RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN 2018
S O M A
H N A B A G J A D I B U A N A
PEMERINTAH KOTA BANJAR
DINAS SOSIAL PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
JL GERILYA KOMPLEK PERKANTORAN PAMONGKORAN
KOTA BANJAR
i
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... i DAFTAR TABEL ... ii BAB I PENDAHULUAN ... I - 1 1.1 Latar Belakang ... I - 1 1.2 Landasan Hukum ... I - 2 1.3 Maksud dan Tujuan ... I - 4 1.4 Sistematika Penulisan ... I - 5
BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA OPDTAHUN ... II - 1 2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja OPD Tahun Lalu dan Capaian
Renstra OPD ... II - 1 2.2 Analisis Kinerja Pelayanan OPD... II - 7 2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi OPD ... II - 9 2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD ... II - 10 2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat ... II - 26
BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN ... III - 1 3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional dan Provinsi ... III - 1 3.2 Tujuan dan Sasaran Renja OPD ... III - 2 3.3 Program dan Kegiatan ... III - 3
BAB IV PENUTUP ... IV - 1
ii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Pencapaian Renstra OPD s/d Tahun 2017 ... II - 3 Tabel 2.2 Pencapaian Kinerja Pelayanan ... II - 4 Tabel 2.3 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2018 ... II - 11 Tabel 2.4 Usulan Program dan Kegiatan dari Para Pemangku
Kepentingan Tahun 2018 ... II - 26 Tabel 3.1 Rumusan Rencana Program dan Kegiatan OPD Tahun 2018
Dan Prakiraan Maju Tahun 2019 ... III - 8
Bab I – hal 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Rencana kerja Organisasi Perangkat Daerah (Renja OPD) merupakan penjabaran tahunan dari Rencana Strategis Organisasi Perangkat Daerah (Renstra OPD) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Renja OPD ini disusun berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan pada tahun–tahun sebelumnya, antisipasi terhadap permasalahan yang akan dihadapi dengan memperhatikan aspirasi stakeholder dan dinamika perkembangan lingkungan strategis.
Sebagai dokumen rencana tahunan OPD, Renja mempunyai arti strategis dalam mendukung penyelenggaraan program pembangunan tahunan pemerintah daerah mengingat beberapa hal sebagai berikut :
1. Renja OPD merupakan dokumen yang secara substansial penerjemahan dari visi, misi dan program OPD yang ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Instansi sesuai arahan operasional dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah.
2. Renja merupakan acuan OPD untuk memasukkan program kegiatan kedalam KUA-PPAS dan perencanaan program kegiatan yang akan dilaksanakan dalam RKA Tahun 2018.
3. Renja merupakan salah satu instrument untuk evaluasi pelaksanaan program/kegiatan instansi untuk mengetahui sejauh mana capaian kinerja yang tercantum dalam Rencana Kerja Tahunan sebagai wujud dari kinerja Organisasi Perangkat Daerah yang merupakan pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra).
Tahap penyusunan renja OPD : 1. Pengolahan data dan informasi;
2. Analisi gambaran pelayanan OPD
3. Mereview hasil evaluasi pelaksanaan Renja OPD tahun lalu berdasarkan Renstra OPD;
4. Isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi OPD 5. Telaahan terhadap rancangan awal RKPD
6. Perumusan tujuan dan sasaran
7. Penelaahan usulan program dan kegiatan dari masyarakat;
8. Perumusan kegiatan prioritas
9. Penyajian awal dokumen rancangan Renja OPD 10. Penyempurnaan rancangan Renja OPD
11. Pembahasan Forum OPD
Bab I – hal 2
12. Penyesuaian dokumen rancangan Renja OPD sesuai dengan prioritas dan sasaran pembangunan ahun rencana dengan mempertimbangkan arah dan kebijakan umum pembangunan daerah, arahan menteri terkait dan SPM.
1.2. Landasan Hukum
Dalam penyusunan Rencana Kerja Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2018, beberapa peraturan perundang-undangan yang menjadi landasan, yaitu sebagai berikut :
1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 3851);
2. Undang-undang nomor 27 tahun 2002 tentang Pembentukan Kota Banjar di Propinsi Jawa Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 130, Tambahan Lembaran negara Republik Indonesia Nomor 4246);
3. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286);
4. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355);
5. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang- undangan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4389);
6. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4400);
7. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421);
8. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 No 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);
9. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4700);
10. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah;
11. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
(Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4578);
Bab I – hal 3
12. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4614);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4663);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara No. 4741);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4815);
16. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4817);
17. Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Menteri Keuangan Nomor 28 Tahun 2010, Nomor 0199/M PPN/04/2010, Nomor PMK 95/PMK 07/2010 tentang Penyelarasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014;
18. Peraturan Menteri Pemberdayan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 517);
20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
21. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Tahun 2008 No. 8 Seri E, Tambahan Lembaran Daerah No. 45);
22. Peraturan Daerah Kota Banjar No. 7 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Kota Banjar (Lembaran Daerah Kota Banjar Th. 2008 No. 7);
23. Peraturan Daerah Kota Banjar Nomor 11 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah
Kota Banjar (Lembaran Daerah Kota Banjar Tahun 2008 Nomor 11);
Bab I – hal 4
24. Peraturan Daerah Kota Banjar Nomor 9 Tahun 2009 Tentang Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Banjar tahun 2005 - 2025;
25. Peraturan Daerah Kota Banjar Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Banjar Tahun 2014–2018;
26. Peraturan Daerah Kota Banjar Nomor 9 Tahun 2014 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Banjar tahun 2013-2033;
27. Peraturan Daerah Kota Banjar Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Banjar (Lembaran Daerah Kota Banjar Nomor 8 Tahun 2016, Tambahan Lembaran Daerah Kota Banjar 13);
28. Peraturan Walikota Banjar Nomor 4 Tahun 2014 Tentang RPJMD Kota Banjar Tahun 2014- 2018 (tambahan Lembaran Daerah Nomor 4);
29. Peraturan Walikota Banjar Nomor 30 Tahun 2016 tentang Susunan Organisasi, Tata Kerja, Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi Perangkat Daerah;
30. Peraturan Walikota Banjar Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Penetapan Rencana Kerja Perangkat Daerah Tahun 2018;
31. Keputusan Walikota Banjar Nomor 130/Kpts.122.a-Bappeda/2014 tentang Penegesahan Rencana Strategis Organisasi Perangkat Daerah (Renstra OPD) Tahun 2014-1018 di Lingkungan Pemerintah Kota Banjar.
