• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. METODOLOGI A. Tempat dan Waktu B. Peralatan dan Perlengkapan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "III. METODOLOGI A. Tempat dan Waktu B. Peralatan dan Perlengkapan"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

9

III. METODOLOGI

A. Tempat dan Waktu

Pengambilan data untuk penelitian ini dilakukan di lahan kering Leuwikopo, Bogor. Pengambilan data penelitian dimulai tanggal 29 April 2009 sampai 10 Juni 2009.

B. Peralatan dan Perlengkapan 1. Subjek dan Objek Penelitian

Subjek penelitian ini berjenis kelamin pria dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, dan dibagi ke dalam tiga kelompok :

a. Kelompok A : (155 ± 5) cm, 3 orang b. Kelompok B : (165 ± 5) cm, 3 orang c. Kelompok C : (175 ± 5) cm, 3 orang

Masing – masing subjek akan melakukan 4 (empat) kali ulangan rangkaian pengukuran denyut jantung saat bekerja membuat guludan, baik secara manual maupun mekanis. Objek penelitian yang digunakan adalah cultivator tipe Te 550 n (data teknis pada Lampiran 1) dan cangkul. Rancangan percobaan dapat dilihat pada Gambar 2.

2. Instrumentasi dan Alat Ukur

a. Heart Rate Monitor (Polar Accurex Plus). b. Heart Rate Monitor Interface.

c. Stop watch.

d. Digital Metronome. e. Time Study Sheet.

f. Bangku Step Test dengan tinggi 24 cm. g. Antropometer.

h. Thermohygrometer. i. Patok.

j. Meteran pita ( 50 m ).

k. Alat tulis, komputer, dan beberapa perlengkapan yang mendukung untuk pencatatan data dan pengolahan data.

(2)

10 Gambar 2. Bagan rancangan percobaan

Keterangan : U = ulangan PS = posisi stang Kelompok C (3 orang) U1 U2 U3 U4 PS Atas U1 U2 U3 U4 PS Tengah U1 U2 U3 U4 PS Bawah U1 U2 U3 U4 Cultivator Manual Kelompok B (3 orang) PS Atas U1 U2 U3 U4 PS Tengah U1 U2 U3 U4 PS Bawah U1 U2 U3 U4 Cultivator U1 U2 U3 U4 Manual Pembuatan Guludan Kelompok A (3 orang) PS Atas U1 U2 U3 U4 PS Tengah U1 U2 U3 U4 PS Bawah U1 U2 U3 U4 Cultivator U1 U2 U3 U4 Manual

(3)

11 C. Metode Penelitian

Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu pengambilan data di lapang dan pengolahan data. Pengambilan data di lapang bertujuan untuk mendapatkan data primer, dan data sekunder yang diperlukan akan diperoleh melalui literatur. Data primer diperoleh dari hasil pengukuran denyut jantung operator traktor roda dua di lapang dan beberapa pengukuran fisik tubuh. Proses analisis beban kerja dapat dilihat pada Gambar 4.

C.1. Pengambilan data di lapang

Data primer diperoleh melalui pengukuran dimensi tubuh menggunakan antropometer dan timbangan, dan pengukuran denyut jantung operator saat bekerja menggunakan alat ukur denyut jantung, Heart Rate Monitor. Alat ini diatur agar dapat merekam denyut jantung operator setiap 5 detik untuk mengetahui tingkat beban kerja fisik yang dialami operator saat membuat guludan dengan mengoperasikan cultivator dan cara manual (dengan cangkul). Pengukuran denyut jantung dilakukan pada beberapa kondisi, yaitu :

a. Pada saat membuat guludan. b. Pada saat melakukan step test. c. Pada saat operator istirahat.

Sebelum pengukuran denyut jantung saat bekerja, diperlukan kalibrasi denyut jantung terhadap beban kerja kepada setiap subjek dengan metode step test (digambarkan pada gambar 3). Pengukuran saat bekerja di hari yang lain dengan hari pengukuran kalibrasi, diperlukan pengukuran step test kembali. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan kondisi fisik subjek pada hari berbeda akan berbeda juga. Pengukuran step test pada hari yang sama dengan hari kerja, cukup dilakukan satu kali dengan frekuensi 20 siklus/menit (digambarkan pada gambar 4). Pola kerja digambarkan pada

(4)

12 Gambar 3. Bagan alir kalibrasi subjek

Keterangan : Step test menggunakan bangku dengan tinggi 24 cm Pengambilan Data Subjek

Rest 1 (5~10 menit)

Rest 2 (± 5 menit)

Rest 3 (± 5 menit)

Step Test 3 (± 5 menit, 25 siklus/menit)

Step Test 2 (± 5 menit, 20 siklus/menit)

Step Test 1 (± 5 menit, 15 siklus/menit)

Step Test 4 (± 5 menit, 30 siklus/menit)

Rest 4 (± 5 menit)

Rest 5 (± 5 menit)

(5)

13 Penelitian Pendahuluan

Data Subjek : usia, tinggi badan, berat badan, kalibrasi Step Test  Data Lingkungan : Suhu

Pengukuran Denyut Jantung

Kerja (cultivator/cangkul) Istirahat (Rest 3) Istirahat awal (Rest 1) Istirahat (Rest 2) Step Test Pengolahan Data

Perhitungan Beban Kerja

Kualitatif  IRHR

 Tingkat Beban Kerja

Kuantitatif  TEC(kkal/menit)  BME (kkal/menit)  WEC (kkal/menit) Gambar 4. Bagan alir pengukuran beban kerja

Keterangan : IRHR (Increase Ratio of Heart Rate) TEC (Total Energy Cost)

