i USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL PROGRAM
YAGANTINOSI (YAGI ANTENA ANTI NO SIGNAL) SEBAGAI SOLUSI PENGUAT SINYAL HANDPHONE RAMAH LINGKUNGAN DI DAERAH PEDESAAN DESA AMPELGADING
KABUPATEN BLITAR
BIDANG KEGIATAN:
PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Diusulkan oleh:
Edi Sutanto 120534400697 /2012
Mohammad Huzaini 120534431484 /2012 Monika Faswia Fahmi 120534400670 /2012 Joseph Dwi Setiawan 130531506480 /2013 Muhamad Ainurrahman 130533608096 /2013
UNIVERSITAS NEGERI MALANG MALANG
iii DAFTAR ISI
Halaman Judul... i
Halaman Pengesahan... ii
Daftar Isi... iii
BAB II. Gambaran Umum Masyarakat Sasaran... 5
BAB III. Metode Pelaksanaan... 6
A. Perencanaan dan Perancangan Yagantinosi... 6
BAB IV. Biaya dan Jadwal Kegiatan... 9
A. Anggaran Biaya... 9
B. Jadwal Kegiatan... 9
iv LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pendamping Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Kegiatan
v DAFTAR TABEL
Tabel 1. Ringkasan Anggaran Biaya... 9 Tabel 2. Jadwal Program Perintisan Yagantinosi... 9
DAFTAR GAMBAR
vi RINGKASAN
Komunikasi merupakan kebutuhan setiap orang, baik di kota maupun di pelosok desa. Mudah di jumpai saat ini banyak pengguna telepon seluler atau handphone di kalangan masyarakat menengah kebawah.
Di daerah pelosok desa banyak pengguna handphone tetapi sinyal yang di dapatkan sangat sulit dan menjadi hambatan bagi penggunanya yang untuk berkomunikasi sehingga di butuhkan alat yang bisa untuk memperkuat sinyal handphone agar bisa di gunakan untuk komunikasi, Antena adalah suatu piranti yang digunakan untuk merambatkan dan menerima sinyal gelombang
elektromagnetik,salah satunya sinyal handphone
Meninjau dari fakta di lapangan yaitu di daerah pedesaan masih kesulitan dalam komunikasi melalui handphone hal ini menjadi motivasi adanya repeater atau penguat sinyal tetapi pada penguat sinyal yang di jual di pasaran online sangat dilarang oleh kementrian informasi dan komunikasi karena dapat
mengganggu pemancar sinyal dari penyedia layanan seluler Penyebab gangguan sinyal dari all band repeater yang didesain untuk menguatkan sinyal semua operator dalam satu alat.
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Di zaman serba teknologi seperti sekarang ini handphone atau ponsel bukanlah barang asing bagi siapapun. Bahkan masyarakat pedesaan banyak yang menggunakan handphone. Penggunaan handphone menjadi hal yang sangat penting untuk berkomunikasi bagi masyarakat perkotaan sampai pedesaan. Handphone adalah teknologi yang diciptakan oleh manusia untuk mempermudah komunikasi. fungsi utama handphone adalah untuk menelepon atau berbicara jarak jauh fitur handphone sudah banyak berkembang bisa untuk kirim pesan singkat (SMS) menggunakan fitur-fitur yang sediakan media sosial melalui internet.
Kemajuan teknologi komunikasi telah banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, secara khusus juga bermanfaat bagi masyarakat pedesaan yang jauh dari keramaian perkotaan. Produk teknologi yang saat ini lagi marak adalah handphone mampu memperpendek jarak yang jauh, sehingga dapat saling berkomunikasi pada saat bersamaan dan kapan saja. Handphone banyak
membantu komunikasi antar individu dan bahkan antar kelompok dengan berbagai fasilitas layanan yang disediakan jasa telekomunikasi.
Disaat masyarakat kota tengah menikmati fasilitas layanan komunikasi jaringan seluler, maka hal ini berbeda jauh dengan kondisi masyarakat lereng gunung Butak Desa Ampelgading Kabupaten Blitar yang berbatasan langsung dengan kabupaten malang.
