1
TUGAS AKHIR
PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO) MEDAN
Oleh :
SITI NUR ANNISA LANDAU 132102168
PROGRAM STUDI D3 AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2016
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS MEDAN
PERSETUJUAN ADMINISTRASI AKADEMIK
NAMA : SITI NUR ANNISA LANDAU
NIM : 132102168
PROGRAM STUDI : DIPLOMA III AKUNTANSI
JUDUL : PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI
BERBASIS KOMPUTER PADA PT.
PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO) MEDAN
Tanggal ... 2016 Dosen PembimbingTugas Akhir
(Drs. Rasdianto, M.Si, Ak) NIP. 19550908 198103 1 005
Tanggal ... 2016 Ketua Program Studi DIII Akuntansi
(Drs. Rustam, M.Si, Ak, CA) NIP. 19511114 198203 1 002
Tanggal ... 2016 Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
(Prof. Dr. Ramli, S.E. M.S.) NIP. 19580602 198803 1 001
3 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS MEDAN
PENANGGUNG JAWAB TUGAS AKHIR
NAMA : SITI NUR ANNISA LANDAU
NIM : 132102168
PROGRAM STUDI : DIPLOMA III AKUNTANSI
JUDUL : PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI
BERBASIS KOMPUTER PADA PT.
PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO) MEDAN
Medan, Juni 2016
(SITI NUR ANNISA LANDAU)
NIM. 132102168
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT.
yang senantiasa memberikan Rahmat serta Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul “Penerapan Sistem Akuntansi Berbasis Komputer Pada PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan”.
Adapun tujuan penulisan Tugas Akhir ini adalah guna melengkapi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
Selama penulisan Tugas Akhir ini penulis banyak mendapatkan bantuan do’a, moril maupun materil serta masukan yang sangat berharga dari berbagai pihak sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini. Oleh karena itu sudah selayaknya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Teristimewa untuk kedua orang tua tercinta, Ayahanda Muhammad Heru Sriganda Landau dan Ibunda Ida Nurhaida tersayang, yang tiada hentinya memberikan semangat dan dukungan moril, materil dan do’a kepada penulis.
Serta seluruh keluarga besar penulis terima kasih semuanya, kiranya Allah SWT membalas dengan segala berkahnya.
2. Bapak Prof. Dr. Ramli, S.E. M.S. Selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
ii
3. Bapak Drs. Rustam, M.Si. Ak. Selaku Ketua Jurusan Program Studi DIII Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
4. Bapak Drs. Chairul Nazwar, M.Si. Ak. Selaku Sekretaris Jurusan Program Studi DIII Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
5. Bapak Drs. Rasdianto, M.Si. Ak. Selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan pengarahan dan bimbingan dalam menyelesaikan tugas akhir ini.
6. Dan seluruh teman di Grup D Akuntansi Khususnya Muni, Devi, Uvi dan Sheilla juga sahabat-sahabat kecil penulis yang selalu memberi semangat untuk penulis dan selalu memberi motivasi serta banyak membantu dalam penulisan dan penyusunan Tugas Akhir ini dengan baik.
Semoga Allah memberikan balasan atas semua bantuan yang diberikan.
Penulis menyadari tugas akhir ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran untuk penyempurnaan tugas akhir ini di masa yang akan datang. Akhirnya penulis berharap semoga tugas akhir ini dapat menambah dan memperluas pengetahuan kita semua, terima kasih.
Medan, Juni 2016 Penulis
Siti Nur annisa Landau NIM. 132102168
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR TABEL... v
DAFTAR GAMBAR ... vi
DAFTAR LAMPIRAN ... vii
BAB I : PENDAHULUAN... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 3
C. Maksud dan Tujuan ... 3
D. Rencana Penulisan ... 4
1. Jadwal Survei/Observasi ... 4
2. Rencana Isi ... 5
BAB II : PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO) MEDAN ... 7
A. Sejarah Ringkas ... 7
B. Struktur Organisasi dan Personalia ... 14
C. Job Descriptions ... 17
iv
D. Jaringan Usaha ... 21
E. Kinerja Usaha Terkini ... 22
F. Rencana Usaha ... 23
BAB III : PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO) MEDAN ... 27
A. Pengertian Sistem Akuntansi ... 27
B. Tujuan dan Manfaat Sistem Akuntansi ... 30
C. Peranan Komputer dalam Akuntansi ... 33
D. Penerapan Sistem Akuntansi Berbasis Komputer Pada PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan ... 37
BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN ... 41
A. Kesimpulan ... 41
B. Saran ... 42
DAFTAR PUSTAKA ... 43
LAMPIRAN ... 44
DAFTAR TABEL
Nomor Judul Halaman
1.1 Jadwal Survei dan Penyusunan Tugas Akhir ... 4
vi
DAFTAR GAMBAR
Nomor Judul Halaman
2.1 Logo PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan ... 11
2.2 Struktur Organisasi PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan ... 15
3.3 Menu Utama Web SIMAP ... 37
3.4 Menu Utama Sistem Informasi Finansil ... 39
3.5 Menu Utama Sistem Informasi Rekening Koran ... 40
DAFTAR LAMPIRAN
Nomor Judul Halaman
1 Surat Izin Research ... 44
2 Laporan Manajemen Sawit ... 45
3 Laporan Manajemen Karet ... 47
4 Bukti Jurnal ... 49
5 Kartu Rekening ... 50
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Peranan akuntansi sangat penting bagi setiap perusahaan di seluruh dunia, sebab akuntansi merupakan sistem informasi yang memberikan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai kegiatan atau aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan baik pihak internal maupun eksternal. Oleh karena tujuan pada setiap perusahaan adalah sama, yaitu mencari laba sebesar-besarnya, maka diperlukan adanya sistem informasi yang akurat untuk memberikan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan tersebut dalam pengambilan keputusan.
Agar sistem akuntansi tersebut lebih akurat, maka diperlukan adanya sistem akuntansi komputer sebagai alat bantu.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi, dewasa ini membuka efek positif bagi perkembangan dunia usaha dan teknologi yang semakin canggih mendorong para pengusaha/investor dapat mendirikan suatu perusahaan. Begitu juga halnya dengan komputer atau PC (Personal Computer) yang digunakan pada hampir semua kegiatan bisnis didalam perusahaan. Mulai dari penggunaan komputer biasa yang bersifat permanen hingga berbagai macam perangkat digital yang berbasiskan komputer yang bergerak seperti, laptop/notebook. PDA (Personal Digital Assistant) atau yang biasa disebut juga dengan komputer saku, telepon cerdas (smart phone) dan lain sebagainya yang
hampir semua perangkat lunaknya (software) dapat disinkronisasi terhadap komputer biasa.
