Abstrak- Pulau Poteran memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan dalam meningkatkan kesejahteraan masayarakat, mengingat masih banyak masyaarakat yang prasejahtera, dan hampi 62% dari total penduduk dikategorikan hidup di bawah garis kemiskinan diperlukan pengembangan yang memanfaatkan potensi lokal di Pulau Poteran. Potensi tersebut salah satunya pada sektor perikanan. Dimana sektor Perikanan di setiap desa memiliki komoditas unggulan yang komparatif. Berdasarkan nilai LQ diketahui hampir di setiap desa memiliki komoditas unggulan komparatif dari komoditas rumput laut. Oleh karena itu yang selanjutnya
dikembangakan berdasarkan konsep
Pengembangan Ekonomi Lokal.
Kat a kunci: pengembangan sekt or perikanan, pengembangan ekonomi lokal, Location Quot ient (LQ), keunggulan komparatif.
I . PENDAHULUAN Latar Belakang
Pengembangan adalah kemampuan
yang ditentukan oleh apa yang dapat dilakukan dengan apa yang dimiliki untuk meningkatkan kualitas hidup. Kata pengembangan identik dengan keinginan menuju perbaikan kondisi disertai kemampuan untuk mewujudkannya ( Alkadri,2001). Sehingga dapat disimpulkan pengembangan merupakan suatu proses untuk mengubah potensi yang terbatas sehingga
menimbulkan potensi yang baru untuk
meningkatkan kesejahteraan hidup pada suatu wilayah. Pengembangan wilayah merupakan upaya membangun dan mengembangkan suatu wilayah berdasarkan pendekatan spasial
dengan mempertimbangkan aspek
sosial-budaya, ekonomi, lingkungan fisik dan kelembagaan dalam suatu kerangka
perencanaan dan pengelolaan pembagunan yang terpadu. (Alkadri, 1999).
Dahuri (2001), mengatakan salah satu ruang yang memiliki potensi yang cukup besar dalam pengembangan wilayah adalah wilayah pesisir dan laut. Wilayah pesisir memiliki sumberdaya alam yang beragam, baik sumber
daya yang dapat diperbaharui maupun
sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui. Selain itu wilayah ini juga memilki aksesibilitas yang sangat baik untuk untuk berbagai kegiatan ekonomi, seperti transportasi,
pelabuhan, industri, permukiman, dan
pariwisata. Akan tetapi pembangunan wilayah pesisir harus memperhatikan keseimbangan antara tingkat pembangunan dan daya dukung lingkungan serta keseimbangan pembangunan antar daerah. pengembangan wilayah harus menjadi suatu upaya untuk menumbuhkan perekonomian wilayah dan lokal, sehingga wilayah dapat tumbuh dan berkembang secara mandiri dengan memanfaatkan sumberdaya lokal. Srategi pengembangan wilayah yang bertumpu pada sumberdaya lokal ini dikenal sebagai konsep pengembangan ekonomi lokal
(local economic development).
Salah satu indikator ekonomi yang
diperlukan untuk mengukur kinerja
pertumbuhan ekonomi suatu daerah adalah diperlukan adanya penentuan sektor basis (unggulan) untuk memberikan pengaruh yang memiliki peranan dalam suatu perekonomia daerah sehingga kemajuan dan kemunduran sektor ini akan memberikan pengaruh terhadap perekonomian daerah.
Teori basis merupakan dasar dalam penetntuan sektor basis digunakan untuk mengetahui potensi atau peranan suatu sektor yang menjadi unggulan dalam perekonomian daerah dan efek yang ditimbulkan. (Richadson, 2002). Bertambahnya aktivitas sektor basisi
dalam suatu daerah akan menambah
pendapatan suatu daerah akibat peningkatan permintaan barang/ jasa pada suatu daerah.
Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal Kaw asan Pesisir Pulau
Poteran Berbasis Komoditas Perikanan Sebagai Upaya
Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat
Norul Fajariyah
Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Teknologi Sepuluh Nopember (I TS)
Pulau Poteran salah satu wilayah
kepulauan di Kabupaten Sumenep yang
memiliki potensi cukup besar di sektor perikanan baik perikanan tangkap maupun budidaya. hal tersebut sangat mendukung Rencana Tata Ruang Kabupaten Sumenep tahun 2011- 2031, dimana Pulau Potearan dari
sektor perikannya diarahkan pada
pengembangan budidaya perikanan air laut dan
budidaya ikan karang. Berdasarkan
pengembangannya Pulau Poteran , tercatat produksi penangkapan ikan dan budidaya ikan di Kecamatan Talango cukup tinggi yang
mencapai 1.204,6 ton dengan nilai
Rp12.046.000 setiap harinya dengan jumlah rumah tangga yang bekerja di sektor periaknan sebanyak 1.432 KK. (kecamatan Talango Dalam Angka,2013).
Dari sektor perikanan budidaya rumput laut di Pulau Poteran j uga memiliki potensi yang sangat besar, dimana menurut Kecamatan Talango Dalam Angka tahun 2013 jumlah produksi rumput laut sebesar 58.027,61 Kg dengan nilai Rp 97.969.555 rupiah setiap tahunnya. Berdasarkan potensi perikanan dan budidaya yang dimiliki oleh Pulau Poteran ini
mampu menyebabkan efek pengganda
(multiplier effect) dari sektor tersebut sehingga akan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat karena akan memperbesar kesempatan bekerja melalui terciptanya lapangan kerja baru.
Namun pada kenyatannya dengan
potensi perikan yang besar tersebut,
masyarakat belum mampu memanfaatkan
potensi lokal tersebut sehingga masih terdapat peningkatan masyarakat yang pra sejahtera pada tiap tahunnya Serta Sumber daya manusia teridentifikasi 70% dari jumlah penduduk Pualu Poteran merupakan lulusan SD.serta hampi 62% dari total penduduk dikategorikan hidup di bawah garis kemiskinan. (Racman, 2012).
Oleh Karena itu diperlukan
pengembanagn potensi lokal sebagai upaya peningkatan kesejahteran masyarakat Pulau Poteran dengan mengetaui sektor basis yang
kompetitif dan unggul sehingga dapat
dikembangkan menj adi potensi relative perekonomian Pulau Poteran.
Maksud dan Tujuan
Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi pengembangan ekonomi
lokal Kawasan Pesisir Pulau Poteran berbasis
Sub Sektor Perikanan sebagai upaya
peningkatan kesejahteran ekonomi masyarakat. Adapun tuj uan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Analisis komoditas unggulan sub sektor perikanan Kawasan Pesisir Pulau Poteran di tiap desa.
Ruang Lingkup Pembahasan
Lingkup pembahasan dalam penelitian ini mencakup hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi lokal dalam upaya
meningkatkan kesejahteran ekonomi
masyarakat.
Metode Pendekatan
Dalam melakukan penelitian ini
digunakan pendekatan penelitian yang
berbentuk pendekatan rasionalistik membangun kebenaran teori secara empiri atau bersumber
pada fakta empiri. Artinya dibangun
berdasarkan pengamatan indera atau secara nalar yang kemudian didukung oleh landasan teori.
Metode Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, yang dilakukan dengan survei sekunder untuk mendapatkan
data. Kemudian dianalisis menggunakan
perhitungan keunggulan komparatif dan
Analisis Location Quotient (LQ). Berikut penj elasan keunggulan komparatif dan Analisis
Location Quotient (LQ):
1. Analisis Keunggulan Komparatif
Analisis ini digunakan untuk mengetahuo
suatu kegiatan ekonomi yang menurut
perbandingan lebih menguntungkan bagi
perkembangan daerah. Diman analisi ini dapat dihitung menggunakan rumus:
Rumus: X 100%
2. Analisis Location Quotient (LQ).
Analisis ini digunakan untuk menunj ukkan besar kebcilnya peranan dan mengidentifikasi sektor/ subsector ekonomi potensial (sektor basisis), yang memiliki Comparatifadventages
di suatu daerah. Menurut hood (1998),
Location Quotient (LQ) adalah suatu alat pengembangan ekonomi yang lebih sederhana
dengan segala kelebihan dan
keterbatasannya. Teknik LQ banyak digunakan
untuk membahas kondisi perekonomian,
mengarah pada identifikasi spesialisasi
konsentrasi relative kegiatan ekonomi untuk mendapatkan gambaran dalam penetapan sektor unggulan sebagai leading sector suatu kegiatan ekonomi. Analisi LQ dapat di hihitung menggunakan rumus:
LQ =
/ /Ketengan:
Vik = Nilai produksi komoditas i di desa k
Vk = Tot al nilai produksi semua komodit as di desa k Vip = Nilai produksi komoditas i di daerah referansi p (Pulau Poteran)
Vp = Tot al nilai produksi semua komoditas di daerah referensi p (Pulau Poteran)
Berdasarkan formulasi yang ditunjukkan dalam persamaan di atas , maka ada tiga kemungkinan nilai LQ yang dapat ditemukan yaitu (Bendavid-Val,1991):
1. Nilai LQ di sektor i= 1, menunj ukkan bahwa laj u pertumbuhan komoditas di desa
tersebut adalah sama dengan laju
pertumbuhan komoditas yang sama dalam perekonomian di Pulau Poteran. Berikut hasil perhitungan SLQ tiap sektor perekonomian di Pulau Poteran.
2. Nilai LQ di sektor i> 1, menunj ukkan bahwa laj u pertumbuhan komoditas di desa tersebut lebih besar dibanding laju pertumbuhan komoditas yang sama dalam perekonomian di Pulau Poteran
3. Nilai LQ di sektor i< 1, menunj ukkan bahwa laj u pertumbuhan komoditas di desa tersebut lebih kecil dibanding laju pertumbuhan komoditas yang sama dalam perekonomian di Pulau Poteran
I I . ANALI SA PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL
Gambaran Umum
Pulau Poteran merupakan sebuah pulau yang terletak di sebelah Tenggara Pulau Madura. Secara georafis pulau Poteran terletak pada 113, 920 – 114, 080 LS dan 7, 040 – 7, 120 BT dan hanya dipisahkan dengan laut yang berjarak 25 km dan ditempuh dalam 5 menit menggunakan perahu ataupun kapal dari ujung Pulau Madura. Pulau Poteran termasuk pulau dengan tingkat kemiringan rata – rata kurang dari 30% dan merupakan pulau yang berada pada ketinggian 500 m dpl yang termasuk dalam kategori dataran rendah.
Berdasarkan data yang didapatkan melalui Bappeda Kabupaten Sumenep tahun 2011 luas Pulau Poteran mencapai 49, 8 km2. Secara administratif, pulau Poteran ini merupakan sebuah kecamatan tersendiri yaitu
Kecamatan Talango dalam Kabupaten
Sumenep, Jawa Timur. Pulau Poteran terdiri dari 8 desa yang meliputi:
Tabel 1. Luas Desa di Pulau Poteran
No Desa Jumlah Dusun
Luas ( Km2)
Psentase ( % ) 1 Pedike 7 5.69 11.32 2 Cabbiya 6 5.41 10.76 3 Essang 7 5.49 10.92 4 Kombang 6 6.31 12.55 5 Poteran 8 5.99 11.92 6 Palasa 8 8.43 16.77 7 Gapurana 14 9.28 18.46
8 Talango 6 3.67 7.3
Jumlah 62 50.27 100
Sumber: Kecamatan Talango dalam Angka, 2013
Jumlah penduduk tahun 2012 diwilayah perencanaan sej umlah 37.026 jiwa yang tersebar pada 8 desa. Berdasarkan tabel tersebut desa yang memiliki jumlah penduduk paling tinggi yaitu 7.736 jiwa adalah Desa Gapurana:
Tabel 2 . Jumlah Desa di Pulau Poteran
Desa Jumlah Penduduk
2009 2010 2011 2012
Padike 4774 4935 4736 4541
Cabbiya 3553 2615 3515 2899
Essang 5052 4533 5014 3784
Kombang 4062 4314 4024 3340
Poteran 4952 4505 4909 4380
Palasa 4778 4713 4740 4551
Gapurana 8289 9672 8245 7736
Talango 6133 6149 6095 5795
Jumlah 41593 41436 41278 37026
Sumber: Kecamatan Talango Dalam Angka, 2008-2013
Dengan jumlah penduduk tersebut
keberadaan kelurga pra sej ahtera di Pulau Poteran juga dinilai cukup tinggi. Berdasarkan data statistik Kecamatan Talango dalam hal
jumlah keleurga sejahtera, terdapat
peningkatan jumlah keluarga yaitu sebanyak 2.643 KK pada tahun 2007 meningkat sebanyak 2.676 KK pada tahun 2011 dengan jumlah masyarakat prasejatera terbanyak pada desa Gapurana . Berikut akan dijelaskan jumlah keluarga pra sejahtera pada masing- masing desa di Kecamatan Talango.