Kegiatan ini fokus pada pembuatan seperangkat antena penerima dan penguat sinyal handphone yang aman atau ramah lingkungan. Tingkat kebutuhan masyarakat disana yaitu komunikasi melalu telephone seluler Karena kabel telepon atau telepon umum belum masuk disebabkan jauh dari kecamatan dan untuk mencapai desa tersebut harus melalui hutan pinus yang lebat, maka dari itu kegiatan ini fokus untuk membantu masyarakat desa ampelgading dengan
membangun seperangkat Yagantinosi (Yagi antena anti no signal) untuk
komunikasi warga. Dalam pengembanganya nanti,akan di gunakan setiap rumah penduduk untuk antena penerima sinyal handphone.
Yagantinosi (Yagi antena anti no signal) berbeda dengan repeater yang jual dipasaran online karena yang di jual di pasaran bisa mengganggu sinyal dari pemancar sinyal Handphone (BTS),Kementerian Komunikasi dan Informatika Budi Setiyawan menjelaskan "Penyebab gangguan sinyal justru dari all band repeater yang didesain untuk menguatkan sinyal semua operator dalam satu alat," ujar Budi, Rabu (tribunnews.com, 18/12/2013)
online,sehingga Yagantinosi (Yagi antena anti no signal) menjadi solusi penguat sinyal daerah pedesaan yang ramah lingkungan dan tidak memberi efek yang buruk bagi pengguna layanan seluler maupun penyedia layanan seluler diharapkan masyarakat pedesaan bisa berkomunikasi melalui handphone dengan mudah,aman dan nyaman serta mudah di jangkau oleh masyarakat pedesaan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas, tujuan penulisan adalah sebai berikut:
1. Bagaimana perancangan Yagantinosi sebagai alat penguat sinyal bagi masyarakat desa ampelgading Kabupaten Blitar?
2. Apa yang membedakan Yagantinosi dengan repeater penguat sinyal komersil ?
3. Hal apa sajakah yang dapat mempengaruhi kerja Yagantinosi ? C. Tujuan Program
1. Memberikan solusi yang tepat bagi pengguna handphone khususnya masyarakat desa Ampelgading untuk mendapatkan sinyal handphone yang baik
2. Dengan adanya penguat sinyal ini, dapat memberikan kelancaran berkomunikasi untuk masyarakat desa menggunakan handphone 3. Solusi penguat sinyal handphone yang ramah lingkungan dibandingan
dengan produk repeater komersial
4. Memberikan kemudahan berkomunikasi menggunakan handphone bagi warga Desa Ampelgading Kabupaten Blitar
D. Potret dan Profil Masyarakat Sasaran
Masyarakat sasaran untuk PKM-M ini adalah masyarakat Desa
Ampelgading yang bertempat tinggal di kawasan lereng gunung butak tepatnya di Desa Ampelgading Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar.
Jumlah penduduk di Desa Ampelgading Sebanyak 317 orang dengan 72 Kepala keluarga. Tingkat pendidikan mereka untuk yang saat ini sudah dewasa rata-rata pendidikan SMP dan sebagian kecil SMA dan bersekolah di luar daerah tersebut. Sebanyak 40% penduduk Desai ini berprofesi sebagai petani, 55% penduduk lainnya berprofesi sebagai buruh di perkebunan, dan 5% sisanya sebagai TKI.
jumlah aktiva lancar yang dipegang dan harga dari barang-barang (Halil Ismail dalam Boediono, 1976).
E. Kondisi dan Potensi Wilayah Sasaran
Tahun 2000, daerah Desa Ampelgading merupakan daerah yang sulit dijangkau. Desa tersebut terletak ditengah hutan dan melewati bukit untuk mencapai sana. Berdasarkan segi wilayah tersebut memang sulit bagi pemerintah untuk membangun sarana prasarana seperti sarana telekomunikasi. Ditambah lagi jumlah penduduk pada saat itu yang masih berjumlah 50 KK (Kepala Keluarga) dengan taraf hidup yang rendah. Pada tahun 2011 Desa Ampelgading
mendapatkan bantuan dana PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) untuk pembangunan jalan. (data Desa Ampelgading, 2012).
Dilihat dari segi fisik daerah Desa Ampelgading merupakan daerah terpencil. 90% kawasan tersebut adalah kebun, dan hutan, 10% sisanya adalah rumah penduduk.
