• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengenalan alat alat pengukuran unsur cu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "pengenalan alat alat pengukuran unsur cu"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

UNIVERSITAS JEMBER FAKULTAS PERTANIAN

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI LABORATORIUM AGROKLIMATOLOGI

LAPORAN PRAKTIKUM

NAMA : RATNA IKA SARI

NIM : 131510501033

GOL/KELOMPOK : A/5

ANGGOTA : 1. ENI N. H (131510501028)

2. GILANG. P (131510501037) 3. M. NOVAL. J (131510501041) 4. LUDFI. K (131510501045) 5. JATMIKO. B.C (131510501278)

ACARA : PENGENALAN DAN PENGELOLAAN

STASIUN

TANGGAL PRAKTIKUM : 17 OKTOBER 2014

TANGGAL PENYERAHAN : 24 OKTOBER 2014

ASISTEN : 1. ALDY ARIFIAN PERMADI

2. ANDY REZA ZULKARNAEN 3. DENI SETYAWAN

(2)

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Cuaca dan iklim merupakan faktor-faktor yang mengacu pada keadaan atmosfer. Hanya saja disini peran cuaca terhadap pertanian lebih diperhitungkan karena pada dasarnya keadaan iklim selalu dapat diikuti sedangkan cuaca selalu berubah setiap saat dan setiap waktu. Sehingga faktor cuacalah yang sangat berperan terhadap hasil pertanian yang diperoleh pada saat panen. Dan lagi iklim ini mencakup wilayah yang luas sedangkan cuaca pada tempat tertentu sehingga tidak memerlukan waktu yang lama untuk menyimpulkannya karena hanya 10 tahun sekali.

Kebutuhan dasar untuk membuat perencanaan yang baik untuk melakukan budidaya adalah analisis data cuaca dan iklim yang ada disuatu daerah. Tersedianya data meteorology ini sangat berarti dalam bidang pertanian karena seperti yang diketahui unsur cuaca yang berubah-ubah dapat menyebabkan gagal panen dalam menurunkan hasil produksi pertanian. Semua kegiatan pertanian yang berhubungan dengan lingkungan memerlukan perencanaan dan penanganan pasca panen yang memerlukan tersedianya data cuaca yang benar. Data cuaca yang diperoleh ini dapat diolah sesuai dengan keperluan, berdasarkan hak tersebut maka data yang diperoleh dari hasil penetian harus dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah bagi penulisnya. Pengetahuan untuk memperoleh data cuaca yang benar merupakan salah satu tujuan yang akan menjadi salah satu parameter dari hasil penelitian yang dilakukan.

(3)

tersebut mengingat data yang didapatkan tidak selalu sama dengan apa yang kita harapkan.

Untuk mewakili cuaca maupun iklim pada tanaman alat harus diletakkan pada tempat yang dapat mewakili tanah-tanaman-iklim wilayah yang akan menggunakan data tersebut. Berbeda wilayah dan iklim maka perlakuan yang dilakukan juga berbeda sehingga diperoleh data yang falid terhadap penelitian dan pengamatan stasiun cuaca. Stasiun otomatis yang akan digunakan merupakan stasiun yang diguanakn pada pengamatan berikutnya. Untuk mendapatkan data data yang valid maka harus diperhatikan hal-hal seperti lokasi, peralatan, pengamatan, dan pengamat yang keempatnya saling berpengaruh dan berhubungan.

1.2 Tujuan

(4)

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Cuaca merupakan akumulasi dari seluruh kejadian di atmosfir bumi, cuaca merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari manusia didunia. Cuaca dan iklim merupakan suatu keadaan yang terjadi di permukaan bumi yang dipengaruhi oleh kondisi udara yaitu tekanan dan temperature. Jenis-jenis cuaca meliputi hujan, panas, salju, angina dan badai merupakan jenis-jenis cuaca tersebut tergantung pada pergerakan udara, temperature dan tekanan udara di daerah tersebut. Sedangkan iklim merupakan akululasi dari cuaca dalam jangka waktu yang panjang. Iklim adalah nama yang diberikan untuk menyebut pola-pola cuaca selama satu periode waktu. Kenaikan suhu bumi akhir-akhir ini dirasakan telah mengganggu aktifitas kehidupan di belahan bumi manapun dan berdampak nyata pada perubahan iklim global Sebagian besar wilayah dunia beriklim sedang dengan campuran musim dingin dan musim panas (Kodoatie dan Syarief, 2010).

