• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perwakilan BPKP Provinsi Jambi DAFTAR ISI. Halaman KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... RINGKASAN EKSEKUTIF...

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perwakilan BPKP Provinsi Jambi DAFTAR ISI. Halaman KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... RINGKASAN EKSEKUTIF..."

Copied!
80
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

DA FT A R IS I

Halaman KATA PENGANTAR...

DAFTAR ISI...

RINGKASAN EKSEKUTIF...

I Ii iv BAB I PENDAHULUAN...

A. Tugas, Fungsi dan Wewenang Organisasi...

B. Aspek Strategis Organisasi...

C. Kegiatan dan Layanan Produk Organisasi...

D. Struktur Organisasi...

E. Sistematika Penyajian...

1 1 4 5 7 12 BAB II PERENCANAAN KINERJA...

A. Rencana Strategis Tahun 2015 – 2019...

1. Pernyataan Visi...

2. Pernyataan Misi...

3. Tujuan ...

4. Indikator Kinerja Utama...

5. Program dan Kegiatan...

B. Perjanjian Kinerja Tahun 2016...

14 14 14 15 17 18 22 28 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA...

A. Capaian Kinerja Organisasi...

1. Analisis Kinerja Sasaran Program...

a. Sasaran Program Pengawasan Program 06...

1) Sasaran Program 06.1...

2) Sasaran Program 06.2...

3) Sasaran Kegiatan 06.3...

b. Sasaran Program Dukungan Pengawasan Program 01...

1) Sasaran Program 01.1...

2. Analisa Sasaran Kegiatan...

a. Sasaran Kegiatan Pengawasan...

1) Tersedianya informasi hasil pengawasan pada Perwakilan BPKP...

b. Sasaran Kegiatan Dukungan Pengawasan...

1) Tersedianya Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Dalam Mencapai Kepuasan Layanan...

2) Termanfaatkannya aset secara optimal...

B. Realisasi Keuangan...

32 33 36 37 37 40 46 49 49 49 50 50

50 55

55 58

(4)

.

LAMPIRAN – LAMPIRAN :

Lampiran 1 : Capaian Kinerja Outcome Lampiran 2 : Perbandingan Kinerja Outcome Lampiran 3 : Capaian Kinerja Output

Lampiran 4 : Perbandingan Kinerja Output

(5)

aporan kinerja ini disusun sebagai wujud dan tekad Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jambi melaksanakan kewajiban sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

BPKP Perwakilan Provinsi Jambi telah menyusun Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2015-2019 yang memuat visi, misi, tujuan, sasaran strategis, program dan kegiatan, dilengkapi dengan indikator kinerja dan target yang akan dicapai.

serta rencana pendanaan dalam tahun 2015-2019, yang selanjutnya menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) dan Perjanjian Kinerja (Perkin) setiap tahun.

Visi Perwakilan BPKP Provinsi Jambi adalah menjadi Auditor Internal Pemerintah RI Berkelas Dunia untuk Meningkatkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional di wilayah Provinsi Jambi.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Perwakilan BPKP Provinsi Jambi memiliki tiga Misi, yaitu (1) Menyelenggarakan Pengawasan Intern terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional guna Mendukung Tata Kelola Pemerintahan dan Korporasi yang Bersih dan Efektif; (2) Membina Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yang efektif; serta (3) Mengembangkan Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah yang Profesional dan Kompeten. Seluruh Misi tersebut di prioritaskan pada wilayah Provinsi Jambi.

Ketiga Misi tersebut didukung oleh tiga Tujuan yaitu (1) Peningkatan Kualitas Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional yang Bersih dan Efektif; (2) Peningkatan Efektivitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah; serta (3) Peningkatan Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah yang Profesional dan Kompeten.

L

(6)

Meningkatnya Kualitas Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional, (2) Meningkatnya Maturitas Sistem Pengendalian Intern pada Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah dan Korporasi dan Program Prioritas Pembangunan Nasional dan (3) Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah pada Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah serta Korporasi.

Untuk mencapai Tujuan dan Sasaran Strategis di atas, dalam tahun 2016 telah ditandatangani Perjanjian Kinerja Perwakilan BPKP Provinsi Jambi yang mencakup:

1. 3 Sasaran Program Pengawasan (Program 06) yang diukur dengan 11 indikator kinerja sasaran program (outcome) dan satu sasaran kegiatan yang diukur dengan 5 indikator kinerja kegiatan pengawasan.

2. 1 Sasaran Program Dukungan Manajemen Pengawasan (Program 01) yang diukur dengan 1 indikator kinerja sasaran program (outcome) dan 2 sasaran kegiatan yang diukur dengan 5 indikator kinerja sasaran kegiatan (output) Setiap tahun indikator kinerja diukur tingkat ketercapaiannya. Hasil pengukuran kinerja Tahun 2016 bisa dilihat dari ketercapaian masing-masing Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai berikut:

1. Capaian kinerja sasaran program pertama dari program 06 yaitu “Perbaikan Pengelolaan Program Prioritas Nasional dan Pengelolaan Keuangan Negara/Korporasi” dengan tiga indikator kinerja, rata-rata telah mencapai 120,18% dengan capaian kinerja masing-masing indikator sebagaimana digambarkan dalam grafik sebagai berikut:

Grafik 1. Capaian Sasaran Program Perbaikan Pengelolaan Program Prioritas Nasional dan Pengelolaan Keuangan Negara/Korporasi

(7)

prioritas nasional dan pengelolaan keuangan negara/korporasi” secara keseluruhan telah melebihi target yang telah ditetapkan dalam Perencanaan Kinerja tahun 2016.

