• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemicu 4 Siklus Hidup Ayu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan " Pemicu 4 Siklus Hidup Ayu"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)

Pemicu 4

Siklus Hidup

(2)

Learning Objective

MM. Teori proses penuaan

MM. Faktor yang mempengaruhi aging

proses

MM. Gangguan fungsi organ dan sistem

otonom

MM. Perubahan fisik, psikososial, sosial,

emosi lansia

MM. Penilaian status gizi ps lansia

MM. Faktor yang mempengaruhi status gizi

lansia

MM . Terapi nonfarmakologis (edukasi) yang

(3)

LO 1

(4)

“Menua( = menjadi tua = aging) adalah

suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk

memperbaiki diri/mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi

normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan

memperbaiki kerusakan yang diderita “ (Constantinides,1994)

(5)

Aging

dapat bertahan thd infeksi dan

memperbaiki kerusakan yang diderita

(6)

TEORI-TEORI PROSES MENUA

Pada dasarnya dibagi menjadi dua (Azizah, 2011), yaitu :

1.Teori biologi

a.Teori seluler

b.Teori “genetic clock”

c.Sintesis protein

d.Keracunan oksigen e.Sistem imun

f.Mutasi somatik (teori error catastrophe)

g.Teori menua akibat metabolisme h.Kerusakan akibat radikal bebas

2.Teori psikososial a.Activity theory

b.Continuity theory

(7)

Teori Seluler

•Penurunan kemampuan sel dalam membelah •Jumlah sel yg akan membelah pada lansia

lebih >> sedikit

•Sel sistem syaraf, muskulo, jantung

irreversibel aging proses penurunan fungsi >> dahulu

•Inrepair Unrepair dead

(8)

Teori “

genetic clock”

•Genetic clock

jam genetik

TIMER

sudah diprogram dari awal

kapan

mulai& kapan selesai

•Jika jam genetik berhenti

mati

meskipun tanpa penyebab

•Setiap spesies punya perbedaan

(9)

Rekor rentang hidup (record in life-span)

Genetic clock tiap spesies berbeda-beda

Secara teoritis memungkinkan pemutaran ulang jam biologis

bantuan faktor eksternal peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, atau tindakan-tindakan tertentu

(10)

Pada tabel diatas yang tertera adalah usia

maksimal sedangkan usia harapan hidup tertinggi terdapat di Jepang yaitu Pria 76 tahun dan wanita 82 tahun (WHO, 1989-1995)

Pengontrolan genetik umur rupanya dikontrol

dalam tingkat seluler, kultur sel in vitro menunjukan bahwa ada hubungan antara kemampuan untuk membelah sel dalam kultur dengan umur spesies

Hasil penelitian transplantasi silang dari

(11)

Mutasi somatik

(teori error catastrophe)

•Kesalahan mekanisme pengontrolan genetik seluler transkripsi dan transalasi DNA/RNA

terbentuk enzim yg salah reaksi

(12)

Mutasi Somastik (teori Error Catastrophe)

Faktor-faktor yang menyebabkan proses

menua adalah faktor lingkungan yang menyebabkan terjadinya mutasi somatik

Radiasi dan zat kimia dapat memperpendek

umur, sebaliknya menghindari terkena radiasi atau tercemar zat kimia yang bersifat

karsinogenikatau tolsik dapat memperpanjang umur

Menurut teori ini terjadi mutasi yang

(13)

Menurut hipotesis “Error Catastrophe”

menua di sebabkan oleh kesalahan

beruntun sepanjang kehidupan setelah

berlangsung dalam waktu yang cukup

lama, terjadi kesalahan dalam proses

transkripsi (DNA RNA)maupun dalam

proses translasi (RNA protein/enzim)

Jika terjadi kesalahan dalam proses

(14)

Sistem Imun

•Kemampuan sistem imun mengenali dirinya sendiri (self recognition) menurun

merusak sel tubuh nya sendiri sedikit demi sedikit autoimunitas

(15)

Rusaknya sistem Imum Tubuh

Mutasi yang berulang atau perubahan

protein pasca translasi, dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan sistem imum

tubuh mengenali sirinya sendiri (self recognation)

