TERHADAP MINAT BELI PRODUK SMARTPHONESAMSUNG BERBASIS ANDROID
Studi Kasus Pada Konsumen Counter Trakomindo Selular di Phone Market Ambarukmo Plaza Yogyakarta
Klementin Vida Arumni Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta 2013
GROUP REFERENCE OF INTEREST BUY ITEMS TO SAMSUNG ANDROID-BASED SMARTPHONE.
Case Study on the Trakomindo Consumer in Ambarukmo Plaza Yogyakarta.
Klementin Vida Arumni Sanata Dharma University
Yogyakarta 2013
PENGARUH GAYA HIDUP BRAND MINDEDDAN PERAN KELOMPOK
ACUAN TERHADAP MINAT BELI PRODUK SMARTPHONESAMSUNG
BERBASIS ANDROID
Studi Kasus Pada Konsumen Counter Trakomindo Selular di Phone Market Ambarukmo Plaza Yogyakarta
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Progam Studi Manajemen
Oleh:
Klementin Vida Arumni NIM : 092214022
PROGAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA
i
PENGARUH GAYA HIDUP BRAND MINDEDDAN PERAN KELOMPOK
ACUAN TERHADAP MINAT BELI PRODUK SMARTPHONESAMSUNG
BERBASIS ANDROID
Studi Kasus Pada Konsumen Counter Trakomindo Selular di Phone Market Ambarukmo Plaza Yogyakarta
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Progam Studi Manajemen
Oleh:
Klementin Vida Arumni NIM : 092214022
PROGAM STUDI MANAJEMEN JURUSUN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA
iv
MOTTO dan PERSEMBAHAN
MOTTO:
Ada saat-saat istimewa dalam kehidupan kita, dan sebagian besar datang melalui dorongan orang lain.
George Adams Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah.
Thomas Alva Edison Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh.
Confusius “…Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku”
Mikha 7:8b
Skripsi ini kupersembahkan untuk: Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria
Yang selalu menyertaiku dalam setiap langkahku
Ayahku Benyamin Bassa, motivator terbaik dalam hidupku
Mamaku tercinta Elisabeth Sumardiyati
vii
KATA PENGANTAR
Puji syukur dan terima kasih kepada Allah atas karunia dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Pengaruh Gaya Hidup Brand Minded dan Peran Kelompok Acuan Terhadap Minat Beli
Smartphone Samsung Berbasis Android: Studi Kasus Pada Konsumen Counter Trakomindo Selular di Phone Market Ambarukmo Plaza Yogyakarta “. Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Penulisan skripsi ini dapat selesai dengan baik berkat bantuan berbagai pihak. Untuk itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria Yang selalu menyertaiku dalam setiap langkahku hingga ringanlah bebanku.
2. Rama Dr. Ir. Paulus Wiryono P., S.J., selaku Rektor Universitas Sanata Dharma
3. Bapak Dr. H. Herry Maridjo, M.Si., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.
4. Bapak Dr. Lukas Purwoto, M.Si., selaku Ketua Progam Studi Manajemen Universitas Sanata Dharma.
5. Bapak T. Handono EP, M.B.A, Ph.D., selaku dosen pembimbing I, yang telah mengarahkan, membimbing dan memberikan saran kepada penulis dengan kesungguhan hati.
6. Bapak M.T. Ernawati, SE., MA., selaku dosen pembimbing II, yang juga telah mengarahkan dan membimbing penulis sehingga skripsi ini menjadi lebih sempurna.
7. Ibu Lucia Kurniawati, S.Pd., M.S.M selaku dosen penguji yang memberikan banyak masukan yang berguna.
8. Segenap dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan banyak pengarahan dan bimbingan dalam menuntut ilmu di Perguruan Tinggi ini.
9. Segenap staf dan karyawan kesekretariatan Fakultas Ekonomi yang banyak memberikan bantuan dalam pengurusan segala sesuatu tentang perkuliahan.
10. Seluruh karyawan Counter Trakomindo Selular di Phone Market Ambarukmo Plaza Yogyakarta yang telah bekerja sama dengan penulis selama penulis melakukan penelitian di Counter Trakomindo Selular. 11. Seluruh konsumen Counter Trakomindo Selular di Phone Market
Ambarukmo Plaza Yogyakarta
ix
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ... v
HALAMANPERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... vi
HALAMAN KATA PENGANTAR ... vii
HALAMAN DAFTAR ISI ... ix
HALAMAN DAFTAR TABEL ... xii
HALAMAN DAFTAR GAMBAR ... xiii
HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ... xiv
HALAMAN ABSTRAK ... xv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 4
C. Pembatasan Masalah ... 5
D. Tujuan Penelitian ... 5
E. Manfaat Penelitian ... 6
F. Sistematika Penulisan ... 7
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 9
A. Perilaku Konsumen ... 9
B. Gaya Hidup ... 12
x
D. Minat Beli ... 22
E. Penelitian Terdahulu ... 24
F. Kerangka Konseptual Penelitian ... 27
G. Hipotesis Penelitian ... 28
BAB III METODE PENELITIAN ... 27
A. Jenis Penelitian ... 29
B. Subjek dan Objek Penelitisn ... 29
C. Waktu dan Lokasi Penelitian ... 30
D. Variabel Penelitian ... 30
E. Polulasi dan Sampel ... 33
F. Teknik Pengambilan Sampel... 35
G. Sumber Data ... 35
H. Teknik Pengumpulan Data ... 36
I. Teknik Pengujian Instrumen ... 36
J. Teknik Analisis Data ... 38
BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ... 48
A. Sejarah Singkat Trakomindo Selular ... 48
B. Struktur Organisasi ... 49
C. Bidang Personalia ... 50
D. Produk yang Dipasarkan ... 50
BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ... 52
A. Analisis Data ... 53
1. Hasil Uji Validitas ... 53
2. Hasil Uji Reliabilitas ... 55
B. Analisis Deskriptif Responden ... 58
C. Uji Asumsi Klasik ... 60
D. Analisis Regresi Linear Berganda ... 66
xi
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN... 78
A. Kesimpulan ... 78
B. Saran ... 79
C. Keterbatasan Penelitian ... 80
DAFTAR PUSTAKA ... 81
xii
V.2 Hasil Analisis Validitas Peran Kelompok Acuan ... 54
V.3 Hasil Analisis Validitas Minat Beli ... 55
V.4 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Gaya Hidup Brand Minded ... 56
V.5 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Peran Kelompok Acuan ... 57
V.6 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Minat Beli ... 57
V.7 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ... 58
V.8 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 59
V.9 Karakteristik Responden Berdasarkan Status Pekerjaan ... 59
V10 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan/Uang Saku per Bulan 60 V.11 Hasil Uji Normalitas ... 61
V.12 Hasil Uji Multikolinearitas ... 63
V.13 Hasil Uji Heteroskedastisitas dengan Spearmans ‘rho ... 65
V.14 Hasil Uji F ... 67
V.15 Hasil Uji t ... 69
V.16 Koefisien Determinasi ... 71
V.17 Distribusi Jawaban Responden Pada Variabel X1 ... 75
V.18 Distribusi Jawaban Responden Pada Variabel X2 ... 76
xiii
DAFTAR GAMBAR
Gambar Judul Halaman
II.1 Kerangka Konseptual Penelitian ... 27
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
No. Lampiran Judul Halaman
Lampiran 1 Kuesioner Penelitian ... 83
Lampiran 2 Tabulasi Data Penelitian ... 89
Lampiran 3 Uji Validitas dan Reliabilitas ... 95
Lampiran 4 Karakteristik Responden ... 105
Lampiran 5 Uji Asumsi Klasik ... 109
xv
ABSTRAK
PENGARUH GAYA HIDUP BRAND MINDEDDAN PERAN KELOMPOK
ACUAN TERHADAP MINAT BELI PRODUK SMARTPHONESAMSUNG
BERBASIS ANDROID
Studi Kasus Pada Konsumen Counter Trakomindo Selular di Phone Market Ambarukmo Plaza Yogyakarta
Klementin Vida Arumni Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta 2013
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya hidup brand minded dan peran kelompok acuan terhadap minat beli produk smartphone
Samsung berbasis android. Jenis penelitian penulis adalah studi kasus yang dilaksanakan di counter Trakomindo Selular di Phone Market Ambarukmo Plaza Yogyakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen counter
xvi
ABSTRACT
THE INFLUENCE OF BRAND MINDED LIFESTYLE AND THE ROLE OF THE GROUP REFERENCE OF INTEREST BUY ITEMS TO
SAMSUNG ANDROID-BASED SMARTPHONE.
