223
ANALISIS KINERJA EKSPOR RUMPUT LAUT
PADA PT. KOSPERMINDO DI MAKASSAR
Abdul Khalik *)
Abstract: This study aims to determine the performance and contribution of exports to income-Original South Sulawesi. From the research, the authors showed that the volume of exports of seaweed for 5 (five) years (2009-2013) has increased, whereas in 2009-2010, the rate of export volume amounted to 54.56% seaweed and in 2011 increased by 54.77 % further back in 2012 increased by 87.84% and by 2013 an increase of 88.16%. This increase is caused by damage to a number of existing commodity seaweed in continental Europe due to the unfavorable climate that contributes to the high demand and the demand for commodities seaweed in Sulawesi - South increased sharply and supported by the improvement in global economic conditions due to the hurricane crisis dibelahan European continent. Contribution of export value averaged peningakatan for 5 (five) years where in 2009 s / d on average in 2013 increased by 28.97% in 2010 and increased in 2011 by 44.79%, then in 2012 s / d in 2013, respectively decreased by 10.23% in 2012 and in 2013 decreased by 39.40%. This decrease is caused by a surge in exports is too big so the impact on prices of seaweed has decreased in some countries in Europe.
Keywords: Export Performance, Seaweed PENDAHULUAN
Kemajuan teknologi, komunikasi, dan informasi mendorong berlangsungnya globalisasi dunia dengan cepat dan dinamis. Globalisasi tersebut membawa perubahan dalam berbagai bidang kehidupan seperti bisang sosial, ekonomi, dan budaya. Khususnya fenomena ekonomi yang mempunyai implikasi luar biasa terhadap perubahan tatanan kerja sama dan persaingan bisnis serta peranan pemerintah diberbagai penjuru dunia. Oleh karena itu hal ini telah menuntut para pelaku usaha untuk terus berfikir kritis dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif, karena persaingan tidak hanya datang dari persaingan usaha lokal tetapi telah merambah keusaha global. Jika para pelaku usaha tidak siap untuk menghadapi persaingan sekarang ini, berbagai dampak dan efek dapat timbul dari persaingan tersebut. Tidak hanya mengakibatkan volume penjualan produk yang menurun, kehilangan daerah pemasaran produk, bahkan dapat mengancam
kelangsungan hidup perusahaan.
Adanya kegiatan perdagangan ekspor impor mempunyai manfaat yang besar bagi semua pihak, baik pengusaha, masyarakat luas, maupun pemerintah. Transaksi ekspor adalah perdagangan dengan cara mengeluarkan barang dari dalam ke luar wilayah pabean Indonesia dan memenuhi ketentuan yang berlaku. Bagi perkembangan perekonomian Indonesia, transaksi ekspor impor ini merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang penting. Dalam situasiperekonomian dunia yang masih belum menggembirakan saat ini, berbagai usaha telah dilakukan pemerintah Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan pencarian sumber devisa yang diantaranya adalah meningkatkan transaksi ekspor dan menekan pengeluaran devisa dengan cara membatasi aktivitas impor. Kendala-kendala yang perlu perlu mendapat perhatian dalam transaksi perdagangan internasional adalah : sistem pemerintahan yang berbeda,
224 ketentuan hukum yang berlaku,
currency mata uang yang digunakan
berbeda, jarak yang relatif jauh, adanya retriksi dan proteksi perdagangan, dan adanya conflict of interest atau perbedaan kepentingan.
Namun dengan semakin mudahnya proses transaksi perdagangan luar negeri membuat persaingan dalam bisnis ini dirasakan semakin ketat, sehingga setiap perusahan harus selalu memikirkan kembali strategi perusahaan mereka secara kritis dan kondusif, apalagi dengan keadaan perekonomian dunia sekarang yang cepat mengalami perubahan. Hal ini sangat dipengaruhi konsep kepuasan konsumen. Agar perusahaan dapat mengikuti perkembangan ini, maka dibutuhkan suatu usaha supaya perusahaan dapat menjalankan operasinya dengan baik dan sesuai dengan keadaan perusahaan dan pasar modal.
Oleh karenanya adalah menjadi keharusan bagi perusahaan untuk melakukan strategi yang tepat agar dapat memenuhi sasaran yang efektif. Sebagaimana diketahui bahwa keadaan dunia usaha bersifat dinamis, yang selalu mengalami perubahan yang terjadi setiap saat dan adanya keterkaitan antara satu dengan yang lainnya.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis merasa tertarik mengadakan penelitian secara lebih jauh dan mendetail tentang ekspor rumput laut dengan mengangkat Judul ”Analisis Kinerja Ekspor Rumput Laut Pada PT. Kospermindo Makassar.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permaslahan tersebut diatas, maka dapat dikemukan rumusan masalah penelitian ini sebagai berikut : Bagaimana kinerja ekspor rumput laut Pada PT. Kospermindo Makassar dari tahun – ke
tahun.
Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah di atas, tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui kinerja ekspor rumput laut pada PT. Kospermindo selama 5 tahun terakhir.
2. Untuk mengetahui volume dan kontribusi nilai ekspor rumput laut pada PT. Kospermindo Makassar. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan penelitian ini sebagai berikut ;
1. Sebagai bahan pertimbangan dan masukan kepada Pemerintah Provinsi Selatan untuk mengkaji secara lebih mendalam hal-hal yang bisa menghambat kinerja ekspor rumput laut selama ini. 2. Sebagai bahan pertimbangan dalam
menentukan berbagai kebijaksanaan yang dapat mendorong terjadinya peningkatan ekspor rumput laut pada PT. Kospermindo Makassar. 3. Sebagai masukan bagi bagi
teman-teman untuk mengadakan penelitian dengan judul yang sama pada tempat yang sema.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Ekonomi Dan Bisnis Internasional
Istilah ekonomi berasal dari bahasa Yunani Oikomonia, yaitu dari kata Oikos dan Nomos. Oikos artinya rumah tangga dan Nomos artinya mengatur. Jadi, Oikonomia adalah mengatur rumah tangga. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka pengertian ekonomi juga berkembang bukan saja mengatur rumah tangga dalam arti sempit, tetapi rumah tangga dalam arti luas, sperti rumah tangga perusahaan, masyarakat, negara bahkan dunia.
225 Menurut S.W. Warsito. (2008)
Pengertian Ilmu Ekonmi dapat didefinsikan sebagai studi mengenai individu dan masyarakat membuat pilihan dengan atau tampa menggunakan uang , dengan menggunakan sumberdaya yang terbatas untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa dan mendistribusikannya untuk konsumsi sekarang maupun dimasa yang akan datang kepada individu dan masyarakat. Oleh karena itu, setiap orang memiliki motif untuk setiap tindakan ekonomi yang dilakukannya. Tindakan ekonomi ini dilakukan dengan usaha memilih beberapa pilihan tindakan yang paling menguntungkan yang didasarkan pada jumlah pengorbanan dengan jumlah hasil yang akan diperoleh. Sehubungan dengan hal itu, maka manusia dituntut untuk bersikap cerdas dan bertindak cermat. Artinya,dalam melakukan tindakan ekonomi manusia harus bertindak eonomis, didasari motif ekonomi, dan dilaksanakan dengan prinsip ekonomi.
Menurut Nopirin (2006:5). Menyatakan bahwa ekonomi dan Bisnis Internasional adalah merupakan salah satu ilmu yang mempelajari alokasi sumberdaya yang terbatas guna memenuhi kebutuhan manusia. Hanya saja problematik ekonomi dipelajari dalam ruang lingkup internasional. Artinya, masalah alokasi dianalisa dalam hubungan antara pelaku ekonomi satu negara dengan negara lain.
Ilmu ekonomi Internasional berusaha untuk mempelajari bagaimana hubungan antara satu negara dengan negara lain dapat mempengaruhi alokasi sumberdaya baik antara dua Negara tersebut maupun antara beberapa negara. Hubungan antara ekonomi bisnis internasional dapat berupa perdagangan, investasi, pinjaman, bantuan serta kerjasama internasional. Oleh karena itu ekonomi intersional lebih luas pengertiannya apabila diperbandingkan dengan perdangan internasional yang hanya menyangkut
pertukaran barang dan jasa. Para pelaku yang mengadakan hubungan ekonomi internasional meliputi swasta, pemerintah maupun organisasi internasional.
Menurut Amalia (2007:2) Mendefinisikan Ilmu Ekonomi Internasional adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari tentang kegiatan-kegiatan antara satu Negara dengan Negara lainya atau segala sesuatu mengenai hubungan ekonomi antar bangsa. Sebagai cabang dar ilmu ekonomi , maka ilmu ekonomi internasional juga mempelajari hubungan ilmu ekonomi mikro yaitu tentang masalah-masalah penentuan harga pokok dan alokasi sumberdaya yang langka dan terbatas, dengan ilmu ekonomi makro, yang mempelajari tentang penentuan pendapatan nasional dan pemanfaatan sumber-sumber daya keseluruhan atau secara agregat dan seluk-beluknya.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian ekonomi dan bisnis internasional dapat didefinisikan sebagai semua aktivitas ekonomi antar satu negara dengan negara lain untuk mencari keuntungan melalui perdagangan antar kedua negara. Pengertian Kinerja.