F. Luaran yang diharapkan
Luaran dari PKM-M ini adalah:
1. Perangcangan Yagantinosi untuk membantu komunikasi warga desa Ampelgading lereng gunung Butak Kabupaten Blitar
2. Sosialisasi penggunaan Yagantinosi bagi masyarakat Desa Ampelgading agar mengetahui bagaimana menggunakan antena Yagantinosi yang digunakan dan perawatannya
3. Masyarakat desa Ampelgading tidak kesulitan dalam berkomunikasi dan pelajar di sana mudah mengakses internet.
G. Manfaat Kegiatan
Manfaat kegiatan ini dibagi menjadi empat, berikut manfaatnya: 1. Bagi Masyarakat Desa Ampelgading,mereka bisa berkomunikasi melalui
handphone dengan mudah tidak putus-putus lagi bisa menghubungi sanak keluarga dengan nyaman, aman dan tidak menjadi kawasan terisolir 2. Bagi Pelajar di Desa Ampelgading,mereka bisa mengakses internet dengan
mudah tanpa harus menempuh jarak 21 KM ke kecamatan untuk bisa mengakses internet.
3. Bagi Universitas Negeri Malang (UM), mampu meningkatkan nilai prestisius kampus sekaligus sebagai bukti bahwa UM menerapkan tridharma perguruan tinggi yakni pengabdian masyarakat
4. Bagi peneliti, kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian yang mampu meningkatkan rasa sosial dan kepeduliaan terhadap wilayah lereng gunung butak merupakan daerah perbatasan Kabupaten Blitar dengan Kabupaten Malang.
H. Kegunaan Program
Penguat sinyal handphone didaerah pedesaan yang minim sinyal, sehingga membantu kelancaran berkomunikasi menggunakan handphone baik mengirim sms, menelpon, maupun mengakses internet
BAB II GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN
Permasalahan utama yang dihadapi warga desa Ampelgading adalah sulit mendapatkan sinyal handphone untuk keperluan telepon, sms maupun mengakses internet. Sehingga mereka kesulitan dalam berkomunikasi maupun mencari informasi melalui internet terlebih untuk pelajar yang mengerjakan tugas dan membutuhkan koneksi internet harus menempuh jarak 21 KM unuk bisa
mendapatkan akses internet.para warga desa Ampelgading merasa kesulitan dalam berkomunikasi dan para pelajar yang ingin mengerjakan tugas mengalami
kesusahan ketika harus membutuhkan koneksi internet sebagai sumber referensi mereka.
Akses menuju ke Desa Ampelgading terbilang sangat sulit. Hal tersebut menjadi beberapa alasan pendukung bahwasanya.Hal tersebut menjadi beberapa alasan pendukung bahwasanya Desa ampelgading sulit mendapatkan sinyal
handphone maupun koneksi internet.para pelajar desa ampelgading juga keberatan jika setiap ada tugas yang membutuhkan koneksi internet harus menempuh 21KM untuk bisa mengakses Internet di kecamatan
Jika ada sinyal,sinyal yang keluar hanya satu dua bar saja karena letak pemancar (BTS) sangat jauh yaitu di kecamatan dan jarak antara desa
ampelgading dan kecamatan sejauh 2 KM.
Kondisi geografis dan sosial masyarakat Desa Ampelgading sangat mendukung jika di pasang Yagantinosi terutama di kantor kelurahan dan sekolah dasar yang ada di sana yang bisa di gunakan oleh masyarakat desa Ampelgading. Kondisi geografisnya jauh dari pemancar handphone (BTS) yang berada di kecamatan sehingga dengan adanya penguatan sinyal yang ramah lingkungan dapat dimanfaatkan oleh warga dengan sebaik-baiknya.
BAB III METODE PELAKSANAAN
Dalam kegiatan perintisan Yagantinosi ini terdapat tahapan-tahapan sebagai berikut:
A. Perencanaan dan Perancangan Yagantinosi 1. Perencanaan lokasi pemasangan Yagantinosi
informasi tersebut bisa di nikmati oleh warga sekitar Dikatakan strategis
bilamana lokasi pusat pemasangan Yagantinosi memenuhi syarat-syarat berikut ini:
Pusat pemukiman penduduk yang akan menggunakan komunikasi melalui handphone.
Sinyal handphone di daerah tersebut sangat lemah.
Lokasi lebih mudah dijangkau dan dipantau, sehingga akan lebih aman dari tindak pencurian.
2. Perancangan alat Yagantinosi (Yagi Antena Anti No Signal)
Pada tahap ini dilakukan perancangan alat Yagantinosi (Yagi Antena Anti No Signal) yang mana komponen utamanya terdiri dari pipa alumunium dengan diameter 6 mm dan pipa alumunium dengan diameter 10 mm,kabel coaxial, PCB, reflector.