Case Study on the Trakomindo Consumer in Ambarukmo Plaza Yogyakarta.
Klementin Vida Arumni Sanata Dharma University
Yogyakarta 2013
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara tidak langsung telah mendorong berbagai perusahaan yang bergerak di dunia bisnis teknologi
untuk menciptakan berbagai produk unggulan. Perusahaan harus selalu mencari ide-ide kreatif dan mengembangkan teknologi untuk dapat meningkatkan penjualan dan juga memuaskan kebutuhan pelanggannya.
Berkembangnya teknologi komunikasi informasi sekarang ini telah banyak diwarnai dengan persaingan alat telekomunikasi mulai dari ponsel biasa
hingga smartphone untuk memudahkan kehidupan ini, baik untuk bekerja maupun untuk memberikan hiburan. Sebuah ponsel tidak lagi hanya menjadi alat percakapan, tetapi juga untuk mengakses email, memotret, membuat
video, mengakses jejaring sosial, dan bahkan untuk menonton televisi.
Lingkungan tempat manusia hidup akan selalu berubah sesuai dengan
perkembangan manusia itu sendiri, demikian juga halnya dengan gaya hidup. Dalam kaitannya dalam pemilihan handphone, seseorang mungkin lebih memilih jenis handphone yang sedang tren saat ini untuk mengikuti lifestyle
(gaya hidup). Orang-orang yang berasal dari subkultur, kelas sosial dan pekerjaan yang sama mungkin saja memiliki gaya hidup yang berbeda. Gaya
2008:175). Aktivitas-aktivitas yang berbeda inilah yang membuat konsumen
memiliki gaya hidup yang berbeda-beda pula. Gaya hidup dapat mempengaruhi perilaku seseorang dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan
konsumsi seseorang. Dengan demikian konsumen dalam memilih suatu produk akan memilih berdasarkan pada apa yang paling dibutuhkan dan apa yang paling sesuai dengan dirinya yang salah satunya adalah gaya hidupnya
(lifestyle).
Dalam kehidupan remaja, gaya hidup dan penampilan sangat penting
agar dapat diterima di kalangan kelompok sosialnya. Gaya hidup yang mengutamakan merek disebut sebagai gaya hidup brand minded. Brand minded merupakan pola pikir seseorang terhadap objek-objek komersil yang
cenderung berorientasi pada merek eksklusif dan terkenal (McNeal, 2007). Selain gaya hidup, perilaku pembelian seseorang juga dapat
dipengaruhi oleh kelompok acuan atau kelompok referensi. Dari sudut pandang pemasaran, kelompok acuan merupakan kelompok yang dianggap sebagai kerangka acuan bagi para individu dalam pembelian atau konsumsi
mereka (Schiffman dan Kanuk, 2007:292). Kelompok acuan awalnya hanya dibatasi secara sempit mencakup kelompok-kelompok dengan siapa individu
berinteraksi secara langsung (keluarga dan teman akrab). Namun berangsur-angsur telah diperluas mencakup pengaruh orang atau kelompok secara langsung dan tidak langsung. Kelompok acuan tidak langsung terdiri dari
tokoh TV, ataupun orang yang berpakaian baik dan kelihatan menarik di
sudut jalan (Schiffman dan Kanuk, 2007:293).
Salah satu perkembangan teknologi telekomunikasi adalah
perkembangan telepon pintar atau smartphone. Termasuk yang telah menjadi fenomena saat ini adalah Samsung Android. Berbagai kalangan memiliki
gadget ini dengan alasan yang berbeda, tidak peduli itu sesuai dengan
kebutuhan atau tidak, hingga hanya untuk menaikkan status sosialnya.
Pasar Indonesia nampaknya menjadi pasar yang sangat penting bagi
para produsen smartphone Android. Namun, lebih khusus lagi akan sangat penting bagi Samsung. Produsen smartphone Android terbesar di dunia ini ternyata sangat mendominasi pasar smartphonetanah air. Menurut data yang
diperoleh, 80 persen pengguna smartphone di Indonesia ternyata menggunakan handphone merek Samsung (Beritateknologi.com, Januari
2013). Samsung juga menjadi vendor dengan pencapaian penjualan
smartphonedan ponsel fitur terlaris secara global. Pertama kalinya penjualan ponsel Samsung mengalahkan penjualan ponsel Nokia dan mengalahkan
dominasi Apple dengan iPhone-nya di pasar smartphone. Padahal dominasi penjualan ponsel Nokia tidak terkalahkan sejak tahun 1998 lalu
(Kompas.com.2012).
Meskipun berada pada zaman perekonomian yang sulit, hal ini tidak mempengaruhi konsumen untuk membeli ponsel cerdas atau smartphone.
berkomunikasi seperti akses internet, kirim-terima email, dan lain-lain.
Mendengarkan musik dan mengambil gambar juga dapat dengan mudah dilakukan. Beragam inovasi yang ditawarkan membuat konsumen tertarik
akan kecanggihan ponsel cerdas tersebut, ditambah boomingjejaring sosial di dunia maya seperti, facebook, twitter, skype, dan lain sebagainya. Kecanggihan fitur yang ditawarkan membuat siapapun penggunanya tampak
seperti tidak bisa lepas dari ketergantungan terhadap smartphone. Melihat kenyataan tersebut, apakah minat beli konsumen dipengaruhi oleh gaya hidup
dan peran kelompok acuan? Pertanyaan tersebutlah yang mendorong untuk dilaksanakannya penelitian ini dengan harapan bisa memberikan jawaban dan kontribusi secara riil kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Oeh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “Pengaruh Gaya Hidup Brand Minded dan Peran Kelompok Acuan
Terhadap Minat Beli Smartphone Samsung Berbasis Android”. Studi Kasus Pada Konsumen Counter Trakomindo Selular di Phone MarketAmbarukmo Plaza Yogyakarta.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dikemukakan maka penulis merumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
2. Apakah gaya hidup brand mindedbepengaruh terhadap minat beli produk
Samsung Berbasis Android?
3. Apakah peran kelompok acuan berpengaruh terhadap minat beli produk
Samsung Berbasis Android?
C. Pembatasan Masalah
Untuk membatasi masalah agar tidak terlalu luas maka penulis membuat batasan-batasan dalam penelitian ini, yaitu:
1. Produk yang digunakan sebagai penelitian adalah smartphone Samsung berbasis Android.
2. Penelitian yang dilakukan dibatasi pada pembeli atau konsumen yang datang langsung dan mengunjungi Counter Trakomindo Selular di Phone MarketAmbarukmo Plaza Yogyakarta.
3. Variabel yang diteliti meliputi: Gaya hidup brand minded yang meliputi aktivitas, minat, opini, dan peran kelompok acuan yang meliputi peran
informasional, peran normatif dan peran sebagai pembawa ekspresi nilai.
D. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan latar belakang dan perumusan masalah, maka tujuan yang
ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui apakah gaya hidup brand minded dan peran kelompok acuan secara simultan atau bersama-sama berpengaruh terhadap minat beli
2. Untuk mengetahui apakah gaya hidupbrand mindedberpengaruh terhadap
minat beli produk Samsung Berbasis Android.
