• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Rencana Kerja Dinas Kesehatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Rencana Kerja Dinas Kesehatan"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Program dan kegiatan pembangunan pada dasarnya disusun untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat sebesar-besarnya yang diukur berdasarkan sasaran-sasaran pembangunan yang tertuang dalam Rencana Kerja .

1. Visi & Misi Jangka Menengah Daerah.

Visi Dinas Kesehatan Kabupaten Garut yang telah ditetapkan dalam rencana Stratejik Dinas Kesehatan Kabupaten Garut tahun 2010 – 2014 adalah : Akselerasi Pembangunan Kesehatan Masyarakat Garut Yang Berkelanjutan, Guna Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2014, yang menggambarkan bahwa pada tahun 2014 masyarakat Garut hidup dalam keadaan sehat, dilingkungan dan dengan berperilaku hidup bersih dan sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, yang diukur dengan IPM sebesar 80.

Dalam visi tersebut terkandung beberapa pengertian sebagai berikut : a. Lingkungan Sehat :

Lingkungan bagi terwujudnya keadaan sehat yang ditandai dengan keadaan sanitasi lingkungan yang memadai berupa :

- Tersedianya rumah dan pemukiman yang sehat - Tersedianya air bersih yang cukup

- Tersedianya jamban keluarga

- Tertanggulanginya masalah sampah

- Tersedianya sarana pembuangan air limbah - Terciptanya kondisi bebas polusi

- Terwujudnya perencanaan kawasan berwawasan kesehatan b. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) :

Perilaku pro aktif untuk :

 Memelihara dan meningkatkan kesehatan  Mencegah risiko terjadinya penyakit

 Melindungi diri dari ancaman penyakit

(2)

c. Kemampuan masyarakat :

Kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil, dan merata, baik secara mandiri maupun didukung oleh upaya proaktif dari sumber daya kesehatan.

d. Pelayanan kesehatan yang bermutu :

Adalah pelayanan kesehatan yang diselenggarakan secara profesional (sesuai standar pelayanan yang berlaku, dengan senantiasa menjunjung tinggi moral dan etika), sehingga mampu memberikan kepuasan bagi pemakai jasa pelayanan.

e. Pelayanan kesehatan yang adil dan merata :

Adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada seluruh masyarakat, tanpa kecuali, karena setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu tanpa memandang perbedaan suku, golongan, agama, dan status sosial ekonominya, sehingga setiap orang dapat hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

f. Derajat kesehatan yang Optimal :

Bahwa derajat kesehatan yang ingin dicapai, harus terus menerus ditingkatkan sesuai dengan perkembangan zaman. Keadaan tersebut dapat dicapai apabila kelima kondisi diatas dapat terpenuhi serta diterapkan oleh seluruh masyarakat.

Untuk mewujudkan visi pembangunan kesehatan , maka telah ditetapkan 5 misi sebagai berikut :

1) Menggerakan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan kesehatan

2) Memelihara kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat beserta lingkungannya

3) Memberdayakan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat

4) Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu, adil, dan merata

5) Mengembangkan manajemen kesehatan yang didukung perencanaan kesehatan berdasarkan fakta dengan sumber daya kesehatan berkualitas

(3)

1.2 KONDISI UMUM DAERAH

1. Letak Geografis

Kabupaten Garut merupakan salah satu dari 26 Kabupaten/ Kota yang ada di wilayah Propinsi Jawa Barat. Secara geografis Kabupaten Garut terletak di sebelah selatan Propinsi Jawa Barat serta merupakan daerah yang memiliki karakteristik sebagai berikut :

 Wilayah Selatan merupakan wilayah pegunungan dan pantai  Wilayah Utara merupakan wilayah pertanian dan pegunungan  Wilayah Tengah merupakan wilayah dataran/ pesawahan

Kabupaten Garut memiliki luas wilayah 3.066,88 Km2 yang terletak

pada 107º24’3 “ sampai dengan 108º 24’ 24” bujur timur dan 6º57’34” sampai dengan 7º44’57” lintang selatan dengan batas wilayah sebagai berikut :

 Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Sumedang  Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia

 Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Bandung dan Cianjur  Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya

Secara Administratif wilayah Kabupaten Garut pada tahun terdiri dari 42 kecamatan yang mencakup 419 desa dan 23 kelurahan yang tersebar di sembilan wilayah.

2. Kependudukan

Berdasarkan data BPS tahun 2013 jumlah penduduk Kabupaten

Garut adalah 2.526.483 jiwa dengan komposisi berdasarkan jenis

kelamin jumlah penduduk laki-laki sebesar 1.277.610 jiwa atau

50,6% dan penduduk perempuan sebesar 1.247.873 iwa atau

49.4%.

