STUDI
PERII"AI(U RDTAK
PADA
BAI.OK BtrRTIJI,AI\G
TT}NGGAL
BENBASARKAII TIPS
KERUNTTJEAN
BAI.OK
SKRIPSI
Oleh:
Abstrak
Struhur
beton bertulang didesain untuk memenuhikriterie
keamaan (safely) dan
lryak pakai
(semiceabilily). Untuk memenuhibiteria
layak pakai maka besarnya retak sttwhur pada kondisi bebankerja harus dapat
diestimasi
dan
memenuhikriteria
tertentu. Sedangkan untuk memenuhikriteriq
keqmanan mokastruhur
harus didisain mempunyai suatu angkakqmqnan
terhqdap beban runluh, karena ituperkiraan
besarnya beban runtuh (bstas) sqngqt penting. Selainnilqi
obsolut bebanyang
menyebabkan keruntuhqn, makaperilaku
struktur saat runtuhjugq perlu
diketahui, apakah bersiJizt daldail (mengalami deformasi besar sebelum runtuh), atqu tibe-tibq rnondahai).
Penelitian
ini
dilakukan untuk mengetqhui
besarnya lendutan dan beban maksimolyang
dapat dilqhan oleh balok beton bertulang danperilaku
retak balok qkibat lentur. Model balok yang digunaknnqd(lqh belok
beton bertulang tunggal dengan duktngan sederhanaukurqn 50
x
75x
550 mm dan 50
x
100x
550
mm.Pemtlangan
bolok dilakuktn
dengan3
(tiga) tipe
keruntuhanyaitu
ketvnluhan tarik, keruntuhon seimbqng, dan keruntuhan tekan.
Pembebqnan dilakakan secara bertahap sampai diperoleh .eadaan dimana tegsngan tarik beton dilampaui (terjadi retak) hingga
\dok
mengolami keruntuhan, Padd setiap tahap pembebanan dibaca dah dicatat besar lendutanyang
terjadipada balok
Kejadian retaktang
dihasilkan dalqm penelitianini
menunjuk*an bahwa pado balok Tengantipe
keruntuhantarik
pada
umumnya keruntuhan diawaliizngan retak dari
daereh dibawqh bebqn kemudiqn berlanjut padaiterah
tengah bentong. Retakbalok terjadi pada daerah
momennakimum
sertq merqmbat ke arqhvertikal
(arah tegak lurus sumbu':
tang)
seiring peningkatan beban,balok
denganlipe
keruntuhqn te-kan dan seimbangpada
umumnyq ketuntuhante4adi
secarqtiba-:t.a-
retakyang terjadi
cenderung membentuk sudut4f
qtau
lebih :z.hadap sumbubaloh
bersqmaan dengan meningkttnya bebqnal$ial
',
z.g
diberikan,retqk
bertqmbqhpanjang dan lebar, serta
te4qdi.:trk-retqk
baru disepanjang badan balolcXtte
kunci:
Beban dan lendutan,retak,
betonbertukmg
nmggal,BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar behkang
Beton merupakan elemen
strukur
bangunan yang telah dikenal dan banyak dimanfaatkan sampai saatini.
Beton banyak mengalami Dcrkembangan,baik
dalam
pembuatancampumn maupun
dalarnFlaksanaan konsauksinya. Salah satu
perkembanganbeton
yaitu )embualan kombinasi antara material beton dan baja tulangan menjadi:du
kesatuan konstruksi yang dikenal sebagai beton bertulang. Beton:ar
baja memiliki sifut yang
berbeda.Jika baja
dianggap sebagai-rerial
homogen yang propertinyaterdefirisi jelas
maka sebalilinyaiengan material beton
merupakanmaterial
heterogendari
semen,:utar,
dan agregat batuarL yang properti mekaniknya bervariasi danflak
terdefinisi dengan pasti. Hanya untuk memudahkan dalam analisa=ja
maka umumnya dianggap sebagai material homogen dalam konteks-alro.
Beton bertulang banyak diterapkan pada bangunan-bangunanj.oerri:
gedung, jembatan, perkerasanjalan,
bendungan dan berbagai:agrman
lainnya. Beton bertulang pada bangunan gedrmgterdiri
dari-b(rdpa
elemem strukur, misalnya balok, kolom,plat
lantai, pondasi, j--a_/. ring baloh ataupm plat atap.Beton bertulang sebagai elemen balok harus diberi penulangan
.
g
berupa penulanganlentur
(memanjang) dan penulangan geser.i:r.*anean
lentur dipakai untuk menahan pembebanan momen lenturlrg
;erjadi pada batok. Penulangan geser (penulangan sengkang) yangterjadi
padabalok.
