Nama Produk: TRITON™ DF-16 SURFACTANT Tanggal Terbit: 17.06.2016 Tanggal Cetak: 05.07.2016 PT DOW INDONESIA mendorong dan mengharapkan Anda membaca dan memahami LDK secara keseluruhan, karena ada informasi penting dalam seluruh dokumen tersebut. Kami mengharapkan anda untuk mengikuti tindakan pencegahan yang diidentifikasi dalam dokumen ini kecuali kondisi penggunaan akan memerlukan metode atau tindakan lain yang sesuai.
1. PRODUK DAN IDENTIFIKASI PERUSAHAAN
Nama Produk: TRITON™ DF-16 SURFACTANT
Penggunaan yang dianjurkan dan pembatasan penggunaan
Penggunaan yang teridentifikasi: Bahan aktif permukaan. Kami menyarankan agar produk ini dipergunakan secara konsisten dengan pemakaian yang terdaftar. Jika maksud penggunaan Anda tidak sesuai dengan penggunaan yang tertera , harap menghubungi bagian penjualan atau perwakilan pelayanan teknis .
Identitas perusahaan PT DOW INDONESIA
Wisma GKBI, Lt. 20 Suite 2001, Jl. Jend. Sudirman No. 28 10210 JAKARTA
INDONESIA
Nomor Informasi Pelanggan: (62) 21-2995-6200 [email protected] NOMOR TELEPON DARURAT
Nomor Darurat 24 Jam: 62-21-7591-2862
Penghubung Tanggap Darurat Lokal: 21-7591-2862
2. IDENTIFIKASI BAHAYA
Klasifikasi GHS
Toksisitas akut - Kategori 4 - Oral
Kerusakan mata serius/iritasi pada mata - Kategori 1 Elemen label GHS
Piktogram bahaya
Kata sinyal: BAHAYA!
Pernyataan Bahaya Berbahaya jika tertelan.
Menyebabkan kerusakan mata yang serius.
Pernyataan Kehati-hatian
Pencegahan
Cuci kulit dengan seksama setelah menangani.
Jangan makan, minum atau merokok pada saat menggunakan produk ini.
Pakai perlindungan mata/ perlindungan muka.
Respons
JIKA TERTELAN: Telponlah ke PUSAT RACUN/ dokter bila anda merasa tidak sehat.
Berkumurlah.
JIKA TERKENA MATA: Bilas secara hati-hati dengan air selama beberapa menit. Lepas lensa kontak, jika digunakan dan mudah melakukannya. Lanjutkan membilas. Segera telponlah PUSAT RACUN atau dokter.
Pembuangan
Buang isi / wadah ke tempat pembuangan limbah yang disetujui.
Bahaya lain data tidak tersedia
3. KOMPOSISI/INFORMASI TENTANG BAHAN PENYUSUN
Produk ini adalah sebuah bahan.
Komponen CASRN Konsentrasi
Alcohols, C8-C10, ethoxylated propoxylated
68603-25-8 >= 98,0 %
Poly(ethylene oxide) 25322-68-3 <= 2,0 %
4. TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN
Penjelasan mengenai tindakan pertolongan pertama
Saran umum: Tenaga P3K harus memperhatikan pelindungan diri dan menggunakan pakaian
pelindung yang telah direkomendasikan (sarung tangan tahan kimia, perlindungan terhadap percikan).
Jika potensi untuk pemaparan terjadi, silakan merujuk pada bagian 8 untuk perlengkapan pelindung pribadi tertentu.
Penghirupan: Tidak ada perawatan medis darurat yang diperlukan.
Kena kulit: Cuci bersih dengan banyak air. Fasilitas Pancuran keselamatan yang sesuai harus
tersedia di area kerja.
Kena mata: Segera cuci secara terus-menerus dengan air mengalir selama sekurang-kurangnya 30 menit. Lepaskan lensa kontak setelah 5 menit pertama dan lanjutkan pencucian. Segera dapatkan bantuan pengobatan, sebaiknya dari dari dokter ahli mata. Fasilitas pencuci mata darurat yang sesuai harus tersedia secepatnya.
Tertelan: Jika tertelan, dapatkan perhatian medis. Jangan memaksakan muntah kecuali diarahkan untuk melakukannya oleh tenaga medis.
Kumpulan gejala / efek terpenting, baik akut maupun tertunda: Selain dari informasi yang ditemukan dibawah Deskripsi langkah-langkah pertolongan pertama (atas) dan indikasi perhatian medis segera dan perlakuan khusus diperlukan (dibawah), semua gejala tambahan dan efek-efek yang dijelaskan dalam seksi 11: Informasi Toksikologi.