Iklim adalah pola umum cuaca disuatu tempat dalam jangka waktu yang laam. Di beberapa daerah, pola tersebut sepanjang tahun ditempat-tempat lain, polanya tetap sama. Iklim ini sangat tergantung pada jarak daerah tersebut dari garis khatulistiwa, baik ke arah utara maupun kearah selatan. Iklim ini dipengaruhi oleh ketinggian tempat tersebut dari permukaan laut. Semakin tinggi suatu tempat maka suhunya semakin rendah (Nicholson, 2001). Sedangakn menurut Indariawati (2002), cuaca adalah keadaan disuatu tempat dimana terbatasi oleh waktu dan wilayah yang relative semakin cepat. Perubahan ini terjadi setiap saat hal ini misalnya terjadi pada saat mendung ketika banyak air yang menguap dalam bentuk uap air. Unsur cuaca yang penting yaitu suhu udara, tekanan, kelembapan, awan, angin dan curah hujan. Perubahan iklim global merupakan hal yang tidak dapat dihindari, suatu saat hal itu pasti sudah terjadi pertaniyang tepat gunaan. Kita telah mengganggu segala sesuatu cara mengurangi dan bahkan mengurangi bahkan menghilangkan dampak negative dari perubahan iklim tersbut. Hal ini dilakukan dengan bertindak secara bijak terhadap lingkungan (Budiastuti, 2010)

(5)

cuaca yang akan digunakan untuk melakukan prediksi atmosfer skala menengah dan menyimpulkan hasil prediksi tersebut dari data observasi lokal.. Model cuaca WRF dibuat agar menjadi fleksibel, efisien, dan portabel untuk bermacam lingkungan sehingga dapat digunakan sebagai komputasi paralel dan merupakan alat yang juga bisa digunakan untuk menghitung luas spektrum pada skala meteran bahkan hingga ribuan kilometer. Untuk prediksi cuaca digunakan ekstensi dari WRF yaitu berupa WRF-AW (Ridwan dan Kudsy, 2011). Menurut Endriyanto dan Ihsan (2011), data yang diperoleh menyatakan bahwa pengamatan tahunan pada tahun 2001-2010 curah hujan pada daerah Cukurgondang, Pasuruan memperlihatkan kondisi yang lumayan significant namun memiliki bulan basah yang lebih banyak dibandingkan daerah lain yaitu memiliki potensi lembab yang cukup sedikit yaitu memiliki 7 bulan basah 5 bulan kering. Bulan basah ini terjadi pada bulan Januari sampai dengan Mei serta bulan November dan Desember. Sedangkan bulan kering ini terjadi pada bulan Juli sampai Oktober.

Menurut Arif dkk (2012), bahwa peralaatan yang digunakan untuk mengukur curah hujan diperlukan dua alat utama yaitu berupa perangkat lunak terdiri dari Matlab R2008b yang akan digunakan untuk merancang model jaringan syaraf tiruan dan Microsoft Office 2007 serta Excel 2007 yang digunakan untuk menghitung korelasi dan RMSE dari model. Perancangan model ini dilakuakn pertama kalai dengan membentuk pola data input dari data yang diperoleh dari BMKG. Hal yang akan dilakukan pertama kali yaitu mengubah data dasarian menjadi data curah hujan bulanan agar dapat diolah kembali dalam bentuk grafik. Sedangkan menurut Syahrul dkk (2012), tujuan yang ingin dicapai dalam praktikum ini yaitu dapat merancang dan membangun sebuah model pengamatan yang akan digunakan sebagai alat pengamatan dengan melakukan pematauan temperature udara serta arah dan kecepatan angin di lingkungan sekitar dan merekamnya kemudian dijadikan database yang akan disendiri-sendirikan pada database computer. Luaran yang diharapkan adalah sebuah produk yang merupakan prototype untuk memantau kondisi cuaca lingkungan yang dilengkapi dengan perekam database nirkabel.