1.3. Maksud dan Tujuan
Penyusunan Rencana Kerja Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjar ini dimaksudkan untuk membuat rencana kerja tahunan sebagai penjabaran dari RPJMD Kota Banjar Tahun 2014-2018 dan RENSTRA Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjar Tahun 2014-2018.
Tujuan dari penyusunan Rencana Kerja Tahun 2018 adalah :
1. Menjabarkan visi, misi dan program Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak secara operasional dan teknis sesuai dengan kewenangan, tugas pokok dan fungsi Dias Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjar.
2. Menjabarkan program dan kegiatan sebagaimana tercantum dalam RKPD 2017 sesuai dengan urusan dan kewenangan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
3. Menyediakan suatu acuan dan pedoman pelaksanaan program dan kegiatan Dinas Sosial,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk tahun 2018.
Bab I – hal 5
4. Menjadi pedoman dalam pelaksanaan dan pengawasan program dan kegiatan sesuai dengan kewenangan dan tupoksi sekretariat dan bidang-bidang di Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
5. Menjadi salah satu acuan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada tahun 2018.
1.4. Sistematika Penulisan
Rencana Kerja Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar Tahun 2017 ini terdiri dari beberapa Bab sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Landasan Hukum 1.3 Maksud dan Tujuan 1.4 Sistematika Penulisan
BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA OPDTAHUN 2014
2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja OPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra OPD 2.2 Analisis Kinerja Pelayanan OPD
2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi OPD 2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD
2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional dan Provinsi 3.2 Tujuan dan Sasaran Renja OPD
3.3 Program dan Kegiatan
BAB IV PENUTUP
Bab II – hal 1
BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENJA OPD TAHUN 2016
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja OPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra OPD
Pada Tahun 2016 urusan Sosial berada di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, sedangkan urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berada di Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Banjar (Lembaran Daerah Kota Banjar Nomor 8 Tahun 2016, Tambahan Lembaran Daerah Kota Banjar), urusan sosial dan urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak berada pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Capaian Kinerja tahun 2016 dapat dilihat dengan membandingkan antara capaian atau hasil pelaksanaan program/kegiatan sebagaimana telah ditetapkan dalam DPA dengan target yang ditetpakan dalam Rencana Strategis. Secara umum diperoleh hasil bahwa capaian kinerja 2016 telah memenuhi target yang ditetapkan. Dari total Anggaran yang dianggarkan untuk Belanja Langsung pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja sebesar Rp. 5.042.415.960,- untuk urusan sosial sebesar Rp.
4.045.600.000,- dipergunakan untuk membiayai 5 program dan 11 jenis kegiatan. Sedangkan untuk urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terdiri dari 2 program dan 5 kegiatan yang didanai sebesar Rp. 245.000.000,-.
Review hasil pelaksanaan Renja OPD dapat dilihat sebagai berikut :
a. Realisasi program/kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan pada tahun 2016, diantaranya :
- Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya sebesar 91,5%
- Program Pembinaan Anak Terlantar sebesar 68%
- Program Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (Eks Narapidana, PSK, Narkoba dan Penyakit Sosial Lainnya) sebesar 50,42%
b. Realisasi program/kegiatan yang telah memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan pada tahun 2016, diantaranya :
- Program Pemantapan Kelembagaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial sebesar 100%
Bab II – hal 2
- Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Dalam Pembangunan sebesar
404%.
c. Realisasi program/kegiatan yang melebihi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan pada tahun 2016, diantaranya :
- Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial sebesar 377,59%
- Program Peningkatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak sebesar 100%
d. Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya target kinerja dikarenakan dukungan anggaran yang masih kurang.
e. Implikasi yang timbul terhadap target capaian program/kegiatan secara langsung terwujud dalam peningkatan fungsi sosial dan peran kelompok sasaran program/kegiatan yang memberikan kontribusi dalam penurunan angka kemiskinan. Selain itu Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial dapat tergali dan didayagunakan secara maksimal untuk mitra dalam pembangunan kesejahteraan sosial.
f. Kebijakan/tindakan perencanaan dan penganggaran yang perlu diambil untuk mengatasi
faktor-faktor terhambatnya pelaksanaan program/kegiatan tersebut antara lain dengan
melakukan Perubahan Anggaran jika terjadi kesalahan dalam pengusulan anggaran atau
dengan melakukan pergeseran anggaran sehingga target anggaran bisa ditingkatkan pada
tahun berjalan.