Seiring berjalannya waktu, sulit membayangkan bagaimana bisnis dapat berhasil dan berjalan dengan lancar tanpa memadukan komputer ke dalam sistem akuntansi. Misalkan untuk seorang teller Bank yang akan memberikan laporan transaksi hariannya kepada bagian akuntansi, maka teller tersebut dapat langsung memasukkan data transaksi hariannya tersebut kedalam formulir yang telah tersedia ke dalam sistem komputer kemudian dapat mengirimkannya secara langsung dengan menggunakan fasilitas LAN( Local Area Network) ke bagian akuntansi tersebut.
Informasi Teknologi (IT) merupakan suatu bidang industri yang berkembang dengan begitu pesatnya pada tahun terakhir ini, dan hal ini akan terus berkembang untuk masa yang akan datang. Perkembangan telematika dan teknologi informasi di Indonesia yang sangat pesat perlu diimbangi dengan penyiapan sumber daya manusia yang cakap dan handal untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat, dan untuk meningkatkan kualitas suatu bangsa.
Hal ini perlu dititik beratkan pada peranan penerapan sistem akuntansi yang berbasis komputer dalam pengelolaan data yang menyeluruh dan terpadu dalam suatu sistem akuntansi untuk berbagai bagian dalam perusaaan yang sangat diperlukan guna keperluan perusahaan untuk menilai sejauh mana keberhasilan perusahaan dalam melakukan kegiatan perusahaan dan kepentingan seorang top
3
manajemen dalam pengambilan keputusan. Berdasarkan alasan dan pertimbangan tersebut mendorong keinginan penulis untuk membahas bagaimana penerapan sistem akuntansi komputer.
Untuk itu penulis mengambil judul : “Penerapan Sistem Akuntansi Berbasis Komputer pada PT.Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan”.
B. Rumusan Masalah
Mengingat pentingnya penerapan sistem akuntansi tersebut dalam suatu perusahaan, maka penulis ingin mendalami pembahasan ini dengan melakukan penelitian pada PT.Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan. Adapun rumusan masalah yang akan dibahas oleh penulis adalah “Bagaimana sistem akuntansi berbasis komputer yang diterapkan pada PT.Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan?”
C. Maksud dan Tujuan
Tujuan penelitian yang ingin dicapai oleh penulis adalah untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dan kemajuan PT.Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan yang ditinjau dari sudut pandang penerapan sistem akuntansi berbasis komputer.
Penelitian yang telah dilakukan pada PT.Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan diharapkan dapat bermanfaat bagi :
1. Bagi penulis, yaitu sebagai bahan bacaan jika suatu saat penulis dimintai pendapat mengenai penerapan sistem akuntansi berbasis komputer pada PT.Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan.
2. Bagi akademisi dan peneliti selanjutnya, penelitian ini diharapkan memberikan masukan dalam rangka menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai penerapan sistem akuntansi berbasis komputer.
D. Rencana Penulisan
Rencana penulisan terdiri dari jadwal survei/observasi dan rencana isi
1. Jadwal Survei/Observasi
Di dalam penulisan tugas akhir ini, penulis menggunakan waktu untuk dapat mengukur lamanya penulisan tugas akhir sebagai bentuk realisasi atas penelitian yang dilakukan oleh penulis, baik yang digunakan dalam perolehan data maupun dalam penyusunan sehingga karya ilmiah ini dapat selesai karena adanya efesiensi dari waktu yang digunakan.
Tabel 1.1
Jadwal Survei dan Penyusunan Tugas Akhir
NO. KEGIATAN
APRIL 2016 MEI 2016
MINGGU KE MINGGU KE
I II III IV I II III IV 1 Pengesahan penulisan Tugas Akhir
2 Pengajuan Judul
5
NO. KEGIATAN
APRIL 2016 MEI 2016
MINGGU KE MINGGU KE
I II III IV I II III IV 3 Izin riset permohonan
4 Penunjukan Dosen Pembimbing 5 Pengumpulan Data
6 Penyusunan Tugas Akhir 7 Bimbingan Tugas Akhir 8 Penyelesaian Tugas Akhir
2. Rencana Isi
Penulis membahas tugas akhir ini terdiri dari empat bab, dimana masing-masing bab terdiri dari sub-sub bab yang sesuai dengan kebutuhannya agar memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan sistematis serta tidak menimbulkan pengertian lain. Secara garis besar luas pokok pembahasannya adalah sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis akan menguraikan tentang latar belakang, rumusan masalah, maksud dan tujuan, serta rencana penulisan.
BAB II : PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III
(PERSERO) MEDAN
Pada bab ini penulis memaparkan tentang gambaran umum instansi meliputi: sejarah ringkas, struktur
organisasi dan personalia, job descriptions, jaringan usaha, kinerja usaha terkini dan rencana usaha.
BAB III : PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI
BERBASIS KOMPUTER PADA PT.
PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO) MEDAN
Pada bab ini penulis akan menganalisa data yang diperoleh dari survei berdasarkan teori yang disertai evaluasi hasil analisa yang diuraikan, yaitu tentang pengertian sistem akuntansi, tujuan dan manfaat sistem akuntansi, peranan komputer dalam akuntansi, dan penerapan sistem akuntansi berbasis komputer pada PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan.
BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini, penulis mencoba menyimpulkan hasil penellitian yang didapat dengan menganalisis data yang tersedia serta memberikan saran yang dianggap penting untuk perbaikan di masa yang
akan datang bagi instansi.
7 BAB II
PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO) MEDAN
A. Sejarah Ringkas
Pembentukan perusahaan diawali dengan proses pengambilan perusahaan-perusahaan milik Belanda oleh Pemerintah RI pada tahun 1958 yang dikenal dengan proses nasionalisasi. Perusahaan Perkebunan Asing hasil nasionalisasi selanjutnya berubah menjadi Perseroan Perkebunan Negara (PPN), embrio yang turut membentuk perusahaan dari NV. Rubber Cultuur Maatschappij Amsterdam (RcMA) dan NV. Cultuur Mij`de Oekust (CMO) merupakan Perusahaan Perkebunan Belanda yang beroperasi di Indonesia sejak zaman Kolonial Hindia Belanda.
Salah satu perusahaan yang terbentuk diberi nama Perusahaan Perkebunan Negara baru cabang Sumatera Utara (PPN baru). Setelah beberapa kali mengalami perubahan bentuk/status hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan Pemerintah Republik Indonesia. Kemudian pada tahun 1968 PPN oleh Pemerintah di restrukturisasi menjadi beberapa kesatuan Perusahaan Negara Perkebunan (PNP). Selanjutnya pada tahun 1974 status hukum diubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) dan diberi nama PT. Perkebunan (Persero).
Dalam rangka peningkatan efisiensi dan efektifitas kegiatan usaha, Perusahaan-perusahaan dalam lingkungan BUMN Sub Sektor Perkebunan melakukan kegiatan penggabungan usaha berdasarkan wilayah eksploitasi. Selain
itu, dilakukan perampingan struktur organisasi dari program restrukturisasi tersebut tela dilakukan penggabungan 27 BUMN Perkebunan, yaitu PT.