BAB 3. METODE PRAKTIKUM

(6)

Praktikum matakuliah Fisiologi Tumbuhan tentang “Pertumbuhan dan Perkembangan” yang dilaksanakan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakulatas Pertanian Universitas Jember pada hari kamis 17 Oktober 2014 pukul 09.00-selesai

3.2 Alat dan Bahan 3.2.1 Alat

1. Aat tulis 2. Kertas A4 3. Stasiun cucaa

3.2.2 Bahan

1. Lokasi yang sudah ditentukan 2. Hasil diskusi dan pengmatan

3.3 Cara Kerja

1. Melakukan kunjungan ke stasiun cuaca yang telah ditentukan lokasinya

2. Mengamati instrument yang ada pada stasiun tersebut dan memahami apa fungsi alat tersebut.

(7)

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

No. Nama Alat Keterangan

1. Sunshine recorder a. Bola kaca pejal

b. Busur penjepit bola kaca yang dilengkapi dengan skala derajat lintang.

c. Tempat pias dan kertas pias. d. Papan skala untuk membaca

pias (Sun shine scale).

e. Tiga buah skrup penyangga untuk memperoleh posisi horisontal dan arah utara yang sebenarnya.

Sunshine recorder berfungsi untuk merekan atau mengukur lama penyinaran matahari yang akan terekam oleh terbakarnya pias. Cara kerja pada alat ini adalah pada saat matahari muncul, sinarnya menerangi bola gelas dan melewatinya, kemudian sinar difokuskan dan membakar kertas pias yang diletakkan di belakangnya.

2. Sangkar Termograf a. Sangkar thermograf

b. Thermometer Minimum dan Maksimum, Thermometer Bola Basah dan Bola Kering, dan Termohigrograf.

(8)

sebagai alat ukur suhu, sedangkan

c. Air yang akan mengalami evaporasi. Panci evaporasi untuk mengukur evaporasi pada air. Evaporasi pada air biasanya dapat diamati pada pukul 07.00, 14.00 dan 17.00.

5.

Anemometer a. S cup untuk merespon angina.

b. Layar tampilan skala

pembacaan.

(9)

anemometer adalah angin mengadakan tekanan yang kuat pada bagian baling-baling sehingga bagian cekung berputar

6. Ombrometer a. Mulut penakar seluas 100 cm².

b. Corong sempit.

c. Tabung penampung dengan kapasitas setara 300-500 mm curah hujan.

d. Kran.

Ombrometer berfungsi untuk mengukur curah hujan dalam kurung waktu yang di inginkan. Hasil pencatatan curah hujan pada umumnya dihubungkan dengan hasil pencatatan pergerakan tanah pada extensometer.

4.2 Pembahasan

Iklim merupakan kondisi rata-rata cuaca berdasarkan waktu yang panjang untuk suatu lokasi di bumi atau planet lain. Studi tentang iklim dipelajari dalam klimatologi. Iklim di suatu tempat di bumi dipengaruhi oleh letak geografis dan topografi tempat tersebut. Iklim ini merupakan sintsesis dari rata-rata cuaca yang

(10)

terjadi pada beberapa tahun yaitu minimal 30 tahun terakhir. Ilmu yang mempelajari mengenai cuaca dan iklim ini yaitu meteorology dan iklimatologi. Iklim ini memiliki peranan penting dalam perkembangan pertanian di Indonesia. Iklim ini memiliki sifat-sifat yang merupakan ciri khas dari iklim tersebut. Iklim ini memiliki sifat berlaku untuk waktu yang lama hal ini karena iklim tidak seperti cuaca yang dapat berubah-ubah. Iklim ini memiliki data yang cukup stabil dalam kurun waktu yang cukup lama sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk mengamati dan mendapatkan data perubahan iklim. Selain itu iklim ini meliputi daerah yang luas untuk mengetahui data yang baik dan lengkap, merupakan hasil rata-rata cuaca, data yang ada bukan merupakan pencatatan baru melainkan hasil akumulasi data dari bebrapa tahun yang lampau.

(11)

lapisan atmosfer, merupakan gambaran kondisi cuaca pada saat itu. Curah hujan atau presipitasi merupakn panjang kolom hujan yang jatuh pada selang waktu tetentu. Untuk mengetahui besarnya curah hujan digunakan alat yang disebut penakar hujan. Sedangkan angin merupakan udara yang dapat bergerak, pergerakan angina ini yaitu dari tempat yang bertekanan tinggi ketempat yang bertekanan rendah.

Adanya perbedaan tekanan udara ini menyebabkan alairan masa udara menjadi bergerak dan pindah dari tempat tersebut. Alat yang digunakan ini disebut dengan anemometer.

