• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI RAMAH LINGKUNGAN ALAT TANGKAP TRAMMEL NET DI PERAIRAN SUAK SEUMASEH KECAMATAN SAMATIGA KABUPATEN ACEH BARAT SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "STUDI RAMAH LINGKUNGAN ALAT TANGKAP TRAMMEL NET DI PERAIRAN SUAK SEUMASEH KECAMATAN SAMATIGA KABUPATEN ACEH BARAT SKRIPSI"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI RAMAH LINGKUNGAN ALAT TANGKAP

TRAMMEL NET

DI PERAIRAN SUAK SEUMASEH

KECAMATAN SAMATIGA KABUPATEN ACEH BARAT

SKRIPSI

ZULKHAIRIANSYAH 08C10432058

PROGRAM STUDI PERIKANAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS TEUKU UMAR

(2)

STUDI RAMAH LINGKUNGAN ALAT TANGKAP

TRAMMEL NET

DI PERAIRAN SUAK SEUMASEH

KECAMATAN SAMATIGA KABUPATEN ACEH BARAT

SKRIPSI

ZULKHAIRIANSYAH 08C10432058

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Perikanan Pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar

PROGRAM STUDI PERIKANAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS TEUKU UMAR

(3)

LEMBAR PENGESAHAN

Tanggal Ujian Sidang : 23Februari2013 Tanggal Lulus :

(4)

LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI Skripsi/tugas akhir dengan judul:

STUDI RAMAH LINGKUNGAN ALAT TANGKAP

TRAMMEL NETDI PERAIRAN SUAK SEUMASEH KECAMATAN SAMATIGA KABUPATEN ACEH BARAT

Yang disusun oleh:

Nama : Zulkhairiansyah

Nim : 08C10432058

Fakultas : Perikanan dan Ilmu Kelautan

Program Studi : Perikanan

Telah dipertahankan didepan dewan penguji pada tanggal 04 Agustus 2012 dan

(5)

RIWAYAT HIDUP

Zulkhairiansyah, dilahirkan di Ujung Kalak tanggal 29 Januari 1988. Merupakan anak pertama dari 4 bersaudara dari pasangan Teuku Darmansyah dan Nurhayani.

Memasuki pendidikan formal pada tahun1994-1999 di MIN Negeri Meulaboh. Pada tahun 1999-2002 melanjutkan pendidikan di SLTP Negeri 5 Meulaboh. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan di SMK Negeri 2 Meulaboh pada tahun 2004-2007. Pada tahun 2008 penulis terdaftar sebagai mahasiswa program studi Perikanan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Selama mahasiswa penulis aktif sebagai panitia dalam berbagai kegiatan acara di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan seperti: Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan (BEM-FPIK) 2009-2010, Ketua Majelis Permusyarawatan Mahasiswa Universitas Teuku Umar (MPM-UTU) 2011-2012, Seminar Pembangunan Daerah, Seminar Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia di Ternate (2012), Lintas Pemuda Bahari (Sail Morotai, 2012) Seminar Nasional dalam program “Teknologi Budidaya Perikanan dan Peluang Bisnis di Wilayah Aceh Barat-Selatan” Seminar daerah dalam program “Prospek Pengembangan Ekonomi Kawasan Barat-Selatan”

(6)

UCAPAN TERIMA KASIH

Ucapan terima kasih disampaikan penulis kepada :

1. Ibu Yuli Erina, S.Si., M.Si, selaku dosen pembimbing I yang telah membimbing, serta memberi saran sehingga tersusunnya Skripsi ini;

2. Bapak M. Rizal, S.Pi., M.Si, selaku dosen pembimbing II yang telah membimbing, serta memberi saran sehingga tersusunya Skripsi ini;

3. Ibu Uswatun Hasanah, S.Si., M.Si, selaku Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar yang telah memberi ijin penelitian;

4. Bapak M. Rizal, S.Pi., M.Si, selaku Ketua Program Studi Perikanan Universitas Teuku Umar;

5. Bapak Ir. Said Majali, MM dan Bapak Safrizal, S.P., M.Sc sebagai penguji pada sidang ujian akhir/skripsi yang telah memberikan masukan dan saran, sehingga penulisan ini menjadi lebih sempurna;

6. Seluruh Staf pengajar pada program Studi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar yang telah membekali berbagai disiplin ilmu pengetahuan sehingga dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan baik;

7. Ayahanda (T. Darmasyah) dan Ibunda (Nurhayani) keluarga tercinta lainnya yang telah mencurahkan kasih sayangnya dan senantiasa mengiringi do’a serta memberi dorongan moril dan materil yang tidak pernah putus-putus bagi penulis;

(7)

PERYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER INFORMASI

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi Studi Ramah Lingkungan Alat Tangkap Trammel Net di Perairan Suak Seumaseh Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat adalah karya saya sendiri dengan arahan dosen pembimbing dan belum pernah diajukan dalam bentuk apapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya ilmiah yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka dibagian akhir skripsi.

Alue Penyareng, 2013

(8)

1 )

Students Fisheries Programe,Faculty of Fisheries and Marine Science,University of Teuku Umar 2)

Lecturer Faculty of Fisheries and Marine Science,University of Teuku Umar

STUDI RAMAH LINGKUNGAN ALAT TANGKAPTRAMMEL NETDI PERAIRAN SUAK SEUMASEH KECAMATANSAMATIGA

KABUPATEN ACEH BARAT

Oleh

1)

Zulkhairiansyah2)Yuli Erina2)Muhammad Rizal

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober sampai dengan November 2012 di Perairan Suak Seumaseh Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat. Tujuan penelitian adalah adalah untuk mengetahui tingkat selektivitas alat tangkap trammel netdan komposisi hasil tangkapan alat tangkap trammel netdi perairan Suak Seumaseh Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini mengunakan metode survey. Metode pengambilan data yang digunakan adalah SimpleRandom Sampling. Metode analisis yang digunakan yakni analisis deskriptif kualitatif yaitu menceritakan data yang diperoleh dilapangan disajikan dalam bentuk tabel dan diagram pie. Hasil analisis diperoleh bahwa, alat tangkap trammel netyang dioperasikan di Desa Suak Seumaseh Kecamatan Samatiga merupakan alat tangkap ramah lingkungan dan kurang selektif terhadap sumberdaya (udang dan ikan) yang ada diperairan Meulaboh. Komposisi hasil tangkapan trammel net adalahUdang Dogol (Metapenaeus endeavouri)16% dan Udang Jerbung(Penaeus merguiensis)12%, Pari Kuning (Himatura fai) 1%, Pari Kupu-kupu(Gymura poecilura) 0%, Nomai (Harpadon nereus) 12%, Ikan Lidah(Cynoglossus sp) 16%, Senangin(Mugil cephalus) 8%, Cumi-cumi(Loligo sp) mencapai 8%, Lemuru (Ambligaster sim) 16% dan Belanak (Valamugil seheli)11%.