Jika mutasi somastik menyebabkan

terjadinya kelainan pada antigen permukaan sel, maka hal ini dapat menyebabkan sistem imum tubuh menganggap sel yang

(16)

Hasilnya dapat berupa reaksi antigen/antibodi

yang luas mengenai jaringan-jaringan beraneka ragam, efek menua jadi akan menyebabkan

reaksi histoinkomtabilitas pada banyak jaringan

Sistem imum tubuh sendiri daya pertahannya

mengalami penurunan pada proses menua, daya serangnya terhadap sel kanker menjadi menurun, sehingga sel kanker leluasa

membelah belah sehingga terjadi meningkatnya sesuai meningkatnya umur

Semua sel somastik akan mengalami proses

(17)

Sintesis protein

(kolagen & elastin)

•Perubahan sintesis protein (kolagen dan

kartilago, elastin) perubahan struktur kimia protein fleksibilitas ↓, lebih tebal kulit

(18)

Keracunan oksigen

•Kemampuan sel dalam tubuh untuk

mempertahankan diri dari oksigen yang mengandung zat racun kadar tinggi

membran sel rusak proses dalam sel

(19)

Teori menua akibat metabolisme

•Pengurangan intake kalori menghambat pertumbuhan dan memperpanjang umur

menurunnya proses metabolisme

•Penurunan hormon insulin dan hormon pertumbuhan menurunnya proses

(20)

Kerusakan akibat radikal bebas

•Radikal Bebas (RB) terbentuk dari alam

bebas, dalam tubuh di fagosit (pecah), dan sebagai produk sampingan proses sel

superoksida (O2-), radikal hidroksi (OH), dan juga peroksida hidrogen (H2O2)

pemendekan telomer

•RB bersifat merusak dapat beraksi dengan

DNA ada mekanisme penangkal

(21)

Aktivitas atau Kegiatan

(

Activity Theory)

•Masa muda aktif dan terus terjaga sampai tua

(22)

Kepribadian Berlanjut

(

Continuity Theory)

•Perubahan yg terjadi dipengaruhi oleh tipe personality yang dimilikinya

•Dasar kepribadian/tingkah laku tidak berubah pada lansia identitas yg mantap

(23)

Teori Pembebasan (

Disengagement

Theory)

•Usia bertambah pelan tapi pasti

melepaskan diri dari masyarakat interaksi sosial menurun triple loss

•Kehilangan peran(loss of role)

•Hambatan kontak sosial

(24)

TEORI BIOLOGI

Teori Pakai dan Rusak (Wear & Tear Theory) Dr August

Weismann

Tubuh & sel-sel rusak karena banyak terpakai & digunakan secara

berlebihan.

Dengan atau tidak ada toksin yang kita dapat, tubuh kita akan

tetap menua karena kita gunakan tiap hari

Teori Neuro-Endokrin Vladimir Dilman, Ph.D

Penuaan terjadi karena produksi hormon tubuh menjadi

berkurang, sehingga kemampuan tubuh untuk memperbaiki sendiri (self-repaired) dan mengatur sendiri (self-regulation) menjadi rendah

Teori Kontrol Genetik

Tubuh sudah memiliki program genetik dalam DNA

masing-masing individu.

Keturunan genetik ini yang menentukan berapa usia kita mulai

(25)

Teori Radikal Bebas Dr Denham Harman

Penuaan terjadi karena radikal bebas (suatu elektron dalam

tubuh yang tidak memiliki gandengan, sehingga berusaha mencari elektron pasangan) menyerang sel-sel tubuh,

akibatnya sel-sel menjadi cepat rusak dan menua.

Teori Telomerase oleh grup ilmuwan dari Geron

Corporation

Telomer (rangkaian asam nukleat yang terdapat di ujung

kromosom) akan memendek tiap kali sel tubuh membelah.

Bila telomer sudah terlalu pendek, kemampuan sel untuk

membelah akan berkurang, melambat, dan sel tidak dapat membelah lagi.

Teori Crosslinking

DNA dan molekul lain akan saling melekat dan memilin,

akibatnya protein yang rusak tidak dapat dicerna oleh e.