Bab II – hal 3
Tabel. 2.1
Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja OPD dan Pencapaian Renstra OPD s/d Tahun 2017
Kota Banjar
Nama OPD
: Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Kode Urusan / Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program / Kegiatan
Indikator Kinerja Program (outcome) / Kegiatan (output)
Target Kinerja Capaian Program (Renstra OPD)Tahun
2018
Realisasi Target Kinerja Hasil Program
dan Keluaran Kegiatan s/d Tahun
2015
Target dan Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun Lalu
Target Program
dan Kegiatan
Tahun 2017
Perkiraan Realisasi Capaian Target Renstra OPD s/d
Tahun Berjalan
Target Renja OPD Tahun
2016
Realisasi Renja OPD Tahun 2016
Tingkat Realisasi
(%)
Realisasi Capaian Program Dan Kegiatan s/d Tahun
2017
Tingkat Capaian Realisasi Target Renstra
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah
Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya
Pemberdayaan perempuan rawan sosial ekonomi (PRSE)
Perempuan yang menjadi kepala keluarga/pencari nafkah
80 orang 45 orang 20 orang
- 10 orang 55 orang 68,75%
Pemberdayaan Keluarga Miskin
Pembinaan dan monitoring keluarga miskin yang telah mendapat bantuan KUBE
80 KUBE 80 KUBE 48 KUBE 40 KUBE
83,33 50 KUBE 170 KUBE 212,50%
Pendampingan Program Bantuan RASKIN
Tersalurkannya bantuan beras untuk masyarakat berpendapatan rendah
15.447 KK 9686 KK / 26 bulan
9686 KK / 12 bulan
9686 KK / 12 bulan
100,00
25 desa/kel
15.447 KK / 38 bulan
100,00%
Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial
Pelayanan dan Perlindungan Kesejahteraan bagi Lanjut Usia dan Orang Terlantar
Terpenuhinya Kebutuhan Dasar Bagi Lansia terlantar / Jompo dan Orang Terlantar
1.110
orang 344 orang
1 tahun orang terlantar / 100 orang
1.028 orang
638,51 80 orang 1452
orang 130,81%
Bab II – hal 4
Pelayanan dan Perlindungan Sosial bagi Korban Bencana
Tertanganinya masyarakat Korban Bencana melalui Penyaluran Bantuan Bencana sesuai Kebutuhan dan melalui peran aktif dan persiagaan anggota tagana
35 orang 55 orang 30 orang tagana
35 orang Tagana
116,67 12 bulan 55 orang 157,14%
Pembinaan Anak Terlantar
Pelatihan Keterampilan dan Praktek Belajar Kerja bagi Anak Terlantar dan Penanganan Kasus Anak Terlantar Lainnya
Meningkatnya Kepercayaan diri dan Keterampilan Anak Terlantar serta Anak Jalanan
80 orang 88 orang 100 orang 68 anak
68,00 15 orang 171 orang 213,75%
Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Trauma
Pendayagunaan para penyandang cacat dan eks trauma
Peningkatan Kemampuan Keterampilan Penyandang Cacat dan Peningkatan Kemampuan diri dalam bersosialisasi di masyarakat
250 orang 65 orang 60 Orang 29 orang
48,33 20 orang 114 orang 45,60%
Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial( Eks Narapidana,PKS, Narkoba dan Penyakit Sosial
Lainnya)
Penyuluhan sosial Tentang Bahaya Penyalahgunaan NAPZA dan Penanganan ABH
Kelompok Masyarakat Mengetahui Tentang Bahaya Narkoba
3 kali kegiatan sosialisasi
1 kali kegiatan sosialisasi
33,33 0
Pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi tuna sosial
Pembinaan terhadap gepeng, tuna susila atau WKSBM, eks narkoba
63 orang 40 orang 27 orang
67,50 20 orang 110 orang
Penanganan PGOT dan psikotik jalanan Terfasiitasinya penanganan
PGOT dan psikotik jalanan 0 1 Tahun
-
- 0 0
Pemantapan Kelembagaan Potensi Sumber
Kesejahteraan Sosial
Peningkatan Jejaring Kerjasama Pelaku-pelaku Usaha Kesejahteraan Sosial Masyarakat
Tercapainya Pendampingan Program Penanganan PMKS
5 Lembaga
PSKS 3 Lembaga
PSKS
3 Lembaga PSKS
100,00 0
3 Lembaga
PSKS
60,00%
Pendampingan penanganan kasus keluarga melalui LK3
Terwujudnya peningkatan kesejahteraan sosial keluarga
0 1 Tahun
-
- 1 tahun 0
Bab II – hal 5
Peningkatan Kinerja Lembaga Koordinasi Kesejahteraan
Sosial 0
-
3 Lembaga, 50 PMKS,
30 PSKS
100,00 2 kegiatan 0
Keluarga Harapan
Pendampingan Program Keluarga Harapan.