Antena Yagi terdiri dari antena dipole lipat (folded dipole) setengah
gelombang ( λ)yang ditambah pemantul (reflector) dibelakangnya dan beberapa pengarah (director) di depannya
Gambar 3.1 Model Rancangan Antena Yagi
Parameter yang dibutuhkan pada perancangan antena yagi diatas yaitu: 1. Panjang gelombang di udara λ (meter)
Dimana:
c = Kecepatan cahaya di udara (300.000.000 m/s)
f = Frekuensi yang digunakan (2.4 GHz sampai =2.400 MHz) jawab :
meter = 125 mm 2. Panjang driven element L = 0,25xK x λ
Dimana:
L = Panjang driven element
L= 0.029688 meter = 29,688 mm
3. Panjang reflector diatur 7 % lebih panjang dari driven element Panjang Reflektor = (L x 7% )+ L
Panjang Reflektor = (0.029688 x 7% )+ 0.029688 Panjang Reflektor = 0.031766 meter = 03,1766 mm
4. Panjang director diatur 5% lebih pendek dari driven element
Panjang Director = (L x 5%) – L dan terus berkurang 5% sampai director 15 Panjang Director1= 0.028203 meter = 28,203 mm
B. Pelaksanaan Program pemasangan Yagantinosi (Yagi Antena Anti No Signal)
1. Pelaksanaan Program Pemasangan Yagantinosi (Yagi Anti No Signal) Pada tahap ini adalah bagian terpenting dalam kegiatan yang akan dilakukan. Selain proses dalam tahap ini membutuhkan waktu yang cukup lama, juga peran masyarakat dibutuhkan dalam pemasangan ini. Pada tahap ini akan dilakukan perakitan dan pemasangan Yagantinosi di area yang telah ditentukan .
2. Evaluasi pelaksanaan program Pemasangan Yagantinosi (Yagi Anti No Signal)
Pada tahap ini dilakukan evaluasi untuk mendapatkan arah penerimaan pancaran sinyal yang kuat dan baik. Banyaknya jumlah penduduk yang
menginginkan pemasngan Yagantinosi ini perlu adanya suatu evaluasi.sehingga di fokuskan pada kantor kelurahan yang bisa di pakai secara umum oleh masyarakat dan pelajar di desa ampelgading untuk telepon maupun akses internet.
C. Sosialisasi Penggunaan Yagantinosi (Yagi Anti No Signal) pada Masyarakat
1. Sosialisasi Penggunaan Yagantinosi pada Masyarakat
Pada tahap ini masyarakat akan mendapatkan pengarahan dari seluruh anggota tim pelaksana kegiatan mengenai tata cara menggunakan Yagantinosi yang benar dan aman. Selain itu juga ada sosialisasi mengenai manajemen perawatan Yagantinosi agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
2. Evaluasi dari Tahap Sosialisasi Penggunaan Yagantinosi pada Masyarakat Pada tahap ini merupakan bagian terakhir dari program yag direncanakan. Evaluasi dilakukan untuk memberikan pengarahan ulang bilamana ada prosedur-prosedur yang belum dipahami oleh masyarakat mengenai manajemen perawatan dan penggunaan Yagantinosi yang benar dan aman.
A. Anggaran Biaya
Ringkasan anggaran biaya untuk program Yagantinosi ditunjukkan pada tabel berikut ini:
Tabel 1. Ringkasan anggaran biaya
No. Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1 Peralatan penunjang (26.07%) Rp 2,870,000 2 Bahan Habis Pakai (35.70%) Rp 3,930,000
3 Perjalanan (27.53%) Rp3,030,000
4 Lain-lain (10.70%) Rp1.178.000
Jumlah Rp 11.008.000
B. Jadwal Kegiatan
Jadwal yang direncanakan untuk program kegiatan PKM Pengabdian Kepada Masyarakat dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 2. Jadwal program perintisan Yagantinosi Kegiatan
Bulan ke-1 Bulan ke-2 Bulan ke-3 Bulan ke-4 Minggu ke- Minggu ke- Minggu ke- Minggu ke- 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Survei lokasi perintisan
Yagantinosi
Perintisan Yagantinosi Evaluasi perintisan Yagantinosi
Sosialisasi Penggunaan Yagantinosi
Daftar Pustaka
Pratama,Budi dkk.2013.Perancangan Dan Implementasi Antena Yagi 2.4 GHz Pada Aplikasi WIFI (Wireless Fidelity).Bandung:Itenas.