(26)

TEORI SOSIAL

Activiy Theory (Teori aktivitas)

Menurut teori ini aktivitas, especially, social activity, adalah esensi

hidup seseorang, dan terjadi pada setiap orang di setiap tingkatan usia.

Kesehatan fisik dan psikologis lansia akan optimal bila mereka tetap

aktif dan mampu bersosialisasi.

Disengagement Theory (Teori Pelepasan)

Bahwa lansia ingin melepaskan diri dari segala ikatan dan tanggung jawab

sosial. Lansia menjadi lebih pasif, aktivitasnya mengarah ke self-directed bukan other directed or goal-oriented

Age Stratification Theory (Teori statifikasi usia)

Bahwa masyarakat terbagi dalam kelompok2 usia, setiap individu

masuk dalam “kohort” usia tertentu.

Phenomenological Theory (Teori Fenomenologis)

Teori ini memandang bagaimana lansia memberikan arti terhadap

(27)

LO 2

(28)

Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Aging

Proses

Internal Eksternal

Radikal bebas

Penurunan produksi

hormon

Penurunan sistem imunApoptosis

Gen

Lifestyle

Diet

Radiasi UV, PolusiStress

(29)

Radikal bebas

Stress

alkohol

Polusi udara Sinar UV

pernapasan rokok

Makanan

(30)

Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Aging

Proses

1) Hereditas

2)        Nutrisi atau makanan 3)        Status kesehatan

4)        Pengalaman hidup 5)        Lingkungan

(31)

LO3

(32)

PERUBAHAN SISTEM ORGAN

A. Perubahan pada panca indera

Sekresi saliva berkurang mengakibatkan pengeringan rongga mulut.

Papil-papil pada permukaan lidah mengalami atrofi sehingga terjadi penurunan sensitivitas terhadap rasa terutama rasa manis dan asin. Perubahan indera penciuman, penglihatan dan pendengaran

mengalami penurunan fungsi

Patologis: ggg nafsu makan, kurang energi protein kronik

B. Sistem Gastrointestinal

Lapisan otot polos esofagus dan sfingter gastro esofageal mulai

melemah yang akan menyebabkan gangguan kontraksi dan refluk gastrointestinal spontan

Pengosongan lambung lebih lambatmakan lebih sedikit karena

lambung terasa penuh.

Penyerapan zat gizi berkurang dan produksi asam lambung serta

enzim pankreas menjadi lebih sedikit untuk mencerna makanan.

Patologis : kesulitan menelan, anoreksia, malabsorbsi lemak dan

(33)

C. Sistem Muskuoskeletal

Kepadatan tulang akan menurun. Tulang akan mudah rapuh

(keropos) dan patah, mengalami cedera, trauma yang kecil saja dapat menyebabkan fraktur.

Penurunan Lean Body Mass ( otot, organ tubuh, tulang) dan

metabolisme dalam sel-sel otot berkurang sesuai dengan usia. Penurunan kekuatan otot mengakibatkan orang sering merasa letih dan merasa lemah, daya tahan tubuh menurun karena terjadi atrofi.

Patologis: fraktur

D. Sistem Urogenital

Fungsi ginjal menurun sekitar 55% antara usia 35 – 80 tahun. Banyak fungsi yang mengalami kemunduran, contohnya laju

filtrasi, ekskresi, dan reabsorbsi oleh ginjal.

Pembuangan sisa-sisa metabolisme protein dan elektrolit

(34)

E. Sistem Kardiovaskular

Pada lansia jumlah jaringan ikat pada jantung (baik katup

maupun ventrikel) meningkat sehingga efisien fungsi pompa jantung berkurang.

Pembuluh darah besar terutama aorta menebal dan menjadi

fibrosis. Pengerasan ini, selain mengurangi aliran darah dan meningkatkan kerja ventrikel kiri,juga mengakibatkan

ketidakefisienan baroreseptor (tertanam pada dinding aorta, arteri pulmonalis, sinus karotikus).

Kemampuan tubuh untuk mengatur tekanan darah

berkurang.

