• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keluasan dan Kedalaman Kajian Ilmu dan T

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Keluasan dan Kedalaman Kajian Ilmu dan T"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

KELOMPOK KEILMUAN DOSEN

PRODI TEKNOLOGI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PERAIRAN SEKOLAH TINGGI PERIKANAN JAKARTA

Jln. AUP, Pasar Minggu, Jakarta

KELUASAN DAN KEDALAMAN KAJIAN ILMU DAN TERAPAN

RUMPUN PENGELOLAAN SUMBERDAYA PERAIRAN

PROGRAM SARJANA TERAPAN

Struktur kelompok keilmuan dianalisis berdasarkan fishbone, yang menggunakan pendekatan epistomologi dan inter-intraspesifik disiplin. Hasil analisis menghasilkan enam kesubrumpunan plus derivat bidang ilmu asosiatifnya. Selain itu, hasil topologi kelompok keilmuan dapat dijadikan sebagai instrumen pengembangan kegiatan akademik dan penelitian, termasuk pengembangan sumberdaya academes. Konstruksi gugus keilmuan di atas menjadi dasar penyusunan dimensi kajian, yang diaggregat menjadi tiga ranah, yang dapat diaplikasikan pada kegiatan akademik.

RANAH

BIOEKOLOGI DAN KONSERVASI

I. KEBARUAN RUANG LINGKUP KAJIAN II. DIMENSI KAJIAN

2.1 Biologi sumberdaya perairan 2.1.1 Sistematika dan bioreproduksi

2.1.1.1 Distribusi spesies yang dikaji 2.1.1.2 Klasifikasi dan karakter morfologi

2.1.1.3 Dimorfisme seksual (perbedaan kelamin) 2.1.1.4 Musim pemijahan

2.1.1.5 Maturasi (kematangan gonad) 2.1.1.6 Pola pemijahan

2.1.2 Indeks biologis

2.1.2.1 Keanekaragaman 2.1.2.2 Keseragaman 2.1.2.3 Dominansi

2.1.2.4 Kerapatan (non-animalia) 2.1.2.5 Tutupan (non-animalia) 2.1.2.6 Frekuensi

2.1.2.7 Nilai penting 2.1.3 Dinamika populasi

2.1.3.1 Pertumbuhan (e.g Panjang badan) 2.1.3.2 Mortalitas (Alami dan penangkapan) 2.1.3.3 Recruitment

2.1.3.4 Migrasi

2.1.3.5 Status stok sumberdaya ikan (Terminus) 2.2 Ekologi sumberdaya perairan

2.2.1 Habitat dan teritori spesies/populasi 2.2.1.1 Preferensi habitat

2.2.1.2 Sistem dan jangkauan ruaya 2.2.1.3 Struktur komunitas

2.2.1.4 Migrasi

2.2.1.5 Interaksi abiotik dan distribusi ikan 2.2.2 Interaksi biotik dengan komunitas

2.2.2.1 Status habitat 2.2.2.2 Predasi 2.2.2.3 Kompetisi 2.2.2.4 Mutualisme

2.2.2.5 Interaksi biotik dan distribusi spasial 2.2.3 Sumber makanan dan fungsi ekologi

2.2.3.1 Makanan dan kebiasaan makan 2.2.3.2 Mekanisme spawning ground 2.2.3.3 Mekanisme nursery ground

2.2.3.4 Disfungsi ekologi dan konsekuensinya 2.3 Konservasi sumberdaya perairan

2.3.1 Tingkat pemanfaatan (eksploitasi)

2.3.1.1 Fase belum dikenal selama ini (Unknonw) 2.3.1.2 Belum dikembangkan (Underdeveloped) 2.3.1.3 Berkembang (Growth)

2.3.1.4 Stabil tapi rendah (Stabilized at low level) 2.3.1.5 Hampir maksimum (At or Near Full Expl.) 2.3.1.6 Fase pengelolaan (Managed)

2.3.2 Status populasi (i.e tekanan dan ancaman) 2.3.2.1 Belum dimanfaatkan (Underexploited) 2.3.2.2 Tangkap jenuh (Full exploited)