2. Capaian kinerja sasaran program kedua dari program 06 yaitu

“Meningkatnya Kualitas Penerapan SPIP Pemda/Korporasi” dengan 5 indikator kinerja, rata-rata telah mencapai 72% dengan capaian kinerja masing-masing indikator sebagaimana digambarkan dalam grafik sebagai berikut :

Grafik 2. Capaian Sasaran Program Meningkatnya kualitas penerapan SPIP Pemda/korporasi

Capaian indikator sasaran program “Meningkatnya kualitas penerapan SPIP Pemda/korporasi” secara keseluruhan belum sesuai denga target yang telah ditetapkan dalam Perencanaan Kinerja tahun 2016, karena masih terdapat 2 dari 5 indikator kinerja yang belum mencapai target yaitu indikator kinerja maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten/Kota level 3 dengan capaian 0%

(realisasi 0% dari target 36%) dan indikator kinerja “Persentase BUMD yang kinerjanya minimal berpredikat Baik dari BUMD yang dibina dengan capaian 60% (realisasi 36% dari target 60%). Hal ini disebabkan masih kurangnya upaya peningkatan level maturitas SPIP oleh masing-masing Pemda dan masih kurangnya upaya pimpinan BUMD dalam meningkatkan kinerja BUMD.

(8)

yaitu ”Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern Pemda” dapat digambarkan dengan 6 indikator kinerja, rata-rata telah mencapai 100%

dengan capaian kinerja masing-masing indikator sebagaimana digambarkan dalam grafik sebagai berikut:

Grafik 3. Capaian Sasaran Program Meningkatnya kapabilitas pengawasan intern Pemda

Capaian indikator sasaran program “Meningkatnya kapabilitas pengawasan intern Pemda” secara keseluruhan telah sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Perencanaan Kinerja tahun 2016.

4. Capaian kinerja sasaran program dari program 01 yaitu “Meningkatnya kualitas pelayanan dukungan teknis dalam pengawasan BPKP” dapat digambarkan dalam grafik sebagai berikut:

Grafik 4. Capaian Sasaran Program Meningkatnya kualitas pelayanan dukungan teknis dalam pengawasan BPKP

(9)

dukungan teknis dalam pengawasan BPKP” diukur dengan persepsi kepuasan layanan ketatausahaan dengan target nilai capaian 7 (skala likert 1-10).

Target tersebut telah terealisasi dengan nilai rata-rata sebesar 7,17 atau mencapai 102,43% dari target, yang terdiri nilai kepuasan atas layanan Sub Bagian Kepegawaian sebesar 7,19, nilai kepuasan atas layanan Sub Bagian Keuangan sebesar 7,27, nilai kepuasan atas layanan Sub Bagian Umum sebesar 7,05 dan nilai kepuasan atas layanan bidang P3A sebesar 7,16.

5. Capaian kinerja sasaran kegiatan program 01 yaitu “Tersedianya Informasi Hasil Pengawasan pada Perwakilan BPKP” dengan 5 indikator kinerja, rata-rata telah mencapai 100% dengan capaian kinerja masing-masing indikator sebagaimana digambarkan dalam grafik sebagai berikut:

Grafik 5. Capaian Sasaran Kegiatan Tersedianya Informasi Hasil Pengawasan pada Perwakilan BPKP

Capaian indikator sasaran kegiatan “Tersedianya Informasi Hasil Pengawasan pada Perwakilan BPKP” secara keseluruhan telah terealisasi sebesar 100%

sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Perencanaan Kinerja tahun 2016.

6. Capaian kinerja sasaran kegiatan pertama dari program 01 yaitu “Tersedianya Dukungan Manajemen dan Pelayanan Tugas Teknis Lainnya dalam Mencapai Kepuasan Layanan Kinerja” dengan satu indikator kinerja sebagaimana digambarkan dalam grafik sebagai berikut :

(10)

Capaian kinerja sasaran kegiatan “Tersedianya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya dalam mencapai kepuasan” dengan satu indikator output kegiatan BPKP secara keseluruhan telah terealisasi sebesar 100% sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Perencanaan Kinerja tahun 2016.

7. Capaian kinerja sasaran kegiatan kedua dari program dukungan manajemen pengawasan (program 01) yaitu “Termanfaatkannya Aset secara Optimal”

dengan 4 indikator kinerja, rata-rata telah mencapai 100% dengan capaian kinerja masing-masing indikator sebagaimana digambarkan dalam grafik sebagai berikut:

(11)

dengan 4 indikator output kegiatan BPKP secara keseluruhan telah terealisasi sebesar 100% sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Perencanaan Kinerja tahun 2016.

Dalam bentuk tabel, realisasi kinerja tahun 2016 berikut capaiannya tergambar sebagai berikut:

Tabel 1

Capaian Sasaran Program (Outcome)

Sasaran Program Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian A. Sasaran Program Indikator Kinerja Program

1

Perbaikan pengelolaan program prioritas nasional dan pengelolaan keuangan negara/korporasi

1) Perbaikan tatakelola, manajemen risiko, dan pengendalian intern pengelolaan program nasional

% 45 50 111,11

2) Persentase tindak lanjut

rekomendasi tata kelola, manajemen risiko dan pengendalian intern pengelolaan korporasi

% 100 100 100

3) Penyerahan hasil pengawasan keinvestigasian kepada aparat penegak hukum

% 60 89,66 149,43

Capaian Rata-rata 120,18

2

Meningkatnya kualitas penerapan SPIP Pemda/korporasi

1) Maturitas SPIP Pemerintah Provinsi (level 3

% - - -

2) Maturitas SPIP Pemeritah Kabupaten/kota (level 3)

% 36 0 0

3) Persentase BUMN/anak perusahaan dengan skor GCG baik

% 100 100 100

4) Persentase BUMN/anak perusahaan yang kinerjanya berpredikat minimal A (baik)

%

100 100 100

5) Persentase BUMND yang kinerjanya minimal berpredikat baik dari BUMD yang dibina

%

60 36 60

6) Persentase BLUD yang kinerjanya minimal baik dari BLUD yang dibina

% 60 60 100

Capaian Rata-rata 72

3

Meningkatnya kapabilitas pengawasan intern Pemda

1) Kapabilitas APIP Pemerintah Provinsi (level 2)

% 0 100 100

2) Kapabilitas APIP Pemerintah Kabupaten/Kota (level 2)

% 27 27 100

3) Kapabilitas APIP Pemerintah Provinsi (level 1)

% 100 100 100

4) Kapabilitas APIP Pemerintah Kabupaten/Kota (level 1)

