• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "EFEKTIVITAS PENGGUNAAN"

Copied!
132
0
0

Teks penuh

(1)

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN GEOGEBRA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM TERPADU AL-IKHLAS SUNGAI ABANG KABUPATEN

SAROLANGUN

SKRIPSI

NURHALIPAH TM 161337

PROGRAM STUDI TADRIS MATEMATIKA FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN

JAMBI

2020

(2)

i

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN GEOGEBRA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM TERPADU AL-IKHLAS SUNGAI ABANG KABUPATEN

SAROLANGUN

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

NURHALIPAH TM 161337

PROGRAM STUDI TADRIS MATEMATIKA FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN

JAMBI

2020

(3)

ii

KEMENTRIAN AGAMA RI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI

PERSETUJUAN SKRIPSI/TUGAS AKHIR

Kode Dokumen Kode Formulir Berlaku Tgl No. Revisi Tgl Revisi Halaman

In.08-PP-05-01 In.08-FM-PP-05-02 2020 R-0 - 1 dari 2

Hal : Persetujuan Skripsi/Tugas Akhir Lamp : -

Kepada

Yth Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Di Jambi

Assalamu‟alaikum wr.wb.

Setelah membaca, meneliti, memberikan petunjuk dan mengoreksi, serta mengadakan perbaikan seperlunya, maka kami selaku pembimbing berpendapat bahwa skripsi Saudari :

Nama : Nurhalipah

NIM : TM 161337

Judul : “Efektivitas Penggunaan Geogebra Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Al-Ikhlas Sungai Abang Kabupaten Sarolangun”.

Sudah dapat diajukan kepada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Program Studi Tadris Matematika UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata Satu dalam bidang Pendidikan Matematika.

Dengan ini kami mengharapkan agar skripsi/tugas akhir Saudari tersebut dapat segera dimunaqasyahkan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Jambi, 20 Oktober 2020 Pembimbing I,

Drs. Sunarto, M.Pd NIP. 196810241998031001

(4)

iv

KEMENTRIAN AGAMA RI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI

PERSETUJUAN SKRIPSI/TUGAS AKHIR

Kode Dokumen Kode Formulir Berlaku Tgl No. Revisi Tgl Revisi Halaman

In.08-PP-05-01 In.08-FM-PP-05-02 2020 R-0 - 2 dari 2

Hal : Persetujuan Skripsi/Tugas Akhir Lamp : -

Kepada

Yth Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Di Jambi

Assalamu‟alaikum wr.wb.

Setelah membaca, meneliti, memberikan petunjuk dan mengoreksi, serta mengadakan perbaikan seperlunya, maka kami selaku pembimbing berpendapat bahwa skripsi Saudari :

Nama : Nurhalipah

NIM : TM 161337

Judul : “Efektivitas Penggunaan Geogebra Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Al-Ikhlas Sungai Abang Kabupaten Sarolangun”.

Sudah dapat diajukan kepada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Program Studi Tadris Matematika UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata Satu dalam bidang Pendidikan Matematika.

Dengan ini kami mengharapkan agar skripsi/tugas akhir Saudari tersebut dapat segera dimunaqasyahkan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Jambi, 13 Oktober 2020 Pembimbing II,

Mastarita Nova Wulanda, M.Pd NIP

(5)

iv

(6)

v

(7)

vi

PERSEMBAHAN

Ya Allah...

Engkau telah menganugerahkan setitik ilmu kepada hamba Mu ini Sebagai ungkapan terima kasih, ku persembahkan skripsi ini

untuk orang-orang yang aku sayangi Ayahanda Haddromi dan Ibunda Enni Wati,

Abangku Romi Hendra

Terima kasih atas pengorbanan lahir dan batin serta mendidik dan mendo‟akan ku tanpa rasa pamrih

Tak lupa pula kepada Anggota Grup CCM, Anggota Grup Traveloka, The Fadymare dan teman seperjuangan

khususnya mahapeserta didik Matematika angkatan 2016 (Mtk 2016B) Terima kasih untuk segalanya

Semoga secercah keberhasilan ini akan menjadi amal ibadah dan kesuksesan pada masa yang akan datang

Amin ya Robbal „Alamin

(8)

vii

MOTTO

Artinya: “…Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahuinya” (Q.S. An-Nahl : 43) (Al-Quran danterjemahanuntukwanita, 2012, hlm. 272).

(9)

viii

KATA PENGANTAR مس

ب

للها نمحرلا ميحرلا

Berawal dari sebuah ungkapan Alhamdulillah marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah berkenan melimpahkan Rahmat, Taufiq dan Hidayah-Nya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.

Kemudian sholawat dan salam semoga selalu Allah curahkan kepada baginda Nabi besar Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan pengikut beliau yang telah membawa Agama Islam hingga saat ini.

Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Strata Satu (S1) pada Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, dengan judul

“Pengaruh Pembelajaran Matematika Berbantuan Geogebra Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Al-Ikhlas Sungai Abang Kabupaten Sarolangun”.

Peneliti menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan skripsi ini masih banyak kekurangan dan kelemahan. Berkat dukungan dan bantuan serta dorongan dari berbagai pihak baik secara moral dan materil, akhirnya skripsi ini dapat diselesaikan. Oleh karena itu, pada kesempatan ini peneliti menyampaikan ucapan terimakasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Su‟aidi Asy‟ari, MA, Ph.D Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

2. Ibu Dr. Hj. Fadilah M,Pd Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

3. Bapak Drs. Sunarto, M.Pd Ketua Program Studi Tadris Matematika.

4. Bapak Drs. Sunarto, M.Pd Dosen Pembimbing I yang telah meluangkan waktu dan mencurahkan pemikirannya demi mengarahkan peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.

5. Ibu Mastarita Nova Wulanda, M.Pd Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan waktu dan mencurahkan pemikirannya demi mengarahkan peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.

(10)

ix

6. Bapak Ali Murtadlo, S.Ag, M.Ag selaku ketua sidang, bapak Drs. Ali Usmar, M.Pd selaku penguji I, bapak Betri Wendra, M.Sc selaku penguji II, ibu Ainun Mardia,M.Sc selaku sekretaris sidang dan ibu Dr. Michrun Nisa Ramli, M.PMat selaku pelaksana siding.

7. Ibu Desi Rahmawarni, S.Pd. M.Pd, sebagai validator essay dan ibu Rima Meslita, S.Si, M.Pd sebagai validator Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP yang telah meluangkan waktu dan mencurahkan pemikirannya demi mengarahkan peneliti dalam menyelesaikan instrument penelitian.

8. Bapak Ibrahim, S.Pd.I selaku Kepala Sekolah, ibu Mirnawati, S.Pd selaku guru matematika serta Bapak/Ibu guru Sekolah Menengah Pertama IT Al- Ikhlas Sungai Abang Kab. Sarolangun yang telah memberikan kemudahan kepada peneliti dalam memperoleh data di lapangan.

9. Siswa/I kelas VIII Sekolah Menengan Pertama IT Al-Ikhlas Sungai Abang Kab. Sarolangun yang sudah menjadi sampel penelitian.

Serta seluruh pihak yang tidak dapat peneliti sebutkan satu per-satu, semoga bantuan, bimbingan, semangat, do‟a, dan dukungan yang diberikan kepada peneliti dibalas oleh Allah SWT.

