• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model Proses Pemilihan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Model Proses Pemilihan"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

Sistem e-Voting menurut

Election Markup Language (EML)

Specification Version 6.0

Bowo Prasetyo Universitas Gunadarma

8 Nopember 2011

(2)

Model Proses Pemilihan

Tahap pra-pemungutan:

– Proses nominasi kandidat. – Proses pendaftaran pemilih.

Tahap pemungutan:

– Proses pemungutan.

Tahap pasca-pemungutan:

– Proses penghitungan hasil. – Proses audit.

(3)

Proses Nominasi Kandidat

Adalah proses untuk menyetujui

nominator sebagai kandidat sah untuk

posisi tertentu di pemilihan.

Kandidat bisa individu atau partai.

Alur Nominasi Kandidat

Penyelenggara pemilihan membuka proses

nominasi.

Pihak yang berminat melakukan nominasi

kandidat (210).

– a. Nominator sendiri melakukan nominasi

dengan melampirkan daftar pendukung.

– b. Setiap pendukung menominasikan

kandidatnya dengan persetujuan sang nominator.

Penyelenggara pemilihan memeriksa

(4)

Alur Nominasi Kandidat

Mungkin juga berkomunikasi dengan

penyelenggara pemilihan di wilayah lain

(230).

Nominator akan diberitahu hasil

pemeriksaan (220).

Hasil akhir proses ini adalah daftar

kandidat (230).

Skema EML Nominasi

Kandidat

EML 110 – peristiwa pemilihan

– Informasi mengenai pemilihan. Biasanya

digunakan untuk mengkomunikasikan informasi dari penyelenggara pemilihan.

EML 210 – nominasi kandidat

– Untuk menominasikan kandidat atau partai,

persetujuan atau pengunduran diri.

EML 220 – jawaban terhadap nominasi

– Untuk mengkonfirmasi apakah nominasi

(5)

Skema EML Nominasi

Kandidat

EML 230 – daftar kandidat

– Rincian kontes dan kandidat.

(6)

Pendaftaran Pemilih

Adalah proses pencatatan hak pilih

seseorang pada sistem pendaftaran

pemilih.

Bagian penting dari proses ini adalah

identifikasi orang tersebut.

Alur Pendaftaran Pemilih

Dimulai dari komunikasi antara pemilih

dan penyelenggara pemilihan (310):

– Menambah pemilih.

– Memodifikasi pemilih (termasuk

menghapus).

– Cara komunikasi tidak ditentukan, bisa

online maupun offline.

Pertukaran data dengan database lain

(penyelenggara pemilihan wilayah lain,

lembaga pemerintah dll) (330).

(7)

Alur Pendaftaran Pemilih

Di sini komunikasi dengan pemilih

meliputi:

– Opsi kanal pemilihan (360).

– Informasi pemungutan (150/340). – Generik (350).

Pada tanggal yang telah ditentukan,

subset dari database pemilih akan

ditetapkan, kemudian dari sini akan

dihasilkan daftar pemilih (330).

Skema EML Pendaftaran

Pemilih

EML 150 – distrik geografis

– Mengizinkan penggunaan sistem pemetaan

geografis untuk menggambarkan distrik dan batas pemilihan serta pemungutan.

EML 310 – pendaftaran pemilih

– Untuk mendaftarkan pemilih pada pemilihan.

EML 330 – daftar pemilih

(8)

Skema EML Pendaftaran

Pemilih

EML 340 – informasi pemungutan

– Pemberitahuan ke pemilih pada pemilihan,

keabsahan mereka dan bagaimana untuk memberikan suara.

EML 350 – generik

– Menyediakan struktur bersama untuk

komunikasi dari/ke pemilih dan internal.

EML 360 – kanal

– Menawarkan/menetapkan kanal pemungutan

dari pemilih.

(9)

Proses Pemungutan

Meliputi

– Otentikasi pemilih, dan – Pemberian suara.

Alur Pemungutan

Pemilih memberikan suara dengan pilihan:

– Cara fisik: kanal pos atau surat suara

kertas.

– Cara elektronik: berbagai kanal e-voting.

Setiap kanal mempunyai gateway untuk

menerjemahkan antara terminal pemilih

dan sistem pemungutan (410, 420, 430,

440, 450, 445).

Otentikasi memastikan pemilih yang sah

(420).

(10)

Alur Pemungutan

Pemilih memberikan suara secara

teramankan (440).

Suara disegel bersama vtoken dan

dimasukkan ke kotak suara elektronik

(460).

Log vtoken (470) dan log audit (480)

dikumpulkan ke sistem audit.

Skema EML Pemungutan

EML 410 – surat suara

– Menggambarkan surat suara aktual yang

digunakan pada pemilihan.

EML 420 – otentikasi pemilih

– Untuk otentikasi pemilih sepanjang proses

pemungutan.