Tersosialisasikannya PKH kepada masyarakat dan tersalurkannya bantuan PKH
9 kegiatan
6 kegiatan / 4 tahap penyaluran
4 kecamatan,
4 tahap penyaluran,
1 kali sosialisasi
100,00
4
kecamatan
Perluasan jangkauan pelayanan PKH
Terfasilitasinya KSM peserta PKH yang berpotensi melalui sarana UEP
0 20 orang
- 0 0
Program Penguatan Kelembagaan
Pengarusutamaan Gender dan Anak
- Pengembangan pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A)
Menurunnya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak
16 desa/kel 2 keg 3 Desa 25 desa/kel
833,33 1 desa 25
desa/kel 156,25%
- Pembinaan Forum Anak Daerah Meningkatnya perlindungan
terhadap anak 24 orang 2 keg 24 Orang 70 orang
291,67
2
kegiatan 70 orang 291,67%
- Kota Layak Anak
Meningkatnya komitmen kota layak anak tingkat Kota Banjar
24desa/kel 2 keg 3 Desa/Kel -
- 1 desa 4
Desa/Kel 16,67%
- Peningkatan perlindungan perempuan terhadap tindak kekerasan
Menurunnya tindak kekerasan terhadap
perempuan dan anak 20 kasus
2 keg 30 Kasus 26 kasus
86,67 15 kasus
41 kasus 205,00%
Program peningkatan peran serta dan kesetaraan
Gender dalam pembangunan
- Kegiatan pendidikan dan pelatihan peningkatan peran serta dan kesetaran gender
Meningkatnya
pemberdayaan perempuan
yang berbasis gender 6 keg
4 keg 2 Keg
-
-
- Kegiatan Pameran hasil karya perempuan dibidang pembangunan
Tercapainya pelaksanaan pameran hasil karya perempuan internasional tk.
Kota 9 keg
2 keg 2 Keg
- -
- Penyuluhan bagi ibu rumah tangga dalam membangun keluarga sejahtera (P2WKSS)
Terciptanya keluarga sehat
sejahtera 500 KK
Binaan
200 KK 100 KK 100 KK
100,00
1 kegiatan
1 kegiatan
60,00%
Bab II – hal 6
- Lomba Partisipasi perempuan dalam rangka hari perempuan
Meningkatnya peranan
perempuan 6 keg 2 keg 2 Keg
-
-
- Pembinaan Organisasi Perempuan
Meningkatnya pengetahuan kesetaraan gender dalam
pembangunan 25
organisasi
2 keg 25
Organisasi
-
- Lomba kreatifitas PEKKA
Meningkatnya kemampuan kelompok PEKKA dalam peningkatan ekonomi
keluarga
1 keg
100,00
-
Bab II – hal 7
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan OPD
Ruang lingkup strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial Kota Banjar tidak terlepas dari Undang-undang No. 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial menjadi pedoman pada pelaksanaan Pembangunan Kesejahteraan Sosial. Dinas Sosial P3A Kota Banjar mempunyai kewenangan untuk menanggulangi permasalahan kesejahteraan sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Sasaranya adalah individu, keluarga, organisasi dan komunitas yang memerlukan pelayanan sosial.
Untuk urusan Sosial Standar Pelayanan yang digunakan sebagai analisi kinerja pelayanan OPD yang merujuk pada SPM Bidang Sosial yang terdiri dari :
1. Pemberian bantuan sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial skala kota 2. Pelaksanaan kegiatan pemberdayaan sosial skala kota
3. Penyediaan sarana dan prasarana panti sosial skala kota
4. Penyediaan sarana dan prasarana pelayanan di luar panti skala kota 5. Bantuan sosial bagi korban bencana sklala kota
6. Evakuasi korban bencana skala kota
7. Penyelenggaraan jaminan sosial skala kota
Bab II – hal 8 Tabel. 2.2
Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar
No Indikator
SPM / standar nasional
IKK
Target Renstra OPD Realisasi Capaian Proyeksi
Catatan Analisis Tahun
2015
Tahun 2016
Tahun 2017
Tahun 2018
Tahun 2015
Tahun 2016
Tahun 2017
Tahun 2018
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 Penanganan PMKS keluarga misin
√
95% 100% 100% 100% 95% 100% 100% 100%2 PMKS yang memperoleh bantuan sosial √
95% 100% 100% 100% 95% 100% 100% 100%
3 Keluarga sangat miskin kriteria tertentu √
100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
4 Cakupan anak terlantar yang dibina √
45% 45% 45% 50% 45% 45% 45% 50%
5 Sarana sosial seperti panti asuhan, panti jompo dan panti rehabilitasi
√ 0 1 0 0 0 1 0 0
6 Terfasilitasinya penyandang cacat yang dibina √
30% 32% 35% 35% 30% 32% 35% 35%
7 Cakupan eks napi, psk, narkoba yang dibina √
25% 27% 30% 35% 25% 27% 30% 35%
8 Jumlah kelembagaan sosial masyarakat √
155 unit 155 unit 155 unit 155 unit 155 unit 155 unit 155 unit 155 unit
Bab II – hal 9
2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi OPD
1. Tingkat Kinerja Pelayanan Dinas
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang melaksanakan penjabaran operasional dari RPJMD Kota Banjar 2014-2018 telah melaksanakan program/kegiatan sebagai berikut :
- Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya
- Program Pembinaan Anak Terlantar sebesar
- Program Pemantapan Kelembagaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial - Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial
- Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Dalam Pembangunan - Program Peningkatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak
2. Identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi OPD
Permasalahan yang dihadapi untuk urusan Sosial yaitu belum tersedianya data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang akurat untuk menentukan jumlah sasaran pembangunan kesejahteraan sosial agar meminimalisir kesalahan dalam penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran.