Jambi, November 2020 Penulis

Nurhalipah TM 161337

(11)

x

ABSTRAK

Nama : Nurhalipah

Jurusan : Tadris Matematika

Judul : Efektivitas Penggunaan Geogebra Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Al- Ikhlas Sungai Abang Kabupaten Sarolangun.

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya Efektivitas Penggunaan Geogebra Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Al-Ikhlas Sungai Abang Kabupaten Sarolangun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain one grup pretest-posttest. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Al-Ikhlas Sungai Abang Kabupaten Sarolangun pada bulan Agustus sampai bulan September 2020 di Kelas VIII pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument tes berupa soal essay berjumlah 5 butir soal kemampuan Pemahaman Konsep matematis. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple randon sampling. Sampel penelitian berjumlah 15 siswa. Hasil perhitungan nilai tes uji t dengan taraf signifikan 5%

sedangkan 1% dan diperoleh Karena nilai

yaitu . Hal ini menunjukkan bahwa diterima dan ditolak artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara Pembelajaran Matematika Berbantuan Geogebra Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Al-Ikhlas Sungai Abang Kabupaten Sarolangun.

Kata kunci : Geogebra, Pemahaman Konsep Matematis Siswa

(12)

xi

ABSTRACT

Name : Nurhalipah

Major : Study Program of Mathematics Education

Title : The Effectiveness of Using Geogebra on the Understanding of the Mathematical Concept of Integrated

Islamic Junior High School Students of Al-Ikhlas Sungai Abang, Sarolangun District.

This Research aims to prove the effectiveness of the use of Geogebra on the Understanding of the Mathematical Concepts of Integrated Islamic Junior High School Students of Al-Ikhlas Sungai Abang, Sarolangun Regency. This study aims to find evidence whether the application of Geogebra assisted mathematics learning is able to improve students understanding of mathematical concepts. This research is a quantitative study using a one group pretest-posttest design. This research was conducted at the Al-Ikhlas Sungai Abang Integrated Junior High School, Sarolangun Regency from August to September 2020 in Class VIII on the material of the Two Variable Linear Equation System (SPLDV). The data was collected using a test instrument in the form of essay questions totaling 5 items on the ability to understand mathematical concepts. Sampling was done using simple randon sampling technique. The research sample consisted of 15 students. The results of the calculation of the value of the t test with a significant level of 5% t table = 2.14 while 1% t table = 2.98 and obtained t count = 3.75 because the value t count ≥ t table namely (2.14 <3.75> 2.98) . This shows that is accepted and is rejected, meaning that there is a significant influence between Geogebra-assisted Mathematics Learning on the Understanding of the Mathematical Concepts of Students in Integrated Islamic Junior High School Al-Ikhlas Sungai Abang, Sarolangun District.

Keywords: Geogebra, Students' Understanding of Mathematical Concepts

(13)

xii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

NOTA DINAS ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iv

PERNYATAAN ORISINALITAS ... v

PERSEMBAHAN ... vi

MOTTO ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

ABSTRAK ... x

ABSTRACT ... xi

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... Error! Bookmark not defined.xvi BAB IPENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 5

C. Pembatasan Masalah ... 6

D. Rumusan Masalah ... 6

E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ... 7

BAB IILANDASAN TEORI, KERANGKA PIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS ... 9

A. Landasan Teori ... 9

B. Studi Relevan ... 20

C. Kerangka Berpikir ... 23

D. Hipotesis Penelitian ... 25

(14)

xiii

BAB III METODE PENELITIAN ... 26

A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 26

B. Pendekatan, Metode dan Desain Penelitian ... 27

C. Populasi Dan Teknik Pengambilan Sampel ... 29

D. Variabel-variabel dan Perlakuan Penelitian ... 30

E. Instrumen Penelitian ... 31

F. Teknik Analisis Data ... 38

G. Hipotesis Statistik ... 43

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 44

A. Deskripsi Data ... 44

B. Pembahasan Hasil Penelitian ... 61

BAB V PENUTUP ... 64

A. Kesimpulan ... 64

B. Saran ... 65

DAFTAR PUSTAKA ... 66

LAMPIRAN ... 69

(15)

xiv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Hasil Jawaban Siswa ... 4

Gambar 2.1 Tampilan Sofware Geogebra ... 12

Gambar 2.2 Paradigma Sederhana ... 19

Gambar 2.3 Kerangka Berpikir ... 24

Gambar 3.1 Denah Lokasi... 26

Gambar 3.2 Desain Penelitian ... 28

Gambar 4.1 Grafik Poligon Nilai Pretest ... 47

Gambar 4.2 Grafik Poligon Nilai Posttest ... 51

(16)

xv

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Data Hasil Observasi Awal Siswa Kelas VIII SMP IT Al-Ikhlas Sungai Abang Kabupaten Sarolangun……….. 4 Tabel 2.1 Daftar Icon Pada Geogebra Beserta Fungsinya……….. 13 Tabel 3.1 Jumlah Siswa Kelas VIII SMP IT Al-Ikhlas Sungai Abang

Kabupaten Sarolangun ………. 29

Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrument ……….………. 33 Tabel 3.3 Rubrik Penilaian……… 35

37

Tabel 3.4 Kriteria Nilai Cohen‟s 42

Tabel 4.1 Skor Pretest Pemahaman Konsep Matematis Siswa kelas VIII

Sebelum Perlakuan………. ……….. 45

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Nilai Pretest Kemampuan Pemahaman

Konsep Matematis Siswa……….. 46

Tabel 4.3 Skor Posttest Pemahaman Konsep Matematis Siswa kelas VIII

Sebelum Perlakuan………. ……….. 49

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Nilai Posttest Kemampuan Pemahaman

Konsep Matematis Siswa……….. 50

Tabel 4.5 Skor Pemahaman Konsep Matematis Pada Saat Pretest dan

Posttest……….. 54

Tabel 4.6 Skor Pemahaman Konsep Matematis Pada Saat Pretest dan

Posttest……….. 55

(17)

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Tabel Jadwal Penelitian ... 69

Lampiran 2 Normalitas Populasi ... 71

Lampiran 3 HomogenitasPopulasi ... 73

Lampiran 4 Normalitas Sampel ... 77

Lampiran 5 Homogenitas Sampel ... 81

Lampiran 6 Lampiran RPP... 86

Lampiran 7 Soal Pretest-Posttest ... 100

Lampiran 8 Jawaban Pretest-Posttest ... 101

Lampiran 9 Lembar Validasi ... 106

Lampiran 10 Dokumentasi ... 108

Lampiran 11 Kartu Bimbingan Skripsi ... 109

Lampiran 12 Daftar Riwayat Hidup ... 114

(18)

1

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern. Matematika mempunyai peranan penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan saat ini tidak terlepas dari perkembangan matematika.

Matematika merupakan salah satu pelajaran yang diajarkan disemua jenjang pendidikan mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi (PT). Upaya peningkatan mutu pendidikan, khususnya peningkatan mutu pada inovasi pembelajaran dan pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan.

Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu dengan adanya peraturan menteri pendidikan nasional.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Permendiknas) Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi menyebutkan bahwa pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut : 1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep, dan mengaplikasikan konsep algoritma secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah, 2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, malakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti atau menjelaskan gagasan, dan pernyataan matematika, 3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model, dan menafsirkan solusi yang diperoleh, 4. Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah, 5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah (Shadiq, 2009: 1)

(19)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Permendiknas) salah satu tujuan dalam pembelajaran matematika adalah agar peserta didik memiliki kemampuan memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep, dan mengaplikasikan konsep algoritma secara luwes, akurat, efisien dan tepat dalam pemecahan masalah. Dikarenakan konsep-konsep dalam matematika itu abstrak, sedangkan pada umumnya siswa berfikir dari hal-hal yang kongkret menuju hal-hal yang abstrak, maka salah satu solusinya agar siswa mampu berpikir abstrak tentang suatu pokok bahasan dalam pelajaran matematika adalah dengan menggunakan media pembelajaran atau alat peraga. Sesuai dengan tingkat perkembangan intelektual siswa yang masih dalam tahap operasi konkret, maka siswa dapat menerima konsep-konsep matematika yang abstrak melalui benda-benda konkret (Sudjana, 2004: 99).

Dengan adanya media pembelajaran siswa akan lebih banyak mengikuti pelajaran matematika dengan senang dan gembira sehingga minatnya dalam mempelajari matematika semakin besar. Disamping membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data dan memadatkan informasi (Arsyad, 2003: 16).

Salah satu media pembelajaran yang saat ini telah berkembang demikian pesat adalah komputer dengan berbagai program-program yang relevan. Dengan pembelajaran berbasis komputer, siswa akan lebih mudah memahami konsep-konsep yang bersifat abstrak, hal ini pada akhirnya dapat meningkatkan hasil pembelajaran. Peranan komputer pada mata pelajaran matematika cukup penting terutama pada materi-materi yang memerlukan gambar seperti bangun dua dimensi, tiga dimensi, grafik atau kurva, diagram dan lain-lain. Salah satu program komputer yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika adalah program GeoGebra.

Berdasarkan wawancara yang dilakukan pada tanggal 11 Agustus 2020 dengan ibu Mirnawati, S.Pd (guru matematika) di Sekolah Menengah Pertama

(20)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Islam Terpadu Al-Ikhlas Sungai Abang Kabupaten Sarolangun. Beliau mengatakan bahwa keadaan siswa kelas VIII ketika proses pembelajaran banyak siswa yang bosan dan tidak memperhatikan. Hal ini dikarenakan siswa kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika, sehingga membuat siswa tidak aktif dalam pembelajaran karena hanya mengandalkan pengetahuan dari guru saja tanpa mempunyai kemampuan dalam menyelesaikan masalah.

Berdasarkan observasi awal yang telah dilakukan pada tanggal 11 Agustus 2020 di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Al-Ikhlas Sungai Abang Kabupaten Sarolangun, terlihat pada saat mengikuti proses pembelajaran siswa kelas VIII masih sukar memahami materi pembelajaran, model pembelajaran yang digunakan masih bersifat konvensional. Selain itu penggunaan media berbasis IT (Information Tecnology) juga belum maksimal, karena hanya digunakan untuk mendukung kegiatan administrasi sekolah, pemanfaatan komputer sebagai media pembelajaran masih sangat minim dan terbatas. Ketika observasi yang dilakukan juga ditemukan banyak siswa yang melakukan berbagai kegiatan, diantaranya siswa yang tidur, berbicara dengan teman sebangku, menggambar, dan tidak masuk pada saat jam pelajaran matematika, Selain itu juga kurangnya minat siswa mendengarkan penjelasan guru di depan kelas dengan alasan pelajaran matematika adalah pelajaran yang sulit dan rumit sehingga mereka malas memperhatikan guru yang sedang menjelaskan di depan kelas.

Kondisi seperti ini terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

masih banyak siswa yang memiliki persepsi bahwa matematika adalah mata pelajaran yang sulit untuk dimengerti, siswa hanya sekedar menghapal dan mengingat apa yang diberikan oleh guru, tanpa memahami konsep- konsepnya. Kenyataan yang terjadi dapat dibuktikan ketika peneliti memberikan soal yang berkaitan dengan pemahaman konsep matematis sebanyak 3 soal dan hasilnya didapati kemampuan siswa masih berada di bawah rata-rata KKM (kriteria ketuntasan minimal) yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu 70. Kondisi ini dapat dilihat pada tabel 1.1 dan gambar 1.1:

(21)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Tabel 1.1 Data Hasil observasi awal Siswa Kelas VIII SMP IT Al-Ikhlas Sungai Abang Kabupaten Sarolangun.

No. Nilai

Kelas

Persentase VIII

A

VIII B

1. 15 11 57.78%

2. 7 12 42. 22%

Jumlah 22 23 100%

Sumber :Diambil berdasarkan nilai lembar jawaban tes observasi awal siswa kelas VIII SMP IT Al-Ikhlas Sungai Abang Kabupaten Sarolangun.

Dari tabel di atas, jika di telisik lebih jauh ketidaktuntasan siswa terlihat pada kemampuan menjawab soal yang diberikan. Sesuai dengan indikator pemahaman konsep matematis yang berhubungan dengan menyajian konsep dalam berbagai representasi, dapat memberi contoh dan bukan contoh dengan tepat, dan dapat mengklasifikasikan objek sesuai dengan konsepnya dengan tepat, didapat nilai siswa masih rendah dan nilai persentase siswa kelas VIII yang berada dibawah KKM lebih besar yaitu 57.78% sedangkan nilai yang berada diatas KKM hanya 42. 22%. Berikut adalah lembar hasil jawaban siswa:

Gambar 1.1 Hasil jawaban siswa

Sumber:Dokumentasi hasil jawaban siswa di SMP IT Al- Ikhlas Sungai Abang Kabupaten sarolangun.

(22)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Dari jawaban siswa Gambar 1.1 kelas VIII terlihat siswa belum bisa memahami konsep dari materi pola bilangan tersebut. Dimana siswa harus mampu menjawab soal sesuai dengan rumus yang telah diberikan dan menyelesaikan soal dengan langkah-langkah yang sesuai. Namun, hasil jawaban siswa yang terlihat pada gambar jawaban siswa tidak memenuhi indikator pemahaman konsep tersebut. Terdapat kesalahan- kesalahan dalam penyelesaian soal yang diberikan.

Untuk mengatasi masalah diatas, salah satu cara yang harus dilakukan adalah mengoptimalkan cara penyampaian materi agar siswa lebih tertarik dan aktif dalam proses pembelajaran. Salah satunya adalah dengan menggunakan media pembelajaran. Media pembelajaran adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan yang terkandung dalam materi pelajaran kepada siswa secara langsung (Arsyad, 2013: 3).

Salah satu program komputer yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika adalah program GeoGebra. GeoGebra adalah (software) matematika dinamis yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam pembelajaran matematika. Software ini dikembangkan untuk proses belajar mengajar matematika di sekolah yang diamati paling tidak ada tiga kegunaan yakni; media pembelajaran matematika, alat bantu membuat bahan ajar matematika, menyelesaikan soal matematika.

