• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

26 BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan langkah dan prosedur yang akan dilakukan untuk mengumpulkan data dalam rangka memecahkan masalah atau menguji hipotesis. Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang menggambarkan atau menguraikan suatu keadaan atau kejadian sejelas mungkin dengan cara menggunakan kuesioner sebagai alat untuk mengumpulkan keterangan dan informasi yang diolah dengan menggunakan statistik, yaitu analisis regresi linier berganda untuk mengetahui hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen dengan variabel dependen.

1

Penelitian ini menggunakan Pendekatan deskriptif Kuantitatif dikarenakan pada penelitian ini menjelaskan suatu permasalahan atau keadaan dengan model statistik dan menggunakan alat bantu kuesioner.dan kenapa disebut deskriptif kuantitatif ,karena sebelum mengolah data,terlebih dahulu menguraikan atau menjelaskan materi-materi yang ada di dalam proposal.

Menurut Sugiyono metode kuantitatif adalah metode yang digunakan terhadap data yang berwujud angka-angka dan cara pembahasannya dengan uji statistik, teknik perhitungan secara kuantitatif matematik dapat dilakukan sehingga dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang berlaku umum di dalam suatu parameter.

2

3.2. Waktu dan Tempat Penelitian

Waktu penelitian dilakukan selama kurang lebih satu bulan pada tanggal 20 Agustus - 29 September 2019 . Penelitian ini mengambil tempat penelitian di Bank BTN Syariah Kantor Cabang Malang di Jl. Jaksa Agung Suprapto No 87, Klojen, Kota Malang, JawaTimur 65111

3.3. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi

1

Daniel Ortega dan Anas Alhifni, “Pengaruh Media Promosi Perbankan Syariah terhadap Minat Menabung Masyarakat Di Bank Syariah”, Equilibrium, Vol. 5, No. 1, (2017), hal 92.

2

Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, (Bandung: Alfabeta, 2014), hal 65.

(2)

27

Populasi merupakan keseluruhan objek yang menjadi sasaran penelitian.

Populasi disebut juga universum yaitu generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.

3

Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah KPR Bank BTN Syariah Kantor Cabang Malang dengan sebanyak 135 nasabah KPR Bank BTN Syariah dari total 1.946 nasabah yang ada di Bank BTN Syariah Kantor Cabang Malang. Dari total 135 nasabah KPR didapatkan sampel sebanyak 100,93 yang akan di ambil dalam penelitian ini dan dibulatkan menjadi 100 responden (nasabah KPR). Di dalam pengambilan sampel ini menggunakan rumus Slovin sebagai berikut:

Keterangan:

n = Jumlah sampel N = Populasi

e = Nilai Presesi atau sig = 0,05 n=

𝑁

1+𝑁𝑒2

=

135

1+(135)(0,05)2

=

135

1+(135)(0,0025)

=

135

1+0,3375

=

135

1,3375

= 100.93

3

Sugiyono, Statistika untuk Penelitian,(Bandung: Alfabeta, 2011), hal 50.

n=

𝑁

1+𝑁𝑒2

n = N / N(𝑑)

2

+1

(3)

28 2. Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang akan diteliti secara mendalam.

Menurut Sugiyono sampel merupakan sebagian dari populasiatau dalam istilah matematika dapat disebut sebagai himpunan bagian populasi.

4

Menurut Nawawi teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif atau benar-benar mewakili populasi. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling. Purposive sampling adalah salah satu teknik sampling non random dimana peneliti menentukan pengambilan sample dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan penelitian.

5

Ciri- ciri khusus Pengambilan Sampel adalah sebagai berikut:

1. Terkhusus Nasabah Produk Pembiayaan KPR BTN iB 2. Lama bergabung minimal 2 tahun

3.4. Variabel Penelitian

Menurut Sugiyono, variabel merupakan suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.

6

Dalam penelitian ini terdapat variabel-variabel antara lain:

1. Variabel Independen

Variabel independen (bebas) adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan timbulnya variabel terikat. Variabel independen dalam penelitian ini adalah motivasi menghindari riba (X1) ,pengetahuan produk perbankan syariah (X2), dan promosi produk perbankan syariah (X3).

2. Variabel dependen

4

Hadari Nawawi, Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis yang Kompetitif, (Yogyakarta:

Gajah Mada University Press, 2011), hal 152.

5

Masyhuri dan M Zainuddin, Metodologi Penelitian – Pendekatan Praktis dan Aplikatif, (Bandung:

PT Refika Aditama, 2008), hal 178.

6

Ibid, hal 38.