Indikasi pertolongan medis pertama dan perawatan khusus yang diperlukan
Instruksi kepada dokter: Luka bakar kimia pada mata mungkin memerlukan irigasi berkelanjutan.
Cari nasehat segera, sebaiknya dari dokter ahli mata. Tidak ada obat penangkal khusus. Perawatan terhadap pemaparan harus diarahkan untuk mengendalikan gejala dan kondisi klinis pasien
5. TINDAKAN PEMADAMAN KEBAKARAN
Media pemadaman yang sesuai: Kabut air atau penyemprotan halus. Pemadam api kimia kering.
Alat pemadam kebakaran karbon dioksida. Busa. Busa tahan alkohol (jenis ATC) lebih dipilih. Busa sintetis untuk penggunaan umum (termasuk AFFF) atau busa protein meskipun dapat berfungsi, tetapi merupakan sarana kurang efektif.
Media pemadaman yang tidak sesuai: Jangan gunakan penyiraman air secara langsung. Dapat menyebabkan api merebak.
Bahaya khusus yang muncul dari bahan atau campuran
Produk pembakaran berbahaya: Selama terjadi kebakaran, asap mungkin menandungbahan asli disamping hasil pembakaran dengan beragam komposisi yang mungkin beracun dan/atau
menyebabkan iritasi. Hasil pembakaran antara lain dapat berupa: Karbon monoksida. Karbon dioksida.
Bahaya Kebakaran dan Ledakan Luar Biasa: Pembangkitan uap atau letupan ganas dapat terjadi setelah terjadi semburan aliran air secara langsung pada cairan panas.
Saran bagi petugas pemadam kebakaran
Prosedur Pemadaman Kebakaran: Jangan biarkan orang mendekat. Api harus diisolasi, jangan biarkan orang yang tidak berkepentingan masuk. Cairan yang terbakar dapat dipadamkan dengan menambah air. Jangan gunakan penyiraman air secara langsung. Hal ini dapat menyebarkan api.
Cairan yang terbakar dapat dipindahkan dengan menyiram air, guna melindungi personil dan mengurangi kerusakan harta benda.
Alat pelindung khusus bagi petugas pemadam kebakaran: Gunakan alat pernafasan mandiri bertekanan positif dan pakaian tahan api (termasuk helm, mantel, celana, sarung tangan dan sepatu boot pemadam kebakaran). Jika alat pelindung tidak tersedia atau tidak dipakai, padamkan
kebakaran dari lokasi yang terlindung atau dari jarak aman.
6. TINDAKAN PENANGGULANGAN JIKA TERJADI TUMPAHAN DAN KEBOCORAN
Langkah-langkah pencegahan diri, alat pelindung dan prosedur tanggap darurat: Lakukan evakuasi dari wilayah ini. Rujuk pada Bagian 7, Penanganan, untuk mendapatkan informasi tentang langkah-langkah pencegahan tambahan. Hanya personil yang terlatih dan dilindungi sebagaimana mestinya yang harus terlibat dalam kegiatan pembersihan. Tempatkan diri agar angin datang dari arah berlawanan dengan arah tumpahan Beri ventilasi pada daerah kebocoran atau tumpahan.
Bahan tumpahan dapat menimbulkan bahaya tergelincir. Gunakan peralatan keselamatan yang sesuai. Untuk informasi tambahan, silakan rujuk pada Bagian 8, Pengendalian pemaparan dan Perlindungan Diri.
Langkah-langkah pencegahan bagi lingkungan: Jangan sampai masuk ke dalam tanah, selokan, saluran air dan/atau air tanah. Lihat Bagian 12, Informasi Ekologi.
Metode dan bahan untuk penangkalan (containment) dan pembersihan: Tampung tumpahan bahan jika memungkinkan. Menyerap dengan bahan seperti: Pasir. Kotoran. Jangan menggunakan air untuk membersihkannya. Kumpulkan dalam wadah yang sesuai dan beri label sebagaimana mestinya. Untuk informasi tambahan, lihat Bagian 13, Pertimbangan Pembuangan.