Perkebunan I sampai PT. Perkebunan XXXII dan satu BUMN Peternakan yaitu PT. Bina Mulia Ternak menjadi 14 BUMN Perkebunan baru yang bernama PT.
Perkebunan Nusantara I sampai dengan PT. Perkebunan Nusantara XIV.
Kemudian pada tahun 1994 dilakukan proses penggabungan manajemen.
Tiga BUMN perkebunan terdiri dari PT. Perkebunan terdiri dari PT. Perkebunan III (Persero), PT. Perkebunan IV (Persero), dan PT. 1996 tanggal 14 Februari 1996. Ketiga perusahaan tersebut yang wilayah kerjanya di Propinsi Sumatera Utara dilebur menjadi satu yang diberi nama “PT. Perkebunan III (Persero)” yang berkedudukan di medan, Sumtera Utara. PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) didirikan dengan Akte Notaris Harun Kamil, SH No. 36 tanggal 11 Maret 1996 yang telah disahkan Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat keputusan No. C2-8333.HT.01.01 TH.96 Tanggal 08 Agustus 1996 yang dimuat didalam Berita Negara Republik Indonesia No.82 tahun 1996 dan tambahan Berita Negara No.8674 tahun 1996.
Seiring dengan perubahan pola berbisnis paradigma baru PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) telah merancang program transformasi bisnis sejak bulan agustus 2003 sebagai kata kunci dari “kinerja” PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) sedang melakukan perubahan terhadap pola Target of strategis of business as usual menjadi pola target of strategic of business untuk mendukung keberhasilan program tersebut PT. Perkebunan Nusantar III (Persero) secara sistematis dan berkesinambungan melakukan upaya untuk mensosialisasikan
9
program strategic Initiative melalui pemahaman dan penyebarluasan buku panduan transformasi bisnis unit”. Usaha melalui intruksi langsung dari Distrik Universitas Sumatera Utara Manajer / General Manajer setempat kepada jajarannya, dan menginformasikan melalui majalah Nusa Tiga Milik PT.
Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan.
Disamping itu melalui Malcolm Bakdrige PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) telah dan sedang melakukan pelatihan terhadap sejumlah karyawan pimpinan yang telah ditunjuk untuk memberikan pemahaman yang memberikan komprehensif sebelum melakukan assessment terhadap jalannya proses program strategic initiative (CBHRM,OPEX,TQM,CRM,dan QFI) Sebagai upaya dalam meningkatkan “kinerja” perusahaan. Dalam upaya peningkatan kinerja perusahaan dimasa mendatang PT. Perkebunan Nusantara III Medan mempunyai visi dan misi seperti yang tercantum dibawah ini :
1. Visi dan Misi Perusahaan a. Visi
“Menjadi perusahaan agrobisnis kelas dunia dengan kinerja prima dan melaksanakan tata kelola bisnis terbaik pada tahun-tahun berikutnya”.
b. Misi
1. Mengembangkan industri hilir berbasis perkebunan secara berkesinambungan.
2. Menghasilkan produk berkualitas untuk pelanggan.
3. Memperlakukan karyawan sebagai asset strategis dan mengembangkannya secara optimal.
4. Berupaya menjadi perusahaan terpilih yang memberikan imbal hasil terbaik bagi para investor.
5. Menjadikan perusahaan yang paling menarik untuk bermitra bisnis.
6. Memotivasi karyawan untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan komunitas.
7. Melaksanakan seluruh aktivitas perusahaan yang berwawasan lingkungan.
2. Tata Nilai Perusahaan
Tata nilai yang terdapat pada PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan adalah :
1. PROATIF (Proactivity)
Selalu bersikap proaktif dengan penuh inisiatif dan mengevaluasi risiko yang mungkin terjadi.
3. TERBAIK (Excellence)
Selalu memperlihatkan gairah keunggulan dan berusaha bekerja keras untuk hasil maksimal sesuai dengan kompetensi kita.
4. KERJA SAMA (Team Work)
Selalu mengutamakan kerjasama tim, agar mampu menghasilkan sinergi optimal bagi perusahaan.
11
5. PERUBAHAN (Innovation)
Selalu menghargai kreativitas dan menghasilkan inovasi dalam metode baru dan produk baru.
6. BERTANGGUNG JAWAB (Responsbility)
Selalu bertanggung jawab atas akibat keputusan yang diambil tindakan yang dilakukan.
Logo PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan
Gambar 2.1
Logo PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan Sumber PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan
Makna yang terkandung dalam logo terdapat pada setiap warna yang membentuk logo tersebut :
1. Dua belas (12) Helai daun kelapa sawit di sebelah kiri dunia dan tujuh (7) urat pada daun karet yang berwarna hijau disebelah kanan bola dunia melambangkan bahwa PT. Perkebunan Nusantara III (Persero)
Medan memiliki paradigma baru dan tujuh (7) strategi bisnis, yang saling mendukung tercapai tujuan PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan, yaitu selalu menjadi perusahaan perkebunan terbaik dalam tim work yang solid dan inovatif, serta ditunjang dengan Green Bussines dan Ramah Lingkungan.
2. Lima (5) garis lintang horizontal dan vertikal berwarna biru melingkari bola dunia. Melambangkan bahwa PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan memiliki lima (5) tata nilai dan harus mampu mengimbangi kemajuan teknologi yang berkembang, agar selalu menjadi yang terdepan dalam peningkatan usaha.
3. Gambar meteor yang mengelilingi sehingga membentuk angka tiga (3) melambangkan PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan bergerak dinamis dengan semangat yang tinggi untuk menguasai pasar modal. Meteor yang berwarna putih bermakna produksi lateks dan turunnya sedangkan yang berwarna orange adalah produksi CPO berserta turunannya yang memancar tanpa henti untuk memenuhi kebutuhan pasar dunia.
Secara keseluruhan makna logo ini adalah lambang dari niat dan motivasi tinggi seluruh personil PT. Perkebunan Nusantara III yang telah direncanakan bersama, dan tunjangan dengan 5 tata nilai, 12 paradigma baru dan 7 strategi bisnis yang dimiliki PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan.
13
3. Paradigma Perusahaan
Sadar bahwa bertanggung jawab pembangunan masa depan PTPN III ada pada seluruh karyawan, untuk itu perusahaan bertekad mewujudkan paradigma bisnis baru PT. Perkebunan Nusantara III.
a. Perubahan, perbaikan dan peningkatan metoda dan kinerja adalah satu keharusan.
b. Kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama untuk memenangkan persaingan.
c. Setiap kegiatan bisnis baru menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan.
d. Pengembangan hubungan industrial yang egaliter berdasarkan keterbukaan, kesetaraan dan kebhinekaan.
e. Pengembangan SDM yang terintegrasi untuk membangun kapital insani (Human) dan intelektual yang dibutuhkan perusahaan.
f. Kepemimpinan yang efektif membangun pengaruh melalui kemampuan mengajar dan membagi ilmu, membagi hubungan baik, dan menjadi panutan.
g. Penghargaan diberikan kepada karyawan berdasarkan kompetensi dan kinerjanya.
h. Efektivitas operasional harus didukung oleh struktur organisasi yang sederhana dan dinamis.
i. Pemanfaatan teknologi sebagai perangkat untuk peningkatan produktivitas kerja dan keunggulan kompetitif.
j. Keputusan bisnis di ambil dari fakta dan data yang akurat.
k. Setiap tugas dan operasioanl perusahaan dilakukan dengan cepat tanggap, cepat tindak lanjut, tuntas, berkualitas, dan penuh tanggung jawab.
l. Seluruh aktivitas perusahaan harus berorientasi pada peningkatan mutu.