3. Untuk mengetahui apakah peran kelompok acuan berpengaruh terhadap
minat beli produk Samsung Berbasis Android.
E. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi: 1. Bagi Penulis
Penulis dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama menempuh kuliah serta dapat menambah wawasan dan pengetahuan penulis akan
perkembangan teknologi.
2. Bagi Universitas Sanata Dharma
Diharapkan dengan adanya penelitian ini mampu memberikan bahan
informasi yang baik dan dapat menambah referensi kepustakaan pihak Universitas Sanata Dharma.
3. Bagi CounterTrakomindo Selular
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dan tambahan informasi, serta masukan kepada Counter Trakomindo Selular
F. Sistematika Penulisan
Sistematika yang digunakan dalam penyusunan proposal ini, antara lain:
Bab I Pendahuluan
Bab ini terdiri dari latar belakang masalah, perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.
Bab II Uraian teoritis, Tinjauan Konseptual, dan Pengembangan
Hipotesis
Bab ini memuat uraian teoritis yang berisi tori-teori dan
pendapat-pendapat yang dikemukakan para pakar yang digunakan untuk memperkuat penelitian. Bab ini juga memuat kerangka konseptual dan pengembangan hipotesis.
Bab III Metode Penelitian
Bab ini terdiri dari metode pengambilan sampel dan teknik
pengumpulan data, pengujian validitas dan reliabilitas, dan metode analisis data.
Bab IV Gambaran Umum
Dalam bab ini akan diuraikan mengenai gambaran umum sejarah berdirinya perusahaan dan keadaan perusahaan pada umumnya.
Bab V Analisis Data dan Pembahasan
Analisis Data dan Pembahasan pada intinya berisi dua hal pokok. Pertama, paparan/ deskripsi mengenai temuan yang diperoleh dan
Kedua, hasil uji statistik dan apakah hasil uji statistik tersebut
menolak atau menerima hipotesis nol dan disertai pembahasannya.
Bab VI Kesimpulan, Saran dan Keterbatasan
Kesimpulan memuat tentang apa yang diperoleh dari analisis data dan pembahasan, serta penjelasan hasil pengujian hipotesis alternatif yang dikemukakan. Saran mengacu pada kesimpulan,
bersifat operasional sesuai dengan masalah yang diteliti. Keterbatasan penelitian memuat secara jujur pengakuan penulis
9 serta keinginan pelanggan sasaran. Bidang ilmu perilaku konsumen mempelajari cara individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli,
memakai, serta memanfaatkan barang, jasa, gagasan atau pengalaman dalam rangka memuaskan kebutuhan dan hasrat mereka (Kotler, 2005:201).
Schiffman dan Kanuk dalam Sumarwan (2011:4) mendefinisikan perilaku konsumen sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam
mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka. Sedangkan Engel, Blackwell, dan Miniard dalam Sumarwan
(2011:4) mengartikannya sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa,
termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan tersebut. Winardi dalam Sumarwan (2011:4) menyatakan bahwa perilaku konsumen merupakan perilaku yang ditunjukkan oleh orang-orang dalam
menyimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah semua kegiatan,
tindakan, serta proses psikologis yang mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan
produk dan jasa setelah melakukan kegiatan mengevaluasi.
2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen sangat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Kotler (2005:202) menjelaskan faktor-faktor tersebut sebagai berikut:
a. Faktor-Faktor Kebudayaan
Terdiri dari budaya, sub-budaya, dan kelas sosial yang sangat
penting bagi perilaku pembelian. Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku yang paling mendasar yang terdiri dari kumpulan nilai, preferensi dan perilaku. Sub-budaya lebih menampakkan identifikasi
dan sosialisasi khusus bagi para anggotanya yang mencakup kebangsaan, agama, kelompok ras, dan wilayah geografis. Kelas sosial
menunjukkan preferensi atas produk dan merek yang berbeda-beda di sejumlah bidang.
b. Faktor Sosial
Selain dari faktor budaya, perilaku konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti kelompok acuan, keluarga, serta peran dan
status sosial. Kelompok acuan seseorang terdiri dari semua kelompok yang memiliki pengaruh langsung (tatap muka) atau tidak langsung terhadap sikap dan perilaku seseorang. Keluarga merupakan organisasi
keluarga menjadi kelompok acuan primer yang paling berpengaruh.
Peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan seseorang. Masing-masing peran akan menghasilkan status.
c. Faktor Pribadi
Faktor-faktor pribadi juga mempengaruhi perilaku konsumsi seseorang. Pertama, usia dan siklus hidup keluarga mempengaruhi
perilaku konsumsi seseorang. Para pemasar sering memilih sejumlah kelompok berdasarkan siklus hidup sebagai sasaran mereka. Kedua,
pekerjaan dan lingkungan ekonomi. Para pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok pekerjaan yang memiliki minat diatas rata-rata atas produk dan jasa mereka. Pilihan produk juga dipengaruhi oleh
keadaan ekonomi seseorang, seperti penghasilan yang dapat dibelanjakan, tabungan, dan lainnya. Ketiga, gaya hidup yang
menggambarkan keseluruhan diri seseorang yang berinteraksi dengan lingkungannya. Keempat, kepribadian dan konsep diri yang merupakan ciri bawaan psikologi seseorang yang berbeda dengan orang lain yang
menghasilkan tanggapan yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungannya.
d. Faktor Psikologis
Perilaku konsumsi seseorang dipengaruhi oleh empat faktor psikologis utama, yaitu motivasi, persepsi, pembelajaran, serta
yaitu proses yang digunakan individu untuk memilih, mengorganisasi,
dan menginterpretasi masukan informasi guna menciptakan gambaran dunia yang memiliki arti. Ketiga, pembelajaran yang meliputi
perubahan perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman. Keempat, kepercayaan dan sikap yang merupakan pengetahuan konsumen mengenai suatu objek, atribut, serta manfaatnya yang kemudian
direfleksikan oleh perilakunya.
B. Gaya Hidup
1. Definisi Gaya Hidup
Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang terungkap
pada aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan keseluruhan diri seseorang yang berinteraksi dengan lingkungannya
(Kotler,2008:175). Menurut Supranto dan Limakrisna (2007:19) gaya hidup diartikan sebagai bagaimana seseorang hidup atau merupakan manifestasi konsep diri seseorang. Menurut Engel, Blackwell, dan Miniard
yang dikutip oleh Sumarwan (2011:45) gaya hidup didefinisikan sebagai pola dimana orang hidup dan menggunakan uang dan waktunya. Mowen
dan Minor dalam Sumarwan (2011:45) menjelaskan bahwa gaya hidup mencerminkan pola konsumsi yang menggambarkan pilihan seseorang bagaimana ia menggunakan waktu dan uang. Hawkins (2007:29)
yang terbentuk melalui interaksi sosial sewaktu individu bergerak melalui
daur hidupnya. Gaya hidup itu bersifat dinamis dan secara konstan mengalami perubahan. Gaya hidup merupakan dasar motivasi yang
mempengaruhi sikap dan kebutuhan individu, yang pada akhirnya mempengaruhi pembelian dan aktivitas yang digunakan individu. Hawkins (2007:29) juga menambahkan bahwa gaya hidup mencakup produk apa
yang kita beli, bagaimana kita menggunakannya, dan apa yang kita pikirkan tentang produk tersebut. Dari beberapa definisi tersebut dapat
disimpulkan bahwa gaya hidup merupakan perilaku seseorang, yaitu bagaimana ia hidup, menggunakan uangnya dan memanfaatkan waktu yang dimilikinya.
2. Gaya Hidup Brand Minded
Kotler dan Keller (2008:175) mendefinisikan gaya hidup sebagai pola hidup seseorang di dunia yang terungkap pada aktivitas, minat, dan
opini. Nas dan Sande yang dikutip oleh Ginting dan Sianturi (2005) mendefinisikan gaya hidup sebagai sebuah konstruk kesadaran dari frame of referenceyang diciptakan relatif bebas oleh individu untuk menguatkan
identitasnya dalam pergaulan dan membantunya dalam komunikasi.