(9)

1 )

Students Fisheries Programe,Faculty of Fisheries and Marine Science,University of Teuku Umar 2)

Lecturer Faculty of Fisheries and Marine Science,University of Teuku Umar

Environmental Friendly Studies Net Capture Device Trammell Suak Seumaseh Kecamatan Samatiga in West Aceh waters

By

1)

Zulkhairiansyah2)Yuli Erina2)Muhammad Rizal

ABSTRACT

The research was conducted in October-November 2012 in Suak Seumaseh Kecamatan Samatiga west Aceh thedistrict. The research objective was to determine the level is gear selectivity and composition of trammel net catches trammel net gear in the waters of Suak Seumaseh, West Aceh district. This research survey method. The method of data collection used was Sample Random sampling. The method of analysis used is qualitative descriptive analysis of the data obtained in the field tells presented in tables and pie charts. The results of the analysis found that, trammel net fishing gear operated in the Village Suak Seumaseh Samatiga an environmentally friendly fishing gear and less selective about the resource (fish and shrimp) in the waters of Meulaboh. The composition of trammel net Udang Dogol (Metapenaeus endeavouri)16% dan Udang Jerbung(Penaeus merguiensis)12%, Pari Kuning (Himatura fai) 1%, Pari Kupu-kupu(Gymura poecilura) 0%, Nomai (Harpadon nereus) 12%, Ikan Lidah(Cynoglossus sp) 16%, Senangin(Mugil cephalus) 8%, Cumi-cumi(Loligo sp) mencapai 8%, Lemuru (Ambligaster sim) 16% dan Belanak (Valamugil seheli)11%.

(10)

RINGKASAN

ZULKHAIRIANSYAH. 08C10432058, Studi Ramah Lingkungan Alat Tangkap Trammel Net di Perairan Suak Seumaseh Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat. Dibimbing oleh YULI ERINA, S.Si., M.Si dan MUHAMMAD RIZAL, S.Pi., M.Si.

Trammel netmerupakan jaring insang yang memiliki ciri khusus dan terdiri

dari tiga lapis jaring, dua lapis disebelah luar ukuran mata jaring lebih besar dari

lapisan dalam. Trammel net disebut juga jaring gondrong atau jaring tiga lapis

(Jatilap) yang dioperasikan pada dasar perairan dan permukaan perairan. Untuk

mengetahui tingkat selektivitas alat tangkap trammel net dan komposisi hasil

tangkapan alat tangkap trammel net di perairan Suak Seumaseh Kecamatan

Samatiga Kabupaten Aceh Barat. Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui

tingkat selektivitas alat tangkap trammel net di perairan Suak Seumaseh

Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat, (2) untuk komposisi hasil tangkapan

alat tangkap trammel net. Penelitian ini mengunakan metode survey. Metode

pengambilan data yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Metode

analisis yang digunakan yakni analisis deskriptif kualitatif yaitu: (1) Menceritakan

data yang diperoleh dilapangan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar, (2)

Menyajikan data yang diperoleh dalam bentuk persentase dan diagram pie. Hasil

analisis diperoleh, bahwa alat tangkap trammel net yang dioperasikan di Desa

Suak Seumaseh Kecamatan Samatiga merupakan alat tangkap ramah lingkungan

dan kurang selektif terhadap sumberdaya (udang dan ikan) yang ada di perairan

Meulaboh. Komposisi hasil tangkapan trammel net adalah Udang Dogol

(Metapenaeus endeavouri)16% dan Udang Jerbung (Penaeus merguiensis)12%,

Pari Kuning (Himatura fai) 1%, Pari Kupu-kupu (Gymura poecilura)0%, Nomai

(Harpadon nereus) 12%, Ikan Lidah (Cynoglossus sp) 16%, Senangin (Mugil

cephalus) 8%, Cumi-cumi (Loligo sp) mencapai 8%, Lemuru (Ambligaster sim)

(11)

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat

hidayah dan ridho – Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian Studi

Ramah Lingkungan Alat Tangkap Trammel Net di Perairan Suak Seumaseh

Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat ini dapat terselesaikan. Ungkapan

terima kasih penulis ucapkan kepada Dosen Pembimbing I Yuli Erina, S.Si.,

M.Si dan pembimbing II Muhammad Rizal, S.Pi., M.Si yang telah banyak

membantu penulis dalam proses penyusunan skripsi ini hingga selesai.

Skripsi ini penulis susun berdasarkan data yang selama ini penulis

dapatkan di lapangan, penulis sangat menyadari bahwa dalam penyusunan

skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, kami sangat

mengharapkan kritik dan sarannya yang bersifat membangun dari para pembaca

umumnya, agar kedepannya menjadi lebih baik lagi terimakasih.

Meulaboh, 2013

(12)

ii 2.1 IdentifikasiTrammel Net ... 5

2.2 KonstruksiTrammel Net ... 6

2.3 PengoprasianTrammel Net ... 8

2.4 Hasil TangkapanTrammel net... 11

2.5 Kriteria Alat Tangkap Ramah Lingkungan... 11

2.6 Selektivitas... 13

III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat ... 14

3.2 Alat dan Bahan... 14

4.3 Spesifikasi Unit Penangkapan ... 19

4.3.1 Kapal... 19 5.1 SelektivitasTrammel Net... 26

5.1.1 Cara Tertangkapnya Udang ... 28

5.1.2 Ramah Lingkungan ... 29

5.2 Komposisi Hasil Tangkapan ... 29

VI. KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan ... 33

(13)

iii

(14)

iv

DAFTAR TABEL

Halaman

1. Alat di lapangan ... 14

2. Alat di laboratorium ... 14

3. Jumlah Kapal ... 20

4. Hasil tangkapan utamatrammel net... 27

(15)

v

DAFTAR GAMBAR

Halaman

1.Trammel Net... 6

2. Alat TangkapTrammel Net... 21

3. Jumlah hasil tangkapan utama ... 27

(16)

1

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Sumber daya ikan meskipun termasuk sumber daya yang dapat pulih namun bukan tidak terbatas. Oleh karena itu perlu dikelola secara bertanggung jawab agar berkelanjutan dan kontribusinya terhadap kesediaan nutrisi. Peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. Kenyataan di lapangan yang terjadi saat ini adalah adanya peningkatan usaha pemanfaatan sumber daya perikanan yang berimplikasi terhadap degradasi lingkungan. Pada akhirnya akan berdampak negatif terhadap kehidupan manusia di masa akan datang.

Wilayah pesisir di Provinsi Aceh memiliki panjang pantai mencapai 1.660 km sehingga mempunyaikawasan pesisir dan lautan seluas 57.365,57km2 (Halim,2003). Aceh Barat yang memiliki panjang garis pantai 50,55 km dengan luas perairan lautnya 233 km2dengan berbagai variasi ekosissistem memiliki hasil tangkapan ikan laut yang beragam (DKP Aceh Barat, 2011).

(17)

2

Alat tangkaptrammel netmerupakan alat yang di modifikasikan dari jaring, yang digunakan untuk menangkap udang dan ikan (Subani dan Barus,1989). Namun belum banyak diketahui secara jelas alat tangkap trammel net termasuk jenis alat tangkap ramah lingkungan dan yang selektif terhadap sumber daya ikan.

Identifikasi dan pengelompokan alat penangkap berdasarkan indikator ramah lingkungan melalui 4 kriteria, yaitu : 1) Sangat merusak, 2) Merusak, 3) Ramah lingkungan, 4) Sangat ramah lingkungan (Dirjen Perikanan Tangkap, 2005).

Teknologi penangkapan ikan adalah suatu alat tangkap yang hanya memerlukan sedikit atau bahkan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, yaitu sejauhmana alat tangkap tersebut merusak terhadap perairan,kemungkinan hilang alat tangkap serta kontribusinya terhadap polusi. Faktor lainadakah dampakterhadap bio-diversity yaitu komposisi hasil tangkapan, adanyaby-catchserta tertangkapnya ikan-ikan kecil.