EML 430 – jawaban otentikasi

– Menunjukkan apakah otentikasi sukses

atau tidak, mungkin menampilkan surat suara ke pemilih.

(11)

Skema EML Pemungutan

EML 440 – memberikan suara

– Catatan aktual dari pemberian suara.

EML 445 – mengambil suara

– Untuk sistem yang mempunyai kotak pra

surat suara dari mana suara dapat diambil dan dikonfirmasi.

EML 450 – mengkonfirmasi suara

– Menunjukkan apakah suara telah diterima

dan memberikan nomor referensi atau ditolak.

Skema EML Pemungutan

EML 460 – grup suara

– Grup dari suara yang dikirim untuk

penghitungan.

EML 470 – log vtoken

– Menambahkan token pemungutan ke log

audit.

EML 480 – log audit

– Akses dokumen ke catatan pemungutan

(12)

Proses Pelaporan Suara

Alur Pelaporan Suara

● Sistem pemungutan mengkomunikasikan suara

ke sistem penghitungan atau sistem analisa.

– Menghasilkan perhitungan suara (510). – Penghitungan ulang dapat dilakukan di sini.

● Perhitungan suara dianalisa dan diperiksa.

– Menghasilkan hasil akhir (520).

● Hasil akhir dapat dianalisa dan diperiksa lagi.

● Atau diekstrak statistiknya untuk diinput ke sistem

analisa.

(13)

Skema EML Pelaporan Suara

EML 510 – perhitungan

– Hasil dari kontes pemilihan dan

perhitungan.

EML 520 – hasil

– Mengkomunikasikan rincian hasil spesifik

atas kandidat dan pemilihan.

EML 530 – statistika

– Informasi statistik mengenai perhitungan

dan hasil di atas.

(14)

Sistem Pengauditan

Lembaga legal berisi petugas pemilihan

dan perwakilan kandidat dapat menguji

proses-proses yang digunakan untuk

mengumpulkan dan menghitung suara,

sehingga akan membuktikan keaslian

hasil akhir.

Persyaratan Pengauditan

Petugas pemilihan harus dapat menghitung

semua surat suara:

– yang diterbitkan = yang digunakan + yang

rusak + yang tidak digunakan.

– Masukan: 460 (suara), 470 (vtoken), 480

(audit).

– Dan log dari sistem otentikasi pemilih

(vtoken generator):

● Jumlah pemilih sah dan vtoken yang

dihasilkan.

– (460 + 470) vs (log sistem otentikasi). – 460 vs 480.

(15)

Persyaratan Pengauditan

Petugas pemilihan harus dapat

membuktikan bahwa suara tidak diubah:

– Suara harus disegel bersama vtoken

dengan digital signature.

Petugas pemilihan harus dapat menghitung

ulang suara ketika hasil dipermasalahkan.

– Jumlah suara dalam (460) vs audit (480).

Persyaratan Pengauditan

Petugas pemilihan harus punya

mekanisme yang memungkinkan banyak

pemantau menyaksikan semua proses

pemungutan.

– Segel dan log audit (480) memungkinkan

pemantauan saat pemungutan

berlangsung tanpa mengungkap suara maupun identitas pemilih.

(16)

Keamanan e-Voting menurut

Election Markup Language (EML)

Specification Version 6.0

Persyaratan Keamanan Dasar

Otentikasi

– Pengecekan kebenaran klaim identitas

atau hak pilih.

Privasi/Kerahasiaan

– Informasi pemilih dan suaranya harus

dirahasiakan.

– Jumlah perolehan suara kandidat tidak

boleh diketahui sampai pemungutan selesai.

(17)

Persyaratan Keamanan Dasar

Integritas

– Surat suara yang ditampilkan dan suara

yang diberikan harus benar dan tidak diubah.

● Suara harus disegel dengan digital

signature.

Non-repudiation

– Pemilih tidak bisa menyangkal pilihannya.

● Suara harus disegel dengan digital

signature.

Persyaratan Keamanan

Spesifik

● Hanya pemilih sah yang dibolehkan memberikan

suara.

● Hanya satu set pilihan yang dibolehkan per

pemilih per kontes.

● Suara tidak dapat diubah dari maksud pemilih. ● Suara tidak boleh dipantau sampai waktunya. ● Sistem evoting harus akuntabel dan auditabel. ● Informasi otentikasi pemilih/hak pilih harus dijaga

(18)

Persyaratan Keamanan

Spesifik

Privasi pemilih harus dijaga sesuai hukum.

Opsi pemberian suara untuk pemilih harus

genuine.

Pembuktian bahwa semua suara genuine

telah dihitung dengan akurat.

(19)

Arsitektur Keamanan

Identifikasi dan pendaftaran pemilih

Otentikasi hak pilih

Validasi hak pilih dan penyegelan suara

Kerahasiaan suara

Akurasi penghitungan suara

Kendali keamanan sistem e-voting

Identifikasi dan Pendaftaran

Pemilih

Termasuk proses pra-pemungutan.

