• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakterisasi Matriks Leslie Ordo Empat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Karakterisasi Matriks Leslie Ordo Empat"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Journal homepage: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/sitekin 108

Karakterisasi Matriks Leslie Ordo Empat

Corry Corazon Marzuki

1

, Oktomi Malko

2 1,2

Jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau Jl. HR. Soebrantas No. 155 Simpang Baru, Panam, Pekanbaru, 28293

E-mail: [email protected]

(Received: 18 Januari 2016; Revised: 19 Februari 2016; Accepted: 29 Januari 2016)

ABSTRAK

Matriks Leslie dapat digunakan untuk menghitung jumlah populasi perempuan untuk masing-masing kelas umur pada waktu yang akan datang, jika diketahui jumlah populasi perempuan untuk masing-masing kelas umur awal dari populasi tersebut. Untuk mempermudah mendapatkan jumlah populasi untuk tahun berikutnya, perlu didapatkan karakterisasi matriks Leslie. Pada matriks Leslie ordo tiga, jika tingkat kesuburan betina pada kelas umur pertama dan kedua sama dengan nol, dan hasil perkalian dari tingkat kesuburan pada kelas umur ketiga terhadap tingkat ketahanan hidup betina pada kelas umur pertama dan kedua sama dengan , maka untuk . Oleh karena itu, perlu didapatkan karakterisasi matriks Leslie untuk ordo yang lebih besar, seperti matriks Leslie ordo empat. Pengaplikasian serta pengembangan beberapa lemma dan teorema menghasilkan bahwa jika tingkat kesuburan betina pada kelas umur pertama, kedua dan ketiga sama dengan nol, dan hasil perkalian dari tingkat kesuburan pada kelas umur keempat terhadap tingkat ketahanan hidup betina pada kelas umur pertama, kedua dan ketiga sama dengan maka didapat

untuk .

Katakunci:karakterisasi matriks Leslie ordo tiga, karakterisasi matriks Leslie ordo empat, matriks Leslie, pertumbuhan populasi

ABSTRACT

Leslie matrix can use to determine amount of female population for every age class in the future, if we know amount of female population for every initial age class. To simplify to determine amount of population for the next years, need to be found characterization of Leslie matrix. In the Leslie matrix of order 3, if female fertility rate in the first and second age classes equal to zero, and the product of the fertility rate in the third age class and the female survival rate in the first and second age classes equal to 1, then for . Because of that, we need to find characterization of Leslie

matrix for the larger orders, such as Leslie matrix of order 4. Application and development of some lemma and theorems produce that if female fertility rates in the first, second and third age classes equal to zero, and the product of female fertility rate at the fourth age class and female survival rate in the first, second, and third age classes equal to 1, then obtained for .

Keywords: Leslie matrix, population growth, characterization of the order three matrices Leslie, Leslie matrix characterization of the order of four.

Corresponding Author:

Corry Corazon Marzuki

(2)

Pendahuluan

Matriks Leslie dapat memberikan gambaran umum tentang dinamika proses pertumbuhan suatu populasi, antara lain: mengenai pertumbuhan populasi pada jangka panjang, pendistribusian populasi dalam kelompok umur untuk jangka panjang, serta penerapannya pada suatu kebijaksanaan pemanenan untuk suatu populasi yang telah berkembang.

Dengan menentukan karakterisasi matriks Leslie, maka dengan mudah akan didapatkan jumlah populasi untuk tahun berikutnya. Apabila , maka pada saat , jumlah populasi kembali sama dengan jumlah populasi awal.