(18)

3

1.2 Perumusan Masalah

Cara lain untuk meningkatkan hasil tangkapan tanpa merusak kelestarian sumber daya hayati perikanan dengan mengunakan alat tangkap yang selektif dan sesuai dengan daerah penangkapan, dimana alat tersebut dioperasikan. Tetapi pada kenyataannya, alat ini kurang selektif karena bisa mengakibatkan rusaknya biota yang ada di laut.

Berdasarkan uraian di atas, masalah yang ada dalam penelitian ini sebagai berikut : 1) Jenis alat tangkap trammel net merupakan salah satu alat tangkap ramah lingkungan dan selektif terhadap sumber daya ikan yang ada diperairan Suak Seumaseh Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat. 2) Komposisi jenis hasil tangkapan alat tangkap trammel net di perairan Suak Seumaseh Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui tingkat selektivitas alat tangkap trammel net di perairan Suak Seumaseh Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat. 2. Untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan alat tangkap trammel net

(19)

4

1.4Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah : a. Pemerintah daerah

Membantu peran Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Aceh Barat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan alat tangkap trammel net dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

b. Masyarakat

Masyarakat dapat menggunakan trammel net sebagai alat tangkap ramah lingkungan, peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup para nelayan dengan optimalisasi potensi yang ada.

c. Mahasiswa

(20)

5

II . TINJAUAN PUSTAKA

2.1 IdentifikasiTrammel Net

Jatilap merupakan singkatan dari jaring tiga lapis. Ini adalah salah satu nama Indonesia dari trammel net. Jaring ini juga dikenal dengan berbagai nama daerah seperti jaring gondrong, jaring tilek dan jaring kantong. Seperti namanya, jaring ini terdiri dari tiga lapis, yaitu dimana dua lapis di luar (outer net) yang mempunyai mata jaring lebih besar mengapit satu lapis lembaran jaring yang ditengah (inner net) mempunyai mata jaring lebih kecil dan dipasang agak renggang. Dilihat dari cara tertangkapnya ikan, karena ikan tertangkap di bagian insang dengan posisi terbelit atau terjerat pada jaring. Menurut jenis bahan jaring yang digunakan, trammel net di perairan Indonesia dibedakan kedalam tiga jenis yaitu jaring tiga lapis monofilamen, multi filamen, serta kombinasi keduanya(Subani dan Barus,1989).

(21)

6

Gambar 1.Trammel Net(Subani dan Barus, 1989).

2.2 KonstruksiTrammel Net

Konstruksi trammel netdiIndonesia menurut Martasuganda (2008) padaumumnya adalah sebagai berikut :

1. Badan Jaring

Badan jaring pada trammel net dibentuk oleh tiga lapis jaring, yang terdiri dari satu lapis jaring bagian dalam (inner net) yang berfungsi untuk menjerat udang atau ikan yang membentuk kantong, biasanya terbuat dari monofilamen.

Dua lapis jaring bagian luar (outer net) berfungsi sebagai penguat jaring bagian dalam serta sebagai kerangka untuk terbentuknya kantong pada jaring bagian dalam, bahannya terbuat dari multifilamen.

Mata jaringinner net yang berukuran 1,5 inchi digunakan jaring berukuran 6 inchi untuk bagian outer net dan jika inner net menggunakan jaring dengan ukuran2 inchi maka untuk outer net digunakan jaring dengan ukuran 6 ½ inchi.Bahan yang digunakan untuk jaringouter netadalah nylon dan plastik untuk jaringinner net(Martasuganda, 2008).

2. Selvedge

(22)

7

selvedgeadalah untuk melindungi jaring, terutama pada bagian bawah jaring agar kuat saat bergesekan dengan dasar perairan(Martasuganda, 2008).

3. Tali Ris

Tali ris yang digunakan terbuat dari bahan tambang atau polyethylene dengan ukuran diameter 4 mm untuk tali ris atas dan 1,5 mm untuk tali ris bawah. Talirisatas berfungsi untuk mengantungkan badan jaring dan tempat mengikatkan pelampung. Tali ris bawah berfungsi untuk tempat mengikatkan pemberat dan menghubungkan pemberat dengan badan jarring(Martasuganda, 2008).

4. Tali Selambar

Tali selambar berfungsi untuk menghubungkan jaring dengan kapal yang disebut tali selambar belakang, sedangkan tali selambar depan adalah tali yang menghubungkan jaring dengan pelampung tanda. Bahan tali selambar ialahpolyethylene.Panjang tali selambar yang biasa digunakan sekitar 100 - 120 m dengan diameter 1,25 cm(Martasuganda, 2008).

5. Pelampung(float)

Fungsi pelampung adalah untuk mengangkat tali ris atas agar jaring terbentang sempurna dalam air. Jenis pelampung yang digunakan biasanya terbuat dari bahan plastik dan gabus. Jumlah pelampung yang digunakan biasanya 54 buah per piece jaring dengan panjang tiap gabus 3 cm dan diameter 2 cm(Martasuganda, 2008).

6. Pemberat (sinker)

(23)

8

dari timah. Jumlah pemberat yang biasanya digunakan sebanyak 240 buah/piece jaring atau sekitar 3,5 kg dengan panjang tiap pemberat 2 cm dan diameter 1 cm. Pemberat tambahan yang digunakan 2 buah biasanya berupa batu bata atau batu kali dan beratnya sekitar 7-10 kg(Martasuganda, 2008).

7. Pelampung Tanda

Pelampung tanda adalah pelampung yang terdapat pada permukaan perairan yang berfungsi sebagai tanda bagi pelintas perairan lainnya bahwa di tempat tersebut sedang dioperasikan trammel net. Pelampung tanda terbuat dari gabus dan diberi tambahan bendera sebagai penanda(Martasuganda, 2008).

2.3 PengoperasianTrammel Net

Adapun teknik pengoprasian trammel net menurut Subani dan Barus (1989)sebagai berikut:

a. Cara Lurus

Cara ini adalah yang biasa dilakukan oleh para nelayan, jumlah lembaran jaring berkisar antara 10 – 25 potongan. Perahu yang digunakan adalah perahu tanpa motor atau motor tempel, dengan tenaga kerja antara 3 – 4 orang. Pada cara ini trammel net dioperasikan di dasar laut secara lurus dan berdiri tegak. Setelah ditunggu selama 1/2 – 1 jam, kemudian dilakukan penarikan dan pelepasan ikan atau udang yang tertangkap.

b. Cara Setengah Lingkaran

(24)

9

dengan melingkarkan jaring hingga membentuk setengah lingkaran. Kemudian ditarik ke kapal dan ikan & udang yang tertangkap dilepaskan.

c. Cara Lingkaran

Pengoperasiannya dilakukan dengan menggunakan perahu motor dalam seperti pada cara setengah lingkaran. Caranya adalah dengan melingkarkan jaring di dasar perairan hingga membentuk lingkaran. Setelah itu jaring ditarik ke kapal dan udang & ikan yang tertangkap diambil.

Penggunaan trammel net banyak digunakan dalam operasi penangkapan udang di perairan pantai. Penggunaan pukat harimau yang merajalela di perairan tersebut mulai beralih pada Tahun 1980-an karena diberlakukannya Keputusan Presiden Nomor 39 mengenai pelarangan alat tangkap pukat harimau.Jenis hasil tangkapan utama alat tangkaptrammel net adalah udang. Beberapa jenis ikan lain yang tertangkap dengan alat tangkap ini antara lain jenis ikan dasar seperti ikan pari, gulamah, kerot-kerot dan lain-lain (BPPI, 1996).