F. Sistem Respirasi

Elastisitas jaringan paru dan dinding dada berkurang, Kekuatan kontraksi otot pernapasan menurun sehingga

(35)

G. Sistem Endokrin

Terjadi perubahan dalam kecepatan dan jumlah

sekresi,respon terhadap stimulasi serta struktur kelenjar endokrin.

Pada usia diatas 60 tahun terjadi penurunan sekresi

testosteron,estrogen,dan progesteron. H. Sistem Integumen

Kulit berubah menjadi tipis,kering,keriput dan tidak

elastis lagi.

Rambut rontok dan berwarna putih,kering dan tidak

mengkilat.

I. Sistem Imunologik

Penurunan fungsi imunologik sesuai dengan umur yang

(36)

ORGAN

PERUBAHAN

Paru-paru

Daya pegas dinding dada menurun Kekuatan otot pernapasan menurun Kekakuan iga meningkat

Daya pegas jaringan elastik paru menurun

Paru-paru lebih mengembang, namun kaku

Saluran

nafas

Refleks batuk menurun

Mudah tersedak

(37)

Jantung-

pembuluh

darah

Katup jantung kaku

Jumlah sel pacu berkurang Sistem konduksi menurun

Penumpukan jar. Ikat di otot jantung kaku

Pembuluh darah kurang lentur TD naik

Isi sekuncup menurun; curah jantung ber<

Ginjal Jumlah nefron, glomerulus < Fungsi filtrasi menurun

Kepekaan tubulus terhadap ADH < Reabsorbsi <

LFG menurun 7,5 mL/m/dekade

Tulang, sendi, otot

(38)

Saluran

cerna

Produksi air liur <

Osteoporosis tulang rahang, gigi tanggal

Gerakan kerongkongan & lambung melambat

Produksi enzim pencernaan < Gerakan usus besar <

Saluran Kemih &

Kelamin Kelenjar prostat membesarSelaput mulut rahim kering Otot dasar panggul melemah Susunan Saraf

Pusat Pengerasan pembuluh darah otakDemensia (neurofibril tangie, amyloid)

(39)

MACROSCOPIC CHANGES OF AGING BRAIN

(40)

LO 4

(41)

Penurunan massa otot

menyebabkan

laju metabolisme basal menurun

Peningkatan massa lemak

Penurunan total body water (cairan

tubuh total)

Penurunan massa tulang

Pergeseran penumpukan lemak dari

subkutan ke arah sentral : abdomen,

paha, bokong

Penurunan sel tubuh

(42)

Perubahan Fisik

Beberapa perubahan gangguan fisik yang timbul adalah sebagai berikut :

Perubahan pada kulit : kulit wajah, leher, lengan, dan tangan menjadi lebih kering dan keriput, kulit di bagian bawah mata membentuk seperti kantung dan lingkaran hitam dibagian ini menjadi lebih permanen dan jelas, warna merah kebiruan

sering muncul di sekitar lutut dan di tengah tengkuk.

Perubahan otot : pada umumnya otot orang berusia madya menjadi lembek dan mengendur di sekitar dagu, lengan bagian atas, dan perut

Perubahan pada persendian : masalah pada persendian terutama pada bagian tungkai dan lengan yang membuat mereka menjadi agak sulit berjalan

(43)

Perubahan pada mata : mata terlihat kurang bersinar dan cenderung mengeluarkan kotoran yang menumpuk di

susdut mata, kebanyakan menderita presbiop atau kesulitan melihat jarak jauh, menurunnya akomodasi karena menurunnya elastisitas mata

Perubahan pada telinga : fungsi pendengaran sudah mulai menurun, sehingga tidak sedikit yang mempergunakan alat bantu pendengaran. mulai terjadi penurunan. Penurunan ini bisa berlangsung secara perlahan bahkan bisa terjadi secara cepat tergantung dari kebiasaan hidup pada masa usia muda.

