• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal Kawas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal Kawas"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Abstrak- Pulau Poteran memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan dalam meningkatkan kesejahteraan masayarakat, mengingat masih banyak masyaarakat yang prasejahtera, dan hampi 62% dari total penduduk dikategorikan hidup di bawah garis kemiskinan diperlukan pengembangan yang memanfaatkan potensi lokal di Pulau Poteran. Potensi tersebut salah satunya pada sektor perikanan. Dimana sektor Perikanan di setiap desa memiliki komoditas unggulan yang komparatif. Berdasarkan nilai LQ diketahui hampir di setiap desa memiliki komoditas unggulan komparatif dari komoditas rumput laut. Oleh karena itu yang selanjutnya

dikembangakan berdasarkan konsep

Pengembangan Ekonomi Lokal.

Kat a kunci: pengembangan sekt or perikanan, pengembangan ekonomi lokal, Location Quot ient (LQ), keunggulan komparatif.

I . PENDAHULUAN Latar Belakang

Pengembangan adalah kemampuan

yang ditentukan oleh apa yang dapat dilakukan dengan apa yang dimiliki untuk meningkatkan kualitas hidup. Kata pengembangan identik dengan keinginan menuju perbaikan kondisi disertai kemampuan untuk mewujudkannya ( Alkadri,2001). Sehingga dapat disimpulkan pengembangan merupakan suatu proses untuk mengubah potensi yang terbatas sehingga

menimbulkan potensi yang baru untuk

meningkatkan kesejahteraan hidup pada suatu wilayah. Pengembangan wilayah merupakan upaya membangun dan mengembangkan suatu wilayah berdasarkan pendekatan spasial

dengan mempertimbangkan aspek

sosial-budaya, ekonomi, lingkungan fisik dan kelembagaan dalam suatu kerangka

perencanaan dan pengelolaan pembagunan yang terpadu. (Alkadri, 1999).

Dahuri (2001), mengatakan salah satu ruang yang memiliki potensi yang cukup besar dalam pengembangan wilayah adalah wilayah pesisir dan laut. Wilayah pesisir memiliki sumberdaya alam yang beragam, baik sumber

daya yang dapat diperbaharui maupun

sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui. Selain itu wilayah ini juga memilki aksesibilitas yang sangat baik untuk untuk berbagai kegiatan ekonomi, seperti transportasi,

pelabuhan, industri, permukiman, dan

pariwisata. Akan tetapi pembangunan wilayah pesisir harus memperhatikan keseimbangan antara tingkat pembangunan dan daya dukung lingkungan serta keseimbangan pembangunan antar daerah. pengembangan wilayah harus menjadi suatu upaya untuk menumbuhkan perekonomian wilayah dan lokal, sehingga wilayah dapat tumbuh dan berkembang secara mandiri dengan memanfaatkan sumberdaya lokal. Srategi pengembangan wilayah yang bertumpu pada sumberdaya lokal ini dikenal sebagai konsep pengembangan ekonomi lokal

(local economic development).

Salah satu indikator ekonomi yang

diperlukan untuk mengukur kinerja

pertumbuhan ekonomi suatu daerah adalah diperlukan adanya penentuan sektor basis (unggulan) untuk memberikan pengaruh yang memiliki peranan dalam suatu perekonomia daerah sehingga kemajuan dan kemunduran sektor ini akan memberikan pengaruh terhadap perekonomian daerah.

Teori basis merupakan dasar dalam penetntuan sektor basis digunakan untuk mengetahui potensi atau peranan suatu sektor yang menjadi unggulan dalam perekonomian daerah dan efek yang ditimbulkan. (Richadson, 2002). Bertambahnya aktivitas sektor basisi

dalam suatu daerah akan menambah

pendapatan suatu daerah akibat peningkatan permintaan barang/ jasa pada suatu daerah.

Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal Kaw asan Pesisir Pulau

Poteran Berbasis Komoditas Perikanan Sebagai Upaya

Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat

Norul Fajariyah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Teknologi Sepuluh Nopember (I TS)

(2)

Pulau Poteran salah satu wilayah

kepulauan di Kabupaten Sumenep yang

memiliki potensi cukup besar di sektor perikanan baik perikanan tangkap maupun budidaya. hal tersebut sangat mendukung Rencana Tata Ruang Kabupaten Sumenep tahun 2011- 2031, dimana Pulau Potearan dari

sektor perikannya diarahkan pada

pengembangan budidaya perikanan air laut dan

budidaya ikan karang. Berdasarkan

pengembangannya Pulau Poteran , tercatat produksi penangkapan ikan dan budidaya ikan di Kecamatan Talango cukup tinggi yang

mencapai 1.204,6 ton dengan nilai

Rp12.046.000 setiap harinya dengan jumlah rumah tangga yang bekerja di sektor periaknan sebanyak 1.432 KK. (kecamatan Talango Dalam Angka,2013).