3. Dampak terhadap pencapaian visi dan misi Kota
Untuk mencapai Visi dan Misi Kepala Daerah, perlu didukung dengan beberapa program/kegiatan antara lain :
- Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya
- Program Pembinaan Anak Terlantar sebesar
- Program Pemantapan Kelembagaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial - Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial
- Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Dalam Pembangunan - Program Peningkatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak
4. Tantangan dan Peluang dalam Peningkatan Pelayanan
Pelaksanaan pembangunan dewasa ini disatu sisi berdampak positif bagi perkembangan kehidupan masyarakat, namun disisi lain juga berimplikasi negatif pada masyarakat, diantaranya semakin meningkatkan kuantitas maupun kualitas PMKS. Disadari bahwa hal ini merupakan tantangan kedepan yang semakin berat, jika tidak dilakukan penanganan secara tepat akan berakibat pada terjadinya kesenjangan sosial semakin luas, serta mendorong terjadinya konflik sosial di masyarakat.
Adapun peluang yang ada yaitu berupa :
1. Dukungan dalam bentuk program dan kegiatan RASTRA
2. Bantuan KUBE Fakir Miskin
Bab II – hal 10
3. Program Keluarga Harapan (PKH)
4. Pembentukan E WARONG 5. Formulasi Isu Strategis
Beberapa permasalahan dan isu strategis yang dihadapi antara lain :
1. Kecenderungan peningkatan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) 2. Belum terintegrasinya penanggulangan kemiskinan
3. Belum optimalnya penanggulangan bencana alam dan bencana sosial
4. Belum optimalnya pendayagunaan dan pemberdayaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS)
5. Kesetaraan gender
6. Masih rentan permasalahan trafficking dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
2.4. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD
Dalam rancangan awal RKPD terdapat program prioritas dalam pencapaian
pembangunan kesejahteraan sosial. Dalam rancangan ini diharapkan dengan adanya dukungan
dari Pemerintah Daerah dapat mengentaskan atau pengurangan tingkat kemiskinan. Dalam
Rancangan Awal RKPD ini diharapkan adanya dukungan Pemerintah Daerah dalam pengentasan
kemiskinan dalam bentuk Program/kegiatan yang akan diusulkan. Review terhadap rancangan
dapat dilihat pada tabel berikut :
Bab II – hal 11
Tabe 2.3
Review Terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2018 Kota Banjar
Nama OPD : Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
No
Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan
Catatan Penting Program / Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target
Capaian
Pagu Indikatif
(Rp.000) Program / Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Capaian
Pagu Indikatif (Rp.000)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
A. Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
(PMKS) Lainnya
3.620.000.000
Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
(PMKS) Lainnya
3.670.000.000
1 Pemberdayaan Keluarga
Miskin
Kota Banjar
Pembinaan dan monitoring keluarga miskin yang telah mendapat bantuan KUBE
50 orang 150.000.000
Pemberdayaan Keluarga Miskin
Kota Banjar
Pembinaan dan monitoring keluarga miskin yang telah
mendapat bantuan KUBE
50 orang 150.000.000
2 Pemberdayaan Keluarga
Miskin
Kota
Banjar Pembinaan dan monitoring keluarga miskin yang telah mendapat bantuan KUBE
40 orang 70.000.000
Pemberdayaan Keluarga Miskin
Kota
Banjar Pembinaan dan monitoring keluarga miskin yang telah
mendapat bantuan KUBE
40 orang 70.000.000
3 Pemberdayaan perempuan
rawan sosial ekonomi (PRSE)
Kota Banjar
Perempuan yang menjadi kepala keluarga/pencari nafkah
50 orang 150.000.000
Pemberdayaan
perempuan rawan sosial ekonomi (PRSE)
Kota Banjar
Perempuan yang menjadi kepala keluarga/pencari nafkah
50 orang 150.000.000
4 Pemberdayaan perempuan
rawan sosial ekonomi (PRSE)
Kota Banjar
Perempuan yang menjadi kepala keluarga/pencari nafkah
20 orang 40.000.000
Pemberdayaan
perempuan rawan sosial ekonomi (PRSE)
Kota Banjar
Perempuan yang menjadi kepala keluarga/pencari nafkah
20 orang 40.000.000
5 Penilaian KUBE berprestasi Kota
Banjar Terpacunya motivasi
100 KUBE 90.000.000
Penilaian KUBE berprestasi Kota
Banjar Terpacunya motivasi
100 KUBE 90.000.000