Perubahan pada sistem pernafasan : nafas menjadi lebih pendek dan sering tersengal-sengal, hal ini akibat

terjadinya penurunan kapasitas total paru-paru, residu volume paru dan konsumsi oksigen basal, ini akan

menurunkan fleksibilitas dan elastisitas dari paru

(44)

Faktor yang mempengaruhi kesehatan

psikososial lansia

Ada beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan psikososial lansia menurut Kuntjoro (2002), antara lain:

1) Penurunan Kondisi Fisik

Setelah orang memasuki masa lansia umumnya mulai dihinggapi adanya kondisi fisik yang bersifat patologis berganda (multiple pathology), misalnya tenaga berkurang, energi menurun, kulit makin keriput, gigi makin rontok, tulang makin rapuh, dsb. Secara umum kondisi fisik seseorang yang sudah memasuki masa lansia mengalami penurunan secara berlipat ganda. Hal ini semua dapat menimbulkan gangguan atau kelainan fungsi fisik, psikologik maupun sosial, yang selanjutnya dapat menyebabkan suatu keadaan

ketergantungan kepada orang lain. Dalam kehidupan lansia agar dapat tetap menjaga kondisi fisik yang sehat, maka perlu menyelaraskan

kebutuhan-kebutuhan fisik dengan kondisi psikologik maupun sosial, sehingga mau tidak mau harus ada usaha untuk mengurangi kegiatan yang bersifat

(45)

2) Penurunan Fungsi dan Potensi Seksual

Penurunan fungsi dan potensi seksual pada lanjut usia sering kali berhubungan dengan berbagai gangguan fisik seperti:

a) Gangguan jantung

b) Gangguan metabolisme, misal diabetes millitus c) Vaginitis

d) Baru selesai operasi : misalnya prostatektomi

e) Kekurangan gizi, karena pencernaan kurang sempurna atau nafsu makan sangat kurang

f) Penggunaan obat-obat tertentu, seperti antihipertensi, golongan steroid, tranquilizer, serta

Faktor psikologis yang menyertai lansia antara lain :

a) Rasa tabu atau malu bila mempertahankan kehidupan seksual pada lansia

b) Sikap keluarga dan masyarakat yang kurang menunjang serta diperkuat oleh tradisi dan budaya

c) Kelelahan atau kebosanan karena kurang variasi dalam kehidupannya d) Pasangan hidup telah meninggal

(46)

Macam-Macam Perubahan Psikososial yang

Terjadi pada Lansia

Ada beberapa macam perubahan psikososial yang terjadi pada lansia menurut Anonim (2006) antara lain :

1) Perubahan fungsi sosial

Perubahan yang dialami oleh lansia yang berhubungan dengan aktivitas-aktivitas sosial pada tahap sebelumnya baik itu dengan lingkungan keluarga atau masyarakat luas

2) Perubahan peran sesuai dengan tugas perkembangan

Kesiapan lansia untuk beradaptasi atau menyesuaikan diri terhadap tugas perkembangan usia lanjut dipengaruhi oleh proses tumbuh

kembang pada tahap sebelumnya. Apabila pada tahap perkembangan sebelumnya melakukan kegiatan sehari-hari dengan teratur dan baik serta membina hubungan yang serasi dengan orang di sekitarnya,

(47)

3) Perubahan tingkat depresi

Tingkat depresi adalah kemampuan lansia dalam menjalani hidup dengan tenang, damai, serta menikmati masa pensiun bersama anak dan cucu tercinta dengan penuh kasih sayang 4) Perubahan stabilitas emosi

Kemampuan orang yang berusia lanjut untuk menghadapi tekanan atau konflik akibat perubahan – perubahan fisik,

maupun sosial – psikologis yang dialaminya dan kemampuan untuk mencapai keselarasan antara tuntutan dari dalam diri dengan tuntutan dari lingkungan, yang disertai dengan

(48)

Secara umum beberapa gangguan psikologis yang timbul adalahKecemasan (angietas)

Depresi

Rasa bersalah (guilty feeling)

Masalah perkawinan atau juga akibat dari rasa takut akan gagal dalam

berhubungan intim

Khusus pada perempuan, ada beberapa gangguan yang sangat berpengaruh besar terhadap sisi kewanitaannya seperti :

Penurunan sekresi estrogen setelah menopause

Hilangnya kelenturan/elastisitas jaringan buah dada Cerviks yang menyusut ukurannya

Dinding alat vital atropi ukurannya memendekBerkurangnya pelumas alat vital

Matinya steroid hubungan intim secara tidak langsung mempengaruhi

aktivitas seks

Perubahan aging meliputi penipisan bulu alat vital, penyusutan bibir kalat

(49)

Psikologis Pada Lansia + Gangguan

5 tipe kepribadian lansia sebagai berikut:

1. Tipe kepribadian konstruktif (Construction personality)

Biasanya tipe ini tidak banyak mengalami gejolak, tenang

dan mantap sampai sangat tua.