(25)

10

Ada beberapa langkah strategi menurut Subani dan Barus (1989) penggunaandanpenanganan apa yang dilakukan antaralain:

a. Pemilihan bahan alat tangkap

Bahan untuk pembuatan jaring umumnya digunakan bahan sintetis Polyamide (PA) dan Polyethylene (PE). Penggunaan bahan yang tepat adalah bahan yang tidak mudah putus dan resisten terhadap korosi dan gesekan akibat penarikan jaring. Bagi nelayan tradisional, jaring yang digunakan disarankan terbuat dari bahan yang bagus dan murah.

b. Penggunaan operasi alat tangkap dan perawatannya

Operasional alat tangkap yang sesuai mulai dari penyimpanan alat tangkap, menurunkannya, menarik kembali dan menyimpannya perlu dilakukan secara baik dan benar agar alat tangkap tidak mudah rusak serta dapat digunakan dalam waktu lama. Perawatan pasca pemakaian perlu dilakukan, pembusukan ikan bekas tangkapan pada jaring agar segera dibersihkan, bagian yang putus dan robek akibat gesekan agar segera disambung dan diperbaiki, serta selalu membersihkan jaring setelah melakukan kegiatan penangkapan.

c. Penanganan ikan hasil tangkapan

(26)

11

2.4 Hasil TangkapanTrammel Net

Jenis hasil tangkapan utama alat tangkap trammel net adalah udang. Beberapa jenis ikan lain yang tertangkap dengan alat tangkap ini antara lain jenis ikan dasar seperti ikan pari, gulamah, kerot-kerot dan lain-lain. Beberapa jenis udang yang tertangkap adalah jenis udang jerbung, udang windu dan udang krosok (BPPI, 1996).

2.5 Kriteria Alat Tangkap Ramah Lingkungan

Banyak kriteria alat tangkap ramah lingkungan yang telah dibuat sebagai acuan penerapan teknologi penangkapan ikan yang berwawasan lingkungan. Berwawasan lingkungan adalah perspektif yang mempertimbangkan karakteristik dan kelestarian lingkungan. Martasuganda(2000) mengatakan bahwa teknologi penangkapan ikan yang berwawasan lingkungan adalah upaya sadar dan berencana dalam menggunakan alat tangkap yang dipergunakan untuk mengelola sumberdaya secara bijaksana dalam pembangunan yang berkesinambungan untuk meningkatkan mutu hidup tanpa mempengaruhi atau mengganggu kualitas dari lingkungan hidup.

Adapun kriteria ramah lingkungan menurut Monintja (2000) adalah sebagai berikut:

1. Selektivitas tinggi

2. Tidak destruktif terhadap habitat 3. Tidak membahayakan nelayan

4. Menghasilkan ikan yang bermutu baik

(27)

12

7. Dampak minimum terhadap keanekaragaman sumberdaya hayati 8. Tidak menangkap spesies yang dilindungi atau terancam punah 9. Hasil tangkapan sampingan yang dibuang ke laut(discard)rendah 10. Dapat diterima secara sosial.

Berdasarkan Dirjen Perikanan Tangkap (2005), dijelaskan bahwa indikator alat penangkapan ikan ramah lingkungan digolongkan menjadi 8 kriteria yang meliputi sebagai berikut:

1. Tidak menangkap di daerah terlarang ; Jika tidak mengoprasikan alat tangkap di daerah yang dilarang oleh Pemerintah secara sah, seperti kawasan konservasi.

2. Tidak membahayakan nelayan ; Jika dalam pengoprasiannya tidak membahayakan jiwa dan keselamatan nelayan.

3. Tidak menangkap spesies yang dilindungi ; Jika frekwensi tertangkanya spesies yang dilindungi relatif kecil atau tidak sama sekali.

4. Mempertahankan keanekaragaman hayati ; Jika tidak menurunkan keanekaragaman hayati perairan dengan tidak menangkap secara berlebihan pada suatu spesies tertentu yang akan mengancam keberadaannya.

5. Tidak merusak lingkungan fisik perairan ; Jika tidak merusak habitat ikan seperti terumbu karang, alga, lamun dan habitat fisik perairan lainya.

(28)

13

7. Tangkapan sampingan rendah ; Jika hasil tangkapan sampingan yang tertangkap bersamaan dengan hasil tangkapan utama sangat kecil atau tidak ada.

2.6 Selektifitas

Alat tangkap selektif adalah alat tangkap yang mampu menangkap ikan yang sudah layak tangkap baik dari segi umur maupun ukuran, dan dapat meloloskan ikan yang tidak layak tangkap, ikan yang dilindungi, dan ikan yang tidak diinginkan tanpa melukai atau membunuhnya (Martasuganda, 2008).

(29)

14

III. METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat

Penelitian ini dilaksanakan pada bulanOktober sampai denganNovember 2012 yang bertempat di Perairan Suak Seumaseh Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat. Sedangkan analisis data dilakukan di Laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar Meulaboh.

3.2 Alat dan Bahan

Untuk membantu memperlancar jalannya penelitian di lapangan,maka perlu digunakan peralatan seperti pada tabel 1.

Tabel 1. Alat yang digunakan di lapangan

No Alat Jumlah Kegunaan

1 Kapal 1 Fishing Ground

2 Trammel net 1 Objek penelitian

3 Kantong plastik 1 Pengisian ikan

4 Spidol 1 Penulis

5 Pelampung 1 Penjaga keselamatan

6 Jaket 1 Menjaga kesehatan

Sedangkan alat yang digunakan di laboratorium seperti pada tabel 2. Tabel 2. Alat yang digunakan di laboratorium

No Alat Jumlah Kegunaan

1 Penggaris 1 Mengukur bodi ikan

2 Timbangan 1 Menimbang objek penelitian

(30)

15

3.3 Metode Penelitian

Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survey. Metode survey bertujuan untuk mengumpulkan data jumlah, jenis, ukuran, hasil tangkapan yang mengunakan alat tangkap trammel net oleh masyarakat nelayan melalui pengamatan langsung di lapangan.

3.4 Teknik Pengambilan Data

Teknik yang dipakai dalam penelitian ini adalah penentuan fishing ground dengan mengambil simplerandon sampling ,dimana dilakukan secara acak berdasarkan pengamatan nelayan. Teknik tersebut dengan mengambil dua macam data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer didapat dari observasi, wawancara dan partisipasi aktif, sedangkan data sekunder didapat dari perpustakaan atau dari laporan-laporan penelitian terdahulu (Moleong,2010).

3.4.1 Data Primer

Data primer merupakan data yang didapat dari sumber informan pertama yaitu individu atau perseorangan seperti hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti. Data primer ini berupa catatan hasil wawancara, hasil observasi ke lapangan secara langsung dalam bentuk catatan tentang situasi dan kejadian dan data-data mengenai informan (Bungin, 2007).

a. Observasi

(31)

16

membantu mengerti perilaku manusia, dan untuk evaluasi yaitu melakukan pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran tersebut (Bungin, 2007).

b. Wawancara

Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil observasi adalah ruang (tempat), pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, waktu, dan perasaan. Alasan peneliti melakukan observasi adalah untuk menyajikan gambaran realistik perilaku atau kejadian, untuk menjawab pertanyaan, untuk membantu mengerti perilaku manusia, dan untuk evaluasi yaitu melakukanpengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran tersebut (Riduwan, 2002).

c. Partisipasi Aktif

Partisipasi aktif merupakan metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan pengindraan dimana observer atau peneliti benar-benar terlibat dalam keseharian responden (Bungin, 2007).Bentuk partisipasi aktif ini merupakan suatu kegiatan dimana kita turut serta secara langsung dalam semua kegiatan yang berkaitan dengan objek penelitian.