7. PENYIMPANAN DAN PENANGANAN BAHAN
Kehati-hatian dalam menangani secara aman: Jangan sampai kena mata. Jangan sampai kena kulit, dan pakaian. Jangan sampai tertelan. Cucilah bersih-bersih setelah menangani. Jangan menghirup uapnya. Gunakan dengan ventilasi emmadai. Jaga agar wadah tetap tertutup. Lihat di bagian No. 8, Pengendalian Pemaparan dan Perlindungan Pribadi
Kondisi untuk penyimpanan yang aman: Ketika material dingin, panaskan sampai 25 C untuk meningkatkan kejelasan atau sifat penanganan. lakukan hanya jika wadah telah dibuka dan disimpan dalam kondisi suhu moderat. Periode tambahkan dipanas tinggi (> 50 C) dapat menyebabkan
degradasi warna. Tidak ada kebutuhan yang spesifik. Informasi tambahan mengenai penyimpanan dan penanganan untuk produk ini dapat diperoleh dengan menghubungi Bagian pemasaran atau Pelayanan Pelanggan . Umur simpan yang di berikan adalah untuk kontainer/ wadah yang tidak terbuka dan di simpan di bawah kondisi-kondisi temperatur yang moderat.
Kestabilan penyimpanan
Umur dalam
Penyimpanan:
Gunakan selambat- lambatnya
24 Month
8. KONTROL PAPARAN/ PERLINDUNGAN DIRI
Parameter pengendalian
Batas paparan didaftarkan berikut ini, jika ada.
Komponen Peraturan Jenis pendaftaran Nilai/Notasi
Poly(ethylene oxide) US WEEL TWA aerosol 10 mg/m3
Pengendalian pendedahan
Kontrol teknik: Gunakan ventilasi lokal, atau perangkat kendali teknik lain untuk mengontrol tingkat kebutuhan kadar udara dibawah batas pemaparan atau petunjuk. Jika tidak tersedia batas pemaparan yang di butuhkan atau petunjuk, ventilasi umum harus mencukupi untuk banyaknya produksi.
Tindakan perlindungan individual
Perlindungan mata/wajah: Gunakan kacamata pelindung kimia (chemical goggles).
Perlindungan kulit
Perlindungan tangan: Gunakan sarung tangan yang secara kimiawi tahan terhadap bahan ini. Contoh bahan penghambat teristimewa bagi sarung tangan antara lain:
Karet Butil Laminat alkohol etil vinil ("EVAL"). Contoh bahan penghambat yang dapat diterima bagi sarung tangan termasuk: Karet alamiah ("lateks") Neopren. Karet nitril/butadien ("nitril" atau"NBR"). Polivinil klorida ("PVC" atau "vinil"). PERHATIAN:
Pemilihan sarung tangan spesifik untuk aplikasi tertentu dan lama pemakaiannya di tempat kerja harus juga memperhitungkan seluruh faktor di tempat kerja, seperti tetapi tidak terbatas pada: bahan kimia lain yang mungkin ditangani, persyaratan fisik (perlindungan terhadap pemotongan/pelubangan, kemudahan penanganan,
perlindungan panas), potensi reaksi tubuh terhadap bahan pembuatan sarung tangan, serta instruksi/spesifikasi yang disediakan oleh pemasok sarung tangan.
Perlindungan lain: Gunakan pakaian pelindung yang secara kimiawi tahan terhadap bahan ini. Pilihan perlengkapan khusus seperti perisai wajah, sarung tangan, sepatu boot, apron, atau baju pelindung seluruh tubuh, tergantung pada jenis kegiatan yang dilakukan.
Perlindungan pernapasan: Perlindungan pernafasan harus dikenakan ketika ada suatu potensi melebihi pedoman-pedoman atau kebutuhan batas pemaparan. Jika tidak tersedia pedoman atau kebutuhan batas pemaparan, pakailah perlindungan pernafasan ketika timbul efek kurang baik seperti iritasi saluran pernafasan atau rasa tidak nyaman telah dialami, atau jika ditandai oleh proses penilaian resiko. Pada sebagian besar peristiwa, tidak diperlukan perlindungan pernafasan; namun jika timbul rasa tak nyaman, gunakan alat respirator pemurni udara yang telah disetujui.
Alat berikut ini diharapkan menjadi jenis alat respirator pemurni udara yang efektif:
Selongsong uap organik dengan penyaring partikel dimuka.
9. SIFAT FISIKA DAN KIMIA
Tampilan
Keadaan Fisik Cair.
Warna Kuning
Bau menyengat
Ambang Batas Bau Data ujian tidak tersedia.
pH 6 Dihitung. (larutan berair 5%)
Titik lebur/rentang tidak berlaku bagi cairan
Titik beku Lihat titik tuang.
Titik didih (760 mmHg) > 200 °C Dihitung.
Titik nyala cawan tertutup 157 °C ASTM D 93 Tingkat evaporasi (Butil Asetat =
1)
<0,01 Dihitung.