Dalam organisasi yang modern, penelaian memberikan mekanisme penting bagi manajemen untuk meningkatkan kinerja. Pada dasarnya konsep kinerja dapat didefinisikan sebagai sebuah pencapaian hasil. Ini berarti kinerja suatu ekspor dapat dilihat dari tingkat sejauh mana Sulawesi-Selatan dapat mencapai tujuan yang didasarkan pada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Menurut Seymour (2009:32) menyatakan bahwa kinerja merupakan tindakan atau pelaksanaan tugas yang dapat di ukur. Menurut Ruky (2002:12) menyatakan bahwa kinerja adalah catatan tentang hasil yang diperoleh dari fungsi pekerjaan tertentu selama kurun waktu tertentu. Dalam definisi tersebut terlihat dengan jelas bahwa mereka menekankan
226 prestasi sebagai hasil atau hal yang keluar
dari sebuah pekerjaan dan kontribusinya pada organisasi.
Dari definisi tersebut diatas, maka penulis dapat menyimpulkan
bahwa kinerja adalah suatu hasil kerja
yang maksimal dicapai oleh eksportir dalam pelaksanaan suatu kegiatan ekspor menurut criteria tertentu dalam kurun waktu tertentu guna mewujudkan tujuan organisasi yang ditetapkan sebelumnya.
Pengertian Ekspor
Menurut Hutabarat (2005:3) mendefinisikan Ekspor adalah suatu transaksi yang sederhana dan tidak lebih dari membeli dan menjual barang antara pengusaha yang bertempat di Negara-negara yang berbeda. Namun dalam pertukaran barang dan jasa yang menyeberangi laut dan darat ini tidak jarang timbul berbagai masalah yang kompleks antara pengusaha-pengusaha yang mempunyai bahasa, kebudayaan, adat dan istiadat dan cara yang berbeda-beda.
Berdasarkan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No.558/MPP/KEP/12/1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum Di bidang Ekspor, sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Keputusan Menteri Perdagangan No. 07/M-DAG?PER/4/2005 tanggal 19 April 2005, secara definitive ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean. Daerah Pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah daratan, perairan, dan ruang udara di atasnya, serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksekutif dan Landasan Kontinen yang di dalamnya berlaku Undang – Undang No. 10 Tahun 1995 tentan Kepabeanan.
Ekspor dapat dilakukan oleh setiap perusahaan atau perseorangan yang telah memiliki Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP) / Surat Izin Usaha
Perdagangan (SIUP), Izin Usaha dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Nondepartemen berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Serta Surat Tanda Dasar Perusahaan (TDP), dan tentu saja memiliki APE (Angka Pengenal Ekspor).
Sementara, Menurut Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 145/PMK. 04/2007 tentang ketentuan Pabean di bidang ekspor, maka secara definitive yang dimaksud dengan ;
1. Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean.
2. Barang ekspor adalah barang yang dikeluarkan dari daerah pebean. 3. Eksportir adalah orang perseorangan atau
badan hukum yang melakukan kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean.
Bea keluar adalah pungutan Negara berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan yang dikenakan terhadap barang ekspor.
Berdasarkan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No.558/MPP/KEP/12/1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum Di bidang Ekspor, sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Keputusan Menteri Perdagangan No. 07/M-DAG?PER/4/2005 tanggal 19 April 2005,) menyatakan bahwa pengertian ekspor adalah merupakan salah satu kegiatan penjualan beberapa hasil produksi regulernya antar satu Negara dengan Negara lain atau di luar negeri. Kegiatan ekspor ini merupakan alat yang bagus untuk memperoleh rasa berbisnis internasional tanpa meningkatkan suatu sumber daya manusia atau keuangan dalam jumlah besar.
Menurut Hady (2004:63), Mendefinisikan kebijakan perdagangan internasional di bidang ekspor diartikan sebagai berbagai tindakan dan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang akan mempengaruhi struktur, komposisi, dan arah transaksi serta
227 kelancaran usaha untuk meningkatkan
devisa ekspor suatu negara. Kebijakan perdagangan internasional di bidang ekspor dikelompokan menjadi 2 (dua) macam kebijakan sebagai berikut :
Berdasarkan pendapat beberapa pakar ekonomi tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa ekspor adalah suatu kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung, yang akan mempengaruhi struktur, komposisi, dan arah transaksi serta kelancaran usaha untuk meningkatkan devisa ekspor suatu Negara dan daerah.
Starategi Peningkatan Kinerja Ekspor
Berkaitan dengan hal tersebut diatas, maka untuk meningkatkan kinerja ekspor secara keseluruhan, selain melalui pelatihan teknis dan kompensasi dibidang ekspor menyangkut maslah regulasi maupun kebijakan pemerintah daerah yang dapat memicu terjadi peningkatan ekspor secara berkesenambungan di masa yang akan datang.