Menurut McNeal (2007) brand minded merupakan pola pikir
pada penggunaan produk-produk yang memiliki merek eksklusif atau
terkenal.
3. Pengukuran Gaya Hidup
Menurut Sumarwan (2011:45-59), pengukuran mengenai gaya hidup
dapat dilakukan dengan psikografik (phsycographic). Psikografik adalah pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai untuk menganalisis data yang sangat besar. Analisis psikografik sering juga diartikan sebagai suatu riset
konsumen yang menggambarkan segmen konsumen dalam hal kehidupan mereka, pekerjaan, dan aktivitas lainnya. Psikografik berarti
menggambarkan (graph) psikologis konsumen (psyco). Psikografik sering diartikan sebagai pengukuran AIO (Activity, Interest, Opinion), yaitu pengukuran minat, kegiatan, dan pendapat konsumen. Berikut adalah
penjelasan singkat tentang AIO:
a. Activity(Kegiatan) merupakan tindakan nyata dan menjadi rutinitas dari
individu.
b. Interest (Minat) merupakan pandangan dari individu yang disukai dari diri sendiri.
c. Opinion(Pendapat) yaitu jawaban lisan atau tertulis yang orang berikan sebagai respon terhadap situasi stimulus berupa semacam “pertanyan”
diajukan.
Tabel II.1
Dimensi AIO
Aktivitas Minat Opini
Bekerja Keluarga Diri sendiri
Hobi Rumah Isu social
Kegiatan Sosial Pekerjaan Politik
Liburan Masyarakat Bisnis
Hiburan Rekreasi Ekonomi
Anggota Klub Fashion Pendidikan
Masyarakat Makanan Produk
Belanja Media Masa Depan
Olahraga Keberhasilan Budaya
Sumber: Sumarwan (2011, hal. 47)
4. Identifikasi Gaya Hidup
Menurut Widjaja (2009:43) terdapat empat kategori yang menjadi motif dalam proses pembelian oleh konsumen karena lifestyle, yaitu:
a. Utilitarian purchases(pembelian produk bermanfaat)
atau jasa yang dibelinya akan meningkatkan kehidupan yang lebih baik
atau lebih mudah.
b. Indulgences(kesukaan atau memanjakan diri)
Individu mencoba untuk hidup menikmati sedikit kemewahan tanpa banyak menambah pengorbanan dari pengeluarannya. Gratifikasi dari produk atau jasa ini terletak pada faktor emosional.
c. Lifestyle Luxuries(gaya hidup mewah)
Lifestyle Luxuriesmenawarkan manfaat dan kegunaan bagi konsumen
berupa meningkatnya prestige, image,dan superior qualitydari sebuah merek. Peranan merek menjadi gratifikasi konsumen untuk membeli produk atau jasa.
d. Aspirational Luxuries(hasrat kemewahan)
Seiring dengan indulgences, aspirational luxuries akan memuaskan
konsumen dari aspek kebutuhan emosionalnya. Melalui pembelian, konsumen dapat mengekspresikan dirinya, sistem nilai, minat dan hasratnya.
C. Peran Kelompok Acuan
1. Pengertian Peran Kelompok Acuan
Peran menurut Keliat (dalam Eftiana 2007:20) merupakan sikap dan perilaku nilai serta tujuan yang diharapkan seseorang berdasarkan
yang sama, tujuan tersebut bisa merupakan tujuan individu atau tujuan
bersama. Di dalam perspektif pemasaran, masing-masing kelompok ketika konsumen menjadi anggotanya akan mempengaruhi perilaku pembelian
dan konsumsi dari konsumen tersebut. Kelompok acuan (reference group) adalah seorang individu atau sekelompok orang yang secara nyata mempengaruhi perilaku seseorang. Kelompok acuan digunakan oleh
seseorang sebagai dasar untuk perbandingan antara sebuah referensi dalam membentuk respons afektif, kognitif, dan perilaku. Kelompok acuan akan
memberikan standar dan nilai yang akan mempengaruhi perilaku seseorang. Dalam perspektif pemasaran, kelompok acuan adalah kelompok yang berfungsi sebagai referensi bagi seseorang dalam keputusan
pembelian dan konsumsi. Kelompok acuan bisa merupakan sesuatu yang nyata (orang sesungguhnya) atau yang bersifat tidak nyata dan bersifat
simbolik (misalnya para eksekutif yang sukses atau para selebriti yang sukses: tokoh politik, aktor, dan olahragawan). Jadi peran kelompok acuan adalah sikap dan perilaku nilai serta tujuan yang diharapkan oleh
seseorang berdasarkan posisinya dimasyarakat atau kelompok tertentu yang pandangan atau nilai-nilainya digunakan oleh seseorang sebagai
acuan perilaku individu tersebut.
2. Jenis-Jenis Kelompok Acuan
a. Kelompok Formal dan Informal
Kelompok formal adalah kelompok yang memiliki struktur organisasi secara tertulis dan keanggotaan yang terdaftar secara resmi, misalnya
partai politik, universitas, dan perusahaan. Kelompok informal adalah kelompok yang tidak memiliki struktur organisasi secara tertulis dan resmi, sifat keanggotaan tidak tercatat. Kelompok informal biasanya
terbentuk karena hubungan sosial, misalnya kelompok bermain badminton, kelompok senam kebugaran, kelompok arisan dan
kelompok rukun tetangga. Anggota kelompok informal biasanya berjumlah sedikit dan berinteraksi secara dekat dan tatap muka secara intensif dan rutin.
b. Kelompok Primer dan Sekunder
Kelompok primer adalah kelompok dengan keanggotaan yang
terbatas, interaksi antar anggota secara langsung tatap muka, memiliki ikatan emosional antar anggota. Anggota kelompok memiliki kesamaan nilai dan perilaku. Contoh dari kelompok primer adalah
keluarga, dan kelompok yang memiliki ikatan kekerabatan. Kelompok sekunder memiliki ikatan yang lebih longgar dari kelompok primer,
antar anggota mungkin juga terjadi kontak tatap muka langsung, antar anggota kelompok memiliki pengaruh kecil terhadap anggota lainnya. Contoh kelompok sekunder bisa berbentuk kelompok formal, seperti
informal, seperti kelompok arisan, kelompok rukun warga, dan teman
bermain tenis.
c. Kelompok Aspirasi dan Disosiasi
Kelompok aspirasi adalah kelompok yang memperlihatkan keinginan untuk mengikuti norma, nilai, maupun, perilaku dari orang lain yang dijadikan kelompok acuannya. Contohnya, anak-anak muda senang
meniru cara berpakaian para selebriti dari Amerika, mereka bahkan berusaha meniru perilakunya. Kelompok disosiasi adalah seseorang
atau kelompok yang berusaha untuk menghindari asosiasi dengan kelompok acuan.
3. Tiga Bentuk Pengaruh Kelompok Acuan
Terdapat tiga cara dasar kelompok acuan mempengaruhi pilihan konsumen
yaitu:
a. Pengaruh Normatif
Pengaruh normatif adalah pengaruh dari kelompok acuan terhadap seseorang melalui norma-norma sosial yang harus dipatuhi dan diikuti. Seorang konsumen cenderung akan mengikuti apa yang
dikatakan atau disarankan oleh kelompok acuan jika ada tekanan kuat untuk mengikuti norma-norma yang ada.
b. Pengaruh Ekspresi Nilai
Kelompok acuan akan mempengaruhi seseorang melalui fungsinya sebagai pembawa ekspresi nilai. Seorang konsumen akan membeli
sebagai orang yang sukses atau kendaraan tersebut dapat
meningkatkan citra dirinya. Konsumen tersebut merasa bahwa orang-orang yang memiliki kendaraan mewah akan dihargai dan dikagumi
oleh orang lain. c. Pengaruh Informasi
Kelompok acuan akan mempengaruhi pilihan produk atau merek dari
seseorang konsumen, karena kelompok acuan tersebut sangat dipercaya sarannya, karena ia memiliki pengetahuan dan informasi
yang lebih baik.