Sektor perikanan di Pulau Poteran mengalami perkembangan kearah positif tiap tahunnya. Terlihat pada tahun 2011 hingga 2013 sektor perikanan di pulau ini meningkat antara 15% -20% . Hasil produksi perikanan tangkap meningkat sekitar 15% tiap tahunnya, sedangkan komoditas rumput laut mengalami peningkatan sekitar 20% tiap tahunnya. Hasil produksi sektor perikanan, dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3. Perkembangan Jumlah Produksi Perikanan di Pulau Poteran Tahun 20 11 - 201 3
( kg)
1.034.370 1.189.530* 1.367.960
2 Rumput Sumber: Survey Primer, 2014 dan * BPS Kabupat en Sumenep, 2013
Potensi sektor perikanan di Pulau Poteran dapat dilihat dari beberapa data sub sektor perikanan dimana Komoditas perikanan
yang dapat ditemukan di Pulau Poteran antara lain ikan teri nasi, rajungan, ikan lain-lain (kakap, tongkol, cakalang, dll) dan rumput laut..Jumlah produksi perikanan di pulau Poteran dapat dilihat dari data brikut ini:
Tabel 4. Jumlah Produksi Perikanan di Pulau Poteran Tahun 2 011 -2013 ( kg)
No Desa Produksi ( kg)
Teri
Sumber: Kabupaten Sumenep Dalam Angka, 2013
Analisa
Dalam menentukan komoditas ungulan yang komparatif di Pulau Poteran dapat digunankan beberapa analisa:
1. Analisa Keunngula Komparatif
Dengan analisis keungula komparatif ini dapat mengetui prospek untuk mengtahui komoditas perikanan tersebut layak untuk
dikembangkan baik untuk memenuhi
kebutuhan lokal maupun untuk pasar
tetangga.
Dari bebrapa jenis komoditas perikanan
tersebut akan menunjukkan komoditas
unggulan di Pulau Poteran sehingga dari
komoditas tersebut nantinya dapat
dikembangkan. Oleh karena dari hasil perhitungan analisis keunggulan komparartif dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 5 . Hasil Perhitungan Analisis Keunngulan Komparatif
No Desa Produksi ( kg)
Dari hasil analisis keunggulan komparatif komoditas perikanan tersebut dapat disimpulkan lebih menguntungkan masyarakan
untuk mengembangkan rajungan karena
besarnya nilai perbandingan daripada
komoditas yang lain. Namun dilihat dari hasil perhitungan tersebut tiap desa di Pulau Poteran memiliki keunggulan komparatif masing- masing, dimana untuk desa Padike, Cabbiya, Poteran, dan Palasa memiliki keunngulan komparatif pada komoditas rumput laut, sedangkan untuk desa Essang, Kombang dan Gapurana pada komoditas rajungan.
2. Analisis Analisis Location Quotient (LQ).
Dengan analisis LQ ini dapat dketahui seberapa besar peranana komoditas tersebut untuk Pulau Poteran. Analisis ini menggunakan data nilai produksi komoditas perikanan yang ada di Pulau Poteran.