1. Alat sunshine recorder

Alat ini berfungsi sebagai alat untuk mengukur radiasi cahya matahari. Kemudian memasang kertas pias pada tempat dibawah bola tersebut. Kertas pias tersebut akan terbakar jika ada sinar matahari yang jatuh ke bola, bola kaca ini berfungsi memfokuskan sinar yang jatuh di atasnya sehingga dapat membakar kertas pias yang berada di bawahnya. Langkah kedua yaitu menghitung persentase kertas pias yang terbakar. Kemudian gambar kertas pias yang terbakar baru dihitung dan diukur panjang dari kertas pias yang yang terbakar hubungkan dengan lama penyinaran.

2. Sangkar Meteorologi

(12)

berbentuk bola dan pada ujungnya berisi air raksa. Dan termometer minimum: berfungsi sebagai alat ukur suhu udara minimum yang terbuat dari gelas berbentuk garpu dan pada ujungya berisi alkohol dan benda penunjuk. b.) Thermometer Bola Basah dan Bola Kering, nama lain alat ini disebut Psychrometer terdiri dari 2 bagian yaitu Thermometer air raksa yaitu Thermometer bola kering dan Thermometer bola basah. Thermometer bola basah adalah thermometer yang bola air raksanya dibalut dengan kain basah.

3. AWS (Authomatic Weather Station)

Hasil perhitungan dari penangkapan data oleh alat ini yaitu parameter cuaca dapat ditampilkan melalui LED (Light Emiting Diode) Display, sehingga pengguna dapat mengetahui hasil data yang diperoleh cepat dan tepat pada cuaca saat itu (present weather ) dengan mudah. Ada delapan kriteria yang dapat diukur yaitu kecepatan angin, arah angin, radiasi matahari, kelembaban nisbi, Air Temperature (suhu udara), Soil Temperature (suhu tanah), Rainguage (curah hujan) dan Barometric Pressure (tekanan udara). Pengamatan data meteorologi melalui AWS dapat dilakukan dengann menggunakan program Cumulus.

4. Panci evaporasi

(13)

5. Anemometer, anemometer terdapat wind vine yang berfungsi untuk mengukur arah dan kecepatan angin. Alat ini dipasang pada pipa besi dengan ketinggian 2 meter, dimana alat ini terdiri dari sensor dan alat penunjuk yang dihubungkan melalui kabel.

6. Ombrometer Konvensional

Saat terjadi hujan air akan masuk corong kemudian disalurkan ke pelampung sehingga membuat pena naik & membuat grafik pada pias .Ketinggian grafik menunjukkan jumlah curah hujan yang turun. Jika curah hujan mencapai 10 mm/ lebih maka pena menunjukkan angka 10 mm sebagai angka maksimal, kemudian air akan tumpah dari pelampung melalui pipa hevel & pena akan turun lagi ke angka 0 ( nol) . Jika masih ada hujan lagi maka pena akan akan mencatat lagi, demikian berlangsung terus menerus.

Syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam pengelolaan dan pemasangan alat ini yaitu sesuai dengan cara penggunaan. Hasil perhitungan yaitu mewakili keadaan iklim seluas mungkin kawasan wilayah yang diinginkan. Stasiun ini dibuat pada sebidang lahan datar selain itu stasiun harus bebas dari penghalang. Stasiun harus diberi pagar kokoh. Pemasangan alat-alat klimatologi harus memperhatikan syarat-syarat yang telah ditentukan pada stasiun iklim sehingga alat-alat tersebut memperoleh kebenaran dan keabsahan data yang digunakan untuk diolah kembali datanya.

a) Syarat pemasangan alat pengukur curah hujan (ombrometer)

Alat di tempatkan dilapangan terbuka dengan jarak terhadap pohon atau

bangunan terdekat sama dengan tinggi pohon atau bangunan tersebut.

Permukaan mulut corong dipasang secara horizontal dan di pasang pada

ketinggian 120 cm dari permukaan tanah b) Syarat pemasangan sunshine recorder yaitu:

 Cara aplikasi pemasangan sunshine recorder ini sama dengan pemasangan

ombrometer

c) Syarat pemasangan anemometer, yaitu:

 Alat dipasang pada tian dengan ketinggian 0,5 m, 2 m, atau 10 m sesuai

(14)

 Pemasangan harus pada tempat yang terbuka, jarak benda terdekat paling

sedkit 10 kali tinggi benda tersebut. d) Syarat pemasangan panci evaporasi, yaitu:

 Panci diletakkan pada balok kayu yang disusun datar diatas permukaan

tanah. Kemudian diukur dengan watermeter.