Program ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep yang telah dipelajari maupun sebagai sarana untuk mengenal atau mengkonstruksi konsep baru (Isman, 2016: 10). Dengan beragam fasiltas yang dimiliki, GeoGebra dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika untuk mendemonstrasikan atau memvisualisasikan konsep-konsep matematis serta sebagai alat bantu untuk mengkonstruksi konsep-konsep matematis.

Berdasarkan pemaparan di atas, peneliti tertarik untuk menggunakan media pembelajaran GeoGebra dalam pembelajaran matematika agar dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis

(23)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi siswa. Adapun judul dari penelitian ini adalah “Efektivitas Penggunaan Geogebra Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Al-Ikhlas Sungai Abang Kabupaten Sarolangun”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka masalah yang dapat diidentifikasi dalam penelitian ini adalah:

1. Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa masih rendah.

2. Kurangnya minat siswa mendengarkan guru menjelaskan di depan kelas.

3. Model pembelajaran yang digunakan masih bersifat konvensional.

4. Siswa tidak aktif dalam proses pembelajaran dan hanya mengandalkan pengetahuan dari guru.

5. Siswa menganggap matematika adalah mata pelajaran yang sulit.

6. Penggunaan media berbasis IT (Information Tecnology) yang belum maksimal.

C. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka peneliti membatasi pokok masalah sebagai berikut:

1. Subjek penelitian adalah kelas VIII SMP IT Al-Ikhlas Sungai Abang Kabupaten Sarolangun.

2. Materi yang diajarkan adalah pokok bahasan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV).

3. Pemahaman konsep matematis yang di ukur adalah pemahaman konsep matematis siswa pada pokok bahasan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV).

4. Pemahaman konsep matematis berfokus pada pemahaman konsep matematis yang rendah dan penggunaan media berbasis IT (Information Tecnology) yang belum maksimal.

(24)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi D. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

1. Berapa besar skor pemahaman konsep matematis siswa sebelum menggunakan Geogebra?

2. Berapa besar skor pemahaman konsep matematis siswa setelah menggunakan Geogebra?

3. Apakah terdapat pengaruh signifikan dari penggunaan Geogebra terhadap pemahaman konsep matematis siswa?

E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Tujuan penelitian

Sesuai dengan masalah yang telah dirumuskan sebelumnya maka tujuan dari penelitian ini adalah:

a. Untuk mengetahui berapa besar skor pemahaman konsep matematis siswa sebelum menggunakan Geogebra pada materi SPLDV di kelas VIII SMP IT Al-Ikhlas Sungai Abang Kabupaten Sarolangun.

b. Untuk mengetahui berapa besar skor pemahaman konsep matematis siswa setelah menggunakan Geogebra pada materi SPLDV di kelas VIII SMP IT Al-Ikhlas Sungai Abang Kabupaten Sarolangun.

c. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan dari penggunaan Geogebra terhadap pemahaman konsep matematis siswa pada materi SPLDV di kelas VIII SMP IT Al-Ikhlas Sungai Abang Kabupaten Sarolangun.

(25)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi 2. Kegunaan Penelitian

Penelitian ini dilakukan diharapkan dapat bermanfaat bagi beberapa pihak diantaranya :

a. Bagi siswa SMP IT Al-Ikhlas Sungai Abang Kabupaten Sarolangun, dapat membantu dalam proses pembelajaran guna meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa dalam pembelajaran matematika serta dapat belajar dengan software matematika yaitu Geogebra.

b. Bagi guru matematika, dapat dijadikan masukan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran matematika pada masa yang akan datang sehingga dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa.

c. Bagi sekolah, penelitian ini sebagai masukan untuk menentukan kebijakan tentang pendekatan yang digunakan guru sebagai upaya meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa.

d. Bagi peneliti, penelitian ini sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana Strata Satu (S1) pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Prodi Tadris Matematika di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

(26)

9

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi

BAB II

LANDASAN TEORI, KERANGKA FIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

A. Deskripsi Teoritik

1. Media Pembelajaran GeoGebra (X)

Kata “Media” berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medius yang secara harfiyah berarti tengah, perantara atau pengantar. selanjutnya AECT (The Association for Educational Communication and Technology, 1997) memberi batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi (Arsyad, 2013: 3).

Proses pembelajaran tentunya akan semakin berkesan jika penyampaiannya didukung oleh adanya media. Media dapat dikatakan juga alat bantu seorang guru dalam menyampaikan materi pembelajaran.

Hamalik (1986) mengemukakan bahwa penggunaan media dalam proses pembelajaran dapat membangkitkan dan membangun semangat yang baru, membangkitkan motivasi, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa (Arsyad, 2013: 19). Salah satu program komputer yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika adalah program GeoGebra.

a. Pengertian software GeoGebra

GeoGebra dikembangkan oleh Markus Hohenwarter pada tahun 2001. Menurut Hohenwarter (2008), GeoGebra adalah software geometri interaktif yang juga menawarkan kemungkinan aljabar seperti memasukkan persamaan secara langsung (Saputro dkk, 2015:

1).GeoGebra merupakan software open-source yang dapat diunduh baik oleh guru maupun siswa secara gratis. GeoGebra juga bersifat multilanguage dan tersedia dalam pilihan bahasa Indonesia.

GeoGebra memungkinkan siswa untuk aktif dalam membangun

(27)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi pemahaman geometri dan aljabar. Program ini memungkinkan siswa untuk membuat visualisasi sederhana dari konsep-konsep geometri, sehingga memudahkan siswa untuk dapat menemukan, mengemukakan, dan membuat representasi matematis dari ide atau gagasan matematis yang dimiliki siswa. Hal ini didukung oleh pendapat Hohenwarter & Fuchs (2004) yang menyebutkan GeoGebra sangat bermanfaat sebagai:

1) Media demontrasi dan visualisasi;

2) Alat bantu konstruksi;

3) Alat bantu proses penemuan; dan 4) Alat komunikasi dan representasi.

Geogebra adalah sebuah software sistem geometri dinamis sehingga dapat mengkontruksikan titik, vector, ruas garis, garis,irisan kerucut, bahkan fungsi dan mengubahnya secara dinamis. Selain itu dengan Geogebra kita dapat menggambar dan menentukan persamaan dan koordinat secara langsung. Geogebra juga memiliki kemampuan untuk menghubungkan variabel dengan bilangan, vector dan titik, menemukan turunan dan mengintegralkan fungsi serta memberikan perintah untuk menemukan titik ekstrim atau akar. Dengan beragam fasilitas yang dimiliki, Geogebra dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika untuk mendemonstrasikan atau memvisualisasikan konsep-konsep matematis serta sebagai alat bantu untuk mengkonstruksi konsep-konsep matematis.

Tampilan layar program GeoGebra cukup sederhana. Layar program GeoGebra terdiri atas beberapa bagian, diantaranya:

a) Baris informasi, menampilkan nama program (GeoGebra) dan nam file yang sedang dibuka.

b) Baris menu, berisi daftar nama menu baku seperti program- program berbasis windows lain: file,edit,view,options, tools, window,help.