Firmanto.2010.Simulasi Perancangan Antena Yagi Untuk Aplikasi WLAN. Medan: Teknik Elektro Universitas Sumatera Utara.
Warren L, Strutzman, Gary A. Thiele.2012. Antenna Theory and Design 3rd Edition.Virginia: John Wiley & Sons inc.
Tuwono,Tito.2008.YAGI ANTENNA DESIGN FOR WIRELESS LAN 2,4 GHZ.Jogjakarta:Universitas Islam Indonesia.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pendamping A. Identitas Diri Ketua Pelaksana
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Edi Sutanto
2 Jenis Kelamin L
3 Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro
4 NIM 120534400697
5 Tempat dan Tanggal Lahir Blitar, 02 Juni 1994
6 E-mail [email protected]
7 Nomor Telepon/HP 085 855 318 555
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama institusi SDN 2 Talesan SMPN 4 Purwantoro SMKN 1 Doko
Jurusan - - Teknik Komputer
Jaringan Tahun
Masuk-Lulus
2000-2006 2006-2009 2009-2012
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) No Nama Pertemuan
Ilmiah /Seminar
Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan
Tahun
A. Identitas Diri Anggota Pelaksana
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Mohammad Huzaini
2 Jenis Kelamin L
3 Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro
4 NIM 120534431484
5 Tempat dan Tanggal Lahir Pasuruan, 11 Januari 1993
6 E-mail [email protected]
7 Nomor Telepon/HP 085755780644
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama institusi SDN 1 Sengonagung
SMPN 1 Purwosari SMAN 1 Purwosari
Jurusan IPA
Tahun Masuk-Lulus
1999-2005 2005-2008 2008-2011
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) No Nama Pertemuan
Ilmiah /Seminar
Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan
A. Identitas Diri Anggota Pelaksana
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Muhamad Ainurrahman
2 Jenis Kelamin Laki-laki
3 Program Studi SI Pendidikan Teknik Informatika 2013
4 NIM 130533608096
5 Tempat dan Tanggal Lahir Malang, 31 Juli 1995
6 E-mail [email protected]
7 Nomor Telepon/HP 08980383510
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama institusi SDN Sawojajar 3 Malang
SMPN 21 Malang SMKN 6 Malang
Jurusan - - TKJ
Tahun Masuk-Lulus
2001-2007 2007-2010 2010-2013
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) No Nama Pertemuan
Ilmiah /Seminar
Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan
A. Identitas Diri Anggota Pelaksana
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Joseph Dwi Setiawan
2 Jenis Kelamin L
3 Program Studi D3 Teknik Elektro
4 NIM 130531506480
5 Tempat dan Tanggal Lahir Jombang, 06 Juni 1994
6 E-mail [email protected]
7 Nomor Telepon/HP 085732381828
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama institusi SDN 2 Sumobito
SMPN 1 Sumobito SMKN 3 Jombang
Jurusan Teknik Instalasi
Tenaga Listrik Tahun
Masuk-Lulus
2001-2007 2007-2010 2010-2013
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) No Nama Pertemuan
Ilmiah /Seminar
Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan
A. Identitas Diri Dosen Pendamping
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Drs. SUWASONO, M.T.