3.4.2 Data Sekunder

(32)

17

diperoleh dari laporan-laporan pustaka yang menunjang, serta data yang diperoleh dari lembaga pemerintah, pihak swasta yang berhubungan maupun masyarakat yang terkait dengan objek penelitian.

3.5 Analisa Data

Data yang diperoleh dari lapangan selama penelitian, akan di analisis dengan mengunakan cara dekskriptif, kualitatif, yaitu metode penelitian yang bertujuan mendeskripsikan atau menjelaskan suatu hal seperti apa adanya. Metode ini dilakukan dengan cara menceritakan data yang diperoleh dari lapangan yang kemudian dengan teori yang ada (Prasetya, 1999).

(33)

18

VI. KEADAAN UMUM PENELITIAN

4.1 Keadaan Umum

Kabupaten Aceh Barat terletak di bagian ujung pulau Sumatera di pesisir barat

Provinsi Aceh dengan letak geografis 040 06,36’ (LU) dan 95052’ 43” 96016, 45”

(BT). Dengan luas wilayah Kabupaten Aceh Barat mencapai 2.927.95 Km2 atau

seluas 292.795 Ha, sedangkan panjang garis pantai diperhitungkan 50,55 Km luas

laut 233 Km2(DKP Aceh Barat, 2011).

Lokasi penelitian tentang studi ramah lingkungan alat tangkap trammel net di

perairan Suak Seumaseh Kecamatan Samatiga dilaksanakan di Desa Suak

Seumasehberada dalam kemukiman Lhok Bubon, Kecamatan Samatiga, Kabupaten

Aceh Barat dengan luas 430 Ha, yang terdiri dari areal pemukiman, areal rawa

gambut ± 4 Ha, dan bekas areal persawahan ± 25 Ha dan rawa 6 Ha.

Batas wilayah Desa Suak Seumaseh adalah sebelah Utara berbatas dengan Desa

Pribu, sebelah Timur berbatas dengan Desa Suak Geudubang, sebelah Barat berbatas

dengan Desa Cot Kumbang lama/Sungai Woyla dan sebelah Selatan berbatas dengan

lautan Hindia (BPS, 2011).

4.2 Mata Pencaharian

Masyarakat Desa Suak Seumaseh berjumlah 120 KK dengan mata pencaharian

yang berbeda. Perekonomian penduduk pada saat ini sebagai pekebun kopi dan

mayoritas nelayan. Berdasarkan data BPS (2011) jumlah nelayan di Desa Suak

(34)

19

4.3 Spesifikasi Unit Penangkapan

Berdasarkan Undang-undang Perikanan No 45 Tahun 2009, kapal adalah

sebagai alat bantu operasional dalam melakukan pengoperasian penangkapan ikan

dan juga sebagai alat sarana pendukung utama dalam melakukan aktivitas-aktivitas di

laut. Adapun fungsi utama kapal atau perahu adalah sebagai alat transportasi, sarana

transportasi dengan menggunakan kapal untuk melakukan penangkapan ikan,

pengangkutan ikan, penampung ikan, dan pembudidayaan ikan.

4.3.1 Kapal

Berdasarkan Undang-undang Perikanan No 45 Tahun 2009, Kapal perikanan

adalah kapal, perahu, atau alat apung lain yang digunakan untuk melakukan

penangkapan ikan, mendukung operasi penangkapan ikan, pembudidayaan,

pengangkutan ikan, pengolahan ikan, pelatihan perikanan,dan penelitian eksplorasi

perikanan.

Menurut data dari Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh (2011), jenis-jenis kapal

yang beroperasi di perairan Meulaboh umumnya menggunakan kapal motor dan

sebagian kecil nelayan menggunakan motor tempel, perahu tanpa motor dan kapal

motor. Adapun jenis kapal yang digunakan masyarakat Desa Suak Seumaseh adalah

(35)

20

Adapun jumlah armada kapal perikanan di Kabupaten Aceh Barat 2011 dapat di

lihat pada tabel 3 dibawah ini :

Tabel 3. Jumlah Kapal di Perairan Meulaboh Kabupaten Aceh Barat

NO Tahun PTM MT KM Jumlah

1. 2009 25 40 596 661

2. 2010 141 74 536 751

3. 2011 189 138 565 892

Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh,diolah kembali

Berdasarkan tabel 3 diatas, dijelaskan bahwa jumlah kapal yang ada di

Kabupaten Aceh Barat tahun 2009 berjumlah 661 kapal dibandingkan tahun 2010

mencapai 751 kapal, hal ini disebabkan pada tahun 2010 banyak bantuan yang

diberikan oleh pihak dornatur luar(NGO)yang difasilitasi oleh Dinas Perikanan dan

Kelautan. Pada tahun 2011 jumlah kapal mengalami peningkatan mencapai 892,

disebabkan oleh permintaan ikan di pasar yang meningkat.

Dalam satu manajemen usaha penangkapan ikan, berdasarkan data yang

diperoleh di lapangan dapat dijelaskan bahwa, jenis kapal yang sering digunakan oleh

nelayan untuk melakukan pengoprasian alat tangkap trammel net di Desa Suak

Seumaseh adalah kapal tempel, dengan panjang kapal 5 meter dan lebar 1,5 meter.

Mesin yang digunakan kapal tempel adalah mesin dompeng dengan jumlah armada 2

orang per kapal.

4.3.2 Alat

Trammel net adalah jaring insang yang memiliki ciri khusus dan terdiri dari

(36)

21

dalam. Trammel net disebut juga jaring gondrong atau jaring tiga lapis (Jatilap) yang

dioperasikan pada dasar perairan dan permukaan perairan (Subani dan Barus,1989).

Berdasarkan data dilapangan alat tangkap trammel net yang digunakan di

Desa Suak Seumaseh sebanyak 10 piece per kapal dengan bentuk umum jaring di

Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Suak Seumaseh mempunyai dimensi dengan panjang

jaring berkisar 32 meter, tinggi jaring berkisar 6 meter dan kedalaman jaring saat

melakukan pengoprasian berkisar 12-14 meter.

Gambar 2 Alat tangkaptrammel net

Meterial atau bahan jaringtrammel net yang digunakan adalah sebagai berikut :

1. Badan Jaring

Badan jaring padatrammel net dibentuk oleh tiga lapis jaring, yang terdiri dari

satu lapis jaring bagian dalam (inner net) yang berfungsi untuk menjerat udang atau

(37)

22

Dua lapis jaring bagian luar(outer net)berfungsi sebagai penguat jaring bagian

dalam serta sebagai kerangka untuk terbentuknya kantong pada jaring bagian dalam,

bahannya terbuat dari multifilamen.

Mata jaringinner netyang berukuran 1,75 inchi digunakan jaring berukuran 10

inchi untuk bagian outer netdan jika inner netmenggunakan jaring dengan ukuran 2

inchi maka untuk outer net digunakan jaring dengan ukuran10inchi.Bahan yang

digunakan untuk jaringouter netadalah nylon dan plastik untuk jaringinner net.