2. Tipe kepribadian mandiri (Independent personaliy)

Pada tipe ini ada kecenderungan mengalami post power

sindrome, apalagi jika pada masa lansia tidak di isi dengan kegiatan yang dapat memberikan otonomi pada dirinya.

3. Tipe kepribadian Tergantung (Dependent personality)

Pada tipe ini bisanya sangat dipengaruhi kehidupan

keluarga, apabila kehidupan keluarga selalu harmonis maka pada masa lansia tidak bergejolak, tetapi jika pasangan hidup meninggal maka pasangan yang di

(50)

4. Tipe Kepribadian Bermusuhan (Hostility personality)

Lansia tetap merasa tidak puas dengan

kehidupannya, banyak keinginan yang kadang-kadang tidak diperhitungkan secara seksama sehingga menyebabkan kondisi ekonominya menjadi morat-marit.

5. Tipe Kepribadian Kritik Diri (Self Hate Personality)

Lansia tipe ini umumnya terlihat sengsara,

(51)

TUGAS PERKEMBANGAN MASA LANSIA

Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan

fisik dan kesehatan.

Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan

berkurangnya income keluarga.

Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup. Membentuk hubungan dengan orang-orang yang

seusia.

(52)

LO5

(53)

Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang

berbeda-beda setiap indicidu pada umumnya dihitung berdasarkan kebutuhan kalori dan energi, sebagai berikut:

1. Energi

Menurut Widya Karya Pangan Gizi tahun 1998,

untuk usia lanjut (>60 tahun) - laki-laki  2200 kalori

- wanita  1850 kalori.

Kebutuhan energi pada usia lanjut menurun

(54)

2. Protein

Kecukupan protein sehari sekitar 0,8 gram/kg berat

badan atau 15-25% dari kebutuhan energi.

Konsumsi protein berlebih dapat membebani faal

ginjal sehingga tidak dianjurkan untuk usia lanjut.

Dianjurkan memenuhi kebutuhan protein terutama

dari protein nabati dan dari protein hewani dengan perbandingan 2:1.

Jumlah protein yang dibutuhkan untuk laki-laki usia

(55)

3. Lemak

Kebutuhan lemak untuk usia lanjut lebih sedikit karena

akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah

Pada usia lanjut dianjurkan konsumsi lemak jangan

lebih dari 15% kebutuhan energi dan dianjurkan untuk menggunakan minyak nabati karena mengandung

asam lemak tak jenuh (kecuali santan). 4. Karbohidrat

Untuk usia lanjut dianjurkan mengkonsumsi

karbohidrat komplek karena juga mengandung vitamin, mineral, dan serat daripada mengkonsumsi karbohidrat murni seperti gula.

Dianjurkan pada usia lanjut mengkonsumsi 60-65%

(56)

5. Vitamin

Untuk usia lanjut dianjurkan untuk

meningkatkan konsumsi makanan kaya vitamin A, D dan E untuk mencegah penyakit

degeneratif (sebagai antioksidan).

Selain itu, konsumsi makanan yang banyak

mengandung vitamin B12, asam folat, vitamin B1 dan vitamin C juga dianjurkan untuk

(57)

6. Mineral

Pada usia lanjut dianjurkan mengkonsumsi makanan

kaya Fe, Zn, Selenium dan Kalsium untuk mencegah anemia dan pengeroposan tulang terutama pada

wanita, selain juga perlu untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Disamping itu, zat gizi mikro lain seperti pospor,

kalium, natrium, dan magnesium juga dibutuhkan untuk proses metabolisme di dalam tubuh.

7. Air dan Serat

Air sangat penting untuk proses metabolisme dan

mengeluarkan sisa pembakaran tubuh.