Dari sektor perikanan budidaya rumput laut di Pulau Poteran j uga memiliki potensi yang sangat besar, dimana menurut Kecamatan Talango Dalam Angka tahun 2013 jumlah produksi rumput laut sebesar 58.027,61 Kg dengan nilai Rp 97.969.555 rupiah setiap tahunnya. Berdasarkan potensi perikanan dan budidaya yang dimiliki oleh Pulau Poteran ini

mampu menyebabkan efek pengganda

(multiplier effect) dari sektor tersebut sehingga akan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat karena akan memperbesar kesempatan bekerja melalui terciptanya lapangan kerja baru.

Namun pada kenyatannya dengan

potensi perikan yang besar tersebut,

masyarakat belum mampu memanfaatkan

potensi lokal tersebut sehingga masih terdapat peningkatan masyarakat yang pra sejahtera pada tiap tahunnya Serta Sumber daya manusia teridentifikasi 70% dari jumlah penduduk Pualu Poteran merupakan lulusan SD.serta hampi 62% dari total penduduk dikategorikan hidup di bawah garis kemiskinan. (Racman, 2012).

Oleh Karena itu diperlukan

pengembanagn potensi lokal sebagai upaya peningkatan kesejahteran masyarakat Pulau Poteran dengan mengetaui sektor basis yang

kompetitif dan unggul sehingga dapat

dikembangkan menj adi potensi relative perekonomian Pulau Poteran.

Maksud dan Tujuan

Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi pengembangan ekonomi

lokal Kawasan Pesisir Pulau Poteran berbasis

Sub Sektor Perikanan sebagai upaya

peningkatan kesejahteran ekonomi masyarakat. Adapun tuj uan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah:

1. Analisis komoditas unggulan sub sektor perikanan Kawasan Pesisir Pulau Poteran di tiap desa.

Ruang Lingkup Pembahasan

Lingkup pembahasan dalam penelitian ini mencakup hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi lokal dalam upaya

meningkatkan kesejahteran ekonomi

masyarakat.

Metode Pendekatan

Dalam melakukan penelitian ini

digunakan pendekatan penelitian yang

berbentuk pendekatan rasionalistik membangun kebenaran teori secara empiri atau bersumber

pada fakta empiri. Artinya dibangun

berdasarkan pengamatan indera atau secara nalar yang kemudian didukung oleh landasan teori.

Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, yang dilakukan dengan survei sekunder untuk mendapatkan

data. Kemudian dianalisis menggunakan

perhitungan keunggulan komparatif dan

Analisis Location Quotient (LQ). Berikut penj elasan keunggulan komparatif dan Analisis

Location Quotient (LQ):

1. Analisis Keunggulan Komparatif

Analisis ini digunakan untuk mengetahuo

suatu kegiatan ekonomi yang menurut

perbandingan lebih menguntungkan bagi

perkembangan daerah. Diman analisi ini dapat dihitung menggunakan rumus:

Rumus: X 100%

2. Analisis Location Quotient (LQ).

Analisis ini digunakan untuk menunj ukkan besar kebcilnya peranan dan mengidentifikasi sektor/ subsector ekonomi potensial (sektor basisis), yang memiliki Comparatifadventages

di suatu daerah. Menurut hood (1998),

Location Quotient (LQ) adalah suatu alat pengembangan ekonomi yang lebih sederhana

dengan segala kelebihan dan

keterbatasannya. Teknik LQ banyak digunakan

untuk membahas kondisi perekonomian,

mengarah pada identifikasi spesialisasi

(3)

konsentrasi relative kegiatan ekonomi untuk mendapatkan gambaran dalam penetapan sektor unggulan sebagai leading sector suatu kegiatan ekonomi. Analisi LQ dapat di hihitung menggunakan rumus:

LQ =

/ /

Ketengan:

Vik = Nilai produksi komoditas i di desa k

Vk = Tot al nilai produksi semua komodit as di desa k Vip = Nilai produksi komoditas i di daerah referansi p (Pulau Poteran)