Perilaku keruntuhan yang dominan pada strulcur balok pada umumnya adalah lentur, tentu saja itu akan terjadijika
msio bentang(L)
dan tinggi balok (h) cukup besar. Jika msio L/h kecil makadigolongkan
sebagaibalok
tinggi
(deep b€am),
keruntuhan geser dominan. Bedasakan pada kemungkinan regangan yangterjadi
Pada tulangan baja yang tertarik, keruntuhan pada penampang balok daPat dibagimenjadi:
keruntuhan tartk (under rcinforce), Keruntuhan tekan (ot' er r einfor ce), kerwrtlhan seimbang (balar ce reinforce)Keruntuhan
tarik terjadi
apabila baja tulangan mencapai kuat lelehnyaterlebih dahulu baru
kemudianbeton
mencapai kapasitasmaksimumny4
keruntuhantekan akan terjadi
apabilabeton
tekan mencapai kapasitas maksimum terlebih dabulu sementara baja tulanganbelum leletu
sedangkan keruntuhan seimbangterjadi apabila
baja tulangan mencapaikuat
lelehnya(S),
dan beton mencapai regangan pada serat ekstrim 0.003. Sebelum terjadinya keruntuhan, balok akan mengalamiretak akibat lenhran. Pola retak balok penting
untukdiketahui
agfi
dapat
dilakukan
perbaikan
sebagai
upaya mempertahankan kemampuan sauktur, retak akibat lentur diawali dari daerah dibawah beban kemudian berlanjut pada daerah tengah bentang. Retak balok terjadi pada daerah momen maksimum serta merambat ke arah vertikal (arah tegak lurus sumbu batang) seiring peningkatan beban.Struldur beton bertulang didesain unhrk
memenuhi laiteria kearnaan Gafety)dan layak
pakai (semiceability).Unfirk
memenuhikriteria
layak pakai maka besamya retakstrultur
pada kondisi beban kerja harus dapat diestimasi dan memenuhilriteria
tertentu. SedangkanBAB
IV
KESIMPULAN
6.1
KesimpulanBerdasarkan pembahasan dan tujuan terhadap penelitian yang telah
dilakr*an,
dapat ditarik beberapa kesimpulan antaralain
sebagai berikut:l.
Balok beton bertulang tunggal dengan tipe keruntuhan tarilq pada waktu pengujian terjadi keruntuhan lentur yang bersifat daktailyaitu,
mengalami lendutanyang
cukup besar dan menunjukkan gejala keretakan terlebih dahulu2.
Balok beton bertulang tunggal dengan tipe keruntuhan tekan dan seimbang, padawaktu
pengujian balok dengan rasio bentang(L)
dantinggi
balok(h)
cukup besar keruntuhan yang dominan pada struktur balok umumnya adalah lentur. Jika rasio L,4r kecil keruntuhan yang dominan adalah geser yang bersifat non-daktail yaitu, tiba-tiba tanpa menunjulkan gejala keretakan terlebih dahulu.3.
Sebailoyajika
merencanakan penampang beton bertulangtmggal
diusahakan keruntuhan
yang
terjadi
adalah keruntuhan tarik,karena tanda-tanda keruntuhan akan terlihat dengan lendutan yang cukup besar dan adanya retak pada badan balok dekat dengan beban yang diberikan.DAFTARPUSTAKA
Dewobroto,
wiryanto, "Simulasi
KeruntuhanBalok
Beton Bertulang Tanpa Sengkang denganADINAru",
Universitas Pelita Harapan, Bandung, 2005Miko,
Martrianus, "PemanfaatanRotan
Seb€ai
Bahan AltemativePerkuatan
Struhur
Bangunan Masyarakat
Menengah Kebawah", Universitas Andalas, Padang 2008McCormac, J. "Desain Beton Bertulang
Jilid
1", Erlangg4 2000SNI
-
1726-
2002,"T^t^
Cara Perhitrmgan StrukturBeton
Untuk Bangunan Gedung, Bandung,2002Schodeck, D- L.,
"Sfuldu",
Erlangg4 Jakarta 1999