B. Struktur Organisasi dan Personalia
Struktur Organisasi merupakan suatu gambaran skematis tentang pola interaksi dari hubungan kerja sama orang-orang pada tiap bagian yang terdapat dalam suatu organisasi perusahaan, yaitu mengenai hubungan antara pembagian tugas dan fungsi-fungsi dari pekerjaan yang akan dilakukan serta wewenang yang mengalir dari atasan menuju bawahan dan sebaliknya. Suatu instansi terdiri dari berbagai unit kerja yang dapat dilaksanakan perseorangan, maupun kelompok kerja yang berfungsi untuk melaksanakan serangkaian kegiatan tertentu dan mencakup tata hubungan secara vertikal melalui saluran tunggal.
Struktur organisasi PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan dapat dilihat pada gambar 2.2 berikut ini :
15
Gambar 2.2
Struktur Organisasi PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan Sumber : PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan
Struktur Organisasi PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan merupakan susunan yang terdiri dari fungsi-fungsi dan hubungan-hubungan yang menyatakan seluruh kegiatan untuk mencapai suatu sasaran. Secara fisik struktur organisasi dapat dinyatakan dalam bentuk gambaran grafik (bagan) yang memperlihatkan hubungan antara unit-unit organisasi dan garis-garis wewenang yang ada. Penggambaran organisasi dalam suatu bagan merupakan suatu hasil keputusan yang telah tercapai struktur organisasi yang bersangkutan.
Struktur organisasi perusahaan pada PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan dibuat sesuai dengan surat keputusan Menteri Badan Usaha milik Negara. Susunan keanggotaan Komisaris Perusahaan Perseroan adalah sebagai berikut :
Komisaris Umum : Joefly J. Bahroeny Anggota Dewan Komisaris : Heri Sebayang Anggota Dewan Komisaria : Sardan Marbun Anggota Dewan Komisaris : Dahlan Harahap Anggota Dewan Komisaris : S. Budhisantoso
Untuk keanggotaan Direksi, sesuai dengan surat keputusan Mentri Badan Usaha Milik Negara Nomor : SK-484/MBU/09/2014 tanggal 16 September 2014 tentang pembentukan dan pengangkatan anggota Direksi Perusahaan PT. Perkebunan Nusantara III dengan susunan Direksi sebagai berikut :
17
Direktur Utama : Bagas Angkasa
Direktur Produksi : Tengku Syahmi Johan
Direktur SDM/UMUM : Harianto
Direktur Perencanan dan Pengembangan : Alexander Maha Direktur Keuangan : Erwan Pelawi
C. Job Descriptions
Di dalam Organisasi PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) sumber wewenang berasal dari RUPS dan kemudian didelegasikan kepada Dewan Komisaris, dan Dewan Komisaris mendelegasikan kepada Direktur terkait yaitu Direktur Produksi, Direktur Keuangan, Direktur SDM dan Direktur Pemasaran.
Berikut ini adalah uraian tugas direksi PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan yang dapat dilihat sebagai berikut :
a. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
RUPS adalah pimpinan tertinggi yang membawahi Dewan Komisaris, Direktur, serta setingkat dibawahnya.Tugas dan wewenang RUPS adalah:
a. Mengangkat dan menghentikan Dewan Komisaris.
b. Bertanggung jawab atas pelaksanan dan penggunaan modal / asset perusahaan sesuai dalam mencapai tujuan.
c. Mengawasi Dewan Komisaris dalam melakukan tugas yang telah dibebankan kepadanya oleh pemegang saham.
b. Dewan Komisaris
Dewan Komisaris terdiri dari 1 Komisaris Utama dan 4 Komisaris anggota yang bertugas untuk mengawasi pekerjaan Direktur Utama.
Tugas dan Wewenang Dewan Komisaris adalah sebagai berikut:
a. Mengawasi jalannya perusahaan.
b. Membantu pimpinan di dalam menginvestasikan dana perusahaan.
c. Direktur Utama
Berfungsi untuk mengambil keputusan dan penanggung jawab utama atas jalannya Pelaksanaan Operasional Perusahaan Secara teratur, terarah dan terpadu.Tugas dan Wewenang Direktur Utama:
a. Melaksanakan kebiasaan perusahaan, sesuai dengan yang diatur di dalam anggaran perusahaan, serta ketentuan yang digariskan oleh Rapat Umum Pemegang Saham, Mentri Pertanian selaku kuasa Pemegang Saham dan Dewan Komisaris.
b. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas para anggota Direksi danmengawasi secara umum.
c. Bersama-sama dengan anggota Direksi lainnya mewakili prusahaan di dalam dan diluar pengadilan.
d. Bertanggung jawab kepada Rapat Umum Pemegang Saham melalui Dewan Komisaris.
e. Menetapkan langkah-langkah pokok dalam melaksanakan kebijakan pemerintah.
d. Direktur Produksi
19
Berfungsi dalam mengelola bidang tanaman, Produksi, teknik, Pengolahan dan lainnya yang berkaitan dengan fungsi tersebut diatas. Tugas dan wewenang Direktur Produksi:
a. Menyusun perencanaan dibidang pekerjaan yang tercantum dalam kebijaksanaan Direksi.
b. Melaksanakan peraturan-peraturan dan pengendalian dari unit-unit usaha dansarana pendukungnya mencakup tanaman.
c. Melaksanakan pemberian dan pengawasan terhadap kegiatan yang tercantum pada kebijaksanaan Direksi.
d. Melaksanakan rencana rehabilitasi dan investasi dibidang tanaman maupun sarana pendukung produksi lainnya dari unit-unit usaha yang telah ada.
Direktur Produksi bertanggung jawab kepada Direktur Utama dan kepada Rapat Umum Pemegang Saham melalui Dewan Komisaris.
e. Direktur Keuangan
Direktur Keuangan khusus mengelola bagian keuanganperusahaan.