Tabel 6. Dat a Nilai Produksi Komoditas Perikanan Tiap Desa di Pulau Poteran
Sumber: Hasil Analisis, 2014
Dari data tersebut kemudia dihitung berdasarkan analisa LQ, Komoditas perikanan yang dapat ditemukan di Pulau Poteran antara lain ikan teri nasi, raj ungan, ikan lain-lain (kakap, tongkol, cakalang, dll) dan rumput laut. Dibutuhkan data nilai produksi tiap komoditas, yaitu dengan cara mengalikan jumlah produksi komoditas-komoditas perikanan tahun 2012 dengan harga jual komoditas tersebut.
sehingga menghasilkan perhitungan sebagai berikut:
Tabel 7. Besar LQ Sektor Perikanan Pulau Poteran
Sumber: Hasil Analisis, 2014
Dari hasil perhitungan analisis LQ dapat diketahui Komoditas dengan nilai LQ> 1
menunj ukkan bahwa komoditas tersebut
merupakan komoditas basis.
Tabel 8 . Macam Potensi Perikanan Unggulan pada Masing- masing Desa
No Desa Komoditas diketahui komoditas perikanan di Pulau Poteran sangat berpotensi di kembangkan. Dimana di setiap desa memiliki potensi keunggulan komparatif sendiri. Potensi tersebut dapat
dikembangakan dengan pengembangan
ekonomi lokal, dimana pengembangan ekonomi lokal merupakan suatu konsep yang digunakan untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat yang dapat dilihat dari peningkatan ekonomi masyarakat, peningkatan tersebut dapat dilaksakan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal yang unggul dan memiliki daya saing untuk menimbulkan lapangan pekerj aan baru. Konsep tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Mengingat masih banyaknya masyaratak
prasejahtera di Pulau Poteran.
Dari hasil analisa tersebut disetiap desa memiliki komoditas unggulan yang komparatif yang ber beda-beda, seperti desa desa Padike,
No Desa Per ikanan (Rupiah) Total Nilai Produksi
Per Desa Teri Nasi Raj ungan I kan Lain-lain Rumput laut
1 Padike 1.501.448.670 66.240.420 0 173.624.985.000 1.567.689.090
2 Cabbiya 0 0 1.656.009.450 173.624.985.000 175.280.994.450
3 Essang 6.292.835.910 33.120.198 0 104.174.988.000 110.500.944.108
4 Kombang 50.342.780 33.120.198 13.432.076.500 0 13.515.539.478
5 Pot eran 29.145.820 0 0 72.343.740.000 72.372.885.820
6 Palasa 23.846.580 150.144.884 0 104.174.988.000 104.348.979.464
7 Gapurana 3.179.538.180 132.480.780 0 0 3.312.018.960
8 Talango 0 0 3.643.220.880 130.218.735.000 133.861.955.880
Nilai Produksi Pulau Poter an
Cabbiya, Poteran, dan Palasa memiliki keungulan komparatif pada komoditas rumput laut, sedangkan untuk desa Essang, Kombang dan Gapurana pada komoditas rajungan. Niali LQtiap desa tersebut j uga memperlihatkan nilai LQ> 1 yang itu berarti menunjukkan bahwa laju pertumbuhan komoditas di desa tersebut lebih besar dibanding laju pertumbuhan komoditas yang sama dalam perekonomian di Pulau Poteran. Semua hasil komoditas tersebut
berpotensi untuk dikembangkan secara
bijaksana dengan tetap memperhatikan
kemampuan sumberdaya tersebut.
Namun, dilihat hasil perhitungan LQ terhadap komoditas perikanan tersebut hampir disetiap desa di Pulau Poteran memiliki potensi lokal dari komoditas rumput laut. Oleh karena itu komoditas tersebut dapat dimanfaatkan untuk dikembangkan menjadi basis dalam pengembangan Pulau Poteran. Rumput laut di Pulau Poteran j uga memiliki jumlah produksi yang meningkat pada tiap tahunnya, sehingga dapat menimbulkan penyerapan jumlah tenaga kerja yang tinggi pada komoditas tersebut.