Karakterisasi matriks Leslie telah diteliti sebelumnya oleh Mudin Simanihuruk dan Hartanto ) dengan judul “Karakterisasi Matriks Leslie Ordo Tiga”. Pada karakterisasi matriks Leslie ordo

tiga, kita akan memulai dengan cara membuktikan bahwa jika karakterisasi matriks Leslie ordo tiga adalah matriks diagonal positif maka tingkat kesuburan betina pada kelas umur ketiga harus bernilai positif. Kemudian, kita akan membuktikan bahwa jika karakterisasi matriks Leslie ordo tiga adalah matriks diagonal positif maka tingkat kesuburan betina pada kelas umur pertama, kedua dan ketiga harus bernilai nol. Selanjutnya akan ditunjukkan entri karakterisasi matriks Leslie ordo tiga pada periode ketiga adalah diagonal utama dari tingkat kesuburan betina pada kelas umur ketiga serta tingkat ketahanan hidup betina pada kelas umur pertama dan kedua. Selanjutnya akan dapat dijelaskan bahwa matriks Leslie ordo tiga adalah matriks diagonal positif. Dan pada akhirnya akan didapat karakterisasi matriks Leslie ordo tiga, yakni

. Pada

makalah ini akan dibahas bagaimana karakterisasi matriks Leslie ordo empat.

Matriks Leslie merupakan suatu matriks yang digunakan untuk memprediksi jumlah dan laju pertumbuhan suatu populasi. Beberapa faktor yang berpengaruh dalam pertumbuhan populasi adalah tingkat kesuburan, tingkat ketahanan hidup dan rentang umur dari populasi. Didefinisikan sebagai tingkat kesuburan betina pada kelas umur ke- yaitu rata-rata jumlah anak betina yang lahir dari kelompok umur saat waktu ke per jumlah betina pada kelas umur ke-. Didefenisikan sebagai tingkat ketahanan hidup betina pada kelas umur ke-yaitu peluang betina yang dapat bertahan hidup dari kelas umur ke sampai saat waktu ke . Berikut adalah bentuk umum dari matriks Leslie

Berdasarkan batasan masalah diketahui bahwa paling sedikit satu kelas umur dari , karena jika , maka pada kelas tersebut tidak ada kelahiran yang terjadi. Kelas umur yang memiliki nilai , disebut kelas umur kesuburan. Diketahui , karena jika maka tidak ada betina yang dapat bertahan hidup kekelas berikutnya. Jika terdapat batas umur hidup dari betina pada suatu populasi adalah tahun, dan populasi dibagi menjadi kelas umur, maka masing-masing kelas umur memiliki rentang umur tahun. Sebagai contoh dapat dilihat pada Tabel .

Tabel Penentuan kelas umur

(3)

Journal homepage: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/sitekin 110

Didefinisikan jumlah betina pada kelas umur ke dengan saat waktu

Atau dapat dibentuk model pertumbuhan populasi sebagai berikut. Atau model pertumbuhan populasi dapat dituliskan sebagai berikut:

dengan merupakan vektor populasi betina yang berisi prediksi jumlah populasi betina pada kelas umur saat . merupakan sebuah matriks Leslie berukuran , dan merupakan vektor populasi yang berisi jumlah populasi betina pada kelas umur saat .

Model pertumbuhan populasi pada Persamaan digunakan untuk memprediksi jumlah populasi periode berikutnya. Untuk mengetahui prediksi jumlah pertumbuhan populasi hingga periode berikutnya dilakukan beberapa pengembangan. Dari Persamaan diperoleh

Lemma berikut akan menunjukkan bahwa entri dari matriks Leslie L ordo empat adalah positif, kontradiksi dengan hipotesis dari Lemma. Oleh karena itu, .

Lemma akan dibuktikan dengan induksi pada . Basis Induksi: Perhatikanlah bahwa baris pertama dari yang dinyatakan dengan sama dengan

(4)

[ ]

Perhatikanlah bahwa . Jika , maka . Jadi ada dua entri positif dari pada baris pertama, yaitu dan . Dan jika maka ada dua entri positif dari pada baris pertama, adalah dan . Kemudian, jika maka ada dua entri positif dari pada baris pertama, adalah dan

.

Hipotesa Induksi : Misalkan ada dua entri positif pada baris pertama dari .

Langkah Induksi : Akan ditunjukkan ada dua entri positif pada baris pertama dari .