(4)

29

Variabel dependen (terikat) adalah variabel yang dipegaruhi atau yang menjadi akibat adanya variabel bebas. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah keputusan menjadi nasabah (Y).

3.5. Definisi Operasional

Devinisi operasional adalah penjabaran masing-masing variabel terhadap indikator-indikator yang membentukknya.

7

Untuk menghindari terjadinya perbedaan persepsi dalam menginterpretasikan pengetian masing-masing menurut konteks penelitian ini, maka definisi operasional dari variabel-variabel penelitian ini dibatasi sebagai berikut:

Tabel 1. Definisi oprasional

Variabel Definisi Variabel Indikator

Motivasi

Menghindari Riba

Merupakan dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang untuk menghindari bahaya riba atau bunga bank yang telah diharamkan oleh Allah dengan tujuan memulai transaksi yang lebih halal dan tidak bertentangan dengan prinsip ekonomi Islam. (Maslow, 1996 dan Antonio, 2015)

1. Kebutuhan agar hartanya bersih dari riba 2. Pengetahuan tentang bahaya riba 3. Pengaruh Eksternal 4. Keyakinan

Pengetahuan produk perbankan syariah

Pengetahuan yang dimiliki oleh konsumen Mengenai produk/ jasa yang akan dikonsumsi.

(Peter dan Olson, 1996)

1. Atribut produk 2. Manfaat produk 3. Nilai produk 4. Nilai kepuasan Promosi Produk

Perbankan Syariah

salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya utnuk mempertahankan

kelangsungan hidup usahanya. (World Marketing Asosiation, 2012)

1 Periklanan 2.Penjualan Pribadi 3 Promosi penjualan 4.Publisitas

Keputusan

menjadi nasabah

Merupakan proses psikologis dasar yang memainkan peranan penting dalam memahami bagaimana konsumen secara aktual mengambil keputusan pembelian yang melewati beberapa tahap.(Kotler dan Keller, 2006)

1. Pengenalan Masalah 2. Pencarian Informasi 3. Keputusan Pembelian

4. Perilaku pasca Pembelian

7

Ibid, hal 2.

(5)

30 3.6. Uji Validitas dan Reliabilitas

1. Uji validitas

Uji validitas atau kesahihan adalah menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang ingin diukur. Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan membandingkan antara r-hitung (product moment) dengan r-tabel.

8

Suatu instrumen penelitian dikatakan valid, bila:

a. Apabila r hitung > r tabel (pada taraf 𝛼=10%), maka dapat dikatakan item kuesioner tersebut valid

b. Apabila r hitung ≤ r tabel (pada taraf 𝛼=10%), maka dapat dikatakan item kuesioner tersebut tidak valid.

Rumus yang bisa digunakan untuk uji validitas menggunakan teknik korelasiproduct moment adalah:

r =𝑁(∑)−(∑)(∑)

√(𝑁.∑2−(∑)2) (𝑁∑2−(∑)2 Keterangan:

r: Koefisien korelasi product moment N:Banyaknya sampel

X: Jumlah skor dalam distribusi X Y: Jumlah skor dalam sidtribusi Y

∑XY: Jumlah perkalian X dan Y

∑X2: Jumlah kuadrat dalam skor distribusi X

∑Y2: Jumlah kuadrat dalam skor distribusi Y 2. Uji reliabilitas

8

Sofyan Siregar, Statistika Deskriptif untuk Penelitian, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada,

2010), hal 162-165.

(6)

31

Uji reliabilitas adalah untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama pula. Reliabilitas dalam penelitian ini diukur dengan teknik Alpha Cronbach. Teknik ini digunakan untuk menghitung reliabilitas suatu tes yang tidak mempunyai pilihan ‘benar’ atau

‘salah’ maupun ‘ya’ atau ‘tidak’ melainkan digunakan untuk menghitung reliabilitas suatu tes yang mengukur sikap atau perilaku. Teknik Alpha Cronbach dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu instrumen penelitian reliabel atau tidak, bila jawaban yang diberikan responden berbentuk skala seperti 1-3 dan 1-5, serta 1-7 atau jawaban responden yang menginterpretasikan penilaian sikap.

9

Kriteria suatu instrumen penelitian dikatakan reliabel dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach. Nilai cronbach alpha > 0,6 menunjukkan bahwa kuesioner untuk mengukur suatu variabel tersebut adalah reliabel. Sebaliknya, dibawah nilai cronbach alpha < 0,6 menunjukkan bahwa kuesioner untuk mengukur variabel tidak reliabel. Uji reliabilitas dari instrumen penelitian dengan tingkat signifikan (α) = 5%.