Vp = Tot al nilai produksi semua komoditas di daerah referensi p (Pulau Poteran)

Berdasarkan formulasi yang ditunjukkan dalam persamaan di atas , maka ada tiga kemungkinan nilai LQ yang dapat ditemukan yaitu (Bendavid-Val,1991):

1. Nilai LQ di sektor i= 1, menunj ukkan bahwa laj u pertumbuhan komoditas di desa

tersebut adalah sama dengan laju

pertumbuhan komoditas yang sama dalam perekonomian di Pulau Poteran. Berikut hasil perhitungan SLQ tiap sektor perekonomian di Pulau Poteran.

2. Nilai LQ di sektor i> 1, menunj ukkan bahwa laj u pertumbuhan komoditas di desa tersebut lebih besar dibanding laju pertumbuhan komoditas yang sama dalam perekonomian di Pulau Poteran

3. Nilai LQ di sektor i< 1, menunj ukkan bahwa laj u pertumbuhan komoditas di desa tersebut lebih kecil dibanding laju pertumbuhan komoditas yang sama dalam perekonomian di Pulau Poteran

I I . ANALI SA PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL

Gambaran Umum

Pulau Poteran merupakan sebuah pulau yang terletak di sebelah Tenggara Pulau Madura. Secara georafis pulau Poteran terletak pada 113, 920 – 114, 080 LS dan 7, 040 – 7, 120 BT dan hanya dipisahkan dengan laut yang berjarak 25 km dan ditempuh dalam 5 menit menggunakan perahu ataupun kapal dari ujung Pulau Madura. Pulau Poteran termasuk pulau dengan tingkat kemiringan rata – rata kurang dari 30% dan merupakan pulau yang berada pada ketinggian 500 m dpl yang termasuk dalam kategori dataran rendah.

Berdasarkan data yang didapatkan melalui Bappeda Kabupaten Sumenep tahun 2011 luas Pulau Poteran mencapai 49, 8 km2. Secara administratif, pulau Poteran ini merupakan sebuah kecamatan tersendiri yaitu

Kecamatan Talango dalam Kabupaten

Sumenep, Jawa Timur. Pulau Poteran terdiri dari 8 desa yang meliputi:

Tabel 1. Luas Desa di Pulau Poteran

No Desa Jumlah Dusun

Luas ( Km2)

Psentase ( % ) 1 Pedike 7 5.69 11.32 2 Cabbiya 6 5.41 10.76 3 Essang 7 5.49 10.92 4 Kombang 6 6.31 12.55 5 Poteran 8 5.99 11.92 6 Palasa 8 8.43 16.77 7 Gapurana 14 9.28 18.46

8 Talango 6 3.67 7.3

Jumlah 62 50.27 100

Sumber: Kecamatan Talango dalam Angka, 2013

Jumlah penduduk tahun 2012 diwilayah perencanaan sej umlah 37.026 jiwa yang tersebar pada 8 desa. Berdasarkan tabel tersebut desa yang memiliki jumlah penduduk paling tinggi yaitu 7.736 jiwa adalah Desa Gapurana:

Tabel 2 . Jumlah Desa di Pulau Poteran

Desa Jumlah Penduduk

2009 2010 2011 2012

Padike 4774 4935 4736 4541

Cabbiya 3553 2615 3515 2899

Essang 5052 4533 5014 3784

Kombang 4062 4314 4024 3340

Poteran 4952 4505 4909 4380

Palasa 4778 4713 4740 4551

(4)

Gapurana 8289 9672 8245 7736

Talango 6133 6149 6095 5795

Jumlah 41593 41436 41278 37026

Sumber: Kecamatan Talango Dalam Angka, 2008-2013

Dengan jumlah penduduk tersebut

keberadaan kelurga pra sej ahtera di Pulau Poteran juga dinilai cukup tinggi. Berdasarkan data statistik Kecamatan Talango dalam hal

jumlah keleurga sejahtera, terdapat

peningkatan jumlah keluarga yaitu sebanyak 2.643 KK pada tahun 2007 meningkat sebanyak 2.676 KK pada tahun 2011 dengan jumlah masyarakat prasejatera terbanyak pada desa Gapurana . Berikut akan dijelaskan jumlah keluarga pra sejahtera pada masing- masing desa di Kecamatan Talango.