Bab II – hal 12
penguatan KUBE penguatan KUBE
6 Pendampingan e WARONG KUBE
Kota Banjar
Terbinanya kegiatan e WARONG KUBE
10 KUBE 30.000.000
Pendampingan e WARONG KUBE
Kota Banjar
Terbinanya kegiatan e WARONG KUBE
10 KUBE 30.000.000
7 Pendampingan RASTRA Kota
Banjar
Tersalurkannya bantuan beras untuk masyarakat berpendapatan rendah
25 desa/kel
3.310.000.000
Pendampingan RASTRA Kota Banjar
Tersalurkannya bantuan beras untuk masyarakat berpendapatan rendah
25 desa/kel
3.310.000.000
Monev dan Pendampingan
KUBE dan Warga Binaan Sosial lainnya
Kota Banjar
Terbinanya KUBE dan WBS lainnya
300 KUBE 50.000.000
B. Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial
80.000.000
Pelayanan dan Rehabilitasi
Kesejahteraan Sosial
80.000.000 1 Penanganan dan rehabilitasi
sosial bagi anak terlantar dan kasus lainnya
Kota Banjar
Terlaksananya proses rehabsos bagi anak yang mempunyai permasalahan sosial
20 anak 30.000.000
Penanganan dan rehabilitasi sosial bagi anak terlantar dan kasus lainnya
Kota Banjar
Terlaksananya proses rehabsos bagi anak yang mempunyai permasalahan sosial
20 anak 30.000.000
2 Pemulangan dan
rehabilitasi sosial bagi tuna sosial
Kota
Banjar Terselenggaranya penanganan tuna sosial
40 orang 50.000.000
Pemulangan dan
rehabilitasi sosial bagi tuna sosial
Kota
Banjar Terselenggaranya penanganan tuna sosial
40 orang 50.000.000
C. Pembinaan Anak Terlantar
450.000.000
Pembinaan Anak
Terlantar
450.000.000 1 Pelatihan keterampilan dan
praktek belajar kerja bagi anak terlantar
Kota Banjar
Terselenggaranya pelatihan
keterampilan bagi AT
50 anak 150.000.000
Pelatihan keterampilan dan praktek belajar kerja bagi anak terlantar
Kota Banjar
Terselenggaranya pelatihan
keterampilan bagi AT
50 anak 150.000.000
2 Pemenuhan kebutuhan
dasar anak dalam dan luar LKSA
Kota Banjar
Terlaksananya pemenuhan kebutuhan dasar anak
150 anak 150.000.000
Pemenuhan kebutuhan dasar anak dalam dan luar LKSA
Kota Banjar
Terlaksananya pemenuhan kebutuhan dasar anak
150 anak 150.000.000
Bab II – hal 13
3 Pengadaan sarana pelatihan keterampilan bagi anak terlantar, anak jalanan
Kota Banjar
Tersedianya sarana pelatihan yang dibutuhkan bagi penanganan anak terlantar, anak jalanan
2 paket 150.000.000
Pengadaan sarana pelatihan keterampilan bagi anak terlantar, anak jalanan
Kota Banjar
Tersedianya sarana pelatihan yang dibutuhkan bagi penanganan anak terlantar, anak jalanan
2 paket 150.000.000
D. Program pembinaan para penyandang cacat dan
trauma
70.000.000
Program pembinaan para penyandang cacat dan
trauma
70.000.000 1 Pendayagunaan para
penyandang cacat dan eks trauma
Kota Banjar
Terlaksananya Bimbingan Sosial, Mental, Fisik dan Keterampilan bagi difable
30 orang 70.000.000
Pendayagunaan para penyandang cacat dan eks trauma
Kota Banjar
Terlaksananya Bimbingan Sosial, Mental, Fisik dan Keterampilan bagi difable
30 orang 70.000.000
E.
Program Pemantapan Kelembagaan Potensi Sumber Kesejahteraan
Sosial
710.000.000
Program Pemantapan Kelembagaan Potensi Sumber Kesejahteraan
Sosial
900.000.000
Pemutakhiran Data PMKS dan PSKS
Kota Banjar
Tersedianya data PMKS dan PSKS terbaru
100%
70.000.000
Pemutakhiran Data PMKS dan PSKS
Kota Banjar
Tersedianya data PMKS dan PSKS terbaru
100%
70.000.000
Pemutakhiran Data PMKS dan PSKS
Kota
Banjar Tersedianya data PMKS dan PSKS terbaru
1 dok 70.000.000
Pemutakhiran Data PMKS dan PSKS
Kota
Banjar Tersedianya data PMKS dan PSKS terbaru
1 dok 70.000.000
Peningkatan kapasitas (capacity building) potensi dan sumber kesejahteraan sosial
Kota
Banjar Meningkatnya Sumber Daya Manusia Potensi Sumber
Kesejahteraan Sosial
100 orang 70.000.000
Peningkatan kapasitas (capacity building) potensi dan sumber kesejahteraan sosial
Kota
Banjar Meningkatnya Sumber Daya Manusia Potensi Sumber
Kesejahteraan Sosial
100 orang 70.000.000
Peningkatan kapasitas (capacity building) potensi dan sumber kesejahteraan sosial
Kota Banjar
Meningkatnya Sumber Daya Manusia Potensi Sumber
100 orang 70.000.000
Peningkatan kapasitas (capacity building) potensi dan sumber kesejahteraan sosial
Kota Banjar
Meningkatnya Sumber Daya Manusia Potensi Sumber
100 orang 70.000.000
Bab II – hal 14 Kesejahteraan
Sosial
Kesejahteraan Sosial
Penanaman nilai-nilai kepahlawanan dan kesetiakawanan sosial
Kota