3.7. Data dan Sumber Data

Data adalah serangkaian informasi verbal dan nonverbal yang disampaikan informan kepada peneliti untuk menjelaskan perilaku ataupun peristiwa yang sedang menjadi fokus penelitian.

10

1. Jenis data a. Data primer

Data primer adalah data yang diambil dari sumber data primer atau sumber pertama dilapangan.

11

Dalam penelitian ini berupa jawaban kuesioner.

b. Data skunder

9

Ibid, hal 173-175.

10

Muhammad Idrus, Metode Penelitian Ilmu Sosial(Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif), (Jakarta: Erlangga, 2009), hal 84.

11

Burhan Bungin, Metode Penelitian Sosial&Ekonomi Format-format Kuantitatif untuk Studi

Sosial, Kebijakan Publik, Komunikasi, Manajemen dan Pemasaran,(Jakarta: Kencana, 2013), hal 19.

(7)

32

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder.

12

Data sekunder juga dikumpulkan berdasarkan sumber-sumber yang telah ada. Dalam penelitian ini, berupa penelitian terdahulu, jurnal, artikel, dan lain-lain.

2. Sumber data

a. Sumber data primer

Menurut Sofiyan Siregar, sumber data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber pertama atau tempat objek penelitian dilakukan.

13

Sumber data primer dalam penilitian ini yaitu nasabah Bank BTN Syariah Kantor Cabang Malang.

b. Sumber data sekunder

Sumber data sekunder adalah data yang diterbitkan atau digunakan oleh organisasi yang bukan pengolahnya.

14

Yang termasuk sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang dikeluarkan oleh bank BTN Syariah Kantor Cabang Malang seperti profil perusahaan yang meliputi sejarah, budaya perusahaan, visi dan misi, produk dan jasa, struktur organisasi perusahaan, serta studi literatur yang diperoleh dari buku, jurnal, dan internet yang dapat dijadikan penunjang dalam data sekunder lainnya.

3.8. Teknik Pengumpulan Data

Menurut Arikunto yang dimaksud dengan teknik pengumpulan data adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam pengumpulan data penelitiannya.

15

Teknik yang digunakan utnuk pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu:

1. Kuesioner (angket)

Kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertuliskepada responden untuk dijawabnya.

16

Adanya kuesioner ini dimaksudkan agar peneliti

12

Ibid.

13

Ibid.

14

Ibid.

15

Suharsimi Arikunto, Metodologi Penelitian, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002), hal 197.

16

Ibid., hal 142.

(8)

33

memperoleh data lapangan atau empiris untuk memecahkan masalah penelitian dan menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Responden di sini adalahnasabah yang memiliki rekening tabungan dan pernah melakukan transaksi di Bank BTN Syariah KC Malang .Sehingga hasil isian dari responden merupakan tanggapan dan jawaban atas berbagai pertanyaan yang diajukan dalam lembar kuesioner

Kuesioner yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan model tertutup karena jawaban telah tertera dalam angket dan pengukurannya menggunakan skala likert, yaitu skala yang berisi lima tingkat prefensi jawaban, sebagai berikut:

17

Tabel 2. Skala likert

Simbol Alternatif Jawaban Nilai

SS Sangat Setuju 5

S Setuju 4

N Ragu-Ragu 3

TS Tidak Setuju 2

STS Sangat Tidak Setuju 1

Setelah skor diperoleh lalu dicari rata-rata skor per responden. Data responden secara individu didistribusikan berdasarkan kriteria tertentu, sehingga dapat dideskripsikan distribusi jawabannya.

2. Dokumentasi

Dokumentasi adalah mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, notulen,rapot, agenda dan sebagainya.

18

Dokumentasi dalam penelitian ini yaitu dengan mencatat data, foto, dan mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan profil Bank BTN Syariah KC Malang.

3.9. Teknik Analisis Data

17

Choli Narbuko, Metodologi Penelitian, (Jakarta: PT BumiAksara, 2010), hal 83.

18

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu pendekatan Praktik, (Jakarta: PT Rineka Cipta,

2016), hal 206.

(9)

34

Analisis data adalah proses menyusun data agar dapat ditafsirkan, artinya memberikan makna, menjelaskan pola, dan mencari hubungan antar berbagai konsep.