(28)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi c) Baris toolbar, terdiri atas sekumpulan tool (disebut modus) yang berguna untukmenggambar secara langsung pada jendela geometri (papan gambar) dan memanipulasinya dengan menggunakan mouse.

d) Jendela aljabar, memuat informasi (persamaan dan koordinat) objek-objek pada jendela geometri.

e) Jendela geometri (papan gambar), tempat untuk menggambar objek-objek geometri (titik, ruas garis, vector, garis, irisan kerucut, kuva dan poligon).

f) Baris input, tempat untuk menuliskan persamaan, koordinat, atau fungsi beserta parameternya. (Saputro dkk, 2015: 2)

Materi-materi yang memuat konsep geometri, aljabar dan kalkulus dapat mengunakan GeoGebra sebagai media pembelajarannya. Namun, semua itu tergantung dari bagaimana kreativitas dan kemampuan guru mengolah materi menjadi lebih menarik menggunakan GeoGebra, dan tentunya dengan model, metode dan strategi pembelajaran yang juga cocok. Menurut Mahmudi, A (2010: 471) mengatakan bahwa pemanfaatan program GeoGebra memberikan beberapa keuntungan, di antaranya adalah sebagai berikut:

1) Lukisan-lukisan yang dihasilkan dengan cepat dan teliti dibandingkan dengan menggunakan pensil, penggaris, atau jangka.

2) Adanya fasilitas animasi dan gerakan-gerakan manipulasi (dragging) pada program GeoGebra dapat memberikan pengalaman visual yang lebih jelas kepada siswa dalam memahami konsep matematika.

3) Dapat dimanfaatkan sebagai balikan/evaluasi untuk memastikan bahwa lukisan yang telah dibuat benar.

4) Mempermudah guru/siswa untuk menyelidiki atau menunjukkan sifat- sifat yang berlaku pada suatu objek matematika.

(29)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Beberapa kelebihan software GeoGebra yaitu:

a. Icon-icon disajikan dalam ukuran yang besar untuk menghindari kesalahan dalam memilih menu.

b. Semua objek dapat diberi label atau keterangan baik itu berupa titik,garis, bidang, sudut dan sebagainya.

c. Dapat menentukan persamaan garis linear, kuadrat, kubik, hiperbolik, parabolik dan eliptik

d. Objek dapat digeser, dicerminkan, diputar dan diperbesar.

e. Warna objek dapat diubah dengan 41 pilihan warna agar mudah dibedakan dengan objek lain.

f. Dapat meng-import gambar untuk dijadikan background.

g. Dapat mengukur panjang, luas, dan besar sudut pada objek.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Geogebra adalah software dinamis yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam pembelajaran matematika khususnya geometri, aljabar dan kalkulus dan untuk mendemonstrasikan atau memvisualisasikan konsep-konsep matematis serta sebagai alat bantu untuk mengkonstruksi konsep-konsep matematis memudahkan siswa untuk dapat menemukan, mengemukakan, dan membuat representasi matematis dari ide atau gagasan matematis yang dimiliki siswa.

Gambar 2.1 Tampilan Software GeoGebra

(30)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Menurut Isman (2016: 14) Tampilan depan dari Geogebra sangat sederhana terdiri dari:

1) Menu, terdiri dari berkas, ubah, tampilan, opsi, peralatan, jendela, dan bantuan;

2) Tool bar, berisi icon-icon atau symbol-simbol;

3) Jendela kiri, dijendela ini tempat ditampilkannya bentuk aljabar;

4) Jendela kanan, yaitu tempat ditampilkannya grafik;

5) Masukan, yang terletak di kiri bawah;

6) Symbol, berisi daftar symbol.

Tabel 2.1. Daftar icon pada GeoGebra beserta fungsinya

Nama Icon Fungsi Icon

Move Menggeser objek

Rotate around point Geseran memutar mengelilingi titik New point Membuat titik

Intersect two objects

Menentukan titik pada perpotongan dua objek

Midpoint or center Menentukan titik tengah

Line through two points Membuat garis yang melalui 2 titik Segment between two Membuat ruas garis diantara 2 titik Segment with given

length from point

Membuat ruas garis dengan panjang tertentu dari titik tertentu

Ray through two points

Membuat sinar garis yang melalui 2 titik

Vector between two

points Membuat vektor diantara 2 titik

(31)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Vector from point Membuat vektor dari sebuah titik Perpendicular line Menggambar garis tegak lurus

Parallel line Menggambar garis sejajar Line bisector Membuat garis bagi Angular bisector Membuat sudut bagi

Tangents Menggambar garis singgung Polar or diameter line Garis kutub atau diameter Locus

Menggambar tempat kedudukan titik- titik.

Polygon Menggambar segi banyak

Regular polygon Menggambar segi banyak beraturan.

Circle with center through point

Menggambar lingkaran dengan titik pusat

Circle with center and radius

Menggambar lingkaran dengan titik pusat dan jari-jari yang ditentukan.

Circle through three points

Menggambar lingkaran dengan 3 titik yang diketahui.

Semicircle through two points

Menggambar setengah lingkaran dengan 2 titik.

Circular arc with center through two points

Menggambar busur lingkaran dengan pusat dan 2 titik yang ditentukan Circumcircular arc

through three points

Mengganbar busur keliling lingkaran dengan 3 titik

Circular sector with center through two points

Menggambar daerah lingkaran dengan 2 titik

Circumcircular sector through three points

Menggambar daerah lingkaran dengan 3 titik

(32)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Conic through five

points

Menggambar kerucut dengan 5 titik yang ditentukan

Angle Menggambar sudut

Angle with given size

Menggambar sudut dengan ukuran yang diketahui.

Distance or length Mengukur jarak atau panjang

Area Mengukur luas daerah

Slope Mengukur luas slope

Mirror object at line Mencerminkan objek ke garis Mirror object at point Mencerminkan objek ke titik

Rotate object around point by angle

Merotasikan objek mengelilingi titik dengan sudut tertentu

Translate object by vector

Menggeser objek dengan vektor yang diketahui

Dilate object from point by vector

Memperbesar objek dari titik dengan bantuan vektor

Slider Mengecek data dan label Check box to show and

hide object

Melakukan printah ditampilkan atau tidak

Insert text Menulis text di layar Insert image Mengimport gambar

Relation between two object

Menentukan hubungan antara 2 objek

(33)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Move drawing pad Menggerakkan layar gambar

Zoom in Memperbesar tampilan objek Zoom out Memperkecil tampilan objek

Show/hide object

Tampilkan atau tidak objek yang ditentukan

Show/hide label

Tampilkan atau tidak label yang ditentukan

Copy visual style

Untuk mengkopi style objek yang digunakan

Delete object Menghapus objek

2. Pemahaman Konsep Matematis (Y)

Pemahaman berarti proses, perbuatan memahami atau memahamkan (KBBI, 2007: 998). Pemahaman merupakan kata kunci dalam pembelajaran matematika, sebagai syarat mutlak untuk tingkatan kemampuan kognitif yang lebih tinggi yaitu aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi. Sedangkan konsep berarti ide abstrak yang memungkinkan seseorang untuk mengklasifikasi suatu objek dan menerangkan apakah objek tersebut merupakan contoh atau bukan contoh dari konsep (Shadiq, 2009: 13)

Sumarmo (1987) mengatakan “pemahaman diartikan dari kata understanding”. Derajat pemahaman ditentukan oleh tingkat keterkaitan suatu gagasan, prosedur atau fakta matematika dipahami secara menyeluruh jika hal-hal tersebut membentuk jaringan dengan keterkaitan yang tinggi. Dan konsep diartikan sebagai ide abstrak yang dapat digunakan untuk mengglngkan sekumpulan objek (Depdiknas, 2003: 18)

Ernest Hilgart (2001) menyatakan bahwa ada enam ciri dari pencapaian pemahaman, yaitu: (1) pemahaman dipengaruhi oleh

(34)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi kemampuan dasar, (2) pemahaman dipengaruhi oleh pengalaman belajar yang lalu yang relevan, (3) pemahaman tergantung kepada pengaturan situasi , (4) pemahaman didahului oleh usaha coba-coba, (5)belajar dengan pemahaman dapat diulangi, (6) suatu pemahaman dapat diaplikasikan atau dipergunakan bagi pemahaman situasi lain.