Banjar Terwujudnya kepedulian sosial di masyarakat
2 kegiatan 30.000.000
Penanaman nilai-nilai kepahlawanan dan kesetiakawanan sosial
Kota
Banjar Terwujudnya kepedulian sosial di masyarakat
2 kegiatan 30.000.000
Pencegahan dan penanganan masalah keluarga melalui LK3
Kota
Banjar Tertanganinya permasalahan - permasalahan keluarga melalui K3
20 Klien 20.000.000
Pencegahan dan penanganan masalah keluarga melalui LK3
Kota
Banjar Tertanganinya permasalahan - permasalahan keluarga melalui K3
20 Klien 20.000.000
Pemilihan dan penghargaan PSKS berprestasi
Kota Banjar
Terwujudnya peningkatan kinerja PSKS
1 kegiatan 50.000.000
Pemilihan dan penghargaan PSKS berprestasi
Kota Banjar
Terwujudnya peningkatan kinerja PSKS
1 kegiatan 50.000.000
Peningkatan UKS melalui Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKSS)
Kota Banjar
Meningkatnya sinergitas program dari berbagai pelaku UKS
2 kegiatan 50.000.000
Peningkatan UKS melalui Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKSS)
Kota Banjar
Meningkatnya sinergitas program dari berbagai pelaku UKS
2 kegiatan 50.000.000
Penyuluhan sosial tentang penyelenggaraan
kesejahteraan sosial
Kota Banjar
Terinformasikann ya Permasalahan Sosial
100 orang 30.000.000
Penyuluhan sosial tentang penyelenggaraan
kesejahteraan sosial
Kota Banjar
Terinformasikanny a Permasalahan Sosial
100 orang 30.000.000
Kota
Banjar 3 kegiatan
50.000.000
Kota
Banjar 3 kegiatan
50.000.000
Verifikasi dan validasi data kemiskinan
Kota Banjar
Tersedianya data kemiskinan yang akurat dan valid
25 Desa/Kel
100.000.000
Verifikasi dan validasi data kemiskinan
Kota Banjar
Tersedianya data kemiskinan yang akurat dan valid
25 Desa/Kel
100.000.000
100%
100.000.000
100%
100.000.000
Peningkatan jejaring
kerjasama pelaku-pelaku usaha kesejahteraan sosial masyarakat
Kota Banjar
Meningkatnya kerjasama dan kinerja potensi sumber kesejahteraan sosial
100 orang 70.000.000
Bab II – hal 15
Pengembangan SIKS Kota
Banjar
Kota Banjar
Tersedianya data PMKS dan PSKS terbaru
1 aplikasi 120.000.000
Program perlindungan
jaminan sosial
11.750.000.000
Program perlindungan
jaminan sosial
11.750.000.000
Pendampingan program keluarga harapan
Kota Banjar
Terlaksananya proses
pendampingan bagi KPM PKH
4 Kecamatan
350.000.000
Pendampingan program keluarga harapan
Kota Banjar
Terlaksananya proses
pendampingan bagi KPM PKH
4 Kecamatan
350.000.000
Pembinaan dan monitoring peneriman bansos lanjut usia dan disabilitas
Kota Banjar
Terlaksananya proses verifikasi bagi calon penerima bansos
1000 orang
50.000.000
Pembinaan dan monitoring peneriman bansos lanjut usia dan disabilitas
Kota Banjar
Terlaksananya proses verifikasi bagi calon penerima bansos
1000 orang
50.000.000
Pemantapan TAGANA Kota
Banjar
Terlaksananya peningkatan kualitas SDM dalam
penanggulangan bencana
35 orang 50.000.000
Pemantapan TAGANA Kota
Banjar
Terlaksananya peningkatan kualitas SDM dalam
penanggulangan bencana
35 orang 50.000.000
Perlindungan sosial bagi korban bencana
Kota Banjar
Terlaksananya penanganan korban bencana secara cepat dan tepat
12 bulan 50.000.000
Perlindungan sosial bagi korban bencana
Kota Banjar
Terlaksananya penanganan korban bencana secara cepat dan tepat
12 bulan 50.000.000
Pembentukan kampung siaga bencana
Kota Banjar
Terlaksananya kegiatan pembentukan kampung siaga bencana
3 Lokasi 100.000.000
Pembentukan kampung siaga bencana
Kota Banjar
Terlaksananya kegiatan pembentukan kampung siaga bencana
3 Lokasi 100.000.000
3 Lokasi
50.000.000
3 Lokasi
50.000.000
Perlindungan sosial bagi orang terlantar
Kota
Banjar Terlaksananya penanganan bagi orang terlantar
100 orang 50.000.000
Perlindungan sosial bagi orang terlantar
Kota
Banjar Terlaksananya penanganan bagi orang terlantar
100 orang 50.000.000
Bab II – hal 16
Pengadaan sarana penanggulangan bencana
Kota Banjar
Tersedianya sarana atau alat- alat untuk penanggulangan bencana
1 paket 50.000.000
Pengadaan sarana penanggulangan bencana
Kota Banjar
Tersedianya sarana atau alat-alat untuk
penanggulangan bencana
1 paket 50.000.000
Program keserasian sosial Kota
Banjar Terlaksannya kegiatan dalam upaya
pencegahan konflik sosial
1 kegiatan 200.000.000
Program keserasian sosial Kota
Banjar Terlaksannya kegiatan dalam upaya pencegahan konflik sosial