Misalkan [ ], adalah baris pertama . Berdasarkan induksi hipotesa diperoleh :

i. dan ii. dan iii. dan iv. dan v. dan vi. dan

Perhatikanlah bahwa dari adalah

[ ] [ ]

[ ] i. Jika dan maka

dan . Jadi, ada dua entri positif pada baris pertama dari .

ii. Jika dan maka dan . Jadi, ada dua entri positif pada baris pertama dari .

iii. Jika dan maka dan . Jadi, ada dua entri positif pada baris pertama dari .

iv. Jika dan maka dan . Jadi, ada dua entri positif pada baris pertama dari .

v. Jika dan maka dan . Jadi, ada dua entri positif pada baris pertama dari .

vi. Jika dan maka dan . Jadi, ada dua entri positif pada baris pertama dari .

Lemma :

Misalkan [ ] adalah matriks

Leslie, dimana : dan . Jika adalah

matriks diagonal postitif, maka , dan .

Bukti:

Karena adalah matriks diagonal positif, maka memenuhi kondisi Lemma . Oleh karena itu, kita simpulkan . Selanjutnya, misalkan , atau . Kita akan menunjukkan bahwa pemisalan ini akan menimbulkan kontradiksi seperti berikut. Karena , atau , maka dengan menggunakan Lemma , kita peroleh bahwa mempunyai dua entri positif pada baris pertamanya. Sehingga bukan matriks diagonal yang dengan sendirinya bukan matriks diagonal positif, kontradiksi dengan hipothesis dari Lemma. Oleh karena itu, pemisalan , atau adalah salah. Sehingga , dan .

Selanjutnya akan kita buktikan bahwa syarat perlu dan cukup agar matriks Leslie L ordo empat memiliki sifat , untuk bilangan bulat . Teorema berikut menunjukkan bahwa

bila adalah matriks ordo empat dimana entri pada baris pertama kolom pertama dan kolom kedua sama dengan nol.

Teorema : Misalkan [ ]

dimana dan . Jika untuk setiap entri pada , dan , maka

untuk dimana .

Bukti:

Lemma akan dibuktikan dengan induksi pada . Basis Induksi: dengan mudah dapat ditunjukkan bahwa:

[ ]

[ ]

(5)

Journal homepage: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/sitekin 112

[ ]

[ ] [ ]

[ ]

Jadi, teorema di atas benar untuk .

Hipotesa Induksi : Misalkan teorema di atas benar

untuk yaitu

Setelah kita menentukan hipothesa induksi, selanjutnya akan kita teruskan dengan menyelesaikan Langkah Induksi, yakni : Akan ditunjukkan bahwa

Perhatikanlah bahwa

Maka :

1. Untuk

[

]

[ ]

[

]

2. Untuk

[

] [ ]

[

]

3. Untuk

[

]

[ ]

[

]

(6)

[

]

[ ]

[

]

Selanjutnya teorema berikut menjelaskan syarat perlu dan cukup bagi matriks Leslie L agar

adalah matriks diagonal positif.

Teorema :

Misalkan [ ] adalah matriks

Leslie, dimana dan . Matriks adalah matriks diagonal positif jika dan hanya jika

dan .

Bukti:

Andaikan adalah matriks diagonal positif. Dengan menggunakan Lemma terhadap diperoleh . Selanjutnya aplikasikan Lemma terhadap diperoleh .

Sebaliknya misalkan dan . Dengan mengaplikasikan Teorema pada Teorema

, sehingga akan dapat kita peroleh bahwa

Karena, jika maka . Oleh karena itu adalah matriks diagonal positif.

Akhirnya kita sampai pada karakterisasi dari matriks L sehingga sebagaimana dinyatakan oleh teorema berikut.

Teorema :

Misalkan [ ] adalah matriks

Leslie dimana dan . Matriks jika dan hanya jika dan

.

Bukti:

Andaikan . Karena semua entri pada diagonal utama sama dengan , maka jelas adalah matriks diagonal positif. Berdasarkan Lemma , kita peroleh . Selanjutnya berdasarkan Teorema kita peroleh

. Karena , maka . Akibatnya .