Selain itu serat juga dianjurkan untuk usia lanjut

(58)

Mini Nutritional Assessment (MNA)

Mini Nutritional Assesment (MNA) adalah

menggolongkan pasien atau lansia dalam

keadaan status gizi baik, beresiko malnutrisi ataukah malnutrisi berat.

MNA mempunyai dua bagian besar yaitu

screening dan assessment, dimana

penjumlahan semua skor akan menentukan seorang lansia pada status gizi baik, beresiko malnutrisi, atau beresiko underweight

(59)

Penapisan Status Gizi

Mini Nutritional Assesment (MNA)

Form Penilaian  18 item dikelompokkan menjadi 4:

Penilaian Antropometrik : BMI, Penurunan BB, LILA,

Lingkar betis

Penilaian Umum : pola hidup, riwayat pengobatan,

tanda depresi atau demensia

Penilaian Makanan : jumlah asupan makanan dan

minuman

 Penilaian Subjektif : persepsi responden terhadap

(60)

Hal-hal yang Obat-obat yang

digunakan

Frekuensi full

meals

Asupan

makanan

Status

kesehatan

Lingkar lengan

atas

(61)

Penilaian Status Gizi

Antropometri

Biokimia/ laboratorium

Gejala klinis

(62)
(63)

Pemeriksaan Fisik Lansia

Pemeriksaan Antropometrik

Berat Badan Tinggi Badan Knee Heght IMT

(64)

LO 6

(65)

Faktor Yang Mempengaruhi

Asupan Gizi Lansia

Faktor Fisiologis

(66)

Faktor Fisiologis

Perubahan Akibat Asupan Gizi

- Pe Massa bebas Lemak Massa otot kebutuhan Energi kebutuhan protein

Pe massa lemak retensi cairan me resiko dehidrasiPe massa air cadangan air tubuh resiko dehidrasi

Resistensi insulin Gula darah puasa

resiko DM 2

Sekresi asam lambung absorpsi vit B12,

(67)

Faktor Fisiologis

Perubahan Akibat Asupan Gizi

Intoleransi laktosa asupan susu & prod turunan Asupan kalsium

& vit D

Perubahan sensoris nafsu makan cenderung makan

manis

(68)

Faktor Patofisiologis

Gigi geligi nyeri mengunyah

makanan lembut konsumsi daging& buah

asupan protein

(69)

Faktor Patofisiologis

Fungsi ginjal daya filtrasi resorpsi

ekskresi obat produksi vit D

Daya Tahan Tubuh sering terserang

penyakit

(70)

LO 7

(71)

Terapi Non Farmakologi Penyakit Demensia

1. Konsumsi ikan

Ikan sangat penting untuk mengatasi penyakit demensia, karena ikan mengandung senyawa omega-3 yang sangat tinggi, dimana kandungan tersebut menurut sebuah penelitian mampu menggabungkan saraf-saraf yang sempat terputus atau tidak berfungsi akibat dari penyakit demensia, terutama untuk penyakit demensia alzheimer, Anda dapat mengonsumsi ikan-ikan laut segar, seperti tuna, tongkol dan masih banyak lagi.

2. Hindari stres

Stres dapat membuat otak bekerja lebih keras dari pada sebelumnya, menurut sebuah

penelitian di Swedia seseorang yang mengalami stres akan lebih beresiko terkena penyakit demensia dari wanita normal, maka dari itu jika Anda saat ini saja sudah menderita penyakit demensia, akan sangat tidak baik apabila Anda stres terlalu banyak tekanan. Anda dapat menghindari stres dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan bersama dengan orang yang disayang, seperti keluarga, teman ataupun kekasih.

3. Tidur cukup

Tidur sangat erat kaitanya dengan kesehatan tubuh dan otak, oleh sebab itu jika Anda

mengalami penyakit demensia, akan sangat lebih baik apabila menghindari begadang dan tidur dengan cukup, minimal orang normal tidur selama 6 jam, namun apabila Anda mengalami

penyakit demensia perbanyak waktu tidur hingga minimal 8 jam setiap harinya, dengan begitu kondisi kesehatan dan otak Anda akan menjadi lebih baik.

