 1 5 Sikap terhadap budaya A 1 6 Kebiasaan sehari-hari A 1 7 Kebiasaan di lingkungan D 1 8 Sikap pribadi (kepribadian) B 1 9 Sikap terhadap lingkungan A 1 10 Sikap terhadap budaya D 1 11 Kebiasaan sehari-hari
Mampu menyebutkan kebiasaan dan prinsip Koko Liem yaitu:
Mengikuti perintah orang tua tetapi melakukan
2
Kebiasaan di lingkungan 5,9 14
Sikap pribadi (kepribadian) 1,6 11 Sikap terhadap lingkungan 2,8 12
Sikap terhadap budaya 3,10 15
Biografi 4
Kebiasaan sehari-hari 4,7 13
Kebiasaan di lingkungan 5,9 14
Sikap pribadi (kepribadian) 1,6 11 Sikap terhadap lingkungan 2,8 12
Arin Rukniyati Anas, 2013
Keefektifan Metode BBB (Berpikir-Berpasangan-Berbagi) Berorientasi Multikultur Dalam Pembelajaran Membaca Kreatif (Penelitian Eksperimen Semu Pada Siswa Kelas VII SMP Laboratorium Percontohan UPI Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
kehendak sendiri
12 Kebiasaan di
lingkungan
Mampu menyebutkan kebiasaan orang Tionghoa dalam menghormati orang lain, yaitu:
Tidak membeda-bedakan suku dan agama seseorang
2
13 Sikap pribadi
(kepribadian)
Mampu menyebutkan sikap yang baik dari Koko Liem, yaitu:
Memiliki sikap tegar, rajin, dan menghormati orang tua.
2
14 Sikap terhadap
lingkungan
Mampu menyebutkan sikap teladan dari Koko Liem terhadap lingkungan, yaitu: Berbuat kebaikan untuk diri sendiri dan menyebarkannya kepada orang lain.
2
15 Sikap terhadap
budaya
Mampu meneladani sifat Koko Liem terhadap budaya, yaitu:
Bangga dengan identitas bangsa Tionghoa dan ikut memperkenalkannya kepada orang lain.
2
Skor Maksimum 20
Tabel 3.7
Pedoman Penskoran Membaca Kreatif
Teks 2 “Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata (Kang Ibing)”
No. Aspek Indikator dan Jawaban Skor
1 Kebiasaan sehari-hari B 1 2 Kebiasaan di lingkungan A 1 3 Sikap pribadi (kepribadian) D 1 4 Sikap terhadap lingkungan C 1 5 Sikap terhadap budaya B 1 6 Kebiasaan sehari-hari D 1 7 Kebiasaan di lingkungan A 1 8 Sikap pribadi (kepribadian) C 1 9 Sikap terhadap lingkungan A 1 10 Sikap terhadap budaya B 1
Arin Rukniyati Anas, 2013
Keefektifan Metode BBB (Berpikir-Berpasangan-Berbagi) Berorientasi Multikultur Dalam Pembelajaran Membaca Kreatif (Penelitian Eksperimen Semu Pada Siswa Kelas VII SMP Laboratorium Percontohan UPI Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu 11 Kebiasaan
sehari-hari
Mampu menyebutkan kebiasaan dan prinsip Kang Ibing yaitu:
Tidak pernah melepaskan budaya Sunda dalam bersikap, berpakaian serta berkarya seni.
2
12 Kebiasaan di
lingkungan
Mampu menyebutkan kebiasaan Kang Ibing dalam menghormati orang lain, yaitu:
Menggunakan bahasa khusus yang lebih sopan kepada orang yang lebih tua.
2
13 Sikap pribadi
(kepribadian)
Mampu menyebutkan sikap yang teladan dari Kang Ibing, yaitu:
Memperhatikan keramahan dan kesopanan, serta murah senyum pada orang lain.
2
14 Sikap terhadap
lingkungan
Mampu menyebutkan sikap teladan dari Kang Ibing terhadap lingkungan, yaitu: Peduli terhadap sesama dan hewan peliharaan, serta hormat pada orang tua.