Tabel 9 . Jumlah Produksi Rumput Laut
Tahun Jumlah Produksi ( Ton)
Nilai Produksi ( Rupiah) 2010 53.670,98 80.506.470,00 2011 57.056,51 68.467.811,71 2012 57,194,48 68.633.376,00 2013 58.027,61 97.956.555,00
Sumber: DKP Kabupaten Sumenep, 2014
Pengembangan rumput laut tersebut
dapat dikembangkan berdasarkan
pengembangan ekonomi lokal dengan
meningkan nilai tambah rumput laut sehingga
dapat menambah penghasilan masyarakat
Pulau Poteran. Dari basis rumput laut tersebut dapat meningkatkan nilai tambah, selain rumput laut di Pulau Poteran di jual basah dan kering rumput laut dapat diolah menjadi suatu produk yang memiliki nilai jual tinggi. Dimana
rumput laut dapat di olah menjadi berbagai produk seperti yang ada pada Gambar 2.
Melihat pada pohon industri tersebut rumput laut di Pulau Poteran dapat di olah menjadi berbagai produk seperti agar- agar manisan, krupuk, dan sebagainya, sehingga dapat menimbulkan terciptanya cluster industri, yaitu berupa industri pengolahan baik secara mandiri maupun kelompok yang nantinya dapat
menyerap tenaga kerja dan menambah
penghasilan masyarakat. Pengembangan
dengan konsep pel tersebut tersebut dapat berupa keterkaitan dalam hal produksi, pemasaran dan,pengolahan.
I V. KESI MPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa tersebut diketahui setiap desa memiliki sektor unggulan komparatif pada masing- masing desa di Pulau Poteran. Namun dilihat dari nilai LQ hampir disetiap desa Pulau Poteran memiliki komoditas unggulan rumput laut. Komoditas unggulan tersebut nantinya dapat digunakan sebagai potensi lokal dengan arah pengembangan pulau Poteran dapat menggunakan konsep Pengembangan Ekonomi Lokal.
Upaya dalam pengembangan ekonomi lokal yaitu dengan melihat sektor potensial lokal seperti rumput laut dapat sebagai basis pengembangan dengan mengolah rumput laut menjadi komoditas yang memiliki nilai tambah sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pulau Poteran dengan adanya
penyerapan tenaga kerja. Pengembangan
dengan konsep pel tersebut tersebut dapat
Gambar 1.
Pohon I ndust ri Rumput Laut
Gambar 2.
berupa keterkaitan dalam hal produksi, pemasaran dan,pengolahan.
Saran
Kekompetitifan sektor rumput laut sebagai basis pengembanganan didukung dengan sektor tersebut sudah terspesialisasim, melalui teknologi maupun dengan daerah lain yang mendukung sehingga sektor tersebut mampu bersaing dengan daerah lain pada sektor yang sama.
Oleh karena itu, Diharapkan adanya penelitian lanj utan mengenai pengembangan ekonomi lokal rumput laut di Pulau Poteran, mengingat penelitan masih kurang dari kata sempurna. Penelitian tersebut dapat berupa pengembangan ekonomi lokal berbasis rumput llaut di Pulau Poteran. Penelitian tersebut dapat mengetahui potensi ekonomi rumput laut dalam meningkatkan perekonian masyarakat Pulau Pteran.
DAFTAR PUSTAKA
Alkadri .1999. Sumber- sumber Pertumbuhan Ekonomi I ndonesia Selama 1969- 1996.
Jurnal Studi Indonesia, Jakarta: Universitas Terbuka Jakarta Pusat. Dahuri. 2001. Modul Sosialisasi dan Orientasi
Penataan Ruang Pesisir dan Pulau Pulau Kecil. Departemen Kelautan dan Perikanan.
Hendayana, Rahmat.2003. Aplikasi Metode Location Quotient (LQ) dalam penentuan Komoditas Unggulan Nasional. Diunduh Pada tanggal 28
Desember 20014 dari
ttp:/ / www.litbang.deptan.go.id/ warta-ip/ pdf-file/ rahmadi- 12.pdf