Konsep matematika disusun secara berurutan sehingga konsep sebelumnya akan digunakan untuk mempelajari konsep selanjutnya.

Misalnya konsep luas persegi diajarkan terlebih dahulu dari pada konsep luas permukaan kubus. Hal ini karena sisi kubus berbentuk persegi sehingga konsep luas persegi akan digunakan untuk menghitung luas permukaan kubus. Pemahaman terhadap konsep materi prasyarat sangat penting karena apabila siswa menguasai konsep materi prasyarat maka siswa akan mudah untuk memahami konsep materi selanjutnya.

Menurut Gusniwati (2015: 30) pemahaman konsep adalah suatu kemampuan menemukan ide abstrak dalam matematika untuk mengklasifikasikan objek-objek yang biasanya dinyatakan dalam suatu istilah kemudian dituangkan kedalam contoh dan bukan contoh, sehingga seseorang dapat memahami suatu konsep dengan jelas. Sedangkan menurut Yunuka (2016), pemahaman konsep adalah kemampuan bersikap, berpikir dan bertindak yang ditunjukkan oleh siswa dalam memahami definisi, pengertian ciri khusus, hakikat dan inti/isi dari matematika dan kemampuan dalam memilih prosedur tepat dalam menyelesaikan masalah.

Adapun indikator dari kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dalam penelitian ini, mengacu pada indikator yang dikemukakan oleh Juzniati (2016) adalah sebagai berikut:

1) Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep

2) Kemampuan mengklasifikasi objek-objek menurut sifat-sifat tertentu (sesuai dengan konsepnya)

3) Kemampuan memberi contoh dan non contoh dari konsep

(35)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi 4) Kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi

matematika

5) Kemampuan mengaplikasikan konsep atau algoritma ke pemecahan masalah.

6) Mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup suatu konsep.

7) Kemampuan menggunakan, memanfaatkan, dan memilih prosedur tertentu.

Peraturan Dirjen Dikdasmen Depdiknas Nomor 506/C/Kep/PP/2004 tanggal 11 November 2004 bahwa indikator pemahaman konsep matematika adalah mampu:

1. Menyatakan ulang sebuah konsep,

2. Mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya,

3. Memberi contoh dan bukan contoh dari suatu konsep,

4. Menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematika, 5. Mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep, 6. Menggunakan dan memanfaatkan serta memilih prosedur atau operasi

tertentu,

7. Mengaplikasikan konsep atau algoritma pada pemecahan masalah.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis adalah kemampuan bersikap, berpikir dan bertindak yang ditunjukkan oleh siswa dalam memahami definisi, pengertian, ciri khusus, hakikat dan inti/isi ataupun ide abstrak dalam materi matematika tentang suatu objek atau kejadian yang dibentuk dengan memandang sifat-sifat yang sama dan golongannya masing-masing dan mampu membedakan mana yang termasuk contoh dan bukan contoh dari ide abstrak tersebut. Pemahaman konsep yang baik akan mempermudah siswa dalam menyelesaikan soal matematika dan dalam

(36)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi memahami konsep-konsep matematika selanjutnya. Untuk mengetahui perkembangan pemahaman konsep siswa dapat dilakukan dengan cara melakukan pengamatan apakah indikator-indikator pemahaman konsep siswa tersebut meningkat. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara memberi tes tentang pemahaman konsep.

Adapun indikator yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu:

1) Menyatakan ulang suatu konsep

2) Mengklasifikasikan objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya

3) Mengaplikasikan konsep atau algoritma pada pemecahan masalah 4) Menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis 5) Menggunakan dan memanfaatkan serta memilih prosedur atau operasi

tertentu.

3. Hubungan Sebab Akibat (Efektifitas Penggunaan Geogebra (X) Terhadap Pemahaman konsep Matematis Siswa (Y))

Hubungan variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah hubungan kausal. Hubungan kausal merupakan Bentuk hubungan yang sifatnya sebab akibat. Artinya timbulnya variabel Y disebabkan oleh penerapan variabel X. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma sederhana, yaitu paradigma penelitian yang terdiri atas satu variabel independen dan dependen. Hal ini dapat digambarkan sebagai berikut. (Sugiyono, 2013: 42).

r

Gambar 2.2 paradigma sederhana Y X

(37)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Keterangan :

X : Efektifitas Penggunaan Geogebra

r : hubungan sebab akibat (Pengaruh) Efektifitas Penggunaan Geogebra Terhadap Pemahaman konsep Matematis Siswa

Y : Pemahaman konsep matematis siswa.

B. Studi Relevan

Hasil penelitian relevan yang sesuai dengan penelitian ini adalah:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Thurmuzi Thahir dalam skripsi yang berjudul “Penggunaan media Geogebra terhadap hasil belajar matematika materi pokok lingkaran pada siswa kelas XI MAN 1 Mataram” Tahun penelitian 2017. Berdasarkan hasil penelitiannya, perhitungan uji-t menunjukkan bahwa sebesar 2,138 dan sebesar 2,043 pada taraf signifikansi 5% yang berarti , maka ditolak dan diterima. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh penggunaan media Geogebra terhadap hasil belajar matematika materi pokok lingkaran pada siswa kelas XI MAN 1 Mataram.

Persamaan dan perbedaan antara penelitian Thurmuzi Thahir dengan peneliti sebagai berikut :

a. Persamaan dari penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, sama-sama menggunakan aplikasi geogebra, metode yang digunakan yaitu metode eksperimen, dan instrument yang digunakan adalas tes yang berupa soal.

b. Perbedaan dari penelitian ini adalah variabel Y pada penelitian ini adalah hasil belajar sedangkan variabel Y peneliti sendiri adalah pemahaman konsep matematis. Materi yang dipakai pada penelitian ini adalah materi pokok lingkaran, sedangkan materi yang di pakai peneliti adalah sistem persamaan linear dua variabel. Teknik analisis data

(38)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi penelitian ini dengan uji-t sampel besar, sedangkan teknik analisis data peneliti dengan uji-t sampel kecil.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Qurnia Syafitri yang berjudul

“Pengembangan media pembelajaran matematika menggunakan Geogebra di SMP N 23 Bandar Lampung” tahun penelitian 2017. Hasil penelitian yang diperoleh antara lain: (1) hasil utama dari penelitian dan pengembangan ini adalah media pembelajaran berbasis Geogebra dalam pembelajaran matematika. (2) tahap desain, pembuatan media menggunakan aplikasi Geogebra dengan bantuan aplikasi photoshop. (3) validasi desain, hasil penelitian berdasarkan hasil angket ahli media dan ahli materi media pembelajaran yang dikembangkan dengan 2 kali tahap validasi. Validasi akhir dari ahli materi mencapai skor rata-rata 88% dan ahli media 86,5% maka dapat disimpulkan media yang dikembangkan valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran. (4) uji coba lapangan, berdasarkan hasil analisis angket respon peserta didik pada uji skala kecil memperoleh skor 86% dan pada uji coba lapangan memperoleh skor 87,63% maka dapat disimpulkan media pada kategori sangat baik.