 Air bersih dimasukkan setinggi 20 cm, permukaan air dijaga jangan

kurang dari 2,5 cm dari batas tersebut, jika tinggi air kurang dari 10 cm dari dasar dapat berakibat kesalahan hingga 15%.

e) Syarat pemasangan alat-alat yang ada pada sangkar meteo, yaitu:

 Termometer Maksimum: Alat di pasang pada sangkar meteo dan dipasang

miring ±2º terhadap sumbu horizontal, dengan bagian reservoir lebih rendah.

 Termometer Minimum: Alat dipasang pada sangkar meteo dengan

kedudukan yang harus benar-benar datar.

 Termohigrograf: Alat bersifat portable, alat diletakkan pada sangkar

meteo.

 AWS (Automatic Weather Station): Alat bersifat portable, alat diletakkan

(15)

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

1. Iklim merupakan kondisi rata-rata cuaca berdasarkan waktu yang panjang untuk suatu lokasi di bumi atau planet lain. Studi tentang iklim dipelajari dalam klimatologi. Iklim di suatu tempat di bumi dipengaruhi oleh letak geografis dan topografi tempat tersebut

2. Ada 6 faktor yang mempengaruhi iklim yaitu penyinaran matahari yang meliputi kualitas penyianran, intensitas penyinaran dan lama penyinaran kemudian faktor yang lain yaitu suhu udara, kelembapan udara, perawanan, curah hujan, dan angin.

3. Pemasangan alat-alat klimatologi harus memperhatikan syarat-syarat yang telah ditentukan pada stasiun iklim sehingga alat-alat tersebut memperoleh kebenaran dan keabsahan data yang digunakan untuk diolah kembali datanya.

5.2 Saran

(16)

DAFTAR PUSTAKA

Arif, F.M, R. Gernowo, A. Setyawan, dan D. Febrianty. 2012. Analisa Data Curah Hujan Stasiun Klimatologi Semarang Dengan Model Jaringan Syaraf Tiruan. Berkala Fisika, 15 (1):21-26

Budiastuti, S. 2010. Fenomena Perubahan Iklim Dan Kontinyuitas Produksi Pertanian: Suatu Tinjauan Pemberdayaan Sumberdaya Lahan.Ekosains, 2 (1): 33-39

Endriyanto dan F. Ihsan. 2011. Teknik Pengamatan Curah Hujan Di Stasiun Klimatologi Kebun Percobaan Cukurgondang, Pasuruan. Buletin Tehnik Pertanian, 16 (2): 61-63.

Indariawati, C. 2002. Mengenal Bumi Untuk Menjaga Kelestarian Bumi, Surabaya: Graha Ilmu Mulia

Kodoatie, R.J dan R. Sjarief. 2010. Tata Ruang Air. Yogyakarta: Andi Offset Nicholson, S. 2001. Cuaca, Surabaya : Erlangga

Ridwan dan M. kudsy. 2011. Parameterisasi Model Cuaca WRF-ARW Untuk Mendukung Kegiatan Teknologi Modifikasi Cuaca (Tmc) Di Sumatera, Sulawesi, Dan Jawa. Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, 12 (1): 1-8 Syahrul, S. Nurhayati, dan M. Juhri. 2012. Desain Dan Implementasi Sistem

(17)

Referensi

Dokumen terkait

Namun itulah kenyataan yang telah terjadi di 3 (tiga) pesantren besar yaitu Pondok Pesantren Al-Lathifiyah II Tambakberas Jombang, Pondok Pesantren

Meskipun sebagai manusia linuweh, serta menjadi suri tauladan kawula untuk hidup dalam kehidupan duniawi dan ukhrawi, namun sebagai manusia biasa bukan tidak mungkin

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya mengenai prinsip-prinsip yang terkandung dalam Good Corporate Governance pada Bank Rakyat Indonesia

membezakan antara perubahan dalam kuantiti yang ditawar dengan perubahan penawaran sesuatu barang berdasarkan

TFR yang rendah mulai terlihat setelah baby boom kedua, karena TFR yang dibutuhkan oleh negara maju seperti Jepang adalah harus melampaui angka 2, dengan angka kelahiran seperti itu

Untuk menurunkan dana yang merentang himpunan efisien, yaitu himpunan portofolio yang memaksimumkan imbal hasil yang diharapkan dan meminimumkan risiko, dapat dibandingkan

[r]

- Bahwa setahu saksi sejak pisah rumah Tergugat tidak lagi memberikan nafkah kepada Penggugat dan anaknya;. Bahwa atas keterangan saksi tersebut, Penggugat tidak