4. Kelompok Acuan yang Sering Digunakan Dalam Pemasaran
Menurut Sumarwan (2011:312) komunikasi pemasaran melalui iklan di berbagai media sering menggunakan orang-orang yang dianggap
sebagai kelompok acuan. Para kelompok acuan tersebut adalah para selebriti, pakar atau ahli, orang-orang biasa, para eksekutif perusahaan atau
pegawai biasa, dan karakter dagang (trade and spokes character). a. Selebriti
Kelompok selebriti adalah para artis film, sinetron, penyanyi, musisi,
pelawak dan semua orang-orang terkenal yang bergerak di bidang hiburan. Para selebriti bisa juga para pemain olahraga yang terkenal,
tokoh politik, para pejabat pemerintah, para pakar pengamat ekonomi, sosial, dan politik. Selebriti akan memberikan manfaat kepada perusahaan, karena selebriti memiliki popularitas, bakat, kharisma, dan
b. Ahli atau Pakar
Perusahaan sering mengunakan para ahli untuk mengiklankan produknya yang relevan. Para ahli dianggap sebagai seorang pakar
karena pekerjaannya, pendidikannya, atau pengalamannya. Para ahli digunakan untuk membantu konsumen dalam mengevaluasi produk dan jasa. Para ahli diharapkan dapat memberikan keyakinan kepada
konsumen mengenai produk dan jasa yang diiklankan tersebut. c. Orang Biasa (The Common Man)
Perusahaan yang menampilkan atau menggunakan konsumen yang puas terhadap produknya dalam iklan disebut sebagai penggunaan orang biasa. Konsumen yang puas terhadap produk adalah kelompok acuan,
yang bisa ditampilkan pada iklan untuk memberi pengaruh kepada konsumen lain. Dengan menggunakan konsumen biasa, perusahan
berusaha menampilkan suatu situasi yang alamiah kepada konsumen potensial bahwa seseorang seperti mereka telah menggunakan produk dan merasa puas terhadap produk tersebut.
d. Para Eksekutif dan karyawan
Para eksekutif perusahaan adalah orang-orang yang dianggap sukses
dalam bidangnya. Mereka memiliki popularitas di kalangan media dan sebagian masyarakat. Mereka sering dikagumi karena kesuksesannya. Para eksekutif sering dipakai untuk mempromosikan produk dan jasa
begitu memperhatikan konsumen, mendorong konsumen agar lebih
percaya kepada produk dan jasa yang ditawarkan. e. Karakter Dagang atau Juru Bicara
Karakter dagang atau karakter juru bicara adalah simbol dari perusahaan yang digunakan dalam komunikasi pemasaran. Contohnya, McDonald menggunakan tokoh badut yang bernama Ronald McDonald
sebagai Spokes-Characterperusahaan. Karakter tersebut befungsi untuk menjadi daya tarik bagi konsumen.
f. Penguatan Lainnya sebagai Kelompok Acuan
Para pemasar sering memasang suatu simbol atau tanda persetujuan (seals of approval) dari sebuah lembaga pada kemasan produknya atau
iklan produknya. Simbol atau tanda tersebut memberikan jaminan akan standar dan kualitas produk yang diakui oleh lembaga yang berwenang
memberikan jaminan tersebut. Misalnya di Indonesia, tanda atau cap HALAL dari Majelis Ulama Indonesia meupakan simbol persetujuan dari lembaga yang berwenang bahwa produk tersebut adalah aman bagi
konsumen yang beragama Islam.
D. Minat Beli
Minat beli merupakan perilaku yang muncul sebagai respon terhadap objek yang menunjukkan keinginan pelanggan untuk melakukan pembelian
mengambil tindakan yang berhubungan dengan pembelian yang diukur
dengan tingkat kemungkinan konsumen melakukan pembelian. Sedangkan Kinnear dan Taylor (dalam Tifane, 2011:16) menyatakan bahwa minat beli
adalah tahap kecenderungan responden untuk bertindak sebelum keputusan membeli benar-benar dilaksanakan.
Suatu produk dikatakan telah dikonsumsi oleh konsumen apabila
produk tersebut telah diputuskan oleh konsumen untuk dibeli. Keputusan untuk membeli dipengaruhi oleh nilai produk yang telah dievaluasi. Bila
manfaat yang dirasakan lebih besar dibanding pengorbanan untuk mendapatkannya, maka dorongan untuk membeli semakin tinggi. Sebaliknya bila manfaatnya lebih kecil dibanding pengorbanannya maka biasanya
pembeli akan menolak untuk membeli dan umumnya beralih mengevaluasi produk lain yang sejenis.
Menurut Winkel (dalam Febryanto, 2009:17), faktor-faktor yang mempengaruhi minat dikelompokkan menjadi 2 golongan yaitu:
1. Minat secara intrinsik yaitu minat yang berdasarkan suatu dorongan yang
secara mutlak timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada pengaruh dari luar, misalnya: sumber daya konsumen, pengetahuan, sikap, dan
gaya hidup.
2. Minat secara ekstrinsik yaitu minat yang berdasarkan dorongan atau pengaruh dari luar diri individu, misalnya: iklan, pendapat teman, faktor
Menurut Ferdinand (dalam Tifane, 2011:17), minat beli dapat
diidentifikasi melalui indikator-indikator sebagai berikut:
1. Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli
produk.
2. Minat referensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk mereferensikan produk kepada orang lain.
3. Minat preferensial, yaitu minat yang menggambarkan perilaku seseorang yang memiliki preferensi utama pada produk tersebut. Preferensi ini
hanya dapat diganti jika terjadi sesuatu dengan produk preferensinya. 4. Minat eksploratif, minat ini menggambarkan perilaku seseorang yang
selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari
informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.
E. Penelitian Terdahulu
1. Penelitian yang dilakukan oleh Leo Danar Risky (2012) mengenai
“Pengaruh Kredibilitas Duta Merek dan Citra Produk Terhadap Minat Beli Konsumen Sepatu Futsal Nike”. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan populasi adalah konsumen sepatu futsal Nike di Nike Warehouse
Center Yogyakarta. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 100 orang responden. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling
dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji validitas menggunakan teknik korelasi Pearson’s Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan rumus Cronbach’s Alpha. Teknik analisis data
sederhana, analisis regresi linear berganda, uji t. Berdasarkan hasil analisis
data dapat diketahui bahwa: 1) Kredibilitas duta merek berpengaruh pada minat beli konsumen. 2) Citra produk berpengaruh pada minat beli
konsumen. 3) Kredibilitas duta merek dan citra produk secara bersama-sama berpengaruh pada minat beli konsumen.
2. Penelitian yang dilakukan oleh Efi Eftiana (2007) mengenai “Peran Kelompok Referensi dan Motif Pembelian Terhadap Gaya Hidup”.
Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa di beberapa Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta yang merupakan pemain basket dan
menggunakan sepatu olahraga merek Nike dan Adidas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh peran kelompok referensi dan motif pembelian terhadap gaya hidup tidak secara konsisten ditemukan di setiap
kelompok sampel. Akan tetapi, pengaruh tersebut ditemukan signifikan jika kelompok-kelompok sampel digabungkan menjadi satu kelompok
sampel.