% 73 73 100

Capaian Rata-rata 100

Sasaran Program Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian B. Sasaran Program Indikator Kinerja Program

(12)

Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Output Satuan Target 2016

Realisasi

2016 Capaian 1.1 Tersedianya Informasi

Hasil Pengawasan pada Perwakilan BPKP

Rekomendasi Hasil Pengawasan Perwakilan BPKP

Rekomendasi 105 105 100

Rekomendasi Hasil Pengawasan Perwakilan BPKP Nawacita

Rekomendasi 27 27 100

Rekomendasi Pengawasan Regional Bidang Otonomi Daerah Nawacita

Rekomendasi 4 4 100

Rekomendasi Perbaikan Penyelenggaraan SPIP

Rekomendasi 32 32 100

Rekomendasi Pembinaan Kapabilitas Pengawasan Daerah

Rekomendasi 4 4 100

2.1 Tersedianya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya dalam mencapai kepuasan layanan

Laporan Dukungan Manajemen Perwakilan BPKP

Laporan 80 80 100

2.2 Termanfaatkannya aset secara optimal dalam mencapai kepuasan layanan pegawai

Terlaksananya rehabilitasi rumah negara Perwakilan BPKP

M2 210 210 100

Terlaksananya rehabilitasi Kantor Perwakilan BPKP

M2 100 100 100

Terlaksananya rehabilitasi pagar komplek rumah negara

M1 60 60 100

Tersedianya alat pengolah data Kantor Perwakilan BPKP

Unit 4 4 100

Untuk mencapai target kinerja di atas, tersedia anggaran dalam DIPA Tahun 2016 sebesar Rp21.644.874.000,00 dengan realisasi sebesar Rp20.958.654.848,00 atau 96,83% dari anggaran.

(13)

BABBAB--II PENDAHULUAN PENDAHULUAN

A. Tugas, Fungsi dan Wewenang Organisasi

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), BPKP sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) melaksanakan Pengawasan Intern atas penyelenggaraan tugas dan fungsi pemerintah termasuk akuntabilitas keuangan negara dan pembinaan penyelenggaraan SPIP melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan serta kegiatan pengawasan lainnya.

Pengawasan akuntabilitas keuangan negara yang harus dilaksanakan BPKP adalah atas kegiatan tertentu yang meliputi kegiatan lintas sektoral, kegiatan perbendaharaan umum negara berdasarkan penetapan Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara dan kegiatan lain berdasarkan penugasan dari Presiden. Selain itu BPKP juga melakukan reviu atas Laporan keuangan Pemerintah Pusat sebelum disampaikan kepada Presiden (pasal 47, 48,49 dan 57) dan melaksanakan pembinaan penyelenggaraan SPIP (pasal 59).

Pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 192 Tahun 2014 tanggal 31 Desember 2014 tentang Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Tugas BPKP sesuai peraturan tersebut adalah menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan keuangan negara/daerah dan pembangunan nasional. Selanjutnya berdasarkan Peraturan Kepala BPKP Nomor 1 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Perwakilan BPKP Provinsi Jambi mempunyai tugas :

1. Melaksanakan pengawasan intern terhadap akuntabilitas keuangan negara dan /atau daerah atas kegiatan yang bersifat lintas sektoral;

2. Melaksanakan kegiatan pengawasan perbendaharaan umum negara;

(14)

3. Melaksanakan kegiatan lain berdasarkan penugasan dari Presiden dan atau atas permintaan Kepala Daerah;

4. Melaksanakan pembinaan Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) pada wilayah kerjanya; dan

5. Melaksanakan penyelenggaraan dan pelaksanaan fungsi lain di bidang pengawasan keuangan dan pembangunan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam melaksanakan tugas tersebut, Perwakilan BPKP Provinsi Jambi menyelenggarakan fungsi:

1. Pemberian asistensi penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah dan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah;

2. Pemberian asistensi terhadap pengelolaan keuangan negara/daerah, BUMN/BUMD dan kinerja instansi Pemerintah Pusat/Daerah/

BUMN/BUMD;

3. Pengawasan terhadap badan usaha milik negara, badan-badan lain yang didalamnya terdapat kepentingan pemerintah, badan usaha milik daerah atas permintaan pemangku kepentingan, serta kontrak bagi hasil dan kontrak kerjasama, dan pinjaman/bantuan luar negeri yang diterima pemerintah pusat, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

4. Evaluasi terhadap pelaksanaan tata kelola dan laporan akuntabilitas kinerja pada badan usaha milik negara, badan-badan lainnya yang didalamnya terdapat kepentingan pemerintah, dan badan usaha milik daerah atas permintaan pemangku kepentingan, sesuai dengan ketentuan peraturan perudangan-undangan;

5. Pelaksanaan audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya terhadap perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban akuntabilitas penerimaan negara/daerah dan akuntabilitas pengeluaran keuangan negara/daerah serta pembangunan nasional dan/atau kegiatan lainnya yang seluruhnya atau sebagian keuangan dibiayai oleh anggaran negara/daerah dan

(15)

/atau subsidi termasuk badan usaha dan badan lainnya yang didalamnya terdapat kepentingan lain dari pemerintah pusat dan/atau pemerintah daerah serta kepentingan akuntabilitas pembiayaan keuangan negara/daerah;

6. Pengawasan intern terhadap perencanaan dan pelaksanaan pemanfaatan aset negara/daerah;

7. Pemberian konsultasi terkait dengan manajemen risiko, pengendalian intern, dan tata kelola terhadap intansi/badan usaha/ badan lainnya dan program/kebijakan pemerintah yang strategis;

8. Pengawasan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program dan /atau kegiatan yang dapat menghambat kelancaran pembangunan, audit atas penyesuaian harga, audit klaim, audit investigasi terhadap kasus - kasus penyimpangan yang berindikasi merugikan keuangan negara/daerah, audit perhitungan kerugian keuangan negara/daerah, pemberian keterangan ahli dan upaya pencegahan korupsi;