2 Jenis Kelamin Laki-laki
3 Tempat dan TanggalLahir Lamongan, 26 Mei 1953
4 E-mail [email protected]
5 Nomor Telepon/HP 031-7410768 / 08123319141 6 Alamat Kantor Jl. Semarang no 5, Malang 65145 7 Nomor Telepon/Faks 0341-551312
B. Riwayat Pendidikan
S-1 S-2
Nama Perguruan Tinggi
IKIP Bandung UGM Yogyakarta
Bidang Ilmu Listrik Arus Lemah Sistem Isyarat Elektrik
Tahun Masuk-Mahasiswa Tingkat Satu Jurusan Elektronika Dalam Bidang Studi Ilmu Listrik di Politeknik ITB Bandung
Pelindung Peralatan Elektronik yang Komponen Dasarnya Integrated Circuit Terhadap Induksi Elektrostatik
Nama Pembimbing /Promotor
1. Drs. Iyes Ardiwinata 2. Drs. Janulis P. Poerba
1. Ir.F. Soesianto, B.Sc.E.,Ph.D 2. Ir. Tumiran, M.Eng Ph.D
C. Pengalaman Penelitian Dalam 5 TahunTerakhir (Bukan Skripsi, Tesis,maupun Disertasi)
No. Tahun JudulPenelitian Pendanaan
Sumber* Jml (Juta Rp) 1 2012 Pengembangan E-Modul Online Elektronika
Analog pada Pendidikan Jarak Jauh
Seamolec 6.5
D. Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal dalam 5 TahunTerakhir
No. Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volume/
Nomor/Tahun 1. Desain dan Implementasi Modul Checker IC
TTL Berbasis Mikrokontroler Atmega
Majalah Ilmiah Tekno
Volume 13 no1 Maret 2010, ISSN: 1693-8739 2. Pair Square dan Pembelajaran Direct Instruction
Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Semester 2 pada Mata Pelajaran Fotografi
Majalah Ilmiah Tekno
Volume 15 no1 Maret 2011, ISSN: 1693-8739 3. Multimedia Interaktif pada Kompetensi dasar
Melakukan Perawatan PC
Majalah Ilmiah Tekno
Volume 16 no2 September2011, ISSN: 1693-8739 4. Penerapan Model Pembelajaran Perpaduan
Numbered Heads Together (NHT) dan Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa.
E.Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) dalam 5 TahunTerakhir
No Nama Pertemuan Ilmiah/
Seminar Judul Artikel Ilmiah
Waktu dan Tempat
1. Pemasangan dan pengoperasian
jaringan LCD proyektor serta keselamatan kerjanya untuk acara pengajian akbar di masjid Roudlotul Mutaqin Senggreng
Desa Senggreng, Sumberpucung, Kabupaten Malang, 2011
F.Karya Buku dalam 5 TahunTerakhir
No Judul Buku Tahun Jumlah
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan 1. Peralatan Penunjang
Material Justifikasi
Pemakaian Kuantitas
Harga Satuan
2. Bahan Habis Pakai
Material Justifikasi
Pemakaian Kuantitas
Harga Satuan
(Rp) Keterangan Pipa
3. Perjalanan
Material Justifikasi Pemakaian
Kuantitas Harga Satuan (Rp) survei lokasi dengan sepeda motor. (Banyuwangi-Licin)
3 minggu (1X PP)
5 orang Rp70,000 Rp350,000
Biaya transportasi pemasangan
Yagitinosi.Menggun akan PO.RESTU (Malang-Blitar)
5 minggu 5 orang Rp200,000 Rp1,000,000
(3X PP) Biaya transportasi
sepeda motor untuk pemasangan sepeda motor untuk evaluasi dan
sosialisasi. (Malang-Blitar)
4 minggu 5 orang Rp70,000 Rp350,000
Biaya transportasi pembelian alat dan komponen
4 bulan 4 orang Rp120,000 Rp480,000
4. Lain-lain
Material Justifikasi
Pemakaian Kuantitas
Harga Satuan
(Rp) Keterangan Konsumsi pembangunan
Yagantinosi
4 bulan 70 bungkus
Rp 10.000 Rp 700.000 Biaya cetak panduan
sosialisasi
4 bulan 300 lembar
Rp 200 Rp 60.000 Pembuatan proposal 4 bulan 5 buah Rp 7.000 Rp 35.000
MAP 4 bulan 2 buah Rp 1.500 Rp 3.000
Meterai 4 bulan 10 lembar Rp 7.000 Rp 70.000
Koneksi Internet 4 bulan 40 jam Rp 3.000 Rp 120.000 Komunikasi Pulsa
Handphone
4 bulan 4 orang Rp 60.000 Rp 240.000 SUB TOTAL (Rp)
Rp1.178.000 Total (Keseluruhan)
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas
Teknologi 14 jam/minggu Mengkoordinasikan tugas pada setiap anggota kelompok, koordinasi perangkat desa, penanggung jawab proyek pembuatan alat, pemantauan perintisan,
Bahasa 14 jam/minggu notulen, PR (Public Relation), membuat panduan sosialisasi alat, menyusun laporan harian, laporan
kemajuan, laporan akhir 3. Monika
Teknologi 14 jam/minggu Bendahara, Membeli bahan dan alat, pembangunan alat,
Teknologi 14 jam/minggu Pengarahan penggunaan antena yagantinosi,