19

Dalam penelitian ini, teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah Analisis Kuantitatif. Metode yang digunakan adalah SEM yang mendeskripsikan langkah-langkah analisis SEM yakni program LISREL Akan tetapi, yang digunakan sebagai landasan dalam memberikan hasil informasi berkenaan dengan nila-nilai yang akan digunakan sebagai dasar analisis SEM dirujuk dari hasil output program LISREL 8.80 (student edition). Karena program LISREL 8.80 (Student Edition) merupakan sofware yang khusus digunakan untuk menyelesaikan penelitian tentang analisis SEM, sehingga output nya lebih mudah dipahami sebagai dasar analisis, disamping penggunannya lebih mudah. Analisis SEM adalah teknik statistk multivariat yang merupakan kombinasi antara analisis faktor dan analisis regresi (korelasi) yang bertujuan untuk menguji hubungan antar variable yang ada pada sebuah model, bak itu antar indikator dengan konstruknya, ataupun hubungan antar konstruk. SEM dapat melakukan pengujian secara bersama-sama yaitu: model struktural yang mengukur hubungan antara independent dan dependent construct, serta model measurement yang mengukur hubungan (nilai loading) antara variabel indikator dengan konstruk (variabel laten).. Dua bagian utama analisis SEM mencakup model pengukuran (measurement model): bagian dari SEM yang menggambarkan hubungan antara variable laten dengan indikator-indikatornya. Dan structural Model: hubungan antar variable-variabel laten atau antar variable eksogen dengan valiabel laten. (1) Model pengukuran variabel endogen (variabel laten yang dipengaruhi oleh variabel laten yang lain), yaitu: y = y + dengan menggunakan Analisis Statistik model software LISREL.

(2) Model Sturktural (Stuctural Model) dilakukan oleh analisis jalur, menggambarkan hubungan antara variabel laten yaitu: = B + +

Pada prinsipnya asumsi-asumsi dalam SEM yang terpenting adalah berkenaan

19

S Nasution, Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif, (Bandung: Tarsito, 2003), hal 126.

(10)

35

dengan data yang akan dianalisis yaitu tidak mengandung pencilan (outliers), datanya memenuhi asumsi sebaran normal, datanya tidak mengandung multikolinieritas dan singularitas. Error pada pengukuran:

1. Measurement error : kesalahan atau error pada indicator dalam menjelaskan sebuah konstruk atau variable laten.

2. Structural error : sering kali disebut residual error yang kesalahan dari variable independen dalam menjelaskan semua hal pada variable dependen.

Ada dua Alat Analisis pada SEM :

1. Confirmatory Factor Analysis (CFA) menguji measurement model, mengetahui apakah indikator yang ada dapat menjelaskan sebuah konstruk.

2. Multiple Regression, menguji structrural model, hubungan dan pengaruh antar variable.

SEM digunakan lebih pada confirmatory analysis dari pada exploratory analysis, dimana SEM dibuat berdasarkan teori tertentu, kemudian SEM digunakan untuk menguji apakah model tersebut diterima atau ditolak, sehingga SEM tidak digunakan untuk membangun teori baru tanpa dasar teori yang sudah ada sebelumnya. Ada beberapa tahapan proses dalam analisis SEM:

1. Membuat sebuah Model SEM (Model Specification)

Pada tahap ini, sebuah model dengan berdasar teori tertentu dibuat, baik dalam bentuk equation (persamaan-persamaan matematis) maupun dalam bentuk diagram (gambar). Diagram akan memasukkan measurement model dan structural model.

2. Menyiapkan desain penelitian dan pengumpulan data

Setelah model dibuat, sebelum model diuji, akan dilakukan pengujian asumsi-asumsi yang seharusnya dipenuhi dalam SEM, perlakuan terhadap missing data (jika ada dan cukup banyak), mengumpulkan data, dan sebagainya.

3. Setelah sebuah model dibuat dan desain sudah ditentukan, pada model dilakukan uji identifikasi, apakah model dapat dianalisis lebih lanjut.

Penghitungan besar degree of freedom (dijelaskan pada bab mendatang) menjadi

bagian penting dalan tahap ini.

(11)

36

4. Menguji Model (Model Testing dan Model Estimation)

Setelah model dibuat dan dapat diidentifikasi, tahapan dilanjutkan dengan menguji measurement model dan kemudian menguji structural model. Dari pengujian measurement model, akan didapat keeratan hubungan antara indikator dengan kontruknya. Jika measurement model dapat dianggap valid, pengujian dilanjutkan pada structural model untuk memperoleh sejumlah

korelasi yang menunjukkan hubungan antar kontrak. Termasuk dalam kegiatan ini adalah kemungkinan dilakukannya model respectification pada sebuah model SEM.