Flamabilitas (padatan, gas) No
Terendah batas ledakan Data ujian tidak tersedia.
Tertinggi batas ledakan Data ujian tidak tersedia.
Tekanan Uap < 0,01 mmHg pada 20 °C Dihitung.
Relatif Densitas Uap (udara = 1) 9 Dihitung.
Kepadatan Relatif (air = 1) 0,992 pada 20 °C / 20 °C Dihitung.
Kelarutan dalam air 100 % pada 20 °C Visual Koefisien partisi (n-oktanol/air) data tidak tersedia Suhu dapat membakar sendiri
(auto-ignition temperature)
Data ujian tidak tersedia.
Suhu penguraian Data ujian tidak tersedia.
Viskositas kinematik 35,3 cSt Dihitung.
Sifat peledak data tidak tersedia Sifat oksidator data tidak tersedia Berat Molekul 570 g/mol Dihitung.
titik tuang -6 °C Dihitung.
CATATAN: Data fisik yang disajikan di atas adalah nilai-nilai tipikal dan jangan diartikan sebagai spesifikasi.
10. STABILITAS DAN REAKTIFITAS
Reaktifitas: data tidak tersedia Stabilitas kimia: Stabil.
Reaksi berbahaya yang mungkin di bawah kondisi spesifik/khusus: Polimerisasi tidak akan terjadi.
Kondisi yang harus dihindari: Produk apabila terkena suhu tinggi dapat mengalami dekomposisi.
Bahan yang harus dihindari: Hindarkan dari kontak dengan: Asam keras. Basa keras.
Pengoksidan yang kuat. Agen-agen penurun yang kuat.
Produk berbahaya hasil penguraian: Hasil dekomposisi tergantung pada suhu, persediaan udara dan kehadiran bahan lainnya.
11. INFORMASI TOKSIKOLOGI
Informasi Toksikologi muncul dalam bagian ini ketika data tersebut tersedi
Toksisitas akut
Toksisitas oral akut
Toksisitas rendah jika ditelan. Jumlah kecil yang tertelan secara tidak sengaja selama kegiatan penanganan secara normal memiliki kemungkinan kecil untuk menyebabkan cedera;
namun bila tertelan dalam jumlah lebih besar, dapat menyebabkan cedera.
Toksisitas kulit akut
Kontak berkepanjangan dengan kulit kecil kemungkinannya menyebabkan absorpsi dalam jumlah yang membahayakan.
LD50, Kelinci, betina, 5.660 mg/kg Toksisitas inhalasi akut
Tidak ada efek negatif jika terhirup.
LC50, Tikus, 1 Hour, uap, > 8,0 mg/l Tidak ada kematian terjadi pada konsentrasi ini.
Korosi/iritasi kulit
Sentuhan secara singkat dapat menyebabkan iritasi kulit sederhana dengan kemerahan setempat.
Kerusakan mata serius/iritasi mata
Dapat menyebabkan iritasi parah disertai cedera kornea yang dapat mengakibatkan gangguan penglihatan secara permanen, bahkan kebutaan. Luka bakar kimia dapat terjadi.
Sensitisasi
Untuk sensitisasi kulit:
Tidak ditemukan data yang relevan.
Untuk sensitisasi pernapasan:
Tidak ditemukan data yang relevan.
Toksisitas Organ Sasaran Spesifik Sistemik (Paparan Tunggal)
Data yang tersedia tidak memadai untuk menentukan eksposur sasaran toksisitas organ tunggal tertentu.
Toksisitas Organ Sasaran Spesifik Sistemik (Paparan Berulang) Tidak ditemukan data yang relevan.
Karsinogenisitas
Tidak ditemukan data yang relevan.
Teratogenisitas
Tidak ditemukan data yang relevan.
Toksisitas terhadap Reproduksi Tidak ditemukan data yang relevan.
Mutagenisitas (Kemampuan menyebabkan perubahan gen) Tidak ditemukan data yang relevan.
Bahaya terhirup
Berdasarkan pada sifat-sifat fisik, tidak mungkin menjadi aspirasi bahaya.
KOMPONEN-KOMPONEN YANG MEMPENGARUHI TOKSIKOLOGI:
Alcohols, C8-C10, ethoxylated propoxylated Toksisitas oral akut
LD50, Tikus, betina, 616 mg/kg
Poly(ethylene oxide)
Toksisitas oral akut
Ciri khas bahan jenis ini. LD50, Tikus, > 10.000 mg/kg Diperkirakan.
12. INFORMASI EKOLOGI
Toksisitas Organ Sasaran Spesifik Sistemik (Paparan Berulang)