Tugas dan wewenang Direktur Keuangan:
a. Menyusun perencanaan dibidang keuangan.
b. Menetapkan Administrasi ketentuan-ketentuan dibidang keuangan.
c. Mengelola Administrasi keuangan secara umum pada bidang keuangan dan perkantoran serta segala se suatu nya yang berkaitan dengan itu.
d. Melaksanakan pengendalian pengawasan terhadap bidang- bidangnya. Direktur keuangan bertanggung jawab kepada Direktur Utama dan Rapat Umum Pemegang Saham melalui Dewan Komisaris.
f. Direktur Sumber Daya Manusia
Berfungsi dalam mengelola bidang ketenaga kerjaan dan umum serta pembinaan usaha kecil dan Koperasi. Tugas dan wewenang Direktur SDM:
a. Menyusun perencanaan dibidang ketenaga kerjaan dan masalah umum serta kesejahteraan karyawan.
b. Menetapkan ketentuan-ketentuan pelaksanaan dibidang yang dikelolanya.
c. Mengelola sumber daya manusia yang ada secara umum.
d. Melaksanakan pengendalian dan pengawasan terhadap bidang- bidang yang dikelolanya.
g. Direktur Pemasaran
Berfungsi dalam mengelola bidang pemasaran perusahaan yang mencakup pengadaan dan penjualan barang. Tugas dan wewenang Direktur Pemasaran:
a. Menyusun perencanaan dibidang Pemasaran.
b. Menetapkan ketentuan-ketentuan dibidang pemasaran.
21
c. Melaksanakan pengendalian dan pengawasan terhadap bidang tersebut.
D. Jaringan Usaha
a. Kelapa Sawit – Minyak sawit dan Inti sawit
PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) menjadikan minyak dan Inti sawit sebagai komoditi yang memberikan kontribusi besar bagi pendapatan perusahaan. Mutu produkminyak dan Inti sawit yang dihasilkan perusahaan sudah dikenal dipasar lokal dan internasional dengan pasokan yang tepat waktu kepada pembeli.
b. Karet – Lateks, Crumb Rubber dan Rubber Smoke Sheet.
Diseantero dunia, Sumatera dikenal sebagai penghasil karet bermutu tinggi, lebih dari 54, 000 hektar lahan PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) diusahakan untuk menghasilkan karet berkualitas terbaik didunia.
c. Industri Hilir Karet – Rubber Threads, Rubber Dockfender, Rubber Article, Rubber Cowmat, Coveyor Belt, Rubber Karlet dan Resin.
Pabrik Industri hilir karet didiriakn pada tahun 1965 untuk mengantisifasi perubahan fluktuasi pada karet alam dan pesaingan kuat karet sintesis PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) sekarang ini memiliki 3 fasilitas pengolahan yang disebut dengan pabrik Rubber
Thread, pabrik Rubber Article, Rubber Cowmat, Conveyor Beh, Rubber Karlet, and Kesin, adalah produk utama pabrik-pabrik tersebut.
E. Kinerja Usaha Terkini
Setiap perusahaan mempunyai visi dan misi yang harus dijalankan sesuai dengan tujuan perusahaan, butuh waktu untuk mencapai itu semua begitu juga pada PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) , perusahaan terus berupaya agar tujuan yang telah digariskan oleh perusahaan dapat terwujud. Tidak mudah dalam mewujudkan itu semua karena membutuhkan kerja keras yang tinggi dan disiplin serta loyalitas dalam bekerja. Pastinya untuk mencapai hasil yang maksimal diperlukan kinerja yang bermutu dan tepat. Jadi kinerka kegiatan terkini yang dijalankan PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) adalah Unit kemitraan dan bina lingkungan PTPN3 dan PT Pelindo I menyosialisasikan pinjaman modal usaha ke petani jamur yang tergabung dalam North Sumatera Mushroom Community (NSMC) dalam sharing session yang difasilitasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Medan.
Guna sosialisasi permodalan ini penting karena banyak anggotanya selama ini belum mengetahui soal dana CSR dan bagiamana cara mendapatkannya. PT.
Perkebunan Nusantara III (Persero) juga terus melakukan pembinaan terhadap civitas Sumber Daya Manusia agar dapat terus menghasilkan Sumber Daya Manusia yang baik.
23
F. Rencana Usaha
STRATEGI BUDIDAYA KELAPA SAWIT A. Jangka Panjang
1. Penggunaan kecambah dengan beberapa sumber penghasil kecambah terbaik seperti PPKS, SOCFINDO, LONSUM yang mempunyai produktivitas tinggi.
2. Melaksanakan peremajaan tanaman tua dengan pola percepatan untuk mendapatkan komposisi tanaman yang ada.
3. Penggunaan kecambah dengan beberapa sumber penghasil kecambah terbaik seperti PPKS, SOCFINDO, LONSUM yang mempunyai produktivitas tinggi, laju pertumbuhan tinggi lambat, tahan terhadap serangan ekologi.
4. Melaksanakan peremajaan tanaman tua dengan pola percepatan untuk mendapatkan komposisi tanaman yang ideal.
5. Melaksanakan seleksi bibit secara ketat untuk mendapatkan bibit yang terbaik dengan masa TBM yang lebih singkat.
6. Peremajaan dilaksanakan dengan standar kultur teknis terbaik, sehingga dapat memberikan potensi produksi maksimal pada usia produktif tanaman :
a. Menggunakan penutup tanah Mucuna, sp dengan standar P.1.
b. Membuat lobang tanam dengan Holedigger.
c. Melaksanakan konservasi tanaman seperti Tapak Kuda, Teras Mekanis, Drainase.
B. Jangka Pendek
1. Melaksanakan pemupukan dengan pupuk majemuk sesuai kebutuhan tanaman dengan prinsip 4 T (tepat waktu, tepat dosis, tepat applikasi, tepat jenis) .
2. Menertibkan pelaksanaan panen sesuai dengan Instruksi Kerja, sehigga diperoleh kwantitas dan kualitas produksi yang terbaik.
3. Meningkatkan keterampilan pemanen dengan melaksanakan pelatihan Kav School.
4. Menambah pemanen sesuai kebutuhan.
5. Memenuhi alat panen dan perbaikan infrastruktur yang mendukung proses panen.
6. Melaksanakan kerjasama dengan Pusat Penelitian PPKS untuk mengadopsi tehnologi dan pengawalan produksi.
7. Melaksanakan kastrasi untuk merangsang pertumbuhan generatif.
8. Melaksanakan pollination di areal yang memerlukannya.
STRATEGI BUDIDAYA KARET A. Jangka Panjang
1. Penggunaan klon – klon unggulan (Quick stater) , dengan produktivitas tinggi seperti klon seri PB, seri RRIM dan seri IRR.
25
2. Melaksanakan seleksi bibit yang lebih ketat, sehingga bibit yang ditanam merupakan bibit terbaik sehingga mempercepat masa TBM.
3. Pelaksanaan Tanaman Ulang (TU) sebaik mungkin dengan mempersiapkan media tumbuh sebaik mungkin dan menanam Kacangan Mucuna Brachteata.