2. Selvedge

Selvedge adalah bagian jaring yang menghubungkan badan jaring bagian atas

dengan tali pelampung dan dengan tali pemberat bagian bawah. Fungsi dari

selvedgeadalah untuk melindungi jaring, terutama pada bagian bawah jaring agar kuat

saat bergesekan dengan dasar perairan.

3. Tali Ris

Tali ris yang digunakan terbuat dari bahan tambang atau polyethylene dengan

ukuran diameter 4 mm untuk tali ris atas dan 2,5 mm untuk tali ris bawah. Taliris atas

berfungsi untuk mengantungkan badan jaring dan tempat mengikatkan pelampung.

Tali ris bawah berfungsi untuk tempat mengikatkan pemberat dan menghubungkan

pemberat dengan badan jaring.

4. Tali Selambar

Tali selambar berfungsi untuk menghubungkan jaring dengan kapal yang

disebut tali selambar belakang, sedangkan tali selambar depan adalah tali yang

(38)

23

polyethylene.Panjang tali selambar yang biasa digunakan sekitar 130 - 150 m dengan

diameter 6 mm.

5. Pelampung(float)

Fungsi pelampung adalah untuk mengangkat tali ris atas agar jaring terbentang

sempurna dalam air. Jenis pelampung yang digunakan biasanya terbuat dari bahan

plastik dan gabus. Jumlah pelampung yang digunakan biasanya 42 buah per piece

jaring dengan panjang tiap gabus 3 cm dan diameter 4 cm.

6. Pemberat (sinker)

Pemberat berfungsi sebagai penyeimbang dari kekuatan apung(buoyancy force)

yang dihasilkan oleh pelampung sehingga jaring dapat terbentang ke arah dasar air

dan kedudukan jaring stabil. Pemberat yang digunakan biasanya terbuat dari timah.

Jumlah pemberat yang biasanya digunakan sebanyak 240 buah/piece jaring atau

sekitar 4 kg dengan panjang tiap pemberat 2 cm dan diameter 1,5 cm. Pemberat

tambahan yang digunakan 2 buah biasanya berupa batu bata atau batu kali dan

beratnya sekitar 7-10 kg.

7. Pelampung Tanda

Pelampung tanda adalah pelampung yang terdapat pada permukaan perairan

yang berfungsi sebagai tanda bagi pelintas perairan lainnya bahwa di tempat tersebut

sedang dioperasikan trammel net. Pelampung tanda terbuat dari gabus dan diberi

tambahan bendera sebagai penanda.

Berdasarkan data dilapangan, teknik pengoprasian trammel netdi perairan

Meulaboh Desa Suak Seumaseh dengan cara lingkaran. Berdasarkan hasil wawancara

(39)

24

dengan perahu motor tempel dengan armada 2 orang, cara lingkaran di bagi beberapa

tahap, diantaranya :

1. Setting

Saat settingyang pertama diturunkan adalah pelampung tanda disusul dengan tali

ris kemudian jaring dan terakhir pemberat tambahan dengan kapal tetap bergerak

dengan kecepatan rendah.

2. Sweping

Setelah semua jaring diturunkan dan tali selambar terikat pada haluan kapal maka

kapal bergerak untuk menarik jaring didasar perairan sehingga jaring membentuk

setengah lingkaran.

3. Hauling

Proses penyapuan jaring di dasar perairan dilakukan selama kurang lebih 60 menit

setelah itu jaring diangkat ke kapal (hauling) dan dilakukan pengambilan hasil

tangkapan dari badan jaring.

4.4 Hasil Tangkapan

Hasil tangkapan utama trammel net adalah udang, sedangkan hasil tangkapan

sampingan selain udang ialah ikan-ikan demersal seperti: manyung(Arius

thalassinus), petek (Leiognathus splendens Cuv), bloso (Glossogobius circumpectus)

dan bawal hitam (Stromateus niger). Beberapa jenis udang yang tertangkap adalah

jenis udang jerbung, udang windu dan udang krosok (Subani dan Barus,1989).

Berdasarkan hasil tangkapan dilapangan alat tangkaptrammel netmemiliki berapa

(40)

25

Dogol(Metapenaeus endeavouri), Pari Kuning(Himatura fai), Pari Kupu-kupu

(Gymura poecilura), Nomai (Harpadon nereus), Ikan Lidah(Cynoglossus sp),

Senangin (Mugil cephalus), Cumi-cumi(Loligo sp),Lemuru (Ambligaster sim),

danBelanak (Valamugil seheli).

4.5 Musim

Berdasarkan data dilapangan nelayan melakukan operasi penangkapantrammel

net memperhatikan musim dan faktor-faktor yang terkait dan berhubungan dengan

keberadaan ikan di suatu lokasi atau daerah penangkapan serta kedalaman perairan

tertentu.

Berdasarkan hasil wawancara di lapangan nelayan hanya melakukan operasi

penangkapan menggunakan alat tangkap trammel net dalam 1 tahun hanya pada

musim timur saja (Agustus – Februari), karena hasil tangkapannya sesuai dengan

target sasaran.

4.6 Nelayan

Berdasarkan Undang-undang Perikanan No 45 Tahun 2009, dijelaskan bahwa

Nelayan merupakan orang yang mata pencahariannya melakukan penangkapan ikan

untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari yang menggunakan kapal perikanan.

Nelayan adalah orang yang selalu melakukan operasi penangkapan ikan baik di

laut maupun di sungai serta melakukan operasi penangkapan ikan di perairan umum,

adapun jumlah nelayan di Desa Suak Seumaseh Kecamatan Samatiga Kabupaten

(41)

26

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 SelektivitasTrammel Net

Alat tangkap selektif adalah alat tangkap yang mampu menangkap ikan

yang sudah layak tangkap baik dari segi umur maupun ukuran, dan dapat

meloloskan ikan yang tidak layak tangkap.

Alat tangkap selektif positif merupakan alat tangkap yang hanya menangkap

ukuran dan species ikan tertentu dari satu atau beberapa populasi ikan yang layak

tangkap yang selektif terhadap ukuran dan species. Sedangkan alat tangkap

selektif negatif merupakan alat tangkap yang hanya menangkap ukuran ikan

tertentu dari satu populasi ikan yang masih belum layak tangkap, disebut alat

tangkap yang selektif negatif terhadap ukuran dan species. Untuk perairan

dasartujuan utamapenangkapan dengan alat tangkap trammel net adalah udang

dan pada perairan permukaan tujuan penangkapannya adalah ikan-ikan pelagis.

Trammel net dapat menjadi salah satu alat tangkap alternatif yang produktif dan

efektif serta mempunyai tingkat selektivitas.

Berdasarkan hasil data dilapangan, selektivitas yang diukur adalah

selektivitastrammel net terhadap dua tangkapan terbanyak dari jenis udang, yaitu

Udang Dogol(Metapenaeus endeavouri), Udang Jerbung(Penaeus merguiensis).

Udang ini banyak tertangkap pada inner net 1,75 inchi dengan modus banyak

tertangkap pada ukuran yang berbeda. Pada jenis udang Dogol ukuran yang

banyak tertangkap adalah berukuran panjang 15 cm, sedangkan jenis udang

Jerbung ukuran panjang yang banyak tertangkap adalah 25 cm dengan jarak

(42)

27

Hasil tangkapan trammel net di perairan Suak Seumaseh Kecamatan

Samatiga dapat disajikan pada tabel 4.

