• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Perilaku Retak Pada Balok Bertulang Tunggal Berdasarkan Tipe Keruntuhan Balok.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Studi Perilaku Retak Pada Balok Bertulang Tunggal Berdasarkan Tipe Keruntuhan Balok."

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI

PERII"AI(U RDTAK

PADA

BAI.OK BtrRTIJI,AI\G

TT}NGGAL

BENBASARKAII TIPS

KERUNTTJEAN

BAI.OK

SKRIPSI

Oleh:

(2)

Abstrak

Struhur

beton bertulang didesain untuk memenuhi

kriterie

keamaan (safely) dan

lryak pakai

(semiceabilily). Untuk memenuhi

biteria

layak pakai maka besarnya retak sttwhur pada kondisi beban

kerja harus dapat

diestimasi

dan

memenuhi

kriteria

tertentu. Sedangkan untuk memenuhi

kriteriq

keqmanan moka

struhur

harus didisain mempunyai suatu angka

kqmqnan

terhqdap beban runluh, karena itu

perkiraan

besarnya beban runtuh (bstas) sqngqt penting. Selain

nilqi

obsolut beban

yang

menyebabkan keruntuhqn, maka

perilaku

struktur saat runtuh

jugq perlu

diketahui, apakah bersiJizt daldail (mengalami deformasi besar sebelum runtuh), atqu tibe-tibq rnon

dahai).

Penelitian

ini

dilakukan untuk mengetqhui

besarnya lendutan dan beban maksimol

yang

dapat dilqhan oleh balok beton bertulang dan

perilaku

retak balok qkibat lentur. Model balok yang digunaknn

qd(lqh belok

beton bertulang tunggal dengan duktngan sederhana

ukurqn 50

x

75

x

550 mm dan 50

x

100

x

550

mm.

Pemtlangan

bolok dilakuktn

dengan

3

(tiga) tipe

keruntuhan

yaitu

ketvnluhan tarik, keruntuhon seimbqng, dan keruntuhan tekan.

Pembebqnan dilakakan secara bertahap sampai diperoleh .eadaan dimana tegsngan tarik beton dilampaui (terjadi retak) hingga

\dok

mengolami keruntuhan, Padd setiap tahap pembebanan dibaca dah dicatat besar lendutan

yang

terjadi

pada balok

Kejadian retak

tang

dihasilkan dalqm penelitian

ini

menunjuk*an bahwa pado balok Tengan

tipe

keruntuhan

tarik

pada

umumnya keruntuhan diawali

izngan retak dari

daereh dibawqh bebqn kemudiqn berlanjut pada

iterah

tengah bentong. Retak

balok terjadi pada daerah

momen

nakimum

sertq merqmbat ke arqh

vertikal

(arah tegak lurus sumbu

':

tang)

seiring peningkatan beban,

balok

dengan

lipe

keruntuhqn te-kan dan seimbang

pada

umumnyq ketuntuhan

te4adi

secarq

tiba-:t.a-

retak

yang terjadi

cenderung membentuk sudut

4f

qtau

lebih :z.hadap sumbu

baloh

bersqmaan dengan meningkttnya bebqn

al$ial

',

z.g

diberikan,

retqk

bertqmbqh

panjang dan lebar, serta

te4qdi

.:trk-retqk

baru disepanjang badan balolc

Xtte

kunci:

Beban dan lendutan,

retak,

beton

bertukmg

nmggal,
(3)

BAB

I

PENDAHULUAN

1.1

Latar behkang

Beton merupakan elemen

strukur

bangunan yang telah dikenal dan banyak dimanfaatkan sampai saat

ini.

Beton banyak mengalami Dcrkembangan,

baik

dalam

pembuatan

campumn maupun

dalarn

Flaksanaan konsauksinya. Salah satu

perkembangan

beton

yaitu )embualan kombinasi antara material beton dan baja tulangan menjadi

:du

kesatuan konstruksi yang dikenal sebagai beton bertulang. Beton

:ar

baja memiliki sifut yang

berbeda.

Jika baja

dianggap sebagai

-rerial

homogen yang propertinya

terdefirisi jelas

maka sebalilinya

iengan material beton

merupakan

material

heterogen

dari

semen,

:utar,

dan agregat batuarL yang properti mekaniknya bervariasi dan

flak

terdefinisi dengan pasti. Hanya untuk memudahkan dalam analisa

=ja

maka umumnya dianggap sebagai material homogen dalam konteks

-alro.

Beton bertulang banyak diterapkan pada bangunan-bangunan

j.oerri:

gedung, jembatan, perkerasan

jalan,

bendungan dan berbagai

:agrman

lainnya. Beton bertulang pada bangunan gedrmg

terdiri

dari

-b(rdpa

elemem strukur, misalnya balok, kolom,

plat

lantai, pondasi, j--a_/. ring baloh ataupm plat atap.

Beton bertulang sebagai elemen balok harus diberi penulangan

.

g

berupa penulangan

lentur

(memanjang) dan penulangan geser.

i:r.*anean

lentur dipakai untuk menahan pembebanan momen lentur

lrg

;erjadi pada batok. Penulangan geser (penulangan sengkang) yang
(4)

terjadi

pada

balok.