Sektor perikanan di Pulau Poteran mengalami perkembangan kearah positif tiap tahunnya. Terlihat pada tahun 2011 hingga 2013 sektor perikanan di pulau ini meningkat antara 15% -20% . Hasil produksi perikanan tangkap meningkat sekitar 15% tiap tahunnya, sedangkan komoditas rumput laut mengalami peningkatan sekitar 20% tiap tahunnya. Hasil produksi sektor perikanan, dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3. Perkembangan Jumlah Produksi Perikanan di Pulau Poteran Tahun 20 11 - 201 3

( kg)

1.034.370 1.189.530* 1.367.960

2 Rumput Sumber: Survey Primer, 2014 dan * BPS Kabupat en Sumenep, 2013

Potensi sektor perikanan di Pulau Poteran dapat dilihat dari beberapa data sub sektor perikanan dimana Komoditas perikanan

yang dapat ditemukan di Pulau Poteran antara lain ikan teri nasi, rajungan, ikan lain-lain (kakap, tongkol, cakalang, dll) dan rumput laut..Jumlah produksi perikanan di pulau Poteran dapat dilihat dari data brikut ini:

Tabel 4. Jumlah Produksi Perikanan di Pulau Poteran Tahun 2 011 -2013 ( kg)

No Desa Produksi ( kg)

Teri

Sumber: Kabupaten Sumenep Dalam Angka, 2013

Analisa

Dalam menentukan komoditas ungulan yang komparatif di Pulau Poteran dapat digunankan beberapa analisa:

1. Analisa Keunngula Komparatif

Dengan analisis keungula komparatif ini dapat mengetui prospek untuk mengtahui komoditas perikanan tersebut layak untuk

dikembangkan baik untuk memenuhi

kebutuhan lokal maupun untuk pasar

tetangga.

Dari bebrapa jenis komoditas perikanan

tersebut akan menunjukkan komoditas

unggulan di Pulau Poteran sehingga dari

komoditas tersebut nantinya dapat

dikembangkan. Oleh karena dari hasil perhitungan analisis keunggulan komparartif dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5 . Hasil Perhitungan Analisis Keunngulan Komparatif

No Desa Produksi ( kg)

(5)

Dari hasil analisis keunggulan komparatif komoditas perikanan tersebut dapat disimpulkan lebih menguntungkan masyarakan

untuk mengembangkan rajungan karena

besarnya nilai perbandingan daripada

komoditas yang lain. Namun dilihat dari hasil perhitungan tersebut tiap desa di Pulau Poteran memiliki keunggulan komparatif masing- masing, dimana untuk desa Padike, Cabbiya, Poteran, dan Palasa memiliki keunngulan komparatif pada komoditas rumput laut, sedangkan untuk desa Essang, Kombang dan Gapurana pada komoditas rajungan.

2. Analisis Analisis Location Quotient (LQ).

Dengan analisis LQ ini dapat dketahui seberapa besar peranana komoditas tersebut untuk Pulau Poteran. Analisis ini menggunakan data nilai produksi komoditas perikanan yang ada di Pulau Poteran.

Tabel 6. Dat a Nilai Produksi Komoditas Perikanan Tiap Desa di Pulau Poteran

Sumber: Hasil Analisis, 2014

Dari data tersebut kemudia dihitung berdasarkan analisa LQ, Komoditas perikanan yang dapat ditemukan di Pulau Poteran antara lain ikan teri nasi, raj ungan, ikan lain-lain (kakap, tongkol, cakalang, dll) dan rumput laut. Dibutuhkan data nilai produksi tiap komoditas, yaitu dengan cara mengalikan jumlah produksi komoditas-komoditas perikanan tahun 2012 dengan harga jual komoditas tersebut.

sehingga menghasilkan perhitungan sebagai berikut:

Tabel 7. Besar LQ Sektor Perikanan Pulau Poteran

Sumber: Hasil Analisis, 2014

Dari hasil perhitungan analisis LQ dapat diketahui Komoditas dengan nilai LQ> 1

menunj ukkan bahwa komoditas tersebut

merupakan komoditas basis.

Tabel 8 . Macam Potensi Perikanan Unggulan pada Masing- masing Desa

No Desa Komoditas diketahui komoditas perikanan di Pulau Poteran sangat berpotensi di kembangkan. Dimana di setiap desa memiliki potensi keunggulan komparatif sendiri. Potensi tersebut dapat

dikembangakan dengan pengembangan

ekonomi lokal, dimana pengembangan ekonomi lokal merupakan suatu konsep yang digunakan untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat yang dapat dilihat dari peningkatan ekonomi masyarakat, peningkatan tersebut dapat dilaksakan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal yang unggul dan memiliki daya saing untuk menimbulkan lapangan pekerj aan baru. Konsep tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Mengingat masih banyaknya masyaratak

prasejahtera di Pulau Poteran.