(4)

PENCAPAIN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) KABUPATEN GARUT Tabel 1.1

Pencapaian IPM Kabupaten Garut Tahun 2009 – 2013

2009 2010 2011 2012 2013 IPM 70,98 71,36 72 72,21 IK 65,2 65,6 66,65 69,92 AHH 64,42 64,8 66 66,43 68.37 AKI 237 228,43 202,07 193,29 184.50 AKB 52,77 52,42 50,62 49,95 49.45 Sumber : BPS Kab. Garut

3. Sarana Kesehatan

Kabupaten Garut tahun 2014 mempunyai 65 Puskesmas, 15

Puskesmas DTP dan 50 Puskesmas TTP yang tersebar di 42

kecamatan. Dari 65 Puskesmas tersebut 30 Puskesmas

diantaranya telah mampu PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal

Emergency Dasar). Selain itu juga terdapat Rumah Sakit PONEK

(Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif) yaitu

Rumah Sakit Umum Daerah dr. Slamet Garut, 1 buah rumah sakit

TNI dan Rumah Sakit Umum Daerah Pameungpeuk. Hal ini masih

menunjukan kekurangan sarana pelayanan kesehatan yang

memadai dibandingkan dengan rasio jumlah penduduk

Kabupaten Garut sebanyak 2.526.483 jiwa. Namun demikian

masih dapat terlayaninya kebutuhan masyarakat dengan

berbagai unit pelayanan praktek swasta yang tersebar

dibeberapa wilayah di Kabupaten Garut.

Secara rinci jumlah sarana pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta di Kabupaten Garut tahun 2013 dapat dilihat pada tabel 1.2

(5)

Tabel 1.2

Fasilitas Kesehatan Di Kabupaten Garut Tahun 2012 - 2013

No Fasilitas Kesehatan 2012 2013

1 Rumah Sakit 3 5

2 Puskesmas tanpa perawatan

50 50

3 Puskesmas dengan Ruang

Rawat Inap 15 15 4 Puskesmas Pembantu 136 141 5 Pusling 55 6 Rumah Bersalin 7 1 7 Balai Pengobatan 97 140 8 Posyandu 3.558 3.724 9 Poskesdes 116 118 10 Apotek 92 119 11 Toko Obat 54 58 12 Praktek Bersama 7

13 Praktek Dokter Spesialis 34 19 14 Praktek Dokter Umum 243 329 15 Praktek Dokter Gigi 34 40 16 Praktek Bidan 185 387

Sumber : Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kab. Garut Th 2013

4. Sumber Daya Manusia Kesehatan

TABEL 1.3

Persebaran Tenaga Kesehatan dan Non Kesehatan Menurut Unit Kerja Di Kabupaten Garut Tahun 2013

NO UNIT KERJA TENAGA KESEHATAN Ju mlah Me d is Pe ra w a t Bid a n Kef a rmas ian Giz i Te kn is M e d is San itar ia n Ke smas No n Ke se h a tan 1. Dinas Kesehatan termasuk Puskesmas 87 410 559 42 40 44 44 421 1.647 2. Akper 10 4 15 29 3. FAMM 10 6 16 4. Labkesda 1 5 3 9 Jumlah Dinkes 87 420 559 53 40 5 44 48 445 1.701

(6)

5. Isu dan Masalah Strategis.

Pembangunan di bidang kesehatan yang telah dilaksanakan sampai saat ini telah berhasil meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari adanya peningkatan beberapa indikator utama derajat kesehatan masyarakat antara lain :

- Menurunnya jumlah kasus kematian bayi - Menurunnya jumlah kasus kematian Ibu - Menurunnya jumlah kasus kematian Balita - Menurunnya persentase balita gizi buruk

Dengan membaiknya beberapa indikator diatas, maka akan berdampak pula pada peningkatan Indeks Kesehatan sebagai salah satu indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Garut.

Dari keberhasilan tersebut, masih ada beberapa permasalahan yang perlu penanganan serius antara lain :

 Kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan yang belum merata serta masih kurang

 Beberapa komponen pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas belum di bebaskan

 Dalam rangka penerapan pelaksanaan BPJS tahun 2014, masih banyak Puskesmas yang belum terakredasi dan persyaratan Puskesmas sebagai Badan Layanan umum Daerah masih banyak yang belum terpenuni.

 Sarana bangunan dan prasarana peralatan medis, ambulance dan laboratorium kualitasnya dibawah standar, serta belum mencukupi sesuai standar pelayanan.

 Penatalaksanaan penderita penyakit diare maupun ISPA belum dilaksanakan berdasarkan prosedur Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS).

 Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap informasi kesehatan dan perilaku hidup bersih dan sehat

(7)

Permasalahan tersebut perlu penanganan yaitu dengan dibuat langkah-langkah dan strategi untuk melaksanakannya dengan mengikuti standar pelayanan yang sudah ditetapkan.