Menurut Peter, dkk (2008:14) ada beberapa upaya lain yang dapat mendorong peningkatan ekspor secara berkesenambungan antara lain ;
1. Menyempurnakan proses dan produk melalui upaya perbaikan yang berkesenambungan dan patok duga (branchmarking) dalam penyempurnaan tersebut setiap eksportir ikut dilibatkan pada setiap kegiatan yang dilakukan.
2. Menyempunakan “ Busines Process
Reengering (BPR) “ melalui BPR ini diharapkan perusahaan ekspor mampu meleyani konsumen lebih cepat, lebih efisien, lebih memuaskan, dan lebih berkualitas.
3. Melakukan pemantauan dan pengukuran kepuasan pelanggan secara berkesenambungan.
4. Memberikan pendidikan dan pelatihan terhadap para eksportir
menyangkut bahasa dan komunikasi, salesmanship, dan publc relations kepada setiap jajaran manajemen dan karyawan perusahaan ekspor. 5. Sistem penelaian kinerja, penghargaan, dan
promosi terhadap perusahaan eksportir yang didasarkan atas kontribusinya secara individual maupun tim dalam usaha peningkatan kualitas, penciptaan “
customer value “ and “ customer satisfaction“ secara berkesenambungan.
Pelanggan eksternala juga dapat dilibatkan dalam menilai prestasi karyawan, misalnya aspek layanan pelanggan (customer cervices.) 6. Membentuk tim kerja lintas
fungsional, sehingga diharapkan wawasan dan pengalaman karyawan semakin besar, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kemampuan dalam melayani pelanggan.
7. Memberdayakan (empowerment)
karyawannya sehingga karyawan dapat mengambil keputusan tertentu yang berkaitan dengan tugasnya masing-masing.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Aktivitas Bisnis PT. Kospermindo di Makassar.
Dalam proses perjalanan Kosperindo telah berhasil menunjukkan kinerja usaha sebagai lembaga intermediasi yang memiliki manfaat den multiplier effec yang baik terhadap petani dan pabrik/ eksportir yang antara lain :
1. Menjalin kemitraan usaha dengan petani di 12 Kabupaten yang ada di Sulawesi dan Sulawesi Tengah, dengan model pendekatan kelompok tani dengan metode pemberdayaan dan dinamika kelompok,
2. Menjamin kepastian pasar melalui penandatanganan kontrak kerjasama dengan beberapa perusahaan/ impotir rumput laut di luar negeri
228 termasuk PT. Agarindo Bogatama
Pabrik agar-agar terbesar di wilayah Asia Tenggara dan terbesar kedua di dunia. Filosofi “ Mulai dari kembali ke pasar “ Inilah yang menjadi fondasi dalam setiap langkah mengembangkan yang dilaksanakan oleh kospermindo sebagai lembaga yang tidak saja mengejar keuntungan semata tetapi sekaligus ikut serta memberdayakan/mengembangkan dan memperkuat daya saing petani rumput laut.
3. Menetapkan/Mematok harga pembelian rumput laut dari petani.
4. Membangun dan mejalankan mekanisme dinamika kelompok tani rumput laut yang menjadi sentra- sentra produksi dan prestasi, ini merupakan “pilot project“ pelaksana dinamika kelompok dan pembinaan usaha kecil dan menengah di wilayah lain.
Prinsip kemitraan stratgis antara pabrik/eksportir dengan Kosperindo dan
kelompok tani pembudidaya didasarkan pada prinsip :
a. Keterbukaan b. Keadilan
c. Usaha yang berkelanjutan. Disamping hal tersebut diatas, terdapat program kemitraan berkelanjutan yang dilakukan oleh Kosperindo Cabang Makassar adalah sebagai berikut :
1. Jaminan Kepastian Pasar, Harga, Kualitas dan Kesenambungan produksi melalui pendekatan sentra klaster dan pendampingan melalui “ Business Development Services “ (BDS.)
2. Jaringan Kemitraan antar pabrik dan koperasi sebagai kelembagaan pemberdayaan dan pengembangan kelompok tani pembudidaya rumput laut.
3. Membangun pintu pasar bersama. Dalam proses bisnisnya, Kospermindo Cabang Makassar memiliki alur pendampingan usaha yang bisa kita lihat pada gambar berikut di bawah ini. Gambar 1
Proses alir Pendampingan Usaha pada PT. Kospermindo Makassar
Sumber : PT. Kospermindo Makassar. 2014. Berdasarkan gambar tersebut diatas
menunjukkan bahwa Kospermindo melakukan pendampingan usaha melalui hulu sampai hilir dengan mengadopsi klaster
industri. Dengan mengaplikasikan pola pengembangkan khasil laster industri diharapkan dapat menjaga kestabilan harga jual rumput laut bagi petani,
Pabrik Pendanpingan
Melalui Bos Kel. Tani
Pemilhan Lokasi Pemilihan Bibit Metode / Teknik Penanaman Perawa tan Panen Delivery / Pengiriman (Kontainer ) Sortir / Olahan / Packing Kosperindo
229 terbentuknya pasar yang dapat
menampung hasil panen rumput laut bagi dari petani yang akhirnya akan membentuk iklim usahayang baik akan menuju pada terwujudnya ekonomi yang mandiri bagi wilayah budidaya rumput laut tersebut.