BME (Basal Metabolic Energy ) WEC (Work Energy Cost)

(6)

14 Gambar 5. Pola kerja pengolahan untuk 1 (satu) kali ulangan pengolahan menggunakan

Cultivator Panj an g Peng ol ahan (18 m , t er m asuk h ead li n e @1. 5m ) Lebar Pengolahan (3.5 m) Head line Head line START FINISH

(7)

15 rest HR work HR IRHR          1000 2 . 4 2 f h g w TECST C.2. Pengolahan data

Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan hasil rekaman data HR (denyut jantung) yang kemudian dipindahkan ke komputer menggunakan Heart Rate Monitor Interface, lalu data tersebut diolah dan dibuat dalam bentuk grafik. Perhitungan nilai HR harus dinormalisasi agar diperoleh nilai HR yang objektif. Normalisasi nilai HR dilakukan dengan perbandingan HR relatif saat bekerja terhadap nilai HR saat istirahat. Nilai perbandingan HR tersebut dinamakan IRHR (Increase Ratio of Heart Rate). Perbandingan tersebut dirumuskan sebagai berikut :

Dimana : HR work = denyut jantung saat melakukan pekerjaan. HR rest = denyut jantung saat istirahat.

Untuk mendapatkan nilai beban kerja, maka diperlukan perhitungan TECST (Total Energy Cost Step Test) yaitu energi total yang digunakan

pada saat melakukan step test, perhitungan dilakukan melalui persamaan :

Dimana : TECST = Total Energy Cost step test (kkal/menit)

w = berat badan (kg)

g = percepatan gravitasi (9.81 m/detik2)

h = tinggi bangku step test (meter) f = frekuensi step test

4.2 = faktor kalibrasi (joule => kalori)

Untuk mengkonversi nilai IRHR menjadi TEC (Total Energy Cost) pada saat melakukan aktivitas dapat dilakukan dengan cara membuat fungsi korelasi antara TECST terhadap IRHR. Dengan membuat grafik

hubungan TECST dengan IRHR maka diperoleh persamaan untuk seorang

subjek dengan bentuk umum :

Y = a X + b Dimana : Y = IRHR

(8)

16 Nilai TEC atau besarnya daya pada saat bekerja dapat diperoleh dengan membalikkan persamaan di atas dan memasukkan nilai IRHR objek saat melakukan kerja.

Nilai BME untuk setiap orang berbeda sesuai dengan dimensi tubuh dan jenis kelamin. Nilai BME ekuivalen dengan nilai VO2 (volume

oksigen), yang dipengaruhi dimensi tubuh. Untuk diperoleh nilai VO2,

dapat digunakan tabel konversi BME ekuivalen VO2 berdasarkan luas

permukaan tubuh. Luas permukaan tubuh dapat dihitung dengan menggunakan persamaan Du’Bois (Syuaib,2003) :

A = H0.725 × W 0.425 × 0.007246 Dimana : A = Luas permukaan tubuh (m2)

h = Tinggi badan (cm) W = Berat badan (kg)

Nilai BME setiap orang berbeda – beda dan tidak terkait langsung dengan konsumsi energi akibat melakukan suatu aktivitas kerja, maka untuk mengetahui nilai peningkatan konsumsi energi akibat melakukan aktivitas perlu dihitung WEC (Work Energy Cost), dengan persamaan :

WEC = TEC – BME Dimana : WEC = Work Energy Cost (kkal/menit)

TEC = Total Energy Cost (kkal/menit)

BME = Basal Metabolic Energy (kkal/menit)

Konsumsi energi sebanding dengan berat badan seseorang, semakin besar berat badan seseorang, maka konsumsi energinya semakin besar pula, begitu sebaliknya pada saat melakukan pekerjaan yang relatif sama. Oleh karena itu untuk mengetahui nilai beban kerja objektif yang diterima seseorang saat melakukan kerja maka pengaruh berat badan perlu dinormalisasi. Untuk memperoleh nilai WEC yang ternomalisasi (WEC’), dapat menggunakan persamaan :

WEC’ = WEC / w

Dimana : WEC’ = Work Energy Cost per Weight (kal/kg.menit)

WEC = Work Energy Cost (kal/menit)

Referensi

Dokumen terkait

Pada halaman ini admin juga dapat melihat minuman apa saja yang dipesan, harga, total harga, status yang dapat diubah, waktu pesanan, serta. opsi untuk mengedit dan

Selain itu, Penelitian yang di laksanakan bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecepatan dan volume jalan dalam menentukan tingkat pelayanan jalan di siang

Kedua, Thendra Chrisnanda (dalam Gideon, 2015) menyatakan bahwa perusahaan sub sektor food and beverage banyak melakukan aktivitas impor atas bahan baku produksi, tentu

adanya penelitian tentang hukum akad jual beli yang tidak sesuai nilai-nilai ekonomi Islam dan hendaknya harus mengutamakan nilai-nilai ilahi yang menjadi dasar

Berdasarkan uraian di atas, penulis mencoba melakukan penelitian tentang pengaruh kenaikan UMK pada tahun 2013 terhadap tingkat konsumsi buruh yang berada di Kawasan Industri

Kemudian buat sebuah user mysql dengan nama easyhotspot dan password sesuai dengan keinginan anda (dalam contoh saya menggunakan password ‘xxyyzz’) yang

Berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, saya dapat menyelesaikan tesis ini sebagai bagian dari tugas akademis untuk meraih gelar Magister Humaniora dari Program

Pada tingkat kedua, siswa menghubungkan atau mengaitkan informasi itu pada pengetahuan (berupa konsep atau lainnya) yang telah dimilikinya, sehingga terjadi