4. Mengendalikan penyakit terutama serangan JAP dari mulai persiapan bibit, TU, TBM dan TM.
5. Tanaman yang populasi rendah dengan mempercepat pelaksanaan Peremajaan.
6. Mengadakan pengawalan produksi dengan Pusat Penelitian Karet Sei Putih.
7. Melaksanakan pengaturan tinggi percabangan (Manajemen Canopy) , sehigga kerpatan pohon dapat dipertahankan.
B. Jangka Pendek
1. Menertibkan pelaksanaan penyadapan sesuai dengan norma.
2. Meningkatkan keterampilan penyadap dengan melaksanakan pelatihan.
3. Melaksanakan rasionalisasi acak dengan penambahan penyadap sesuai kebutuhan dilapangan.
4. Memenuhi alat panen dan mutu alat panen sesuai dengan kebutuhan.
5. Tanaman populasi rendah dan situasi Panel deres yang telah rusak, dengan melaksanakan/menyesuaikan sistim deres yang tepat.
27
BAB III
PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER PADA PT.
PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO) MEDAN
A. Pengertian Sistem Akuntansi
Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.
Sistem diciptakan untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau secara rutin sering terjadi. Sistem merupakan sumber daya yang diperlukan untuk mengubah input menjadi output.
Pengertian sistem menurut Neuschel yang dikutip oleh Jogianto (1983 ; 3) mengemukakan bahwa suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur- prosedur yang saling berhubungan dikembangkan sesuai dengan suatu skema yang terintegrasi untuk melaksanakan suatu kegiatan utama didalam bisnis.
Menurut Jogianto (1988 ; 11) menyebutkan sistem dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstrak system) dan sistem fisik(physicalsystem).
2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made sytem).
3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (detertic system).
4. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system).
Akuntansi pada dasarnya merupakan suatu sistem informasi yang mengolah data-data akuntansi (transaksi) menjadi informasi (laporan keuangan), seperti dikemukakan oleh Commite of prepare a statement of basic accounting theory, American Accounting Assosiation (1996) yang juga dikutip oleh Wilkinson (1983
; 3) dinyatakan bahwa pada akibatnya “Akuntansi adalah sistem informasi, lebih jelasnya akuntansi penerapan teori umum mencakup informasi tentang pemecahan masalah usaha (operasi) ekonomi yang efisien”.
Sedangkan menurut Fees (2005 ; 10) : “Akuntansi adalah suatu sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada para pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi keuangan”.
Maka akuntansi adalah suatu seni mencatat, mengklarifikasi dan meringkas data keuangan dengan cara yang berarti untuk mendapatkan informasi yang bersifat keuangan yang dibutuhkan suatu organisasi agar dapat beroperasi secara efisien, mengetahui hasil kerja selama ini dan merencanakan kegiatan ke depan agar lebih baik.
Menurut Warren, Reeve, Fees yang diterjemahkan oleh Farahwati dalam bukunya Warren, Reeve, Fees Accounting (2005 ; 234) : “Sistem akuntansi adalah metode dan Prosedur unntuk mengumpulkan, mengklarifikasikan, mengikhtisarkan, dan melaporkan informasi operasi dan keuangan sebuah perusahaan.”
Sedangkan Sistem Akuntansi menurut Mulyadi dalam bukunya Sistem Akuntansi (2001 ; 3) : “Sistem Akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan
29
laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang memudahkan manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan”.
Menurut Howarf F yang dikutip oleh Baridwan (1991 ; 4) : mendefinisikan bahwa “Sistem akuntansi adalah formulir-formulir, catatan, prosedur-prosedur dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data mengenai suatu satu kesatuan ekonomis untuk menghasilkan umpan balik dalam bentuk laporan yang diperlukan oleh manajemen untuk mengawasi usahanya, dan bagi pihak-pihak yang lain yang berkepentingan, seperti pemegang saham, kreditur dan lembaga- lembaga pemerintahan untuk menilai hasil operasi perusahaan”.
Sedangkan menurut Hadibroto (1984 ; 10) : juga menyebutkan “Sistem akuntansi adalah keseluruhan prosedur dan teknik yang diperlukan untuk mengumpulkan data dan mengolahnya sehingga terdapat bahan-bahan informasi maupun sebagai alat untuk pengawasan”.
Dari definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sistem akuntansi dibuat untuk memberikan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen sebuah perusahaan guna memudahkan pengelolaan perusahaan. Dalam membahas sistem akuntansi perlu dibedakan istilah sistem dan prosedur.
Sistem adalah suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan skema yang menyeluruh untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan. Sedangkan prosedur adalah suatu urut-urutan pekerjaan klerikal, biasanya melibatkan
beberapa orang dalam satu bagian atau lebih yang disusun untuk menjamin adanya yang seragam terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang sering terjadi.
Dari definisi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa suatu sistem terdiri dari jaringan prosedur, sedangkan prosedur merupakan kegiatan klerikal. Kegiatan klerikal (clerical operation) terdiri dari kegiatan berikut ini yang dilakukan untuk mencatat informasi :
a. Menulis
b. Menggandakan c. Menghitung d. Memberi kode e. Mendaftar
f. Memlih (mensortasi) g. Memindah
h. Membandingkan
B. Tujuan dan Manfaat Sistem Akuntansi
Dalam mewujudkan sistem akuntansi yang baik, pada dasarnya harus mengetahui pembangun sistem akuntansi itu sendiri, sistem akuntansi erat hubungannya dengan kerjasama manusia dengan sumber daya lainnya didalam suatu perusahaan untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Tujuan sistem akuntansi merupakan suatu tujuan yang berdasarkan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan.
31
Dari setiap sistem akuntansi yang terdiri dari berbagai sistem mempunyai tujuan yang sama, sistem akuntansi sendiri dibuat oleh manajemen dalam mengelola perusahaannya, maka dari itu untuk lebih jelasnya, tujuan sistem akuntansi dapat dikemukakan dibawah ini.
Tujuan umum sistem akuntansi yang dikemukakan oleh Mulyadi dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi (2001: 20) mempunyai tujuan sistem akuntansi sebagai berikut :
1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru, 2. Untuk meningkatkan informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah
ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian, maupun struktur informasinya,
3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekkan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (reability) informasi akuntansi, dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan,
4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.
Dari uraian tujuan sistem akuntansi diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem akuntansi merupakan faktor utama pendorong agar manajemen perusahaan dapat menghasilkan informasi akuntansi yang terstruktur dan mengandung arti.
Berdasarkan tujuan sistem akuntansi yang diuraikan diatas memiliki penjelasan, yaitu :
1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru.
Dalam perusahaan yang baru berjalan sangat dibutuhkan pengembangan sistem akuntansi. Pada perusahaan dibidang dagang, jasa, manufaktur sangat memerlukan pengembangan sistem akuntansi lengkap, hal ini berguna agar kegiatan perusahaan berjalan dengan lancar.
2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada.
Seringkali sistem akuntansi yang berlaku tidak dapat memenuhi kebutuhan manajemen, mutu, ketepatan penyajian, dan struktur informasi yang terdapat dalam laporan. Hal ini disebabkan oleh perkembangan usaha perusahaan, sehingga dengan sendirinya menuntut sistem akuntansi untuk bisa menghasilkan laporan dengan mutu informasi yang lebih baik dan tepat dalam penyajiannya, dengan struktur informasi yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan perusahaan.