Dalam membangun keseimbangan program usaha dan pembinaan Kosperindo merencanakan model kegiatan yang sifatnya terpadau seperti pada tabel berikut ini.
Tabel 1
Model Kegiatan Pembinaan Pada Kosprindo Cab. Makassar
No Uraian Kegiatan Implementasi Kegiatan
1. Penguatan Lembaga Kelompok Tani Sosialisasi
2. Model Pengembangan Budidaya Gracilaria, SP, Gigas / Jambe
3. Industri Semi Pengolahan Pencucian
4. Pendirian Simpan Pinjam Dukungan Modal
5. Pendirian Usaha Sembako Dukungan Modal
Sumber : Kosperindo Cab. Makassar. 2013. Berdasarkan pada tabel tersebut
diatas, nampak jelas tentang uraian tentan program pengembangan usaha maupun pembinaan yang berkelanjutan kepada para petani rumput laut yang bertujuan untuk peningkatan perekonomian masyarakat setempat.
Strategi Pemasaran Ekspor Rumput Laut di Luar Negeri.
Strategi pemasaran merupakan faktor yang sangat penting dalam kegiatan pemasaran suatu produk perusahaan jika perusahaan tersebut menginginkan tetap eksis mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan mendapatkan laba.
Salah satu strategi pemasaran rumput laut yang dilakukan oleh Kopermindo Cabang Makassar baik di pasar domestik maupun di pasar Internasional. Dalam pasar domestik mupun pasar internasional kebijakan strategi pemasaran perusahaan kospermindo dengan memainkan perannya lewat tiga strategi harga untuk mempertahankan kelangsungan usaha dan keuntungannya, strategi tersebut antara lain sebagai berikut :
1. Melakukan Strategi “Skimming
price” yaitu menetapkan harga
setingi-tingginya, strategi ini hanya
mungkin apabila produknya diarahkan kepada konsumen yang berpenghasilan tinggi, dan ini merupakan produk baru yang sangat istimewa. Untuk memperoleh produk tersebut, telah dikeluarkan biaya eksperimen laboratorium yang sangat tinggi. Kemudian harga barang-barang tersebut berangsur-angsur diturunkan.
2. Melakukan Strategi “ Penetration
price”: yaitu memasang harga yang
rendah pada permulaan pemasaran, kemudian dinaikkan secara bertahap. Strategi ini kebalikan dari skimming price. Oleh sebab itu produsen merebut pasar dengan harga rendah. 3. Melakukan Strategi “ Live and let
live Policy” yaitu melakukan strategi
dengan mengikuti perkembangan harga pasar. Walaupun misalnya produsen dapat menghasilkan barang dengan harga pokok rendah dan mampu menjualnya dengan harga yang lebih tinggi.
Disamping tiga kebijakan penetapan harga tersebut diatas strategi pemasaran rumput laut yang dilakukan juga oleh pihak kospermindo di pasar Internasional yaitu dengan melakukan mitra kerjasama dengan perusahaan - perusahaan asing yang ada di luar negeri
230 dengan prinsip “saling menguntungkan
kedua belah pihak” sehingga kedua
belah pihak tidak ada yang saling merugikan satu sama lain.
Negara Tujuan Ekspor Kospermindo Cabang Makassar.
Dalam kegiatan perdagangan antara negara maka salah satu faktor yang sangat perlu diperhatikan adalah fasilitas kemudahan dan aspek keamanan dan keuntungan yang akan diperoleh selama kegiatan ekspor dilakukan.
Dari segi fasilitas, setiap perusahaan yang ingin melakukan kegiatan ekspor tentu harus ditunjang oleh berbagai fasilitas kemudahan dalam pengurusan berbagai macam izin yang diberikan oleh beberapa negara sebagai tempat tujuan ekspor rumput
laut yang dilakukan oleh pihak kospermindo cabang Makassar.
Faktor kedua yang tidak kalah penting adalah faktor keamanan dari investasi yang dilakukan, baik keamanan lingkungannya maupun keamanan dalam proses kegiatan ekspor yang dilakukan dalam jangka panjang.
Faktor ketiga, adalah faktor keuntungan, dari sisi keuntungan. Pada dasarnya perusahaan yang melakukan ekspor impor tiada lain adalah ingin mencari nilai lebih sehingga perusahaaan terkadang harus berusaha keras dalam meraih apa yang diinginkan sehingga dengan berbagai macam cara untuk mewujudkannya. Adapun nama-nama perusahaan yang mengekspor rumput laut pat dilihat pada tabel 2 sebagai berikut :
Tabel 2
Nama Perusahaan dan Negara Tujuan Ekspor Perusahaan Kospermindao Cabang Makassar.