4. Berhenti merokok dan minum alkohol

(72)

Terapi non farmakologi penyakit

parkinson

1. Menghindari trauma otak

Terapi non farmakologi yang pertama adalah dengan menghindari trauma otak, seperti tidak

mengingat kejadian yang membuat otak menjadi berfikir lebih keras, karena pada dasarnya penyakit perkinson ini menyerang pada bagian neuron. Bagian inilah yang berfungsi menyalurkan pesan

berupa sinyal listrik ke seluruh saraf tubuh. 2. Meningkatkan kebugaran fisik dan mental

Meningkatkan aktivitas fisik dan mental akan menjadi terapi non farmakologi yang sangat efektif untuk penderita lakukan, karena aktivitas fisik seperti olahraga ataupun mental seperti santapan rohani dapat mencegah terjadinya penuaan sel-sel pada otak. Olahraga dapat dilakukan dengan

berjalan diatas kerikil atau batuan kecil selama 30 menit. Dan untuk santapan rohani penderita dapat pergi kesebuah tempat dimana dia bisa tenang seperti tempat-tempat yang dia sukai.

3. Menjauhkan bahan beracun

Bahan beracun seperti Insektisida, herbisida, pestisida dan sebagainya, dapat menjadi pemicu sel-sel tubuh menjadi mati atau rusak, dan jika hal ini terjadi pada penderita penyakit parkinson maka akan sangat berbahaya, selain itu asap kendaraan atau polusi juga bisa menjadi racun bagi otak karena didalam polusi udara tersebut terkadung karbon monoksida, karbon disulfida dan racun sianida yang sangat berbahaya.

4. Membatasi asupan vitamin B6

Memang vitamin b6 sangat baik di konsumsi untuk manusia pada umumnya, namun tidak untuk penderita parkinson, karena jika penderita perkinson memperbanyak konsumsi vitamin B6 akan menyebabkan Shidopa.

5. Menghindari aktivitas siang hari

Pada penderita penyakit parkinson akan memiliki tingkat sensitif terhadap lingkungan yang sangat tinggi, seperti terkena panas sinar matahari saja penderita bisa pingsan dan bahkan bisa kehilangan nyawa, hal ini terjadi karena panas siang hari yang sangat menyengat memicu sel otak menjadi panas pula sehingga akan berakibat buruk pada penderita penyakit perkinson ini. maka dari itu jika

(73)

Daftar Pustaka

Djuanda, Edwin. 2007. Anti Aging Rahasia

Awet Muda. Jakarta: Balai Penerbit FKUI

Darmojo B. Buku Ilmu Kesehatan Usia Lanjut.

2013. Balai penerbit FKUI, Jakarta

Arisman MB. Buku Ajar Ilmu Gizi Dalam Daur

Referensi

Dokumen terkait

Jika kuota 40 orang untuk Diklat Peran KTS Angkatan II belum terpenuhi dari peserta yang memilih Angkatan II sebagai pilihan pertama, maka kami akan memanggil peserta

LPD dan 50% dikelola oleh Bendesa Adat Jimbaran, dimana untuk realisasi dari dana social tersebut sudah dicatat dalam laporan dana social yang terdapat pada laporan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola-pola pengembangan unsur 5W+1H dan bentuk-bentuk konstruksi berita yang terdapat dalam berita utama surat kabar

Perlindungan Hukum Bagi Pihak Ketiga Atas Hak Konstitusional Warga Negara Dalam Hak Penguasaan Tanah Dan Bangunan Hasil Perkawinan Beda. Kewarganegaraan Pasca Putusan

materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi sebenarnya. Aplikasi ini dapat diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan. hukum-hukum, rumus, metode, prinsip dan

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Sriwijaya “hak bebas royalti non-ekslusif” ( non-exclusively royalty-free

Posisi molekul TAG (triasilgliserol) yang manapun diserang akan menghasilkan asam lemak alami. Lipase memutus semua ikatan TAG menjadi asam lemak bebas dan gliserol, tetapi di-

Karena ketika dilakukan scan, outputnya hanya URL eFaktur dengan format yang tidak dapat langsung di export.. Diperlukan aplikasi untuk menterjemahkan faktur supaya mudah di