Tabel4. Hasil tangkapan utamatrammel netper trip

No Hasil Tangkapan

Ukuran Jenis

Ekor

Panjang (cm) Lebar (cm) Persen (℅) 1 Udang Dogol 15 Cm 2 Cm 40 Ekor 40,57 2 Udang Jerbung 25 Cm 4 Cm 30 Ekor 30,43

Jumlah 70 Ekor 80 %

Gambar 3 Jumlah hasil tangkapanutama di Desa Suak Seumaseh 2012

Berdasarkan hasil survey dilapangan, bahwa hasil tangkapan utamatrammel

net di Desa Suak Seumaseh dapat di lihat pada gambar1diatas, jumlah hasil

tangkapan jenis udang yang tertangkap adalah udang Dogol(Metapenaeus

endeavouri)mencapai 40,57%, sedangkan udang Jerbung(Penaeus

merguiensis)mencapai 30,43%. Hal ini disebabkan oleh banyaknya aktivitas alat

tangkap lain yang menangkap udang dan merusak lingkungan seperti, alat tangkap

(43)

28

5.1.1 Cara Tertangkapnya Udang dan Ikan

Secara teoritis trammel net memiliki jaring lapisan dalam yang dipasang

melebihi jaring lapisan luar yang menyebabkan jaring lapisan dalam menjadi

sangat kendur, sehingga memudahkan udang tertangkap secara terpental atau

terjebak kedalam kantong yang dibentuk oleh jaring lapisan dalam (Pubayanto,

2006). Kondisi tertangkapnya udang dan ikan sangat dipengaruhi oleh bentuk

tubuh udang dan anggota-anggota tubuh ikan (sisik, sirip dan lain-lain ).

Berdasarkan keterangan diatas, kondisi tertangkapnya udang dipengaruhi

oleh ukuran panjang dan usaha udang tersebut untuk dapat meloloskan diri dari

jaring. Udang dan ikan yang berukuran kecil dan ukuran lebih besar darimesh size

dapat menembus mata jaring mengunakan kepalanya dan akhirnya tertangkap

secara snage dan gilled. Udang yang berukuran sedang dan ukuranyang lebih

besar dari ukuran mata jaring dapat terjerat padainner netdengan berusaha sekuat

tenaga untuk melepaskan diri dari jaring.

Hasil tangkapan jenis udang pada masing-masing inner netadalah dengan

cara tersangkutnya padapocket jaring, hal tersebut berkaitan dengan tingkah laku

udang yang bersifat pasif pada siang hari dan beraktivitas pada malam hari

(nocturnal), sehingga saat sweepingtrammel netakan menyebabkan

terangkatnyapasir dasar perairan yang mengejutkan udang, kemudian udang akan

naik keatas terperangkap dengan trammel net. Adapun aktivitas penangkapan

(44)

29

5.1.2 Ramah Lingkungan

Alat tangkap ikan yang ramah lingkungan yaitu alat tangkap yang selektif

dan tidak merusak lingkungan perairan (ekosistim atau habitat sumberdaya ikan).

Adapun ciri-ciri kegiatan penangkapan yang ramah lingkungan antara lain: Ikan

yang tertangkap seragam, legal, dan tidak menangkap jenis yang dilindungi.

Hasil tangkapan sampingan adalah hasil tangkapan yang kurang bermanfaat

dan sering kali dibuang kembali kelaut setelah tertangkap. Secara umum alat

tangkap trammel netkurang efesien untuk menangkap target catch(tangkapan

utama) yaitu udang karena hasil tangkapan didominasi oleh by-catch (tangkapan

sampingan) yaitu ikan. Permasalahan by-catch merupakan isu utama dalam

penangkapan udang. Solusinyaby-cacth dapat dilakukan dengan memanfaatkan

hasil tangkapan sampingan, baik dijual kembali, dikonsumsi sendiri, atau dibuat

produk olahan dan lain-lain.

Berdasarkan aspek keramahan terhadap habitat sumberdaya, trammel net

yang di ujikan relatif ramah karena tidak terdapat signifikasi kerusakan akibat

pengoperasian alat ini. Adapun jika tersangkut biota lain maka biota tersebut

dapat dikembalikan lagi kelingkungannya dengan kondisi baik, hal ini terjadi

karena adanya dua faktor utama yaitu :

1. Jaringtrammel netpada saat pengoperasian tidak sampai kedasar perairan.

2. Jaringtrammel netadalah jaring yang pasif.

5.2 Komposisi Hasil TangkapanTrammel Net

Komposi hasil tangkapantrammel netmerupakan gabungan semua jenis hasil

(45)

30

yang berwawasan lingkungan adalah upaya sadar dan berencana dalam

menggunakan alat tangkap yang dipergunakan untuk mengelola sumberdaya

secarabijaksanadalampembangunan yang berkesinambunganuntuk meningkatkan

mutu hidup tanpa mempengaruhi atau mengganggu kualitas dari lingkungan

hidup.

Berdasarkan penelitian di lapangan komposisi hasil tangkapan trammel

netdi perairan Meulaboh Desa Suak Seumaseh Kecamatan Samatiga terbagi 2

kelompok :

1. Hasil tangkapan utama

Berdasarkan hasil tangkapan utama yang diperoleh selama penelitian pada

alat tangkap trammel net adalah Udang Dogol(Metapenaeus endeavouri),

Udang Jerbung(Penaeus merguiensis).

2. Hasil tangkapan sampingan

Berdasarkan hasil tangkapan sampingan yang diperoleh selama penelitian

pada alat tangkap trammel net adalah Pari Kuning(Himatura fai), Pari

Kupu-kupu (Gymura poecilura), Nomai (Harpadon nereus), Ikan

Lidah(Cynoglossus sp), Senangin (Mugil cephalus), Cumi-cumi(Loligo sp),

Lemuru(Ambligaster sim), danBelanak (Valamugil seheli).

Tabel 5. Komposisi hasil tangkapantrammel netper trip

Tangkapan Jenis

Ukuran Jenis

Ekor

Panjang (cm) Lebar (cm) Persen (%)

Utama Udang Dogol 15 2 40 16

Udang Jerbung 25 4 30 12

Jumlah 70 28

Pari Kuning 17 18 2 1

Pari Kupu-kupu 11 33 1 0

Nomai 20 2,5 30 12

Sampingan Ikan Lidah 18 5 40 16

Senangin 10 3 20 8

(46)

31

Lemuru 15 3,5 40 16

Belanak 13 4 28 11

Jumlah 181 72

Udang merupakan target utama dalam operasi penangkapan trammel net,

tetapi cukup banyak jenis ikan yang turut tertangkap sebagai hasil tangkapan

sampingan dalam pengoprasian trammel netdi Desa Suak Seumaseh.Berdasarkan

tabel 4 diatas, dapat dijelaskan bahwa hasil tangkapan utama trammel netada dua

jenis udang yang tertangkap dan 8 jenis ikan yang tertangkap. Hal ini disebabkan

oleh jarak operasi alat tangkap trammel netberkisar 1-2 mil dari bibir pantai dan

jenis hasiltangkapan merupakan ikan-ikan pelagis kecil yang ada tidak jauh dari

dasar perairan.