No Naman Perusahaan Mitra L.N Negara Tujuan Ekspor
1 PCI Cerragem Philipina
2 Shambarg Denmark
3 Kerry Food Korea
4 Xiamen China
5 Shanghai Chanxin Taiwan
6 Swallow Globe Franch
Sumber : Kospermindo Cabang Makassar. 2014 Dari tabel diatas, dapat kita ketahui bahwa jangkauan pasar Kospermindo untuk memasarkan komoditi ekspor rumput lautnya sudah sangat kuat. Kospermindo tidak hanya memasarkan rumput lautnya di pasar Asia namun sudah memasuki pasar eropa. Kekuatan pasar Kospermindo di Mancanegara yang sudah merambah ke pasar eropa itu membuktikan bahwa Kospermindo merupakan perusahaan ekspor komoditi rumput laut yang memiliki daya saing yang kuat untuk bersaing dengan berbagai perusahaan ekspor didalam
negeri maupun perusahaan ekspor komoditi rumput laut luar negeri.
Perlu diketahui bahwa kospermindo dalam memasarkan rumput lautnya sangat memperhatikan kualitas produknya. Terutama untuk komoditas ekspor rumput laut, Kospermindo membagi produk rumput laut dalam tiga bagian diantaranya :
1. Kualitas 1 (Kw 1) 2. Kualitas 2 (Kw 2) 3. Kualitas 3 (Kw 3)
Produk rumput laut ini dibagi kedalam tiga (3) bagian dibedakan berdasarkan kadar air yang telah ditentukan oleh pihak Kospermindo
231 sebelum di ekspor ke Negara tujuan.
Dengan pembagian kualitas produk rumput laut kedalam tiga (3) bagian untuk mengklasifikasikan standar mutu yang akan di ekspor ke Negara tujuan untuk meningkatkan kepercayaan Buyer
(Importir) kepada Kospermindo terhadap kualitas produknya.
Rumput laut akan bernilai ekonomis setelah mendapat penanganan lebih lanjut, setelah dikeringkan dan menjadi rumput laut yang kering, namun belum cukup sampai disitu saja akan tetapi harus diolah lebih lanjut lagi agar menghasilkan produk yang bernilai ekonomis tinggi. Pengolahan rumput laut kering dapat menghasilkan agar-agar, keraginan atau algin tergantung kandungan yang terdapat di dalam rumput laut. Rumput laut kering merupakan rumput laut yang telah dibersihkan dari kotoran, seperti pasir, batu-batuan, kemudian dipisahkan dan dijemur dibawah sinar matahari.
Rumput laut yang baik tentunya harus memiliki standar nilai nasional agar dapat dikatakan baik atau tidaknya mutu dari rumput laut yang dihasilkan. Persyaratan mutu dan keamanan rumpul laut diantaranya adalah untuk nilai uji sensori Euchema memiliki nilai 7, untuk Gelidium memiliki nilai 7 dan untuk Gracilaria memiliki nilai 7 juga. Sedangkan untuk
kadar air masing- masing dengan nilai 30-35%, 15-18% dan 15-20%. Untuk uji fisik yang meliputi benda asing memiliki minimal 5 pada masing- masing jenis rumput laut.
Perkembangan Volume dan Kontribusi Ekspor Rumput Laut pada Kospermindo Cabang Makassar
Selama pihak kospermindo melakukan ekspor rumput laut sejak tahun 2007 hingga sampai tahun 2014 ini, perkembangan aktivitas ekspor rumput laut yang dikukan oleh pihak kospermindo dari tahun ke tahun cukup mengembirakan dan bahkan mengalami penigkatan. Peningkatan ini terjadi disebabkan adanya tingkat kepercayaan pihak luar terhadap pihak kospermindo yang notabene adalah wadah koperasi yang bergerak dibidang ekspor rumput laut sudah mulai terukir dalam sejarah Sulawesi-Selatan bahwa “ koperasi bisa
tonji “ untuk melakukan ekspor barang
apa saja yang bisa mendatang kesejahteraan dan keutungan yang berlimpah demi kelangsungan hidup perusahaan kedepan adanya.
Untuk melihat perkembangan volume ekspor rumput laut yang dilakukan oleh kospermindo selama 5 (lima) tahun tersebut dapat dilihat pada tabel 3 berikut ini :
Tabel 3
Perkembangan Volume ekspor dan nilai Kontribusi ekspor pada Kopermindo Cabang Makassar
(Jutaan Dollar)
Tahun
Volume Ekspor (TON)
Persentase Perubahan Nilai Ekspor ($) Persentase Perubahan 2009 202.417,33 - 17.619.327,68 - 2010 415.882,21 54,56 47.445.282,14 28,97 2011 640.996,01 54,77 68.697.544,99 44,79 2012 665.863,03 87,84 64.673.357.55 10,23 2013 808.944,73 88,16 61.875.702,00 39,40 Total 2.734.103,31 285.33 260.311.214.36 123.39
Sumber : Kospermindo, Makassar 2013.