3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern.
Akuntansi merupakan pertanggung jawaban kekayaan suatu perusahaan atau organisasi. Dalam hal pengembangan sistem akuntansi selalu digunakan untuk memperbaiki perlindungan terhadap kekayaan perusahaan, sehingga pertanggung jawaban terhadap penggunaan kekayaan organisasi dapat dilaksanakan dengan baik.
4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.
Dalam hal ini informasi dapat dijadikan sebagai barang ekonomi yang mempunyai banyak manfaat, karena untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan sumber ekonomi lainnya. Jika pengorbanan lebih besar dari manfaatnya, maka sistem yang sudah ada perlu dirancang kembali guna untuk mengurangi pengorbanan sumber daya bagi penyedia informasi tersebut.
33
Sedangkan untuk manfaat yaitu untuk menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu secara efektif dan efesien, meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan, meningkatkan efesiensi, meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan, meningkatkan sharing knowledge, dan menambah efesiensi kerja pada bagian keuangan.
C. Peranan Komputer Dalam Akuntansi
Perkembangan teknologi informasi sangat cepat dan mempengaruhi pola budaya masyarakat pada berbagai bidang kehidupan. Pendidikan, riset dan ilmu pengetahuan, hukum, militer, pemerintahan dan administrasi pemerintahan, seni dan entertainment, keuangan dan perbankan, bursa saham, komunikasi dan penyiaran, dan sebagainya tidak lepas dari pengaruh perkembangan teknologi informasi ini.
Kemajuan teknologi saat ini merupakan hasil karya dari beberapa ahli untuk menciptakan sebuah perkembangan baru bidang-bidang lainnya, kita tahu bahwa banyak manfaat yang diberikan oleh teknologi komputer bagi manusia. Komputer merupakan salah satu objek yang mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri, di era globalisasi ini sudah tidak asing disetiap waktunya manusia membutuhkan kebutuhannya dengan teknologi selain mempermudah pekerjaannya , teknologi komputer mempersingkat dan mengumpulkan berbagai informasi yang di dapatnya. Dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi, informasi dalam bentuk apapun dan untuk berbagai kepentingan,
dapat di sebar luaskan dengan mudah sehingga dapat dengan cepat mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup budaya suatu bangsa.
Dalam dasawarsa terakhir ini, suasana iklim pasar yang semakin kompetatif diantara perusahaan-perusahaan yang sejenis, maka kegiatan administratif harus mendapat pengaman yang serius.
Dalam bidang keuangan pemerintahan, sudah mulai ada perhatian yang lebih besar terhadap penilaian kelayakan praktik manajemen pemerintahan yang mencakup perbaikan sistem akuntansi manajemen, sistem akuntansi keuangan, perencanaan keuangan dan pembangunan, sistem pengawasan dan pemeriksaan, serta berbagai implikasi finansial atas kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah.
Walaupun prosedur-prosedur pekerjaan administrasi dapat dikerjakan tanpa menggunakan teknologi sistem informasi (hardware dan software), tetapi kadang- kadang proses penyampaian informasi lambat sekali dengan hasil yang kurang memuaskan atau kurang akurat. Dengan menggunakan sistem komputer sebagai alat bantu kerja kecepatan dan kualitas dari pekerjaan dapat lebih ditingkatkan.
Selain itu komputer juga mempunyai dampak signifikan terhadap cara pengorganisasian perusahaan, pengambilan keputusan, dan pendayagunaan fungsi akuntansi untuk menjalankan aplikasi yang digunakan dalam mengolah transaksi akuntansi dan sekaligus untuk menghasilkan laporan keuangan dalam sebuah perusahaan.
Adapun berbagai keuntungan sistem komputer di bidang akuntansi dibandingkan dengan tulis tangan (sistem manual), di antaranya:
35
1. Kecepatan
Sistem komputer dapat menghasilkan informasi yang jauh lebih cepat bila dibandingkan dengan sistem manual, karena komputer dapat melaksanakan pekerjaan pada saat yang bersamaan dengan kecepatan tinggi.
2. Volume hasil
Sebagai akibat proses pengerjaan yang cepat, maka volume transaksi yang dapat diolah menjadi jauh lebih banyak, dan volume hasil yang dapat diperoleh juga semakin banyak.
3. Pencegahan kekeliruan
Tingkat ketelitian komputer, jauh lebih tinggi daripada ketelitian manusia.
Oleh karena itu, pemakaian komputer akan sangat banyak mengurangi kekeliruan. Selain itu sistem komputer juga dilengkapi dengan berbagai cara untuk mencegah terjadinya kekeliruan.
4. Posting otomatis
Bila kita menggunakan sistem akuntansi dengan komputer, maka posting akan dilakukan secara otomatis. Hal ini akan sangat mengurangi pekerjaan pembukuan. Selain itu tingkat ketelitiannya pun jauh lebih tinggi.
Pemakaian komputer menjamin posting dilakukan secara tepat.
5. Penyusunan laporan otomatis
Dalam sistem akuntansi dengan komputer, laporan-laporan dikerjakan secara otomatis. Komputer dapat melakukan proses penjurnalan, posting,
penyusunan laporan keuangan, dan laporan-laporan khusus untuk manajemen secara otomatis.
6. Pencetakan dokumen otomatis
Sistem komputerisasi dapat mengerjakan berbagai dokumen yang digunakan dalam perusahaan, seperti : faktur, laporan piutang bulanan, check gaji dan laporan pendapatan.
7. Meningkatkan Sharing Knowledge.
Di bidang akuntansi sistem pemrosesan informasi akuntansi berbasis komputer yang dikenal dengan komputer akuntansi banyak ditawarkan dengan tujuan untuk memberikan kemudahan bagi para akuntan untuk menghasilkan informasi yang dapat dipercaya, tepat waktu, lengkap, dapat dipahami, dan teruji. Dari hal tersebut mahasiswa akuntansi dapat melihat banyak sekali peluang untuk dapat memenuhi kebutuhan perusahaan akan komputer akuntansi dengan cara membuat software-software akuntansi.
Software akuntansi yang dibuat harus dapat memenuhi kebutuhan para akuntan sehingga software tersebut dirasakan sangat bermanfaat bagi perusahaan, khususnya bagi para akuntan yang menggunakan software tersebut.
Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan komputer bukan hanya sekadar menggantikan mesin tik tetapi dengan kita mempelajari ilmu komputer banyak manfaatnya apalagi dalam dunia keuangan, contohnya dalam bidang akuntansi yakni dapat mengerjakan laporan-laporan keuangan dengan mudah dan cepat dengan komputer akuntansi.
37
D. Penerapan Sistem Akuntansi Berbasis Komputer Pada PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan
Komputerisasi Akuntansi adalah sebuah sistem akuntansi dimana komputer sebagai teknologi untuk menjalankan aplikasi yang digunakan dalam mengolah transaksi akuntansi dan sekaligus untuk menghasilkan laporan keuangan dalam sebuah perusahaan.