1 kegiatan 200.000.000
Bantuan pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban bencana (buffer stock)
Kota Banjar
Terlaksananya penanganan dan pencegahan bencana secara cepat dan tepat
1 tahun 500.000.000
Bantuan pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban bencana (buffer stock)
Kota Banjar
Terlaksananya penanganan dan pencegahan bencana secara cepat dan tepat
1 tahun 500.000.000
1 tahun
200.000.000
1 tahun
200.000.000
Program keluarga harapan (penambahan kuota PKH)
Kota Banjar
Terlaksananya pemenuhan komitmen KPM PKH dalam penanganan kemiskinan
5000 KPM
10.000.000.000
Program keluarga harapan (penambahan kuota PKH)
Kota Banjar
Terlaksananya pemenuhan komitmen KPM PKH dalam penanganan kemiskinan
5000 KPM
10.000.000.000
Biaya operasional pelaksanaan PKH
Kota Banjar
Terlaksananya proses
pendampingan bagi KPM PKH
1 tahun 100.000.000
Biaya operasional pelaksanaan PKH
Kota Banjar
Terlaksananya proses
pendampingan bagi KPM PKH
1 tahun 100.000.000
Program pelayanan dan rehabilitasi sosial
3.070.000.000
Program pelayanan dan rehabilitasi sosial
3.070.000.000
Assistensi sosial lanjut usia terlantatar
Kota Banjar
adanya proses pendampingan bagi lansia terlantar
150 orang 540.000.000
Assistensi sosial lanjut usia terlantatar
Kota Banjar
adanya proses pendampingan bagi lansia terlantar
150 orang 540.000.000
Family support bagi lanjut usia
Kota Banjar
terlaksananya penanganan bagi lansia miskin melalui keluarga
100 orang 500.000.000
Family support bagi lanjut usia
Kota Banjar
terlaksananya penanganan bagi lansia miskin melalui keluarga
100 orang 500.000.000
Bab II – hal 17
Home care bagi lanjut usia Kota Banjar
terselenggaranya pelayanan sosial bagi lansia melalui lembaga
100 orang 100.000.000
Home care bagi lanjut usia Kota Banjar
terselenggaranya pelayanan sosial bagi lansia melalui lembaga
100 orang 100.000.000
Asistensi sosial melalui LKS LU
Kota
Banjar terselenggaranya pelayanan sosial bagi lansia melalui lembaga
100 orang 100.000.000
Asistensi sosial melalui LKS LU
Kota
Banjar terselenggaranya pelayanan sosial bagi lansia melalui lembaga
100 orang 100.000.000
Rehabilitasi sosial bagi eks korban NAPZA melalui UEP
Kota Banjar
terselenggaranya penanganan eks korban NAPZA
20 orang 200.000.000
Rehabilitasi sosial bagi eks korban NAPZA melalui UEP
Kota Banjar
terselenggaranya penanganan eks korban NAPZA
20 orang 200.000.000
Rehabilitasi sosial bagi eks Tuna Sosial melalui UEP
Kota Banjar
terselenggaranya penanganan eks tuna sosial
20 orang 200.000.000
Rehabilitasi sosial bagi eks Tuna Sosial melalui UEP
Kota Banjar
terselenggaranya penanganan eks tuna sosial
20 orang 200.000.000
Penguatan kapasitas LKSA Kota Banjar
terselenggaranya penanganan anak di LKSA
2 LKSA 50.000.000
Penguatan kapasitas LKSA Kota Banjar
terselenggaranya penanganan anak di LKSA
2 LKSA 50.000.000
Bantuan sosial melalui LKSA (TEPAK)
Kota Banjar
terselenggaranya penanganan anak di LKSA
90 Anak 135.000.000
Bantuan sosial melalui LKSA (TEPAK)
Kota Banjar
terselenggaranya penanganan anak di LKSA
90 Anak 135.000.000
Assistensi sosial penyandang disabilitas berat
Kota Banjar
terselenggaranya penanganan disabilitas berat
50 orang 300.000.000
Assistensi sosial penyandang disabilitas berat
Kota Banjar
terselenggaranya penanganan disabilitas berat
50 orang 300.000.000
Rehabilitasi sosial penyandang disabilitas berat melalui penjangkauan
Kota
Banjar terselenggaranya pelayanan disabilitas melalui bimbingan sosial dan keterampilan
40 orang 400.000.000
Rehabilitasi sosial penyandang disabilitas berat melalui
penjangkauan
Kota
Banjar terselenggaranya pelayanan disabilitas melalui bimbingan sosial dan keterampilan
40 orang 400.000.000
Pemberian alat bantu fisik bagi penyandang disabilitas
Kota Banjar
terfasilitasinya kebutuhan alat bantu bagi difable
50 orang 150.000.000
Pemberian alat bantu fisik bagi penyandang
disabilitas
Kota Banjar
terfasilitasinya kebutuhan alat bantu bagi difable
50 orang 150.000.000
Program alat bantu untuk penyandang disabilitas
Kota Banjar
terfasilitasinya kebutuhan alat bantu bagi difable
10 orang 25.000.000
Program alat bantu untuk penyandang disabilitas
Kota Banjar
terfasilitasinya kebutuhan alat bantu bagi difable
10 orang 25.000.000