Berdasarkan data pada tabel tersebut diatas menunjukkan bahwa
tingkat volume ekspor selama 5 (lima) tahun terakhir mengalami kenaikan,
232 dimana pada tahun 2009 tingkat volume
ekspor rumput laut yang dilakukan oleh Kospermindo sebesar 20.241.733 ton, sementara pada tahun 2010 tingkat volume ekspor meningkat sebesar 41.588.221 ton atau mengalami peningkatan sebesar 54,77% dan pada tahun 2011 mengalami peningkatan sebesar 64.099.601 ton atau mengalami peningkatan sebesar 54,12%, sedangkan pada tahun 2012 kembali mengalami peningkatan sebesar 66.586.303 ton atau mengalami peningkatan sebesar 3,88 %, sementara pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 80.894.473 ton atau mengalami peningkatan sebesar 20,99 %. Peningkatan volume ekspor rumput laut tersebut disebabkan oleh kualitas rumput laut yang di ekspor oleh Kopermindo cukup baik artinya kadar air yang di inginkan oleh pihak luar dan sesuai dengan stadarisasi mutu rumput laut yang akan di ekspor serta dampak menguatnya nilai dollar terhadap rupiah dan pulihnya kondisi krisis ekonomi global, sehingga berdampak pada permintaan rumput laut mengalami peningkatan di banding dengan kualitas rumput laut yang di ekspor oleh Negara Tetangga seperti Malaysia dan Negara Tetangga lainnya.
Sementara, nilai kontribusi ekspor rumput laut pada tahun 2009 sebesar US$ 17.619.327,68 dan meningkat pada tahun 2010 sebesar US$ 47.445.282,14 atau mengalami peningkatan sebesar 69,28 %, selanjutnya pada tahun 2011 mengalami penurunan sebesar US$ 68.697.544,99 atau mengalami penurunan sebesar 44,79% dan kemudian pada tahun 2012 kembali mengalami penurunan sebesar US$ 64.673.357.55 atau mengalami penurunan sebesar 10,23 % selanjutnya pada tahun 2013 juga mengalami penurunan sebesar US$ 61.875.702,00 atau mengalami penurunan sebesar 39,40 %. Fluktuasi nilai kontribusi ekspor rumput laut tersebut di atas di sebabkan oleh adanya dampak hawa krisis ekonomi global di sejumlah Negara Eropa belum stabil sehingga berdampak pada daya beli masyarakat internasional sedikit mengalami penurunan. Namun secara keseluruhan selama 5 (lima) tahun terakhir volume ekspor kospermindo mengalami peningkatan secara signifikan.
Untuk melihat perkembangan volume dan kontribusi nilai ekspor dapat di gambarkan dalam bentuk grafik berikut ini :
Grafik 1
Perkembangan Volume dan Nilai ekspor Yang dilakukan PT. Kospermindo Makassar
Dari grafiks tersebut diatas nampak perkembangan volume ekspor selama 5 (lima) tahun terakhir mengalami peningkatan dimana pada tahun 2009
-2010 tingkat volume ekspor rumput laut sebesar 54,56 % dan kemudian pada tahun 2011 kembali mengalami peningkatan sebesar 54,77 % dan selanjutnya meningkat 0% 20% 40% 60% 80% 100% 2009 2010 2011 2012 2013 Nilai Ekspor Volume ekspor
233 pada tahun 2012 sebesar 87,84 % dan
kemudian pada tahun 2013 meningkat sebesar 88,16 %. Peningkatan ekspor rumput laut selama 5 (lima) tahun tersebut disebabkan hawa krisis ekonomi dunia sudah mulai kembali membaik dan ditunjang oleh kualitas sejumlah rumput laut di Sulawesi Selatan yang memenuhi standar permintaan dan kadar airnya yang dipersyaratkan oleh sejumlah Negara Eropa cukup bagus sehingga mendorong permintaan akan rumput laut di Sulawesi Selatan mengalami peningkatan. Ini menunjukkan kepada dunia luar bahwa rumput laut Sulawesi Selatan cukup berkualitas dan mampu menerobos pasar dunia yang tidak bisa dilakukan oleh sejumlah rumput laut yang ada di Negara–Negara Asean lainya.
Perkembangan Volume Ekspor Berdasarkan Tingkat Permintaan Negara Luar.