9. Pengordinasian dan sinergi penyelenggaraan pengawasan intern terhadap akuntabilitas keuangan negara/daerah dan pembangunan nasional bersama-sama dengan aparat pengawasan intern pemerintah lainnya;

10. Pelaksaan sosialisasi, pembimbingan, dan konsultansi penyelenggaraan sistem pengendalian intern kepada instansi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan badan-badan yang didalamnya terdapat kepentingan keuangan atau kepentingan lainya dari Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah;

11. Pelaksanaan kegiatan pengawasan berdasarkan penugasan Pemerintah Pusat dan atau Pemerintah Daerah sesuai peraturan perundang-undangan;

12. Pembinaan kapabilitas pengawasan intern pemerintah;

13. Pengolahan data dan informasi hasil pengawasan atas penyelenggaraan akuntabilitas keuangan negara Kementerian /Lembaga dan Pemerintah Daerah; dan

14. Pelaksanaan dan pelayanan adiministrasi Perwakilan BPKP.

(16)

B. Aspek Strategis Organisasi

Dengan terbitnya PP Nomor 60 tahun 2008 tentang SPIP, sesuai dengan pasal 1 ayat (4), BPKP adalah aparat pengawasan intern pemerintah yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Kemudian dengan diterbitkannya Perpres 192 Tahun 2014 sesuai pasal 1 ayat (2), mereposisi BPKP yang semula dalam pelaksanaan tugasnya di bawah koordinasi Menpan RB menjadi langsung bertanggung jawab kepada Presiden.

Dengan adanya kedua peraturan tersebut, lebih mempertegas posisi, kewenangan dan tanggung jawab BPKP dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

Melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2014 tanggal 31 Desember 2014, Presiden menginstruksikan para Menteri, Sekretaris Kabinet, Kapolri, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara, para Gubernur dan para Bupati/Walikota untuk meminta Kepala BPKP untuk melakukan pengawasan dalam rangka meningkatkan penerimaan negara/daerah serta efisiensi dan efektifitas anggaran pengeluaran negara/daerah melalui berbagai bentuk penugasan audit dan evaluasi atas penerimaan negara/daerah serta efisiensi dan efektifitas anggaran pengeluaran negara/daerah.

Selanjutnya berdasarkan Inpres 1 Tahun 2016 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) BPKP ditugaskan untuk meningkatkan pengawasan atas tata kelola Proyek Strategis Nasional. Sementara itu dalam Inpres Nomor 10 Tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, dinyatakan bahwa kegiatan analisis koordinasi, dan fasilitasi untuk mengurai masalah dalam pelaksanaan aksi pencegahan pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh Kepala Bappenas akan didukung sepenuhnya oleh Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, dan sebagai auditor intern pemerintah maka BPKP lebih mengutamakan pencegahan (prevention) terhadap hal-hal yang dapat menghambat

(17)

pencapaian tujuan dan program-program pemerintah dari pada melakukan penindakan yang bersifat represif.

Perwakilan BPKP Provinsi Jambi berperan aktif dalam menanggapi perubahan lingkungan yang dihadapi BPKP saat ini yaitu dengan mereposisi perannya yang baru dengan strategi melalui 4C’s yaitu capacity building, current issues, clearing house dan check and balances, yang kesemuanya diperlukan untuk mendukung sistem akuntabilitas. Perwakilan BPKP Provinsi Jambi sebagai bagian integral dari BPKP dalam melaksanakan perannya selaku Auditor Presiden.

C. Kegiatan dan Layanan Produk Organisasi

Perwakilan BPKP Provinsi Jambi memiliki 6 jenis kegiatan dan layanan sebagai produk organisasi, berupa :

PRODUK LAYANAN :

A. Audit

Audit atas Laporan Keuangan

 Audit atas Laporan Keuangan Proyek PHLN

 Audit Operasional

 Audit Kinerja

 Audit Investigasi

 Audit dalam rangka Perhitungan Kerugian Keuangan Negara

 Audit Tujuan Tertentu

 Verifikasi DAK Rebusement

 Audit/monitoring DAK, DPDF dan PPD

Monitoring Program dan Kegiatan Prioritas Nasional

Pemberian Keterangan Ahli

(18)

B. Sosialisasi

Sosialisasi kebijakan akuntansi

Sosialisasi/ pendampingan pelaksanaan inventarisasi barang

Narasumber reviu Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD)

Sosialisasi penatausahaan dan pertanggungjawaban bendahara pengeluaran

Sosialisasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP)

Sosialisasi Pedoman audit kinerja, evaluasi AKIP dan manual EKPPD

Sosialisasi implementasi PPK-BLUD

Sosialisasi Pedoman strategi anti fraud

Sosialisasi Pengadaan Barang dan Jasa dan Pengelolaan aset Rumah Sakit

Sosialisasi Program Anti Korupsi

Kajian Current issue

C. Evaluasi

Quality Assurance (QA) atas audit PNPM perkotaan

Evaluasi Penyusunan APBD

Evalausi AKIP

Reviu Dokumen Persyaratan Administratif, Asistensi Penyususnan Penatausahaan

Evaluasi penyerapan Anggaran

QA atas Evaluasi Mandiri Kapabilitas APIP

D.Asistensi/Pendampingan/Bimbingan teknis

Asisten implementasi aplikasi SIMDA Keuangan, SIMDA BMD, SIMDA Pendapatan dan gaji

Asistensi peningkatan kapabilitas APIP

Asistensi/Bimtek/Pendampingan Penyusunan Laporan

Bimbingan Penyempurnaan Renstra

Bimbingan Teknis Penatausahaan Pengelolaan Keuangan Daerah

Bimbingan Teknis Peningkatan Manajemen Aset

Bimbingan Teknis PPK-BLUD

Bimbingan Teknis SAK ETAP

Bimbingan Teknis SAP

Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan

Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis SAK-ETAP

Pendampingan Penyusunan LAKIP

Pendampingan pelaksanaan inventarisasi BMN dan Penyusunan Laporan aset daerah

Pendampingan Penyusunan Dokumen persyaratan Administrasi BLUD Pendampingan riviu Laporan

(19)

Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan kebijakan pengawasan dan kebijakan teknis pengawasan yang diterbitkan oleh BPKP Pusat setiap tahunnya.

D. Struktur Organisasi

Struktur orgasisasi Perwakilan BPKP diatur dengan Peraturan Kepala BPKP Nomor 1 Tahun 2016 tanggal 28 Januari 2016 dapat diuraikan sebagai berikut:

1. BPKP Perwakilan Provinsi Jambi membawahi : 2. Bagian Tata Usaha , yang terdiri;

a. Subbagian Kepegawaian;

b. Subbagian Keuangan; dan c. Subbagian Umum

3. Kelompok Jabatan fungsional auditor, yang terdiri ;

a. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor Bidang Pengawasan Instansi Pemeritah Pusat;

b. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor Bidang Pengawasan Akuntabilitas Pemerintah Daerah;

c. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor Bidang Akuntan Negara;

d. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor Bidang Investigasi;

e. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor Bidang Perencanaan, D. SPIP

Bimtek penyusunan Perka SPIP

Monitoring perbaikan SPIP

Diagnostic assesment SPIP

Bimbingan dan konsultasi Perbaikan SPIP

Penyelenggaraan Diklat SPIP

E. Lainnya

Bantuan tenaga pendamping auditor

Bantuan tenaga fasilitator

Bantuan tenaga pengajar diklat

 Asistensi dan konsultasi tentang angka kredit JFA

Penyelenggaraan Dikllat JFA

(20)

Pelaporan dan Pembinaan APIP.

Struktur Organisasi BPKP Provinsi Jambi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 1.1

Bagan Organisasi Perwakilan BPKP Provinsi Jambi

Tugas dan fungsi struktur Organisasi Perwakilan BPKP Provinsi Jambi tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Kepala Perwakilan mempunyai tugas memimpin Perwakilan BPKP dalam melaksanakan tugas dan fungsinya;

2. Bagian Tata Usaha :

Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program, urusan kepegawaian, keuangan, persuratan, urusan dalam, perlengkapan, rumah tangga, pengelolaan perpustakaan, dan penyusunan laporan.

Dalam melaksanakan tugas tersebut bagian tata usaha menyelenggarakan fungsi :

a. Penyusunan rencana dan program;

b. Pelaksanaan urusan kepegawaian, keuangan, persuratan, urusan dalam, pengelolaan perpustakaan perlengkapan dan rumah tangga.

KEPALA PERWAKILAN

BAGIAN TATA USAHA

SUB BAGIAN KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN

KEUANGAN SUB BAGIAN

UMUM

Kelompok JFA BIDANG AKUNTABILITAS

PEMERINTAH DAERAH (APD) Kelompok JFA

BIDANG INSTANSI PEMERINTAH

PUSAT (IPP) ppPPPEMERINTAH

Kelompok JFA BIDANG

P3A Kelompok JFA

BIDANG INVESTIGASI Kelompok JFA

BIDANG AKUNTAN NEGARA (AN)

(21)

Tugas Sub Bagian adalah sebagai berikut :

1) Subbagian kepegawaian, melakukan urusan kepegawaian dan pengembangan kepegawaian;

2) Subbagian keuangan, melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan anggaran serta pengelolaan urusan keuangan;

3) Subbagian umum, melakukan urusan persuratan, urusan dalam, pengelolaan perpustakaan, perlengkapan dan rumah tangga.

3. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor Bidang Instansi Pemerintah Pusat (IPP)

Melaksanakan kegiatan pengawasan di bidang akuntabilitas penyelenggaraan keuangan dan pembangunan pusat;

4. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor Bidang Pengawasan Instansi Akuntabilitas Pemerintah Daerah APD)

Melaksanakan kegiatan pengawasan di bidang akuntabilitas penyelenggaraan keuangan dan pembangunan daerah;

5. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor Bidang Pengawasan Akuntan Negara (AN)

Melaksanakan kegiatan pengawasan di bidang keankuntananegara;

6. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor Bidang Pengawasan Investigasi Melaksanakan kegiatan keinvestigasian;

7. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor Bidang Program dan Pelaporan serta Pembinaan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah

Melaksanakan penyusunan program dan pelaporan serta pembinaan kapabilitas APIP.

Kelompok Jabatan Fungsional Auditor dipimpim oleh koordinator pengawasan yang mempunyai tugas :

1. Koordinasi penyusunan rencana dan program pengawasan;

2. Pelaksanaan dan pengendalian pengawasan;

(22)

3. Pemantauan dan evaluasi pengawasan;

4. Tugas lainnya yang diberikan kepada Perwakilan.

Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai sangat dibutuhkan untuk mendukung operasional unit organisasi. SDM Perwakilan BPKP Provinsi Jambi per 31 Desember 2016 sebanyak 114 orang pegawai dengan rincian berdasarkan tingkat pendidikan, jabatan, dan golongan sebagai berikut:

1. Berdasarkan Pendidikan

Susunan pegawai berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1.1

Jumlah Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan

No. Uraian Jabatan Jumlah Pegawai (%)

1 S 2 6 5,26

2 S 1/ D IV 62 54,39

3 D III/Sarjana Muda 23 20,18

4 SLTA 23 20,18

Jumlah 114 100

Catatan: Dari 6 pegawai yang S2, terdapat 3 pegawai yang masih dalam proses penyesuaian ijazah secara kedinasan

Ditinjau dari tingkat pendidikan maka pegawai pada tingkat S1/DIV dan DIII/Sarjana Muda menempati jumlah terbanyak dalam susunan pegawai Perwakilan BPKP Provinsi Jambi, yaitu masing-masing mencapai 54,39%

dan 20,18% dari jumlah seluruh pegawai. Dengan demikian ditinjau dari tingkat pendidikan, SDM Perwakilan BPKP Provinsi Jambi cukup mendukung tugas pokok dan fungsinya.

2. BerdasarkanJabatan

Susunan pegawai berdasarkan jabatan dapat dilihat pada tabel berikut:

(23)

Tabel 1.2

Jumlah Pegawai Berdasarkan Jabatan

No. Uraian Jabatan/Peran Jumlah

Pegawai (%)

1. Struktural 5 4,39

2. Fungsional Auditor:

Auditor Madya 17 14,91

Auditor Muda 14 12,28

Auditor Pertama 27 23,68

Auditor Penyelia 11 9,65

Auditor Pelaksana Lanjutan 4 3,51

Auditor Pelaksana 11 9,65

3. Arsiparis 3 2,63

4. Staf/Fungsional Umum 22 19,29

Jumlah 114 100

Susunan pegawai menurut jabatan, jumlah pegawai terbanyak adalah pada jabatan fungsional auditor sebagaimana tergambar pada grafik di bawah ini:

Grafik 1.1

Jumlah Pegawai Berdasarkan Jabatan

(24)

3. Berdasarkan Golongan

Susunan pegawai berdasarkan golongan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1.3

Jumlah Pegawai Berdasarkan Golongan

No. Uraian

Jabatan Jumlah Pegawai (%)

1. IV C 5 4,39

2. IV B 5 4,39

3. IV A 8 7,02

Sub Jumlah 1 18 15,79

4. III D 24 21,05

5. III C 11 9,65

6. III B 12 10,53

7. III A 35 30,53

Sub Jumlah 2 82 71,53

8. II D 10 8,77

9. II C 4 3,51

Sub Jumlah 3 14 12,28

Jumlah 114 100

Ditinjau dari golongan, maka jumlah pegawai terbanyak adalah pada golongan III sebanyak 82 orang pegawai atau 71,53% dari jumlah seluruh pegawai.

E. Sistematika Penyajian

LKj ini pada dasarnya mengkomunikasikan pencapaian kinerja Perwakilan BPKP Provinsi Jambi selama tahun 2016, disertai dengan uraian keberhasilan dan hambatan capaian kinerja (performance results), yang diukur dengan cara analisis gap, yaitu membandingkan target dalam dokumen Perjanjian Kinerja dengan realisasi sesuai indikator kinerja yang ditetapkan organisasi.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan RB Nomor 53 Tahun 2014 Sistematika Laporan Akuntabilitas Kinerja ini diuraikan dalam bentuk bab sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan

Pada bab ini disajikan tentang tugas pokok dan fungsi serta kewenangan organiasi, aspek strategis organisasi, kegiatan dan produk organisasi, struktur organisasi dan sistematika penyajian;

(25)

Bab II Perencanaan Kinerja

Pada bab ini diuraikan tentang rencana strategis 2015 – 2019 yang berisi pernyataan visi, misi, tujuan, indikatoor kinerja utama, program dan kegiatan , serta perjanjian kinerja;

Bab III Akuntabilitas Kinerja

Pada bab ini diuraikan capaian kinerja organiasi, capaian sasaran program dan sasaran kegiatan, analisis pencapaian kinerja dan aspek pendukung pencapaian kinerja tahun 2016.

Bab IV Penutup

Bab ini menguraikan tentang simpulan umum atas capaian kinerja organisasi serta langkah di masa mendatang yang akan dilakukan organisasi untuk meningkatkan kinerjanya.

(26)

BABBAB--IIII PERENCANAAN

PERENCANAAN KINERJAKINERJA

A.Rencana Strategis 2015 -2019

Dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, perencanaan stratejik merupakan langkah awal untuk melakukan pengukuran kinerja instansi pemerintah. Perencanaan stratejik instansi pemerintah memerlukan integrasi antara keahlian sumber daya manusia dan sumber daya lainnya agar mampu memenuhi keinginan stakeholders dan menjawab tuntutan perkembangan lingkungan stratejik baik nasional maupun global.

Renstra Perwakilan BPKP Provinsi Jambi Tahun 2015-2019 mengacu kepada struktur Renstra BPKP yang telah disusun berdasarkan Pedoman Penyusunan dan Penelaahan Renstra Kementerian/Lembaga Tahun 2015-2019 sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 5 Tahun 2014. Renstra Perwakilan BPKP Provinsi Jambi telah disahkan oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jambi melalui Keputusan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jambi Nomor KEP- 96/PW05/1/2016 tanggal 19 Februari 2016 .

Selanjutnya terdapat perubahan/revisi Renstra sebagaimana tercantum dalam Keputusan Kepala BPKP Provinsi Jambi Nomor : KEP-230/PW05/6/2016 tanggal 26 Agustus 2016. Perubahan tersebut mencakup penambahan rumusan Visi, Misi dan perubahan rumusan Tujuan, Sasaran strategis, Indikator dan Target Kinerja Utama (IKU) Sasaran Program (Outcome), Indikator dan Target Kinerja Utama Sasaran Kegiatan (Output) dan Target Indikator Pengarusutamaan Tata Kelola Pemerintahan.

1. Pernyataan Visi

Perwakilan BPKP Provinsi Jambi menetapkan suatu komitmen untuk mewujudkan visi Perwakilan BPKP Provinsi Jambi ke depan yaitu:

(27)

Auditor Internal Pemerintah RI Berkelas Dunia untuk Meningkatkan Akuntabilitas Pengelolaan

Keuangan dan Pembangunan Nasional di Wilayah Jambi

Visi Perwakilan BPKP Provinsi Jambi ini telah konsisten dengan visi BPKP yaitu

“Auditor Internal Pemerintah RI Berkelas Dunia untuk Meningkatkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional” dan visi Presiden yang telah berwujud menjadi visi pembangunan nasional 2015  2019 yaitu “Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berdasarkan Gotong Royong”.

Visi Perwakilan BPKP Provinsi Jambi tersebut diharapkan menjadi acuan bagi setiap pegawai Perwakilan BPKP Provinsi Jambi di semua tingkatan untuk melaksanakan tugasnya. Terdapat beberapa kata kunci yang perlu diberi makna secara khusus agar dapat membangun persepsi yang sama di antara insan pegawai di lingkungan Perwakilan BPKP Provinsi Jambi.

2. Pernyataan Misi

Misi BPKP merupakan pengejawantahan tugas dan fungsi yang diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan, yaitu sebagai pelaksana fungsi pengawasan intern sebagaimana tercantum dalam PP Nomor 60 Tahun 2008 dan Inpres Nomor 9 Tahun 2014, Wilayah tugas dan kewenangan BPKP juga dinyatakan dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (penjelasan Pasal 6) dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (penjelasan Pasal 14). Rumusan misi BPKP adalah:

(28)

1) Menyelenggarakan Pengawasan Intern terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional guna Mendukung Tata Kelola Pemerintahan dan Korporasi yang Bersih dan Efektif;

2) Membina Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yang efektif; dan

3) Mengembangkan Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah yang Profesional dan Kompeten.

Sedangkan Misi Perwakilan BPKP Provinsi Jambi adalah :

1) Menyelenggarakan Pengawasan Intern terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional guna Mendukung Tata Kelola Pemerintahan dan Korporasi yang Bersih dan Efektif di Wilayah Provinsi Jambi ;

2) Membina Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yang efektif di Wilayah Provinsi Jambi ; dan

3) Mengembangkan Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah yang Profesional dan Kompeten di Wilayah Provinsi Jambi.

Dari uraian di atas terlihat bahwa Misi Perwakilan BPKP Provinsi Jambi telah selaras dan mengacu kepada Misi BPKP .

Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi BPKP di daerah, dibentuk Kantor Perwakilan BPKP di setiap Provinsi. Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Jambi merupakan instansi vertikal BPKP yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala BPKP. Struktur Organisasi dan Tugas Pokok serta Fungsi Perwakilan BPKP Provinsi Jambi mengacu pada Peraturan Kepala BPKP Nomor 1 Tahun 2016.

(29)

3. Tujuan

Dalam menyelenggarakan misi diatas, Perwakilan BPKP Provinsi Jambi telah menetapkan Tujuan dan Sasaran Strategis ingin dicapai pada tahun 2019.

Tujuan dan Sasaran Strategis tersebut adalah sebagai berikut :

Tujuan 1: Peningkatan Kualitas Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional/Daerah yang Bersih dan Efektif di wilayah Provinsi Jambi

Sasaran Strategis

1 Meningkatnya Kualitas Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional/Daerah di Wilayah Provinsi Jambi

Pencapaian Misi pertama diharapkan dapat diwujudkan dengan Tujuan pertama yaitu “Peningkatan Kualitas Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional/Daerah yang Bersih dan Efektif di Wilayah Provinsi Jambi ”. Peningkatan kualitas akuntabilitas inilah yang diharapkan tercapai di akhir tahun 2019. Ukuran kualitas Tujuan ini, linear dengan ukuran sasaran strategisnya yaitu “Meningkatnya Kualitas Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional/Daerah di Wilayah Provinsi Jambi”.

Tujuan 2: Peningkatan Efektivitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Wilayah Provinsi Jambi

Sasaran Strategis

2 Meningkatnya Maturitas Sistem Pengendalian Intern pada Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah dan Korporasi serta pada Program Prioritas Pembangunan Nasional di Wilayah ProvinsiJambi

Pencapaian Misi kedua diharapkan dapat diwujudkan dengan pencapaian Tujuan kedua yaitu “Peningkatan Efektivitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Wilayah Provinsi Jambi”.

Peningkatan kualitas pembinaan penyelenggaraan SPIP dan korporasi diharapkan tercapai di akhir tahun 2019. Ukuran kualitas Tujuan ini linear

(30)

Pengendalian Intern Pemerintah pada Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah dan Korporasi serta pada Program Prioritas Pembangunan Nasional/Daerah di Wilayah Provinsi Jambi”.

Tujuan 3: Peningkatan Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah yang Profesional dan Kompeten di Wilayah Provinsi Jambi

Sasaran Strategis

3 Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah pada Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah serta Korporasi di Wilayah Provinsi Jambi

Pencapaian Misi ketiga diharapkan dapat diwujudkan dengan pencapian Tujuan ketiga yaitu “Peningkatan Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah yang Profesional dan Kompeten”. Peningkatan kapabilitas pengawasan intern pemerintah yang profesional dan kompeten inilah yang diharapkan tercapai di akhir tahun 2019. Ukuran kualitas Tujuan ini linear dengan ukuran sasaran strategisnya yaitu “Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah pada Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah serta Korporasi”.

Dokumen Renstra Tahun 2015-2019 selanjutnya dijadikan acuan bagi Perwakilan BPKP Provinsi Jambi untuk menetapkan dokumen rencana tahunan yaitu Rencana Kerja Tahunan (RKT) Perwakilan BPKP Provinsi Jambi Tahun 2016.

4. Indikator Kinerja Utama

Perwakilan BPKP Provinsi Jambi telah menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) dalam Renstra Perwakilan BPKP Provinsi Jambi Tahun 2015-2019 sebagai ukuran keberhasilan organisasi mencapai sasaran strategi organisasi. Penetapan IKU telah selaras dengan Renstra BPKP Pusat 2015- 2019 dan rumusan IKU di lingkungan BPKP sebagaimana tercantum dalam Peraturan Kepala BPKP Nomor 9 Tahun 2016 tentang Indikator Kinerja Utama di lingkungan BPKP Tahun 2015 - 2019.

(31)

IKU tersebut terdiri dari IKU Sasaran Program dan IKU Sasaran Kegiatan : Tabel 2.1

Indikator Kinerja Utama Sasaran Program (Outcome) Sasaran Program

Indikator Kinerja Utama (Outcome) Sumber Uraian Sat Data

uan

Target 2015

Target 2016

Target 2017

Target 2018

Target 2019

A Sasaran Program Pengawasan Intern (Program 06) 1 Perbaikan

pengelolaan program prioritas nasional dan pengelolaan keuangan negara

1.1 Perbaikan tata kelola manajemen risiko dan pengendalian intern keuangan daerah

% 40 45 60 70 80 Tindak lanjut

rekomendasi perbaikan tata kelola, manajemen risiko dan pengendalian intern keuangan negara 1.2 Persentase

tindak lanjut rekomendasi perbaikan tata kelola, manajemen risiko dan pengendalian korporasi

% 60 70 80 90 100 Tindak lanjut

rekomendasi perbaikan tata kelola, manajemen risiko dan pengendalian intern pengelolaan korporasi 1.3 Penyerahan

hasil pengawasan keinvestigasian kepada aparat penegak hukum

% 50 60 70 80 90 Tindak lanjut

rekomendasi hasil pengawasan keinvestigasian

2

Meningkatnya kualitas penerapan SPIP Pemda/Korporasi

2.1 Maturitas SPIP Pemerintah Provinsi (level 3

% 0 100 100 100 100 Hasil

evaluasi maturitas SPIP 2.2 Maturitas SPIP

Pemeritah Kabupaten/kota (level 3)

% 25 35 50 70 85 Hasil

evaluasi maturitas SPIP 2.3 Persentase

BUMN/anak perusahaan dengan skor GCG baik

% 0 100 100 100 100 Hasil rating

oleh Kemeneg BUMN 2.4 Persentase

BUMN/anak perusahaan yang kinerjanya berpredikat minimal A (baik)

% 0 100 100 100 100 Hasil

evaluasi BPKP

(32)

Sasaran Program

Indikator Kinerja Utama (Outcome) Sumber Uraian Sat Data

uan

Target 2015

Target 2016

Target 2017

Target 2018

Target 2019

BUMND yang kinerjanya minimal berpredikat baik dari BUMD yang dibina

evaluasi BPKP

2.6 Persentase BLUD yang kinerjanya minimal baik dari BLUD yang dibina

% 50 60 70 80 90 sda

3 Meningkatnya kapabilitas pengawasan intern pemerintah daerah

3.1 Kapabilitas APIP Pemerintah Provinsi (level 3)

% 0 0 0 0 100 Hasil

evaluasi kapabilitas APIP 3.2 Kapabilitas APIP

Pemerintah Kab/Kota (level 3)

% 0 0 27 55 90 sda

3.3 Kapabilitas APIP Pemerintah Provinsi (level 2)

% 0 0 100 100 0 sda

3.4 Kapabilitas APIP Pemerintah Kab/Kota (level 2)

% 0 27 55 36 10 sda

3.5 Kapabilitas APIP Pemerintah Provinsi (level 1)

% - 0 0 0 0 sda

3.6 Kapabilitas APIP Pemerintah Kab/Kota (level 1)

% - 0 0 0 0 sda

B Program Dukungan Pengawasan Intern (Program 01) 1 Meningkatnya

kualitas pelayanan dukungan teknis dalam

pengawasan BPKP

Persepsi kepuasan layanan

kesemaan/ketata usahaan (skala likert 1-10)

Skala likert

7 7 7,5 8 8 Hasil survei

Tabel 2.2

Indikator Kinerja Utama Sasaran Kegiatan (Output) Sasaran Kegiatan

Indikator Kinerja Utama (Output) Uraian Satuan Target

2015

Targe t 2016

Target 2017

Target 2018

Target 2019

1 Tersedianya 1.1 Rekomendasi Hasil rekom 126 107 107 107 107

(33)

Pengawasan pada Perwakilan BPKP

Perwakilan BPKP 1.2 Rekomendasi Hasil

Pengawasan Perwakilan BPKP Nawacita

rekom endasi

0 28 28 28 28

1.3 Rekomendasi Pengawasan Regional Bidang Otonomi Daerah Nawacita

rekom endasi

0 4 4 4 4

1.4 Rekomendasi Perbaikan Penyelenggaraan SPIP

rekom endasi

2 35 35 35 35

1.5 Rekomendasi Pembinaan Kapabilitas Pengawasan Daerah

rekom endasi

2 4 8 12 12

2 Tersedianya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya dalam mencapai kepuasan layanan

2.1 Laporan dukungan Manajemen Perwakilan BPKP

Lap 60 80 80 80 80

3 Termanfaatkanny a aset secara optimal dalam mencapai kepuasan layanan pegawai

3.1 Terlaksananya rehabilitasi rumah negara

Perwakilan BPKP

M2 0 210 na na na

3.2 Terlaksananya rehabilitasi Kantor Perwakilan BPKP

M2 0 160 na na na

3.3 Terlaksananya rehabilitasi pagar komplek rumah negara

M2 0 60 na na na

3.4 Tersedianya alat pengolah data

Unit 5 0 na na na

3.5 Tersedianya meubelair

Unit 130 0 na na na

3.6 Tersedianya sarana dan prasarana

Unit 1 0 na na na

5. Program dan Kegiatan

Untuk mencapai tujuan dan sasaran strategis, diperlukan program dan kegiatan. Program Perwakilan BPKP Provinsi Jambi Tahun 2016 terdiri dari 2 program yaitu Program Generik yang merupakan program yang

Referensi

Dokumen terkait

Renstra disusun berdasarkan Visi Universitas Tidar i yaitu “Universitas Berbasis Riset dalam Mengembangkan Ipteks dan Wirausaha, Misi : (1) Melaksanakan tri dharma

Misi pertama berkaitan dengan aktualisasi peran Perwakilan BPKP Provinsi DIY sebagai Auditor Presiden di Wilayah Provinsi DIY dalam

Tujuan dan sasaran pada hakikatnya merupakan arahan bagi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta sebagai perangkat daerah dalam

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj IP) dibuat dalam rangka perwujudan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta pengelolaan sumber daya dan

Berdasarkan hasil evaluasi Inspektorat BPKP, kinerja Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat pada Tahun 2011 dan 2012 masing-masing mendapatkan nilai 84,67 dan 87,30 dengan

Rencana Kerja (Renja) Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2017 telah diselaraskan dengan restrukturisasi program dan kegiatan serta mengacu kepada

Berdasarkan pengukuran kinerja yang dilakukan, capaian output Perwakilan BPKP Provinsi Nusa Tenggara Timur atas pelaksanaan kegiatan dalam program pemeriksaan dan pengawasan

Mengoptimalkan peran BPKP sebagai konsultan, Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Selatan menyediakan ruang konsultasi khusus bagi mitra kerja yang akan berkonsultasi...