Dari hasil analisa tersebut disetiap desa memiliki komoditas unggulan yang komparatif yang ber beda-beda, seperti desa desa Padike,

No Desa Per ikanan (Rupiah) Total Nilai Produksi

Per Desa Teri Nasi Raj ungan I kan Lain-lain Rumput laut

1 Padike 1.501.448.670 66.240.420 0 173.624.985.000 1.567.689.090

2 Cabbiya 0 0 1.656.009.450 173.624.985.000 175.280.994.450

3 Essang 6.292.835.910 33.120.198 0 104.174.988.000 110.500.944.108

4 Kombang 50.342.780 33.120.198 13.432.076.500 0 13.515.539.478

5 Pot eran 29.145.820 0 0 72.343.740.000 72.372.885.820

6 Palasa 23.846.580 150.144.884 0 104.174.988.000 104.348.979.464

7 Gapurana 3.179.538.180 132.480.780 0 0 3.312.018.960

8 Talango 0 0 3.643.220.880 130.218.735.000 133.861.955.880

Nilai Produksi Pulau Poter an

(6)

Cabbiya, Poteran, dan Palasa memiliki keungulan komparatif pada komoditas rumput laut, sedangkan untuk desa Essang, Kombang dan Gapurana pada komoditas rajungan. Niali LQtiap desa tersebut j uga memperlihatkan nilai LQ> 1 yang itu berarti menunjukkan bahwa laju pertumbuhan komoditas di desa tersebut lebih besar dibanding laju pertumbuhan komoditas yang sama dalam perekonomian di Pulau Poteran. Semua hasil komoditas tersebut

berpotensi untuk dikembangkan secara

bijaksana dengan tetap memperhatikan

kemampuan sumberdaya tersebut.

Namun, dilihat hasil perhitungan LQ terhadap komoditas perikanan tersebut hampir disetiap desa di Pulau Poteran memiliki potensi lokal dari komoditas rumput laut. Oleh karena itu komoditas tersebut dapat dimanfaatkan untuk dikembangkan menjadi basis dalam pengembangan Pulau Poteran. Rumput laut di Pulau Poteran j uga memiliki jumlah produksi yang meningkat pada tiap tahunnya, sehingga dapat menimbulkan penyerapan jumlah tenaga kerja yang tinggi pada komoditas tersebut.

Tabel 9 . Jumlah Produksi Rumput Laut

Tahun Jumlah Produksi ( Ton)

Nilai Produksi ( Rupiah) 2010 53.670,98 80.506.470,00 2011 57.056,51 68.467.811,71 2012 57,194,48 68.633.376,00 2013 58.027,61 97.956.555,00

Sumber: DKP Kabupaten Sumenep, 2014

Pengembangan rumput laut tersebut

dapat dikembangkan berdasarkan

pengembangan ekonomi lokal dengan

meningkan nilai tambah rumput laut sehingga

dapat menambah penghasilan masyarakat

Pulau Poteran. Dari basis rumput laut tersebut dapat meningkatkan nilai tambah, selain rumput laut di Pulau Poteran di jual basah dan kering rumput laut dapat diolah menjadi suatu produk yang memiliki nilai jual tinggi. Dimana

rumput laut dapat di olah menjadi berbagai produk seperti yang ada pada Gambar 2.

Melihat pada pohon industri tersebut rumput laut di Pulau Poteran dapat di olah menjadi berbagai produk seperti agar- agar manisan, krupuk, dan sebagainya, sehingga dapat menimbulkan terciptanya cluster industri, yaitu berupa industri pengolahan baik secara mandiri maupun kelompok yang nantinya dapat

menyerap tenaga kerja dan menambah

penghasilan masyarakat. Pengembangan

dengan konsep pel tersebut tersebut dapat berupa keterkaitan dalam hal produksi, pemasaran dan,pengolahan.

I V. KESI MPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisa tersebut diketahui setiap desa memiliki sektor unggulan komparatif pada masing- masing desa di Pulau Poteran. Namun dilihat dari nilai LQ hampir disetiap desa Pulau Poteran memiliki komoditas unggulan rumput laut. Komoditas unggulan tersebut nantinya dapat digunakan sebagai potensi lokal dengan arah pengembangan pulau Poteran dapat menggunakan konsep Pengembangan Ekonomi Lokal.