20

Untuk menilai apakah data yang dikumpulkan konsisten dan cocok dengan model maka dilakukan uji kecocokan model. Jika model tidak cocok dengan data maka perlu dicari penyebabnya pada model, dan dicari cara untuk memodifikasi model tersebut agar diperoleh kecocokan data yang lebih baik. Jika model sudah cocok dengan data, berarti model tersebut sudah benar dan baik menurut goodness of fit.

21

Kecocokan Model Pengukuran Evaluasi kecocokan model pengukuran dapat dilakukan apabila uji kecocokan model secara keseluruhan telah selesai. Evaluasi ini dilakukan pada setiap konstruk secara terpisah: evaluasi terhadap validitas dan reliabilitas dari konstruk. Evaluasi validitas dimulai dengan memeriksa nilai t dari muatan faktor atau koefisien yang ada di dalam model. Jika nilai t tinggi berarti variabel teramati mewakili konstruk yang mendasarinya. Nilai t setiap muatan perlu melebihi nilai kritis yaitu 1,96 untuk tingkat signifikan 0,05. Nilai t suatu muatan faktor yang melebihi nilai kritis, menunjukkan bahwa variabel yang bersangkutan secara signifikan mempunyai hubungan dengan konstruk yang terkait, dan sekaligus merupakan verifikasi hubungan antaravariabel dan konstruk yang telah didefinisikan. Setelah signifikan dari hubungan diperiksa, perlu juga dilakukan pemeriksaan terhadap tingginya muatan faktor untuk melihat kekuatan hubungan antara variabel dan konstruknya. Muatan faktor pada konstruknya dikatakan tinggi jika nilainya lebih dari 0,70. Dengan demikian suatu variabel dikatakan mempunyai

20

Singgih Santoso, Konsep Dasar dan Aplikasi SEM dengan Amos 24 (Jakarta: 2018), hal 15

21

Ramadiani, “SEM dan LISREL untuk Analisis Multivariate”, Vol 2, No 1 (April 2010), hal 179-188

(12)

37

validitas terhadap konstruk atau variabel laten yang baik, jika nilai t muatan faktornya lebih besar dari nilai kritis (1,96) dan nilai muatan faktornya lebih besar atau sama dengan 0.70.

Kecocokan Model Struktural Pemeriksaan terhadap model struktural mencakup pemeriksaan terhadap signifikasi koefisien yang diestimasi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memeriksa nilai t dari koefisien yang diestimasi. Jika nilai t lebih besar atau sama dengan 1,96 maka koefisien tersebut adalah signifikan. Selain itu nilai maksimum koefisien pada solusi standar tidak boleh lebih dari 1. Demikian juga nilai 2 R perlu dievaluasi untuk memperoleh gambaran ukuran kecocokan relatif dari setiap persamaan struktural.

22

22

Ramadiani, “SEM dan LISREL untuk Analisis Multivariate”, Vol 2, No 1 (April 2010), hal 179-188

Referensi

Dokumen terkait

Hasil ini tidak sama dengan hasil penelitian yang dilakukan (Khan &amp; Salim, 2020) yang menyatakan bahwa motivational factors memiliki pengaruh signifikan

Untuk membuktikan bahwa implikasi “jika P, maka Q” benar, kita mulai dengan memisalkan bahwa P benar dan kemudian berusaha menunjukkan bahwa Q juga benar. (Jika P salah, maka “P

Berdasarkan uraian diatas, maka perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh perbedaan komposisi kokamidopropil betain dan gliserin pada sediaan sabun wajah

Kapasitas suatu ruas jalan dalam suatu sistem jalan adalah jumlah kendaraan maksimum yang memiliki kemungkinan yang cukup untuk melewati ruas jalan tersebut

Terdapat beberapa faktor penyebab kejadian anemia yang dialami remaja yaitu kurangnya pengetahuan anemia dan asupan gizi sehingga mempengaruhi pemilihan dalam konsumsi makanan yang

Masyarakat disana sebenarnya memiliki beberapa potensi untuk melakukan hal tersebut, diantaranya karakteristik masyarakat dengan hospitality service nya yang

Secara rinci nilai itu tersebut diperoleh dari unsur-unsur cerpen yaitu pemilihan tema dengan rata-rata nilai 297 berpredikat sangat baik/ sangat mampu, penggunaan alur

Hal tersebut menunjukkan bahwa subtes EAS 4 kecepatan dan ketelitian visual memiliki validitas kriteria yang baik yang ditunjukkan oleh korelasi positif yang sangat