Perilaku keruntuhan yang dominan pada strulcur balok pada umumnya adalah lentur, tentu saja itu akan terjadi

jika

msio bentang

(L)

dan tinggi balok (h) cukup besar. Jika msio L/h kecil maka

digolongkan

sebagai

balok

tinggi

(deep b€am),

keruntuhan geser dominan. Bedasakan pada kemungkinan regangan yang

terjadi

Pada tulangan baja yang tertarik, keruntuhan pada penampang balok daPat dibagi

menjadi:

keruntuhan tartk (under rcinforce), Keruntuhan tekan (ot' er r einfor ce), kerwrtlhan seimbang (balar ce reinforce)

Keruntuhan

tarik terjadi

apabila baja tulangan mencapai kuat lelehnya

terlebih dahulu baru

kemudian

beton

mencapai kapasitas

maksimumny4

keruntuhan

tekan akan terjadi

apabila

beton

tekan mencapai kapasitas maksimum terlebih dabulu sementara baja tulangan

belum leletu

sedangkan keruntuhan seimbang

terjadi apabila

baja tulangan mencapai

kuat

lelehnya

(S),

dan beton mencapai regangan pada serat ekstrim 0.003. Sebelum terjadinya keruntuhan, balok akan mengalami

retak akibat lenhran. Pola retak balok penting

untuk

diketahui

agfi

dapat

dilakukan

perbaikan

sebagai

upaya mempertahankan kemampuan sauktur, retak akibat lentur diawali dari daerah dibawah beban kemudian berlanjut pada daerah tengah bentang. Retak balok terjadi pada daerah momen maksimum serta merambat ke arah vertikal (arah tegak lurus sumbu batang) seiring peningkatan beban.

Struldur beton bertulang didesain unhrk

memenuhi laiteria kearnaan Gafety)

dan layak

pakai (semiceability).

Unfirk

memenuhi

kriteria

layak pakai maka besamya retak

strultur

pada kondisi beban kerja harus dapat diestimasi dan memenuhi

lriteria

tertentu. Sedangkan
(5)

BAB

IV

KESIMPULAN

6.1

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan dan tujuan terhadap penelitian yang telah

dilakr*an,

dapat ditarik beberapa kesimpulan antara

lain

sebagai berikut:

l.

Balok beton bertulang tunggal dengan tipe keruntuhan tarilq pada waktu pengujian terjadi keruntuhan lentur yang bersifat daktail

yaitu,

mengalami lendutan

yang

cukup besar dan menunjukkan gejala keretakan terlebih dahulu

2.

Balok beton bertulang tunggal dengan tipe keruntuhan tekan dan seimbang, pada

waktu

pengujian balok dengan rasio bentang

(L)

dan

tinggi

balok

(h)

cukup besar keruntuhan yang dominan pada struktur balok umumnya adalah lentur. Jika rasio L,4r kecil keruntuhan yang dominan adalah geser yang bersifat non-daktail yaitu, tiba-tiba tanpa menunjulkan gejala keretakan terlebih dahulu.

3.

Sebailoya

jika

merencanakan penampang beton bertulang

tmggal

diusahakan keruntuhan

yang

terjadi

adalah keruntuhan tarik,karena tanda-tanda keruntuhan akan terlihat dengan lendutan yang cukup besar dan adanya retak pada badan balok dekat dengan beban yang diberikan.
(6)

DAFTARPUSTAKA

Dewobroto,

wiryanto, "Simulasi

Keruntuhan

Balok

Beton Bertulang Tanpa Sengkang dengan

ADINAru",

Universitas Pelita Harapan, Bandung, 2005

Miko,

Martrianus, "Pemanfaatan

Rotan

Seb€ai

Bahan Altemative

Perkuatan

Struhur

Bangunan Masyarakat

Menengah Kebawah", Universitas Andalas, Padang 2008

McCormac, J. "Desain Beton Bertulang

Jilid

1", Erlangg4 2000

SNI

-

1726

-

2002,

"T^t^

Cara Perhitrmgan Struktur

Beton

Untuk Bangunan Gedung, Bandung,2002

Schodeck, D- L.,

"Sfuldu",

Erlangg4 Jakarta 1999

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan tersebut, maka penelitian ini dengan maksud untuk mengetahui kuat tekan dan keruntuhan yang terjadi pada balok beton bertulang dengan pecahan keramik sebagai

Keruntuhan dari balok didasarkar pada tiga cara yajtu keruntuhan tarik, tekan dan seimbang. Untuk nenghindar keruntuhan yang terjadi pada baiok, banyak hal yang

keruntuhan lentur dari balok beton bertulang dengan konsep penulangan pada. area

- Meneliti sudut retak diagonal yang terjadi pada balok lentur akibat beban yang disalurkan. - Meneliti hubungan rasio tulangan terhadap sudut retak

Berdasarkan hasil dari analisa numerik diketahui bahwa: 1) Panjang bentang geser (a/d) mempengaruhi kapasitas balok beton bertulang. Semakin kecil a/d maka balok

Gosana yang membahas tentang Torsi pada balok beton bertulang yang menghasilkan jumlah dan jarak tulangan torsi, Vincentius Arif W membahas tentang Lentur pada balok

DENGAN SIKA CARBODUR PLATES PASCA KERUNTUHAN PADA BALOK BETON BERTULANG NORMAL ” ini dimaksudkan untuk mencapai gelar sarjana Teknik Sipil bidang studi struktur Departemen

Kapasitas Lentur Penampang Balok Dari hasil pengujian lentur balok beton bertulang baik balok normal maupun balok yang telah terpapar suhu tinggi didapatkan hasil dari