Otentikasi identitas seorang pemilih.

Otentikasi hak pilih orang tersebut.

(20)

Otentikasi Hak Pilih

Pada saat pemungutan pemilih sah

mendapat vtoken sebagai otentikasi hak

pilih.

Vtoken unik dan random.

Vtoken diasosiasikan dengan suara.

Vtoken tidak bisa diasosiasikan dengan

identitas pemilih.

Validasi Hak Pilih dan

Penyegelan Suara

Sebelum memberikan suara vtoken harus

divalidasi.

Suara harus disegel bersama vtoken

dengan digital signature, sehingga:

– Suara tidak dapat diubah dari maksud

pemilih.

– Sistem evoting menjadi akuntabel dan

(21)

Kerahasiaan Suara

Semua suara yang diberikan tidak bisa

dipantau sampai waktu yang ditentukan.

– Tidak ada akses ke database suara. – Tidak ada akses ke kunci dekripsi suara.

Suara tidak bisa diasosiasikan dengan

pemilih.

– Vtoken tidak bisa diasosiasikan dengan

pemilih.

– Urutan suara di database diacak, supaya

tidak sesuai dengan urutan pemilih.

Akurasi Penghitungan Suara

Audit harus dapat membuktikan bahwa:

– Semua suara yang diberikan adalah

genuine.

– Semua suara genuine adalah dihitung.

Diperlukan penyegelan (suara + vtoken)

dengan digital signature.

– Skema 470 dan 480.

(22)

Kendali Keamanan Sistem

eVoting

Seluruh operasi sistem evoting dan

lingkungan fisiknya harus teramankan.

Diperlukan kendali sistem yang tepat

terkait prosedur, fisik dan komputasi.

Diperlukan kebijakan keamanan tertulis

berdasar analisa resiko yang

mengidentifikasi:

– Target-target keamanan.

– Kendali keamanan yang diperlukan.

Implementasi Vtoken dan Signature

EVM versi 1.0

(23)

Memberikan Suara

(24)

Pilihan (Suara)

WriteInCandidateName

– Nama (gabungan) kandidat yang

ditampilkan ke pemilih, apa adanya langsung dicatat termasuk nomor, titik, spasi dan tanda baca lainnya.

– Misal: “1. Durian – Sirsak“, “2. Pisang –

Semangka”, dll.

Vtoken

4 byte nomor TPS.

128 bit (16 byte) UUID.

Vtoken adalah byte array dengan panjang

20:

– Posisi[0 - 3] = nomor TPS. – Posisi[4 – 19] = UUID.

(25)

Suara + Vtoken

public class SealStructure

implements Serializable {

private byte[] vtoken;

private String vote;

}

Diserialisasi ke byte array.

Dienkripsi dengan publik key sebagai

secret key menggunakan algoritma DES.

Signature

Obyek signature adalah:

– Pada mesin vtoken generator: vtoken. – Pada mesin EVM: (suara + vtoken).

Menggunakan algoritma SHA1 dengan

DSA.

Private key menggunakan algoritma DSA

dengan encoding PKCS8.

Public key menggunakan algoritma DSA

(26)

Format Penulisan File

● Byte array ditulis langsung sebagai file binari.

[256 byte FVote][64 byte FSign]

● FVote[255] = panjang array (suara + vtoken) ● FVote[0 ~ …] = array (suara + vtoken)

● FSign[63] = panjang array signature ● FSign[0 ~ …] = array signature

Referensi

Dokumen terkait

Pelaksanaan pengelolaan pendidikan (khususnya sekolah) sangat rumit dan unik, terutama karena terbatasnya sumber-sumber pendukung yang diperlukan untuk penyelenggaraan

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penurunan kadar glukosa darah atau efek antihiperglikemik fraksi ekstrak etanol batang parang romang. Sampel batang

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari PT.Gudang Garam,Tbk, di Bursa Efek Indonesia.. Sumber data tersebut berdasarkan dari

Mengisahkan persehabatan Lembu Nandaka dan Singa Pinggala di hutan Malawa kawasan kekuasaan Singa Pinggala. Persehabatan yang terjalin cukup lama membuat Anjing ki

Hasil penelitian menunjukkan holdovertime terkecil adalah perlakuan kontrol (tanpa pemberian larutan anti-icing) dengan waktu 0 menit dan holdovertime yang paling

Sesuai dengan tujuan penelitian yang telah diungkapkan pada bab I tentang hubungan antara disiplin dalam pembelajaran praktik dengan hasil belajar siswa pada mata

Halaman untuk menghapus item yang terdapat dalam tabel kontrak perdagangan valuta asing.. CFD

Bapak Taufik, M.Si., Ph.D selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta, selaku pembimbing akademik, serta selaku pembimbing skripsi yang telah