2
15 Sikap terhadap
budaya
Mampu meneladani sifat Kang Ibing terhadap budaya, yaitu:
Bangga dengan identitas orang Sunda, Budaya serta Seni Sunda dan ikut memperkenalkannya kepada orang lain. 2 Skor Maksimum 20 Nilai Akhir = x 100 Tabel 3.8
Pedoman Penskoran Membaca Kreatif Teks 3 “Koko Liem Sang Ustad Sipit”
No. Aspek Indikator dan Jawaban Skor
1 Sikap pribadi (kepribadian) D 1 2 Sikap terhadap lingkungan A 1 3 Sikap terhadap budaya B 1 4 Kebiasaan sehari-hari A 1 5 Kebiasaan di lingkungan C 1 6 Sikap pribadi (kepribadian) A 1
Arin Rukniyati Anas, 2013
Keefektifan Metode BBB (Berpikir-Berpasangan-Berbagi) Berorientasi Multikultur Dalam Pembelajaran Membaca Kreatif (Penelitian Eksperimen Semu Pada Siswa Kelas VII SMP Laboratorium Percontohan UPI Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu 7 Kebiasaan sehari-hari C 1 8 Sikap terhadap lingkungan B 1 9 Kebiasaan di lingkungan D 1 10 Sikap terhadap budaya B 1 11 Sikap pribadi (kepribadian)
Mampu menyebutkan sikap yang baik dari Koko Liem, yaitu:
Memiliki sikap tegar, rajin, dan menghormati orang tua.
2
12 Sikap terhadap
lingkungan
Mampu menyebutkan sikap teladan dari Koko Liem terhadap lingkungan, yaitu: Berbuat kebaikan untuk diri sendiri dan menyebarkannya kepada orang lain.
2
13 Kebiasaan
sehari-hari
Mampu menyebutkan kebiasaan dan prinsip Koko Liem yaitu:
Melakukan kehendak sendiri tanpa mengurangi rasa hormat pada orang tua.
2
14 Kebiasaan di
lingkungan
Mampu menyebutkan kebiasaan orang Tionghoa dalam menghormati orang lain, yaitu:
Tidak membeda-bedakan suku dan agama seseorang
2
15 Sikap terhadap
budaya
Mampu meneladani sifat Koko Liem terhadap budaya, yaitu:
Bangga dengan identitas bangsa Tionghoa dan ikut memperkenalkannya kepada orang lain.
2
Skor Maksimum 20
Nilai Akhir =
x 100
Tabel 3.9
Pedoman Penskoran Membaca Kreatif
Teks 4 “Kang Ibing Sang Pelawak dan Seniman Sunda”
No. Aspek Indikator dan Jawaban Skor
1 Sikap pribadi
(kepribadian) C 1
2 Sikap terhadap
Arin Rukniyati Anas, 2013
Keefektifan Metode BBB (Berpikir-Berpasangan-Berbagi) Berorientasi Multikultur Dalam Pembelajaran Membaca Kreatif (Penelitian Eksperimen Semu Pada Siswa Kelas VII SMP Laboratorium Percontohan UPI Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu 3 Sikap terhadap budaya B 1 4 Kebiasaan sehari-hari A 1 5 Kebiasaan di lingkungan C 1 6 Sikap pribadi (kepribadian) B 1 7 Kebiasaan sehari-hari A 1 8 Sikap terhadap lingkungan D 1 9 Kebiasaan di lingkungan B 1 10 Sikap terhadap budaya C 1 11 Sikap pribadi (kepribadian)
Mampu menyebutkan sikap yang teladan dari Kang Ibing, yaitu:
Memperhatikan keramahan dan kesopanan, serta murah senyum pada orang lain.
2
12 Sikap terhadap
lingkungan
Mampu menyebutkan sikap teladan dari Kang Ibing terhadap lingkungan, yaitu: Peduli terhadap sesama dan hewan peliharaan, serta hormat pada orang tua.
2
13 Kebiasaan
sehari-hari
Mampu menyebutkan kebiasaan dan prinsip Kang Ibing yaitu:
Tidak pernah melepaskan budaya Sunda dalam bersikap, berpakaian serta berkarya seni.
2
14 Kebiasaan di
lingkungan
Mampu menyebutkan kebiasaan Kang Ibing dalam menghormati orang lain, yaitu:
Menggunakan bahasa khusus yang lebih sopan kepada orang yang lebih tua.
2
15 Sikap terhadap
budaya
Mampu meneladani sifat Kang Ibing terhadap budaya, yaitu:
Bangga dengan identitas orang Sunda, Budaya serta Seni Sunda dan ikut memperkenalkannya kepada orang lain.
2
Skor Maksimum 20
Nilai Akhir =