6. Tugas Pokok, Fungsi dan Kewenangan.

a. Tugas Pokok. Kedudukan

Dinas merupakan unsur pelaksana pemerintahan daerah dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab Kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah

b. Tugas Pokok dan fungsi

Dinas Daerah mempunyai tugas pokok melaksanakan kewenangan desentralisasi sesuai dengan bidang dan lingkup tugasnya.

Tugas pokok dan fungsi Dinas Kesehatan Kabupaten Garut berdasarkan Keputusan Bupati Garut Nomor 526 tanggal 14-09-2012 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Garut adalah:

Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan bidang dan lingkup tugasnya pemberian perizinan, dan pelaksananaan pelayanan umum serta pembinaan terhadap UPTD dalam bidang dan lingkup tugasnya

c. Kewenangan.

Penyusunan Renja Dinas Kesehatan Kabupaten Garut tahun 2014 mengacu kepada:

1) Tap MPR RI No. XI/MPR1998 tentang penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;

2) Undang-Undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah;

3) Undang-Undang No. 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

4) Undang-Undang No. 28 tahun 1999 Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;

5) Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Propinsi dan Kabupaten/Kota;

6) Peraturan Pemerintah No. 108 tahun 2000 tentang Tata Cara Pertanggungjawaban Kepala Daerah;

(8)

7) Instruksi Presiden RI No. 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

8) Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara No. 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

9) Peraturan Daerah Kabupaten Garut No. 24 tahun 2000 tentang Visi dan Misi Kabupaten Garut;

10) Peraturan Daerah Kabupaten Garut No. 25 tahun 2000 tentang Pola Dasar Pembangunan Kabupaten Garut tahun 2001 – 2005; 11) Peraturan Daerah Kabupaten Garut No. 26 tahun 2000 tentang

Program Pembangunan Daerah Kabupaten Garut tahun 2001 – 2005;

12) Peraturan Daerah Kabupaten Garut No. 27 tahun 2000 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Garut;

13) Peraturan Daerah Kabupaten Garut No. 35 tahun 2001 tentang Rencana Strategis Kabupaten Garut tahun 2001 – 2005.

7. Struktur Organisasi dan Pejabat Struktural. Struktur Organisasi Dinas Kesehatan terdiri dari : 1. Kepala Dinas Kesehatan

2. Sekretaris Dinas Kesehatan, membawahi : 1. Sub. bagian Umum dan Kepegawaian 2. Sub. bagian Keuangan

3. Sub. Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan 3. Bidang Pelayanan Kesehatan, membawahi :

1. Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan 2. Seksi Promosi Kesehatan

3. Seksi Jaminan Kesehatan Masyarakat 4. Bidang Kesehatan Keluarga, membawahi :

1. Seksi Kesehatan Ibu dan Bayi

2. Seksi Kesehatan Anak dan Usia Lanjut` 3. Seksi Gizi Keluarga

5. Bidang Kesehatan Lingkungan, membawahi :

(9)

6. Bidang Pemberantasan Penyakit Menular, membawahi : 1. Seksi Pengamatan Penyakit

2. Seksi Pencegahan Penyakit 3. Seksi Pemberantasan Penyakit

7. UPTD ( Laboratorium kesehatan daerah , Instalasi Farmasi dan Puskesmas)

Referensi

Dokumen terkait

Dalam visi kesehatan Indonesia Sehat 2010, dirumuskan suatu paradigma baru layanan kesehat, yang semula berfokus pada penanganan kesehatan yang sifatnya kuratif oleh tenaga

Rencana Strategis (Renstra) Pembangunan Kesehatan Ka- bupaten Aceh Barat 2006-2010 merupakan dokumen kebijakan perencanaan sektor kesehatan yang disusun karena

Secara umum materi Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Rawas Tahun 2010-2015 berisi tentang visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan,

Rencana Kinerja Dinas Pertanian Kota Bogor Tahun 2019 sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam Renstra-SKPD Dinas Pertanian Kota

Visi Kabupaten Bengkalis sebagaimana tercantum dalam rencana strategis (renstra) Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis 2010-2015 ialah masyarakat bengkalis yang sehat, mandiri

Rencana Kerja (Renja) Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2021 dimaksudkan untuk menetapkan dokumen perencanaan yang memuat program dan kegiatan

Sejalan dengan hal tersebut diatas bahwa dalam mencapai tujuan pembangunan kesehatan di Kabupaten Paser telah ditetapkan beberapa program dalam upaya pelayanan

Implementasi kebijakan keuangan penyaluran Dana Alokasi Khusus DAK fisik reguler bidang kesehatan telah terlaksana dengan baik pada Pemerintah Kabupaten Garut dalam hal ini Dinas