3. Penelitian dilakukan oleh Maria Oktaria (2012) mengenai “Pengaruh Motif Kognitif dan Motif Afektif Terhadap Minat Beli Konsumen pada
Mermaid Boutique di Yogyakarta”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah motif kognitif dan motif afektif berpengaruh secara parsial maupun simultan terhadap minat beli konsumen. Populasi dari
menggunakan korelasi Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan
rumus Cronbach’s Alpha. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linear Berganda, Uji F dan Uji t
pada taraf signifikan 5% dan uji asumsi klasik. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa motif kognitif dan motif afektif secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen.
4. Penelitian yang dilakukan oleh Evi Rinawati Simanjuntak dengan judul
“Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Adopsi Produk Berteknologi Tinggi Pada Konsumen di Indonesia”. Berdasarkan pada kerangka teori
Technology Adoption Model (TAM), penelitian dilakukan dengan metode survei dan pengolahan data menggunakan Structural Equation Modeling. Temuan penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup tidak berpengaruh
langsung terhadap keinginan untuk mengadopsi produk berteknologi tinggi, melainkan melalui perceived usefulness. Keterlibatan konsumen
dengan internet dan e-shopping tidak terlihat dapat membentuk perceived usefulness dari produk berteknologi tinggi tersebut. Pada penelitian ini data menunjukkan bahwa perceived ease-of-use berkontribusi dalam
pembentukan perceived usefulness.
5. Penelitian lain yang dilakukan oleh Rorlen (2007) mengenai “Peran Kelompok Acuan dan Keluarga Terhadap Proses Keputusan Untuk
peranan orang lain dalam mempengaruhi keputusan pembelian tersebut.
Seseorang atau individu berpotensi untuk dipengaruhi oleh berbagai tipe orang maupun kelompok yang melakukan kontak dengan mereka atau
yang mereka amati.
F. Kerangka Konseptual Penelitian
Gambar II.1
Kerangka Konseptuan Penelitian
Keterangan:
= Pengaruhgaya hidup brand minded(X1) dan peran kelompok acuan (X2) secara parsial atau sendiri-sendiri terhadap minat beli
(Y)
= Pengaruh gaya hidup brand minded(X1) dan peran kelompok
acuan (X2) secara simultan atau bersama-sama terhadap minat beli (Y)
Gaya Hidup brand minded(X1)
Peran Kelompok Acuan
(X2)
Minat Beli
G. Hipotesis
Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap masalah yang diajukan dan jawaban itu masih akan diuji kebenarannya. Dari kerangka
penelitian yang dilakukan, maka dapatlah dikemukakan hipotesis dalam penelitian ini, yaitu:
1. Gaya hidup brand mindeddan peran kelompok acuan secara simultan atau
bersama-sama berpengaruh terhadap minat beli produk Samsung Android. 2. Gaya hidup brand minded berpengaruh terhadap minat beli produk
Samsung berbasis Android.
3. Peran kelompok acuan berpengaruh terhadap minat beli produk Samsung
29
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah studi kasus yaitu pengumpulan data dengan melakukan penelitian terhadap beberapa objek yang populasinya terbatas.
Sehingga kesimpulan yang akan ditarik terbatas pada beberapa objek yang diteliti saja. Penelitian ini diarahkan untuk mengumpulkan informasi dan data
kemudian diolah, dianalisis, dan selanjutnya diambil kesimpulan berkenaan dengan masalah yang diteliti.
B. Subjek dan Objek Penelitian
1. Subjek Penelitian
Subjek Penelitian atau informan penelitian adalah subjek yang memahami informasi penelitian sebagai pelaku maupun orang lain yang memahami
objek penelitian (Bungin, 2007:76). Dalam penelitian ini subjek penelitiannya yaitu pembeli atau konsumen yang datang langsung dan mengunjungi CounterTrakomindo Selular.
2. Obyek Penelitian
Obyek penelitian yaitu apa yang menjadi sasaran (Bungin, 2007:76). Obyek dalam penelitian ini yaitu variabel-variabel yang diteliti oleh
brand minded, peran kelompok acuan, serta minat beli terhadap produk
Samsung berbasis Android.
C. Waktu dan lokasi Penelitian
1. Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2013.
2. Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan di Counter Trakomindo Selular yaitu di Phone
MarketAmbarukmo Plaza LG Floor Kav. 1 dan 5, Yogyakarta.
D. Variabel Penelitian
1. Identifikasi Variabel
a. Variabel dependen atau variabel terikat adalah variabel yang
dipengaruhi atau disebabkan oleh adanya variabel bebas (Sumarni dan Wahyuni, 2006:22). Dari definisi tersebut, maka variabel dependen
adalah minat beli produk Samsung berbasis Android (Y).
b. Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi penyebab berubahnya atau timbulnya variabel dependen (Sumarni dan
Wahyuni, 2006:22). Dari definisi tersebut maka variabel independen adalah gaya hidup brand mindeddan peran kelompok acuan.
2. Definisi Operasional Variabel
a. Gaya Hidup
Gaya hidup merupakan perilaku seseorang, bagaimana ia hidup, menggunakan uangnya, dan memanfaatkan waktu yang dimilikinya.
Hal tersebut dapat dilihat dari aktivitas, minat dan opini. Gaya hidup
brand minded merupakan gaya hidup individu yang berorientasi pada penggunaan produk-produk yang memiliki merek eksklusif atau
terkenal Indikator:
Gaya hidup brand minded yang dilihat dari kegiatan, minat ,dan pendapat.
- Kegiatan terhadap brand minded yaitu senang membeli handphone
dengan merek terkenal yang sedang tren saat ini.
- Minat terhadap brand minded yaitu minat akan pembelian
handphonedengan merek eksklusif atau terkenal.
- Opini terhadap brand minded yaitu pendapat bahwa membeli
handphoneyang sedang tren saat ini dapat meningkatkan harga diri.
b. Peran Kelompok Acuan
Peran kelompok acuan merupakan kelompok yang berfungsi sebagai referensi bagi seseorang dalam keputusan pembelian dan konsumsi.
Indikator:
- Informasional
Memperoleh informasi dari teman, kerabat maupun keluarga
Informasi tentang pengalaman yang baik dalam penggunaan
produk Samsung berbasis Android. - Normatif
Kewajiban atau tuntutan moral dari kelompok untuk membeli produk Samsung berbasis Android.
- Ekspresi Nilai
Sifat menonjol produk yang secara visual sangat menarik.
Produk Samsung berbasis Android yang secara verbal sangat
mudah digambarkan oleh teman, saudara, keluarga maupun tetangga.
Banyak dari teman maupun keluarga yang menggunakan Produk
Samsung berbasis Android.
c. Minat Beli
Minat beli merupakan kecenderungan konsumen untuk membeli suatu
merek atau mengambil tindakan yang berhubungan dengan pembelian yang diukur dengan tingkat kemungkinan konsumen melakukan pembelian.
Indikator:
- Kecenderungan membicarakan produk Samsung berbasis Android
kepada individu atau kelompok disekitarnya.
- Konsumen mencari informasi mengenai produk Samsung berbasis Android dan mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat positif
- Konsumen lebih tertarik untuk membeli produk Samsung berbasis
Android daripada merek lain.
- Konsumen akan membeli produk Samsung berbasis Android
3. Pengukuran Variabel
Pengukuran variabel dengan menggunakan skala Likert yang menunjuk pada suatu pertanyaan mengenai tingkat kesetujuan atau ketidaksetujuan. a. SS merupakan jawaban sangat setuju, diberi skor 5.
b. S merupakan jawaban setuju, diberi skor 4. c. N merupakan jawaban netral, diberi skor 3.
d. TS merupakan jawaban tidak setuju, diberi skor 2.
e. STS merupakan jawaban sangat tidak setuju, diberi skor 1.
E. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya (Sugiyono, 2012: 215). Populasi yang digunakan adalah seluruh konsumen counter
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi (Sugiyono, 2012:215). Sampel dalam penelitian ini digunakan sebanyak 100 responden dan responden
tersebut belum memiliki produk Samsung berbasis Android dan berminat untuk membeli smartphone. Perhitungan jumlah sampel ini dengan rumus (Sugiyono,2011:69) :
n = . .
n = ( , ).( . ).( , )
( , )
n = 96,04 dibulatkan menjadi 100 Keterangan:
n : jumlah sampel
p : estimator proporsi populasi
q : 1-p (proporsi yang diinginkan memiiki karakteristik
tertentu)
Za : nilai uji dengan standar signifikan 5% (Za/2=1,96)
d : penyimpangan yang ditolerir
p.q : jika p dan q tidak diketahui maka dapat diganti dengan 0,25
F. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Accidental Sampling adalah pengambilan sampel dengan
menentukan sampel berdasarkan kebetulan yang ditemui atau siapapun yang dipandang oleh peneliti cocok sebagai sumber data (Sumarni dan Wahyuni, 2006:78). Kelebihan dari teknik pengambilan sampel ini yaitu kepraktisan
dalam pemilihan anggota sampel, dan kekurangan dari teknik pengambilan sampel ini yaitu belum tentu responden memiliki karakteristik yang dicari
oleh peneliti. Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data langsung dari setiap responden yang belum memiliki produk Samsung berbasis android dan memiliki minat beli terhadap smartphone.
G. Sumber Data
1. Data Primer
Sumber data primer merupakan sumber data yang secara langsung
memberikan data kepada pengumpul data (Sumarni dan Wahyuni, 2006:85). Data primer penelitian ini berasal dari hasil pengisian kuesioner yang diperoleh langsung dari responden saat penelitian, dalam
penelitian ini adalah data tentang variabel-variabel gaya hidup brand minded, peran kelompok acuan, dan minat beli.
2. Data Sekunder
sesuatu hal. Dalam penelitian ini data sekunder bersumber dari studi
kepustakaan berupa jurnal penelitian, artikel majalah, berita surat kabar ataupun internet yang menunjang informasi berkaitan dengan penelitian.
H. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan untuk mendapatkan data yang diperlukan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:
1. Wawancara
Wawancara adalah salah satu teknik pengumpulan data dengan
berkomunikasi secara langsung atau bertanya kepada nara-sumber yang dijadikan sumber utama. Pada penelitian ini wawancara dilakukan melalui tanya jawab secara langsung dengan pimpinan dan karyawan
untuk memperoleh data yang berhubungan dengan topik penelitian.
2. Teknik Angket (Kuesioner)
Teknik ini merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan untuk
mengumpulkan data dengan cara membagi daftar pertanyaan kepada responden agar responden tersebut memberikan jawabannya.
I. Teknik Pengujian Instrumen
1. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengetahui kelayakan butir-butir dalam suatu daftar pertanyaan dalam mendefinisikan suatu variabel. Suatu
kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji validitas menggunakan teknik korelasi Product Moment dengan
menggunakan rumus sebagai berikut (Sujarweni dan Endrayanto, 2012:177) :
= N(∑XY) − (∑X)(∑Y)
{N∑X − (∑X) }{N∑Y − (∑Y) }
Dimana:
rXY : koefisien korelasi r hitung X : nilai dari tiap butir
Y : nilai total tiap butir N : jumlah sampel
Untuk menentukan apakah instrumen tersebut valid atau tidak, digunakan ketentuan sebagai berikut:
a. Jika r hit ≥ r tabel dengan taraf signifikansi 5% dan df = N-2, maka instrumen tersebut dikatakan valid.
b. Jika r hit < r tabel dengan taraf signifikansi 5% dan df = N-2, maka
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel
atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2006:41). Dalam menghitung reliabilitas, peneliti menggunakan rumus Cronbach’s Alpha sebagai
berikut (Sujarweni dan Endrayanto, 2012:186):
=
( −1) 1−
∑
Keterangan:
: reliabilitas instrumen
k : banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal
∑ : jumlah varian butir
: varian total
Untuk menentukan apakah instrumen tersebut reliable atau tidak
digunakan ketentuan jika nilai Cronbach’s Alpha≥ 0,60 maka dinyatakan reliabledan jika Cronbach’s Alpha< 0,60 dinyatakan tidak reliable.
J. Teknik Analisis Data
Menurut Sugiyono (2012:244) analisis data merupakan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara,
dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa,
menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri
sendiri maupun orang lain. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Uji Asumsi Klasik
Model regresi linier berganda dapat disebut baik jika terbebas dari asumsi-asumsi klasik statistik (Sunyoto, 2011:131). Uji asumsi-asumsi klasik meliputi:
a. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal.
Persamaan regresi dikatakan baik jika mempunyai data variabel bebas dan data variabel terikat berdistribusi mendekati normal atau normal
sama sekali. Pedoman yang digunakan untuk mengetahui normalitas data adalah apabila nilai signifikansi dari uji Kolmogorov Smirnov (Asymp.sig) > 0,05 maka sebaran data mengikuti distribusi normal,
sedangkan apabila signifikansi (Asymp.sig) < 0,05 maka sebaran data tidak mengikuti distribusi normal. Distribusi normal juga akan
membentuk satu garis lurus diagonal, dan ploting data akan dibandingkan dengan garis diagonal. Jika distribusi data adalah normal, maka garis yang menghubungkan data sesungguhnya akan mengikuti
melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik. Dasar
pengambilan keputusan lain dari uji normalitas adalah:
1) Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis
diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
2) Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi
normalitas.
b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah model regresi
ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka
variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel-variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama
dengan nol. Pedoman yang digunakan untuk mengetahui tidak terjadinya masalah multikolinearitas yaitu apabila nilai VIF (variance inflation factor) kurang dari 10 dan mempunyai nilai tolerance lebih
dari 0,1.
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model
pengamatan lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas dan jika
berbeda disebut Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang terjadi Homoskedastisitas atau tidak terjadi Heteroskedastisitas.
Uji heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan uji Spearmans ‘rho yaitu dengan mengkorelasikan nilai residual hasil regresi dengan masing-masing variabel independen. Untuk kriteria pengujian
heteroskedastisitas yaitu apabila nilai signifikansi antara variabel independen dengan residual lebih dari 0,05 maka tidak terjadi masalah
heteroskedastisitas, tetapi jika signifikansi kurang dari 0,05 maka terjadi masalah heteroskedastisitas. Cara lain untuk mendeteksi ada atau tidaknya Heteroskedastisitas dapat diketahui dengan melihat ada
tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dengan residualnya (SRESID) dimana sumbu
Y adalah Y yang telah diprediksi dan sumbu X adalah residual (Y prediksi – Y sesungguhnya). Dasar analisis dari uji Heteroskedastisitas melalui grafik plot adalah sebagai berikut:
1) Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian
menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi Heteroskedastisitas.
2) Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan
2. Analisis Regresi Linier Berganda.
Secara sistematis persamaan regresi linear berganda dirumuskan sebagai berikut (Sujarweni dan Endrayanto, 2012:88):
Y = a + b1X1+ b2X2
Dimana:
Y = minat beli a = konstanta
b1 = koefisien X1
X1 = gaya hidup brand minded
b2 = koefisien X2
X2 = peran kelompok acuan
Untuk menghitung persamaan regresi yaitu menghitung a, b1, b2 dapat menggunakan persamaan berikut (Sujarweni dan Endrayanto, 2012:88):
b1 =
(∑ ) ∑ (∑ )
(∑ )(∑ ) (∑ )
b2=
(∑ ) ∑ (∑ )
(∑ )(∑ ) (∑ )
3. Uji F (secara simultan)
Uji F dilakukan untuk melihat pengaruh dari gaya hidup brand minded dan peran kelompok acuan secara bersama-sama (simultan) terhadap minat beli
responden pada produk Samsung berbasis Android. Pengujian secara simultan menggunakan distribusi F, yaitu membandingkan antara F hitung dengan F tabel.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam uji F yaitu (Sunyoto, 2009:155) : a. Menentukan Ho dan Ha:
Ho: b1, b2= 0
artinya gaya hidup brand mindeddan peran kelompok acuan tidak berpengaruh terhadap minat beli pada produk Samsung berbasis
Android
Ha: minimal salah satu dari b1, b2≠ 0
artinya gaya hidup brand minded dan peran kelompok acuan berpengaruh terhadap minat beli pada produk Samsung berbasis Android.