Upaya dalam pengembangan ekonomi lokal yaitu dengan melihat sektor potensial lokal seperti rumput laut dapat sebagai basis pengembangan dengan mengolah rumput laut menjadi komoditas yang memiliki nilai tambah sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pulau Poteran dengan adanya

penyerapan tenaga kerja. Pengembangan

dengan konsep pel tersebut tersebut dapat

Gambar 1.

Pohon I ndust ri Rumput Laut

Gambar 2.

(7)

berupa keterkaitan dalam hal produksi, pemasaran dan,pengolahan.

Saran

Kekompetitifan sektor rumput laut sebagai basis pengembanganan didukung dengan sektor tersebut sudah terspesialisasim, melalui teknologi maupun dengan daerah lain yang mendukung sehingga sektor tersebut mampu bersaing dengan daerah lain pada sektor yang sama.

Oleh karena itu, Diharapkan adanya penelitian lanj utan mengenai pengembangan ekonomi lokal rumput laut di Pulau Poteran, mengingat penelitan masih kurang dari kata sempurna. Penelitian tersebut dapat berupa pengembangan ekonomi lokal berbasis rumput llaut di Pulau Poteran. Penelitian tersebut dapat mengetahui potensi ekonomi rumput laut dalam meningkatkan perekonian masyarakat Pulau Pteran.

DAFTAR PUSTAKA

Alkadri .1999. Sumber- sumber Pertumbuhan Ekonomi I ndonesia Selama 1969- 1996.

Jurnal Studi Indonesia, Jakarta: Universitas Terbuka Jakarta Pusat. Dahuri. 2001. Modul Sosialisasi dan Orientasi

Penataan Ruang Pesisir dan Pulau Pulau Kecil. Departemen Kelautan dan Perikanan.

Hendayana, Rahmat.2003. Aplikasi Metode Location Quotient (LQ) dalam penentuan Komoditas Unggulan Nasional. Diunduh Pada tanggal 28

Desember 20014 dari

ttp:/ / www.litbang.deptan.go.id/ warta-ip/ pdf-file/ rahmadi- 12.pdf

Gambar

Tabel 2. Jumlah Desa di Pulau Poteran
Tabel 4. Jumlah Produksi Perikanan di Pulau Poteran Tahun 2011-2013 (kg)
Tabel 6. Data Nilai Produksi Komoditas Perikanan Tiap Desa di Pulau Poteran
Tabel 9. Jumlah Produksi Rumput Laut

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil kajian mengenai strategi pengembangan ekonomi lokal di Kabupaten Pacitan, maka prioritas strategi yang direkomendasikan untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal

Gambar 1 Kerangka Pemikiran Teoritis SEKTOR POTENSIAL DALAM PENGEMBNGAN WILAYAH POTENSI EKONOMI KABUPATEN PEMEKARAN PROPINSI LAMPUNG PENGEMBANGAN POTENSI EKONOMI DAERAH PENENTUAN

Jika strategi ini berhasil diterapkan, maka dapat dipastikan sektor potensial yang ada pada wilayah tersebut akan berkembang secara ekonomi dan sangat berpotensi untuk menjadi

Terkait dengan pengembangan ekonomi lokal di Kabupaten Lampung Timur dengan fokus pada pengembangan sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, beberapa kebijakan yang

Sektor ekonomi potensial atau sektor unggulan dapat diartikan sebagai sektor perekonomian atau kegiatan usaha yang produktif dikembangkan sebagai potensi pembangunan

Pengembangan Ekonomi Lokal didefinisikan sebagai usaha mengoptimalkan sumber daya lokal dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, masyarakat lokal dan organisasi masyarakat

II - 16 PENYUSUNAN ANALISIS PENGEMBANGAN POTENSI EKONOMI LOKAL KABUPATEN MIMIKA terlaksananya keterpaduan intra dan antar moda secara lancar dan tertib maka perlu dibangun dan

III - 9 PENYUSUNAN ANALISIS PENGEMBANGAN POTENSI EKONOMI LOKAL KABUPATEN MIMIKA Tabel 3.3 Daerah Aliran Sungai DAS dan Pemanfaatannya di Kabupaten Mimika No Daerah Aliran Sungai