2.3.2.3 Tangkap lebih (Overfished) 2.3.2.4 Deplesi (Depleted)

2.3.2.5 Pemulihan (Recovering) 2.3.3 Kebijakan pengelolaan

2.3.3.1 Instrumen kebijakan lokal 2.3.3.2 Instrumen kebijakan regional 2.3.3.3 Instrumen kebijakan global

RANAH

PRODUKTIVITAS DAN LINGKUNGAN PERAIRAN

I. KEBARUAN RUANG LINGKUP KAJIAN II. DIMENSI KAJIAN

2.1 Produktivitas perairan 2.1.1 Kualitas perairan

2.1.1.1 Parameter fisika 2.1.1.2 Parameter kimia 2.1.1.3 Parameter biologi 2.1.2 Kesuburan perairan

2.1.2.1 Struktur sedimen 2.1.2.2 Dinamika hidrobiologi 2.1.2.3 Bahan organik total

2.1.2.4 Dinamika nutrien (e.g N., P & klorofil dll.) 2.1.3 Daya dukung perairan

2.1.3.1 Batimetri

2.1.3.2 Kecepatan dan pola arus 2.1.3.3 Nitrogen terlarut

2.1.3.4 Penentuan daya dukung 2.1.3.5 Kapasitas produksi perairan 2.2 Pencemaran perairan

2.2.1 Jenis, sifat, dan sumber limbah 2.2.1.1 Jenis-jenis limbah perairan 2.2.1.2 Sifat-sifat limbah

2.2.1.3 Sumber limbah 2.2.2 Dampak pencemaran

2.2.2.1 Dampak terhadap atmosfir 2.2.2.2 Kualitas air

2.2.2.3 Biota akuatik 2.2.2.4 Badan air 2.2.2.5 Kesehatan 2.2.2.6 Estetika

2.2.3 Pengendalian pencemaran

2.2.3.1 Indikator pencemaran perairan

2.2.3.2 Pengendalian secara teknis (e.g bioremediasi) 2.2.3.3 Pengendalian secara non-tekhnis

2.2.3.4 Kebijakan pengendalian pencemaran 2.3 Pengelolaan lingkungan secara terpadu

2.3.1 Azas-azas lingkungan 2.3.1.1 Sumberdaya alam 2.3.1.2 Keanekaragaman 2.3.1.3 Stabilitas ekosistem 2.3.1.4 Populasi

2.3.2 Rona lingkungan 2.3.2.1 Biogeofisik

2.3.2.2 Sosial, budaya dan ekonomi 2.3.2.3 Karakteristik lingkungan (e.g DAS) 2.3.2.4 Analisis sistem informasi lingkungan

2.3.3 Upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan 2.3.3.1 Prinsip perlindungan dan peng. lingk. 2.3.3.2 Instrumen kebijakan pengelolaan lingkungan 2.3.3.3 Sistem informasi

2.3.3.4 Perencanaan peng. lingk.(i.e dokumen) 2.3.3.4.1 Analisis Meng. Dampak Lingk. (AMDAL) 2.3.3.4.2 Upaya Peng. dan Pem. Lingk (UKL-UPL) 2.3.3.4.3 Surat Pernyataan Peng. Lingk. (SPPL) 2.3.3.5 Pengend. kerusakan dan pencemaran lingk. 2.3.3.6 Partisipasi masyarakat

2.3.3.7 Penyelesaian sengketa lingkungan

2.3.3.8 Metode perlindungan, pengel. & pemantauan

RANAH

PENGELOLAAN SUMBERDAYA PERAIRAN

I. KEBARUAN RUANG LINGKUP KAJIAN II. DIMENSI KAJIAN

2.1 Potensi sumberdaya perairan (perikanan) 2.1.1 Potensi sumberdaya perikanan tangkap

2.1.1.1 Potensi lestari SDP tangkap daerah setempat 2.1.1.2 Tingkat pemanfaatan SDP. tangkap

2.1.1.3 Pendugaan stok sumberdaya

2.1.1.3.1 Model/metode pendugaan stok ikan 2.1.1.3.2 Depresi dan degradasi SDP. 2.1.1.3.3 Analisis bio-ekonomi pemanf. SDP 2.1.2 Potensi sumberdaya perikanan budidaya

2.1.2.1 Potensi pengembangan perikanan budidaya 2.1.2.2 Tingkat pemanfaatan SDP. budidaya

2.1.3 Potensi bisnis pengelolaan hasil perikanan (PHP) 2.1.3.1 Potensi bisnis pengolahan hasil perikanan 2.1.3.2 Tingkat pemanfaatan peluang bisnis PHP 2.2 Pengel. kws. per. secara terpadu dan berkelanjutan