b. Menentukan level of significance(α)
Level of significance (α) dalam penelitian ini adalah sebesar 5% atau 0,05. F tabel dicari dengan menentukan besar degree of freedom (df)
c. Menentukan nilai Fhitungdengan rumus (Sunyoto, 2009:155):
F = /
( )⁄
Dimana:
F = Harga F garis regresi yang dicari K = banyaknya variabel bebas
n = jumlah sampel R2= koefisien determinasi
d. Kriteria penerimaan dan penolakan Hipotesis
Jika Fhitung > Ftabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima, yang artinya variabel independen (gaya hidup brand minded dan peran kelompok
acuan) secara bersama-sama atau simultan berpengaruh terhadap variabel dependen (minat beli). Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis juga dapat dilakukan dengan melihat nilai probabilitas yang
dihasilkan. Apabila memiliki nilai probabilitas kurang dari 0,05 maka dinyatakan signifikan.
Jika Fhitung ≤ Ftabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak, yang artinya
variabel independen (gaya hidup brand minded dan peran kelompok acuan) secara bersama-sama atau simultan tidak berpengaruh terhadap variabel dependen (minat beli). Kriteria penerimaan dan
penolakan hipotesis juga dapat dilakukan dengan melihat nilai probabilitas yang dihasilkan. Apabila memiliki nilai probabilitas lebih
4. Uji t (secara parsial)
Uji t digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel independen secara parsial mampu mempengaruhi variabel dependen.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam uji t yaitu (Sunyoto, 2009:152) : a. Menentukan Ho dan Ha.
Ho : b1= 0, artinya secara parsial tidak ada pengaruh gaya hidup
brand minded terhadap minat beli produk Samsung berbasis Android
Ha : b1≠ 0, artinya secara parsial ada pengaruh gaya hidup brand
mindedterhadap minat beli produk Samsung berbasis Android
Ho : b2= 0, artinya secara parsial tidak ada pengaruh peran kelompok acuan terhadap minat beli produk Samsung
berbasis Android
Ha : b2 ≠ 0, artinya secara parsial ada pengaruh peran kelompok acuan terhadap minat beli produk Samsung berbasis
Android
b. Menentukan level of significance(α):
Dalam penelititan ini level of significance atau tingkat signifikannya
c. Menentukan nilai thitung dengan rumus (Sunyoto, 2009:152):
ti =
Dimana:
ti = t hitung koefisien i
bi = koefisien regresi variabel i sbi = standar error dari i
d. Kriteria Penerimaan dan Penolakan Hipotesis
Jika -thitung< -ttabel atau thitung> ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis juga dapat dilakukan melalui nilai probabilitas yang dihasilkan. Apabila memiliki nilai
probabilitas kurang dari 0,05 maka dinyatakan signifikan.
Jika thitung≤ ttabel atau -thitung ≥ -ttabel maka H0 diterima dan Ha ditolak.
Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis juga dapat dilakukan melalui nilai probabilitas yang dihasilkan. Apabila memiliki nilai probabilitas lebih dari 0,05 maka dinyatakan tidak signifikan.
5. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh dari variabel independen (gaya hidupbrand mindeddan peran kelompok acuan)
R2 = ∑ ∑ ∑
Keterangan:
R2 = koefisien determinasi
X1,2 = variabel independen (gaya hidup brand mindeddan peran kelompok acuan)
48
BAB IV
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Trakomindo Selular merupakan salah satu counter di area Phone Market Ambarukmo yang menghadirkan beragam gadget terkini. Counter yang berlokasi
di lantai LG Ambarukmo Plaza ini menawarkan beragam kemudahan bagi para konsumen yang sedang mengincar gadget terbaru. Trakomindo Selular
menawarkan beragam gadget terbaru dan second, aksesoris, servis, perdana, hingga aplikasi. Untuk setiap pembelian gadget di counter ini para konsumen diberikan beragam aplikasi terbaru secara cuma-cuma dan tidak
tanggung-tanggung untuk updateatau menambah aplikasi para konsumen bisa mendapatkan garansi hingga 1 tahun.
A. Sejarah Singkat
Kegiatan usaha dari Trakomindo Selular dimulai sejak tahun 2000. Awal mula usaha ini berlokasi di gedung Wisma BDNI lantai II Jl. Jendral
Sudirman nomor 59, akan tetapi karena pasar di Ex-BDNI dirasa sudah mulai sepi maka pada tahun 2006 Trakomindo Selular berpindah lokasi di Phone Market Ambarukmo Plaza LG Floor Kav. 1 dan 5, Yogyakarta. Usaha ini
didirikan pertama kali oleh Andi. Modal pertama kali didirikannya usaha ini sebesar 100 juta rupiah dan keseluruhannya merupakan modal sendiri.
mereka masih menyediakan stok ponsel yang terbatas saja sambil berjalannya
waktu mereka menambah stok ponsel yang ada serta menambah kelengkapan yang ada untuk pelayanan tambahan dari toko. Dari awal berdirinya hingga
sekarang ini, Trakomindo Selular berkembang dengan sangat pesat. Hal ini didukung dengan adanya teknologi ponsel, sehingga permintaan konsumen pun semakin bertambah. Tujuan dari usaha ini adalah untuk memenuhi
kebutuhan konsumen akan handphone dan meningkatkan efektifitas agar Trakomindo Selular dapat terus berkembang dan bertahan dalam usaha
ponsel.
B. Struktur Organisasi
Struktur organisasi Trakomindo Selular bersifat informal. Tidak ada garis tegas yang memisahkan antara posisi pimpinan dengan para karyawan.
Masing-masing karyawan memiliki tugas dan tanggung jawab yang telah diatur sebelumnya. Bagian tugas dan tanggung jawab yang ada pada
Trakomindo Selular yaitu:
1. Pimpinan merangkap bagian keuangan
Bertugas mengkoordinir kegiatan di counter, menentukan jadwal
pengadaan barang, mengawasi kegiatan jalannya counter, bertanggung jawab terhadap keluar masuknya uang, dan melakukan order barang
sehingga jangan sampai ada seri ponsel yang kosong. 2. Administrasi
Bertugas melakukan pencatatan stok barang, barang yang terjual, dan
3. Servis dan reparasi
Melakukan pengecekan terhadap kondisi handphone yang dijual maupun dibeli oleh counter, serta menangani reparasi handphone dan mengantar
barang untuk diservis ke graha. 4. Penjualan
Melakukan transaksi jual beli dengan pelanggan, melayani pelanggan
termasuk memberikan informasi atau penjelasan kepada pelanggan.
C. Personalia
Trakomindo Selular memiliki 4 orang karyawan dan kesemua
karyawannya adalah pria. Karyawan di Trakomindo Selular bekerja dari pukul 11.00-20.30 WIB. Setiap karyawan memiliki libur satu kali dalam seminggu, disamping libur hari raya dan libur lainnya. Sistem pengupahan
karyawan dengan gaji bulanan. Pengrekrutan karyawan dilakukan dengan cara kekeluargaan, melihat sejauh mana pengetahuannya akan handphone,
mau bekerja keras, pendidikan minimal SMU atau sederajat, luwes dan ramah. Untuk meningkatkan kinerja maupun kesejahteraan para karyawannya, pihak counter selain memberikan bonus juga memberika
tunjangan hari raya.
D. Produk yang Dipasarkan
Perkembangan teknologi ponsel yang pesat dan selalu berubah-ubah menjadi salah satu pedoman bagi Trakomindo Selular dalam memasarkan