BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pola Konsumsi Makanan - Hubungan Pola Konsumsi Makanan dan Konsumsi Susu dengan Tinggi Badan Anak Usia 6-12 Tahun di SDN 173538 Balige
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Tidak terdapat hubungan yang signifikan (p>0.05) antara tingkat kecukupan energi, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin
Kesimpulan dari penelitian ini bahwa intervensi susu tinggi protein dapat meningkatkan status gizi melalui peningkatan berat badan dan dapat meningkatkan asupan energi dan
Karena susu mengandung protein bernilai biologi tinggi dan zat-zat gizi esensial lain dalam bentuk yang mudah dicernakan dan diserap, maka susu terutama dianjurkan sebagai unsur
Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pola konsumsi pangan, status gizi, tingkat kecukupan energi, protein, kalsium, dan fosfor; mengkaji aktivitas fisik; mengkaji
Uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang nyata antara konsumsi kalsium dari pangan non-susu dengan tinggi badan dan densitas tulang subjek.. Hal ini dapat terjadi
dikarenakan asupan energi dan protein yang masuk kedalam tubuh anak kurang, sehingga gizi anak kurang hal ini mempengaruhi hubungan pola konsumsi makanan jajanan
Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan energi, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin C, aktivitas fisik
Tidak terdapat hubungan yang signifikan (p>0.05) antara tingkat kecukupan energi, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin