• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEKOI,AHTINGGIKEGURUAF{DANILMUPENDII}IKAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SEKOI,AHTINGGIKEGURUAF{DANILMUPENDII}IKAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN

KEMAMPUAN BERHITT]NG ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TKS IT MINA' ACEH BESAR

SKRIPSI

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas Ilan

M-emenuhi SYarat Guna MemPeroleh Gelar sarjana Pendidikan

OLEH

GESTI INDAH SARI NIM:1511070022

PRODI PG.PAUD

SEKOI,AHTINGGIKEGURUAF{DANILMUPENDII}IKAN BINA BANGSA GETSEMPENA

BANDA ACEH

2021'

(2)

*ruM

uuedwaspgusftrug uulg sclrs.rearun rr?:Fplpued nurn rrcp uunrnEeysaplugur4q

'mqqoEue141

';OLSuJErcI'N(nN

rswl{'8u!uJBf {!It

g 6urquuqurs4

IZgU reqop1g leoV Bpueg

uueduespgusEueg eulff ssllsJaffufl us{prpued nuu uup uurunEey sglFrfgd

Onvd-$d lptrg ue€or6 rdrnrg rfir8ua6 un1 uadapuqp uuquuqearedp {41m Ffn1eslp qqel lur fsdlqS

lrrsf,{

HtrJV

VNII{ JI $II

IC NITFYI

9{

VISN )[\Y}{Y

$NnrrHufltr

N|Fn{r{nynlDr

Nvr[Iv]rcNrNffn ru\rrvo nuoc trvufl{

pdgqg

ppnl'

NvffOJ,tr$f,trd

NYuvf,rrfla IffiE{NzI'N(IIN

t9e9ulre00'N(IrN pdTtl

-.rrBlpmtr{

.r0

7,06,n's7t0'N(trN

@ yo +^ nr

l Eqqqque4

(3)

6€

6f

8g

A

:

::

:

:: ::::

:

::::::::

::::1ffi;#[a#[w]ffi'T::

' uuErlellod qtssso I'E

NVIIIIflNgd

IDOTSOOISIAI

III

BYg

" " " " "' +ildreg ?{Euere>I L' Z

" ue^eley Euea uetlSeuodg'Z

t,.

.. .. . .. .. . i. . .. . .... . .. ..

'.

.

i

...cnv

lffi*ffi''

B)lrlErrr4errr IB)[I){BH ?' z

"" nm5 rsuePduro1 g'g'I

: ffi8ffi'*ffiTii.i.i

""'nrno uEred g'u

"' JI{uEoX ue8uuqtuaqrsd Z' Z

:., : : : :. :. :..r.9.

:i:l.T'v

tre8uequorpe6 drsmrd-dtstmd

r

t'

r

""""FIO qsn {EIIV {psIrsDI?rEX

rI'e

::::

::::

: : : :: :

Fa:i:3TYHrtJlHiffi"ffplJuiu",

ruOSI

NYSVCNVT

II

SYg

^"" " " """ "q?lpsl Islu$ec s' I

usqlleued lssJuEIAt ?'

I

: : : ::.fflJlilkrsltil

""'Euu4eleg relql

I'I

NVNINHVONfld I gYS NYUIdIAIV-I UYL{VO

lggYr """I$ uvruYo

UYTdYO

..."IJYUISffY

""""'xYursflv

""""'uvrNY9Nfld VIYX

'I"H

LT,

9€

VE

t€

ZE

zt

0g 6T 6(, vz

TT

6I LI LI

}I

e1 OI 8 8

L 9 9

E

I

IIIA IIA

AI ru I

ISI UVIdYO

(4)

3.4 Tehnik Pengumpulan Data.

3.5 Keabsahan Data 3.6 Tehnft Analisis Data.

3.7 Rumus Persentase

BAB IV HASIL PENELITIAN DAII PEMBATIASAI\

4.1 ProfilSeilcold..

4.2 Desl$ipsi f{asil Penelitian 4.3 Hasil Wawancara

4.4 Pembahasan.

BAB V KESIMPUII\N DAI\I SANAN 5.1Kesimpulan

5.2 Saran

DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN...

39 43 44 47

48 49 50 61

68 69

7l

72

it{

(5)

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Hal ini dikarenakan pada anak usia dini, anak mengalami perkembangan kemampuan yang sangat pesat.

Menurut Mansur (2015: 88) anak usia dini adalah kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik. Mereka memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya. Anak usia dini adalah anak yang berada pada rentan usia 0-6 tahun ( Undang-undang Sisdiknas tahun 2013) dan 0-8 tahun menurut para pakar pendidikan.

TK adalah jembatan antara rumah dan sekolah. TK merupakan transisi dalam proses pendidikan anak. Walaupun ada perbedaan antara anak yang pernah masuk TK dengan anak yang langsung masuk SD, pada dasarnya tidak ada ketentuan yang mengharuskan agar anak lebih dulu masuk TK sebelum ia belajar di SD. Anak yang pernah masuk TK sangat membantu tugas guru di SD. Mereka lebih betah duduk, mengenal disiplin, perkembangan sosialnya pun lebih matang dibanding dengan anak yang langsung masuk SD. Di TK anak dibimbing untuk melepaskan dirinya dari kebiasaan di rumah. Banyak aturan yang harus ditaati dan dilaksanakan, tidak seperti kebiasaan kalau ia berada di rumahnya. Di TK lebih diutamakan kegiatan bermain daripada kegiatan belajar. Dengan demikian mereka lebih banyak mengenal benda-benda, bergaul dengan teman sebaya, saling

(6)

2

menghargai sebagai suatu hal yang berguna bagi perkembangan sosialnya.Alasan itulah yang mendorong orang tua cenderung memasukkan anaknya ke TK.

Sesuai dengan Undang-undang Sisdiknas tahun 2013 pasal 1 ayat 14, upaya pembinaan yang ditujukan pada anak usia 0-6 tahun tersebut dilakukan melalui pendidikan anak usia dini (PAUD) pernyataan ini juga sejalan dengan Sri Handayani (2014: 1) yakni salah satu bentuk pendidikan anak usia dini yaitu taman kanak-kanak.

Sebagai lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) /prasekolah, tugas utama TK adalah mempersiapkan anak dengan memperkenalkan berbagai pengetahuan, sikap/perilaku, dan keterampilan agar anak dapat melanjutkan kegiatan belajar yang sesungguhnya di sekolah dasar.

Melalui proses pendidikan diharapkan aspek perkembangan pada anak dapat berkembang sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Ada lima aspek yang harus dikembangkan anak usia dini yaitu aspek perkembangan moral dan nilai agama, perkembangan kognitif, perkembangan fisik motorik, perkembangan bahasa dan perkembangan sosial emosional. Hal ini dikarenakan dengan mengembangkan aspek-aspek tersebut dapat mempermudah anak untuk melanjutkan pendidikan ke tahap pendidikan selanjutnya.

Salah satu dari aspek yang harus dikembangkan adalah perkembangan kognitif, perkembangan kognitif anak usia dini dibagi menjadi tiga tahapan perkembangan yaitu pengetahuan umum dan sains, konsep bentuk dan warna, ukuran, dan pola serta konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf.

Anak harus mencapai beberapa poin penting dalam konsep bilangan, lambang bilangan dan huruf antara lain: Menyebutkan lambang bilangan 1-20,

(7)

3

mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan, mengenal berbagai macam lambang huruf vokal dan konsonan. Pada konsep menyebutkan lambang bilangan anak akan dikenalkan pada kegiatan berhitung permulaan, kegiatan berhitung yang dilakukan anak usia dini pada rentang usia 5-6 tahun adalah membilang dan menyebutkan bilangan secara urut dari 1-20, mencocokan lambang bilangan dengan benda, melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan 1 sampai 20.

Menurut Susanto, (2011:98) menjelaskan bahwa :

kemampuan berhitung ialah kemampuan yang dimiliki setiap anak untuk mengembangkan kemampuannya, karakteristik perkembangannya dimulai dari lingkungan yang terdekat dengan dirinya, sejalan dengan perkembangan kemampuannya anak dapat meningkat ke tahap pengertian mengenai jumlah, yaitu berhubungan dengan penjumlahan dan pengurangan.

Menjurus pada pernyataan “Nationally representative studies show that earlyunderstanding of counting, number, symbols, letter symbols, and vocabulary are highly related to academic achievement in elementary school”. Yang berarti

“Studi perwakilan nasional menunjukan bahwa pemahaman awal berhitung, lambang bilangan, lambang huruf, dan kosa kata sangat berkaitan dengan prestasi akademik di sokolah dasar” ( Nguyen et al 2016)

Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan berhitung adalah kemampuan yang dimiliki setiap anak untuk mengembangkan seluruh aspek dalam dirinya yang dimulai dari lingkungan sekitar anak dan dapat membantu anak untuk melanjutkan ketahap pendidikan selanjutnya.

Terlepas dari kemampuan kognitif pasti ada peran guru dibalik terbentuknya kemampuan anak. Guru adalah poros utama pendidikan. Ia menjadi penentu kemajuan suatu negara di masa depan. Menurut Djamarah (dalam Leni

(8)

4

Juwita:2015) “Guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Guru dalam pandangan masyarakat adalah orang yang melaksanakan pendidikan ditempat-tempat tertentu, tidak mesti dilembaga pendidikan formal, tetapi bisa juga dimasjid, surau/musallah dan tempat yang bisa dijadikan area diskusi”.

Syah (dalam Leni Juwita:2015) mengatakan: “Guru sebagai figure sentral dalam dunia pendidikan, khususnya dalam proses belajar mengajar. Sehubungan dengan ini, setiap guru sangat diharapkan memiliki karakteristik (ciri khas) kepribadian yang ideal sesuai dengan persyaratan yang bersifat psikologi, padagidis”

Secara umum, tugas guru adalah mengajar siswa-siswi agar memilki pengetahuan dan keterampilan dalam masing-masing bidang pelajaran. Selain itu guru juga mempunyai tanggung jawab dalam mendidik siswa agar mempunyai sikap dan tingkah laku baik, entah itu ketika berada di lingkungan sekolah ataupun masyarakat.

Sebagai “pengajar’’, “pendidik’’ dan “pembimbing’’, maka diperlukan adanya Sebab baik disadari atau tidak bahwa sebagian dari waktu dan perhatian guru banyak dicurahkan untuk menggarap proses belajar mengajar dan berinteraksi dengan siswanya.berbagai peranan pada diri guru. Peranan guru ini akan senantiasa menggambarkan pola tingkah laku yang diharapkan dalam berbagai interaksinya, baik dengan siswa (yang terutama), sesama guru, maupun dengan staf yang lain. Dari berbagai kegiatan interaksi berlajar mengajar, dapat dipadang sebagai sentral bagi peranannya.

(9)

5

Tugas guru tidak terbatas pada pemberian informasi kepada murid, namun tugas guru lebih komprehensif dari itu semua. Selain mengajar dan membekali murid dengan pengetahuan, guru juga harus mempersiapkan mereka agar mandiri dan memberdayakan bakat murid di berbagai bidang, mendisiplinkan moral mereka, membimbing hasrat dalam jiwa mereka.

Pendidik TK bukan sekedar menjadi orang yang hanya mentransfer ilmu ke anak-anak, namun lebih dari itu, merupakan orang yang berperan memberikan konsep ilmu bahkan pembentukan sikap, kemampuan dan prilaku. Pendidik pada tingkat TK secara langsung dalam menstimulasi kemampuan pada anak, dan mengembangkannya. Pendidik TK perlu menguasai strategi pengembangan dan kemampuan pada anak usia dini sehingga rencana yang sudah disusun dapat dilaksanakan sesuai tujuan pengembangan. Pendidik Tk perlu memahami kemampuan anak sesuai usia.

Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk menyusun sebuah karya ilmiah dengan judul:“Peran Guru Dalam Meningkatkan kemampuan berhitung anak usia 5-6 tahun di Tks PAUD IT MINA Aceh Besar”

1.2 Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti merumuskan masalah dalam penelitian proposal ini adalah :

Bagaimana peran Guru dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak usia 5-6 tahun di PAUD MINA Banda Aceh?

(10)

6

1.3 Tujuan penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah “ untuk mengetahui bagaimana peran guru dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak di Tks PAUD IT MINA Banda Aceh”.

1.4 Manfaat penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Secara Teoritis

Penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan referensi dibidang pendidikan, khususnya bagi Pendidikan Anak Usia Dini dalam hal meningkatkan kognitif anak yakni kemampuan berhitung anak melalui media montase ular tangga.

2. Manfaat Praktis a. Bagi Anak

Meningkatkan kecerdasan membilang anak sehingga dapat mengembangkan potensi diri secara optimal terutama dalam belajar matematika selanjutnya

b. Bagi guru

Meningkatkan keterampilan guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan memodifikasi permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan anak dan dapat mengimplementasikan permainan ini kepada anak-anak.

(11)

7

c. Bagi Pembaca

Untuk menambah wawasan serta informasi tentang memodifikasi permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak

1.5 Definisi Istilah 1.5.1 Pengertian Guru

Pengertian guru adalah orang yang mendidik, mengadakan pengajaran, memberi bimbingan, menambahkan pelatihan fisik atau non fisik, memberikan penilaian, dan melakukan evaluasi berkala berkaitan dengan satu ilmu atau lebih kepada seluruh peserta didik.

Menurut M. Uzer Usman (2012), Guru adalah seseorang yang memiliki kewenangan dan tugas dalam dunia pendidikan serta pengajaran pada lembaga pendidikan formal.

1.5.2 Kemampuan Berhitung

Kemampuan berhitung merupakan hal yang sangat penting bagi anak usia dini, karena pembelajaran berhitung permulaan ini bertujuan agar anak nantinya lebih siap dalam mengikuti pembelajaran berhitung pada jenjang pendidikan selanjutnya dan juga agar anak dapat berpikir logis dan sistematis sejak dini melalui benda-benda konkrit gambar atau angka-angka yang terdapat disekitar kita.

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

Referensi

Dokumen terkait

Proses pengujian pada tahap ini yaitu dengan membandingkan peletakan tanggan didepan kran dan pembacaan sensor pada sistem, yang apabila terdeteksi maka LED pada kran

[r]

PERBANDINGAN PENGARUH SENAM IRAMA LINE DANCE DAN SENAM BODY COMBAT TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA DI SMAN 1 BATUJAJAR1. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Whenever she got an assignment, she tried to solve it and when she could handle it, it made her feel better and then raise her self-confident. Later, when she found

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan sumber daya ikan pelagis kecil yang meliputi ikan tembang ( Sardinella fimbriata ), ikan layang ( Decapterus

dimaksud pada ayat (1), Direktur Jenderal dapat memperpanjang persetujuan prinsip paling lama 1 (satu) tahun dengan tembusan kepada Kepala Badan dan Kepala Dinas

Konsentrasi DMSO 10% dalam pengencer RL-KT merupakan konsentrasi optimum dalam melindungi membran plasma spermatozoa selama pembekuan, penyimpanan, dan setelah thawing

Oleh karenanya pada penelitian ini dilakukan analisis komposisi kimia, seperti (kadar air. Abu, protein, lemak, karbohidrat, dan kapasitas antioksidan) untuk melihat