Dari 25 Negara yang menjadi tujuan ekspor rumpul laut perusahaan Kospermindo Cabang Makassar, hanya 8 Negara yang permintaan mengalami peningkatan selama 5 (lima) tahun yaitu mulai tahun 2009 s/d tahun 2013. Salah satu Negara yang mengalami peningkatan permintaan tiap tahun adalah China kemudian disusul Negara Chili, Philipina, Hongkong, Vietnam, Jepang, Rep. Korea dan Brazil. Untuk melihat Perkembangan permintaan masing-masing Negara sebagai tujuan ekspor perusahaan Kospermindo Cabang Makassar dapat dilihat pada tabel 4.5.4.1 sebagai berikut :
Tabel 4
Perkembangan Ekspor Berdasarkan Tingkat Permintaan Negara Luar
No NamaNegara 2009 2010 2011 2012 2013 1 China 13.341.511 27.676,923 45.121,121 51.682,488 65.691,880 2 Chili 553.018 1.452,140 2.889,143 5.427,200 5.064,760 3 Philipina 3.018.002 5.564,452 5.486,755 3.362,932 4.128,820 4 Hongkng 289.500 1.635,310 3.165,140 2.815,030 3.785,800 5 Vietnam 737.200 2.531,360 2.741,864 393.160 101.520 6 Jepang 8.000 52.000 49.650 288.550 224.600 7 Brazil - - 102.770 140.000 - 8 R.Korea 1.173.200 976.100 - - -
Sumber : Kospermindo Cab. Makassar 2014 Berdasarkan Tabel tersebut diatas, nampak bahwa ekspor perusahaan Kospermindo Cabang Makassar bukan hanya memasuki pangsa pasar Negara Asean akan tetapi tetapi sudah merambah ke seluruh pelosok pasar Eropa. Ini menunjukkan bahwa kualitas rumpul laut yang ada di Sulawesi-Selatan sudah tidak di ragukan lagi dan memiliki daya saing yang kuat untuk menembus pasar dunia Eropa di banding dengan rumput laut yang ada di Negara-Negara Tetangga misalnya Malaysia dan Singapura pada umumnya.
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan pada bab iv tesebut diatas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Dari hasil penelitian penulis menunjukkan bahwa volume ekspor rumput laut selama 5 (lima) tahun (2009-2013) mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2009-2010, tingkat volume ekspor rumput laut sebesar 54,56 % dan pada tahun 2011 meningkat sebesar 54,77% selanjutnya pada tahun 2012 kembali mengalami peningkatan sebesar 87,84 % dan pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 88,16%.
234 Peningkatan ini terjadi disebabkan
oleh rusaknya sejumlah komoditi rumput laut yang ada di benua eropa akibat iklim yang kurang kondusif sehingga berdampak pada tingginya permintaan dan kebutuhan akan komoditi rumput laut yang ada di Sulawesi Selatan meningkat tajam serta ditunjang oleh membaiknya kondisi ekonomi global akibat badai krisis dibelahan benua eropa.
Kontribusi nilai ekspor rata-rata mengalami peningakatan selama 5 (lima) tahun dimana pada tahun 2009 s/d 2013 rata-rata mengalami peningkatan sebesar 28,97% pada tahun 2010 dan meningkat pada tahun 2011 sebesar 44,79 %, kemudian pada tahun 2012 s/d 2013 masing-masing mengalami penurunan sebesar 10,23% pada tahun 2012 dan pada tahun 2013 menurun sebesar 39,40%. Penurunan ini disebabkan oleh lonjakan ekspor yang terlalu besar sehingga berdampak pada harga sejumlah rumput laut mengalami penurunan di sejumlah benua eropa
DAFTAR PUSTAKA
Alma, Buchari H. 2005, Manajemen
Pemasaran dan Pemasaran jasa, Edisi Revisi. Bandung :
Alfabeta.
Amir, MS. 2005, Ekspor Impor. Jakarta : PPM.
Angipora, Marius P. 2002, Dasar-dasar
Pemasaran, Edisi Kedua. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Kartajaya, Hermawan. 2005, Hermawan
Kartajaya On Marketing Mix
Seri Sembilan Elemen
marketing. Bandung : PT.
Misan Pusaka.
Kotler, Philip. 2005, Manajemen Pemasaran, Edisi kesebelas.
Jakarta : PT. Indeks Kelompok Gramedia.
Simamora, Henry. 2000, Manajemen
Pemasaran Internasional 1.
Jakarta : PT. Salemba Empat Putra.
Sunarto. 2004, Manajemen Pemasaran. Yogyakarta : Fakultas Ekonomi-Universitas
Sarjanawiyata Tamansiswa (BPFE-UST).
Yoety, H. Oka A. 2004, Strategi
pemasaran hotel. Jakarta : PT.
Gramedia Pustaka Utama.
*) Penulis adalah Dosen Tetap
Yayasan pada STIE Nobel Indonesia Makassar