Adapun persentase dari hasil tangkapan dapat dilihat pada grafik dibawah

ini sebagai berikut :

Gambar 4 Jumlah hasil Persentase tangkapan (%) di Kecamatan Samatiga 2012

Gambar4 diatas menerangkan, bahwa hasilangkapan utama trammel net

seperti, Udang Dogol(Metapenaeus endeavouri)mencapai 16% dan Udang

Jerbung(Penaeus merguiensis)mencapai 12%. Sedangkan untuk hasil tangkapan 16%

Komposisi Hasil Tangkapan Trammel Net

(47)

32

sampingan seperti, Pari Kuning(Himatura fai) mencapai1%, Pari Kupu-kupu

(Gymura poecilura)0%, Nomai (Harpadon nereus)mencapai 12%, Ikan

Lidah(Cynoglossus sp)mencapai 16%, Senangin (Mugil cephalus)mencapai 8%,

Cumi-cumi(Loligo sp)mencapai 8%, Lemuru (Ambligaster sim) mencapai 16%

dan Belanak (Valamugil seheli) mencapai 11%. Hal ini disebabkan jenis ikan ini

merupakan ikan-ikan pelagis yang sifatnya bermain didasar perairan.

Berdasarkan hasil tangkapan ini, dapat dijelaskan bahwa alat tangkap

trammel net kurang selektif, karena dari hasil tangkapan utama yang sangat

sedikit dan hasil tangkapan sampingan yang sangat banyak. Hal ini sesuai dengan

pernyataan dari para nelayan trammel net di Desa Suak Seumaseh Kecamatan

Samatiga. Hasil tangakapan alat tangkap trammel netlebih banyak ikan

dibandingkan udang. Hal ini disebabkan oleh ukuran mata jaring yang berbeda.

Untuk nelayanDesa Suak Seumaseh menggunakan ukuran mata jaring berkisar

1,75 ichi lebih besar dibandingkan dengan pendapat Martasuganda (2008) yang

(48)
(49)

33

VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

1. Alat tangkap trammel net yang dioperasikan di Desa Suak Seumaseh

Kecamatan Samatiga merupakan alat tangkap ramah lingkungan tetapi kurang

selektif terhadap hasil tangkapan/sumberdaya (udang dan ikan) yang ada

diperairan.

2. Komposisi jenis hasil tangkapan utama alat tangkap trammel net di perairan

Suak Seumaseh Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat adalah Udang

Dogol (Metapenaeus endeavouri) 16% dan Udang Jerbung (Penaeus

merguiensis)12%, Pari Kuning(Himatura fai)1%, Pari Kupu-kupu(Gymura

poecilura)0%, Nomai (Harpadon nereus)12%, Ikan Lidah (Cynoglossus sp)

16%, Senangin (Mugil cephalus) 8%, Cumi-cumi (Loligo sp) mencapai 8%,

Lemuru(Ambligaster sim)16% dan Belanak (Valamugil seheli)11%.

6.2 Saran

Diharapkan kedepan semua intansi yang terkait dapat memberikan

penyuluhan terhadap nelayan trammel net dalam mengkontruksi ukuran mata

(50)
(51)

36

DAFTAR PUSTAKA

Bungin, Burhan, 2008, Penelitian Kualitatif, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

BPPI, 1996. Alternatip Usaha Penangkapan Ikan Jaring Pantai bagi Nelayan Skala Kecil. BPPI Semarang: Semarang.

Badan Pusat Statistik. 2011.Sensus Penduduk.Aceh Barat.

Dinas Kelautan dan Perikanan. 2011.Letak Geografis. Aceh Barat.

Dirjen Perikanan Tangkap. 2005. Petunjuk Teknis Penangkapan Ikan Ramah

Lingkungan.Departemen Kelautan dan Perikanan. Jakarta.

Halim, Abdul. 2003 Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Makalah, disampaikan dalam Rakornis Bapedalda Se-Provinsi NAD, Banda Aceh.

Kasmir dan Jakfar. 2007.Study Kelayakan Bisnis. Jakarta: Prenada Media Group.

Martasuganda S. 2008.Jaring insang (gillnet). Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor: Bogor.

Moleong, Lexy,J,2010, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung : PT.Remaja

Rosda Karya.

Purbayanto, A. 2006. Pengantar Trammel Net. Bogor. Institut Pertanian Bogor Press.

Prasetya, Irawan. 1999. Logika dan Prosedur Penelitian. Jakarta : PT. Repro Internasional.

Riduwan. 2002. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian.Alfaheta.

Bandung.

Subani dan Barus, 1989.Alat Penangkapan Ikan dan Udang Laut di Indonesia. BPPL Jakarta.

Yusuf, Q. 2003. Empowerment of Panglima Laot in Aceh.International workshop

(52)

LAMPIRANI

Responden II 1. Utama Udang Dogol 16

Udang Jerbung 19

Responden III 1. Utama Udang Jerbung 24

Udang Dogol 17

Responden IV 1. Utama Udang Jerbung 22

(53)

Responden IV 1. Utama Udang Jerbung 18

Udang Dogol 24

Persentase 42 %

2. Sampingan Pari Kupu-kupu 1

Nomai 16

Ikan Lidah 24

Senangin 17

Persentase 58 %

(54)

LAMPIRAN II

Alat

Kapal Stempel Mata Jaring Dalam

Mata Jaring Tenggah Mata Jaring Luar

(55)

Pemberat Tambahan Tali Selambar

(56)

LAMPIRAN III

Komposisi Hasil Tangkapan

Udang Dogol Udang Jerbung

Pari Kupu-kupu Pari Kuning

(57)

Cumi-cumi Lemuru

Gambar

Gambar 1. Trammel Net (Subani dan Barus, 1989).
Tabel 1. Alat yang digunakan di lapangan
Tabel 3. Jumlah Kapal di Perairan Meulaboh Kabupaten Aceh Barat
Gambar 2 Alat tangkap trammel net
+4

Referensi

Dokumen terkait

Pada makhluk hidup heterotrof   (makhluk hidup yang memanfaatkan sumber makanan organik, makhluk hidup yang tidak mampu mengubah senyawa anorganik menjadi senyawa

Metode cross region panel yang digunakan menunjukkan bahwa mayoritas faktor yang berpengaruh terhadap persistensi dan divergensi tingkat pengangguran antar regional adalah

Hasil survey lintasan pemboran dengan metode Minimum Curvature paling mendekati lintasan aktual sumur G-12 dengan deviasi TVD, Vertical Section tiga dimensi 0,01 ft dan

Skor nyeri persalinan sebelum perlakuan penghirupan aromaterapi minimal 5 (nyeri sedang) dan maksimal 10 (nyeri hebat), sedangkan sesudah penghirupan aromaterapi minimal 4

Pembuatan komik digital interaktif ini diharapakan dapat menjadi media untuk meningkatkan minat baca anak dan kecintaan akan budaya lokal, terutama cerita rakyat

Sejalan dengan pertanyaan yang diajukan dalam research paper ini yaitu bagaimana potensi kapabilitas inovasi dan teknologi perusahaan dapat dicapai melalui kemi- traan, maka

Hasil dari diskusi adalah satu orang memilih ilustrasi dengan hasil akhir sebuah foto, dua orang memilih foto karena foto memberikan gambaran nyata dari benda-benda yang perlu

Berdasarkan tabel 4.7 diperoleh nilai koefisien determinasi (R 2 ) sebesar 0.675, hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kuat antara variabel harga (X1), pelayanan