Berdasarkan semua ini, maka dapat disimpulkan bahwa media tersebut layak dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran.

Persamaan dan perbedaan antara penelitian Qurnia Syafitri dengan peneliti sebagai berikut :

a. Persamaan dari penelitian ini adalah sama-sama menggunkan aplikasi Geogebra.

b. Perbedaan dari penelitian ini adalah penelitian ini merupakan penelitian pengembangan, sehingga tujuannya yaitu untuk membuktikan bahwa media yang dikembangkan valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran sedangkan penelitian peneliti adalah penelitian kuantitatif yang mana tujuannya adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan antara variabel X dan variabel Y.

(39)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi 3. Penelitian yang dilakukan oleh Marini Oktaria, Ahmad Khairil Alam dan Sulistiawati tahun penelitian 2016 dengan judul “penggunaan Software Geogebra untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa SMP Kelas VII”. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa:

dari hasil pretest diperoleh nilai tertinggi hanya mampu mencapai nilai 45 dari skor maksimal 100, dimana 10 siswa mendapat nilai dibawah 20 dan dari hasil posttest diperoleh nilai tertinggi mencapai 100 dari skor maksimal 100, dengan 18 siswa mendapat nilai diatas 75. Peningkatan yang diperoleh berada kategori sedang sebesar 0,651. Adapun faktor yang mempengaruhi peningkatan kemampuan representasi matematis menggunakan Geogebra yaitu Geogebra dapat menampilkan grafik persamaan garis dengan jelas, akurat dan cepat.

Persamaan dan perbedaan antara penelitian Marini Oktaria, Ahmad Khairil Alam dan Sulistiawati dengan peneliti sebagai berikut : a. Persamaan dari penelitian ini adalah sama-sama penelitian kuantitatif,

sama-sama menggunakan aplikasi Geogebra, instrument penelitian yang digunakan sama yaitu berupa tes uraian.

c. Perbedaan dari penelitian ini terdapat pada variabel Y, yang mana variabel Y penelitian ini adalah kemampuan, sedangkan variabel Y yang peneliti teliti adalah pemahaman konsep. Teknik analisis data penelitian ini dengan uji-t sampel besar, sedangkan teknik analisis data peneliti dengan uji-t sampel kecil.

(40)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi C. Kerangka Berpikir

Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran, baik faktor itern maupun faktor ekstern. Perkembangan kognitif siswa SMP pada umumnya berada pada tahap berpikir kongkrit, dimana siswa menghadapi kesulitan untuk menerapkan proses intelek formal menjadi simbol-simbol verbal dan ide-ide abstrak. Sehingga apa yang dipelajarinya, seberapa paham siswa memahami materi sebesar itulah mempengaruhi hasil belajarnya.

Permasalahan yang dihadapi dalam penelitan ini adalah rendahnya pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII, Permasalahan tersebut dikarenakan pendekatan pembelajaran yang digunakan guru belum dapat memenuhi kebutuhan siswa, pembelajaran masih berpusat pada guru belum mengaktifkan siswa, guru jarang menggunakan diskusi kelompok, guru kurang memberikan kesempatan pada siswa untuk belajar dekat dengan lingkungan kehidupan nyata, dan media pembelajaran yang digunakan guru kurang bervariasi. Untuk mempermudah dalam pemahaman ini, dapat dilihat pada bagan berikut ini:

(41)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Gambar 2.3 Kerangka Berpikir

Masalah

1. Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa masih rendah.

2. Penggunaan media berbasis IT (Information Tecnology) yang belum maksimal.

Sumber Masalah Pembelajaran

Kelas eksperimen (menggunaan Geogebra)

posttest

Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa menggunakan Geogebra meningkat

pretest

(42)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi D. Hipotesis Penelitian

Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara dari rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan (Sugiyono, 2011: 64).

Sesuai dengan rumusan masalah yang telah diuraikan di atas maka hipotesis penelitian ini yaitu terdapat pengaruh positif antara efektivitas penggunaan Geogebra terhadap pemahaman konsep matematis siswa pada materi SPLDV di kelas VIII SMP IT Al-Ikhlas Sungai Abang Kabupaten Sarolangun.

(43)

26

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Al-Ikhlas Sungai Abang Kabupaten Sarolangun terletak di Jl.

Lintas Sumatra, Sungai Abang, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIII semester ganjil tahun ajaran 2020/2021. Berikut denah lokasinya:

Gambar 3.1 Denah Lokasi

2. Waktu penelitian

Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus s/d 14 September 2020 (Kurang lebih 2 minggu). Sekolah ini dipilih menjadi tempat penelitian karena sekolah ini adalah lokasi yang pernah peneliti lakukan observasi awal.

(44)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi B. Pendekatan dan Desain Penelitian

1. Pendekatan penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif karena karakteristik dari penelitian yang dilakukan sesuai dengan ciri-ciri penelitian kuantitatif. pendekatan kuantitatif memandang tingkah laku manusia dapat diramal dari realitas sosial, objektif dan dapat diukur. Pendekatan kuantitatif juga merupakan pendekatan yang paling baik untuk pengujian atau penjelasan teori.

2. Metode penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Metode eksperimen adalah metode yang paling banyak dipilih dan paling produktif dalam penelitian (Emzir, 2014:

64). Eksperimen merupakan cara praktis untuk mempelajari sesuatu dengan mengubah-ubah kondisi dan mengamati pengaruhnya terhadap hal lainnya. Penelitian eksperimen dimaksudkan untuk mengetahui kemurnian pengaruh X terhadap Y.

3. Desain penelitian

Desain penelitian ini menggunakan One-Group Pretest- Posttest Control Design. ”Dalam design ini terdapat pretest, sebelum diberi perlakuan. Dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan”. ( Sugiyono, 2015:110).

Peneliti akan menguji coba kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan cara memberikan pretest, sebelum menerapkan pembelajaran matematika berbantuan Geogebra pada materi sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV), kemudian membandingkan dengan memberikan posttest

setelah menerapkan pembelajaran matematika berbantuan Geogebra pada materi sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). Berikut ini merupakan desain penelitiannya :

(45)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Gambar 3.2 Desain penelitian

Adapun langkah-langkah dari desain ini adalah:

a. Lembar observasi aktivitas siswa (O1) pada subjek sebelum diberikan perlakuan. Kemudian hitung rata-rata untuk mengetahui pemahaman konsep matematis siswa.

b. Kenakan perlakuan (X), yaitu pembelajaran dengan menggunakan Geogebra pada subjek yang diberikan pretest selama jangka waktu tertentu.

c. Lembar observasi aktivitas siswa (O2) untuk melihat kembali skor rata rata dan tingkat pemahaman konsep matematis siswa.

d. Bandingkan rata-rata hitung siswa antara pretest dan posttest untuk melihat perbedaan skor rata-rata pemahaman konsep martematis siswa sebelum dan sesudah menggunakan Geogebra atau pengaruh yang ditimbulkan dari media pembelajaran yang diterapkan tersebut terhadap

pemahaman konsep matematis siswa.