Sebaliknya misalkan dan . Karena maka jelas . Perhatikan kondisi Teorema yaitu dan terpenuhi. Oleh karena itu, berdasarkan Teorema kita peroleh bahwa adalah matriks diagonal positif. Dengan menggunakan Teorema kita peroleh

. Karena maka .

Pada Teorema kita lihat apabila dan maka

untuk .

Contoh Soal :

Misalkan terdapat populasi bebek dengan data sebagai berikut.

Tabel 2. Data jumlah bebek betina Ny Asmi Kelas

Umur

Umur (bulan)

Tingkat kesuburan

(

Tingkat ketahanan

(

1

2

3

(7)

Journal homepage: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/sitekin 114 Karena data tersebut memenuhi syarat yang ada pada

Teorema 2, yaitu dan , maka

Kesimpulan

Penelitian ini telah berhasil mendapatkan karakterisasi matriks Leslie ordo empat. Dibutuhkan lemma dan teorema untuk mendapatkan karakterisasi matriks Leslie ordo empat. Sehingga didapat karakterisasi matriks Leslie ordo empat, seperti dilihat pada Teorema , dimisalkan

[ ] adalah matriks Leslie dimana

dan . Apabila dan maka

untuk .

Daftar Pustaka

[1] Anton dan Rorres. 2004. Aljabar Linear Elementer versi aplikasi. 8th ed. Jakarta: Erlangga.

[2] Munir, Rinaldi. 2005. Matematika Diskrit Edisi Ketiga. Bandung: Informatika.

[3] Pratama, Prihandono dan Kusumastuti. 2013.

Aplikasi Matriks Leslie untuk Memprediksi Jumlah dan Laju Pertumbuhan Suatu Populasi.

Jurnal Jurusan Matematika FMIPA UNTAN. [4] Priyono, Kurnelius. 1990. Matriks leslie dari

pertumbuhan populasi. Skripsi FMIPA UNDIP. [5] Schaum’s. 2004. Aljabar Linear. Jakarta:

Erlangga.

[6] Simanihuruk Mudin dan Hartanto. 2005.

Karakterisasi Matriks Leslie Ordo Tiga. Jurnal Jurusan Matematika FMIPA Universitas Bengkulu.

[7] Wiwaha, Arjoena. 2012. Matematika Matriks.

Skripsi Prodi Matematika STKIP PGRI Tulung agung.

[8] Yuliani, Selvia. 2012. Penerapan Diagonalisasi Matriks dan Matriks Leslie dalam Memproyeksikan Jumlah Populasi Perempuan.

Gambar

Tabel    Penentuan kelas umur
Tabel 2. Data jumlah bebek betina Ny Asmi

Referensi

Dokumen terkait

Masih tentang excel dan jika kita berbicara excel tidak habis-habis rasanya, Naaaah disini saya akan membahas bagaimana cara menghitung jumlah laki- laki dan perempuan pada excel

Penelitian mengenai karakterisasi nilai eigen, vektor eigen, dan eigenmode baik dari matriks tak tereduksi maupun matriks tereduksi dapat dilanjutkan untuk mencari jumlah maupun

Buat program untuk menghitung berapa jam, berapa menit, dan berapa detikkah lama percakapan tersebut, jika diketahui jumlah detik yang terpakai dan.. Untuk

jarak pada peta jika diketahui skala dan jarak sebenarnya pada soal cerita menghitung jumlah uang masing-masing dengan benar. 4) Diberikan soal cerita tentang jarak pada

Apabila kematian terjadi pada tingkat yang berurutan cukup, untuk mematangkan tingkat umur maka ukuran populasi akan stabil jika jumlah individu hingga distribusi populasi tetap

 Jika diketahui koin setimbang, yaitu masing- masing unsur populasi mempunyai probabilitas yang sama untuk terpilih sebagai sampel ( equally likely ), sehingga p 1 = p 2 = ½, dan

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,