Sejalan diera globalisasi ini, penggunaan Komputer diikuti dengan penggunaan Internet yang kian terus berkembang. Untuk Pengelolaan Sistem Akuntansi Berbasis Komputer pada PT. Perkebunan Nusantara III Medan sendiri tidak menggunakan aplikasi akuntansi (software) melainkan web khusus yang hanya dapat diakses oleh penggunanya yaitu bagian akuntansi dan bagian keuangan dengan kata sandi khusus untuk setiap user nya, yaitu :
1. WEB 10.3.5.42
Gambar 3.3 Menu Utama SIMAP Sumber Web 10.3.5.42
Web ini merupakan awal terkait dengan penyusunan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Perkebunan(SIMAP). Web ini merupakan aplikasi online yang befungsi untuk menyusun laporan keuangan pada tingkat satuan kerja (satker), berupa laporan :
1. PB-71 KEBUN UNIT (NERACA PERCOBAAN) 2. KARTU REKENING KBN/UNIT (lihat lampiran 5) 3. REKENING KORAN KBN/UNIT
4. PB-71 KONSOLIDASI 5. KERTAS KERJA 6. LABA/RUGI 7. NERACA
8. KARTU REKENING KONSOLIDASI 9. REKAPITULASI BIAYA PRODUKSI 10. LAPORAN MANAJEMEN KANDIR 11. LAPORAN MANAJEMEN DISTRIK
12. LAPORAN MANAJEMEN KEBUN (lihat lampiran 2 & 3) 13. LAPORAN MANAJEMEN PKS
14. REKAP LAPORAN MANAJEMEN 13(BIAYA PRODUKSI)
Khusus untuk PB-71 Neraca Percobaan menggunakan input berupa bukti- bukti jurnal akuntansi (lihat lampiran 4) yang kemudian hasil realisasi akan dibandingkan dengan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan(RKAP) sehingga menghasilkan Laporan Manjemen (LM).
39
2. WEB 10.3.5.25
Gambar 3.4
Menu Utama Sistem Informasi Finansil Sumber Web 10.3.5.25
Web ini merupakan aplikasi online yang menjadi awal terkait dengan Sistem Informasi Finansil befungsi untuk mencatat dan menyesuaikan Persediaan barang di gudang/ Inventory dengan data persediaan yang terpakai/tersisa.
Sebagai sebuah aplikasi online yang melakukan peran kompilasi data laporan, aplikasi online ini tidak dapat berdiri sendiri dalam proses penyusunan laporannya. Hal ini dikarenakan aplikasi online ini berintegrasi dan bersinergi dengan aplikasi online web 10.3.5.42 yaitu Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Perkebunan.
3. WEB 10.3.5.40
Gambar 3.5
Menu Utama Sistem Informasi Rek Koran Sumber Web 10.3.5.40
Web ini merupakan aplikasi online yang menjadi awal terkait dengan Sistem Informasi Rekening Koran yang befungsi untuk mencatat dan menyesuaikan Dokumen Bank dengan Dokumen Kas yang ada didalam perusahaan. Dengan kata lain, aplikasi online ini mempunyai peran sebagai aplikasi yang berperan untuk melihat saldo setiap unit. Dokumen kas setiap Unit harus senantiasa diinput kedalam aplikasi online ini minimal 2 hari sebelum diadakan penyesuaian dengan Dokumen Bank.
Sebagai sebuah aplikasi online yang melakukan peran kompilasi data laporan, aplikasi online ini tidak dapat berdiri sendiri dalam proses penyusunan laporannya. Hal ini dikarenakan aplikasi online ini sinkron dengan aplikasi online web 10.3.5.42 yaitu Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Perkebunan.
41
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada bab-bab sebelumnya, maka dalam bab ini penulis akan mengemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Kebijaksanaan PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan untuk menerapkan penggunaan komputer untuk memproses data akuntansinya sudah tepat, mengingat komputer mempunyai kecepatan dan ketepatan dalam pengolahan data dan dapat melakukan proses akuntansi sehingga akan menghemat pemakaian waktu.
2. Penggunaan aplikasi berjaring online dengan user id dan password khusus yang memudahkan pihak yang berkepentingan untuk mendapatkan data yang diperlukan secara cepat dan tepat dengan rahasia.
3. Kemampuan semua program aplikasi yang digunakan pada PT.
Perkebunan Nusantara III Medan sungguh baik dalam pengolahan data serta menyelesaikan tugas-tugas akuntansi. Hal ini juga terlihat dari kemampuannya dalam menghasilkan berbagai laporan yang sangat
diperlukan perusahaan untuk menunjang penyediaan informasi keuangan perusahaan.
4. Pada tingkat instansi seperti saat-saat ini pemrosesan data dengan elektronik ternyata lebih efektif dan efesien dibandingkan dengan pemrosesan data yang dilakukan secara manual.
B. Saran
Adapun yang menjadi saran dari penulis sebagai berikut :
1. Sumber daya atau skill dari setiap personilnya harus terus ditingkatkan sesuai dengan perkembangan komputer yang semakin cepat dan canggih yang disebabkan sumber daya manusia sebagai salah satu faktor penentu haruslah disesuaikan dengan kebutuhan. Hal ini dapat ditempuh dengan cara pengembangan dan pelatihan terhadap sumber daya itu sendiri.
2. Perlu diperhatikan tentang pentingnya internal control dalam struktur organisasi, penetapan sebuah badan independen yang bertugas mengawasi atau sebagai pengendali terhadap pelaksanaan sistem akuntansi demi terciptanya suatu sistem informasi akuntansi yang dapat dipercaya oleh semua pihak.
43
DAFTAR PUSTAKA
Anastasia Diana, Lilis Setiawati. (2001). Sistem Informasi Akuntansi, Edisi I, Penerbit Andi: Yogyakarta.
Baridwan, Zaki. (1991). Sistem Akuntansi Penyusunan Prosedur dan Methode, Penerbit Akademi Akuntansi YKPN: Yogyakarta.
Hadibroto S (1982). Dasar-Dasar Akuntansi, Penerbit LP3ES: Jakarta.
Jogianto, H.M. (1997). Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer, Badan Penerbit Fakultas Ekonomi: Yogyakarta.
Mulyadi, (2001). Sistem Akuntansi, Edisi ke 3, Penerbit Salemba Empat:
Jakarta.
Prajitno, Sugiarto. (2004). Pengantar Akuntansi Berbasis Komputer, Penerbit Ghalia Indonesia: Jakarta.
Wilkinson, Joseph W. (1988). Sistem Akuntansi dan Informasi, (Terjemahan Marianus Sinaga. Accounting and Information System), Jakarta:
Erlangga.
Warren, Carl S, James M. Reeve dan Philip E. Fees, (2006). Accounting, Jakarta : Salemba Empat.
45
47