Keterangan : Nilai Pretest

Perlakuan yang diujikan Nilai Posttest

O1 X O2

(46)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi C. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2014: 80). Menurut pengertian lain

“populasi adalah semua nilai baik perhitungan maupun pengukuran, baik kuantitatif maupun kualitatif, dari pada karakteristik tertentu mengenai sekelompok obyek yang lengkap dan jelas” (Husaini Usman, 2003: 181).

Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Al-Ikhlas Sungai Abang Kabupaten Sarolangun.

Tabel 3.1

Jumlah siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Al-Ikhlas Sungai Abang Kabupaten Sarolangun

No. Lokal Jenis kelamin Jumlah

Laki-laki Perempuan

1 A 12 10 22

2 B 11 13 23

Jumlah 45

2. Teknik Pengambilan Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin untuk mempelajari semuanya, dikarenakan keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari

(47)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi populasi dengan catatan sampel yang diambil haruslah representatif atau bersifat mewakili populasi (Sugiyono, 2014: 81). Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti (Arikunto, 2002: 108).

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling, dimana pengambilannya secara acak tanpa memperhatikan strata atau tingkatan dalam anggota kelompok populasi. Simple random sampling dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen (Sugiyono, 2013:82). Sebelum pengambilan sampel terlebih dahulu dilakukan uji normalitas yang dapat dilihat pada (lampiran II), Maka sampel didapat dengan cara, dipilih secara acak menggunakan undian dengan gulungan kertas yang ditulis masing-masing nama siswa yang berjumlah 26 orang, kemudian terpilih sampel dalam penelitian ini adalah 15 orang dari 26 orang siswa yang memiliki pemahaman konsep matematis rendah.

D. Variabel-variabel dan Perlakuan Penelitian

Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang. Obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2014: 38).

Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lainnya maka maca-macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi:

1. Variabel Independen, variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, prediktor, antecendent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab peurubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).

2. Variabel dependen, sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut variabel terikat.

(48)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2014: 39).

Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat teridentifikasi bahwa penelitian ini mengandung dua variabel, yaitu:

1. Variabel bebas (X) yakni penggunaan Geogebra yang digunakan pada siswa kelas VIII pada pokok bahasan SPLDV.

2. Variabel terikat (Y) yakni kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang dimaksud adalah kemampuan pemahaman konsep siswa terhadap pelajaran matematika setelah diberi perlakuan.

E. Intrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian (Karunia & Mokhammad, 2015: 163). Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah “tes” dan perangkat pembelajaran berupa RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Tes merupakan salah satu bentuk instrumen yang digunakan untuk melakukan pengukuran.

Tujuan melakukan tes adalah untuk mengetahui pencapaian belajar atau kompetensi yang telah dicapai peserta didik untuk bidang tertentu (Djemari, 2012: 108).

1. Pemahaman Konsep Matematis a) Definisi Konseptual

Pemahaman konsep adalah kemampuan bersikap, berpikir dan bertindak yang ditunjukkan oleh siswa dalam memahami definisi, pengertian, ciri khusus, hakikat dan inti/isi ataupun ide abstrak dalam materi matematika tentang suatu objek atau kejadian yang dibentuk dengan memandang sifat-sifat yang sama dan golongannya masing-masing dan mampu membedakan mana yang termasuk contoh dan bukan contoh dari ide abstrak tersebut.

(49)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi b) Definisi Operasional

Secara operasional pemahaman konsep matematis siswa adalah skor yang diperoleh siswa atas kemampuannya dalam menjawab soal uraian matematika yang didasari pada indikator pemahaman konsep matematis. Soal uraian yang diberikan berjumlah 5 soal. Dengan nilai maksimal yang akan diperoleh siswa adalah 100 dan minimal 0.

2. Media Pembelajaran Geogebra a) Definisi Konseptual

Geogebra adalah software dinamis yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam pembelajaran matematika khususnya geometri, aljabar dan kalkulus dan untuk mendemonstrasikan atau memvisualisasikan konsep-konsep matematis serta sebagai alat bantu untuk mengkonstruksi konsep-konsep matematis memudahkan siswa untuk dapat menemukan, mengemukakan, dan membuat representasi matematis dari ide atau gagasan matematis yang dimiliki siswa.

b) Definisi Operasional

langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah:

1) Guru memperkenalkan aplikasi Geogebra kepada siswa.

2) Guru menjelaskan cara penggunaan aplikasi Geogebra kepada siswa.

3) Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari secara singkat kepada siswa, kemudian memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membaca dan mempelajari materi.

4) Guru menjelaskan satu contoh soal kepada siswa dan menyelesaikan soal tersebut seperti langkah pada buku.

5) Kemudian guru akan mengecek kebenaran hasil dari soal tadi dengan menggunakan aplikasi Geogebra kepada siswa.

(50)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi 6) Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang

terdiri dari 3 siswa perkelompok.

7) Kemudian guru memberikan soal kepada masing-masing kelompok untuk didiskusikan cara penyelesaiannya dan mengecek kebenaran hasil soal tersebut menggunakan aplikasi Geogebra.

8) Guru memberikan kesimpulan 9) penutup

3. Kisi-kisi Instrumen

Kisi-kisi instrumen tingkat kemampuan pemahaman konsep matematika adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2

Kisi-kisi instrument

Indikator Soal Indikator Pemahaman Konsep matematika

Nomor Soal

Menjelaskan Pengertian Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)

1. Menyatakan ulang suatu konsep

1

Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)

2. Mengklasifikasikan objek menururt sifat tertentu sesuai dengan konsepnya

2

Menyelesaikan model matematika dari

3. Mengaplikasikan konsep atau algoritma dalam

3

(51)

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi kehidupan sehari-hari

yang berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)

pemecahan masalah

Menyelesaikan model matematika dari kehidupan sehari-hari yang berkaitan

dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)

4. Menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis

4

Menyelesaikan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) dengan substitusi atau eliminasi

5. Menggunakan dan memanfaatkan serta memilih prosedur atau operasi tertentu

5

Jumlah 5

Referensi

Dokumen terkait

Perbedaan nilai GERD-Q yang bermakna di bulan Ramadhan dibandingkan dengan di luar bulan Ramadhan pada subjek dalam kelompok berpuasa Ramadhan penting secara klinis

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa, pemahaman konsep adalah kemampuan menangkap pengertian-pengertian seperti mampu memahami atau mengerti apa yang

Melihat keadaan jemaat GBKP Sukamakmur yang dimana komunikasi dan interaksi yang dimediasi oleh sesuatu hal yang berbasis teknologi, dapat dihubungkan dengan Teori

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep adalah kemampuan siswa untuk menyatakan ulang suatu konsep yang diperoleh dalam pembelajaran

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) pengaruh jarak tanam berbeda nyata sampai berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah

• Using a clear and consistent approach to project management helps projects succeed.. Project Management

Since the thesis is trying to identify the inaccuracy in translating English singular and plural forms, to find the effects of the inaccuracy toward its original story, and to