2.2.1 Kawasan konservasi

2.2.1.1 Zona perlindungan (Inti)

2.2.1.2 Zona pemanfaatan (Perikanan berkelanjutan) 2.2.1.3 Zona pendukung (pemanfaatan)

2.2.1.4 Zona lainnya 2.2.2 Kawasan wisata perairan

2.2.2.1 Kesesuaian kawasan (Lingk. & Sosbud) 2.2.2.2 Daya dukung lingkungan (e.g LAC)

2.2.2.3 Permintaan dan penawaran (Peng. Dampak) 2.2.2.4 Pengemb. wisata perairan berbasis ekologi 2.2.3 Kearifan lokal

2.2.3.1 Potensi sumberdaya perairan setempat

2.2.3.2 Karakteristik pengetahuan masy. lokal 2.2.3.3 Pemberdayaan masyarakat lokal

2.2.3.4 Mengenal kearifan lokal di beberapa daerah 2.3 Kebijakan pengelolaan sumberdaya perairan

2.3.1 Aspek-aspek pengelolaan SDP 2.3.1.1 Aspek ekonomi

2.3.1.2 Aspek ekologi 2.3.1.3 Sosial dan budaya

2.3.1.4 Aspek hukum dan kelembagaan 2.3.1.5 Sarana dan prasarana

2.3.2 Isu pengelolaan

2.3.2.1 Konflik pemanfaatan

2.3.2.1.1 Konflik kepentingan sumberdaya

2.3.2.1.2 Konflik pengelolaan SDP 2.3.2.1.3 Konflik cara produks/alat tangkap

2.3.2.2 Penyelesaian konflik

2.3.2.3 Penurunan kualitas & kuantitas SDP 2.3.3 Kebijakan pemerintah dan peranserta masy.

2.3.3.1 Kewenangan pengelolaan 2.3.3.2 Pendekatan pengelolaan 2.3.3.3 Peranserta masyarakat

I Nyoman Suyasa Heri Triyono Abdul Rahman Firman A. Heriyansyah

Basuki Rachmad Ratna suharti Ilham

Awaludin Syamsuddin

Ita Junita P. Dewi Meuthia A. Jabbar Mira Maulita I Nyoman Sudiarsa

Priyanto Rahardjo Riki Kusuma Lalu P.F Suryadi Hendra Irawan

Corresponding team: Kadarusman

E: [email protected] Tel. +62812 1022 0725

Topologi: hasil focus group discussion secara berseri (7x) Juli-Agustus 2016.

Referensi

Dokumen terkait

1= tidak ada informasi mengenai peluang bisnis dan risiko perusahaan, 2= perusahaan menyebutkan mengenai peluang bisnis dan risiko perusahaan namun tidak memberikan penjelasan,

Pulau Morotai terdiri dari: (1) Menerapan model pengelolaan perikanan tuna terpadu; (2) Membuka peluang pasar melalui penetapan alur bisnis perikanan tuna dengan

1= tidak ada informasi mengenai peluang bisnis dan risiko perusahaan, 2= perusahaan menyebutkan mengenai peluang bisnis dan risiko perusahaan namun tidak memberikan penjelasan,

Potensi perikanan laut Indonesia termasuk Sulawesi Tenggara yang terdiri atas ikan pelagis dan demersal tersebar merata hampir semua perairan laut teri- torial,

Penyusunan Roadmap Bidang Ekonomi Kota Salatiga | 1-3 Penciptaan peluang investasi dapat dilakukan dengan memberdayakan potensi sektor unggulan yang dimiliki kawasan

Laporan Hasil Praktik Keterampilan Lapang (PKL)/Praktik Magang/Praktik Bisnis Perikanan dibagi ke dalam 3 (tiga) bagian yaitu bagian awal (Halaman Sampul Depan, Halaman

Dari hasil penelitian tentang hubungan antara volume resap LRB kedalaman 25 cm, 50 cm, 75 cm dengan waktu peresapan yaitu pada 5 menit ke 1, 2 dan ke 3

WISUDAWAN PROGRAM DIPLOMA 3 TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN JURUSAN ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN T.A... WISUDAWAN PROGRAM DIPLOMA 3 TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN JURUSAN